Anda di halaman 1dari 42

LAPORAN

PRAKTIK KERJA LAPANGAN

DI KANTOR JASA PENILAI PUBLIK “GUNTUR EKI ANDRI dan

Rekan” KANTOR SEMARANG

PROSEDUR REVALUASI KENDARAAN BUS MENGGUNAKAN

PENDEKATAN NILAI PASAR OLEH KANTOR JASA PENILAI PUBLIK

“GUNTUR EKI ANDRI DAN REKAN” KANTOR SEMARANG

Disusun Oleh :

Nama : Restika Noha Nika

NIM : 7211413041

Jurusan/Prodi : Akuntansi S1

JURUSAN AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

TAHUN 2016

HALAMAN PENGESAHAN

i
ii

Laporan Praktik Kerja Lapangan telah disahkan oleh Kantor Jasa Penilai Publik

GEAR Kantor Semarang dan jurusan Akuntansi Universitas Negeri Semarang,

pada :

Hari :

Tanggal :

Dosen Pembimbing Pembimbing Lapangan

Kiswanto, SE, M.Si Andri W. ST., M.Ec Dev.,MAPPI (cert)

NIP.198309012008121002 MAPPI : 02-S-1558

Mengetahui,

Ketua Jurusan

Drs. Fachrurrozie, M.Si

NIP.19620623198901100
iii

ABSTRAK

Restika Noha Nika


PROSEDUR REVALUASI KENDARAAN BUS MENGGUNAKAN
PENDEKATAN NILAI PASAR OLEH KANTOR JASA PENILAI PUBLIK
“GUNTUR EKI ANDRI DAN REKAN” KANTOR SEMARANG
Semarang, Jawa Tengah
Prodi Akuntansi, Jurusan Akuntansi
Universitas Negeri Semarang
Tahun 2016

Kegiatan Praktik Kerja Lapangan beserta laporan ini merupakan salah satu
prasyarat dalam menempuh kuliah jenjang S1 Akuntansi Jurusan Akuntasi,
Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Semarang. Tujuan pengambilan judul ini
adalah untuk memberikan gambaran lengkap tentang prosedur revaluasi
kendaraan bus menggunakan pendekatan nilai pasar di Kantor Jasa Penilai Publik
GEAR Kantor Semarang. Sedangkan manfaat laporan ini diharapkan dapat
menambah pengetahuan dan keterampilan penulis dan mencocokkan antara teori
yang didapat di bangku perkuliahan dengan praktik yang terdapat di lapangan.
Selain itu, diharapkan laporan ini dapat memberikan pengetahuan lebih mendalam
mengenai prosedur revaluasi kendaraan bus menggunakan pendekatan nilai pasar
serta untuk mempererat hubungan kerja sama antara pihak universitas dan instansi
tempat praktik kerja.
Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penyusunan laporan ini
diantaranya adalah Studi Pustaka, Dokumentasi, dan Observasi. Studi Pustaka
mengumpulkan, mencatat, dan mempelajari literatur yang berhubungan dengan
Revaluasi Aset Tetap pada Perusahaan. Dokumentasi dilakukan dengan cara
menggunakan dokumen-dokumen atau catatan-catatan yang sudah tersedia yang
berkaitan dengan revaluasi aset tetap pada perusahaan oleh KJPP GEAR kantor
Semarang. Sedangkan metode observasi dilakukan dengan cara langsung terjun ke
lapangan menjadi partisipan (observer partisipatif) untuk menemukan dan
mendapatkan data yang berkaitan dengan fokus penelitian.
Praktik Kerja Lapangan yang dilakukan meliputi kegiatan-kegiatan yang
terkait dengan tugas dari Surviyor. Akan tetapi yang menjadi fokus utama dalam
laporan ini adalah kegiatan terkait prosedur revaluasi kendaraan bus menggunakan
pendekatan nilai pasar di Kantor Jasa Penilai Publik GEAR Kantor Semarang.
Hasil yang didapat dari Praktik Kerja Lapangan ini adalah Prosedur
revaluasi asset kendaraan Bus, memperoleh keterampilan dan pengetahuan baru
mengenai jasa Appraisal, serta mengetahui bagaimana berkomunikasi dengan
pegawai dalam kaitannya dengan pekerjaan.

Kata kunci : Appraisal, Revaluasi Aset Kendaraan Bus


iv

KATA PENGANTAR

Puji syukur panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan

rahmat serta karunia-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan Laporan Praktik

Kerja Lapangan. Berdasarkan Praktik Kerja Lapangan yang telah dilaksanakan di

Kantor Jasa Penilai Publik “Guntur Eki Andri dan Rekan” Kantor Semarang pada

tanggal 31 Oktober – 30 Desember 2015.

Laporan Praktik Kerja Lapangan ini disusun untuk memberikan laporan

hasil Praktik Kerja Lapangan yang telah saya laksanakan sekaligus merupakan

salah satu syarat telah melaksanakan Praktik Kerja Lapangan Jurusan Akuntansi

Universitas Negeri Semarang.

Dalam menyusun Laporan Praktik Kerja Lapangan ini melibatkan banyak

pihak yang bersedia membantu dan memberikan dukungannya sehingga laporan

ini dapat diselesaikan. Oleh karena itu, pada kesempatan ini saya menyampaikan

ucapan terima kasih kepada:

1. Bapak Drs. Fachrurrozie, M.Si selaku ketua jurusan Akuntani Universitas

Negeri Semarang

2. Bapak Kiswanto, SE, M.Si selaku dosen pembimbing yang telah memberi

arahan dan bimbingan dalam penyusunan laporan ini.

3. Bapak Andri Sulistyo Wilanto selaku Kepala Kantor Jasa Penilai Publik

“Guntur Eki Andri dan Rekan” Kantor Semarang serta selaku pembimbing

lapangan.
v

4. Saudari Hidayatus Sholikhah beserta staff Kantor Jasa Penilai Publik

GEAR Kantor Semarang yang telah membantu dalam pelaksanaan Praktik

Kerja Lapangan.

5. Ibu, Bapak dan Keluarga Kos Wisma Permata Anggun lantai 2, Serta

teman seperjuangan POEN yang selalu mendoakan dan mendukung saya

secara moril dan materi.

6. Tim PKL KJPP GEAR kantor Semarang (Tri, Mita, Eko, Umma) yang

selalu membantu saya dalam melaksanakan kegiatan PKL di KJPP GEAR

kantor Semarang .

7. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu yang telah

membantu dalam penyusunan Laporan Praktik Kerja Lapangan ini.

Saya menyadari bahwa Laporan Praktik Kerja Lapangan ini masih

terdapat banyak kekurangan dan masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu,

saya mengharapkan adanya kritik, saran, dan masukan yang dapat membantu

kesempurnaan Laporan Praktik Kerja Lapangan ini.

Semoga penulisan Laporan Praktik Kerja Lapangan ini dapat memberikan

manfaat bagi pembaca umumnya, saya khususnya dan pihak-pihak lain yang

berkepentingan. Semoga Allah SWT selalu melimpahkan rahmat-Nya kepada kita

semua.

Semarang, Januari 2017

Penulis,
vi

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL............................................................................................. i

HALAMAN PENGESAHAN ............................................................................... ii

ABSTRAK ............................................................................................................ iii

KATA PENGANTAR .......................................................................................... iv

DAFTAR ISI ......................................................................................................... vi

DAFTAR GAMBAR ............................................................................................ ix

DAFTAR LAMPIRAN ......................................................................................... x

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang ............................................................................................... 1

1.2. Tujuan dan Manfaat Penulisan Laporan ........................................................ 5

1.3.Tempat Pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan................................................. 6

1.4. Teknik Pengumpulan Data ............................................................................. 7

BAB II PROSEDUR REVALUASI KENDARAAN BUS MENGGUNAKAN

PENDEKATAN NILAI PASAR OLEH KANTOR JASA PENILAI PUBLIK

“GUNTUR EKI ANDRI DAN REKAN” KANTOR SEMARANG

2.1. Pekerjaan Atau Kegiatan............................................................................... 8

2.1.1. Kegiatan Praktik Kerja Lapangan Secara Umum..................................8

2.1.1.1. Profil Perusahaan.....................................................................8

2.1.1.2. Visi dan Misi KJPP GEAR Kantor Semarang .......................10

2.1.1.3. Rekanan Kantor Jasa Penilai Publik GEAR….......................11

2.1.1.4. Struktur Organisasi KJPP GEAR...........................................12


vii

2.1.1.5. Logo Kantor Jasa Penilai Publik Guntur Eki Andri dan

Rekan...........................................................................................13

2.1.2. Gambaran PKL Secara Spesifik............................................................14

2.1.2.1. Proses Kegiatan Praktik Kerja Lapangan................................14

2.1.2.2. Kegiatan Selama Praktik Kerja Lapangan..............................16

2.1.2.3. Keterampilan Baru yang Diperoleh Selama PKL...................17

2.2. Analisa Hasil Pekerjaan .............................................................................. .18

2.2.1. Penggunaan dan Manfaat Penilaian Asset ...........................................18

2.2.2. Pendekatan Dalam Penilaian Aset........................................................20

2.2.3. Tahapan Penilaian Aset........................................................................22

BAB III PENUTUP

3.1. Simpulan ........................................................................................................ 26

3.2. Saran .............................................................................................................. 26

DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... 27

LAMPIRAN ..........................................................................................................
viii

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1. Wilayah Kerja KPP Pratama Semarang Barat .................................

Gambar 2.2. Struktur Organisasi KPP Pratama Semarang Barat..........................


ix

DAFTAR LAMPIRAN
BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Perusahaan dalam menjalankan dan mengoperasikan usahanya didukung

oleh banyak hal seperti asset, liability, dan equity. Tak hanya sebagai pendukung

proses produksi, ketiga komponen tersebut juga dapat dijadikan cerminan keadaan

perusahaan yang dituangkan dalam laporan perusahaan. Laporan ini dapat berupa

laporan Laba/Rugi, Neraca Saldo, ataupun Laporan Arus Kas. Dan beberapa

laporan keuangan tersebut dapatlah menjadi sumber informasi bagi pihak intern

dan ekstern perusahaan.

Aset tetap merupakan bagian terpenting dalam laporan keuangan, bahkan

untuk entitas yang capital intensif jumlah aset tetap ini dominan dibandingkan

dengan aset yang lain. Penggunaan aset tetap yang efisien menentukan kinerja

entitas. Pada saat entitas menambah modalnya dalam bentuk utang, aset tetap

sangat diperhatikan dalam menentukan kelayakan dan jumlah kredit yang akan

diberikan, karena aset tetap digunakan sebagai jaminan kredit.

Umumnya aset tetap dinilai sebesar harga perolehan. Selama masa

manfaat aset tersebut disusutkan sehingga nilai aset menjadi semakin kecil.

Penggunaan harga perolehan menjadikan beberapa nilai aset di neraca tidak

mencerminkan nilai sebenarnya. Entitas yang memiliki umur lebih tua cenderung

memiliki aset yang lebih kecil sedangkan entitas yang baru berdiri memiliki aset

yang tinggi karena aset tetapnya dibeli dengan menggunakan harga terkini.

1
2

Penggunaan nilai historis (harga perolehan) menjadikan nilai aset tetap kehilangan

relevansi karena tidak mencerminkan nilai terkini.

Namun pada kenyataannya dalam membuat laporan keuangan akuntan

dituntut untuk menyajikan laporan sesuai dengan keadaan real di lapangan. Hal

ini bisa menimbulkan kendala kereabilitasannya karena untuk asset perusahaan

setiap tahunnya pasti mengalami penyusutan, atau perubahan nilai yang

dikarenakan oleh inflasi, penurunan nilai tukar rupiah terhadap dolar dan

sebagainya.

Untuk mencegah adanya keraguan reabilitas laporan keuangan, maka

perlu dilakukan revaluasi asset dimana hal ini bertujuan untuk menyesuaikan nilai

asset agar memiliki nilai yang sesuai dengan keadaan real di lapangan. Revaluasi

sendiri bermakna sebagai proses penilaian kembali asset perusahaan yang

diakibatkan adanya kenaikan nilai aset tetap tersebut di pasaran atau karena

rendahnya nilai aset tetap dalam laporan keuangan perusahaan yang disebabkan

oleh devaluasi atau sebab lain, sehingga nilai aset tetap dalam laporan keuangan

tidak lagi mencerminkan nilai yang wajar. Sedangkan tujuan penilaian kembali

aset tetap perusahaan dimaksudkan agar perusahaan dapat melakukan perhitungan

penghasilan dan biaya lebih wajar sehingga mencerminkan kemampuan dan nilai

perusahaan yang sebenarnya.

Penilaian kembali aset tetap perusahaan harus dilakukan berdasarkan nilai

pasar atau nilai wajar aset tetap tersebut yang berlaku pada saat penilaian kembali

yang ditetapkan oleh perusahaan jasa atau ahli penilai yang diakui/ memperoleh

izin pemerintah. Entitas dapat memilih melakukan revaluasi aset tetap untuk
3

tujuan akuntansi, tujuan pajak atau tujuan akuntansi dan pajak. Jika entitas

melakukan revaluasi aset tetap hanya untuk tujuan pajak, maka entitas

mengungkapkan informasi mengenai selisih lebih revaluasi aset tetap tersebut

dalam catatan atas laporan keuangan sesuai PMK 233/2015.

Revaluasi aset tetap untuk tujuan pajak tunduk pada peraturan perpajakan,

yang diantaranya mengatur bahwa revaluasi aset tetap tidak dapat dilakukan

kembali sebelum lewat jangka waktu lima tahun, dapat dilakukan untuk sebagian

atau seluruh aset tetap, masa manfaat aset tetap setelah revaluasi disesuaikan

kembali menjadi manfaat penuh untuk kelompok aset tersebut, dan dasar

penyusutan aset tetap adalah nilai pada saat revaluasi aset tetap.

Sedangkan revaluasi aset tetap untuk tujuan akuntansi mengikuti

ketentuan dalam PSAK 16 Aset Tetap yang menyatakan bahwa revaluasi aset

tetap dilakukan dengan keteraturan yang cukup reguler untuk memastikan bahwa

jumlah tercatat tidak berbeda secara material dengan jumlah yang ditentukan

dengan menggunakan nilai wajar pada akhir periode pelaporan, dan jika suatu aset

tetap direvaluasi, maka seluruh aset tetap dalam kelas yang sama direvaluasi.

Menurut PSAK No.16 (2007) disebutkan bahwa suatu entitas harus

memilih model biaya (cost model) atau model revaluasi sebagai kebijakan

akuntansi suatu entitas dan menerapkan kebijakan tersebut terhadap seluruh aset

tetap dalam kelompok yang sama. Apabila entitas menggunakan model biaya

maka setelah diakui sebagai aset, suatu aset tetap dicatat sebesar biaya perolehan

dikurangi dengan akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai aset.
4

Model biaya ini sama perlakuannya dengan standar akuntansi yang sudah ada

sebelumnya.

PSAK No. 16 (2007) juga menjelaskan bila frekuensi revaluasi tergantung

kepada perubahan nilai wajar dari suatu aset tetap yang direvaluasi. Jika terjadi

perbedaan nilai wajar secara material dari jumlah yang tercatat maka revaluasi

selanjutnya perlu dilakukan. Beberapa aset tetap yang mengalami perubahan nilai

wajar signifikan dan fluktuatif perlu dilakukan revaluasi setiap tahun. Sedangkan

untuk perubahan nilai wajar yang tidak signifikan tidak perlu dilakukan revaluasi

setiap tahun. Namun demikian, aset tersebut mungkin perlu direvaluasi setiap tiga

atau lima tahun sekali.

Bedasarkan pemaparan diatas, Makalah akan membahas tentang

prosedur revaluasi aset kendaraan Bus oleh kantor jasa penilai publik “GEAR”

kantor Semarang. Dengan disusunnya makalah yang membahas tentang

prosedur revaluasi aset kendaraan Bus oleh KJPP GEAR ini penulis berharap

makalah ini dapat bermanfaat bagi KJPP GEAR kantor Semarang maupun

untuk Universitas Negeri Semarang.

1.2. Tujuan dan Manfaat Laporan

Tujuan pembuatan laporan PKL ini adalah:

1. Sebagai salah satu syarat telah melaksanakan Praktik Kerja Lapangan.

2. Melaporkan kegiatan Praktik Kerja Lapangan yang dilakukan mahasiswa

di perusahaan obyek PKL yang berisi pembahasan mengenai keseluruhan

kegiatan yang dilakukan selama kegiatan Praktik Kerja Lapangan


5

3. untuk mengetahui prosedur revaluasi aset tanah dan bangunan pada salah

satu perusahaan di Batang oleh kantor jasa penilai publik “guntur eki andri

dan rekan” kantor Semarang

Manfaat pembuatan laporan Praktik Kerja Lapangan adalah:

a. Bagi Mahasiswa

1. Mendapat pengetahuan serta informasi mengenai prosedur revaluasi aset

tanah dan bangunan pada salah satu perusahaan di Batang oleh kantor jasa

penilai publik “guntur eki andri dan rekan” kantor Semarang

2. Meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam hal penulisan laporan.

3. Sebagai tolak ukur pemahaman mahasiswa setelah melaksanakan Praktik

Kerja Lapangan.

b. Bagi Universitas Negeri Semarang

Sebagai tambahan informasi memperoleh masukan guna menyempurnakan

materi perkuliahan agar sesuai dengan kebutuhan kerja serta menumbuhkan

kerja sama yang saling menguntungkan dan bermanfaat serta dapat dijadikan

arsip untuk referensi.

c. Bagi Perusahaan

Untuk memberikan masukan kepada pihak kampus untuk melakukan

penyesuaian materi dengan praktik yang nyata serta dapat dijadikan arsip

untuk referensi.

1.3. Tempat Pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan


6

Nama : Kantor Jasa Penilai Publik “Guntur Eki Andri dan

Rekan” Kantor Semarang

Alamat : Jalan Pamularsih Barat VII Nomor 1, Semarang

Penempatan : Surveyor

Tanggal Pelaksanaan : 31 Oktober 2016 s.d 30 Desember 2016

Hari/Waktu : Senin s.d. Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB

1.4. Teknik Pengumpulan Data

Dalam rangka memperoleh data yang relevan sebagai dasar penyusunan laporan,

penulis melakukan pengumpulan data dengan metode sebagai berikut:

1. Studi Kepustakaan

Studi kepustakaan adalah teknik pengumpulan data dengan mengadakan

studi penelaahan terhadap buku-buku, literatur-literatur, catatan-catatan,

dan laporan-laporan yang ada hubungannya dengan Revaluasi Aset Tetap

pada Perusahaan

2. Metode Dokumentasi

Data yang diperoleh dengan cara menggunakan dokumen-dokumen atau

catatan-catatan yang sudah tersedia yang berkaitan dengan revaluasi aset

tetap pada perusahaan oleh KJPP GEAR kantor Semarang

3. Metode Observasi

Metode observasi adalah pengumpulan data yang dilakukan dengan

sengaja, sistematis mengenai fenomena sosial dan gejala-gejala pisis untuk

kemudian dilakukan pencatatan. Dalam kaitannya dengan penelitian ini


7

penulis langsung terjun ke lapangan menjadi partisipan (observer

partisipatif) untuk menemukan dan mendapatkan data yang berkaitan

dengan fokus penelitian.


8

BAB II

PROSEDUR REVALUASI KENDARAAN BUS MENGGUNAKAN

PENDEKATAN NILAI PASAR OLEH KANTOR JASA PENILAI PUBLIK

“GUNTUR EKI ANDRI DAN REKAN” KANTOR SEMARANG

2.1. Pekerjaan Atau Kegiatan

2.1.1. Kegiatan Praktik Kerja Lapangan Secara Umum

2.1.1.1. Profil Perusahaan

KJPP Guntur Eki Andri dan Rekan didirikan di Surabaya pada tahun 2011

dengan nama sebelumnya KJPP Arief Pramudiyanto dan Rekan dan berubah

nama pada tahun 2013 menjadi KJPP Guntur Eki Andri dan Rekan selanjutnya

lebih disingkat dengan nama KJPP GEAR.

KJPP Gear mendapatkan Ijin Usaha Penilai dari Kementrian Keuangan RI

dengan nomor Ijin : 2.13.0116 melalui keputusan Menteri Keuangan Nomor :

KMK No. 562/KM.1/2013 Tgl. 14 Agustus 2013 serta memiliki lisensi lembaga

penilai pertanahan dari Kepala Badan Pertanahan Nasional melalui Keputusan

Kepala Badan Pertanian Nasional Nomor 713/KEP-200.13.1/X/2013Tgl. 3

Oktober 2013.

Dengan didukung oleh para penilai yang memiliki ijin penilai publik serta

lisensi pertanahan dan anggota dari asosiasi MAPPI. KJPP GEAR memiliki

jaringan yang luas, profesional, memiliki data base yang terus menerus

dikembangkan, berpengalaman diberbagai bidang penilaian properti dan memiliki

rekanan kerjasama dengan berbagai perbankan, Pemerintahan, BUMN, BUMD

serta perusahaan multinasional.


9

KJPP GEAR memberikan jasa penilaian yang berguna untuk tujuan :

 Jual Beli

 Penjaminan Utang

 Pelaporan Keuangan

 Pengadaan Tanah Bagi Kepentingan Umum

 Asuransi

 Perpajakan

 Lelang

 Kompensasi

 Bagi Hasil

KJPP Guntur, Eki, Andri dan Rekan terdiri lima orang profesional yang

bersepakat membentuk persekutuan dalam menjalankan kegiatan usaha jasa

penilaian. Dengan berbagai latar belakang disiplin ilmu dan pengalaman dari

masing-masing rekan, menjadikan kekuatan kami untuk dapat memberikan

pelayanan yang terbaik bagi pengguna jasa.

Susunan Rekan dalam KJPP Guntur, Eki, Andri dan Rekan adalah sebagai

berikut:

1. Nama : Guntur Pramudiyanto, SE

Izin Penilai Publik : P-1.09.00126

Nomor MAPPI : 04-S-01770

Lisensi BPN : 564/KEP-200.13.1/VIII/2013

Jabatan : Pemimpin Rekan

2. Nama : Eki Suhanda, ST


10

Izin Penilai Publik : P-1.12.00331

Nomor MAPPI : 06-S-02034

Lisensi BPN : 565/KEP-200.13.1/VIII/2013

Jabatan : Rekan

3. Nama : Andri Sulistyo W. ST., M.Ec Dev

Izin Penilai Publik : P-1.12.00322

Nomor MAPPI : 02-S-01558

Lisensi BPN : 563/KEP-200.13.1/VIII/2013

Jabatan : Rekan

4. Nama : Moch. Arief M.W., SE., M.Ec Dev

Izin Penilai Publik : P-1.09.00125

Nomor MAPPI : 02-S-01559

Lisensi BPN : 562/KEP-200.13.1/VIII/2013

Jabatan : Rekan

5. Nama : W. Supriyono, ST

Nomor MAPPI : 07-T-02139

Jabatan : Rekan

2.1.1.2. Visi dan Misi KJPP GEAR Kantor Semarang

Visi kami adalah menjadi perusahaan jasa penilaian dan konsultan yang

terdepan dan terpercaya di Indonesia

Misi kami adalah


11

1. Memberikan jasa penilaian yang obyektif, akurat dan bermutu dengan

berpedoman pada SPI dan KEPI;

2. Menyelenggarakan kegiatan usaha secara profesional yang

mengutamakan ketepatan dan kecepatan atas setiap penugasan dari

pengguna jasa;

3. Memiliki SDM yang kompeten dan handal dalam memberikan

pelayanan jasa penilaian dan konsultan.

2.1.1.3. Rekanan Kantor Jasa Penilai Publik GEAR

1. Bank Negara Indonesia (BNI) 9. Bank BTPN

2. Bank Rakyat Indonesia (BRI) 10. Bank Tabungan Negara (BTN)

3. Bank Internasional Indonesia (BII) 11. Bank HANA

4. Bank OCBC NISP 12. State Bank of India

5. Bank Niaga 13. Bank Arthagraha

6. Bank Permata 14. Bank BNI Syariah

7. Bank Panin 15. Bank BRI Syariah

8. Bank Mega 16. Bank BTN Syariah

17. Bank Panin Syariah 22. Bank Muamalat

18. Bank BPD Papua 23. Bank Sinar Mas

19. Bank BPD Jatim 24. Bank Prima Master

20. Bank BPD Kaltim 25. EXIM Bank

21. Bank BPD Jateng


12

2.1.1.4. Struktur Organisasi KJPP GEAR Kantor Semarang

Pimpinan Cabang

Andri Sulistyo

Wakil Pimp. Cabang

Indra S. Handoko

Marketing SPV. Teknik Adm & Keuangan

Dofi Ardiantono M. Indra Lisa Febriana


IpungDewi Risdhika Andi Wijaya
Agus Mujianto
Arisun

Penilai

Yoga Adi Saputra


Arif Windarto
Fahrunisa
Nendisia Putri

Surveyor

Herlambang
Hidayatus Sholiha

Suporting

Aris Haryanto
13

2.1.1.5. Logo Kantor Jasa Penilai Publik Guntur Eki Andri dan Rekan

Gambar 1. Logo KJPP GEAR

Kantor jasa penilai public Guntur eki andri dan rekan atau dapat pula disebut

KJPP GEAR memiliki logo yang sederhana karena hanya menampilkan gambar

gear dan disandingi oleh nama instansi “KJPP Guntur Eki Andri dan Rekan” serta

di bagian bawah menunjukan bidang usaha perusahaan yang tidak lain adalah

professional appraiser dan konsultan.

Makna lambang gear disini adalah singkatan dari Guntur, Eki, Andri dan Rekan

selaku pendiri KJPP GEAR.


2.1.2. Gambaran PKL Secara Spesifik

2.1.2.1. Proses Kegiatan Praktek Kerja Lapangan

Kegiatan Praktek Kerja Lapangan pada Kantor Jasa Penilai Publik GEAR

Kantor Semarang dilaksanakan selama 2 bulan yaitu dari tanggal 31 Oktober – 30

Desember 2016 sebagaimana jadwal yang telah ditetapkan oleh Fakultas Ekonomi

Universitas Negeri Semarang. Selama kegiatan ini, Penulis harus melalui

beberapa tahapan untuk dilaksanakan yaitu proses perijinan dan kegiatan PKL itu

sendiri.

a. Proses Perizinan

Sebelum melakukan kegiatan PKL di Kantor Jasa Penilai Publik GEAR

Kantor Semarang, ada beberapa prosedur yang harus dilakukan. Pertama, yaitu

mencari tempat pelaksanaan PKL yang bersedia ditempati sesuai jadwal yang

telah ditentukan oleh fakultas. Setelah menghubungi Kantor Jasa Penilai Publik

GEAR Kantor Semarang, Penulis diperkenankan untuk melakukan Praktik Kerja

Lapangan dengan menyerahkan surat izin dari fakultas. Kemudian penulis

menyerahkan surat permohonan ijin PKL yang berasal dari fakultas kepada

Kantor Jasa Penilai Publik GEAR Kantor Semarang. Selanjutnya pihak Kantor

Jasa Penilai Publik GEAR Kantor Semarang memberikan balasan dengan bukti

surat konfirmasi bahwa penulis mendapatkan izin untuk pelaksanaan PKL di

KPP Pratama Semarang Barat. Setelah mendapat izin PKL, maka Penulis dapat

melaksanakan kegiatan PKL sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.

b. Pelaksanaan Kegiatan Praktik Kerja Lapangan

27
Pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan dimulai pada tanggal 31 Oktober -

30 Desember 2016 dengan jadwal hari Senin-Jumat pukul 08.00-17.00 WIB.

Penulis ditempatkan pada Bidang Surveyor selama PKL berlangsung. Bidang

Surveyor memiliki tugas untuk mensurvei asset sesuai dengan job order yang

diterima. Prosedur yang dilakukan dalam proses penilaian aset tetap yang

ditugaskan akan dijelaskan secara singkat berikut ini :

1. Menerima Job Order dari KJPP Guntur, Eki, Andri dan Rekan Cabang

Semarang

Job Order berisi identitas klien, alamat aset yang akan di survey, tujuan

penilaian, dan tanggal inspeksi, Surat dari pemberi Tugas, serta Surat surat

penting asset serta berkas lain yang terkait dengan aset yang akan dinilai.

2. Survey aset yang akan dinilai.

Aset yang disurvey adalah sesuai data yang ada di job order. Aset yang

disurvey adalah aset yang benar-benar sesuai dengan yang ada pada data

yang diberikan. Untuk asset berupa Bus hal yang perlu diperhatikan adalah

nomor polisis, nomor rangka, nomor mesin, merk, jenis, model, tahun

pembuatan, tahun perakitan, isi silinder, warna, sumlah sumbu bahan bakar

serta kondisi asset. Sedangkan hal-hal yang mempengaruhi nilai asset

merupakan spesifikasi yang dibawa oleh asset, keadaan mesin, keadaan

fisik bus seperti body serta fasilitas-fasilitas yang melengkapinya.

3. Mencari data pembanding

Setelah survey aset yang bersangkutan selesai dan data telah didapat secara

lengkap, yang dilakukan adalah pencarian data pembanding. Data


pembanding adalah data yang diperoleh berupa data penjualan atas aset

yang sebanding ataupun yang hampir sebanding dengan objek penilaian.

Data pembanding diperlukan karena dalam penilaian ini menggunakan

pendekatan perbandingan data pasar. Dalam pendekatan perbandingan data

pasar diperlukan perbandingan data pasar untuk mengetahui nilai pasar dari

suatu objek.

4. Pembuatan Laporan Penilaian

Setelah aset selesai disurvey dan informasi data pembanding telah

didapatkan, langkah selanjutnya adalah membuat laporan penilaian dengan

aplikasi software yang diberikan. Data yang dimasukkan harus benar-benar

sesuai dengan data yang ada. Menurut Standar Penilaian Indonesia (SPI)

201 Laporan Penilaian merupakan suatu dokumen yang mencantumkan

instruksi penugasan, tujuan dan dasar penilaian, dan hasil analisis yang

menghasilkan opini nilai.

5. Review Laporan penilaian

Laporan penilaian yang telah dibuat harus lolos tahapan review.

Review dilakukan oleh penilai yang memiliki kualifikasi, kompetensi dan

pengalaman serta memenuhi semua persyaratan untuk menjadi reviewer.

Setelah laporan penilaian selesai direview, maka laporan penilaian dapat

dicetak.

2.1.2.2. Kegiatan Selama Praktik Kerja Lapangan

Pada awal kegiatan PKL, kegiatan yang dilakukan adalah perkenalan dengan para

pegawai. Hal ini sangat penting agar selama kegiatan PKL berlangsung penulis
dapat berkomunikasi dan bekerjasama dengan baik dengan para pegawai.

Kemudian dilanjutkan dengan penjelasan tentang prosedur penilaian dan praktek

penilaian menggunakan asset peraga berupa dua kantor KJPP menggunakan

format short report atau laporan sederhana dan long report atau laporan detail.

Selanjutnya penulis mulai terjun ke lapangan dengan berpartisipasi pada kegiatan

survey yang dilakukan oleh staff KJPP bidang Surveyor dari awal kegiatan survey

hingga pembuatan dan pereviewan laporan. Untuk tahap pembimbingan ini

dilakukan secara berulangkali hingga penulis dirasa mampu untuk melakukan

survey mandiri tanpa dampingan staff KJPP GEAR.

2.1.2.3. Keterampilan Baru yang Diperoleh Selama PKL

Pelaksanaan PKL di Kantor Jasa Penilai Publik GEAR Kantor Semarang

membuat Penulis mendapatkan banyak keterampilan, pengetahuan, dan

pengalaman baru. Harapan Penulis adalah semua itu dapat menjadi bekal dalam

memasuki dunia kerja nanti. Sebelum PKL, Penulis hanya mendapatkan

keterampilan-keterampilan dari bangku kuliah berupa teori-teori. Setelah

melaksanakan PKL banyak keterampilan yang didapat antara lain :

a. Mengetahui bagaimana cara bekerjasama dan berkomunikasi dengan

pegawai di lingkup pekerjaan.

b. Pengenalan dengan hal baru yaitu tentang sistem yang digunakan oleh

Kantor Jasa Penilai Publik GEAR Kantor Semarang beserta dokumen-

dokumennya, khususnya dokumen mengenai Appraisal.

c. Mengetahui tata cara dan prosedur revaluasi asset oleh KJPP GEAR kantor

Semarang.
2.2. Analisa Hasil Pekerjaan

Appraisal atau penilaian adalah proses pekerjaan atau kegiatan seorang

penilai dalam memberikan suatu estimasi atau opini atas nilai ekonomis suatu

properti, baik berwujud ataupun tidak berwujud yang berdasarkan hasil analisis

terhadap fakta-fakta yang objektif dan relevan dengan menggunakan metode,

parameter dan prinsip-prinsip penilaian yang berlaku.

SPI 2007 mendefinisikan penilaian sebagai suatu proses pekerjaan seorang penilai

dalam memberikan oepini tertulis mengenai nilai ekonomi pada saat tertentu. Dari

defini tersebut, Penilaian Aset diartikan sebagai proses penilaian seorang penilai

dalam memberikan suatu opini nilai suatu aset baik berwujud maupun tidak

berwujud, berdasarkan hasil analisa terhadap fakta-fakta yang obyektif dan

relevan dengan menggunakan metode dan prinsip-prinsip penilaian yang berlaku

pada saat tertentu.

2.2.1. Penggunaan dan Manfaat Penilaian Aset

a. Jaminan Bank

Fungsi utama perbankan yang merupakan lembaga intermediasi antara pihak yang

kelebihan dana (surplus of fund) dengan pihak yang memerlukan dana (lack of

fund). Dalam menyalurkan kreditnya, perbankan membutuhkan jaminan.

Berdasarkan Undang-Undang Perbankan nomor 7 tahun 1992, jaminan kredit

dapat berupa jaminan pokok (semua asset yang terkait dengan proyek) dan

jaminan tambahan (asset dan tabungan anggota/koperasi yang bersedia di

jaminkan yang perlu di inventarisasi oleh agen atau pengurus koperasi). Untuk
mengetahui nilai jaminan maka perlu dilakukan penilaian atas jaminan tersebut,

yang biasanya adalah penilaian aset.

b. Restrukturisasi

Dalam melakukan restrukturisasi yang perlu dilakukan adalah:

1. Pemetaan portfolio, untuk mengetahui bagaimana kemampuan masing-

masing aset dalam memberikan nilai tambah bagi perusahaan. Apakah ada

idle asset, atau aset yang kurang produktif, dan tak perlu dipertahankan

karena tak sejalan dengan strategi perusahaan? Aset yang tak produktif

serta tak sejalan dengan strategi perusahaan sebaiknya disisihkan untuk

dijual.

2. Kemudian dilakukan pemetaan SBU, masing-masing SBU dinilai

berdasarkan beberapa karakter, seperti: a) daur hidup, b) bagian pasar, c)

pertumbuhan dan arus kas. Selanjutnya masing-masing SBU dievaluasi,

apakah masih sejalan dengan strategi perusahaan. SBU yang sesuai, dapat

dikaitkan dengan peningkatan nilai, atau memberikan Economic Value

Added (EVA) kepada perusahaan secara keseluruhan.

3. Penilaian aset SBU. Penilaian aset SBU dilakukan dengan melibatkan

penilai publik untuk mendapatkan nilai aset SBU yang wajar

4. Pembenahan portfolio dan SBU.Setelah penilaian tersebut, aset dan SBU

yang tersisa hanya yang benar-benar sesuai dengan strategi perusahaan.

Namun kualitas aset dan SBU perlu dievaluasi, agar beroperasi secara

optimal.
c. Go Public

Salah satu cara perusahaan untuk mendapatkan dana dalam membiaya kegiatan

operasionalnya adalah dengan go public. Go public adalah menjual sebagian

sahamnya kepada publik dan mencatatkan sahamnya di bursa. Perusahaan yang

akan melakukan go public disebut emiten. Hal-hal yang harus dipersiapkan calon

emiten dalam rangka penawaran umum salah satunya Menunjuk Penjamin Emisi

untuk membantu penyiapan semua dokumen yang diperlukan, termasuk upaya

pemasaran agar penawaran umum tersebut sukses. Dengan koordinasi dengan

penjamin emisi, perusahaan menyiapkan berbagai dokumen yang diperlukan salah

satunya adalah Laporan keuangan yang diaudit oleh akuntan publik yang terdaftar

di Bapepam-LK dan Laporan penilai independen;

d. Jual/beli

Dalam melakukan pembelian maupun penjualan suatu aset maka perlu dilakukan

penilaian aset untuk mengetahui nilai dari aset tersebut.

2.2.2. Pendekatan dalam Penilaian Aset

a. Pendekatan Penilaian Aset (Data Pasar)

Metode perbandingan data pasar atau sering disebut juga sebagai metode

perbandingan harga jual (sales comparation method) atau metode perbandingan

data langsung (direct market comparation method) adalah metode penilaian yang

dilakukan dengan cara membandingkan secara langsung properti yang dinilai

dengan data properti yang sejenis yaitu dengan cara Penilai harus mendapat 3 atau

lebih data banding yang telah terjual atau sedang ditawarkan untuk dijual yang
sejenis terhadap properti yang akan dinilai kemudian dibuat penyesuaiannya

terhadap property yang dinilai

b. Pendekatan Penilaian Aset (Biaya)

Dengan mengunakan Metode Kalkulasi biaya, Nilai properti (Tanah dan

Bangunan) diperoleh dengan menganggap tanah sebagai tanah kosong, nilai tanah

dihitung dengan menggunakan metode perbandingan data pasar (market data

approach). Sedangkan nilai bangunan dihitung dengan metode kalkulasi Biaya.

Nilai pasar bangunan dihitung dengan menghitung biaya reproduksi baru (RCN)

bangunan pada saat penilaian dikurangi penyusutan.

c. Pendekatan Penilaian Aset (Pendapatan)

Pendekatan Pendapatan (Income Approach) berdasarkan pada pola pikir

hubungan antara pendapatan dari properti dan nilai dari properti itu sendiri.

Nilai dari properti tergantung pada kemampuan properti itu untuk menghasilkan

keuntungan. Metode ini dikenal juga sebagai metode kapitalisasi karena

pendapatan bersih yang dihasilkan oleh suatu properti dikapitalisasi menjadi nilai

kini melalui perhitungan matematis yang disebut dengan kapitalisasi.

2.2.3. Tahapan Penilaian Aset


a. Tahap Persiapan

Pada tahap persiapan hal yang perlu dilakukan adalah dengan membuat job

order berisi nama klien, contact person klien, alamat aset yang akan di survey,

tujuan penilaian, dan tanggal inspeksi, Surat dari pemberi Tugas, Surat

balasan untuk Bank yang bersangkutan dari KJPP GEAR Kantor Semarang,

Surat surat penting asset serta berkas lain yang terkait dengan aset yang akan

dinilai.

b. Survei Lapangan

Untuk asset berupa Bus hal yang perlu diperhatikan adalah nomor polisi,

nomor rangka, nomor mesin, merk, jenis, model, tahun pembuatan, tahun

perakitan, isi silinder, warna, jumlah sumbu bahan bakar serta kondisi asset.

Sedangkan hal-hal yang mempengaruhi nilai asset merupakan spesifikasi yang

dibawa oleh asset, keadaan mesin, keadaan fisik bus seperti body serta

fasilitas-fasilitas yang melengkapinya. Selain itu pula dibutuhkan data

pembanding asset untuk menentukan nilai pasar asset. Data pembanding ini

dapat diperoleh dari berbagai macam cara salah satunya adalah Broker,
Developer, Iklan, surat kabar, majalah, papan pengumuman (langsung tinjau

kelokasi), Arsip hasil penilaian, Investor.

Gambar

Gambar diatas merupakan contoh dari data pembanding yang akan

digunakan sebagai data pembantu untuk menentukan nilai pasar asset. Mulai dari

harga penawaran masing-masing data pembanding, diskon penjualan, serta harga

jual masing-masing data pembanding. Dalam pencarian data pembanding tentu

saja tidak selalu berjalan dengan baik karena hambatan perbedaan tahun perakitan,

tipe, kondisi fisik dll seperti yang tertera pada data teknis. Karenanya perlu

disesuaikan agar asset dan data pembanding sebanding dimana asset akan menjadi

patokannya. Jika data pembanding memiliki spesifikasi yang lebih baik daripada

asset maka data pembanding harus disesuaikan dengan cara mengurangi nilainya

sekian persen. Begitu pula sebaliknya, seandainya data pembanding memiliki

spesifikasi yang lebih buruk dari asset maka data pembanding harus disesuaikan
dengan cara menambah nilainya sebesar sekian persen. Setelah disesuaikan maka

hasil nilai akhir akan dirata-rata sehingga muncullah nilai pasarnya.

c. Analisis menggunakan metode pendekatan Pasar

Analisis dilakukan dengan cara memasukkan data-data yang telah didapat

kemudian diolah hingga menghasilkan nilai pasar asset termasuk proses

penyesuaian data pembanding terhadap asset. Berikut merupakan gambar table

referensi penyusutan yang digunakan dalam penganalisisan asset.

Gambar.

d. Rekap hasil
Setelah penginputan data asset, pembandingan data asset dengan data pembanding

serta telah melewati proses penyesuaian maka muncullah nilai pasar asset yang

kemudian akan dissajikan seperti pada gambar dibawah ini.

Gambar.

Menurut hasil analisis yang telah dilakukan, kendaraan Mercedes benz type OH

1518 dengan spesifikasi yang telah tertera pada gambar memiliki nilai pasar

sebesar Rp. 160.000.000 dan memiliki nilai likuidasi sebesar Rp. 128.000.000

(80% dari nilai pasar) nilai pasar sebesar itulah yang kelak akan digunakan dalam

pencatatan laporan keuangan perusahaan. Sedangkan untuk nilai likuidasi

biasanya digunakan untuk patokan penilaian Bank terhadap asset guna kebutuhan

penjaminan utang.

e. Laporan Akhir

Laporan akhir berisikan tentang seluruh kegiatan penilaian dari awal hingga akhir.

Biasanya dimulai dengan data-data umum asset hingga muncullah nilai pasar dan
nilai likuidasi yang telah direview oleh penilai yang memiliki kualifikasi,

kompetensi dan pengalaman serta memenuhi semua persyaratan untuk menjadi

reviewer.
BAB III

PENUTUP

3.1. Simpulan

Kantor jasa appraisal merupakan pihak ketiga yang mendapatkan amanah

untuk melakukan penilaian suatu asset yang kelak hasil dari laporan pihak

appraisal digunakan untuk kepentingan si pengaju. Penilaian sendiri memiliki

makna sebagai pemberian opini nilai ekonomi suatu objek Penilaian sesuai

dengan SPI oleh seseorang yang memiliki kualifikasi, kemampuan dan

pengalaman dalam melakukan kegiatan Penilaian. Melalui penilaian asset akan

didapatkan nilai wajar, nilai pasar, serta nilai likuidasi asset yang berlaku pada

saat itu. Penilaian dilakukan melalui beberapa tahapan seperti persiapan, survey

lapangan berupa dokumen serta pencarian data, analisa (pendekatan data pasar,

biaya, atau pendapatan), rekap hasil, serta laporan akhir.

3.2. Saran

Untuk peneliti selanjutnya diharapkan dapat menggunakan data penelitian terbaru

setidaknya 2 tahun dari tahun pelaksanaan praktek kerja lapangan.

Bagi jurusan akuntansi mengingat profesi penilai merupakan profesi yang langka

sedangkan jasa penilai sangat banyak dibutuhkan, diharapkan melalui laporan ini

dapat menjadi bahan pertimbangan untuk memasukkan materi appraisal kedalam

kurikulum jurusan.
DAFTAR PUSTAKA

http://www.kjpp-akr.co.id/revaluasi-aset-tetap-penilaian-kembali-aset-tetap.aspx

diakses pada 02 Januari 2017 Pukul 10.09

http://www.kjpptrisanti.com/index.php?option=com_content&view=article&id=5

0%3Apenilaian-aset&catid=31%3Aumum-jasa-dan-pelayanan&showall=1

diakses pada 03 januari 2017 pukul 23.06

http://www.mappi.or.id/files/1453284367-ADART2015.pdf diakses pada 03

Januari 2017 pukul 23.47


LAMPIRAN

Lampiran 1. Jurnal Kegiatan Harian PKL


Lampiran 2. Job Order
Lampiran 3.
Lampiran 4.
Lampiran 5. Foto kegiatan