Anda di halaman 1dari 3

Definisi

Penyakit Demam Berdarah Dengue adalah penyakit infeksi virus akut yang
disebabkan oleh virus dengue, yang masuk ke peredaran darah manusia melalui
gigitan nyamuk dari genus Aedes.
Menurut World Health Organization (WHO), demam berdarah dengue (DBD)
merupakan penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes yang terinfeksi
salah satu dari empat tipe virus dengue dengan manifestasi klinis demam, nyeri otot
dan/atau nyeri sendi yang disertai leukopenia,ruam, limfadenopati,trombositopenia
dan diathesis hemoragik. Pada demam berdarah dengue terjadi perembesan plasma
yang ditandai dengan hemokonsentrasi (peningkatan hematokrit) atau penumpukan
cairan di rongga tubuh.

Epidemiologi
Istilah hemorrhagic fever di Asia Tenggara pertama kali digunakan di Filipina pada
tahun 1953. Di Indonesia DBD pertama kali dicurigai di Surabaya pada tahun 1968,
tetapi konfirmasi virologis baru diperoleh pada tahun 1970 dan pada tahun 1993
DBD telah menyebar ke seluruh provinsi di Indonesia (IDAI, 2012). Dalam 50 tahun
terakhir, tercatat insidens kasus demam berdarah dengue telah meningkat 30 kali
seiring dengan perkembangan dan pertambahan penduduk dari kota ke desa dalam
dekade terakhir ini. Di seluruh dunia, diperkirakan sedikitnya terdapat 50 juta dari 2,5
milyar penduduk yang tinggal di daerah endemik terinfeksi virus dengue setiap
tahunnya (WHO, 2009). Infeksi dengue ini endemis pada banyak negara Asia
Tenggara, Pasifik Barat, Amerika dan hiperendemis di Thailand (WHO, 1997;Bajaj et
al., 2011).Anak golongan usia 10 –15 merupakan golongan umur tersering
menderita DBD dibandingkan dengan bayi dan orang dewasa, dan sekitar 50%
penderita DBD merupakan golongan umur tersebut. Anak perempuan lebih beresiko
menderita DBD dibandingkan anak laki -laki (Dhooria et al., 2008;IDAI, 2012) namun
dalam penelitian di Indonesia didapati laki – laki lebih tinggi terkena DBD
dibandingkan perempuan (Karyanti & Hadinegoro, 2009) dengan perbandingan 1,4:1
dikarenakan nyamuk Aedes aegypti yang aktif menggigit pada siang hari dengan
dua puncak aktivitas yaitu pada pukul 08.00 – 12.00 dan 15.00 – 17.00, pada jam
tersebut anak-anak biasanya bermain di luar rumah. Beberapa faktor yang
mempengaruhi beratnya penyakit, seperti faktor host, serotipe virus atau genotype,
sekuens infeksi virus, perbedaan antibodi crossreactive dengue, dan respons sel T.

Etiologi
Virus dengue termasuk group B anthropod-borne virus (arboviruses) dan sekarang
dikenal sebagai genus flavivirus, famili Flaviviridae, yang mempunyai 4 jenis serotipe
yaitu DEN-1, DEN-2, DEN-3, dan DEN-4. Serotipe utama selama beberapa tahun
terakhir adalah DEN-2 dan DEN-3. Infeksi dari satu serotipe memberikan imunitas
seumur hidup terhadap serotipe tertentu tapi hanya beberapa bulan imunitas
terhadap serotipe lain. Seseorang yang tinggal di daerah endemis dengue dapat
terinfeksi dengan 3 atau bahkan 4 serotipe selama
hidupnya. Keempat jenis serotipe virus dengue dapat ditemukan diberbagai daerah
di Indonesia. Di Indonesia, pengamatan virus dengue yang dilakukan sejak tahun
1975 di beberapa rumah sakit menunjukkan bahwa keempat serotipe ditemukan dan
bersirkulasi sepanjang tahun. Serotipe DEN-3 merupakan serotipe yang dominan
dan banyak berhubungan dengan kasus berat (IDAI, 2012).

Klasifikasi drajat penyakit dengue menurut (WHO, 1997)


Drajat 1 : Demam disertai gejala tidak khas dan satu satunya
manifestasi perdarahan adalah uji tourniquet positif
Drajat 2 : Derajat 1 disertai perdarahan spontan dikulit dan atau
perdarahan ditempat lain.
Drajat 3 : Ditemukan tanda kegagalan sirkulasi, yaitu nadi cepat dan
lemah, tekanan nadi menurun (≤ 20 mmHg), atau disertai
kulit dingin, lembab dan pasien menjadi gelisah.
Drajat 4 : Syok berat, nadi tidak teraba dan tekanan darah tidak
dapat diukur.
Daftar pustaka

Karyanti MR, Hadinegoro SR. Perubahan Epidemiologi Demam Berdarah Dengue Di


Indonesia. Sari Pediatri. 2009;10(6):424-432.

World Healt Organization. TechnicalGuides for diagnosa treatment, surveillance,


preventation and control of dengue hemorrahgic fever. Trchnical advisory comitte on
dengue hemmorahgic fever for the South-East Asian and Westetn Pacific Region:
1997.

World Healt Organization 2009. Dalam Buku Pelayanan Kesehatan Anak., Derajat
Dengue Hemorrahgic Fever. Hal 163-168