Anda di halaman 1dari 3

1.

Fungsi dan peran pengawasan 1bank

Tujuan inti dari pengawasan bank adalah melindungi kepentingan masyrakat


penyimpan ( deposan dan kreditur) yang mempercayakan dana nya pada bank
untuk memperoleh pembayaran kembali dan manfaatnya dari bank sesuai dengan
sifat, jenis, dan cara pembayaran yang telah di janjikannya. Tujuan tersebut dapat
di capai, bila bank melakukan kegiatan usahanya berdasarkan asas usaha bank
yang sehat dan dapat di pertanggung jawab kan. Tanpa kondisi tersebut, bank
tidak akan memperoleh kepercayaan masyrakat, sebab dasar dari eksistensi bank
sudah tidak ada lagi. Bila jumlah bank seperti itu cukup banyak, sistem perbankan
akan terganggu, sehinga dapat menghilangkan peran bank yang sentral dan
strategis dalam perekonomian. Bila kondisi buruk ini terjadi , secara ekonomi
makro negara kehilangankesempatan untuk membangun perekonomian nya
bahkan negara dapat mengalami kerugian besar demikian pula secara ekonomi
mikro, pemilik, pengurus, karyawan, dan pihak-pihak terkait yang memerlukan
jasa bank pun turut rugi.

2. alasan dan perlunya pengawasan bank

Setelah mengetahui pengawasan bank perlu nya diketahui juga dasar


pertimbangan nya, yaitu:

1. Fungsi pokok bank ada 3 yaitu:


a. Menghimpun dana dari masyrakat
b. Menanamkan dana yang di kelplakan dalam aset produktif, misalnya
dalam bentuk kredit,dan
c. Memberikan jasa layanan lalu lintas pembyaran dan jasa layanan
perbankan dan lain nya.
Cangkupan usaha bank yang boleh dan tidak boleh di lakukan oleh bank berbeda
antara satu negara dan negara lain. Hal ini tergantung pada kebijakan negara
tersebut, yang di sesuaikan dengan kondisi, potensi, dan daya kendali atas resiko
yang mungkin timbul. Dengan fingsi seperti itu, bank berperan sebagai lembaga
intermediasi yang mempertemukan 2 pihak yang berbeda kpentingan nya, baik
dalam penghimpunan dan penanaman dana, maupun dalam pelayanan transaksi
keuangandan lalu lintas pembayaran.
2. Staregi dan metode dasar pengawasan bank

strategi dan kebijakan pengawsan bank oleh masing-masing negara tidak


selalu sama, tergatung pada kondisi dan sistem perbankan serta sistem
pinansial dari masing-masing negara, problrm yang di hadapi, potensi dan
prospek dari sistem perbankan dalam konteks tananan dan perkembangan
ekonominya. Sungguh pun demikian, prinsip dan metode yang di gunakan

1
J.G Starke,op.cit., h 72-74
2
dalam pengawsan bank pada dasarnya sama. Adapun prinsip dan metode
meliputi 6 jalur. Yaitu:

1. Pengaturan regulasi
2. Oengawasan tidak langsung
3. Pengawsan pemeriksaaan
4. Kontak dan komunikasi teratur dengan bank
5. Tindak remedial atau penerapan sanksi
6. Kerjasama dengan otoritas pengawasan bank negara lain
Masing-masing jalur tresebut secara umum dapat di gambarkansebagai
berikut:
1.pengaturan regulasi terhadap perbankan
Cakupan pengaturan otoritas pengawasan bank terhadap dan di
krlompokan menjadi 3 golongan besar yaitu:
a. Mengatur persyaratan dan tata cara periziznan bagi pendirian suatu
bank termasuk jaringn kantornya. Pengaturan tersebut merupakan
suatu strategi pembuka(entry strategy)dalam pengawasan bank guna
melakukan seleksi terhadap integritas dari calon pemilik dan pengurus,
kecukupan modal guna mendukung perkembangan dan resiko usaha,
profesionalisme manajemen untuk mengelola bank secara sehat dan
bertanggung jawab, serta feseabilitas dan prospek usaha yang layak,
sehingga dapat memberikan kontribusi positif bagi sistem perbankan
yang sehat.
Pengaturn terhdap pemilik merupakan aspek pokok karena motivasi
dan arah perkembangan bank di tentukan oleh rapat umum pemegang
saham, sehingga penilaian terhadap integritas, reputasi, dan komitmen
pemegang saham mayoritas atau pemegang usaha yang memiliki
kontrol suara yang memiliki syarat yang sangat penting bagi
terwujudnya usaha bank. Oleh karena itu, aspek pengaturan perzinahan
bagi perubahan pemegang saham terutama pemegang saham yang
memegang kontrol terhadap bank, serta perubahan pemegang saham
dalam rangka akuisisi, merger, dan konsolidasi.
Pengaturan terhadap managemen atau pengurus yang mencakup
direksi, dewan komisaris, dan penjabat kunci itu penting untuk menilai
kemampuan dan profesionalisme mereka dalam perbankan.
Manajemen memiliki fungsi dan tanggung jawab dalam
merencanakan, melaksanakan ,dan mengendalikan usaha secara
sehat,efektif, dan efisien. Oleh karena itu pengaturan perizinzn juga
mencakup setiap perubahan yang terjadi dalam manajemen.

2
Bachsan mustafa, S.H . pokok-pokok hukum administrasi negara , cetakan kedua , bandung
:alumni ,1981, h.46
Pen3gaturan periziznzn tersebut juga mencakup kewenangan otoritas
pengawasan bank untuk mempertimbangan atau melaksankan
pencabutan izin bagi bank yang tidak dapat mrlakukan usahanya secara
sehat, merugikan masyrakat, dan ataudapat berpengaruh buruk
terhadap kesehatan sistem perbankan.
b. Pengaturan yang berkaitan dengan usaha bank
Pada dasarnya pengaturan aspek ini mencakup pemberian arah dan
pedoman bagi bank tentang
1. Kegiatan yang dapat dan tidak dapat di lakukan oleh bank
2. 2. Manajemen bank berdasarkan prinsip-prinsip manajemen yang
sehat
3. 3. Prinsip-prinsip manajemen resiko yang hati-hati dan dapat di
andalkan
4. 4 kewajiban untuk menyelenggarakan administrasi, dokumentasi,
dan akutansi yang lengkap, akurat, dan dapat di pertanggung
jawabkan , baik untuk kepentingan manajemen bank maupun
inform4asi yang di perlukan untuk pengawaan bank
5. 5. Penetapan sanksi terhaap penyimpamgan dan pelanggaran
terhaap ketetapan,
6. Hal-hal yang di nilai penting dan mengandung resiko yang dapat
merugikan masyrakat dan atau kepentimgan sistem prbankan yang
sehat.
Pengaturan yang menjrlaskan tentang kegiatan yang dapat taupun
yang dapat di lakukan oleh bank itu penting dan otoritas
pengawasan bank dalam menyikapi apa yang di lakukan yang
terjadi pada bank.

3
Rachmadi Usman , s.h ., op.cit., h.21