Anda di halaman 1dari 1

Masalah 2: Cakupan peserta KB implant masih kurang (2,76%) dari target sebesar 10%

(besar masalah 72,40%)

Penyebab:
 Masyarakat masih takut dengan metode pemasangan implan.
 Pemasangan KB implant di puskesmas masih harus membayar.
 Mayoritas penduduk memiliki ajaran agama yang bertentangan dengan metode kontrasepsi
 Kurangnya penyuluhan oleh bidan desa dan PLKB mengenai keuntungan maupun
kerugian menggunakan KB implant

Penyelesaian:
 Diminta kepada kader untuk lebih memberikan pemahaman kepada ibu – ibu karena
adanya perbedaan ajaran agama tentang jenis – jenis KB yang dapat digunakan, ataupun
melalui metode advokasi, yaitu dengan cara pendekatan terhadap tokoh-tokoh yang
berpengaruh seperti Tokoh Agama (TOGA) dan Tokoh Masyarakat (TOMA) tentang
pentingnya ber KB, maka tokoh berpengaruh tersebut dapat ikut dalam memberikan
penyuluhan kepada ibu-ibu tentang pentingnya penggunaan KB
 Memberikan pengertian kepada masyarakat jika pemasangan KB implant tetap lebih
murah dibanding metode suntik, karena hanya perlu membayar Rp 50.000 tetapi
efektivitasnya dapat mencapai 5 tahun.
 Para Bidan dan PLKB perlu lebih aktif memberikan penyuluhan kepada seluruh
masyarakat khususnya pada Pasangan Usia Subur (PUS) mengenai pentingnya
penggunaan alat kontrasepsi.
 Penyuluhan yang dilakukan perlu disesuaikan dengan tingkat pendidikan masyarakat
setempat seperti dengan simulasi, gambar-gambar yang menarik ataupun poster dengan
bahasa awam yang dapat dimengerti.