Anda di halaman 1dari 7

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Pokok bahasan : Demam kejang pada Anak

Sub pokok bahasan : Penanganan pertama demam kejang pada anak

Sasaran : Orang tua

Hari/tanggal : Sabtu, 09 Maret 2019

Waktu/jam : 20 menit / 10.00-10.20

Tempat : PICU RSUD Arifin Achmad

Peserta : Orang tua

A. LATAR BELAKANG

Usia Balita adalah usia yang paling rawan dalam pertumbuhan, dikarenakan pada
usia tersebut anak mulai berinteraksi dan berskplorasi dengan lingkungan sehingga
meningkatkan resiko terkena paparan beberapa penyakit baik itu dari virus, bakteri
ataupun jamur.
Demam adalah keluhan pada anak yang paling sering dijumpai, sekitar 10-30%
dari semua keluhan yang ditemukan pada instalasi gawat darurat di rumah sakit atau
dalam praktek dokter sehari-hari maupun di puskesmas.
Sampai usia 2 tahun rata rata anak menderita demam sekitar empat sampai enam
kali serangan. Sebagai manifestasi klinis, maka demam terjadi pada sebagian besar
penyakit infeksi yang ringan dan serius, dari demam saja tak dapat dipakai untuk
memprediksi beratnya penyakit. Memang sebagian besar kejadian demam pada anak
mudah didiagnosa, namun telah diketahui juga demam pada kelompok yang beresiko
tinggi, untuk diagnosa memerlukan evaluasi lebih ekstensif.

B. TUJUAN

1. Tujuan Umum : setelah dilakukan penyuluhan diharapkan orangtua mampu mengatasi


cara penanganan demam kejang pada anak dengan tepat.

2. Tujuan khusus :
 Menjelaskan pengertian dan demam kejang pada anak
 Menjelaskan penyebab demam kejang pada anak
 Menjelaskan cara penanganan demam kejang pada anak
C. MATERI
1. Pengertian demam kejang pada anak
2. Penyebab demam kejang pada anak
3. Cara penanganan demam kejang pada anak

D. MEDIA
1. Leaflet
2. Laptop
3. In focus

E. PENGORGANISASIAN
Moderator : Syafrudin
Pemateri : Nanda Restu
Notulen : Robiatus Safitri, Nurul
Fasilitator : Susanti, Fitria Rahayu, Devi

F. METODE PENYULUHAN
1. Ceramah
2. Diskusi

G. KEGIATAN PENYULUHAN

NO WAKTU KEGIATAN RESPON AUDIENS

1 5 menit 1. Mengucapkan salam 1. Memperhatikan


2. Memperkenalkan nama dan mendengarkan
10.00-10.05 pada klien dan orangtua 2. Memperhatian dan
mendengarkan
3. Kontrak waktu
3. Memperhatikan
4. Menjelaskan tujuan
dan medengarkan
penyuluhan.
4. Memperhatikan
dan mendenagrkan

2 12 menit 1. Menjelaskan pengertian 1. Memperhatikan


demam dan mendengarkan
10.05-10.17 2. Menjelaskan penyebab 2. Memperhatikan
demam dan mendengarkan
3. Memjelaskan cara 3. Memperhatikan
memberikan makanan dan mendenagrkan
dan minuman 4. Mendengarkan dan
4. Menjelaskan cara memperhatikan
penanganan demam 5. Mendengarkan dan
secara tepat memperhatikan
5. Memberi kesempatan 6. Mendengarkan dan
untuk bertanya memperhatikan
6. Menjelaskan cara
memandikan anak yang
demam
7. Cara mengukur suhu
pada anak

3 3 menit 1. Bertanya
1. Mengajukan 3
10.17-10.20 2. Memperhatian dan
pertanyaan tentang
penyuluhan mendengarkan
2. Memberikan
3. Menjawab salam
kesimpulan tentang
penyuluhan
3. Salam penutup

H. EVALUASI
- Evaluasi Struktur
1. Menyiapkan SAP
2. Menyiapkan materi dan media
3. Kontrak waktu dengan sasaran
4. Menyiapkan tempat
5. Menyiapkan pertanyaan
Pertanyaan :
a. Jelaskan pengertian dari demam kejang?
b. Jelaskan penanganan demam kejang pada anak di rumah?

- Evaluasi Proses
1. Waktu penyuluhan dimulai pada pukul 10.00 dan berakhir pada pukul 10.20 WIB
,peserta mendengarkan dan mengajukan pertanyaan tentang Demam kejang dan
perawatannya.
2. Selama penyuluhan tidak ada penyimpangan dari tujuan yang telah ditetapkan.
3. Selama kegiatan peserta tidak ada meninggalkan tempat.

- Evaluasi Hasil
Setelah dilakukan penyuluhan peserta dapat :
1. Menjelaskan pengertian demam kejang
2. Menjelaskan penyebab demam kejang
3. Menjelaskan perawatan demam kejang dirumah
4. Menjelaskan tindakan untuk mengurangi demam kejang

I. MATERI
1. Pengertian demam pada anak
Demam (pireksia) adalah kondisi ketika suhu tubuh anak mencapai lebih dari
37,5 ºC. Dan dikatakan demam tinggi (hiperpireksia) apabila suhu tubuh anak lebih
dari 40ºC (Carpenito, 2000) .
Kejang demam adalah bangkitan kejang terjadi pada kenaikan suhu tubuh
(suhu rektal di atas 38° c) yang disebabkan oleh suatu proses ekstrakranium. Kejang
demam sering juga disebut kejang demam tonik-klonik, sangat sering dijumpai pada
anak-anak usia di bawah 5 tahun. Kejang ini disebabkan oleh adanya suatu awitan
hypertermia yang timbul mendadak pada infeksi bakteri atau virus. (Sylvia A. Price,
Latraine M. Wikson, 2010).

2. Penyebab demam kejang pada anak


Penyebab Febrile Convulsion hingga kini belum diketahui dengan Pasti,
demam sering disebabkan oleh infeksi saluran pernafasan atas, otitis media,
pneumonia, gastroenteritis dan infeksi saluran kemih.
Ada beberapa penyebab lainnya adalah:
 Infeksi bakteri
 Infeksi virus

3. Manifestasi Klinik anak dengan kejang demam antara lain :


1. Suhu tubuh > 38⁰c
2. Serangan kejang biasanya berlangsung singkat (kurang dari 15 menit)
3. Sifat bangkitan dapat berbentuk :
 Tonik : mata ke atas, kesadaran hilang dengan segera, bila berdiri jatuh ke
lantai atau tanah, kaku, lengan fleksi, kaki/kepala/leher ekstensi, tangisan
melengking, apneu, peningkatan saliva
 Klonik : gerakan menyentak kasar pada saat tubuh dan ekstremitas berada
pada kontraksi dan relaksasi yang berirama, hipersalivasi, dapat mengalami
inkontinensia urin dan feses
 Tonik Klonik
 Akinetik : tidak melakukan gerakan
4. Umumnya kejang berhenti sendiri, anak akan terbangun dan sadar kembali tanpa
adanya kelainan saraf.
4. Penanganan kejang demam anak di rumah
Ada beberapa hal yang bisa dilakukan orang tua sebelum membawa
anaknya ke klinik atau rumah sakit, seperti:
a. Miringkan tubuh anak
Segera miringkan tubuh anak bila terjadi kejang, hal ini untuk mencegah anak
tersedak. Biarkan kejang berlangsung, dan jangan berusaha untuk menahan tubuh
Anak.
b. Gunakan handuk, pakaian atau selimut supaya lidah tidak tergigit.
Jangan berikan air minum atau apa pun yang berisiko menyebabkan sumbatan
napas.
c. Hitung waktunya
Saat anak kejang, jangan panik, tapi pastikan Anda mengukur berapa lama kejang
anak berlangsung. Jika kejang berlangsung lebih dari 5 menit segera panggil
dokter atau bawa anak ke rumah sakit.
d. Setelah kejang, kompres air hangat di dahi, sela-sela ketiak dan selangkangan.
Walaupun kejang yang berlangsung tidak lebih dari 15 menit tidak membutuhkan
penanganan darurat, Anda tetap harus membawanya menemui dokter untuk
mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

Pastikan untuk memantau kondisi 1x24 setelah kejang. Berikan obat penurun
panas secara rutin, karena walaupun hal tersebut tidak bisa mencegah kejang, obat
tersebut bisa membuat anak merasa lebih nyaman.

Bila kejang terjadi dalam 2x24 jam atau lebih dari 15 menit atau tidak
sadarkan diri, segera bawa ke rumah sakit.

5. Cara tepat membawa anak ke pelayanan kesehatan


Demam dikatakan gawat dan perlu di bawa ke pelayanan kesehatan apabila
anak sudah menunjukkan tanda-tanda:
 Suhu meningkat sampai lebih dari 380C - 400C
 Anak tidak mau makan
 Anak muntah-muntah dan diare
 Anak kejang
 Demam tidak turun selama beberapa hari
 Rewel dan menangis meskipun sudah melakukan berbagai cara untuk
menenangkan
 Terlihat pucat dan lemas
 Mengalami sakit kepala berat
 Bengkak dan sakit pada persendian
 Kesulitan bernafas
(Isselbacher. 1999, Carpenito. 2000)
6. Upaya yang dilakukan pada demam anak di rumah
Beberapa upaya pertolongan pertama pada anak yang demam adalah :
a. Jangan membungkus orang yang menderita demam.
b. Singkirkan baju atau selimut yang berlebihan.
c. Lingkungan sebaiknya sejuk nyaman. Contoh, satu lapis baju tipis dan satu selimut
tipis untuk tidur. Jika ruangan panas, nyalakan AC atau kipas angin.
d. Mandi atau menyeka tubuh dengan air hangat kuku dapat membantu mendinginkan
seseorang dengan demam. Ini efektif terutama setelah diberikan obat penurun
panas kalau tidak suhu tubuh akan kembali naik.
e. Jangan mandi dengan air dingin atau kompres dengan alkohol. Ini akan
mendinginkan kulit tetapi seringkali membuat situasi menjadi lebih buruk karena
menyebabkan menggigil yang mana dapat meningkatkan suhu dalam tubuh. air
kompres terlalu dingin akan mengerutkan pembuluh darah anak. Akibatnya, panas
tubuh tidak mau keluar. Anak jadi semakin menggigil untuk mempertahankan
keseimbangan suhu tubuhnya.
f. Banyak minum untuk mencegah dehidrasi. Sekitar 7-8 gelas sehari.

7. Tindakan primer dalam kegawatdaruratan dengan kejang demam di RS adalah :


a) Baringkan klien pada tempat yang rata dan jangan melawan gerakan klien saat
kejang
b) Bila klien muntah miringkan klien untuk mencegah aspirasi ludah atau muntahan.
c) Bebaskan jalan nafas dengan segera :
 Buka seluruh pakaian klien
 Pasang spatel atau gudel/mayo (sesuaikan ukuran pada anak)
 Bersihkan jalan nafas dari lendir dengan suction atau manual dengan cara finger
sweep dan posisikan kepala head tilt-chin lift (jangan menahan bila sedang dalam
keadaan kejang)
d) Oksigenasi segera secukupnya
e) Observasi ketat tanda-tanda vital
f) Kolaborasikan segera pemberian therapy untuk segera menghentikan kejang
g) Memberikan cairan yang cukup bila kejang berlangsung cukup lama (> 10 menit)
dengan IV : D5 1/4, D5 1/5, RL.
DAFTAR PUSTAKA

Arif Mansjoer,ed.al,2002, Kapita Selekta Kedokteran, Edisi III, Jilid 2, Media Aesculapius:
Jakarta

Carpenito, L.J, 2000. Keperawatan Medikal Bedah. Edisi 8, Alih Bahasa Ester M, EGC,
Jakarta.

Jumiarni dkk, 2007, Asuhan Keperawatan Perinatal, EGC: Jakarta.

Soetomo dr, 2004, Kejang Demam, Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran
UNAIR, www.Pediatrik com. Di download tanggal 27 September 2010.

Theophilus Sophia, 2002, Apa yang perlu diperhatikan bila anak demam, www.google.com.
Di download tanggal 26 Desember 2018, Jam 15.00 WIB.

Wong Dona L, 2004, Pedoman Klinis Keperawatan Pediatrik, EGC: Jakarta.