Anda di halaman 1dari 31

Laporan Kegiatan Keluarga Binaan

Puskesmas Tirtajaya
Kabupaten Karawang

Oleh :

Livia Kurniawan – 10.2015.281

Kepaniteraan Ilmu Kedokteran Komunitas

Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Periode 23 Oktober 2017 s/d 7 Januari 2018


Laporan Kasus Hasil Kunjungan Rumah

Puskesmas : Tirtajaya
Tanggal kunjungan : 05 Desember 2017

I. Identitas Pasien
 Nama : Ny. A
 Umur : 65 tahun
 Jenis kelamin : Perempuan
 Pekerjaan : Tidak bekerja
 Pendidikan : SD
 Alamat : Desa Kutamakmur RT/RW 002/002, Kecamatan Telukjambe
Barat, Kabupaten Karawang

II. Riwayat Biologis Keluarga


 Keadaan kesehatan sekarang : Baik
 Kebersihan perorangan : Kurang baik
 Penyakit yang sering diderita : Diare
 Penyakit keturunan : Tidak ada
 Penyakit kronis/menular : Tidak ada
 Kecacatan anggota keluarga : Tidak ada
 Pola makan : Baik
 Pola istirahat : Baik
 Jumlah anggota keluarga : 4 orang

III. Psikologis Keluarga


 Kebiasaan buruk : Lupa mencuci tangan sebelum makan
 Pengambilan keputusan : Suami
 Ketergantungan obat : Tidak ada
 Tempat mencari pelayanan kesehatan : Bidan
 Pola rekreasi : Kurang
IV. Keadaan Rumah / Lingkungan
 Jenis bangunan : Rumah permanen
 Lantai rumah : Aspal
 Luas rumah : 6 m x 10 m = 60 m2
 Penerangan : Kurang
 Kebersihan : Kurang
 Ventilasi : Kurang
 Dapur : Ada
 Jamban keluarga : Ada
 Sumber air minum : Air tanah
 Sumber pencemaran : Ada
 Pemanfaatan pekarangan : Tidak ada
 Sistem pembuangan air limbah : Tidak ada
 Tempat pembuangan sampah : Tidak ada
 Sanitasi lingkungan : Kurang

V. Spiritual Keluarga
 Ketaatan beribadah : Baik
 Keyakinan tentang kesehatan : Cukup

VI. Keadaan Sosial Keluarga


 Tingkat pendidikan : Rendah
 Hubungan antar anggota keluarga : Baik
 Hubungan dengan orang lain : Baik
 Kegiatan organisasi sosial : Kurang
 Keadaan ekonomi : Kurang

VII. Kultural Keluarga


 Adat yang berpengaruh : Tidak ada
VIII. Daftar Anggota Keluarga

1 2

3 4

Hub
Pendi- Keadaan Keadaan K
No Nama dgn Umur Pekerjaan Agama Imunisasi Ket.
dikan kesehatan gizi B
KK
Tidak
1 Tn. D KK 69 th SD Pedagang Islam Cukup Cukup - -
lengkap
Ibu Rumah Tidak
2 Ny. A Istri 65 th SD Islam Cukup Kurang - -
Tangga lengkap
Tidak
3 Sdr. A Anak 37 th SMP Pedagang Islam Cukup Cukup - -
lengkap
Tidak
4 Sdr. F Anak 34 th SMP Pedagang Islam Cukup Cukup - -
lengkap

IX. Keluhan Utama


Buang air besar cair lebih dari 5x sejak pagi tadi.

X. Keluhan Tambahan
Perut terasa sakit dan lemas.

XI. Riwayat Penyakit Sekarang


Os mengeluh buang air besar cair lebih dari 5 kali sejak pagi ini. BAB lebih cair
dari biasanya namun masih ada ampas, berwarna cokelat. BAB sedikit ampas, tidak ada
darah, tidah ada lendir, tidak berbau amis. Os juga mengatakan bahwa perutnya terasa
sakit dan lemas sehingga sulit untuk melakukan pekerjaan sehari-hari. Os menyangkal
keluhannya disertai dengan demam, muntah atau keluhan yang lain. Os masih dapat
makan dan minum. Os belum minum obat. Os mengaku kadang lupa mencuci tangan
sebelum makan. BAK tidak ada keluhan.
Riwayat minum obat rutin tidak ada. Riwayat alergi makanan dan obat disangkal
pasien. Di rumah, tidak ada anggota keluarga lain yang mengalami hal seperti ini.
XII. Riwayat Penyakit Dahulu
Tidak ada

XIII. Pemeriksaan Fisik


 Keadaan umum : Sakit sedang
 Kesadaran : Compos Mentis
 Tekanan darah : 130/80 mmHg
 Frekuensi napas : 22×/menit
 Nadi : 92×/menit, teratur, kuat angkat
 Suhu : 36,7ºC
 Kulit : Kulit warna sawo matang, ikterus (-), sianosis (-)
 Kepala : Bentuk normal, tidak teraba benjolan, rambut berwarna
putih terdistribusi merata, tidak mudah dicabut.
 Mata : OD dan OS bentuk normal, konjungtiva tidak anemis,
sklera tidak ikterik, palpebra superior et inferior tidak
edema, pupil bulat dengan diameter kurang lebih 3 mm,
reflek cahaya (+), arkus senilis (+), lensa tampak jernih,
mata cekung (-)
 Telinga : Bentuk normal, liang telinga lapang, tidak ada sekret,
terdapat serumen lunak, jumlah sedikit
 Hidung : Bentuk normal, tidak ada deviasi septum nasi
 Mulut : Bentuk normal, perioral tidak sianosis, bibir lembab, lidah
tidak kotor, arkus faring simetris, letak uvula di tengah,
faring tidak hiperemis, tonsil T1-T1 tenang, mukosa mulut
tidak ada kelainan.
 Leher : Tidak teraba pembesaran kelenjar getah bening.
 Thorax : Paru-paru : suara napas vesikuler, rhonki (-/-), wheezing (-/-
); Jantung : bunyi jantung I dan II reguler, gallop (-),
murmur (-)
 Abdomen : Tampak datar, teraba supel, bising usus meningkat (+),
NTE (+)
 Ekstremitas : Superior : Bentuk normal, edema (-); inferior : bentuk
normal, edema (-)
XIV. Diagnosis Penyakit
Gastroenteritis akut.

XV. Diagnosis Keluarga


Tidak ada.

XVI. Anjuran Penatalaksanaan Penyakit


a. Promotif
Memberikan penyuluhan kepada pasien dan keluarga pasien mengenai penyakit
diare dan PHBS. Selain itu, juga memberikan penyuluhan tentang sistem
pembuangan air limbah yang baik dan sehat, memberikan informasi tentang bahaya
yang dapat disebabkan SPAL tidak sehat, serta penyakit yang dapat disebabkan dari
air yang tidak dibuang melalui pembuangan air limbah.
b. Preventif
Menjalankan gaya hidup yang sehat dengan mengkonsumsi makanan 4 sehat 5
sempurna, mengolah makanan dan minuman secara bersih, mencuci tangan dengan
sabun dan air mengalir sebelum makan, setelah buang air besar, dan sebelum
menyiapkan makanan. Selain itu, meyakinkan keluarga untuk membangun SPAL
yang memenuhi syarat agar keluarga terhindar dari penyakit-penyait yang dapat
disebabkan oleh lingkungan yang kurang bersih seperti diare, disentri dan lain
sebagainya.
c. Kuratif
terapi medikamentosa : Oralit 1 x 1 sachet setiap kali diare dilarutkan dalam 250 cc
air putih hangat, Attapulgit 1 x 2 tablet setiap kali diare hingga maksimal 6 x 2
tablet.
d. Rehabilitatif
Makanan yang bergizi dan bersih, minum air secukupnya.

XVII. Prognosis
 Penyakit : dubia ad bonam
 Keluarga : dubia ad bonam
 Masyarakat : dubia ad bonam
XVIII. Resume
Seorang wanita, bernama Ny. A, berumur 65 tahun datang dengan keluhan BAB
cair sebanyak lebih dari 5 kali sejak pagi hari ini. BAB lebih cair dari biasanya,
masih ada ampas. Perut terasa sakit dan badan terasa lemas. Tidak ada demam,
muntah dan keluhan lain.
Riwayat penyakit dahulu : tidak ada
Pemeriksaan fisik : bising usus meningkat, nyeri tekan (+) di epigastrium
Diagnosis : gastroenteritis akut.
Laporan Kasus Hasil Kunjungan Rumah

Puskesmas : Tirtajaya
Tanggal kunjungan : 05 Desember 2017

I. Identitas Pasien
 Nama : Ny. S
 Umur : 46 tahun
 Jenis kelamin : Perempuan
 Pekerjaan : Ibu rumah tangga
 Pendidikan : SD
 Alamat : Desa Kutamakmur RT/RW 002/002, Kecamatan Telukjambe
Barat, Kabupaten Karawang

II. Riwayat Biologis Keluarga


 Keadaan kesehatan sekarang : Baik
 Kebersihan perorangan : Cukup
 Penyakit yang sering diderita : Hipertensi
 Penyakit keturunan : Tidak ada
 Penyakit kronis/menular : Tidak ada
 Kecacatan anggota keluarga : Tidak ada
 Pola makan : Sedang
 Pola istirahat : Tidak sulit tidur
 Jumlah anggota keluarga : 3 orang

III. Psikologis Keluarga


 Kebiasaan buruk : Tidak ada
 Pengambilan keputusan : Suami
 Ketergantungan obat : Tidak ada
 Tempat mencari pelayanan kesehatan : Puskesmas
 Pola rekreasi : Kurang
IV. Keadaan Rumah / Lingkungan
 Jenis bangunan : Rumah permanen
 Lantai rumah : Keramik
 Luas rumah : 8 m x 5 m = 40 m2
 Penerangan : Cukup
 Kebersihan : Cukup
 Ventilasi : Cukup
 Dapur : Ada
 Jamban keluarga : Ada
 Sumber air minum : Air tanah
 Sumber pencemaran : Ada
 Pemanfaatan pekarangan : Tidak ada
 Sistem pembuangan air limbah : Tidak ada
 Tempat pembuangan sampah : Tidak ada
 Sanitasi lingkungan : Kurang

V. Spiritual Keluarga
 Ketaatan beribadah : Baik
 Keyakinan tentang kesehatan : Cukup

VI. Keadaan Sosial Keluarga


 Tingkat pendidikan : Rendah
 Hubungan antar aggota keluarga : Baik
 Hubungan dengan orang lain : Baik
 Kegiatan organisasi sosial : Kurang
 Keadaan ekonomi : Kurang

VII. Kultural Keluarga


 Adat yang berpengaruh : Sunda
 Lain – lain : Tidak ada
VIII. Daftar Anggota Keluarga

1 2

Hub
Pendi- Keadaan Keadaan K
No Nama dgn Umur Pekerjaan Agama Imunisasi Ket.
dikan kesehatan gizi B
KK
Tidak
1 Tn. B KK 50 th SD Pedagang Islam Cukup Cukup - -
lengkap
Ibu Rumah Tidak
2 Ny. S Istri 46 th SD Islam Cukup Cukup - -
Tangga lengkap
Karyawan Tidak
3 Sdr.B Anak 28 th SMA Islam Cukup Cukup - -
Swasta lengkap

IX. Keluhan Utama


Nyeri kepala hilang timbul sejak seminggu lalu.

X. Keluhan Tambahan
Leher dan badan terasa pegal.

XI. Riwayat Penyakit Sekarang


Pasien mengatakan nyeri kepala hilang timbul sejak seminggu lalu sebelum
dilakukannya kunjungan rumah. Keluhan nyeri kepala hilang timbul tersebut dirasakan
di kepala bagian belakang. Pasien juga mengatakan leher dan badan sering terasa pegal.
Pasien mengatakan sebelumnya sudah pernah memeriksakan kondisi
kesehatannya di puskesmas Wanakerta dan oleh dokter yang memeriksanya, pasien
didiagnosis menderita penyakit darah tinggi. Pasien rutin mengkonsumsi obat darah
tinggi untuk menjaga kesehatannya.
XII. Riwayat Penyakit Dahulu
Pasien menyangkal adanya riwayat kencing manis maupun riwayat alergi. Pasien
memiliki riwayat hipertensi sejak 5 tahun lalu.

XIII. Pemeriksaan Fisik


 Keadaan umum : Sakit ringan
 Kesadaran : Compos Mentis
 Tekanan darah : 140/90 mmHg
 Frekuensi napas : 18×/menit
 Nadi : 82×/menit, teratur, kuat angkat
 Suhu : 36,7ºC
 Kulit : Kulit warna sawo matang, ikterus (-), sianosis (-)
 Kepala : Bentuk normal, tidak teraba benjolan, rambut berwarna
hitam terdistribusi merata, tidak mudah dicabut.
 Mata : OD dan OS bentuk normal, konjungtiva tidak anemis,
sklera tidak ikterik, palpebra superior et inferior tidak
edema, pupil bulat dengan diameter kurang lebih 3 mm,
reflek cahaya (+), lensa tampak jernih, mata cekung (-)
 Telinga : Bentuk normal, liang telinga lapang, tidak ada sekret,
terdapat serumen lunak, jumlah sedikit
 Hidung : Bentuk normal, tidak ada deviasi septum nasi
 Mulut : Bentuk normal, perioral tidak sianosis, bibir lembab, lidah
tidak kotor, arkus faring simetris, letak uvula di tengah,
faring tidak hiperemis, tonsil T1-T1 tenang, mukosa mulut
tidak ada kelainan.
 Leher : Tidak teraba pembesaran kelenjar getah bening.
 Thorax : Paru-paru : suara napas vesikuler, rhonki (-/-), wheezing (-/-
); Jantung : bunyi jantung I dan II reguler, gallop (-),
murmur (-)
 Abdomen : Tampak datar, teraba supel, bising usus (+) normal, Nyeri
tekan epigastrium (-)
 Ekstremitas : Superior : Bentuk normal, edema (-); inferior : bentuk
normal, edema (-)
XIV. Diagnosis Penyakit
Hipertensi primer.

XV. Diagnosis Keluarga


Tidak ada.

XVI. Anjuran Penatalaksanaan Penyakit


a. Promotif
Memelihara, meningkatkan dan melindungi kesehatan diri serta kondisi lingkungan
sosial, dan juga diintervensi dengan kebijakan publik dengan meningkatkan
pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai perilaku hidup sehat dalam
pengendalian hipertensi. Pola hidup sehat yang dimaksud berupa diet seimbang
dengan mengurangi konsumsi lemak jenuh, garam dan memperbanyak makan sayur
dan buah-buahan, tidak merokok, serta perbanyak aktivitas. Selain itu dapat
membentuk forum komunikasi dalam melakukan promosi dengan dibentuk
kelompok-kelompok pembelajaran untuk memotivasi dan melakukan perubahan
pola hidup.
b. Preventif
Larangan merokok, peningkatan konsumsi gizi seimbang dan aktivitas fisik untuk
mencegah timbulnya risiko menjadi lebih buruk dan menghindari terjadi rekurensi.
c. Kuratif
Terapi medikamentosa : golongan ACE inhibitor, beta-blocker, ARB, calcium-
channel blocker. Contohnya dengan pemberian kaptopril 2 x 25 mg dimana dosis
disesuaikan dengan tekanan darah pasien oleh karena itu pengobatan hipertensi
membutuhkan follow up secara teratur sehingga pemberian obat tidak berlebihan
maupun kekurangan (kurang efektif).
d. Rehabilitatif
Melakukan kontrol teratur dan fisioterapi bila terjadi komplikasi serangan hipertensi.
Kecacatan akibat komplikasi dapat diturunkan dengan mengembangkan manajemen
rehabilitasi kasus kronis dengan melibatkan unsur organisasi profesi, pengelola
program dan pelaksana pelayanan di berbagai tingkatan.
XVII. Prognosis
 Penyakit : bonam
 Keluarga : bonam
 Masyarakat : bonam

XVIII. Resume
Seorang wanita, bernama Ny. S, berusia 46 tahun mengeluh nyeri kepala hilang
timbul di kepala bagian belakang sejak seminggu lalu sebelum dilakukannya
kunjungan rumah. Pasien juga mengatakan leher dan badan sering terasa pegal.
Riwayat penyakit dahulu : hipertensi
Pemeriksaan fisik : tekanan darah 140/90 mmHg
Diagnosis : hipertensi primer
Laporan Kasus Hasil Kunjungan Rumah

Puskesmas : Tirtajaya
Tanggal kunjungan : 05 Desember 2017

I. Identitas Pasien
 Nama : Tn. D
 Umur : 69 tahun
 Jenis kelamin : Laki-laki
 Pekerjaan : Tidak bekerja
 Pendidikan : Tidak bersekolah
 Alamat : Desa Mekarmulya RT/RW 002/002, Kecamatan Telukjambe
Barat, Kabupaten Karawang

II. Riwayat Biologis Keluarga


 Keadaan kesehatan sekarang : Baik
 Kebersihan perorangan : Kurang
 Penyakit yang sering diderita : Hipertensi
 Penyakit keturunan : Tidak ada
 Penyakit kronis/menular : Tidak ada
 Kecacatan anggota keluarga : Tidak ada
 Pola makan : Sedang
 Pola istirahat : Tidak sulit tidur
 Jumlah anggota keluarga : 4 orang

III. Psikologis Keluarga


 Kebiasaan buruk : Tidak ada
 Pengambilan keputusan : Sendiri
 Ketergantungan obat : Tidak ada
 Tempat mencari pelayanan kesehatan : Puskesmas
 Pola rekreasi : Kurang
IV. Keadaan Rumah / Lingkungan
 Jenis bangunan : Rumah permanen
 Lantai rumah : Keramik
 Luas rumah : 9 m x 6 m = 54 m2
 Penerangan : Kurang
 Kebersihan : Kurang
 Ventilasi : Kurang
 Dapur : Ada
 Jamban keluarga : Ada
 Sumber air minum : Air tanah
 Sumber pencemaran : Ada
 Pemanfaatan pekarangan : Tidak ada
 Sistem pembuangan air limbah : Tidak ada
 Tempat pembuangan sampah : Tidak ada
 Sanitasi lingkungan : Kurang

V. Spiritual Keluarga
 Ketaatan beribadah : Baik
 Keyakinan tentang kesehatan : Cukup

VI. Keadaan Sosial Keluarga


 Tingkat pendidikan : Rendah
 Hubungan antar aggota keluarga : Baik
 Hubungan dengan orang lain : Baik
 Kegiatan organisasi sosial : Kurang
 Keadaan ekonomi : Kurang

VII. Kultural Keluarga


 Adat yang berpengaruh : Sunda
 Lain – lain : Tidak ada
XIX. Daftar Anggota Keluarga

1 2

3 4

Hub
Pendi- Keadaan Keadaan K
No Nama dgn Umur Pekerjaan Agama Imunisasi Ket.
dikan kesehatan gizi B
KK
Tidak Tidak Tidak
1 Tn. D KK 69 th Islam Cukup Kurang - -
sekolah bekerja lengkap
Ibu Rumah Tidak
2 Ny. S Istri 63 th SD Islam Cukup Cukup - -
Tangga lengkap
Tidak
3 Sdr.K Anak 37 th SMP Buruh Islam Cukup Cukup - -
lengkap
Tidak
4 Sdr.H Anak 30 th SMP Buruh Islam Cukup Cukup - -
lengkap

VIII. Keluhan Utama


Batuk pilek sejak 5 hari lalu.

IX. Keluhan Tambahan


Tubuh terasa lemas.

X. Riwayat Penyakit Sekarang


Pasien mengatakan pilek sejak 5 hari yang lalu dengan lendir berwarna kehijauan
disertai batuk kering. Nafsu makan pasien agak menurun dan terkadang menggangu
saat tidur karena sesak. Riwayat batuk berkepanjangan atau lebih dari 3 minggu
disangkal. Demam, BAB dan BAK sulit disangkal pasien.
Pasien sebelumnya belum pernah berobat maupun minum obat warung untuk
batuk dan pileknya. Menurut pasien di keluarga tidak ada yang mengalami seperti
pasien. Pasien mengaku memiliki riwayat hipertensi dan rutin minum obat untuk darah
tinggi.
XI. Riwayat Penyakit Dahulu
Pasien memiliki riwayat hipertensi sejak kurang lebih 10 tahun yang lalu. Pasien
menyangkal adanya riwayat kencing manis maupun alergi.

XII. Pemeriksaan Fisik


 Keadaan umum : Sakit sedang
 Kesadaran : Compos Mentis
 Tekanan darah : 140/90 mmHg
 Frekuensi napas : 19×/menit
 Nadi : 78×/menit, teratur, kuat angkat
 Suhu : 36,4ºC
 Kulit : Kulit warna sawo matang, ikterus (-), sianosis (-)
 Kepala : Bentuk normal, tidak teraba benjolan, rambut berwarna
hitam terdistribusi merata disertai uban, tidak mudah
dicabut.
 Mata : OD dan OS bentuk normal, konjungtiva tidak anemis,
sklera tidak ikterik, palpebra superior et inferior tidak
edema, pupil bulat dengan diameter kurang lebih 3 mm,
reflek cahaya (+), lensa tampak jernih, arcus senilis (+),
mata cekung (-)
 Telinga : Bentuk normal, liang telinga lapang
 Hidung : Bentuk normal, tidak ada deviasi septum nasi
 Mulut : Bentuk normal, perioral tidak sianosis, bibir lembab, lidah
tidak kotor, arkus faring simetris, letak uvula di tengah,
faring hiperemis, tonsil T1-T1 tenang, mukosa mulut tidak
ada kelainan.
 Leher : Tidak teraba pembesaran kelenjar getah bening
 Thorax : Paru-paru : suara napas vesikuler, rhonki (+/+), wheezing (-
/-); Jantung : bunyi jantung I dan II reguler, gallop (-),
murmur (-)
 Abdomen : Tampak datar, teraba supel, bising usus (+) normal, nyeri
tekan epigastrium (-)
 Ekstremitas : Superior : Bentuk normal, edema (-); inferior : bentuk
normal, edema (-)

XIII. Diagnosis Penyakit


ISPA dan hipertensi.

XIV. Diagnosis Keluarga


Tidak ada.

XV. Anjuran Penatalaksanaan Penyakit


a. Promotif
Memberikan penyuluhan kepada pasien dan keluarga pasien mengenai penyakit
ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Atas).
b. Preventif
Menjalankan gaya hidup yang sehat dengan pola makan sehat dan menghindari
makanan berminyak atau goreng-gorengan dan minuman dingin serta masakan yang
rendah garam.
c. Kuratif
Terapi medikamentosa : CTM 3 x 4 mg, Amoxycillin 3 x 500 mg, Ambroksol 3 x 30
mg.
d. Rehabilitatif
Makan makanan bergizi seimbang dan perbanyak makan buah serta sayur.

XVI. Prognosis
 Penyakit : dubia ad bonam
 Keluarga : dubia ad bonam
 Masyarakat : dubia ad bonam
XVII. Resume
Seorang laki-laki, bernama Tn. D, berumur 69 tahun mengeluh pilek dan batuk sejak
5 hari yang lalu. Pasien juga merasa lemas.
Riwayat penyakit dahulu : hipertensi
Pemeriksaan fisik : faring hiperemis (+), ronki (+/+), tekanan darah 140/90
mmHg
Diagnosis : Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA), hipertensi
Laporan Kasus Hasil Kunjungan Rumah

Puskesmas : Tirtajaya
Tanggal kunjungan : 05 Desember 2017

II. Identitas Pasien


 Nama : Tn. G
 Umur : 42 tahun
 Jenis kelamin : Laki-laki
 Pekerjaan : Buruh
 Pendidikan : SD
 Alamat : Desa Kutamakmur RT/RW 002/002, Kecamatan Telukjambe
Barat, Kabupaten Karawang

III. Riwayat Biologis Keluarga


 Keadaan kesehatan sekarang : Baik
 Kebersihan perorangan : Kurang
 Penyakit yang sering diderita : Kencing manis
 Penyakit keturunan : Kencing manis
 Penyakit kronis/menular : Kencing manis
 Kecacatan anggota keluarga : Tidak ada
 Pola makan : Sedang
 Pola istirahat : Tidak sulit tidur
 Jumlah anggota keluarga : 4 orang

IV. Psikologis Keluarga


 Kebiasaan buruk : Tidak ada
 Pengambilan keputusan : Sendiri
 Ketergantungan obat : Tidak ada
 Tempat mencari pelayanan kesehatan : Puskesmas
 Pola rekreasi : Cukup (seminggu sekali)
V. Keadaan Rumah / Lingkungan
 Jenis bangunan : Rumah permanen
 Lantai rumah : Keramik
 Luas rumah : 10 m x 6 m = 60 m2
 Penerangan : Kurang
 Kebersihan : Kurang
 Ventilasi : Kurang
 Dapur : Ada
 Jamban keluarga : Ada
 Sumber air minum : Air tanah
 Sumber pencemaran : Ada
 Pemanfaatan pekarangan : Tidak ada
 Sistem pembuangan air limbah : Tidak ada
 Tempat pembuangan sampah : Ada
 Sanitasi lingkungan : Kurang

VI. Spiritual Keluarga


 Ketaatan beribadah : Baik
 Keyakinan tentang kesehatan : Cukup

VII. Keadaan Sosial Keluarga


 Tingkat pendidikan : Rendah
 Hubungan antar aggota keluarga : Baik
 Hubungan dengan orang lain : Baik
 Kegiatan organisasi sosial : Kurang
 Keadaan ekonomi : Sedang

VIII. Kultural Keluarga


 Adat yang berpengaruh : Sunda
 Lain – lain : Tidak ada
IX. Daftar Anggota Keluarga

1 2

3 4

Hub
Pendi- Keadaan Keadaan K
No Nama dgn Umur Pekerjaan Agama Imunisasi Ket.
dikan kesehatan gizi B
KK
Tidak
1 Tn. G KK 42 th SD Buruh Islam Cukup Cukup - -
lengkap
Tidak
2 Ny. B Istri 37 th SD Pedagang Islam Cukup Cukup - -
lengkap
Tidak
3 An. M Anak 15 th SMP Pelajar Islam Cukup Cukup - -
lengkap
Tidak
4 An. H Anak 10 th SD Pelajar Islam Cukup Cukup - -
lengkap

X. Keluhan Utama
Sering lemas.

XI. Keluhan Tambahan


Kesemutan pada jari-jari tangan.

XII. Riwayat Penyakit Sekarang


Pasien mengatakan sering merasa lemas beberapa bulan terakhir. Selain itu,
pasien juga mengeluh sering kesemutan pada jari-jari tangannya. Pasien sudah pernah
berobat di puskesmas sebelumnya dan mendapatkan obat kencing manis karena pasien
juga sudah melakukan pemeriksaan gula darah di puskesmas tersebut. Pasien mengaku
minum obat secara rutin.

XIII. Riwayat Penyakit Dahulu


Pasien memiliki riwayat kencing manis sejak kurang lebih 3 tahun yang lalu.
Pasien menyangkal adanya riwayat darah tinggi maupun alergi.
XIV. Pemeriksaan Fisik
 Keadaan umum : Sakit ringan
 Kesadaran : Compos Mentis
 Tekanan darah : 120/80 mmHg
 Frekuensi napas : 18×/menit
 Nadi : 80×/menit, teratur, kuat angkat
 Suhu : 36,6ºC
 Kulit : Kulit warna sawo matang, ikterus (-), sianosis (-)
 Kepala : Bentuk normal, tidak teraba benjolan, rambut berwarna
hitam terdistribusi merata, tidak mudah dicabut.
 Mata : OD dan OS bentuk normal, konjungtiva tidak anemis,
sklera tidak ikterik, palpebra superior et inferior tidak
edema, pupil bulat dengan diameter kurang lebih 3 mm,
reflek cahaya (+), lensa tampak jernih, mata cekung (-)
 Telinga : Bentuk normal, liang telinga lapang
 Hidung : Bentuk normal, tidak ada deviasi septum nasi
 Mulut : Bentuk normal, perioral tidak sianosis, bibir lembab, lidah
tidak kotor, arkus faring simetris, letak uvula di tengah,
faring tidak hiperemis, tonsil T1-T1 tenang, mukosa mulut
tidak ada kelainan.
 Leher : Tidak teraba pembesaran kelenjar getah bening
 Thorax : Paru-paru : suara napas vesikuler, rhonki (-/-), wheezing (-/-
); Jantung : bunyi jantung I dan II reguler, gallop (-),
murmur (-)
 Abdomen : Tampak datar, teraba supel, bising usus (+) normal, nyeri
tekan epigastrium (-)
 Ekstremitas : Superior : Bentuk normal, edema (-); inferior : bentuk
normal, edema (-)

XV. Diagnosis Penyakit


Diabetes mellitus tipe 2.
XVI. Diagnosis Keluarga
Tidak ada.

XVII. Anjuran Penatalaksanaan Penyakit


a. Promotif
Memberikan penyuluhan kepada pasien dan keluarga pasien mengenai perilaku
hidup bersih dan sehat, menjelaskan apa yang dimaksud dengan penyakit diabetes
mellitus / kencing manis serta faktor-faktor yang dapat menyebabkan penyakit
tersebut bertambah parah.
b. Preventif
Menghindari makanan yang berlemak dan mengandung tinggi glukosa,
memeriksakan gula darah secara rutin, melakukan aktivitas fisik secara teratur.
c. Kuratif
Terapi medikamentosa : dapat diberikan satu jenis obat hipoglikemik oral (OHO)
dan kemudian bila gula darah masih belum dapat terkontrol, dapat dikombinasi
dengan OHO dari jenis lain hingga pada tahap akhir menggunakan insulin suntik.
Contohnya dapat diawali dengan pemberian metformin 3 x 500 mg, namun
pemberian OHO ini perlu dipantau dan disesuaikan dengan tingkat gula darah pasien
sehingga perlu pemeriksaan gula darah pasien secara rutin sehingga dosis OHO
dapat disesuaikan.
d. Rehabilitatif
Mengatur pola makan, menjaga berat badan agar tidak berlebih, memperbaiki gizi
keluarga dengan mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang.

XVIII. Prognosis
 Penyakit : dubia ad bonam
 Keluarga : dubia ad bonam
 Masyarakat : dubia ad bonam
XIX. Resume
Seorang laki-laki, bernama Tn. G, berumur 42 tahun mengeluh badan sering terasa
lemas beberapa bulan terahir. Pasien juga mengatakan sering mengalami kesemutan
pada jari-jari tangannya.
Riwayat penyakit dahulu : diabetes mellitus tipe 2
Pemeriksaan fisik : dalam batas normal
Diagnosis : diabetes mellitus tipe 2
Laporan Kasus Hasil Kunjungan Rumah

Puskesmas : Tirtajaya
Tanggal kunjungan : 05 Desember 2017

I. Identitas Pasien
 Nama : Ny. T
 Umur : 68 tahun
 Jenis kelamin : Perempuan
 Pekerjaan : Ibu rumah tangga
 Pendidikan : Tidak bersekolah
 Alamat : Desa Kutamakmur RT/RW 002/002, Kecamatan Telukjambe
Barat, Kabupaten Karawang

II. Riwayat Biologis Keluarga


 Keadaan kesehatan sekarang : Baik
 Kebersihan perorangan : Kurang
 Penyakit yang sering diderita : Tidak ada
 Penyakit keturunan : Tidak ada
 Penyakit kronis/menular : Tidak ada
 Kecacatan anggota keluarga : Tidak ada
 Pola makan : Sedang
 Pola istirahat : Tidak sulit tidur
 Jumlah anggota keluarga : 4 orang

III. Psikologis Keluarga


 Kebiasaan buruk : Tidak ada
 Pengambilan keputusan : Suami
 Ketergantungan obat : Tidak ada
 Tempat mencari pelayanan kesehatan : Puskesmas
 Pola rekreasi : Kurang
IV. Keadaan Rumah / Lingkungan
 Jenis bangunan : Rumah permanen
 Lantai rumah : Keramik
 Luas rumah : 8 m x 5 m = 40 m2
 Penerangan : Kurang
 Kebersihan : Kurang
 Ventilasi : Kurang
 Dapur : Ada
 Jamban keluarga : Ada
 Sumber air minum : Air tanah
 Sumber pencemaran : Ada
 Pemanfaatan pekarangan : Tidak ada
 Sistem pembuangan air limbah : Tidak ada
 Tempat pembuangan sampah : Tidak ada
 Sanitasi lingkungan : Kurang

V. Spiritual Keluarga
 Ketaatan beribadah : Baik
 Keyakinan tentang kesehatan : Cukup

VI. Keadaan Sosial Keluarga


 Tingkat pendidikan : Rendah
 Hubungan antar aggota keluarga : Baik
 Hubungan dengan orang lain : Baik
 Kegiatan organisasi sosial : Kurang
 Keadaan ekonomi : Kurang

VII. Kultural Keluarga


 Adat yang berpengaruh : Sunda
 Lain – lain : Tidak ada
VIII. Daftar Anggota Keluarga

1 2

3 4

Hub
Pendi- Keadaan Keadaan K
No Nama dgn Umur Pekerjaan Agama Imunisasi Ket.
dikan kesehatan gizi B
KK
Tidak
1 Tn. T KK 70 th SD Pedagang Islam Cukup Cukup - -
lengkap
Tidak Ibu Rumah Tidak
2 Ny. T Istri 68 th Islam Cukup Kurang - -
sekolah Tangga lengkap
Tidak
3 Sdr. R Anak 39 th SMP Buruh Islam Cukup Cukup - -
lengkap
Tidak
4 Sdr. G Anak 36 th SMP Buruh Islam Cukup Cukup - -
lengkap

IX. Keluhan Utama


Kaku pada jari-jari tangan terutama pada pagi hari.

X. Keluhan Tambahan
Nyeri pada jari-jari tangan.

XI. Riwayat Penyakit Sekarang


Pasien mengeluh kaku pada jari-jari tangan kanan maupun kiri terutama di pagi
hari. Kaku dirasakan saat bangun tidur. Kaku dirasakan kurang lebih hampir 40 menit
dan juga disertai rasa nyeri. Tidak ada keluhan lain seperti demam maupun riwayat
trauma pada tangan.
Riwayat minum obat rutin dan jamu tidak ada. Riwayat alergi makanan dan obat
disangkal pasien. Di rumah, tidak ada yang mengalami hal seperti ini.

XII. Riwayat Penyakit Dahulu


Tidak ada.
XIII. Pemeriksaan Fisik
 Keadaan umum : Sakit ringan
 Kesadaran : Compos Mentis
 Tekanan darah : 130/70 mmHg
 Frekuensi napas : 18×/menit
 Nadi : 78×/menit, teratur, kuat angkat
 Suhu : 36,6ºC
 Kulit : Kulit warna sawo matang, ikterus (-), sianosis (-)
 Kepala : Bentuk normal, tidak teraba benjolan, rambut berwarna
putih terdistribusi merata, tidak mudah dicabut.
 Mata : OD dan OS bentuk normal, konjungtiva tidak anemis,
sklera tidak ikterik, palpebra superior et inferior tidak
edema, pupil bulat dengan diameter kurang lebih 3 mm,
reflek cahaya (+), lensa tampak jernih, arkus senilis (+),
mata cekung (-)
 Telinga : Bentuk normal, liang telinga lapang
 Hidung : Bentuk normal, tidak ada deviasi septum nasi
 Mulut : Bentuk normal, perioral tidak sianosis, bibir lembab, lidah
tidak kotor, arkus faring simetris, letak uvula di tengah,
faring tidak hiperemis, tonsil T1-T1 tenang, mukosa mulut
tidak ada kelainan.
 Leher : Tidak teraba pembesaran kelenjar getah bening.
 Thorax : Paru-paru : suara napas vesikuler, rhonki (-/-), wheezing (-/-
); Jantung : bunyi jantung I dan II reguler, gallop (-),
murmur (-)
 Abdomen : Tampak datar, teraba supel, bising usus (+) normal, Nyeri
tekan epigastrium (-)
 Ekstremitas : Superior : edema (+), nyeri gerak (+); inferior : bentuk
normal, edema (-)

XIV. Diagnosis Penyakit


Rheumatoid artritis.
XV. Diagnosis Keluarga
Tidak ada.

XVI. Anjuran Penatalaksanaan Penyakit


a. Promotif
Memberikan penyuluhan kepada pasien dan keluarga pasien mengenai penyakit
rheumatoid artritis.
b. Preventif
Menjalankan gaya hidup yang sehat dengan pola makan sehat dan menghindari
makanan tinggi lemak dan kolesterol serta berolahraga secara teratur.
c. Kuratif
Terapi medikamentosa : piroksikam 1 x 20 mg dan ranitidin 2 x 150 mg.
d. Rehabilitatif
Makanan yang bergizi, merendam area kaku dengan air hangat.

XVII. Prognosis
 Penyakit : dubia ad bonam
 Keluarga : dubia ad bonam
 Masyarakat : dubia ad bonam

XVIII. Resume
Seorang wanita, bernama Ny. T, berusia 68 tahun mengeluh kaku pada hari-jari
tangan kanan dan kiri terutama pada pagi hari. Selain kaku, jari-jari tangan juga terasa
nyeri. Demam dan riwayat trauma disangkal pasien.
Riwayat penyakit dahulu : tidak ada
Pemeriksaan fisik : edema (+) dan nyeri (+) pada ekstremitas superior
Diagnosis : rheumatoid artritis