Anda di halaman 1dari 9

ANALISIS JURNAL

“PENGARUH TEKNIK RELAKSASI NAFAS DALAM DAN


AROMATERAPI LAVENDER UNTUK PENURUNAN TINGKAT
KECEMASAN PASIEN PRE OPERASI APENDIKSITIS”

DISUSUN OLEH

KELOMPOK 7

RIYADHATUL JINAN 70300117003

MIFTAH NUR SANI 70300117012

NAHDAH PURNA NUGRAHA 70300117020

SLAMET RUDIYANTO 70300117030

SITTI AISYAH A 70300117042

KEPERAWATAN

FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN MAKASSAR

TAHUN 2019
A. LATAR BELAKANG

Apendisitis merupakan penyebab yang paling umum dari inflamasi

akut kuadran kanan bawah rongga abdomen dan penyebab yang paling umum

dari pembedahan abdomen darurat. Pria lebih banyak terkena daripada

wanita, remaja lebih banyak dari orang dewasa, insiden tertinggi adalah

mereka yang berusia 10 sampai 30 tahun (Brunner & Suddarth, 2000).

Menurut data dari Institute of Medicine of the National Academies

(2011), lebih dari 100 ribu orang Amerika mengalami nyeri tiap minggu.

Kemudian, Agency for Health Care Policy and Research melaporkan bahwa

sampai 90% dari 8 juta penduduk Amerika, yang menderita kanker,

mendapatkan penatalaksanaan nyeri dengan cara yang relatif sederhana.

Dalam penelitian yang dilakukan Dani & Calista (2013) yang berjudul

karakteristik penderita apendisitis akut di Rumah Sakit Imanuel Bandung

menyatakan bahwa keluhan utama yang tersering dari 152 kasus apendisitis

adalah nyeri perut di bagian kanan bawah sebanyak 96,05 %.

Nyeri dapat diatasi dengan penatalaksanaan nyeri yang bertujuan

untuk meringankan atau mengurangi rasa nyeri sampai tingkat kenyamanan

yang dirasakan oleh klien. Ada dua cara penatalaksanaan nyeri yaitu terapi

farmakologis dan non-farmakologis. Teknik distraksi telah dipercaya dapat

menurunkan nyeri dengan efektif, hal ini terjadi karena peran otot-otot

skeletal dalam penanganan nyeri relatif kecil (Brunner,2012).

Teknik distraksi adalah mengalihkan perhatian klien ke hal yang lain

sehingga dapat menurunkan kewaspadaan terhadap nyeri, bahkan

meningkatkan toleransi, sedangkan relaksasi adalah otot skeletal dipercaya


dapat menurunkan nyeri dengan merilekskan ketegangan otot yang

menunjang nyeri. Periode relaksasi yang teratur dapat membantu melawan

keletihan dan ketegangan otot yang terjadi dengan nyeri dan yang

meningkatkan nyeri.

Aromaterapi adalah suatu metode dalam relaksasi yang menggunakan

minyak essensial dalam pelaksanaannya berguna untuk meningkatkan

kesehatan fisik, emosi, dan spiritual seseorang (Green dkk, 2007 dalam

Kosasih dan Solehati, 2015).

Aromaterapi adalah salah satu teknik pengobatan atau perawatan

menggunakan bau-bauan yang menggunakan minyak essensial aromaterapi.

Lavender merupakan salah satu minyak essensial analgesik yang

mengandung 8% terpena dan 6% keton (Price S, Price L. 2003). Minyak

lavender juga mengandung 30-50% linalil asetat (Wiryodidagdo S. 2008).

Aromaterapi dapat digunakan untuk menurunkan tingkat kecemasan

karena lavender yang sebagian besar mengandung linalool dan linalool asetat

sekitar 30-60% dari total berat minyak, dimana linalool merupakan

kandungan yang diketahui dapat memberikan efek relaksasi (Nuraini,2014).

Berdasarkan teori yang dikemukakan oleh Dewi (2011) Aromaterapi

lavender dapat menurunkan tingkat kecemasan dan memberikan perasaan

yang lebih rileks,karena pada saat menghirup aromaterapi lavender,komponen

kimia akan masuk ke sistim limbik pada otak. sistem limbik merupakan pusat

nyeri, senang,marah,takut,depresi,dan berbagai emosi lainnya. Aromaterapi

lavender bekerja dengan merangsang sel saraf penciuman dan mempengaruhi

sistem kerja limbik dengan meningkatkan perasaan positif dan rileks.


Dampak positif aromaterapi terhadap penurunan tingka kecemasan ini

disebabkan karena aromaterapi lavender diberikan secara langsung (inhalasi).

mekanisme melalui penciuman jauh lebih cepat dibanding rute yang lain

dalam penanggulangan problem emosional seperti stres dan

kecemasan,termasuk sakit kepala.

B. INTERVENSI

Intervensi inovasi yang dilakukan pada jurnal adalah melakukan

teknik relaksasi nafas dalam dan aromaterapi lavender dalam memberikan

rasa nyaman pada pasien. Seringnya keluhan nyeri yang dirasakan pasien

yang menyebabkan stress dan hal ini berkaitan dengan merangsangnya

persarafan nyeri akan bertambah berat. Sehingga perlu dilakukannya teknik

relakasi menggunakan teknik relaksasi napas dalam dan aroma terapi

menekan kerja system saraf perifer pada pasien nyeri. diharapkan dalam

melakukan intervensi keperawatan dapat melakukan teknik relaksasi nafas

dalam dengan aromaterapi lavender khususnya dalam menanggulangi dan

mengurangi kecemasan dengan baik

C. METODE PENILITIAN

Jenis penelitian ini kuantitatif, dengan desain penelitian Pre-

eksperimen dengan menggunakan desain one-group pre-test-posttest design.

D. HASIL

Sampel adalah pasien apendiksitis berjumlah 20 orang diambil secara

accidental sampling. Analisa data dengan uji t paired.Data menunjukan rata-

rata sebelum intervensi nilai kecemasan 28,70 dan sesudah intervensi 23,70.

Ada perbedaan nilai kecemasan setelah dilakukan intervensi (p=0,001≤α 5%


artinya, terdapat penurunan nilai kecemasan sebelum dan sesudah intervensi

.Perawat ruangan memberikan informasi dan meminta kepada keluarga untuk

menyediakan aromaterapi lavender sebagai persiapan operasi untuk

menurunkan kecemasan pasien pre operasi.

Hasil penelitian menunjukkan sebagian kecil responden berada pada

tingkat kecemasan berat sebelum intervensi dansetelah dilakukan intervensi

sebagian besar responden berada pada tingkat kecemasan sedang, responden

yang mengalami kecemasan berat hanya 5% dan yang mengalami kecemasan

ringan 15%.Hasil penelitian ini juga menunjukkan tidak ada responden yang

tidak mengalami kecemasan. Hal tersebut juga menunjukkan penurunan

kecemasan semua responden. Hasil penelitian sejalan dengan penelitian yang

dilakukan Arwani,dkk (2013) menunjukkan intervensi aromaterapi yang

diberikan 2 jam sebelum operasi, kemudian dilakukan pengukuran skala

kecemasan 1 jam sebelum operasi disimpulkan intervensi aromaterapi yang

diberikan mendekati waktu operasi juga efektif terhadap penurunan

kecemasan pada pasien pre operasi, dengan hasil pengukuran skala

kecemasan tidak ditemukan responden dengan kecemasan berat dan terjadi

peningkatan jumlah responden yang tidak cemas dari 6 orang menjadi 16

orang.
E. STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR

1. Pengertian : Memberikan rasa nyaman kepada pasien yang mengalami

nyeri dengan membimbing pasien untuk melakukan teknik relaksasi

distraksi

2. Tujuan :

a. Mengurangi atau menghilangkan nyeri

b. Menurunkan ketegangan otot

c. Menimbulkan perasaan aman dan damai

3. Peralatan : Standar Operasional Prosedur

Minyak lavender, kasa

4. Prosedur pelaksanaan

a. Tahap pra interaksi

1) Melihat data nyeri yang lalu dari rekam medic dan pasien

2) Melihat Intervensi Keperawatan yang telah diberikan oleh perawat

3) Mengkaji Program Terapi yang diberikan oleh dokter

4) Hand hygiene

b. Tahap orientasi

1) Memberikan salam dan menyapa nama pasien

2) Menanyakan cara yang bisa digunakan agar rileks dan tempat

yang disukai

3) Menjelaskan tujuan dan prosedur

4) Menanyakan persetujuan dan kesiapan klien

c. Tahap kerja

1) Membaca tasmiyah
2) Mengatur posisi yang nyaman menurut pasien

3) Mengatur lingkungan yang tenang dan nyaman

4) Meminta pasien untuk memejamkan mata

5) Teteskan minyak lavender 3 tetes pada tisu

6) Meminta pasien untuk memfokuskan pikiran pasien pada kedua

kakinya untuk rileks, kendorkan seluruh otot-otot kakinya

perintahkan pasien untuk merasakan relaksasi kedua kaki pasien

dan menghirup aromaterapi lavender

7) Meminta pasien untuk memindahkan pikirannya pada kedua

tangan, kendorkan otot-otot kedua tangannya, meminta pasien

merasakan relaksasi kedua tangan pasien dan menghirup

aromaterapi lavender

8) Memindahkan fokus pikiran pasien pada bagian tubuhnya,

memerintahkan pasien untuk merilekskan otot-otot tubuh pasien

mulai dari otot pinggang sampai otot bahu, meminta pasien untuk

merasakan relaksasi otot-otot tubuh pasien dan menghirup

aromaterapi lavender

9) Meminta pasien untuk memfokuskan pikirannya pada masuknya

udara lewat jalan nafas

10) Bawa pikiran pasien menuju tempat yang menyenangkan

11) Meminta pasien untuk senyum agar otot-otot muka menjadi rileks

d. Tahap terminasi

1) Melakukan evaluasi tindakan

2) Membaca tahmid dan berpamitan dengan klien


3) Membereskan alat-alat

4) Hand hygiene

5) Mencatat kegiatan dalam lembar catatan keperawatan

F. KESIMPULAN

Pada jurnal utama yang berjudul “Pengaruh teknik relaksasi nafas dalam dan

Aromaterapi lavender untuk penurunan tingkat kecemasan pasien pre operasi

apendiksitis” membahas pengaruh relaksasi nafas dalam menggunakan

aromaterapi lavender terhadap penurunan kecemasan dan juga skala nyeri pada

pasien apendisitis. Akan tetapi, meskipun telah membahas dengan luas pengaruh

penggunaan aromaterapi dalam penurunan kecemasan dan skala nyeri, jurnal

utama tersebut tidak mencatumkan Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk

pemberian terapi relaksasi aromaterapi. Hal ini menjadi dasar kami untuk mencari

jurnal, tesi atau karya ilmiah lainnya yang mencantumkan SOP pemberian terapi

relaksasi menggunkan aromaterapi. kelebihan di jurnal utama adalah

mencantumkan referensi tiap paragraf dan juga jurnal tersebut bisa menjadi bahan

diskusi bagi kita sebagai perawat bahwa aromaterapi lavender bisa menangani

tingkat kecemasan dan skala nyeri pasien apendiksitis. sebagai kesimpulan

Perawat hari ini hendaknya inovatif dengan meningkatkan kapasitas dirinya

dengan berinovasi pada terapi modalitas dan tidak terpaku pada tindakan advis

medis saja.
Referensi

Nurdin Ria Oktasari ,dkk.(2018). Pengaruh teknik relaksasi nafas dalam dan

Aromaterapi lavender untuk penurunan tingkat kecemasan pasien pre

operasi apendiksitis.Jurnal Media Kesehatan

Aqmarina siti.2017. Analisis penurunan skala nyeri terhadap klien apendisitis

dengan inovasi intervensi aromaterapi dan pijat kaki di ruang instalasi gawat

darurat rsud abdul wahab sjahranie samarinda.Karya ilmiah Akhir Ners

Azizah siti uswatun.2017.Penerapan distraksi relaksasi aromaterapi lavender

Untuk mengurangi nyeri akut pada pasien post Operasi AppendixDi rs pku

muhammadiyah Gombong