Anda di halaman 1dari 3

Surat Perjanjian Kerja Sama

Antara Pemilik Kebun Karet dan Penyadap

Pada hari ini ……………. tanggal …………….. 2019 bertempat di Muara Enim telah
ditandatangani perjanjian kerja sama antara:

I. Nama : Ir. H. Agus Sulistiyono


No. KTP :
Alamat : Jln. Kopral Syafe’I No. 24 RT/RW 02/03 Kel. Pasar I, Muara Enim
Selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA

II. Nama :
No. KTP :
Alamat :
Selanjutnya disebut PIHAK KEDUA

PASAL 1
Maksud dan Tujuan

Maksud dan tujuan Perjanjian Kerjasama ini adalah para pihak sepakat untuk melaksanakan
kerjasama dibidang Penyadapan Karet dan Pemeliharaan Kebun Karet.

PASAL 2
Sifat Perjanjian

Sifat dari Perjanjian ini adalah saling membutuhkan, saling menguntungkan, saling menepati
Perjanjian dan saling bertanggungjawab demi terciptanya target produksi getah karet.

PASAL 3
Hak dan Kewajiban

1. Pihak Pertama berhak untuk memerintahkan kepada Pihak Kedua agar penyadapan karet dan
pemeliharaan kebun bisa berjalan dengan baik sesuai ketentuan yang berlaku.
Pihak Pertama berkewajiban membagi hasil sadapan 50% dan 50%.
2. Pihak Kedua mempunyai hak dalam perjanjian hasil 50% dan 50%.
Pihak Kedua berkewajiban melaksanakan dan loyal kepada Pihak Pertama, untuk melakukan
penyadapan, pemeliharaan kebun sesuai ketentuan dan aturan yang berlaku.

PASAL 4
Pelaksanaan Penyadapan

1. Waktu penyadapan dalam cuaca normal dimulai dari jam 05.00 WIB sampai jam 10.00 WIB.
2. Dalam keadaan cuaca hujan dan tanaman masih basah, pelaksanaan penyadapan
menyesuaikan keadaan.
3. Ketentuan ketebalan kulit batang karet harus sesuai norma yang berlaku dan patuh dari
arahan Mandor dan Koordinator Lapangan.
4. Apabila penyadapan sampai kena kayu batang karet dan sudah diperingatkan sampai 3 kali
masih tetap kena kayu, maka Pihak Pertama melalui Mandor dan Koordinator Lapangan
berhak memecat penyadap dan memutuskan Perjanjian Kerjasama ini.
5. Dalam cuaca normal, setelah 3 kali penyadapan maka harus segera diangkit, dicetak, dan
segera diangkut ke Gudang.
6. Apabila ada kehilangan karet baik di mangkok atau bentuk bokar yang masih dilapangan,
menjadi tanggungjawab penyadap masing-masing dan harus mengganti.
7. Dalam hal keamanan kebun secara keseluruhan maka seluruh penyadap harus ikut
mengamankan dan bertanggungjawab terhadap karet dilapangan maupun yang ada di
gudang.

PASAL 5
Pemeliharaan Kebun

1. Dalam hal pemeliharaan kebersihan kebun, Penyadap wajib bertanggungjawab agar kebun
tidak kotor dan terhindar dari gulma tanaman.
2. Pemeliharaan kebun dapat dilakukan setiap hari setelah penyadapan rutin dan tidak boleh
menunda-nunda dan banyak alasan.
3. Apabila sudah diingatkan sempai 3 kali belum dikerjakan dan kebun masih dalam keadaan
kotor, maka Pihak Satu melalui Mandor dan Koordinator Lapangan berhak memecat
penyadap yang bersangkutan.
4. Beban biaya yang timbul selain pisau sadap yaitu minyak untuk potong rumput, pestisida,
dan pupuk, maka akan ditanggung bersama antara Pihak Satu dan Pihak Kedua.
5. Pada hari penimbangan karet, maka penyadapan masih diwajibkan untuk melakukan
penyadapan agar target produksi karet bisa dipertahankan.

PASAL 6
Ketentuan Libur, Izin Tidak Masuk Kerja, dan Sakit

1. Libur diberikan hanya 1 hari setelah pelaksanaan penimbangan karet.


2. Izin sakit diberikan selama penyadap memang betul-betul sakit dan tidak dibuat-buat.
3. Apabila penyadap sering sakit-sakitan yang menyebabkan terganggunya penyadapan, maka
penyadapan dianjurkan untuk istirahat kerja dan posisinya digantikan orang baru.
4. Apabila keluarga penyadap ada yang hajatan atau meninggal dunia maka diberikan izin tidak
masuk kerja paling lama 4 hari.
5. Biaya berobat untuk penyadap yang sakit ditanngung oleh Pihak Pertama dengan ketentuan
biaya yang timbul maksimal Rp. 50.000 (Lima puluh ribu rupiah) dan waktunya minimal 3
bulan sekali.
6. Izin harus dilakukan dengan mengajukan baik tertulis maupun lisan kepada Pihak Pertama
melalui Mandor atau Koordinator Lapangan dan harus mendapat persetujuan Pihak Pertama.
7. Apabila penyadap tidak mengajukan izin dianggap pelanggaran dan tidak diakui atau alpa.

Muara Enim, …………………..

Pihak Pertama Pihak Kedua

(Ir. H. Agus Sulistiyono) (.………………………………)

Saksi-saksi:

1. Suryana (………………………………..)

2. Tedy (………………………………..)

3. Wagino (………………………………..)