Anda di halaman 1dari 1

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil

Praktikum kali ini melakukan pengujian kandungan hidrogen peroksida (H2O2) pada
bebrapa sampel makanan. Makanan yang dijadikan sampel berasal dari sumber daya perairan.
Sampel yang digunakan pada praktikum kali ini adalah teri nasi, rebon, ikan japuh, dan ikan sepat.
Pengujian kali ini menggunakan metode titrasi iodometri. Hasil pengujian kandungan hidrogen
peroksida (H2O2) dapat dilihat pada Tabel 1
Tabel 1 Hasil pengujian kandungan H2O2 pada makanan.
Kelompok Sampel Jumlah Sampel (gram) Volume Na2S2O3 (mL) FP Kadar H2O2 (%)
5 dan 6 Teri nasi 5 2,4 1 0,082
7 dan 8 Rebon 5 4 1 0,136
13 dan 14 Ikan Japuh 5 1,9 1 0,065
15 dan 16 Ikan Sepat 5 3 1 0,102
Hasil pengujian menunjukkan kadar H2O2 yang berbeda-beda pada tiap sampel. Jumlah
volume Na2S2O3 yang digunakan dalam proses titrasi menentukan kadar H2O2 pada masing-masing
sampel. Penggunaan Na2S2O3 yang semakin banyak akan menyebabkan kadar H2O2 pada masing-
masing sampel semakin tinggi. Sampel rebon memiliki kadar H2O2 tertinggi, yaitu sebesar 0,136%
dan yang terendah adalah ikan japuh, yaitu sebesar 0,065%.

Pembahasan Poin 6

Sampel rebon yang diuji pada praktikum kali ini memiliki kandungan hidrogen peroksida
sebesar 0,136%. Penelitian yang dilakukan oleh Pongsetkul et al. (2015) menyatakan kadar
hidrogen peroksida yang terdapat pada beberapa terasi udang produksi Thailand berkisar antara
30,12x10-6/g sampai dengan 38,61x10-6/g. Perbedaan kadar hidrogen peroksida ini disebabkan
oleh perbedaan jenis sampel dan cara pengolahaan. Ernawati (2013) mengatakan semakin banyak
jumlah hidrogen peroksida yang digunakan pada suatu makanan, maka akan menurunkan nilai
kadar air, TVB, dan TVC sehingga makanan tersebut dapat bertahan lama. Tetapi penggunaan
hidrogen peroksida yang terlalu banyak juga tidak baik karena dapat menurunkan kualitas suatu
makanan.

Daftar Pustaka
Ernawati. 2013. Studi perendaman dalam hidrogen peroksida (H2O2) pada konsentrasi yang
berbeda dan lama penyimpanan terhadap mutu teripang (Holothuria scabra) kering. Jurnal
Teknologi Pangan. 5(1): 27-40.
Pongsetkul J, Benjakul S, Sampavapol P, Osako K, Faithong N. 2015. Chemical compositions,
sensory, and antioxidative properties of salted shrimp paste (Ka-pi) in Thailand.
International Food Research Journal. 22(4): 1454-1465.