Anda di halaman 1dari 9

MATA KULIAH METODIK KHUSUS

JOURNAL PRESENTATION

Metode Journal Presentation (Presentasi Jurnal)

1.1 Definisi Jurnal Presentation


Jurnal Presentation merupakan salah satu bentuk kegiatan belajar yang
menggunakan journal / artikel penelitian sebagai sumber belajar dan
bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perkembangan ilmu
pengetahuan terkini (Modul Praktikum Metodik Khusus, 2016 hlm 9).
Mahasiswa diharapkan dapat memahami, menganalisis, menjelaskan dan
menyimpulkan isi dari jurnal yang mereka baca serta mempresentasikannya
dalam suatu forum belajar.
1.2 Tujuan Jurnal Presentation
a. Menginformasikan: presentasi berisi informasi yang akan disampaikan
kepada orang lain. Presentasi semacam ini sebaiknya menyampaikan
informasi secara detail dan jelas (clear) sehingga orang dapat menerima
informasi dengan baik dan tidak salah presepsi terhadap informasi yang
diberikan tersebut.
b. Meyakinkan: presentasi berisi informasi, data, dan bukti-bukti yang
disusun secara logis sehingga menyakinkan orang atas suatu topik
tertentu. Kondradiksi dan ketidakjelasan informasi dan penyusunan
yang tidak logis akan mengurangi keyakinan orang atas presentasi yang
diberikan.
c. Membujuk: presentasi yang berisi informasi, data, dan bukti-bukti yang
disusun secara logis agar orang mau melakukan suatu aksi/tindakan.
Presentasi dapat berisi bujukan, atau rayuan yang disertai dengan bukti-
bukti sehingga orang merasa tidak ragu dan yakin untuk melakukan
suatu tindakan.
d. Menginspirasi: presentasi yang berusaha untuk membangkitkan
inspirasi orang.
e. Menghibur: presentasi yang berusahan untuk memberi kesenangan pada
orang melalui informasi yang diberikan.
1.3 Manfaat Jurnal Presentation
Manfaat media berbasis presentasi adalah sebagai berikut :
1. Memperjelas pesan agar tidak terlalu verbalistis.
2. Mengatasi keterbatasan ruang,waktu tenaga dan daya indra.
3. Menimbulkan gairah belajar,interaksi lebih langsung antara murid
dengan sumber belajar.
4. Memungkinkan anak belajar mandiri sesuai dengan bakat dan
kemampuan visual, auditori dan kinestetiknya.
5. Memberikan rangsangan yang sama,mempersamakan pengalaman dan
menimbulkan persepsi yang sama.
6. Proses pembelajaran mengandung lima komponen, guru (komunikator),
bahan pembelajaran, media pembelajaran, siswa (komunikan), dan
tujuan pengajaran.
1.4 Kelebihan Jurnal Presentation
Kelebihan metode Jurnal Presentation adalah :
1. Dapat menyajikan teks, gambar, foto, animasi, audio dan video
sehingga lebih menarik;
2. Dapat menjangkau kelompok banyak;
3. Tempo dan cara penyajiannya bisa disesuaikan;
4. Penyajiannya masih bisa bertatap muka;
5. Dapat digunakan secara berulang-ulang.
6. Bahan materi-materinya mudah didapat dan pembuatannya tidak terlalu
rumit sehingga tidak terlalu banyak mengeluarkan biaya pembuatannya.
1.5 Kekurangan Jurnal Presentation
Kekurangan metode Jurnal Presentation adalah :
1. Ketergantungan arus listrik sangan tinggi;
2. Media pendukungnya (komputer dan LCD) cukup mahal;
3. Penggunaan media ini sangat tergantung pada penyaji materi (penyaji
harus menguasai betul materinya);
4. Masih sangat terbatas guru yang mampu membuat media presentasi.
5. Disajikan hanya dalam bentuk teks dan kebanyakan hanya berbentuk
animasi-animasi gambar saja.
1.6 Langkah – Langkah Jurnal Presentation.
Langkah-langkah dalam presentasi jurnal antara lain:
1. Menyusun scenario klinik berdasarkan permasalahan yang telah
teridentifikasi dalam asuhan yang sedang disusun
2. Melakukan analisis PIO/PICO
3. Penelusuran jurnal
4. Melakukan telaah jurnal
5. Presentasi hasil telaah jurnal
1.7 Proses Jurnal Presentation
Proses dalam jurnal presentation dalam Modul Metodik Khusus tahun 2016
adalah sebagai berikut :
1. Mahasiswa mencari minimal 3 judul artikel jurnal penelitiann terkini
(terbitan 5 tahun terakhir) baik yang dipublikasi secara online maupun
edisi cetak yang relevan dengan kompetensi kebidanan, kemudian
diajukan ke dosen / pembimbing klinik.
2. Dosen / pembimbing klinikk akan memilih 1 judul artikel jurnal yang
relevan dengan kompetensi kebidanan dan belum pernah
dipresentasikan sebelumnya dalam 1 kelompok rotasi / kepaniteraan
klinik.
3. Mahasiswa mempresentasikan artikel jurnal yang telah dipilih oleh
dosen pembimbing klinik dalam bentuk slide power point dan dinilai
oleh dosen / pembimbing klinik dengan formulir penilaian jurnal
reading.
4. Dosen / pembimbing klinik menyerahkan formulir penilaian kepada
koordinator pendidikan klinik di RS pendidikan setempat.

Menyajikan presentasi dalam seminar penelitian maupun presentasi


jurnal biasanya tidak lebih dari 20 menit. Itu pun sudah termasuk dengan
Tanya jawab 5 menit. Jadi jumlah waktu yang digunakan untuk presentasi
hanya 15. Oleh karena itu ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar
apa yang disampaikan dapat dipahami dengan baik oleh pendengar. Berikut
beberapa hal yang perlu diperhatikan:
1. Perhatikan ruang seminar dan peralatan yang akan digunakan. Posisi
berdiri penyaji seyogyanya tidak menutupi slide dan tidak menghalangi
pendengar.
2. Tidak hanya membaca slide. Usahakan untuk berkomunikasi dengan
menghadap pendengar (keep eye contact).
3. Membuat presentasi tidak sama dengan menulis makalah penelitian.
Waktu yang dapat digunakan hanya 15 menit. Sebagai estimasi, waktu
yang diperlukan untuk menjelaskan 1 buah slide adalah 1 menit. Dengan
demikian jumlah slide hanya berkisar 15-20 slide saja. Oleh karena itu
jangan menulis terlalu detail seperti pada makalah. Bagian penting yang
harus disampaikan antara lain: latar belakang penelitian, tujuan
penelitian, metodologi penelitian, hasil penelitian dan kesimpulan. Tidak
perlu menjelaskan setiap istilah/teknik yang digunakan dalam tinjauan
pustakan seperti dalam tulisan makalah. Penjelasan teknik bisa dilakukan
pada saat menjelaskan metodologi.
4. Buatlah ilustrasi gambar yang menarik untuk menjelaskan latar belakang
dan tahapan metodologi. Hal ini sangat penting karena penjelasan dengan
menggunakan ilustrasi gambar memudahkan penyaji dalam menjelaskan
dan membuat pendengat mudah memahami.
5. Jangan terlalu banyak menuliskan rumus matematika pada slide. Sangat
sulit untuk menjelaskan secara detail formula matematika dalam waktu
15 menit. Oleh karena itu cukup menuliskan formula matematika yang
merupakan ide utama penelitian yang digunakan. Gunakan ilustasi
gambar sehingga memudahkan pendengar memahami ide penelitian.
6. Berikan penjelasan hasil penelitian sebaik mungkin dan jangan tergesa-
gesa, karena bagian ini merupakan bagian penting. Jika ada, sampaikan
konstribusi penelitian yang dilakukan.
7. Persiapan presentasi yang baik mampu membuat penyaji lebih percaya
diri dalam menyampaikan presentasi.
Metode khusus Meet the Expert
1.1 Pengertian Meet the Expert
Meet the Expert yaitu pertemuan dengan ahli untuk masing-masing
kompetensi, dengan tujuan mempersiapkan untuk di lapangan kerja. Expert
atau yang dalam bahasa Indonesia berarti pakar atau ahli ialah seseorang
yang banyak dianggap sebagai sumber tepercaya atas teknik maupun
keahlian tertentu yang bakatnya untuk menilai dan memutuskan sesuatu
dengan benar, baik, maupun adal sesuai dengan aturan dan status oleh
sesamanya ataupun khayalak dalam bidang khusus tertentu.
• Meet the expert (kuliah kepakaran) yaitu bertemu dengan ahli untuk
masing-masing kompetensi, dengan tujuan mempersiapkan untuk di
lapangan kerja.
• Metode pembelajaran dilakukan dengan mengintegrasikan pembelajaran
teori, praktikum dan clinical.
• Pembelajaran teori didesain dengan mengunakan pendekatan Student
Center Learning, dan diakhiri dengan Meet the Expert (Kuliah
Kepakaran).
1.2 Peran Meet the Expert
Seorang pakar ialah seseorang yang memiliki pengetahuan ataupun
kemampuan luas dalam bidang studi tertentu. Melalui pelatihan, pendidikan,
profesi,publikasi, maupun pengalaman, seoran pakar dipercaya memiliki
pengetahuan khusus dalam bidangnya di atas rata-rata orang, di mana orang
lain bisa secara resmi (dan sah) mengandalkan pendapat pribadi.
Seorang pakar juga memiliki peran sebagai :
1. Memperbaiki moral melalui proses pelatihan
2. Dapat memotivasi setiap orang untuk mempelajari ketrampilan atau
pengetahuan baru
3. Meningkatkan kestabilan dan keluwesan organisasi
4. Meningkatkan produktivitas
1.3 Peran pembimbing
Sebelum kegiatan kuliah pakar :
• Menyampaikan jadwal kuliah pakar
• Menjelaskan garis besar materi yang akan disampaikan
• Memberitahu ahli pakar yang akan menjadi narasumber
• Membagikan softcopy materi agar diperbanyak oleh peserta sendiri dan
meminta para peserta untuk membaca teori terlebih dahulu
Saat pelaksanaan kegiatan kuliah pakar :
• Mengingatkan mahasiswa kembali mengenai teori yang sudah diberikan
• Mengikuti jalannya kuliah pakar
Setelah kegiatan kuliah pakar :
• Mengingatkan kepada mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu baru
yang sudah didapat ketika melakukan pelayanan kepada pasien
• Menganjurkan mahasiswa untuk tetap meng -update ilmu baru

1.4 Kelemahan Meet the expert


• Terlalu banyaknya peserta menimbulkan sulit untuk berkonsentrasi
• Keterbatasan waktu membuat peserta sulit menyampaikan pendapat
yang ingin disampaikan
• Suasana kadang tidak kondusif karena sebagian peserta membuat
keramaian sendiri
• Terkadang dari sisi pemateri kurang bisa menguasai audience
• Pelatihan dan pengembangan dianggap sebagai obat untuk semua
penyakit organisasional
• Partisipan tidak cukup termotivasi untuk memusatkan perhatian dan
komitmen
• Sebuah teknik dianggap dapat diterapkan disemua kelompok, dalam
semua situasi, dengan keberhasilan yang sama
• Ketidakadaan atau kurangnya dukungan manajemen
• Sedikit atau tidak ada persiapan untuk tindak lanjut

1.5 Keuntungan Meet the expert


• Memungkinkan orang awam bisa mengerjakan pekerjaan para ahli.
• Menambah ilmu pengetahuan baru
• Menyimpan pengetahuan dan keahlian para pakar.
• Mampu mengambil dan mengimplementasikan keahlian para pakar
• Mampu memperbarui ilmu pengetahuan sesuai bidangnya
• Meningkatkan kualitas dan produktivitas bagi mahasiswa
• Dapat mendengarkan berbagai cerita dan pengalaman berharga yang
secara nyata pernah dialami para narasumber
• Dapat terlebih dahulu mengerti gambaran jelas mengenai dunia kerja
yang sesungguhnya sehingga siap untuk terjun menjadi tenaga yang
profesional

1.6 Hambatan dalam pelaksanaan Meet the expert


• Keterbatasan waktu
• Sulitnya mengkondisikan peserta yang terlalu banyak
• Koordinasi rumit karena melibatkan banyak orang
• Keterbatasan biaya untuk mengundang para ahli sesuai bidangnya

1.7 Proses pelaksanaan metode Meet the expert


Persiapan
• Tentukan tujuan dari setiap sesi pembelajaran.
• Baca teori sebelum pelaksanaan (untuk peserta)
• Mengundang para ahli pakar sesuai bidangnya
Pelaksanaan
• Peserta melakukan registrasi
• Setelah peserta sudah siap mengikuti kuliah pakar, pemateri mulai
memperkenalkan diri dan mulai mempresentasikan materi yang sudah
disepakati sesuai yang dijadwalkan
• Ahli pakar mulai mendemonstrasikan contoh keterampilan klinik (apabila
ada)
• Moderator membuka sesi tanya jawab untuk peserta
Penutupan

1.8 Contoh pelaksanaan metode meet the expert


Sebagai mahasiswa kebidanan, kita harus melakukan updating ilmu
dari seorang ahli, atau pakar dalam bidangnya. Hal ini sering kita sebut
dengan kuliah pakar. Misalnya kita akan mengupdate ilmu tentang
penanganan Pre Eklampsi, maka kita melaukan kuliah pakar dengan seorang
ahli, seperti dr.Obgyn yang sudah menguasai update ilmu tersebut. Ilmu
yang didapat setelah mengikuti metode pembelajaran ini dapat digunakan
pada saat berada di lahan prakek. Dengan mengetahui ilmu yang terupdate,
akan mengurangi resiko kesalahan tindakan dalam penanganan suatu kasus.
DAFTAR PUSTAKA

Hendiyeni, Yeni. 2009. “Menyajikan Presentasi Penelitian”.


https://yeniherdiyeni.wordpress.com/2009/12/21/menyajikan-presentasi-
penelitian/. Diakses pada 12 Maret 2018.

Nursalam. 2002. Manajemen Keperawatan : Aplikasi dalam Praktik Keperawatan


Profesional. Jakarta : Salemba Medika.

Rohmah, Nikmatur, dkk. 2014. Metode Belajar Dalam Model Pembelajaran


Klinik Keperawatan Terpadu. The Indonesian Journal Of Health Science
Vol. 4 No. 2 : 166 – 175.

Kristianti, Shinta. 2016. Modul Metodik Khusus. Kediri : Poltekkes Kemenkes


Malang.
Metode Belajar Dalam Model Pembelajaran Klinik Keperawatan Terpadu. The
Indonesian Journal Of Health ScienceVol. 4 No. 2 : 166 – 175.

Bastable, S.B (2002). Bidan sebagai pendidik: prinsip – prinsip pengajaran dan
pembelajaran, alih bahasa Gerda W. Jakarta: EGC
Dorothy & Marilyn. 2002. Pengajaran Klinis dalam Pendidikan Keperawatan
Edisi 2. Alih bahasa: Enie Novietasari, Editor: Palupi Widyastuti. Jakarta:
EGC
Relly, D.E & Obermann,M.H (2002). Pengajaran Klinis dalam pendidikan
keperawatan, alih bahasa Eni Noviestari. Jakarta: EGC