Anda di halaman 1dari 26

Laboratorium Aliran Fluida dan Separasi Mekanik

Semester IV 2018 / 2019

LAPORAN PRAKTIKUM

POMPA SENTRIFUGAL

Pembimbing : Wahyu Budi Utomo, HND, M.Sc


Kelompok :1
Kelas : 2A
Tgl. Praktikum : 18 Maret 2019

Anggota kelompok :
1. Firdayanti (33117002)
2. Vira Rahmawati (33117004)
3. Sastriani (33117010)
4. Fardiman Jamhal (33117017)
5. Sri Wahyuni (33117019)
6. Sabil (33117024)

JURUSAN TEKNIK KIMIA


POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG 2019
POMPA SENTRIFUGAL

I. Tujuan Percobaan
1. Mahasiswa dapat mengetahui karakteristik pompa sentrifugal yang
dilengkapi dengan flowmeter digital dan pressure transmitter.
2. Menentukan kapasitas pompa dan efisiensi pompa serta menjelaskan
mekanisme pompa.

II. Dasar Teori


Pompa sentrifugal merupakan alat pemindah fluida dengan menggunakan
gaya sentrifugal yang diakibatkan gerak putar impeler. Seluruh impeler berputar
dalam rumah pompa (chasing) dengan kecepatan tinggi, sehingga memberikan
percepatan pada fluida yang dialirkan. Energi yang ditransfer dari motor
penggerak ke impeler melalui percepatan sentrifugal. Fluida yang dialirkan
dikonversikan menjadi energi kinetik dan energi tekan. Tinggi tekan (head) yang
dicapai suatu pompa tergantung pada putarannya, diameter, dan bentuk
lengkungan impeler. Karena tinggi tekan pompa terbatas, maka dengan
menghubungkan beberapa impeler saling berurutan pada suatu poros akan
didapatkan tinggi tekan yang lebih besar.
Pompa sentrifugal tidak dapat menghisap sendiri, hal ini disebabkan oleh
konstruksinya. Pompa ini tidak memiliki chek valve dalam keadaan diam, cairan
mengalir ke tangki yang besar. Bila pompa dioperasikan dalam keadaan kosong,
vakum yang dihasilkan tidak cukup untuk mengisap fluida yang dialirkan masuk
ke rumah pompa. Pompa sentrifugal pada saat mulai dipakai harus dipenuhi
cairan, hal ini dilakukan dengan jalan membuka valve tekan.
Bagian – bagian sentrifugal :
Klasifikasi Pompa Sentrifugal
Pompa sentrifugal dapat diklasifikasikan menurut beberapa cara yaitu :
A. Menurut jenis aliran dalam impeler
 Pompa aliran radial
Pompa ini mempunyai konstruksi sedemikian sehingga aliran zat cair
yang keluar dari impeler akan tegak lurus poros pompa (arah radial).

Pompa sentrifugal aliran radial


 Pompa aliran campur
Aliran zat cair didalam pompa waktu meninggalkan impeler akan
bergerak sepanjang permukaan kerucut (miring) sehingga komponen
kecepatannya berarah radial dan aksial

Pompa sentrifugal aliran campur


 Pompa aliran aksial
Aliran zat cair yang meninggalkan impeler akan bergerak sepanjang
permukaan silinder (arah aksial)

Pompa aliran aksial


B. Menurut jenis impeler
1. Impeler tertutup
Sudut-sudut ditutup oleh dua buah dinding yang merupakan satu
kesatuan , digunakan untuk pemompaan zat cair yang bersih atau
sedikit mengandung kotoran.

2. Impeler setengah terbuka


Impeler jenis ini terbuka disebelah sisi masuk (depan) dan tertutup di
sebelah belakangnya. Sesuai untuk memompa zat cair yang sedikit
mengandung kotoran misalnya : air yang mengandung pasir, zat cair
yang mengauskan, slurry dan lain-lain.
3. Impeler terbuka
Impeler jenis ini tidak ada dindingnya di depan maupun di belakang.
Bagian belakang ada sedikit dinding yang disisakan untuk memperkuat
sudu. Jenis ini banyak digunakan untuk pemompaan zat cair yang
banyak mengandung kotoran.

C. Menurut bentuk rumah


1. Pompa volut
Bentuk rumah pompanya seperti rumah keong/siput (volute), sehingga
kecepatan aliran keluar bisa dikurangi dan dihasilkan kenaikan
tekanan.
2. Pompa diffuser
Pada keliling luar impeler dipasang sudu diffuser sebagai pengganti
rumah keong.

3. Pompa aliran campur jenis volut


Pompa ini mempunyai impeler jenis aliran campur dan sebuah rumah
volut.

D. Menurut jumlah tingkat


1. Pompa satu tingkat
Pompa ini hanya mempunyai satu impeler. Head total yang
ditimbulkan hanya berasal dari satu impeler, jadi relatif rendah.
2. Pompa bertingkat banyak
Pompa ini menggunakan beberapa impeler yang dipasang secara
berderet (seri) pada satu poros. Zat cair yang keluar dari impeler
pertama dimasukkan ke impeler berikutnya dan seterusnya hingga
impeler terakhir. Head total pompa ini merupakan jumlahan dari head
yang ditimbulkan oleh masing‐masing impeler sehingga relatif tinggi.

E. Menurut letak poros


Menurut letak porosnya, pompa dapat dibedakan menjadi poros horisontal
dan poros vertikal seperti pada gambar berikut ini :
Karakteristik Sistem Pemompaan
1. Efisiensi Pompa
Pompa tidak dapat mengubah seluruh energi kinetik menjadi energi
tekanan, karena ada sebagian energi kinetik yang hilang dalam bentuk
losis. Efisiensi pompa adalah suatu faktor yang dipergunakan untuk
menghitung losis ini. Efisiensi pompa terdiri dari:
 Efisiensi hidrolis, memperhitungkan losis akibat gesekan antara
cairan dengan impeler dan losis akibat perubahan arah yang tiba‐tiba
pada impeler.
 Efisiensi volumetris, memperhitungkan losis akibat resirkulasi pada
ring, bush, dll.
 Efisiensi mekanis, memperhitungkan losis akibat gesekan pada seal,
packing gland, bantalan dan lain-lain.

Setiap pompa dirancang pada kapasitas dan head tertentu,


meskipun dapat juga dioperasikan pada kapasitas dan head yang lain.
Efisiensi pompa akan mencapai maksimum pada designed point tersebut,
yang dinamakan dengan titik BEP.Untuk kapasitas yang lebih kecil atau
lebih besar efisiensinya akan lebih rendah. Efisiensi pompa adalah
perbandinga antara daya hidrolis pompa dengan daya poros pompa.

Kalau aliran dianngap tunak, pompa itu pada dasarnya membesar, hulu
aliran Bernouli alirannya antara titik 1 ( mata ) dan titik 2 ( lubang keluar).
Apabila V1 dan V2 kira – kira z1 – z2 tidak lebih dari satu meter,
sehingga
𝑃1 𝑉12 𝑃2 𝑉22
+ + 𝑍1 = + + 𝑍2 … … … … . (1)
𝑝 2. 𝑔 𝑝. 𝑔 2. 𝑔

Perubahan headnya praktis sama dengan perubahan tekanannya,maka :


𝑃1 − 𝑃2 𝑃
𝐻= = … … … … . (2)
𝑝. 𝑔 𝑝. 𝑔
Untuk menaikkan fluida dengan kapasitas Q (𝑚3 /𝑠) dan tinggi tekan H
(m), disebut daya pompa aktual. Daya ini sering juga disebut juga daya
fluida atau daya hidrolik

Nh = p.g.Q.H ...............(3)

Daya untuk menggerakkan pompa adalah


𝑁𝑚 2𝜋
𝑁0 = 𝑊. 𝐿. 𝑔 … … … . (4)
60

Sedangkan untuk efisiensi pompa, dinyatakan sebagai :


𝑁ℎ
η= x 100%
𝑁0

dimana :
η = efisiensi
𝑁ℎ = Daya fluida atau daya hidrolik (watt)
𝑁0 = Daya untuk menggerakkan fluida (watt)
W = Berat beban (kg)
L = Panjang lengan torsi (m)
Nm = Kecepatan putaran (rpm)
Q = Laju alir (𝑚3 /𝑠)
H = Tinggi tekan (m)
P = Tekanan

2. Tinggi tekan pompa

Head dari pompa adalah perbedaan tekanan (yang dinyatakan dalam


tinggi kolom zat cair) yang terdapat diantara inlet dan outletnya. Bagi
pompa, head juga merupakan kerja yang diberikan kepada cairan per
satuan berat (Kg.m/Kg) yaitu meter.
Perbedaan tinggi tekan pompa dapat diukur dengan dua cara yaitu:

1. Secara langsung menggunakan “pressure gauge” yaitu

H = Hd – Hs + 2,13 . 104 𝑄 2 ……………………… (6)

2. Secara tidak langsung menggunakan manometer air raksa, yaitu


   air
H (h1  h2)  3,14 .104 . Q2 ……..………… (7)
Hg

 air

Dimana (h1-h2) adalah selisih tinggi air raksa di dalam manometer. Head
dari system merupakan perbedaan tekanan yang diperlukan untuk
memindahkan cairan yang dapat dibedakan atas tiga bagian, yaitu:

1. Friction head adalah merupakan tekanan yang diperlukan untuk


melawan gesekan – gesekan di dalam saluran.
2. Static head adalah tinggi kenaikan atau beda tekanan dari zat cair
pada kedua reservoir.
3. Velocity head adalah tekanan yang diperlukan untuk menggerakkan
cairan dari keadaan diam sehingga berkecepatan.

Sehingga dapat dijelaskan bahwa head total merupakan keseluruhan


head dari pompa adalah merupakan penjumlahan dari static discharge
(tinggi tekan) ditambah friction head (head akibat gesekan), hal ini
disebabkan karena adanya katup – katup, belokan – belokan, sambungan –
sambungan serta pembesaran dan pengecilan sepanjang instalasi ditambah
velocity head (kehilangan karena kecepatan dan sangat bergantung pada
panjang instalasi).

 Karakteristik Pompa

Karakteristik dari pompa sentrifugal merupakan hubungan antara


tekanan yang dibangkitkan (head) dan kecepatan aliran volum (kapasitas).
Karakteristik dapat juga menyertakan kurva efisiensi dan harga brake horse
power- nya. Karakteristik pompa sentrifugal dapat digambarkan dalam kurva
karakteristik yang melukiskan jalannya lintasan dan besaran-besaran tertentu
terhadap besaran kapasitas, besaran-besaran itu adalah :
 Head pompa ( H )
 Daya pompa ( P )
 Efesiensi pompa ( η )
Karakteristik pompa berbeda-beda berdasarkan pada jenis pompa,
putaran spesifik dan pabrik pembuatnya. Contoh karakteristik sebuah pompa
dapat digambarkan dalam gambar 2.12. Kurva-kurva karakteristik, yang
menyatakan besarnya head total pompa, daya poros, dan efesiensi pompa,
terhadap kapasitas. Kurva performansi tersebut, pada umumnya digambarkan
pada putaran yang tetap. Kurva efesiensi terhadap kapasitas dari pompa
sentrifugal umumnya berbentuk lengkung seperti kurva berikut ini:
Gambar Kurva Head, Efisiensi dan Daya

Dari grafik dibawah ini terlihat bahwa kurva head – kapasitas


menjadi semakin curam pada pompa dengan harga ns yang semakin besar.
Disini head pada kapasitas nol (shut of head) semakin tinggi pada ns yang
semakin besar. Kurva daya terhadap kapasitas mempunyai harga minimum
bila kapasitas aliran sama dengan nol pada pompa sentrifugal dengan ns
kecil. Kurva efisiensi terhadap kapasitas dari pompa sentrifugal umumnya
berbentuk mendekati busur lingkaran. Harga efisiensinya hanya sedikit
menurun bila kapasitas berubah menjauhi harga optimumnya. Dalam
memilih pompa yang tepat bagi keperluan tertentu, karakteristik pompa
seperti diuraikan diatas sangat penting untuk diperhatikan dan
dipertimbangkan.

Gambar Kurva karakteristik pompa volut


Gambar Kurva karakteristik pompa aliran aksial

Gambar Kurva karakteristik pompa aliran campur

 Karasteristik pompa sentrifugal pada perubahan kecepatan putaran

Perubahan kecepatan putar pompa sentrifugal memungkinkan untuk


dilakukan melalui motor penggerak dengan jalan mengubah tekanan
input. Perubahan kecepatan putar dapat menyebabkan perubahan
kecepatan keliling yang dirumuskan sebagai berikut:
 .D.n
U ………………………………………… (8)
60

Dimana:
U = kecepatan keliling (m/s)

n = kecepatan putaran (rpm)

D = diameter roda (m)

Dengan adanya perubahan kecepatan putar pada pompa sentrifugal akan


menyebabkan perubahan kapasitas, tinggi kenaikan dan daya yang
dibutuhkan untuk menggerakkan pompa.

 Karasteristik pompa sentrifugal pada putaran konstan

Karasteristik pompa sentrifugal pada putaran konstan dapat


diselediki dengan mengartur kapasitas aliran. Hal tersebut dapat
dilakukan melalui pencekikan, yaitu dengan jalan membuka dan menutup
katup untuk mengubah aliran udara. Dalam pelaksanaan pencekikan harus
dilakukan pada bagian isap dapat menyebabkan terjadinya kavitasi pada
pompa.
Karasteristik pompa sentrifugal pada putaran konstan dengan
perubahan kapasitas aliran merupakan hubungan antara kapasitas, tinggi
tekan, dan daya efisiensi pompa.

Persamaan Bernouli

Persamaan Bernouli adalah persamaan dasar dari aliran fluida


yang diterapkan pada pompa sentrifugal. Dalam menganalisa suatu fluida,
salah satu persamaan yang banyak dipakai adalah persamaan bernouli
yang menghubungkan tekanan, kecepatan, dan elevasi aliran fluida.
Hukum Bernouli menyatakan bahwa energi total fluida adalah sama
dengan jumlah energi potensial, energi kinetik, dan energi tekan.Di bawah
dijelaskan berbagai bentuk tinggi tekan serta metode pengukurannya.
Tinggi tekan (head) tersebut terdiri dari:

1. Tinggi tekan potensial adalah tinggi tekan yang didasarkan pada


ketinggian fluida dari bidang banding. Jadi satu kolom air setinggi z
meter mengandung sejumlah energi yang disebabkan oleh posisinya.
2. Tinggi tekan kinetik atau tinggi tekan kecepatan adalah suatu ukuran
energi kinetik satu satuan massa fluida yang disebabkan oleh
kecepatannya. Tinggi kinetik dinyatakan dengan V2/2.g.
3. Tinggi tekan tekanan adalah energi yang dikandung oleh fluida akibat
tekanannya. Tinggi tekan ini dinyatakan dengan P/γ.
a. Tinggi tekan total adalah :

H = P/γ + V2/2 g + z ……………………………………… (9)

Dalam menganalisa dua titik yang berbeda dapat ditulis menjadi :

V12/2 g + P1/g + z1 = V22/2 g + P2/g + z2 ……. ………….. (10)

Persamaan (10) merupakan bentuk persamaan energi spesifik yang


mengabaikan gesekan-gesekan, sedangkan untuk aliran fluida yang
sebenarnya terdapat gesekan antara fluida dan medium yang dilaluinya,
energi yang hilang dinyatakan dengan h1 dan persamaan (11) menjadi :

P1/g + V12/2 g + z1 = P2/g + V22/2 g + z2 + h1 ………… (11)

Dimana :

P = tekanan fluida (pa)

ρ = Massa jenis air (kg/m3)

g = gaya gravitasi (m/s2)

V = kecepatan fluida (m/s)

z = elevas

Rumus  HVenturi secara teori sebagai berikut :

Q2  1 1 
H venturi   2  2 
2.g  a1 a2 

Dimana :

Q = laju alir (m3/s)

g = kecepatan gravitasi (m/s)

a1= luas permukaan pipa (m2)

a2= luas permukaan pipa (m2)


III. Alat dan bahan
 Alat yang digunakan : Seperangkat alat pompa sentrifugal SOLTEQ
Model : FMS4 dan Centrifugal Pump Test RIG.
 Bahan yang digunakan : Air bersih.

IV. Gambar Alat


1. Pompa Sentrifugal SOLTEQ FMS4

Gambar 1.1 serangkaian alat sentrifugal pump SOLTEQ Model:


FMS4
Keterangan Gambar :
1. Control Panel terdiri dari beberapa control, diantaranya :
a. Main switch berfungsi untuk menyalakan dan mematikan
rangkaian alat setelah alat dihubungkan dengan sumber listrik.
b. Pump switch berfungsi untuk menyalakan dan mematikan
pompa sentrifugal pada rangkaian alat. Tombol hijau berfungsi
menyalakan pompa, sedangkan warna merah berfungsi
mematikan pompa.
c. Pressure selector berfungsi untuk memilih tekanan terukur yang
akan di tampilkan pada display yang terhubung dengan pressure
transmitter yang dirangkai pada pipa.
d. Pressure display berfungsi untuk menampilkan besar tekanan
terukur pada pressure transmitter.
e. Flowrate display berfungsi untuk menampilkan laju alir yang
terukur pada volumetric flowrate.
2. Pompa tersebut merupakan jenis pompa sentrifugal dengan
tegangan listrik 230 Volt, arus listrik 1 A dan laju alir maksimal
100 LPM. Pompa ini berfungsi menghasilkan energi aliran fluida
(kinetik) dari energi mekanis motor pompa.
3. Katup Input (V1) berfungsi untuk menutup dan membuka aliran
fluida dari dalam tangki penampungan ke pompa sentrifugal.
4. Pressure Transmitter (P1) berfungsi untuk mengukur tekanan
fluida (air) yang mengalir dalam pipa suction yang akan masuk ke
dalam pompa sentrifugal.
5. Pressure Transmitter (P2) berfungsi untuk mengukur tekanan
fluida (air) yang mengalir di dalam pipa keluaran yang dihasilkan
oleh pompa.
6. Volumetrik Flowrate berfungsi untuk mengukur laju alir keluaran
pompa sentrifugal dengan satuan liter per menit (LPM).
7. Katup Output (V2) berfungsi untuk menutup dan membuka aliran
fluida yang dihasilkan pompa ke dalam tangki penampungan.
8. Tangki Penampungan, tangki akrilik transparan ini berfungsi
untuk menyuplai air ke pompa dan menampung kembali air yang
keluar dari pompa. Kapasitas air yang dapat ditampung oleh tangki
ini adalah 15 liter.

V. Langkah Kerja
A. Pompa sentrifugal SOLTEQ Model:FMS4
1. Tangki penampungan diisi dengan air hingga ujung pipa output
terendam.
2. Katup input (V1) dan katup output (V2) dipastikan terbuka.
3. Alat dihubungkan dengan sumber listrik dan “main switch” diputar
pada posisi “on” untuk menyalakan alat.
4. Tombol “pump switch” (warna hijau) ditekan untuk menyalakan alat
pada pompa.
Catatan: Pompa tidak boleh dioperasikan ketika tidak ada cairan di
dalam pompa.
5. Katup output (V2) diputar sampai mencapai laju alir maksimum.
6. “Pressure selection” diputar ke angka 1 untuk menampilkan nilai
nilai tekanan terukur P1 pada display.
7. Saat laju alir pada flowrate display menunjukkan laju alir yang
diinginkan, nilai tekanan terukur P1 pada display dicatat.
8. “Pressure selection” diputar ke angka 2 untuk menampilkan nilai
tekanan terukur P2 pada display dan dicatat.
9. Katup output V2 diputar untuk mengukur laju alir yang diinginkan
dengan interval 5 L/min
10. Prosedur di atas dilakukan sampai mencapai laju alir maksimum.
11. Tombol “pump switch” (warna merah) ditekan untuk menghentikan
pompa pada alat.
12. “Main switch” diputar pada posisi off untuk mematikan alat dan
hubungan arus listrik diputuskan.
13. Air dalam tangki penampungan dikeluarkan.

B. Centrifugal pump Test RIG


1. Pompa dihubungkan dengan arus listrik.
2. Pemberat pada lengan torsi ditambah sampai 200 g.
3. Rpm controller diatur hingga lengan torsi seimbang, kemudian kran
keluaran dibuka perlahan-lahan dan sirkulasikan. Kemudian kran
yang lain (pressure gauge dan water Hg) dibuka.
4. Laju alir diukur dengan menggunakan stopwatch. Setelah beberapa
detik, ketinggian air pada level glass yang ada pada tangki dibaca
dan dicatat.
5. Waktu dicatat untuk mendapatkan volume 20 L, serta membaca
tekanan untuk H1 dan H2 pada tangki.
6. Prosedur 2,3,4,5 diulang untuk putaran beban berat 300-1100 g.
7. Setelah selesai, rpm controller diatur hingga ke angka nol.
8. Hubungan listrik ke pompa dicabut.
VI. Data Pengamatan
A. Pompa Sentrifugal SOLTEQ FMS4

Laju alir Tekanan isap (P1) Tekanan keluaran (P2)


(L/menit) (atm) (atm)
5,2 1,05 1,89
10,7 1,05 1,87
15,3 1,05 1,85
20,8 1,05 1,85
25,4 1,05 1,84
30,2 1,05 1,82
35,4 1,05 1,79
40,8 1,04 1,76
45,6 1,04 1,73
50,4 1,03 1,69
55,1 1,03 1,65
60,4 1,02 1,60
65,3 1,02 1,56
70,4 1,01 1,51
75,1 1,01 1,45
80,1 1,00 1,40
85,5 0,99 1,33
90,2 0,99 1,26
95,1 0,98 1,16
98,3 0,97 1,11
B. Centrifugal Pump Test RIG

Beban H2 H1
rpm ΔV(L) t (s)
(gram) (mmhg) (mmhg)
800 200 20 19,78 372 257
1900 300 20 18,12 387 244
1080 400 20 12,3 394 238
1290 500 20 8,5 417 214
1350 600 20 7,93 434 198
1440 700 20 7,45 453 179
1600 800 10 3,39 469 163
1690 900 10 3, 35 499 134
1740 1000 10 3,2 513 122
1820 1100 10 3,13 522 115
VII. Perhitungan
A. Pompa Sentrifugal SOLTEQ Model FMS4
Konversi satuan atm ke N/m2

1 atm = 101325 N/m2

 Tekanan isap (P1)


101325 𝑁/𝑚2
1,05 atm = 1,05 𝑎𝑡𝑚 𝑥 1 𝑎𝑡𝑚

= 106391,25 N/m2

 Tekanan keluaran (P2)


101325 𝑁/𝑚2
1,89 atm = 1,89 𝑎𝑡𝑚 𝑥 1 𝑎𝑡𝑚

= 191504,25 N/m2

Konversi satuan laju alir (Q) ke satuan m3/s


1 L = 1 x 10-3 m3
1 menit = 60 sekon

Maka,
5,2 𝐿 10−3 𝑚3 1 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡
5,2 L/menit = 1 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡 𝑥 𝑥
1𝐿 60 𝑠

= 0.00008667 m3/s

Menentukan nilai ∆H
𝑷
H=
𝝆𝒙𝒈
 H1
106391,25 𝑁/𝑚2
H1 = 𝑘𝑔 𝑚
1000 3 𝑥 9,81 2
𝑚 𝑠

= 10.84518 m(H2O)

 H2
191504,25 𝑁/𝑚2
H2 = 𝑘𝑔 𝑚
1000 3 𝑥 9,81 2
𝑚 𝑠

= 19.52133 m(H2O)
 ∆H = H2 - H1
= 19.5213 - 10.8452
= 8.67615 m(H2O)

Menghitung daya hidrolik (P)

P = 𝜌g∆HQ
𝑘𝑔 𝑚 𝑚3
𝑃1 = 1000 3 𝑥 9,81 2 𝑥 8.67615 𝑥 0.00008667
𝑚 𝑠 𝑠
= 7.37646 Watt

Menghitung efisiensi pompa


𝑷𝟏
ƞ= 𝑿𝟏𝟎𝟎%
𝑷
7.37646 watt
ƞ= 𝑋100%
220 𝑤𝑎𝑡𝑡
= 3.3529 %

Tabel Hasil Perhitungan

Tekanan Tekanan Head, Head, Head, Daya Efisiensi


Laju alir, Q
isap, P1 keluaran, H1 H2 ΔH hidrolik pompa,
(m3/s)
(N/m2) P2 (N/m2) (mH2O) (mH2O) (mH2O) (Pn) ƞ (%)

0.00008667 106391.25 191504.25 10.84518 19.52133 8.67615 7.37646 3.3529


0.000178333 106391.25 189477.75 10.84518 19.31476 8.46957 14.81709 6.735
0.000255 106391.25 187451.25 10.84518 19.10818 8.263 20.6703 9.3956
0.000346667 106391.25 187451.25 10.84518 19.10818 8.263 28.1008 12.773
0.000423333 106391.25 186438 10.84518 19.00489 8.15971 33.88646 15.403
0.000503333 106391.25 184411.5 10.84518 18.79832 7.95313 39.27019 17.85
0.00059 106391.25 181371.75 10.84518 18.48846 7.64327 44.2385 20.108
0.00068 105378 178332 10.7419 18.17859 7.4367 49.60872 22.549
0.00076 105378 175292.25 10.7419 17.86873 7.12683 53.13483 24.152
0.00084 104364.75 171239.25 10.63861 17.45558 6.81697 56.17458 25.534
0.000918333 104364.75 167186.25 10.63861 17.04243 6.40382 57.69108 26.223
0.001006667 103351.5 162120 10.53532 16.52599 5.99067 59.16029 26.891
0.001088333 103351.5 158067 10.53532 16.11284 5.57752 59.5487 27.068
0.001173333 102338.25 153000.75 10.43203 15.59641 5.16437 59.444 27.02
0.001251667 102338.25 146921.25 10.43203 14.97668 4.54465 55.80306 25.365
0.001335 101325 141855 10.32875 14.46024 4.1315 54.10755 24.594
0.001425 100311.75 134762.25 10.22546 13.73723 3.51177 49.09196 22.315
0.001503333 100311.75 127669.5 10.22546 13.01422 2.78876 41.12782 18.694
0.001585 99298.5 117537 10.12217 11.98135 1.85917 28.90802 13.14
0.001638333 98285.25 112470.75 10.01888 11.46491 1.44602 23.24058 10.564

Grafik 1.1 Hubungan Efisiensi dengan Laju alir

Efisiensi vs Laju Alir


30

25

20
Efisiensi (%)

15

10

0
0.00000000
0.00020000
0.00040000
0.00060000
0.00080000
0.00100000
0.00120000
0.00140000
0.00160000
0.00180000
Laju alir (m3/s)
Grafik 1.2 Hubungan Perubahan tekanan dengan Laju alir

ΔH vs Laju alir
10
9
8
7
ΔH (mH2O)

6
5
4
3
2
1
0
0.00000000 0.00050000 0.00100000 0.00150000 0.00200000
Laju alir (m3/s)

Grafik 1.3 Hubungan Efisiensi dengan Perubahan tekanan

Efisiensi vs ΔH
30

25

20
Efisiensi (%)

15

10

0
0 2 4 6 8 10
ΔH (mH2O)
B. Perhitungan Centifugal Pump Test RIG
Untuk putaran 800 rpm dengan berat beban 200 gram
 Konversi satuan laju alir ke satuan m3/s
1 L = 1 x 10-3 m3
𝑉𝑜𝑙𝑢𝑚𝑒 (𝑚3) 0,02 𝑚3
20 L/menit = = =0.00101112 𝑚3 /𝑠
𝑤𝑎𝑘𝑡𝑢 (𝑠) 19,78 𝑠

 Menghitung ΔH
ΔH = H2 – H1

= (372 – 257) mmHg

= 115 mmHg

Konversi mmHg ke mH2O

1 mmHg = 0,0136 mH2O


Maka,
0,0136 𝑚𝐻2 𝑂
115 mmHg = 115 𝑚𝑚𝐻𝑔 𝑥 = 1.564 mH2O
1 𝑚𝑚𝐻𝑔

 Menghitung daya pompa hidrolik (P1)

P1 =𝜌g∆HQ
𝑘𝑔 𝑚 𝑚3
𝑃1 = 1000 𝑥 9,81 𝑥 1.564 mH2O 𝑥 0.00101112
𝑚3 𝑠2 𝑠
= 15.51349 Watt

 Menghitung Power Pompa (P)

𝑷 =𝑾𝒙𝒈𝒙𝑳𝒙𝑵

Konversi rpm ke rps


800 𝑥 2𝜋
800 rpm = 60
800 𝑥 2 𝑥 3,14
= 60

= 83.73333 rps
𝑚
𝑃 = 0,15 𝑘𝑔 𝑥 9,81 𝑥 0,2 m 𝑥 83.73333 𝑟𝑝𝑠
𝑠2
= 32.85696 Watt

 Menghitung Efisiensi (%)

𝑷𝟏
ƞ= 𝒙 𝟏𝟎𝟎%
𝑷

15.51349 Watt
ƞ= 𝑋100%
32.85696 𝑊𝑎𝑡𝑡
= 47.21523 %

Tabel Hasil Perhitungan

Efisiensi
Q laju alir delta H delta H
P1 rad/s P2 pompa, ƞ
(m3/s) (mmHg) (mH2O)
(%)
0.001011122 115 1.564 15.51349 83.73333 32.85696 47.21523

0.001103753 143 1.9448 21.05793 105.6087 62.1612612 33.8763

0.001626016 156 2.1216 33.84211 113.04 88.713792 38.14752

0.002352941 203 2.7608 63.72576 135.02 132.45462 48.11139

0.002522068 236 3.2096 79.41028 141.3 166.33836 47.74021

0.002684564 274 3.7264 98.13687 150.72 206.998848 47.40938

0.002949853 306 4.1616 120.4286 167.4667 262.85568 45.81548

0.002985075 365 4.964 145.3637 176.886667 312.346476 46.53925

0.003125 391 5.3176 163.01768 182.12 357.31944 45.62239

0.003194888 407 5.5352 173.48342 190.493333 411.122712 42.19748


Grafik 2.1 Efisiensi dengan Laju alir

Efisiensi vs Laju Alir


60

50

40
Efisiensi (%)

30

20

10

0
0 0.0005 0.001 0.0015 0.002 0.0025 0.003 0.0035
Laju Alir (m3/s)

Grafik 2.2 Perubahan tekanan dengan Laju alir

∆H vs Laju Alir
6

4
∆H (mH2O)

0
0 0.0005 0.001 0.0015 0.002 0.0025 0.003 0.0035

Laju Alir ( m3/s)


VIII. Pembahasan
Pada praktikum kali ini, alat yang di operasikan adalah pompa sentrifugal.
Pompa sentrifugal termasuk alat yang sering ditemui di industri. Pompa
sentrifugal adalah suatu pompa yang memindahkan cairan dengan memanfaatkan
gaya sentrifugal yang dihasilkan oleh putaran impeler. Pompa sentrifugal bekerja
berdasarkan prinsip gaya sentrifugal yaitu benda yang bergerak secara
melengkung akan mengalami gaya yang arahnya keluar dari titik pusat lintasan
yang melengkung tersebut.Pada praktikum kali ini dilakukan percobaan untuk
mengetahui head pompa, daya pompa, efisiensi pompa serta menjelaskan
mekanisme pompa .
Karakteristik pompa ini adalah power yang dihasilkan pompa berasal dari
densitas air, gravitasi, perubahan tekanan, dan laju alir. Pompa sentrifugal
memiliki beberapa variabel yang berpengaruh pada proses kinerjanya, antara lain
ialah jumlah putaran per menit (rpm), laju alir, tekanan yang berada dalam sistem
serta beban yang ada pada pompa. Variabel ini harus dikendalikan untuk
mendapatkan efisiensi yang tinggi sehingga lebih menghemat biaya
operasionalnya. Pada percobaan ini digunakan dua jenis pompa yaitu pompa
sentrifugal SOLTEQ model FMS4 dan Centrifugal pump Test RIG.
Pompa sentrifugal SOLTEQ model FMS4 memiliki flowmeter digital dan
pressure transmitter, dalam percobaan ini yang di variasikan adalah laju alirnya,
dimana laju alir yang digunakan mulai dari yang kecil ke laju alir yang besar.
Pada pengukuran menggunakan pompa ini lebih mudah dikarenakan nilai laju
alir, tekanan isap dan tekanan keluaran langsung didapatkan pada display alat
tersebut.
Sehingga dari data pengamatan dan berdasarkan grafik hubungan antara
laju alir dengan head didapatkan bahwa semakin tinggi debit maka head akan
semakin rendah. Sehingga antara laju alir dan head berbanding terbalik. Hal ini
juga terjadi karena adanya pengurangan gaya tekan yang diakibatkan oleh laju
alir atau kapasitas fluida yang semakin besar. Sedangkan dari grafik hubungan
antara laju alir dengan efisiensi pompa didapatkan grafik yang berbentuk
parabola dimana pada satu keadaan pompa memilki efesiensi tertinggi dan
setelahnya akan kembali menurun.
Sehingga pada saat efisiensi maksimum pompa juga memiliki daya
maksimum yaitu dengan daya pompa hidrolik sebesar 59,55 Watt, efisiensi
sebesar 27,07% , dan laju alir sebesar 0,00109 m3/s.. Sama halnya dengan
hubungan antara efisiensi pompa dan head didapatkan grafik yang berbentuk
parabola dimana pada satu keadaan pompa memilki efesiensi tertinggi dan
setelahnya akan kembali menurun. Sehingga pada saat efisiensi maksimum
pompa mempunya head sebesar 5,58 mH2O, efisiensi sebesar 27,07% , dan laju
alir sebesar 0,00109 m3/s. Laju alir menyesuaikan dengan beban dan rpm.
Sedangkan, pada Centrifugal pump Test RIG digunakan variasi pada
variabel beban yang digunakan yaitu 200 gram, 300 gram, 400 gram, 500 gram,
600 gram, 700 gram, 800 gram, 900 gram, 1000 gram, 1100 gram. Penambahan
beban penyeimbang pompa dilakukan untuk mengetahui seberapa banyak putaran
per menit (rpm) yang dilakukan oleh pompa dengan beban tertentu. Perlakuan
yang dilakukan ialah dengan menaruh beban hingga keadaan pompa seimbang
atau berada pada garis batas. Proses penyeimbangan ini harus dilakukan secara
perlahan, karena bila dilakukan secara tiba-tiba hal yang terjadi ialah kerusakan
pada pompa.
Dari hasil pengamatan bahwa semakin berat beban yang diberikan kepada
pompa semakin besar pula jumlah putaran per menit (rpm) yang dilakukan oleh
pompa tersebut.Sehingga didapatkan hubungan antara berat beban dengan jumlah
putaran pompa per menit yaitu berbanding lurus. Sama halnya dengan laju alir
dan head dimana semakin berat beban yang diberikan maka laju alir pompa juga
akan meningkat dan head juga akan meningkat seiring dengan penigkatan beban
yang diberikan terhadap pompa.
Kemudian daya hidrolik pompa dapat diperoleh dari hasil perkalian antara
berat jenis air (𝜌), grafitasi (g), laju alir (Q) dan perubahan head (∆H). Dimana
dari hasil perhitungan didapatkan bahwa semakin berat beban yang diberikan
terhadap pompa maka daya yang dibutuhkan oleh pompa juga semakin besar.
Untuk daya pompa (yang diperoleh dari hasil perkalian antara beban
kesetimbangan, panjang lengan torsi, gravitasi, dan kecepatan putar) di setiap
beban, juga memiliki sifat sama yaitu daya pompa akan semakin besar jika beban
semakin berat. Sama halnya dengan head pompa yang semakin besar. Hal ini
disebabkan karena beban kesetimbangan yang dibutuhkan semakin meningkat
seiring dipebesarnya jumlah putaran per menit pada pompa bukaan, sehingga
energi yang dibutuhkan untuk mengalirkan fluida semakin besar.
Selanjutnya untuk efisiensi pompa di setiap beban, akan tidak teratur
seiring berubahnya jumlah putaran pompa per menit. Hal ini disebabkan karena
perbandingan antara daya hidrolik (Nh) dengan daya yang dibutuhkan pompa
(Np) tidak konsisten. Daya hidrolik itu sendiri dipengaruhi oleh besarnya head
pompa dimana head pompa akan mempengaruhi baik nilai daya hidrolik dan daya
yang dibutuhkan pompa.
Pada hasil pengolahan data, dibuat kurva ∆H dan Q. Semakin tinggi debit,
semakin tinggi ∆H. Hal ini membuktikan bahwa bila pompa diberikan beban
pada pompa, maka jumlah putaran per menit akan semakin tinggi begitu juga
dengan laju alirnya.
Berdasarkan kurva Q dan efisiensi garis, kurva tidak stabil. Pada
penambahan debit, efisiensi pompa naik turun. Kecepatan putar pompa per menit
(rpm) berpengaruh pada laju alir, perbedaan tekanan, dan beban pemberat.
Semakin besar kecepatan putar maka laju alir semakin cepat dan beban semakin
besar pula. Beban tersebut berpengaruh pada kerja gaya sentrifugal untuk
mempercepat putaran impeller. Namun dari data yang didapatkan efisiensipaling
tinggi yaitu sebesar 48,11%, laju alir 0,0024 m3/s ,beban 500 gram, dengan 1290
rpm.

IX. Kesimpulan
Berdasarkan data percobaan yang diperoleh, maka didapatkan kesimpulan
sebagai berikut :
1. Karakteristik pompa sentrifugal adalah power yang dihasilkan pompa
berasal dari densitas air, gravitasi, perubahan tekanan, dan laju alir.
Semakin besar laju alirnya (Q) maka semakin kecil perubahan head (∆H)
yang di hasilkan.
2. Semakin besar laju alir maka nilai efisiensi pompa meningkat tetapi pada
laju alir tertentu nilai efisiensi pompa menurun, setelah nilai efisiensi
maksimal pompa telah tercapai.
3. Berdasarkan data pompa sentrifugal SOLTEQ nilai efisiensi tertingginya
sebesar 27,068%. Sedangkan pada Centrifugal pump Test RIG dari semua
variasi beban dan putaran, efisiensi tertinggi sebesar 48.11139%.

X. Daftar Pustaka

.
Petunjuk Praktikum Satuan Operasi. Ujung pandang : Jurusan Teknik kimia
Politeknik Negeri Ujung Pandang
http://www.scribd.com/doc/49746449/EFISIENSI-POMPA
http://www.maritimeworld.web.id/2014/04/apa-yang-dimaksud-dengan-
pompa-centrifugal.html