Anda di halaman 1dari 34

SUKU DINAS KESEHATAN

JAKARTA TIMUR
Jl. Matraman Raya No.218 Jakarta Timur 13310
Telp. 021-819 2202, Fax. 021-850 6319
email : sudinkestim@gmail.com
SUKU DINAS KESEHATAN
JAKARTA TIMUR
Jl. Matraman Raya No.218
Jakarta Timur 13310
Telp. 021-819 2202
Fax. 021-850 6319
email : sudinkestim@gmail.com
Daftar Isi

Daftar Isi …...................................................................................... i


Kata Pengantar ...............................................................................ii
Bab I Pendahuluan
1.1. Latar Belakang .......................................................... 1
1.2. Tujuan ....................................................................... 2
1.3. Ruang Lingkup .......................................................... 2
1.4. Sistematika Penyajian .............................................. 4
Bab II Gambaran Wilayah
2.1. Keadaan Geografis ................................................... 5
2.2. Keadaan Demografis ............................................... 7
Bab III Visi, Misi dan Kebijakan Mutu Kesehatan
3.1. Visi, Misi dan Kebijakan Mutu Kesehatan ............... 11
3.2. Program Peningkatan Kesehatan Masyarakat .......... 12
Bab IV Derajat Kesehatan Di Kota Administrasi Jakarta Timur
4.1. Angka Kematian ...................................................... 15
4.2. Angka Kesakitan ...................................................... 19
Bab V Kesimpulan ........................................................................ 26

Profil Kesehatan Sudinkes Jakarta Timur 2015 i


Kata Pengantar
Assalamualaikum Wr. Wb.
Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT karena
berkat rahmat dan karunia-Nya akhirnya buku Profil Kesehatan Jakarta
Timur tahun 2014 ini dapat disusun.
Buku Profil Kesehatan Jakarta Timur ini berisi capaian kinerja
Suku Dinas Kesehatan Kota Administrasi Jakarta Timur tahun 2015, yang
disusun sesuai dengan tupoksinya yaitu, Pelayanan Kesehatan
Perorangan (UKP) dan Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM). Untuk
mempermudah pembacaan buku ini, kami juga mencantumkan 81 tabel
di dalamnya, sesuai dengan standar pembuatan buku profil dari
Kementerian Kesehatan RI.
Buku ini memiliki banyak kekurangan, baik dari susunan
maupun penyajian data di dalamnya. Karena itu, kami sangat
mengharapkan kritik dan saran membangun untuk perbaikan dan
penyempurnaan buku Profil Kesehatan Jakarta Timur ini di masa
mendatang.
Kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam
penyusunan buku ini, kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan
setinggi-tingginya. Semoga buku Profil Kesehatan ini dapat bermanfaat
bagi semua pihak, baik Instansi Kesehatan, seluruh sektor yang terkait
dengan Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur, dan juga masyarakat umum.
Wassalamualaikum Wr. Wb.
Jakarta, 2014
Kepala Suku Dinas Kesehatan
Kota Administrasi Jakarta Timur

Drg. Iwan Kurniawan, M.Si, M.HKes


NIP.196801141993121001

ii Profil Kesehatan Sudinkes Jakarta Timur 2015


BAB I
Pendahuluan

1.1 Latar Belakang


Memasuki tahun 2015 sebagai tahun ke lima pencapaian target
MDGs ternyata belum membawa Indonesia kearah derajat
kesehatan yang lebih baik. Masih sangat banyak masalah kesehatan
yang menjadi pekerjaan rumah berikutnya untuk mencapai derajat
kesehatan yang lebih baik. Masalah kesehatan seperti masih
tingginya kasus Kematian Ibu dan masih banyaknya anak penderita
gizi kurang atau bahkan gizi buruk merupakan gambaran bagaimana
sebenarnya kondisi kesehatan masyarakat Indonesia saat ini.
Pemerintah Provinsi DKI dalam hal ini Dinas Kesehatan beserta
jajarannya dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di DKI
Jakarta mengacu pada 4 (empat) point pengembangan kesehatan
seperti diamanatkan dalam Rencana Pembangunan Jangka
Menengah Daerah (RPJMD) yaitu pemberlakuan Jaminan Kesehatan
melalui Kartu Jakarta Sehat ( Kartu Indonesia Sehat), Pengembangan
Puskesmas Rawat Inap, penambahan kapasitas rawat RSUD dan
pelayanan kesehatan di tempat tempat aktivitas masyarakat dengan
merujuk pada Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan
Kepmenkes Nomor 741/MENKES/PER/VII/2008.
Suku Dinas Jakarta Timur dalam peran dan fungsinya untuk
melakukan supervisi terhadap kegiatan pemberi pelayanan
kesehatan langsung pada masyarakat. Pelayanan dimaksud meliputi

Profil Kesehatan Sudinkes Jakarta Timur 2015 1


promotif dan preventif ataupun kuratif dan rehabilitatif baik
menggunakan pembiayaan pemerintah ataupun masyarakat secara
mandiri di berbagai tatanan pelayanan kesehatan yang ada.
Semua bentuk kegiatan pelayanan kesehatan yang ada di
sajikan dalam sebuah profil kesehatan Jakarta Timur yang berisi
rangkuman kegiatan dan pencapaian yang ada secara sistematis.

1.2 Tujuan
1.2.1 Umum:
Mendapatkan gambaran pencapaian bidang kesehatan di
Jakarta Timur
1.2.2 Khusus:
1. Mendapatkan gambaran keberhasilan program kesehatan
yang di laksanakan
2. Mendapatkan gambaran masalah dalam pencapaian
program kesehatan
3. Menjadi bahan masukan dalam pembuatan rencana kerja
di tahun mendatang
4. Sebagai bahan pengambilan keputusan bagi pimpinan.

1.3 Ruang Lingkup


1.3.1 Jenis data yang disajikan dalam profil kesehatan Jakarta
Timur meliputi:
1. Data umum seperti geografi, demografi dan sosial
ekonomi
2. Data derajat kesehatan seperti data kematian, kesakitan
dan status gizi

2 Profil Kesehatan Sudinkes Jakarta Timur 2015


3. Data kesehatan lingkungan seperti data air bersih, rumah
sehat, tempat umum dan perilaku hidup sehat.
4. Data pelayanan kesehatan seperti data pelayanan
kesehatan di puskesmas dan Rumah Sakit, data
pemanfaatan , data penyakit terbanyak dan pembiayaan
pelayanan kesehatan
5. Data Sumber Daya Kesehatan seperti ketenagaan, sarana,
prasarana kesehatan.

1.3.2 Sumber data dalam penulisan profil kesehatan Jakarta Timur


berasal dari:
1. Data profil kesehatan puskesmas kecamatan di wilayah
Kota Administrasi Jakarta Timur
2. Pencatatan dan pelaporan kegiatan di seksi dan sub bag di
Sudin Kesehatan Jakarta Timur
3. Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta
4. Badan Pusat Statistik Kota Administrasi Jakarta Timur
5. Data pelayanan kesehatan di Rumah Sakit pemerintah dan
swasta

1.3.3 Periode data


Berasal dari hasil kegiatan sepanjang bulan Januari s.d
Desember 2014 dengan pengecualian pada data-data
tertentu.

Profil Kesehatan Sudinkes Jakarta Timur 2015 3


1.4 Sistematika Penyajian
Profil kesehatan Kota Administrasi Jakarta Timur akan disajikan
dengan urutan sebagai berikut:

Bab I : Pendahuluan
Berisikan latar belakang, maksud dan tujuan
diterbitkannya Profil Kesehatan Kota Administrasi
Jakarta Timur
Bab II : Gambaran Umum
Berisikan informasi seputar geografi, demografi, dan hal-
hal yang mempunyai kaitan dengan kesehatan.
Bab III : Berisikan informasi tentang program pokok yang
direncanakan dalam rangka pencapaian kesehatan Kota
Administrasi Jakarta Timur
Bab IV : Pencapaian Program Kerja
Memaparkan hasil dari program – program yang telah
direncanakan sepanjang tahun 2014.
Bab V : Kesimpulan dan Saran
Menyajikan rangkuman atas keberhasilan atau pun
kekurangan yang perlu dikoreksi untuk perbaikan dimasa
mendatang.

4 Profil Kesehatan Sudinkes Jakarta Timur 2015


BAB II
Gambaran Wilayah

2.1. Keadaan Geografis


Kota Administrasi Jakarta Timur terletak 16 m di atas
permukaan laut dan dilalui oleh 5 (lima) sungai. Berdasarkan
Keputusan Gubernur DKI Jakarta nomor 1815 tahun 1989 Luas
Wilayah Kota Administrasi Jakarta Timur adalah 188,03 Km2 yang
terdiri dari 10 Kecamatan, 65 Kelurahan, 700 RW, 7,867 RT.
Kecamatan terluas adalah Kecamatan Cakung (42.28 km2) dan yang
terkecil adalah Kecamatan Matraman (4.88 km2).
Batas Wilayah Kota Administrasi Jakarta Timur :

Sebelah Utara : Berbatasan dengan wilayah Jakarta Pusat dan


Jakarta Utara, jalan Matraman Raya, Jendral A.
Yani dan Kali Sunter.

Sebelah Selatan : Berbatasan dengan Kota Administratif Bogor,


Provinsi jawa Barat.

Sebelah Barat : Dibatasai oleh kali Ciliwung dan Wilayah Kota


Administratif Jakarta Selatan.

Sebelah Timur : Berbatasan dengan Kota Bekasi Provinsi Jawa


Barat.

Profil Kesehatan Sudinkes Jakarta Timur 2015 5


JAKARTA UTARA

CAKUNG TIMUR
KAYU PUTIH CAKUNG
BARAT

G
JAKARTA PUSAT KEC. KEC. CAKUNG

CAWAN
PULO
PULO GADUNG
GADUNG
JATI RAWA TERATE
KE
JL. PEMUDA BE
KA
SI
UTAN KAYU RAWAMANGUN
UTARA
PAL.MERIAM CIPINANG
LAYANG
JATINEGARA
KEC.
MAT

JATINEGARA PULO GEBANG


MAT
RA

KAUM
MA

PENGGILINGAN
RAMAN
N

KAYU MANIS UR
PISANGAN ASI TIM
KEBON A BEK
MANGGIS JL. RAY JL. I GU
TIMUR STI NG
URAH
PISANGAN RAI
BARU
KAMPUNG KLENDER
MELAYU
MALAKA SARI
RAWA KEC.
PONDOK KOPI
BUNGUR
JATINEGARA KEC. DUREN
CIPINANG CIPINANG SAWIT MALAKA JAYA
CIPENDAK MUARA
JL. OTISTA

PONDOK BAMBU
AITAN

CIPINANG BESAR
DUREN SAWIT
JL. PANJ

SELATAN
PONDOK KELAPA

BIDARA
CINA

CAWANG
YO
RTIKA

HALIM CIPINANG MELAYU


TO

PERDANAKUSUMAH
SU
WI SA

JEN

JL. TO
MAY
JL. DE

KEBON L JAKA
RTA-CI
PALA
JL.

JAKARTA SELATAN KAMPEK

CILILITAN LAP. UDARA INTERNASIONAL


HALIM PERDANAKUSUMAH
KEC.
KRAMAT KEC. MAKASAR
JATI MAKASAR
BATU KOTA BEKASI
AMPAR
R
JL. RAYA BOGO

BALE
KAMBANG PINANG RANTI
KAMPUNG
TENGAH
LUBANG BUAYA

R
KAMPUNG UA
CEGER TAMAN MINI RL
GEDONG INDONESIA INDAH KA
ING
.L
CIJANTUNG JL
SUSUKAN BAMBU APUS

KEC. CIRACAS
BARU CIRACAS

CIPAYUNG SETU
KEC.
PASAR REBO KEC. CIPAYUNG
JL. TOL JAGORAWI

SARI
TUNG
MUNJUL

PEKAYON

KELAPA DUA
WETAN
CILANGKAP
R
GO
BO
KE

I
CIAW

PONDOK RANGGON
R/

CIBUBUR
GO
KE BO

KAB. BOGOR

6 Profil Kesehatan Sudinkes Jakarta Timur 2015


2.2 Keadaan Demografis
2.2.1. Jumlah penduduk
Data kependudukan yang dijadikan rujukan dalam
penulisan profil kesehatan ini merujuk pada data Badan
Pusat Statistik yang berasal dari berbagai sumber seperti
Registrasi penduduk dan survey kependudukan. Jika
registrasi hanya mencatat penduduk yang terdaftar secara
resmi di suatu wilayah maka survey akan mencatat semua
orang yang telah berada pada suatu wilayah tersebut
minimal 6 (enam) bulan.

Grafik 1 : Penduduk Jakarta


menurut kelompok umur (2013)

160

140

120

100

Laki-laki
80
Perempuan

60

40

20

0
'0-4 '5-9 '10- 15- 20- 25- 30- 35- 40- 45- 50- 55- 60- 65- 70- 75+
14 19 24 29 34 39 44 49 54 59 64 69 74

Sumber: Proyeksi penduduk dari hasil sensus penduduk BPS 2010, BPS

Profil Kesehatan Sudinkes Jakarta Timur 2015 7


2.2.2. Kepadatan Penduduk
Jakarta Timur mempunyai tingkat kepadatan penduduk
yang cukup tinggi yaitu rata- rata 14.844 jiwa /km².
Berdasarkan hasil proyeksi penduduk tahun 2013.
Kecamatan dengan kepadatan penduduk tertinggi yaitu
kecamatan Matraman dengan rata-rata kepadatan /km²
sebanyak 30.692 jiwa/km², dan kecamatan dengan
kepadatan terendah adalah kecamatan Makasar dengan
rata-rata kepadatan /km² sebanyak 8.860 jiwa/km².
Sementara dari penyebaran penduduk perkecamatan,
kecamatan Cakung memiliki jumlah penduduk terbanyak
yaitu 519.352 jiwa (18.6 %).
Merujuk data yang publikasikan oleh Statistik Daerah
Jakarta Timur tahun 2014 maka gambaran penduduk
perkecamatan adalah sebagai berikut:

8 Profil Kesehatan Sudinkes Jakarta Timur 2015


Tabel 1 : Jumlah penduduk perkecamatan di wilayah
Jakarta Timur tahun 2014

No Nama Jumlah Penduduk Kepadatan


Kecamatan KM²

1 Matraman 149.778 30.692

2 Pulogadung 264023 16.914

3 Jatinegara 270.208 26.362

4 Kramat Jati 21.789

5 Pasar Rebo 201.166 15.498

6 Cakung 519.352 12.284

7 Duren Sawit 392961 17.349

8 Makasar 193.590 8.860

9 Ciracas 263.918 16.413

10 Cipayung 252.822 8.887

Sumber: Statistik Daerah Kota Jakarta Timur 2014

2.2.3 Ketersediaan Sarana Kesehatan


Untuk mendukung upaya peningkatan derajat kesehatan
masyarakat di Jakarta Timur saat ini sudah tersedia sarana
kesehatan yang mudah dijangkau dengan fasilitas yang
telah memadai dan pembiayaan yang murah. Dengan
melakukan penambahan dan peningkatan kualitas sarana
pelayanan kesehatan maka pada tahun 2014 sedang
dilakukan pembangunan puskesmas kelurahan baru Kebon
Manggis dan peningkatan kualitas puskesmas Ciracas dan
Kramat Jati menjadi Rumah Sakit Umum Kecamatan.

Profil Kesehatan Sudinkes Jakarta Timur 2015 9


Tabel 2 : Jumlah Sarana Kesehatan per Kecamatan di wilayah
Jakarta Timur tahun 2014

No Nama Pusekesmas Pusekesmas


Kecamatan Kecamatan Kelurahan

1 Matraman 1 7

2 Pulogadung 1 8

3 Jatinegara 1 11

4 Kramat Jati 1 7

5 Pasar Rebo 1 5

6 Cakung 1 8

7 Duren Sawit 1 11

8 Makasar 1 6

9 Ciracas 1 5

10 Cipayung 1 10

Sumber: Bagian Umum Sudinkes Jakarta Timur tahun 2014

10 Profil Kesehatan Sudinkes Jakarta Timur 2015


BAB III
Visi, Misi dan Kebijakan Mutu Kesehatan

3.1 Visi, Misi dan Kebijakan Mutu Kesehatan


a. Visi Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur “Jakarta Timur
sehat, mandiri dan bermutu untuk semua”
b. Misi Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur
© Meningkatkan kemampuan manajerial dan
profesionalisme Sumber Daya Manusia (SDM)
© Meningkatkan kinerja organisasi dengan pendekatan
tim
© Mengembangkan Sistem Informasi Kesehatan sesuai
dengan perkembangan teknologi
© Menggalang kemitraan dengan lintas program, lintas
sektoral, lembaga
© Swadaya Masyarakat dan organisasi terkait
© Meningkatkan peran serta masyarakat dalam Perilaku
Hidup Bersih dan Sehat
c. Kebijakan Mutu Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur
© Berorientasi pada kepuasan pelanggan (interest
parties/ stakeholder)
© Melakukan perbaikan dan atau peningkatan secara
terus menerus dan berkesinambungan(continual dan
sustainable improvement)
© Mematuhi peraturan dan perundang-undangan yang
berlaku
© Memberikan jasa pelayanan dan binwasdal bidang

Profil Kesehatan Sudinkes Jakarta Timur 2015 11


d. Motto Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur
S= Smart
D= Dinamis
K= Kreatif
J= Jujur
T= Trampil

3.2. Program Peningkatan Kesehatan Masyarakat


1. Program Pengendalian Masalah Kesehatan terdiri dari:
a. Program Penanggulangan Penyakit Menular Langsung
(P2ML)
· P2 TB
· P2 IMS-HIV/AIDS
· P2 Kusta
· P2 Diare
· P2 Ispa
b. Program Penanggulangan Penyakit Bersumber Binatang
(P2B2)
· P2 DBD
· P2 Avian Influenza
· P2 Leptospirosis
· P2 Filariasis
· P2 Rabies
c. Program Penanggulangan Penyakit Tidak Menular
· Surveilans Penyakit Tidak Menular
· Skrining Kardio Vaskuler
· Skrining Kanker Leher Rahim
· Skrining Diabetes Melitus
d. Program Imunisasi
e. Program Surveilans Penyakit Menular
f. Program Pelayanan Kesehatan Haji
12 Profil Kesehatan Sudinkes Jakarta Timur 2015
g. Program Penyehatan Lingkungan dan Kesehatan Kerja
· Sertifikasi/ laik sehat air minum, makanan dan minuman
· Penanganan limbah, pengendalian radiasi dan penyehatan
pemukiman
· Penyehatan tempat-tempat umum berupa laik sehat
tempat- tempat umum, UKL/UPL
· Program pengawasan dan pengendalian pestisida
h. Program Kesehatan Jiwa Masyarakat
I. Program penanggulangan psikotropika dan zat adiktif yang
berbasis masyarakat
2. Program Kesehatan Masyarakat terdiri dari:
a. Program Gizi dan Pemberdayaan Peran Serta Masyarakat
· Pemantauan tumbuh kembang balita melalui posyandu
· Pemantauan Distribusi Tablet Tambah Darah
· Pemantauan Distribusi Vit A
· Penanganan masalah gizi
· Pemantauan Status Gizi
· Pelayanan gizi klinik di puskesmas
· Pemberdayaan masyarakat melalui Kelurahan Siaga
· Pembinaan kader kesehatan
· Pembinaan Saka Bakti Husada
b. Program Kesehatan Ibu, Anak dan Remaja
· Kesehatan Ibu
· Kesehatan Anak
· Kesehatan Anak Pra Sekolah
· Usaha Kesehatan Sekolah
· Usaha Kesehatan Gigi Sekolah
· Perawatan Kesehatan Masyarakat
· Pembinaan Keluarga Berencana

Profil Kesehatan Sudinkes Jakarta Timur 2015 13


c. Program Promosi dan Informasi Kesehatan
© Penilaian Kinerja Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
(PHBS)
© Promosi kesehatan melalui media elektronik (talkshow
radio)
© Binwasdal Sistem Informasi Kesehatan
3. Program Sumber Daya Kesehatan
a. Binwasdal Sarana Farmasi makanan dan minuman
b. Penyuluhan keamanan pangan Industri Rumah Tangga
c. Perijinan sarana farmasi, makanan dan minuman
d. Memberikan rekomendasi perijinan tenaga kesehatan
e. Audit internal dan audit eksternal penerpan sistem
manajemen mutu
f. Bimbingan konsultasi dan pendampingan penerapan sistem
manajemen mutu kepada puskesmas
g. Pengelolaan pendidikan dan penelitian (diklit)
4. Program Pelayanan Kesehatan terdiri dari:
a. Binwasdal tata laksana pelayanan kesehatan pada sarana
kesehatan
b. Menghimpun,mengolah, menyajikan memelihara
mengembangkan dan memanfaatkan data informasi upaya
pelayanan kesehatan.
c. Pengwasan dan pengendalian penerapan standar
pelayanan kesehatan
d. Memberikan rekomendasi / perizinan sarana pelayanan
kesehatan
e. Melaksanakan siaga 24 jam / pusat pengendali dukungan
kesehatan (pusdaldukkes)
f. Pelayanan kesehatan keluarga miskin.

14 Profil Kesehatan Sudinkes Jakarta Timur 2015


BAB IV
Derajat Kesehatan Di Kota Administrasi Jakarta Timur

4.1. Angka Kematian


1. Kematian bayi
Kematian bayi merupakan salah satu indikator sensitif
untuk mengetahui derajat kesehatan suatu negara bahkan
untuk mengukur tingkat kemajuan suatu bangsa. Tingginya
kematian bayi pada usia hingga satu tahun, yaitu
sepertiganya terjadi dalam satu bulan pertama setelah
kelahiran dan menunjukkan masih rendahnya status
kesehatan ibu dan bayi baru lahir; rendahnya akses dan
kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak khususnya pada
masa persalinan dan segera sesudahnya, serta perilaku
(baik yang bersifat preventif maupun kuratif) ibu hamil dan
keluarga serta masyarakat yang belum mendukung perilaku
hidup bersih dan sehat.
Penyebab kematian yaitu karena asfiksia, trauma
kelahiran, infeksi, prematuritas, kelainan bawaan, dan
sebab-sebab lainnya. Penurunan angka kematian perinatal
yang lambat disebabkan oleh kemiskinan, status
perempuan yang rendah, gizi buruk, deteksi dan
pengobatan yang tidak tuntas, kehamilan dini, akses dan
kualitas asuhan antenatal, persalinan yang belum
maksimal.

Profil Kesehatan Sudinkes Jakarta Timur 2015 15


Kegunaan angka kematian bayi pada masa sebelum usia satu
tahun berguna untuk pengembangan perencanaan dalam
penanganan terhadap ibu hamil seperti pemberian Fe untuk
pencegahan anemia dan imunisasi TT untuk pencegahan
tetanus.
Sepanjang tahun 2014 berdasarkan laporan tahunan PWS KIA
Seksi Kesmas jumlah kematian bayi di wilayah kerja Suku Dinas
Kesehatan Jakarta Timur tercatat 54 orang.

Grafik 2 :
Jumlah Kematian Bayi Jakarta Timur Menurut Kecamatan
Tahun 2014

1. Kematian Ibu
Kematian maternal adalah kematian dari setiap wanita
sewaktu dalam kehamilan, persalinan dan dalam 42 hari
setelah terminasi kehamilan tanpa mempertimbangkan
lamanya serta di mana kehamilan tersebut berlangsung
(FIGO,1973).

16 Profil Kesehatan Sudinkes Jakarta Timur 2015


Terdapat 3 komponen dalam proses kematian ibu. Yang
paling dekat dengan kematian dan kesakitan ibu adalah
kehamilan, persalinan, atau komplikasinya. 3
(tiga)Penyebab utama Kematian Maternal adalah
perdarahan, infeksi, dan eklamsi. Adapun penyebab
kematian ibu dapat dibedakan menjadi:
a. Penyebab Obstetri langsung
Akibat langsung dari penyakit penyulit pada kehamilan,
persalinan dan nifas, misalnya karena infeksi, eklamsi,
perdarahan, emboli air ketuban, trauma anestesi,
trauma operasi, dan sebagainya.
b. Penyebab Obstetri tidak langsung
kematian ibu akibat penyakit yang timbul selama
kehamilan, persalinan dan nifas. Misalnya anemia,
penyakit kardio vaskuler, serebro vaskuler, hepatitis
infeksiosa, penyakit ginjal, dan sebagainya. Termasuk
juga adalah penyakit yang sudah ada dan bertambah
berat selama kehamilan.
c. Sebab Bukan Obstetri
Kematian ibu hamil, bersalin dan nifas akibat kejadian-
kejadian yang tidak ada hubungannya dengan proses
reproduksi dan penangannya. Misalnya karena
kecelakaan, kebakaran, tenggelam, bunuh diri, dan
sebagainya.

Profil Kesehatan Sudinkes Jakarta Timur 2015 17


Informasi tingginya jumlah kematian Ibu di wilayah
Jakarta Timur akan sangat bermanfaat untuk
pengembangan program peningkatan kesehatan
reproduksi, terutama pelayanan kehamilan yang aman dan
bebas risiko, penanganan komplikasi melalui sistem
rujukan yang tepat, yang bertujuan untuk mengurangi
jumlah kematian ibu dan meningkatkan derajat kesehatan
reproduksi.
Berdasarkan laporan tahunan program kesehatan ibu
seksi kesehatan masyarakat Suku Dinas Kesehatan Jakarta
Timur tahun 2014 jumlah kasus kematian ibu dengan
berbagai sebab berjumlah 28 orang. Jumlah ini sudah
mengalami perbaikan jika dibandingkan dengan jumlah
kematian ibu pada tahun 2013 sebanyak 31 orang akan
tetapi perbaikan kualitas pelayanan kesehatan ibu tetap
harus ditingkatkan.

Grafik 3 :
Jumlah kematian ibu di Jakarta Timur menurut kecamatan
tahun 2014

18 Profil Kesehatan Sudinkes Jakarta Timur 2015


4.2 Angka Kesakitan
1. Angka Kesakitan Demam Berdarah Dengue
Penyakit Demam Berdarah Dengue adalah penyakit
yang disebabkan oleh virus yang ditularkan melalui
nyamuk Aedes Aegypti. Virus ini menyebabkan
gangguan pada pembuluh darah kapiler dan pada
system pembekuan darah sehingga mengakibatkan
pendarahan.
Jakarta Timur merupakan wilayah endemis Demam
Berdarah Dengue (DBD), dimana hampir semua
kelurahan di Jakarta Timur pernah terjadi kasus
penyakit DBD.
Dibandingkan dengan tahun sebelumnya jumlah
kasus DBD tahun 2014 lebih rendah dengan jumlah
2061 kasus. Pemberdayaan peran serta masyarakat
melalui upaya pemberantasan sarang nyamuk secara
rutin yang dilakukan baik di rumah tangga, sekolah ,
rumah ibadah dan lainnya di wilayah Jakarta Timur
tampak memperlihatkan hasil dengan hasil
pencapaian angka bebas jentik 99.27 %.

Profil Kesehatan Sudinkes Jakarta Timur 2015 19


Grafik 4 :
kecenderungan kasus DBD perbulan berdasarkan laporan RS
Di Jakarta Timur tahun 2014

2. Angka kesakitan TB Paru


Keberhasilan penanganan penyakit TB di Indonesia
terkendala oleh 3 hal seperti kepatuhan pasien untuk
melanjutkan minum obat saat gejala dan keluhan yang
dirasakan mulai hilang sampai masa pengobatan
selesai , adanya penyakit lain yang menyertai penyakit
TB Paru sehingga mengakibatkan timbulnya TB MDR
serta pada penderita TB laten dimana terjadi
penurunan daya tahan tubuh yang mengakibatkan
munculnya TB. MDR adalah kasus TB yang resisten
terhadap Rifampicin (R) dan Isoniazid (INH), namun
kalau resisten terhadap obat lainnya tidak disebut
MDR.

20 Profil Kesehatan Sudinkes Jakarta Timur 2015


TB sebagai salah satu indikator MDGs dengan 4 indikator
pengukuran yaitu prevalensi, mortalitas, penemuan kasus
dan keberhasilan pengobatan. Indonesia peringkat empat
terbanyak untuk penderita TB setelah China, India, dan
Afrika Selatan. Prevalensi TB di Indonesia pada 2013 ialah
297 per 100.000 penduduk dengan kasus baru setiap
tahun mencapai 460.000 kasus.
Strategi nasional pengendalian TB telah sejalan dengan
petunjuk internasional (WHO DOTS dan strategi baru stop
TB), serta konsisten dengan Rencana Global
Penanggulangan TB yang diarahkan untuk mencapai
Target Global TB 2005 dan Tujuan Pembangunan Milenium
2015.
Berikut gambaran beberapa indikator program TB:
2.1 Jumlah kasus baru TB Paru BTA Positif (CDR=case detection
rate)
CDR adalah prosentase jumlah pasien baru BTA positif
yang ditemukan dan diobati dibandingkan jumlah pasien
baru BTA positif yang diperkirakan ada dalam wilayah
tersebut. CDR menggambarkan cakupan penemuan pasien
baru BTA positif pada wilayah tersebut. Perkiraan jumlah
pasien baru TB BTA positif diperoleh berdasarkan
perhitungan angka insidens kasus TB paru BTA positif dikali
dengan jumlah penduduk.
Pencapaian CDR Sudinkes Jakarta Timur selama 5
tahun terakhir memperlihatkan peningkatan sebagai
tergambar dalam grafik.

Profil Kesehatan Sudinkes Jakarta Timur 2015 21


Grafik 5 :
Case Detection Rate (CDR) Sudinkes Jakarta Timur
Tahun 2010-2014

2.2 Case Notfication Rate (CNR)


Adalah angka yang menunjukkan jumlah seluruh pasien
TB yang ditemukan dan tercatat di antara 100.000
penduduk di suatu wilayah. Angka CNR berguna untuk
menunjukkan kecenderungan peningkatan atau penurunan
penemuan pasien TB di suatu wilayah.
Tinggi rendahnya angka CNR di suatu wilayah selain
dipengaruhi oleh upaya penemuan kasus (case finding)
juga dipengaruhi oleh factor lain seperti kinerjaa system
pencatatan dan pelaporan di wilayah tersebut, jumlah
fasyankes yang terlibat layanan DOTS, dan banyaknya
pasien TB yang tidak terlaorkan oleh fasyankes.
Capaian CNR Sudinkes Jakarta Timur selama rentang
waktu 5 tahun terakhir tergambar dalam grafik.

22 Profil Kesehatan Sudinkes Jakarta Timur 2015


Grafik……
Case Notifiction Rate di Sudinkes Jakarta Timur
Tahun 2010-2014

2.3 Angka kesembuhan pengobatan (CR=Cure Rate) dan


Angka keberhasilan pengobatan (SR=Success Rate)
Angka kesembuhan adalah angka yang menunjukkan
prosentase pasien baru TB paru BTA positif yang sembuh
setelah selesai masa pengobatan, diantara pasien baru TB
paru BTA positif yang tercatat.
Angka keberhasilan pengobatan adalah angka yang
menunjukkan persentase pasien baru TB paru
terkonfirmasi bakteriologis yang menyelesaikan
pengobatan (baik yang sembuh maupun pengobatan
lengkap) diantara pasien baru terkonfirmasi bakteriologis
yang tercatat. Dengan demikian angka ini merupakan
penjumlahan dari angka kesembuhan dan angka
pengobatan lengkap.

Profil Kesehatan Sudinkes Jakarta Timur 2015 23


Ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan
pengobatan TB diluar faktor kinerja pencatatan dan
pelaporan data TB. Tinggi rendahnya Success Rate
dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain:
1. Faktor pasien: pasien tidak patuh minum obat anti TB
(OAT), pasien pindah fasyankes dan TB nya termasuk
yang resisten terhadap OAT.
2. Faktor pengawas menelan obat (PMO): PMO tidak ada
taua PMO ada tetapi kurang memantau
3. Faktor Obat: Suplai OAT terganggu sehingga pasien
menunda atau tidak meneruskan minum obat, kualitas
OAT menurun karena penyimpanan yang tidak sesuai
standar.

Grafik 6 :
Angka kesembuhan dan keberhasilan pengobatan
Sudinkes Jakarta Timur tahun 2010-2014

80

60

40

20

0
2010 2011 2012 2013 2014
CR 66 65 58 58 58
SR 74 74 69 77 76

24 Profil Kesehatan Sudinkes Jakarta Timur 2015


3. Imunisasi
Mengikuti target yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan RI
bahwa tahun 2014 seluruh desa/ kelurahan mencapai 100% UCI
atau 90% dari seluruh bayi di desa/ kelurahan tersebut
memperoleh imunisasi dasar lengkap yang terdiri dari BCG,
Hepatitis B, DPT-HB, Polio dan Campak.
Untuk mewujudkan pencapaian target UCI maka dilakukan
Gerakan Akselerasi Imunisasi Nasional (GAIN UCI) yang
merupakan gerakan terpadu berbagai sektor terkait dari tingkat
pusat hingga daerah untuk mengatasi hambatan serta
memberikan dukungan untuk keberhasilan pencapaian UCI.
Jakarta Timur untuk tahun 2014 pencapaian Imunisasi UCI
tergambar seperti pada grafik.

Grafik 7 :
Pencapaian Imunisasi Jakarta Timur Tahun 2014

Profil Kesehatan Sudinkes Jakarta Timur 2015 25


BAB V
Kesimpulan

Dari bahasan derajat kesehatan di wilayah Kota Administrasi


Jakarta Timur tahun 2014 dapat disimpulkan :
1. Secara umum jumlah kematian ibu tahun 2014 berhasil
diturunkan dari tahun sebelumnya dari 31 orang menjadi
28 orang. Walaupun secara kuantitas jumlah fasilitas
pelayanan kesehatan sudah sangat banyak akan tetapi
kualitas pelayanan kesehatan masih harus ditingkatkan
agar penurunan kasus kematian ibu dapat diwujudkan.
2. Dari jumlah kasus kematian bayi yang terjadi sepanjang
tahun 2014 perlu dilakukan peningkatan mutu pelayanan
baik dari sisi sarana , tenaga dan jejaring mitra kerja.
Kelengkapan sarana yang ada di fasilitas pelayanan
kesehatan harus diikuti oleh kemampuan tenaga
kesehatan dalam melakukan tindakan yang dibutuhkan.
Kemitraan dalam hal rujukan kasus perlu di bina agar
tidak terjadi lagi kesulitan dalam hal melakukan
pemgiriman pasien dari puskesmas ke Rumah sakit.
3. Pemberdayaan masyarakat untuk melakukan
Pemberantasan Sarang Nyamuk membawa perubahan
dalam hal kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di
Jakarta Timur pada tahun 2014, yang dibuktikan dengan
penurunan jumlah kasus DBD sepanjang tahun 2014 jika
dibandingkan dengan jumlah kasus DBD pada tahun
2013.

26 Profil Kesehatan Sudinkes Jakarta Timur 2015


4. Pencapaian keberhasilan pengobatab TB paru yang telah
melampaui target nasional tidak lepas dari upaya semua
petugas terkait baik dalam melakukan penjangkauan
kasus, pendampingan serta pencatatan dan pelaporan
dengan tepat dan benar.
5. Dari seluruh wilayah Jakarta Timur dengan beberapa
jenis pencapaian target imunisasi terlihat hanya
kecamatan Duren Sawit yang belum berhasil mencapai
target untuk jenis imunisasi HB0. Untuk itu diperlukan
kerjasama yang lebih baik lagi agar semua tempat
pelayanan persalinan bisa melakukan pemberian
imunisasi HB 0 sehingga tidak ada lagi bayi baru lahir
yang tidak mendapatkan imunisasi HB0.

Profil Kesehatan Sudinkes Jakarta Timur 2015 27