Anda di halaman 1dari 5

MANAJEMEN STRATEJIK DAN KEPEMIMPINAN

REKRUTMEN DAN PENGELOLAAN SDM PT. INDOFOOD Tbk.

Lina Oktaviani 180020113111007

Pendidikan Profesi Akuntansi


Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Brawijaya
Strategi Pengembangan Sumber Daya Manusia di PT. Indofood

Siapa yang tak kenal dengan PT Indofood? Perusahaan tersebut telah menjadi salah satu

yang terbesar di Indonesia. Dengan nama lengkap PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, fokus

utama bisnis yang dijalankan oleh perusahaan ini yaitu industri makanan dan minuman.

Keberhasilannya dalam mendominasi pasar bisa dilihat dari aneka produk yang telah dihasilkan

dan tersebar di berbagai tempat perbelanjaan baik tradisional maupun modern. Salah satu unsur

yang menjadi kunci sukses yaitu strategi pengembangan sumber daya manusia.

Saat didirikan pada tahun 1990, nama pertama yang digunakan yaitu PT Panganjaya

Intikusuma. Kemudian, penggantian nama menjadi PT Indofood Sukses Makmur pada tahun 1994

didasarkan pada keputusan Rapat Umum Luar Biasa Para Pemegang Saham. Dua tahun

sebelumnya, yaitu tahun 1992, telah dibuka beberapa cabang anak perusahaan. Namun, kemudian

anak-anak perusahaan tersebut digabung menjadi satu pada tahun 1994 dan melahirkan satu

perusahaan besar bernama PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk.

Salah satu produk yang menjadi andalan PT Indofood yaitu mie instan. Untuk memenuhi

kebutuhan pasar di seluruh Indonesia, perusahaan ini tidak hanya membuka anak cabang tetapi

juga pabrik di beberapa daerah seperti Medan, Palembang, Pekanbaru, Pontianak, Manado,

Surabaya dan tentu saja Jakarta. Selain untuk memastikan bahwa masyarakat mendapatkan produk

mie instan yang baru, pembukaan anak cabang beserta pabriknya merupakan upaya Indofood

dalam membantu pemerintah tentang pemerataan tenaga kerja lokal.

Mengingat besarnya skala perusahaan, tentu tidak mudah mengatur seluruh aset termasuk

sumber daya manusia. Sebagai perusahaan Total Food Solutions dengan kegiatan operasional

mencakup seluruh proses tahapan produksi dan bahkan memayungi empat kelompok usaha
strategis (Grup Agrobisnis, Grup Bogasari, Grup Makanan Konsumsi bermerek dan Grup

Distribusi), PT Indofood Tbk. HR strategy presentation slides.

Menyadari pentingnya peran pelatihan SDM dalam mendukung kesuksesan dan

kesinambungan perseroan. Itulah mengapa perusahaan ini menempatkan manajamen sumber daya

manusia sebagai salah satu strategi dan kunci utama menuju kesuksesan kinerja.

Hingga kini, PT Indofood telah mempekerjakan puluhan ribu karyawan dengan kondisi

demokrasi dan kompetensi yang berbeda. Pada level kerja yang lebih tinggi, SDM dibekali

kemampuan manajerial dan leadership. Tak jarang proses pengembangan juga diikuti dengan

penyediaan fasilitas pelatihan baru serta modul-modul pelatihan yang disesuaikan dengan

kebutuhan. Besarnya perhatian yang diberikan perusahaan Indofood terhadap sumber daya

manusianya ditunjukkan dengan pemberian pelatihan berdasarkan kebutuhan kompetensi di setiap

jabatan, mulai dari tingkat jabatan operatif yang bersifat teknis hingga tingkat yang lebih tinggi

dan bersifat kompetensi manajerial dan leadership.

Keseriusan ini sejalan dengan misi perusahaan, yaitu memberikan solusi atas kebutuhan

pangan secara berkelanjutan; senantiasa meningkatkan kompetensi karyawan, tingkat produksi,

dan teknologi; memberikan kontribusi bagi kesejahteraan masyarakat dan lingkungan secara

berkelanjutan; dan meningkatkan stakeholders’ values secara berkesinambungan.

Bagi PT Indofood, setiap karyawan memiliki kapasitas untuk berprestasi dan memberikan

kontribusi terbaik demi keberhasilan tidak hanya perusahaan tetapi juga bangsa. Maka, seluruh

bagian SDM sangat diperhitungkan pengembangannya. Tujuannya untuk menghasilkan tenaga

kerja bertalenta yang merupakan tenaga ahli yang mengerjakan pekerjaannya dengan baik dan

bertanggung jawab.

Berikut ini hal-hal yang dilaksanakan dalam pengembangan talenta SDM di perusahaan Indofood:
 Mengetahui kebutuhan karyawan sebagai cara mengoptimalkan kegiatan operasional

perusahaan. maka dari itu, setiap pegawai harus bekerja secara profesional sesuai dengan

tanggung jawabnya. Di lain pihak, perusahaan juga menghargai kebutuhan para pekerjanya

dan mengadakan pelatihan untuk memperoleh hasil maksimal.

 Mengadakan training untuk karyawan setiap bulan atau dalam kurun waktu tertentu.

Tujuannya untuk mendapatkan SDM profesional dan juga ahli dalam bidang pekerjaan yang

dikerjakan. Tenaga profesional, ahli dan terdidik tentunya akan membawa perusahaan

menuju kemajuan dan perkembangan yang pesat.

 Mengadakan pelatihan untuk karyawan baru agar mereka lebih mudah memahami seluk

beluk berkarir dan budaya yang ada di perusahaan. Dalam pelaksanaannya, karyawan baru

dilatih oleh karyawan senior agar lebih cepat tanggap dan cepat mengikuti serta beradaptasi

dengan karyawan lainnya.

 Memilih karyawan baru melalui seleksi. Serangkaian tes dan persyaratan yang harus

dipenuhi calon karyawan saat hendak masuk perusahaan dimaksudkan untuk mendapatkan

SDM yang benar-benar unggul di bidangnya. Dengan begitu, mereka bisa lebih mudah

paham dan dapat segera bekerja setelah menerima penjelasan singkat.

 Menawarkan jenjang karir dan promosi jabatan sebagai stimulasi untuk memicu

kemampuan setiap karyawan mengembangkan diri demi memajukan perusahaan.

Penawaran tersebut juga diharapkan dapat menjaga loyalitas para pekerja kepada

perusahaan.
 Menjalin hubungan baik dengan karyawan. Strategi ini dimaksudkan untuk menghindari

terjadinya kesenjangan sehingga semua orang tetap memiliki tujuan yang sama yaitu

meningkatkan omzet dan keuntungan.

“PT Indofood terus berupaya membina hubungan baik dengan karyawan di semua tingkat staf

hingga manajemen untuk saling menguntungkan. Program-program training diberikan sebagai

langkah meningkatkan produktivitas dan efisiensi dalam membantu semua divisi dalam

mempertahankan pangsa pasar dan keuntungan pasar yang semakin kompetitif.”

Dalam divisi Noodle misalnya, PT Indofood memiliki tenaga kerja yang terbagi dalam dua

bagian, yaitu 70% bekerja sebagai pegawai pabrik dan 30% merupakan staf. Mereka juga memiliki

jenjang pendidikan bervariasi mulai dari Sekolah Dasar hingga Strata Satu. Meskipun berasal dari

latar belakang pendidikan yang berbeda, semuanya memperoleh kesempatan mengikuti pelatihan

yang mencakup pelatihan dasar, pelatihan teknis fungsional dan pelatihan manajerial. Strategi ini

diterapkan sebagai rangka memperbaiki atau meningkatkan komitmen perusahaan terhadap

kepercayaan konsumen dimana setiap tenaga kerja berperan sebagai subjek yang mendukung

perusahaan dalam peningkatan mutu dan inovasi.