Anda di halaman 1dari 2

1.

Jelaskan mengapa dalam mengkaji studi kelayakan bisnis perlu memahami tentang marketing
environm.
Jawab :
Marketing environment (lingkungan pemasaran) suatu perusahaan terdiri dari para pelaku dan
kekuatan-kekuatan di luar pemasaran yang mempengaruhi kemampuan manajemen pemasaran
untuk mengembangkan dan memelihara hubungan yang sukses dengan pelanggan sasarannya.
Bagi seorang pebisnis memahami lingkungan pemasaran sangat penting, termasuk pembagian
lingkungan pemasaran beserta aktivitas ruang lingkupnya. Secara umum lingkungan
pemasaran ada dua, yaitu lingkungan mikro dan lingkungan makro. Kedua lingkungan ini
bersifat saling mempengaruhi satu sama lain. Efek pemahaman dari kedua bentuk lingkungan
tersebut tergambarkan dalam pengambilan keputusan yang berdasarkan pada analisis dan
asumsi kedua sisi lingkungan.
Jadi, dalam studi kelayakan bisnis perlu memahami tentang marketing environment agar
pebisnis/perusahaan mampu memahami pola perilaku dari komunitas masyarakat setempat
secara baik sehingga keputusan yang dibuat memiliki nilai representatif tinggi untuk
diterapkan.

2. Jelaskan peranan dan fungsi dari marketing mix. Berikan jawaban disertai dengan contohnya.
Jawab :
Marketing Mix berperan penting dalam memasarkan produk ke pasaran. Di dalam marketing
mix terdiri dari :
 Product yang merupakan barang dan jasa
 Place merupakan tempat atau lokasi penjualan produk tersebut
 Price merupakan harga yang ditetapkan pada produk tersebut yang dilihat dan dihitung
berdasarkan pembelian bahan baku, biaya distribusi atau angkutan, biaya gaji, dan lain-lain
hingga akhirnya diputuskan harga yang layak dipasaran.
 Promosi menyangkut bagaimana mengenalkan produk kepada konsumen, agar konsumen
mengetahui, mencoba dan menjadi loyal.

3. Jelaskan tujuan dilakukannya analisis segmentasi. Berikan jawaban disertai contohnya.


Jawab :
Segmentasi adalah pembagian. Para pebisnis biasa melakukan segmentasi agar memudahkan
dalam memahami kondisi pasar.
Tujuan dilakukannya analisis segmentasi adalah untuk dijadikan dasar dalam menerapkan
positioning pada keputusan. Sehingga keputusan yang diambil memiliki nilai kekuatan yang
jauh lebih kuat dengan kata lain memiliki nilai kompetitif atau daya saing
Contohnya : Membuka warung nasi “Warteg” di terminal bus angkutan antar kota. Ini dianggap
tepat karena para penumpang dan supir pasti menyukai makan nasi Warteg tersebut. Dalam
istilah bisnis disebutkan bahwa keputusan hari ini mempengaruhi dampaknya pada masa yang
akan dating, artinya kita mengharapkan penjualan yang tinggi dari keputusan yang dibuat pada
saat ini.