Anda di halaman 1dari 9

MONITORING KARBON MONOKSIDA (CO) DAN

PARAMETER METEOROLOGIS DI TERMINAL TAWANG


ALUN KABUPATEN JEMBER
1)
Norry Levi Purnama , 1)Yushardi , 1)Agus Abdul Gani
Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Jember
Email: norrylevi@gmail.com

Abstract
Tawang Alun Terminal Jember Regency is one of the dense areas of
vehicles have potential to experience carbon monoxide gas pollution and very low
rainfall compared to the surrounding neighborhoods. This research has shown the
condition of air and carbon monoxide concentration in terminal area of Tawang
Alun. Monitoring used a set of sensor-based tools with an Arduino microcontroller.
The results of monitoring of carbon monoxide and meteorological parameters,
obtained the highest concentration of carbon monoxide occured during the day but
gradually decreased in the afternoon until late in the night when the temperature
was getting down and the air humidity increases. In contrast to the amount of wind
speed that showed the linear distribution pattern as time changed. The average
result of carbon monoxide measurements on holidays is 71,000-158,000 μg / Nm3 on
weekdays of 62,000-69,000 μg /Nm3. This value showed that has exceeded the
ambient air quality standard limit for carbon monoxide gas is 30,000 μg / Nm 3. The
amount of carbon monoxide content is influenced by the volume of vehicles with a
regression rate of 82.3%.
.

Keywords: Carbon Monoxide, meteorological parameters, the ambient air quality


standard

PENDAHULUAN mulai dari ketinggian 50 km dan ditangani


oleh bidang aeronomi. Pada atmosfer
Polusi udara menjadi topik penting bawah, pembagian berdasarkan pengaruh
dalam penelitian atmosfer bumi. Hal ini suhu terdapat pada daerah Troposfir.
dikarenakan masalah yang ditimbulkan Pembagian berdasarkan pengaruh keadaan
seperti pemanasan global atau global gas terdapat pada daerah Homosfir.
warming telah menyebabkan perubahan Berdasarkan pengaruh sifat-sifat gas
iklim yang tidak menentu. Selain itu termasuk pada daerah Barosfir, serta
kebutuhan akan udara bersih merupakan berdasarkan macam-macam partikel pada
kebutuhan utama bagi manusia yang daerah homosfir yang umumnya berupa
tinggal di bumi. Namun menurut hasil moleku-molekul gas. Hal ini dikarenakan
penelitian Sarwono (2010) pemaknaan pada daerah heterosfir molekul-molekul
fenomena pemanasan global dalam konteks mulai terdiosiasi. Sedangkan berdasarkan
kepedulian terhadap perubahan iklim pengaruh medan magnet bumi terlampau
masih sebatas gaya hidup. Menurut jauh didaerah ionosfir ke atas atau yang
Soegeng (1994:15), untuk memaknai disebut sebagai daerah ionopause dan
perubahan iklim perlu memahami dua maknetosfir yang memiliki ketinggian 10
daerah, yaitu atmosfer bawah dan atmosfer kali jari-jari bumi dimana terdapat angin
atas. Atmosfer bawah mulai dari matahari. Jadi, dalam penelitian atmosfer
permukaan bumi sampai ketinggian sekitar bumi pada ketinggian kurang dari 50 km
50 km. Daerah ini ditangani oleh bidang dapat dikaji berdasarkan parameter
meteorologi. Sedangkan atmosfer atas meteorologi secara fisik yang kemudian

85
86 Jurnal Pembelajaran Fisika, Vol. 7 No. 1, Maret 2018, hal 85-92

didapatkan data berupa suhu dan manusia dan lingkungan. Menurut hasil
kelembaban pada daerah troposfir serta penelitian Megalina (2015) pencemaran
kecepatan angin pada daerah homosfir. udara di Terminal Amplas yang banyak
Menurut data monografi tahun 2013, dijumpai adalah pengotoran udara akibat
Kabupaten Jember merupakan kabupaten gas buang dari kendaraan bermotor dan
yang termasuk dalam klasifikasi kota juga asap rokok para supir serta
sedang memiliki potensi ekonomi yang penumpang bus, angkot, mobil, maupun
besar dan dapat dikembangkan. Hal ini kendaraaan lainnya. Menurut hasil
dikarenakan sampai dengan tahun 1990 penelitian Aprilina et al. (2016) adanya
jumlah penduduk mencapai 244.341 jiwa, karbon monoksida (CO) yang tidak
dimana berdasarkan kriteria BPS mengenai berwarna, tidak berbau, dan bersifat racun
kelas kota, kota sedang merupakan kota diduga karena adanya pengaruh dari faktor
dengan jumlah penduduk antara 100.000 lain terutama yang disebabkan oleh
sampai 500.000 jiwa. Jika melihat aktivitas manusia (faktor anthropogenik).
perkembangan distribusinya, hingga tahun Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan
2013 terdapat pertambahan jumlah pada penelitian Sengkey et al. (2011)
penduduk yang cukup signifikan, yakni mengenai tingkat konsentrasi gas karbon
meningkat menjadi 2.334.440 jiwa. monoksida (CO) akibat lalu lintas di ruas
Menurut hasil kajian Prasetyo (2016) jalan Sam Ratulangi Manado, didapatkan
pertumbuhan ekonomi merupakan salah konsentrasi polutan CO yang ada di udara,
satu penyebab kemacetan lalu lintas 80,22% - 92,00% berasal dari kendaraan
perkotaan. Begitupun dengan jumlah bermotor. Sedangkan menurut penelitian
sarana angkutan umum Bus AKAP dan Suryaningsih et al. (2017) hasil pengujian
AKDP yang telah mengalami peningkatan di beberapa lokasi, didapat data konsentrasi
sampai tahun 2013. Berdasarkan data gas CO sebesar 1,89 ppm pada daerah yang
Dinas Perhubungan Kabupaten Jember tidak berpotensi adanya polusi dan 103,35
mengenai jumlah kendaraan yang ppm pada daerah yang berpotensi adanya
beroperasi sampai Tahun 2016 mencapai polusi. Salah satu kegiatan dalam
451 unit untuk kendaraan angkutan umum, pengendalian pencemaran udara adalah
yakni meliputi angkutan kota, angkutan pemantauan kualitas udara ambien. Hal ini
pedesaan, dan Taksi. Sedangkan menurut digunakan untuk mengetahui
peta prasarana transportasi jalan Ditjen penggolongan udara bersih dan udara
Perhubungan Darat tahun 2013 data luas tercemar digunakan klasifikasi menurut
terminal angkutan penumpang, yakni di rentang cemaran bahan partikel dan gas
Terminal Tawang Alun Kabupaten Jember yang boleh terkandung dalam udara.
tipe A mencangkup 30.000 m2. Menurut Menurut hasil observasi peneliti di dinas
Ismiyati et al. (2014) Perkembangan Lingkungan Hidup Kabupaten Jember
jumlah kendaraan yang cepat ditemukan kendala, yakni belum adanya
(eksponensial) berbanding lurus dengan monitoring secara berkala akibat
tingkat penggunaan transportasi serta kurangnya persediaan alat yang cukup
aktivitas pedagang kios maupun kaki lima memadai guna melakukan pemantauan
yang banyak berpusat di titik-titik terhadap kualitas udara di Kabupaten
kemacetan sekitar kawasan terminal. Jember. Untuk itu diperlukan monitoring
Seiring dengan berkembangnya yang dapat memantau kondisi udara secara
transportasi darat, timbul masalah berkala di titik- titik yang rawan tercemar.
lingkungan, yakni pencemaran udara. Kini berkembang piranti elektronik
Menurut Haris et al. (2012) pencemaran canggih berbasis sensor yang tersebar luas
udara adalah bertambahnya bahan di pasaran dengan berbagai jenis
pencemar ke dalam lingkungan udara spesifikasi.
normal yang memberikan efek pada
Purnama, Monitoring Karbon Monoksida... 87

Berdasarkan uraian mengenai Keterangan:


masalah lingkungan tersebut, maka tujuan Mx = nilai rata-rata konsentrasi karbon
penelitian yang dikemukakan dalam monoksida di terminal Tawang Alun;
penelitian ini adalah (1) mengkaji pola My = nilai rata-rata konsentrasi karbon
konsentrasi karbon monoksida (CO) dan monoksida di sawah;
parameter meteorologi (kelembaban, suhu, Σx2 = jumlah kuadrat deviasi di terminal
dan kecepatan angin) berdasarkan Tawang Alun;
perubahan waktu di Terminal Tawang Σy2 = jumlah kuadrat deviasi di sawah;
Alun Kabupaten Jember; (2) mengkaji Nx = banyaknya sampel pada di terminal
hubungan volume kendaraan terhadap Tawang Alun;
konsentrasi karbon monoksida (CO) di Ny = banyaknya sampel pada di sawah
Terminal Tawang Alun Kabupaten Jember; Untuk mengkaji hubungan antara
(3) mengkaji ada atau tidaknya perbendaan jumlah kendaraan dengan tingkat
konsentrasi karbon monoksida (CO) yang konsentrasi karbon monoksida, maka
signifikan di Terminal Tawang Alun dilakukan uji regresi menggunakan
Kabupaten Jember dengan hasil kontrol aplikasi SPSS dengan hipotesis sebagai
alamiah di daerah persawahan. berikut:
a. H0 : x = y (terdapat hubungan antara
METODE PENELITIAN jumlah kendaraan dengan tingkat
konsentrasi karbon monoksida)
Jenis penelitian ini adalah penelitian b. Ha : x y (tidak terdapat hubungan
deskriptif yang dilaksanakan di terminal antara jumlah kendaraan dengan
Tawang Alun Kabupaten Jember dan di tingkat konsentrasi karbon
area persawahan sebagai hasil kontrol monoksida).
alamiah di Kecamatan Ajung Kabupaten Penentuan nilai uji statistik siswa
Jember. Sampel penelitian ditentukan di menggunakan uji independent samples t-
ketinggian 8 meter diatas permukaan tanah. test pada program SPSS 22.
Data yang digunakan adalah data hasil
monitoring secara berkala dan serentak
pada waktu pagi (pukul 07.00 WIB), waktu HASIL DAN PEMBAHASAN
siang (pukul 12.00 WIB), waktu sore
Data Berikut tabel rata-rata hasil
(pukul 17.00 WIB). Metode pengumpulan
monitoring selama 1 jam:
data dalam penelitian ini antara lain
menggunakan: observasi, test, dokumentasi
Tabel 1. Hasil Pengukuran Konsentrasi Gas
dan wawancara. Teknik
Karbon Monoksida (CO) dan Parameter
analisis data untuk mengetahui Meteorologis Terhadap Perubahan Waktu di
perbedaan konsentrasi karbon Terminal Tawang Alun
monoksida di terminal Tawang Alun
dengan di daerah persawahan, maka di
Kelembaba

KecepatanAngin
CO (ppm)

Suhu (˚C)

(Km/Jam)

lakukan uji independent sample t-test


Tanggal

n(%)
Waktu

dengan persamaan:
Hari /
Maret20
Minggu,

Pagi 71,4 27 58 0,4


17

Sore 93,9 26,3 60 1,2


26

Siang 150 32,8 47,4 0,7


(Arikunto, 2010:354)
Maret2017
Senin,27

Pagi 62,2 25,9 60,4 0,1


Sore 69,4 24,7 66 1,0
Siang 89,2 27 59,8 0,5
88 Jurnal Pembelajaran Fisika, Vol. 7 No. 1, Maret 2018, hal 85-92

Berdasarkan Tabel 1 didapatkan Menurut hasil analisa data Rasyidi et al.


pola distribusi karbon monoksida dan (2015) menunjukkan bahwa tidak
parameter meteorologis berdasarkan berkorelasinya antara kelembaban relatif
perubahan waktu pada saat hari libur dengan lapisan inversi, antara lapisan
sebagai berikut: inversi dengan gas pencemar, serta
kelembaban relatif dengan gas pencemar.
Tidak berkorelasinya ini kemungkinan
disebabkan oleh sinar dan panas matahari.
Menurut penelitian Candrasari dan
Mukono (2013) Suhu berpengaruh
terhadap terjadinya keluhan kesehatan
berupa iritasi kulit, artinya semakin tinggi
suhu udara maka mempunyai risiko 0,634
kali lebih besar untuk dapat terjadinya
iritasi kulit. Sedangkan nilai kecepatan
Gambar 1. Pola Distribusi Karbon Monoksida angin menunjukkan perubahan yang tidak
dan Parameter Meteorologis Berdasarkan terlalu signifikan terhadap perubahan
Perubahan Waktu Pada Saat Hari Libur waktu namun dapat memberikan hubungan
Sedangkan pola distribusi karbon yang linier, yakni semakin besar hingga
monoksida dan parameter meteorologis waktu sore sampai menjelang malam hari.
berdasarkan perubahan waktu pada saat Pada penelitian Pradana dan Heriyanto
hari kerja ditunjukkan pada Gambar 2 (2011) angin mempengaruhi nilai
sebagai berikut: kelembaban udara. Pada saat arus mudik
dan balik kelembaban udara memiliki nilai
yang cukup tinggi, hal ini dikarenakan
keadaan cuaca di lokasi pengamatan dalam
keadaan mendung dan angin berhembus
cukup kencang.

Tabel 2. Nilai Hubungan Jumlah Kendaraan


Terhadap Konsentrasi Gas karbon monoksida
(CO) di Terminal Tawang Alun

Gambar 2. Pola Distribusi Karbon Monoksida


daraan(smp
KonsentrasiCO

Volumeken
Jumlahkendaraan
Waktu

dan Parameter Meteorologis Berdasarkan


/jam)
Tanggal
Hari /

Perubahan Waktu Pada Saat Hari Kerja


(ppm)

Dari kedua data hasil pengamatan


konsentrasi CO dan parameter meteorologi
Minggu

Maret2017

Pagi 71,4 20 26
di terminal Tawang Alun didapatkan pola
,26

kontur grafik yang tidak linier terhadap Siang 150 30 39


perubahan waktu. Terlihat bahwa
konsentrasi CO mengalami peningkatan Sore 93,9 22 28,6
saat siang hari kemudian berangsur turun
pada sore sampai sampai malam hari. Hal Pagi 62,2 15 19,5
Maret2017

serupa juga terjadi pada nilai temperatur


Senin,

(suhu udara) di Terminal Tawang Alun. Siang 89,2 20 26


27

Namun tidak terjadi pada nilai kelembaban


Sore 69,4 16 20,8
yang mengalami penurununan kadar uap
air saat siang hari kemudian berangsur naik
saat sore hingga menjelang malam hari.
Purnama, Monitoring Karbon Monoksida... 89

Berdasarkan Tabel 2, maka


didapatkan bentuk grafik sebagai berikut:

Gambar 4. Grafik Nilai Konsentrasi Gas


karbon monoksida (CO) di Terminal Tawang
Alun dan di Persawah
Gambar 3. Grafik Nilai Hubungan Jumlah
Kendaraan Terhadap Konsentrasi Gas karbon Dari Gambar 4 diketahui perubahan
monoksida (CO) di Terminal Tawang Alun yang signifikan pada konsentrasi CO di
terminal Tawang Alun dengan di daerah
Dari Gambar 3 diketahui bahwa persawahan sebagai kontrol alamiah. Rata-
semakin padat volume kendaraan (bus) rata kadar CO di area persawahan turun
yang melintas, maka semakin besar pula sampai 41 ppm.
kadar konsentrasi karbon monoksida di Dari hasil pengujian, didapatkan
terminal Tawang Alun Kabupaten Jember. nilai signifikansi sebesar 0,015 yang berarti
terdapat perbedaan yang signifikan di area
Tabel 3. Nilai Konsentrasi Gas karbon persawahan dengan di terminal Tawang
monoksida (CO) di Terminal Tawang Alun dan Alun. Hal ini terjadi karena didaerah
di Persawahan persawahan merupakan daerah lapang yang
memiliki laju angin lebih besar daripada
didaerah perkotaan. Sehingga emisi gas
polutan dapat lebih berkurang nilainya
Hari/Tang

Konsentrasi
CO(ppm)

karena mudah tersebar ke berbagai arah.


Tempat

Waktu
gal

Besarnya emisi gas karbon monoksida


yang terdeteksi di daerah persawahan
berkisar 24-48 ppm pada hari libur dan 28-
53 ppm pada hari kerja. Sedangkan emisi
TawangAlu

Minggu, Pagi 71,36


Termi

26 Maret Siang 150,20 gas karbon monoksida yang terdeteksi di


nal

2017 Sore 93,90 terminal Tawang Alun berkisar 71-150


n

Senin, 27 Pagi 62,20 ppm pada hari libur dan 62-69 ppm pada
Maret Siang 89,20 hari kerja. Perbedaan pola ini terjadi
2017 Sore 69,42 karena aktifitas di daerah persawahan saat
hari libur lebih sepi daripada saat hari kerja
Minggu, Pagi 45,92 yakni hari senin yang merupakan waktu
wa
Sa

9 April Siang 48,41


h

Senin, 10 untuk memulai berbagai pekerjaan di area


2017 Sore 24,07 persawahan. Menurut Gorahe (2015)
Pagi 48,45 mengenai penelitian di tiga titik, yakni di
April Siang 53,54 jalan Piere Tendean, Jalan Ahmad Yani,
2017 Sore 28,42 dan jalan Sam Ratulangi memiliki kadar
polusi udara (CO) maksimum pada hari
Kamis dan Jumat. Hal ini berarti tingkat
Dari Tabel 3, didapatkan grafik konsentrasi CO meningkat pada saat
nilai konsentrasi gas karbon monoksida menjelang hari libur.
(CO) di terminal Tawang Alun dan di
persawahan sebagai berikut:
90 Jurnal Pembelajaran Fisika, Vol. 7 No. 1, Maret 2018, hal 85-92

Nilai baku mutu udara ambien Konsentrasi CO paling tinggi saat siang
untuk gas karbon monoksida di tetapkan hari kemudian berangsur turun pada sore
selama satu jam pengukuran sebesar sampai menjelang malam hari dimana suhu
30.000 μg/Nm3 atau sebesar 26,25 ppm. semakin turun dan kelembaban udara
Bila dilihat dari hasil pengamatan rata-rata meningkat. Berbeda dengan besarnya
kadar gas karbon monoksida di terminal kecepatan angin yang menunjukkan pola
Tawang Alun maupun didaerah distribusi linier seiring perubahan waktu.
persawahan keduanya termasuk dalam Hal ini terjadi pada saat hari libur maupun
kondisi udara tercemar. Dampak negatif hari kerja; (2) terdapat hubungan antara
karbon monoksida sangat berpengaruh volume kendaraan terhadap besarnya
terhadap kesehatan pada mahluk hidup konsentrasi karbon monoksida di terminal
terutama manusia yang menghirupnya. Tawang Alun Kabupaten Jember. Semakin
Menurut hasil penelitian Kristanto et al. padat jumlah bus yang beroperasi di area
(2013) mengenai pemantauan kualitas Terminal, maka semakin tinggi pula
udara area parkir didapatkan Konsentrasi tingkat cemaran gas karbon monoksida di
CO melebihi baku mutu kualitas udara udara terminal Tawang Alun Kabupaten
dalam ruang. Rata-rata konsentrasi CO Jember. Tingkat regresi antara pengaruh
mencapai 59 ppm. Menurut penelitian volume kendaraan terhadap besarnya
Rita et al. (2016) mengenai pemantauan konsentrasi karbon monoksida sebesar
kualitas udara di Banten, Jawa Tengah, 82,3%; (3) terjadi berbedaan yang
dan Jawa Timur didapatkan kategori signifikan pada konsentrasi CO di terminal
kualitas udara sedang. Menurut Tawang Alun dengan di daerah
persawahan. Adapun saran dari penelitian
penelitian Sandra (2013) polusi udara
ini antara lain: (1) perlu adanya penelitian
yang terjadi diketahui mempunyai
pengaruh yang signifikan dapat lebih lanjut mengenai monitoring
menimbulkan batuk kering dan sesak nafas konsentrasi CO dan parameter meteorologi
disertai batuk serta dapat menurunkan dengan variasi tempat penelitian sebagai
perbandingan; (2) perlu adanya metode
fungsi paru Polantas. Sedangkan menurut
penelitian yang sesuai yakni minimal 10
penelitian Anggraeni (2009) diketahui
meter di atas permukaan tanah; (3) perlu
bahwa CO bereaksi dengan Fe dari porfirin
adanya sikap waspada dan peduli
kemudian CO bersaing dengan oksigen
lingkungan kerja sebagai bentuk proteksi
dalam mengikat protein heme yaitu
yang dilakukan pemerintah, misalnya
hemoglobin. Dengan
melakukan pengadaan sistem monitoring
diikatnya Hb menjadi COHb yang lebih presisi setiap harinya serta
mengakibatkan Hb menjadi inaktif membangun ruang terbuka hijau pada
sehingga darah berkurang kemampuan lahan kosong yang terdapat di sebelah
untuk mengangkut oksigen. Selain itu selatan terminal yang masih digunakan
adanya COHb dalam darah akan
sebagai tempat pembuangan sampah.
menghambat disosiasi Oxi-Hb. Dengan
demikian jaringan akan mengalami
hipoksia. DAFTAR PUSTAKA
SIMPULAN DAN SARAN Anggraeni, S. 2009. Pengaruh Lama
Paparan Asal Knalpot dengan Kadar
Berdasarkan hasil dan pembahasan CO 1800 ppm Terhadap Gambaran
diperoleh kesimpulan sebagai berikut: (1) Histopatologi Jantung Pada Tikus Wistar.
pola distribusi konsentrasi CO dan Laporan Akhir
parameter meteorologi di Terminal Penelitian Karya Ilmiah.
Tawang Alun didapatkan pola grafik yang Universitas Diponegoro.
tidak linier terhadap perubahan waktu.
Purnama, Monitoring Karbon Monoksida... 91

Aprilina, K., Badriah, I., U., dan Aldrian, E. Meubel, Ruas Jalan Ahmad Yani
2016. Hubungan Antara Depan Koni dan Ruas Jalan Piere
Konsentrasi Karbon Monoksida Tendean Samping Patung
(CO) dan Suhu Udara Terhadap Pahlawan). Jurnal Sipil Statik. Vol.
Intervensi Anthropogenik (Studi 3 (7): 484-491
Kasus Nyepi Tahun 2015 di
Provinsi Bali). Jurnal Meteorologi Haris, A., Ikhsan, M., dan Rita, R. 2012.
dan Geofisika. Vol 17 (1): 53-60. Asap Rokok Sebagai Bahan
Pencemar dalam Ruangan. Jurnal
Arikunto, S. 2010. Prosedur Penelitian Cermin Dunia Kedokteran. Vol. 39
Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: (1): 17-20.
Rineka Cipta
Ismiyati, Marlita, D., dan Saidah, D. 2014.
Candrasari, C.,R., Mukono, J., 2013. Pencemaran Udara Akibat Emisi
Hubungan Kualitas Udara Dalam Gas Buang Kendaraan Bermotor.
Ruang Dengan Keluhan Penghuni Jurnal Manajemen Transportasi &
Lembaga Pemasyarakatan Kelas Logistik (JMTransLog). Vol. 1 (3):
IIA Kabupaten Sidoarjo. Jurnal 241-247.
Kesehatan Lingkungan. Vol. 7 (1):
21–25. Kristanto, G., A., Sumabrata, J., dan Astuti,
S., K. 2013. Analisis Kualitas
Ditjen Perhubungan Darat Provinsi Jawa Udara di Ruang Parkir Bawah
Timur. 2013. Profil dan Kinerja Tanah dan Pengaruhnya Terhadap
Perhubungan Darat. Kabupaten Pengguna. Jurnal Sains dan
Jember: Dinas Perhubungan. Teknologi Lingkungan. Vol 5
(2): 117-126.
Dinas Perhubungan Kabupaten Jember.
2016. Data Penumpang Terminal AKAP Megalina, Y. 2015. Pengaruh Pencemaran
AKDP. Kabupaten Jember: Udara di Daerah Terminal Amplas Bagi
Dinas Perhubungan. Kehidupan Masyarakat.
Jurnal Pengabdian Kepada
Gorahe,I., M., dan Jansen, F. 2015. Masyarakat. Vol. 21(79): 94-101
Pemodelan Hubungan Antara Arus
Lalu Lintas dan Polusi Udara (CO)
(Studi Kasus: Ruas Jalan Sam
Ratulangi Depan Indo
92 Jurnal Pembelajaran Fisika, Vol. 7 No. 1, Maret 2018, hal 85-92

Pradana, R., P., dan Heriyanto, E. 2011. Sandra, C. 2013. Pengaruh Penurunan
Analisis Pemantauan Kualitas Kualitas Udara Terhadap Fungsi
Udara Pada Saat Arus Mudik dan Paru dan Keluhan Pernafasan Pada
Balik Lebaran di Gerbang Tol Polisi Lalu Lintas Polwiltabes
Cikampek Tahun 2009. Jurnal Surabaya. Jurnal Ikesma. Vol. 9
Meteorologi dan Geofisika. Vol 12 (1): 1-8.
(3): 261- 269.
Sarwono, B., K. 2010. Pemaknaan Kaum
Prasetyo, A. 2016. Kajian Pengaruh Perempuan Urban Terhadap Isu
Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Pemanasan Global dan
Peningkatan Kemacetan Lalu Lingkungan di Media. Jurnal Ilmu
Lintas di Perkotaan. Jurnal Komunikasi. Vol. 8 (2): 178 – 190.
Penelitian Transportasi Darat.
Vol. 18 (4): 231-242 Sengkey, S.,L., Jansen, F., dan Wallah, S.
2011. Tingkat Pencemaran Udara
Rasyidi, A., A., Hassan, H., dan CO Akibat Lalu Lintas Dengan
Boedisantoso, R. 2015. Penentuan Model Prediksi Polusi Udara Skala
Korelasi Perubahan Kelembaban Mikro. Jurnal Ilmiah Media
Relatif terhadap Ketinggian Inversi Engineering. Vol. 1(2): 119-120.
dan Kualitas Udara Ambien di
Kota Surabaya. Jurnal Teknik ITS. Soegeng, R. 1994. Ionosfir. Yogyakarta:
Vol. 4 (1): 106-110. Andi Offset..

Rita, D. D. Lestiani, E. H. Panjaitan, M. Suryaningsih, S., Yuda, J., Hidayat, S., dan
Santoso, dan H. Yulinawati. 2016. Chaerunnisa, I. 2017. Rancang
Kualitas Udara (PM10 dan PM2.5) Bangun Alat Ukur Kadar Gas CO
Untuk Melengkapi Kajian Indeks Berbasis Nirkabel Rf Untuk
Kualitas Lingkungan Hidup. Pemantauan Kondisi Pencemaran
Jurnal Ecolab. Vol 10 (1):1-7. Udara. Jurnal Ilmu dan Inovasi
Fisika. Vol. 1 (1): 45 – 50.
Purnama, Monitoring Karbon Monoksida... 93