Anda di halaman 1dari 66

`

AKTUALISASI
LATIHAN DASAR CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL
GOLONGAN II KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA

OPTIMALISASI PELAYANAN INFORMASI PUBLIK MELALUI


WEBSITE DAN MEDIA SOSIAL DI LEMBAGA PEMBINAAN
KHUSUS ANAK KELAS I PALEMBANG

Oleh:
M DITTO ANUGERAH S
NIP 199102112017121003
NDH: 14

Peserta Pelatihan Dasar CPNS Golongan II


Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Angkatan VII

KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA


KANTOR WILAYAH PROVINSI SUMATERA SELATAN
BEKERJA SAMA DENGAN
BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DAERAH
PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA SELATAN
PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN IIANGKATAN VII
DI PALEMBANG
TAHUN 2018

1
`

LEMBAR PERSETUJUAN

AKTUALISASI
OPTIMALISASI PELAYANAN INFORMASI
PUBLIK MELALUI WEBSITE DAN MEDIA
SOSIAL DI LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS
ANAK KELAS I PALEMBANG

Oleh:
M DITTO ANUGERAH S
NDH: 14

Telah Diseminarkan dan disetujui pada:


Hari/Tanggal:Rabu/ 10 Oktober 2018
Tempat :BPSDM Daerah Provinsi Sumatera Selatan

COACH, MENTOR,

Dra. Srisnawati ., M.Si Selamat Riadi., SH


Widyaiswara Ahli Madya Kasi Wasgakin
NIP. 196801211993032006 NIP. 197906122005011001

Diketahui/Disetujui Oleh:
An. Kepala Kanwil Kementerian Hukum dan HAM
Plt. Kepala Divisi Administrasi

Drs. Kemas Hamzah Zein, MM


Pembina Utama Muda
NIP. 195812101983031001

2
`

LEMBAR PENGESAHAN

AKTUALISASI
OPTIMALISASI PELAYANAN INFORMASI
PUBLIK MELALUI WEBSITE DAN MEDIA
SOSIAL DI LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS
ANAK KELAS I PALEMBANG

Oleh:
M DITTO ANUGERAH S
NDH: 14

Telah Diseminarkan dan disetujui pada:


Hari/Tanggal:Rabu/ 10 Oktober 2018
Tempat :BPSDM Daerah Provinsi Sumatera Selatan

COACH, MENTOR,

Dra. Srisnawati ., M.Si Selamat Riadi., SH


Widyaiswara Ahli Madya Kasi Wasgakin
NIP. 196801211993032006 NIP. 197906122005011001

Diketahui/Disetujui Oleh:
An. Kepala BPSDMD Provinsi Sumatera Selatan
Kabid Pengembangan Kompetensi Manajerial,

Hj. Holijah, SH., MH


Pembina Tk.I (IV/b)
NIP. 196909071996032004

3
`

KATA PENGANTAR

Segala puji hanya bagi Allah SWT. Tuhan seluruh alam semesta
karena berkat rahmat, taufik dan hidayah-Nya serta kekuatan-Nya yang
diberikan kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan
Aktualisasi yang berjudul “OPTIMALISASI PELAYANAN INFORMASI
PUBLIK MELALUI WEBSITE DAN MEDIA SOSIAL PADA LEMBAGA
PEMBINAAN KHUSUS ANAK KLAS I PALEMBANG”. Shalawat beserta
salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi
Muhammad SAW, beserta keluarga, sahabat dan pengikut beliau yang
selalu istiqomah di jalan-Nya.
Kegiatan aktualisasi ini merupakan implementasi dari rencana
kegiatan yang telah dibuat sebelumnya oleh peserta pelatihan dasar pada
tahapan on campus di BPSMD Provinsi Sumatera Selatan. Dalam
penyusunannya, izinkan penulis mengucap ribuan terima kasih kepada:
1 Allah SWT yang telah memberikan segala nikmat dan anugerah-
Nya.
2 Kedua Orang tua, Saudara dan keluarga yang telah memberikan
dukurngan moral dan juga material.
3 Bapak Dr. H. Sudirman D. Hury, SH., MM., M.Sc Selaku Kepala
Kantor Wiayah Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Sumatera
Selatan.
4 Bapak Wahyu Hidayat, Bc.IP., SE., M.Si selaku kepala Lembaga
Pembinaan Khusus Anak Klas I Palembang
5 Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah
Provinsi Sumatera Selatan.
6 Ibu Hj. Holijah, S.H., M.H. Selaku Pembina Tk. I
7 Bapak Selamat Riadi, SH selaku mentor yang telah memberikan
bimbingan, saran dan masukkan sehingga rancangan aktualisasi
habituasi ini dapat terselesaikan.

4
`

8 Ibu Dra. Srisnawati, M.Si selaku coach yang telah memberikan


bimbingan, saran, dan masukkan sehingga rancangan
aktualisasi habituasi ini dapat terselesaikan.
9 Seluruh Widyaiswara yang telah membantu dalam proses
pelatihan dasar.
10 Seluruh panitia Pelatihan Dasar CPNS Golongan II Kementerian
Hukum dan Hak Asasi Manusia Kantor Wilayah Sumatera
Selatan, dan
11 Rekan-rekan seperjuangan, peserta Pelatihan Dasar Gelombang
Kedua Angkatan VII yang selalu menyemangati hingga akhir.
Penulis menyadari masih banyak terdpat kekurangan dalam
penyusunan laporan ini sehingga penulis menerima sebgala kritik dan
saran yang membangun demi perbaikan laporan ini kedepannya, Akhirnya
penulis berharap semoga aktualisasi ini dapat berguna dan bermanfaat
khususnya bagi Unit Pelaksana Teknis yang terkait dan bagi Kementerian
Hukum dan HAM pada umumnya.

Palembang, Oktober 2018

M. Ditto Anugerah S

5
`

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL.........................................................................................i
LEMBAR PERSETUJUAN........................................................................ii
LEMBAR PENGESAHAN.........................................................................iii
KATA PENGANTAR....................................................................................iv
DAFTAR ISI.......................................................................................................v
DAFTAR TABEL...........................................................................................vii
DAFTAR GAMBAR....................................................................................viii

BAB I PENDAHULUAN..........................................................................1
A. Latar Belakang.....................................................................1
B. Tujuan dan Manfaat...........................................................2
C. Ruang Lingkup.....................................................................3

BAB II RANCANGANAKTUALISASI (HABITUASI)..............5


A. Deskripsi Organisasi..........................................................5
1. Profil Organisasi..........................................................5
2. Visi, Misi, Nilai-nilai Organisasi...........................9
B. Deskripsi Isu/Situasi Problematik Lembaga
Pembinaan Khusus Anak............................................10
C. Analisis Isu...........................................................................15
D. Argumentasi Terhadap Core Issue Terpilih..........17
E. Nilai-nilai Dasar Profesi PNS......................................18
F. Matrik Rancangan.............................................................23
G. Jadwal Kegiatan...............................................................34
H. Kendala dan Antisipasi..................................................35
BAB III PELAKSANAAN AKTUALISASI....................................36
A. Pendalaman Core Issue Terpilih...............................36
B. Capaian Kegiatan Aktualisasi.....................................37
BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN............................................49
A. Kesimpulan..........................................................................49
B. Saran......................................................................................50

LAMPIRAN
DAFTAR REFRENSI
BIODATA

6
`

DAFTAR TABEL

Tabel 1. Bobot Penetapan Kriteria Kualitas ISU AKPK........................16

Tabel 2. Tabel Analisis Isu Menggunakan AKPK.....................................16

Tabel 3. Matrik Rancangan..................................................................................33

Tabel 4. Tabel Jadwal Kegiatan........................................................................34

Tabel 5. Tabel Capaian Kegiatan Aktualisasi..............................................38

7
`

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Gedung Kantor Lama dan Gedung Kantor Baru .........................7

Gambar 2. Pintu Utama Sebelum dan Sesudah Renovasi ............................7

Gambar 3. Struktur Organiasi LPKA Kelas I Palembang................................8

8
`

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Dalam Undang-undang No. 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil
Negara, pegawai ASN berfungsi sebagai: 1) Pelaksana kebijakan Publik;
2) Pelayan Publik; 3) Perekat dan pemersatu bangsa. Dalam menjalankan
fungsinya, ASN wajib mengaktualisasikan nilai-nilai dasar profesi ASN
dalam keseharian kerjanya. Sesuai dengan amanat undang-undang,
untuk menginternalisasikan nilai-nilai dasar tersebut ke dalam setiap ASN,
maka calon ASN harus mengikuti tahap pelatihan dasar.
Sistem pembelajaran pada Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai
Negeri Sipil Golongan II Angkatan VII Kemenkumham, menuntut setiap
peserta pelatihan dasar untuk mengaktualisasikan nilai-nilai dasar profesi
ASN yaitu Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika publik, Komitmen mutu, dan
Anti korupsi yang disingkat menjadi ANEKA. Melalui proses pembelajaran
aktualisasi ini, seluruh atau beberapa nilai dasar dan kedudukan dan
peran ASN akan melandasi pelaksanaan setiap kegiatan peserta latihan
dasar, setiap peserta harus menemukan dan mengungkapkan makna
diballik penerapan nilai-nilai dasar dan kedudukan dan peran ASN
tersebut pada pelaksanaan setiap kegiatan yang telah dirancang oleh
peserta pelatihan dasar di tempat tugas.
Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan II Angkatan
VII Kemenkumham yang dilaksanakan di BPSDM Daerah Provinsi
Sumatera Selatan mengikuti pola pelatihan yang baru. Kegiatan pelatihan
dasar pertama adalah tahap On Campus yang dilaksanakan mulai tanggal
07 Mei 2018 s/d 23 Juni 2018 dimana bertujuan untuk mempelajari nilai-
nilai ANEKA dan kedudukan serta peran ASN.
Aktualisasi ini disusun sebagai pelaksanaan kegiatan dari rancangan
habituasi yang telah disusun sebelumnya yang memuat nilai-nilai dasar
ANEKA dan diimplementasikan di unit kerja masing-masing sehingga para
peserta pelatihan dasar Calon Aparatur Sipil Negara Kementerian Hukum

1
`

dan HAM RI dapat paham seutuhnya nilai-nilai ANEKA yang telah


dipelajari sebelumnya melalui kelas On Campus sehingga dapat member
manfaat secara langsung bagi institusi dalam melayani masyarakat.

B. Tujuan dan Manfaat

Peserta Pelatihan Dasar CPNS Golongan II diharapkan mampu


untuk mengaktualisasikan nilai-nilai dasar ANEKA (Akuntabilitas,
Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi) dan
mengetahui kedudukan dan peran profesi ASN dalam NKRI (Manajemen
ASN, Whole of Government, Pelayanan Publik), sehingga dalam
menjalankan tugas dan fungsinya ASN memiliki rasa nasionalisme,
menjunjung tinggi etika publik dalam hal melayani masyarakat, dan
memiliki komitmen dengan berorientasi mutu dalam menjalankan setiap
tugas pokok dan fungsinya serta selalu mengedepankan jiwa anti korupsi.
Adapun manfaat dari penyusunan Aktualisasi ini adalah sebagai
berikut:

1) Menambah pengalaman dan pengetahuan penyusun dalam proses


aktualisasi sehingga dapat mudah dalam menyesuaikan diri
dengan keadaan sebenarnya di satuan kerja.
2) Kegunaan teoritis, yaitu untuk mengembangkan dan menambah
referensi dalam upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan
pada Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas I Palembang dalam
menerapkan nilai-nilai dasar ASN sebagai Petugas
Pemasyarakatan.
3) Bagi ASN agar dapat memahami nilai-nilai dasar ASN sebagai
penunjang dalam proses kegiatan aktualisasi dan menerapkannya
di Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan masing-masing agar
menjadi ASN yang mempunyai nilai ANEKA dalam memberikan
pelayanan yang baik.
4) Bagi Stakeholder agar dapat memahami pentingnya penerapan
nilai-nilai ASN dan aktualisasinya untuk menunjang pelaksanaan

2
`

tugas dan fungsinya sebagai ASN dalam meningkatkan kualitas


manajemen dan pelayanan pada badan peradilan ASN diharapkan
dapat memberikan kontribusi positif untuk mewujudkan visi, misi,
dan tujuan institusi tempat bekerja sesuai dengan tugas dan
fungsinya masing-masing.

C. Ruang Lingkup
Ruang lingkup atau batasan dalam aktualisasi ini adalah
mengaktualisasikan nilai-nilai dasar ANEKA (Akuntabilitas, Nasionalisme,
Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi) serta menganalisis dan
memahami tugas dan fungsi dan keterkaitannya dengan teori kedudukan
ASN dalam NKRI (Whole of Government, Pelayanan Publik, dan
Manajemen ASN).

Aktualisasi merupakan dokumen atau produk pembelajaran yang


dihasilkan peserta Pelatihan Dasar Calon ASN bagi CPNS Golongan II.
Dalam merancang aktualisasi ini, setiap peserta dituntut untuk :

a) Mengidentifikasi, menyusun dan menetapkan isu atau


permasalahan yang terjadi dan harus segera dipecahkan,
b) Mengajukan gagasan pemecahan isu/ masalah dengan
menyusunnya dalam daftar rencana, tahapan, dan output,
c) Mendeskripsikan keterkaitan antara isu dan kegiatan yang
diusulkan dengan substansi mata pelatihan manajemen ASN,
pelayanan publik, dan whole of government, dalam
satu atau keseluruhan perspektif mata pelatihan, baik
secara langsung ataupun tidak langsung,
d) Mendeskripsikan rencana pelaksanaan kegiatan dan
konstribusi hasil kegiatan yang didasari aktualisasi nilai-nilai
dasar ASN, serta
e) Mendeskripsikan hasil kegiatan yang dilandasi oleh substansi
mata pelatihan terhadap pencapaian visi, misi, tujuan

3
`

organisasi, dan penguatan terhadap nilai-nilai organisasi.


Adapun ruang lingkup pembahasan Rancangan Aktualisasi ini
mencakup Organisasi LPKA Klas I Palembang secara umum yang
dibatasi pada bidang Pelayanan Informasi Publik dalam rangka
memberikan Pelayanan Publik yang prima terhadap masyarakat.

BAB II
RANCANGAN AKTUALISASI (HABITUASI)

4
`

A. Deskripsi Organisasi
1. Profil Organisasi
Lembaga Pembinaan Khusus Anak Klas I Palembang berdiri pada
tahun 1967, diatas lahan seluas 59,735 meter persegi yang
pembangunannya dilakukan secara bertahap.
Dapat digambarkan bahwa kondisi fisik dari Lembaga Pembinaan Khusus Anak Klas I
Palembang adalah sebagai berikut : Gedung Kantor dibangun pada tahun 1967 dan telah
mengalami sejumlah renovasi antara lain pada tahun 2004 berupa pembangunan Blok Hunian 2
(dua) lantai dan Komponen ruangan seksi-seksi serta pada tahun 2016 dengan mengubah
sejumlah bangunan dan penambahan gedung sekolah.
Luas Tanah : 13.318 m2
Luas Kantor : 7881 m2
Kapasitas tampung Andikpas dan Tahanan adalah berjumlah 500
orang, sedangkan jumlah penghuni 200 orang rata-rata pertahunnya.
Dalam gedung ini ruang untuk penghuni dibedakan menjadi tahanan,
narapidana (Andikpas), dan Kejahatan Khusus Narkoba.
Pada dasarnya LPKA Palembang mempunyai tugas dan fungsi
menjalankan UU No.11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Anak
dimana dalam penempatan andikpas bebas dari penyiksaan,
penghukuman atau perlakuan yang kejam, tidak manusiawi, dan
merendahkan derajat dan martabat anak.
Berdasarkan Undang–Undang Nomor 11 Tahun 2012 Tentang
Sistem Peradilan Pidana Anak dinyatakan bahwa Lembaga Pembinaan
Khusus Anak adalah suatu tatanan mengenai arah khusus soal anak
dalam LPKA (anak yang dijatuhkan pidana penjara), mereka berhak
memperoleh pembinaan, pembimbingan, pengawasan, pendampingan,
pendidikan dan pelatihan, serta hak lain sesuai dengan ketentuan
Peraturan Perundang-undangan. LPKA wajib menyelenggarakan
pendidikan, pelatihan keterampilan, pembinaan, dan pemenuhan hak lain
sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Program
pendidikan dan pembinaan ini diawasi oleh Balai Pemasyarakatan
(Bapas).

5
`

Perubahan Lapas Anak Klas II A Palembang menjadi Lembaga


Pembinaan Khusus Anak Kelas I Palembang dilakukan dengan peresmian
secara serentak di seluruh Indonesia mengenai perubahan Lapas Anak
menjadi LPKA pada tanggal 05 Agustus 2015 berpedoman pada lampiran
surat Menteri Hukum dan HAM RI. Nomor: SEK.PR.01.01-48 Tanggal 29
Juli 2015 tentang peresmian LPKA (Lembaga Pembinaan Khusus Anak)
dan LPAS (Lembaga Penempatan Anak Sementara).

Tugas dan Fungsi Organisasi


Berdasarkan Permenkumham No. 18 Tahun 2015 tentang
Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Pembinaan Khusus Anak, LPKA Klas
I Palembang mempunyai tugas melaksanakan pembinaan terhadap anak
didik pemasyarakatan. Untuk melaksanakan tugas sebagaimana
dimaksud, LPKA menyelenggarakan fungsi:
1. Registrasi dan klasifikasi yang dimulai dari penerimaan, pencatatan
baik secara manual maupun elektronik, peniliaian,
pengklasifikasian, dan perencanaan program;
2. Pembinaan yang meliputi pendidikan, pengasuhan, pengentasan,
dan pelatihan keterampilan, serta layanan informasi;
3. Perawatan yang meliputi pelayanan makanan, minuman, dan
pendistribusian perlengkapan dan pelayanan kesehatan;
4. Pengawasan dan penegakan disiplin yang meliputi administrasi
pengawasan, pencegahan dan penegakan disiplin serta
pengelolaan pengaduan; dan
5. Pengelolaan urusan umum yang meliputi urusan kepegawaian, tata
usaha, penyusunan rencana anggaran, pengelolaan urusan
keuangan serta perlengkapan dan rumah tangga.
Perubahan Bangunan Fisik dimulai Sejak 01 Januari 2016
Berikut Kondisi Bangunan Fisik Sebelum dan Sesudah Perubahan :

6
`

Gambar 1. Gedung Kantor Lama dan Gedung Kantor Baru

Gambar 2. Pintu Utama Sebelum dan Sesudah Renovasi

Bagan Struktur Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas I Palembang

7
`

Gambar 3. Struktur Organisasi LPKA Kelas I Palembang

Kepala LPKA Kelas I adalah jabatan struktural eselon IIIa. Kepala


Subbagian dan Kepala Seksi pada LPKA Kelas I adalah jabatan struktural
eselon IVa. Kepala Urusan dan Kepala Subseksi pada LPKA Kelas I
adalah jabatan struktural eselon V.

Lokasi Organisasi
Secara geografis Lembaga Pembinaan Khusus Anak Klas I
Palembang terletak di jalan Inspektur Marzuki KM. 4,5 Kelurahan Siring
Agung, Kecamatan Ilir Barat I, Kota Palembang, Provinsi Sumatera
Selatan.

2. Visi, Misi, Nilai-nilai Organisasi

VISI

8
`

"Memulihkan Kesatuan Hubungan Hidup, Kehidupan dan Penghidupan


Anak Sebagai Individu, Anggota Masyarakat dan Makhluk Tuhan Yang
Maha Esa.”

MISI
Memulihkan kualitas hubungan anak dengan keluarga dan
masyarakat melalui upaya Reintegrasi sosial.
Mewujudkan kepentingan terbaik bagi anak, perlindungan,
keadilan, non diskriminasi, dan pernghargaan terhadap pendapat
anak.
Melaksanakan pelayanan, perawatan, pendidikan, pembinaan,
pembimbingan dan pendampingan tumbuh kembang anak
Meningkatkan ketakwaan, kecerdasan, kesantunan dan keceriaan
anak agar dapat menjadi manusia mandiri dan bertanggung
jawab. Menjadikan Lembaga yang layak dan ramah anak.

Nilai-Nilai Organisasi
Adapun nilai organisasi yang terkandung adalah PASTI yang
merupakan akronim dari kata Profesional, Akuntabilitas, Sinergi,
Transparan, Inovatif. Selanjutnya dapat dijelaskan sebagai berikut:
PASTI
Professional
Aparat Kementerian Hukum dan HAM adalah aparat yang bekerja
keras untuk mencapai tujuan organisasi melalui penguasaan
bidang tugasnya, menjunjung tinggi etika dan integritas profesi.

Akuntabel
Setiap kegiatan dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan dapat
dipertanggung jawabkana kepada masyarakat sesuai dengan
ketentuan atau peraturan yang berlaku.
Sinergi
Untuk membangun dan memastikan hubungan kerja sama yang
produktif serta kemitraan yang harmonis dengan para pemangku
kepentingan. Untuk menemukan dan melaksanakan solusi terbaik,
bermanfaat dan berkualitas.
Transparan

9
`

Kementerian Hukum dan HAM menjamin akses atau kebebasan


bagi setiap orang untuk memperoleh informasi tentang
penyelenggaraan pemerintah, yakni informasi tentang kebijakan,
proses pembuatan dan pelaksanaannya serta hasil-hasil yang
dicapai.
Inovatif
Kementerian Hukum dan HAM mendukung kreatifitas dan
mengembangkan inisiatif untuk selalu melakukan pembaharuan
dalam penyelenggaran tugas dan fungsinya.

B. Deskripsi Isu/Situasi Problematik Lembaga Pembinaan


Khusus Anak
Pengertian isu menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah
masalah yg dikedepankan untuk ditanggapi; kabar yang tidak jelas asal
usulnya dan tidak terjamin kebenarannya; kabar angin; desas desus.
Setidaknya ada 3 (tiga) faktor yang mempengaruhi dan perlu
mendapatkan perhatian dalam menetapkan isu yang akan diangkat, yaitu
kemampuanmelakukan:
1. Enviromental Scanning, yaitu peduli terhadap masalah dalam
organisasi dan mampu memetakan hubungan kausalitas
2. Problem Solving, mampu mengembangkan dan memilih alternatif,
dan mampu memetakan aktor terkait dan perannya masing-masing.
3. Analysis, mampu berpikir konseptual (mengkaitkan dengan
substansiMataPelatihan),mampumengidentifikasi
implikasi/dampak/manfaat dari sebuah pilihan
kebijakan/program/kegiatan/ tahapankegiatan.

Berdasarkan hasil penelitian studi lapangan dan konsultasi kepada


Coach & mentor, situasi problematik yang terjadi di Lembaga Pembinaan
Khusus Anak Klas I Palembang dapat dijabarkan sebagai berikut :

1.Penyediaan sarana Jemuran Pakaian Andikpas

10
`

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), sarana adalah


segala sesuatu yang dapat dipakai sebagai alat dalam mencapai maksud
atau tujuan. Sedangkan prasarana adalah segala sesuatu yang
merupakan penunjang utama terselenggaranya suatu proses (usaha,
pembangunan, proyek). Untuk lebih memudahkan membedakan
keduanya. Sarana lebih ditujukan untuk benda-benda seperti
komputer,meja, mesin-mesin dan semisalnya, sedangkan prasarana lebih
ditujukan untuk benda-benda yang tidak bergerak seperti gedung.
Dalam hal ini, Blok hunian yang ada di Lembaga Pembinaan
khusus Anak Klas I Palembang adalah prasarana dimana berfungsi
sebagai tempat tinggal sementara Andikpas selama menjalani masa
pidana. Karena fungsinya sebagai tempat tinggal sementara, maka blok
hunian harus dirancang sedemikian rupa agar terjamin dari sisi
keamanan, kebersihan, maupun kerapihan. Dari ketiga hal tersebut,
kerapihan dapat menjadi sorot utama yang dapat diangkat menjadi issue
dimana kondisi blok hunian tersebut seringkali tidak tertata rapi khususnya
yang berhubungan dengan tempat pakaian Andikpas. Apabila selesai
melakukan kegiatan mencuci pakaian, maka Andikpas masih
menempatkan pakaian tersebut secara sembarangan dengan
memanfaatkan semua tempat mulai dari pagar pembatas hingga meja
taman karena belum adanya sarana khusus Andikpas untuk menjemur
pakaiannya. Hal ini berakibat sering hilang atau tertukarnya pakaian
Andikpas tersebut dan menimbulkan kesan berantakan dan tidak teratur.

2. Peningkatan Pengawasan potongan rambut Andikpas


Berdasarkan Pedoman perlakuan anak dinyatakan bahwa setiap
anak yang berhadapan dengan hukum berhak atas kelangsungan hidup,
tumbuh dan kembang serta berhak memperoleh pelayanan pendidikan,
kesehatan dan jaminan sosial sesuai dengan kebutuhan fisik, mental dan
spritiual.

11
`

Di Lembaga Pembinaan Khusus Anak, Anak Didik (Andik) sebutan


anak yang tengah menjalani masa hukuman, anak tidak hanya menjalani
masa hukuman, mereka juga bisa melanjutkan sekolah, mendapat
pelatihan keterampilan, mendapat pembinaan yang sesuai dengan
pedoman perlakuan Anak. Pola pembinaan di Lembaga Pembinaan
khusus Anak Klas I Palembang (LPKA) telah berjalan dengan cukup baik
sesuai dengai pedoman maupaun peraturan yang berlaku, akan tetapi
masalah kedisiplinan seringkali menjadi concern utama dalam
menjalankan pembinaan tersebut. Kedisplinan terhadap Andikpas harus
dilakukan secara menyeluruh, mulai dari penampilan hingga kewajiban.
Kedisiplinan dalam menjalankan kewajiban telah berjalan dengan baik,
namun tidak demikian dengan kedisiplinan terhadap penampilan.
Andikpas seringkali berpenampilan tidak rapi dan berantakan, salah
satunya dalam hal rambut. Banyak anak didik memotong rambut mereka
senderi sesuai dengan keinginan mereka sehingga model potongan tiap
Andikpas berbeda dan tidak rapi. Oleh karena itu, diperlukan pengawasan
dan penegakan disiplin yang jauh lebih ketat terhadap bentuk rambut
Andikpas tersebut sehingga tidak ada kesan berbeda satu sama lain atau
dengan kata lain semua sama disiplin dalam rangka proses pembinaan
Andikpas.

3. Optimalisasi Pelayanan Informasi Publik


Menurut Undang-Undang No. 14 tahun 2008, Informasi Publik
adalah informasi yang dihasilkan, disimpan, dikelola, dikirim, dan/ atau
diterima oleh suatu Badan Publik yang berkaitan dengan penyelenggara
dan penyelenggaraan Negara dan/ atau penyelenggara dan
penyelenggaraan Badan Publik lainnya yang sesuai dengan Undang-
Undang ini serta informasi lain yang berkaitan dengan kepentingan publik.
Penyediaan informasi publik harus dapat diperoleh oleh setiap Pemohon
Informasi Publik dengan cepat dan tepat waktu, biaya ringan, dan cara

12
`

sederhana, hal ini sesuai dengan amanat UU No. 14 tahun 2008 pasal 2
ayat (3).
Lembaga Pembinaan Khusus Anak Klas I Palembang merupakan
salah satu badan publik dibawah naungan Kementrian Hukum dan HAM
wajib menjalankan setiap amanat undang-undang yang berlaku. Dalam
hal ini, LPKA Klas I Palembang belum menyediakan akses pelayanan
informasi publik yang cepat dan tepat waktu, biaya ringan, serta cara
sederhana sesuai dengan amanat undang-undang.
Problematika tersebut harus segera diatasi, sebab disamping
melaksanakan perintah undang-undang, masyarakat publik pada
umumnya dan orang tua/wali Anak Didik Pemasyarakatan (Andikpas)
khususnya dapat memperoleh informasi di LPKA Klas I Palembang secara
optimal yang dapat memberikan efek terjaganya ketertiban dan
kondusifitas di LPKA Klas I Palembang.

4. Optimalisasi Denah Ruangan


Dalam pelaksanaan tugasnya, seorang penjaga tahanan dituntut
untuk menguasai lapangan secara keseluruhan, mulai dari tahanan yang
dijaga, barang-barang inventaris, hingga detail-detail yang ada
dilapangan. Dengan penguasaan lapangan yang baik, maka tugas-tugas
yang ada dapat dijalandkan secara maksimal. Penguasaan kondisi
lapangan sangat erat kaitannya dengan memahami denah di lokasi tugas
masing-masing. Denah atau layout tersebut dapat menjadi dasar dalam
menguasai lapangan.
Denah atau layout telah tersedia di Lembaga Pembinaan Khusus
Anak Klas I Palembang namun dirasa belum maksimal. Denah tersebut
belum di update dengan kondisi terkini dilapangan dan hanya ada disatu
ruangan tertentu saja. Oleh karena itu diperlukan optimalisasi denah
tersebut agar dapat berfungsi secara maksimal bagi setiap pegawai
umumnya dan penjaga tahanan khususnya.

13
`

5. Optimalisasi Pelayanan Makanan Andikpas


Pada Lembaga Pembinaan Khusus Anak Klas I Palembang,
pelayanan makanan Andikpas berada dibawah Seksi Perawatan.
Makanan menjadi salah satu unsur terpenting dalam proses
pemasyarakatan karena menjadi dasar utama bagi kesehatan para
Andikpas. Prasarana dapur yang ada di LPKA Klas I Palembang telah
tersedia dengan baik, namun belum maksimal dalam hal penyajian dan
pendistribusiannya. Sesuai dengan pedoman perlakuan anak dalam
proses Pemasyarakatan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak, maka
perlengkapan makan Andikpas harus terjamin kebersihannya utnuk
menjaga kesehatan anak dan diupayakan pendistribusiannya secara
terpusat dalam satu ruang makan khusus sehingga Andikpas dapat
makan secara bersama-sama. Hal tersebut menjadi sorotan utama di
LPKA Klas I Palembang karena sering kurang bersihnya peralatan makan
anak didik dan pendistribusian makanannya masih terpisah-pisah
berdasarkan blok kamar hunian masing-masing sehingga Andikpas tidak
bisa makan secara bersama-sama.

6. Peningkatan Sarana Pendidikan


Pasal 3 poin n Undang-Undang No.11 Tahun 2012 tentang Sistem
Peradilan Pidana Anak mengamatkan bahwa setiap anak yang terlibat
dalam proses peradilan berhak menerima pendidikan. Hal tersebut sangat
relevan dengan Pasal 4, 5 dan 6 Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003
tentang Sistem Pendidikan Nasional (“UU Sisdiknas”) yang dapat ditarik
kesimpulan bahwa anak yang ditempatkan dalam LPKA juga berhak
mendapatkan pendidikan tanpa dibeda-bedakan dan pemerintah
bertanggung jawab atas penyelenggaraan pendidikan tersebut.
Pendidikan yang diberikan pada anak dapat berupa pendidikan

14
`

formal, informal maupun nonformal yang dapat saling melengkapi dan


memperkaya.
Prasarana pendidikan di LPKA Klas I Palembang telah tersedia
dengan sangat baik dimana tersedia cukup lokal untuk masing-masing
tingkat pendidikannya beserta sebuah laboratorium komputer. Akan tetapi,
sarana yang tersedia di LPKA Klas I Palembang masih memiliki sejumlah
kekurangan antara lain banyaknya kursi dan meja yang rusak sehingga
dapat mengganggu proses belajar mengajar. Hal ini harus segera dicarika
solusinya demi tercapainya kegiatan pendidikan yang maksmial.

C. Analisis Isu
Setelah dideskripsikan pada bagian sebelumnya, diperlukan
analisis lanjutan dari isu-isu yang berjumlah 6 (enam) isu tersebut. Analisis
isu dilakukan untuk menetapkan kriteria isu dan kualitas isu. Analisis ini
dilakukan untuk mendapatkan kualitas isu tertinggi. Disamping itu tidak
semua isu bisa dikategorikan menjadi isu aktual, oleh karena itu perlu
dilakukan analisis kriteria isu yaitu dengan menggunakan alat analisis
kriteria isu AKPK (Aktual, Kekhalayakan, Problematik, dan Kelayakan)

1 Aktual : Benar-benar terjadi, sedang hangat dibicarakan di


masyarakat.
2 Kekhalayakan: Isu menyangkut hajat hidup orang banyak
3 Problematik: Isu memiliki dimensi masyalah yang kompleks
sehingga perlu dicarikan solusinya sesegera mungkin.
4 Kelayakan: masuk akal, realisitis, relevan untuk dimunculkan
inisiatif pemecahan masalahnya.

Pembobotan dan analisis AKPK


Bobot Keterangan
5 Sangat kuat pengaruhnya
4 Kuat pengaruhnya
3 Sedang pengaruhnya
2 Kurang pengaruhnya

15
`

1 Sangat kurang pengaruhnya

Tabel 1. Bobot Penetapan Kriteria Kualitas ISU AKPK

ANALISIS KRITERIA ISU DENGAN ALAT ANALISIS AKPK


NO. ISU A K P K JLH PERINGKAT
(1-5) (1-5) (1-5) (1-5)
1. Penyediaan sarana Jemuran 2 2 2 3 9 6
Pakaian Andik PAS
2. Peningkatan Pengawasan 3 2 3 4 12 3
potongan rambut Andik PAS
3. Optimalisasi Pelayanan 5 4 4 4 17 1
Informasi Publik
4. Optimalisasi Denah Ruangan 2 3 3 3 11 4
5. Optimalisasi Pelayanan 3 2 2 3 10 5
Makanan Andikpas
6. Peningkatan sarana pendidikan 3 3 3 4 13 2

Tabel 2. Tabel Analisis Isu Menggunakan AKPK

Analisis Kriteria Isu dengan alat analisis AKPK tersebut kemudian


diambil tiga nilai tertinggi yaitu:
1 Optimalisasi Pelayanan Informasi Publik
2 Peningkatan sarana pendidikan
3 Peningkatan Pengawasan potongan rambut Andik PAS

D. Argumentasi Terhadap Core Issue Terpilih


Pelayanan Publik merupakan satu dari sekian fungsi
penyelenggaraan pemerintahan yang dilakukan oleh Aparatur Sipil
Negara. Bentuk pelayanan publik di Lembaga Pembinaan Khusus Anak
Klas I Palembang salah satunya adalah menyediakan informasi kepada
masyarakat luas secara cepat dan tepat waktu, biaya ringan serta cara
sederhana sesuai UU No.14 Tahun 2008. Selain itu, berdasarkan
Peraturan Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
Nomor M.HH-01.IN,04.03 TAHUN 2011 Tentang Pengelolaan Dan

16
`

Pelayanan Informasi Dan Dokumentasi Pada Direktorat Jendral


Pemasyarakatan, Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan HAM, dan Unit
Pelaksana Teknis Pemasyarakatan bahwa setiap UPT Pemasyarakatan
wajib menyediakan informasi pemasyarakatan seperti profil UPT
Pemasyarakatan ( yang memuat tugas pokok jabatan, struktur organisasi,
alamat kantor, telepon, faksimili, dan situs resmi, dll) syarat dan tata cara
berkunjung ke UPT Pemasyarakatan, pelaksanaan hak WBP/Andikpas,
pelayanan kesehatan, dan lain sebagainya guna mewujudkan komunikasi
dua arah yang harmonis antara Penyedia Informasi dengan Pemohon dan
pengguna Informasi Pemasyarakatan, mendorong partisipasi masyarakat
dalam proses pengambilan kebijakan publik dan pengelolaan Informasi
Pemasyarakatan yang baik, mewujudkan penyelenggaraan negara yang
baik yaitu yang transparan, efektif, efisien, akuntabel, dan dapat
dipertanggungjawabkan, serta meningkatkan pengelolaan dan Pelayanan
Informasi untuk menghasilkan layanan Informasi yang berkualitas yang
pada akhirnya akan menjadi pendukung terciptanya keamanan dan
kondusifitas di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan.
Oleh karena itu, issue tersebut dipilih oleh penulis untuk diangkat
menjadi sebuah core issue yang akan dicari solusi yang tepat guna
mengatasinya dengan berbagai kegiatan dan inovasi berdasarkan nilai
ANEKA dan nilai PASTI organisasi.

E. Nilai-nilai Dasar Profesi PNS

Dalam merancang kegiatan aktualisasi ini ada lima nilai dasar atau
indikator profesi ASN yakni: Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik,
Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi yang disingkat menjadi ANEKA yang
menjadi acuan. Sehingga setiap kegiatan memiliki nilai - nilai dalam
ANEKA. Berikut ini penjelasan umum dari setiap nilai dasar dan indikator-
indikator nilai yang terkandung pada nilai dasar tersebut yaitu:

a Akuntabilitas

17
`

Istilah akuntabilitas berasal dari Bahasa Inggris yaitu


accountability yang berarti keadaan untuk dipertanggungjawabkan,
atau keadaan yang dapat dimintai pertanggungjawaban. Menurut The
Oxford Advance Learner’s Dictionary, akuntabilitas adalah required or
expected to give an explanation for one’s action atau dengan kata
lain, dalam akuntabilitas terkandung kewajiban untuk menyajikan dan
melaporkan segala tindak tanduk dan kegiatannya terutama di bidang
administrasi keuangan kepada pihak yang lebih tinggi/atasannya.
Adapun nilai-nilai dasar profesi ASN yang terkandung
dalam akuntabilitas antara lain:
1 Tanggung Jawab(responsibilitas)
2 Integritas
3 Keadilan
4 Kejelasan Laporan
5 Konsistensi
6 Kejujuran
7 Netralitas
8 Menghindari praktek kecurangan dan perilaku korup
9 Penggunaan sumber daya milik negara
10 Penyimpanan dan penggunaan data serta informasi
pemerintah
11 Mengatasi konflik kepentingan

b Nasionalisme
Menurut Anthony Smith, Nasionalisme merupakan suatu gerakan
ideologis untuk mencapai dan mempertahankan otonomi, kesatuan,
dan identitas bagi suatu populasi, yang sejumlah anggotanya bertekad
untuk membentuk suatu bangsa yang aktual atau bangsa yang
potensial.
Nilai-nilai dasar profesi ASN yang terkandung dalam nasionalisme
antara lain:
1 Nilai Ketuhanan Yang Maha Esa,
2 Nilai-nilai kemanusiaan dalam masyarakat Indonesia.
3 Nilai persatuan Indonesia.
4 Nilai Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat
5 Nilai keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
6 Kerja keras.
7 Disiplin.

18
`

8 Tidak diskriminatif.
9 Cinta tanah air.
10 Rela berkorban

c EtikaPublik
Etika Publik merupakan refleksi tentang standar/norma yang
menentukan baik/buruk, benar/salah perilaku, tindakan dan keputusan
untuk mengarahkan kebijakan publik dalam rangka menjalankan
tanggung jawab pelayanan publik.
Nilai-nilai dasar profesi ASN yang terkandung dalam etika publik
sebagaimana yang terkandung dalam pasal 5 ayat (2) Undang-
Undang No. 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara sebagai
berikut:
1) Memegang teguh nilai-nilai dalam ideologi negara Pancasila.
2) Setia dan mempertahankan Undang-Undang Dasar Negara
Kesatuan Republik Indonesia.
3) Menjalankan tugas secara professional dan tidak berpihak.
4) Membuat keputusan berdasarkan prinsip keahlian.
5) Menciptakan lingkungan kerja yang tidak diskriminatif.
6) Memelihara dan menjunjung tinggi standar etika publik.
7) Mempertanggungjawabkan tindakan dan kinerjanya pada
publik.
8) Memiliki kemampuan dalam melaksanakan kebijakan dan
program pemerintah.
9) Memberikan layanan kepada publik secara jujur, tanggap,
cepat, tepat, akurat, berdaya guna ,berhasil guna dan santun.
10) Mengutamakan kepemimpinan yang berkualitas tinggi.
11) Menghargai komunikasi konsultasi dan kerjasama.
12) Mengutamakan pencapaian hasil dan mendorong kinerja
pegawai.
13) Mendorong kesetaraan dalam pekerjaan.
14) Meningkatkan efektivitas sistem pemerintahan yang
demokratis sebagai perangkat sistem karir.

d Komitmen Mutu

19
`

Nilai-nilai dasar (Pasal 4) dan kode etik (Pasal 5) layanan


publik sebagaimana dituangkan dalam UU Nomor 5 Tahun 2014
tentang ASN, secara keseluruhan mencerminkan perlunya komitmen
mutu dari setiap aparatur dalam memberikan layanan, apapun bidang
layanannya dan kepada siapapun layanan itu diberikan.Dalam arti lain
kinerja aparatur dalam memberikan layanan publik yang bermutu
harus berlandaskan prinsip efektivitas, efisiensi, daninovasi.
Adapun nilai-nilai yang terkandung dalam komitmen
mutu adalah sebagai berikut:
1 Tepatwaktu
2 Sesuai SOP (Standar Operasional Prosedur)
3 Akurasi
4 Kerjasama
5 Cepat dan tepat
6 Tanggap
7 Evaluasi
8 Cermat
9 Melakukan yang Terbaik
10 Profesional
11 Menerimapembaharuan
12 Tidak mempersulit

e Anti Korupsi

Korupsi berasal dari Bahasa latin yaitu corruptio yang berarti


kerusakan atau kebobrokan. Korupsi mengandung arti tindakan
penjabat publik, baik politisi maupun pegawai negeri, serta pihak lain
yang terlibat dalam tindakan itu yang secara tidak wajar dan ilegal
menyalahgunakan kepercayaan publik yang dikuasakan kepada
mereka untuk mendapatkan keuntungan sepihak.
Dalam menanggulangi upaya tindak pidana korupsi,
pemerintah membentuk peraturan yang menjadi landasan hukum
dalam memberantas korupsi yaitu dengan lahirnya UU No. 20 Tahun
2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Adapun untuk
membantu pemerintah dalam memberantas korupsi, maka

20
`

pemerintah membuat UU. No. 30 Tahun 2002 tentang pembentukan


Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK).
KPK bersama dengan para pakar telah melakukan identifikasi
nilai-nilai dasar anti korupsi, dan dihasilkan sebanyak 9 nilai anti
korupsi antara lain : jujur, peduli, mandiri, disiplin, tanggungjawab,
kerja keras, sederhana, berani dan adil.

21
`

F. Matriks Rancangan
Formulir 1. Matrik Rancangan

Unit Kerja : Lembaga Pembinaan Khusus Anak Palembang


Identifikasi Isu : (1) Penyediaan Sarana Jemuran Andikpas
(2)Peningkatan Pengawasan Potongan Rambut Andikpas
(3)Optimalisasi Pelayanan Informasi Publik
(4)Optimalisasi Denah Ruangan
(5)Optimalisasi Pelayanan Makanan Andikpas
(6)Peningkatan Sarana Pendidikan
Isu yang Diangkat : Optimalisasi Pelayanan Informasi Publik

Gagasan Pemecahan Isu : (1) Melaksanakan koordinasi dengan mentor di LPKA Klas I Palembang
(2) Implementasi Rancangan Akun Media Sosial serta Website Khusus LPKA Klas
I Palembang
(3) Sosialisasi Pelayanan Informasi Publik Melalui Website dan Media Sosial
(4) Evaluasi Pelayanan Informasi Publik Melalui Website dan Media Sosial
(5) Membuat Laporan

22
`

Kontribusi Penguatan Nilai-


No Kegiatan Tahapan Output /
Keterkaitan Dengan Nilai-Nilai Mata Diklat Terhadap Visi dan
. Hasil Nilai Organisasi
Misi Organisasi
1 2 3
6 7
4 5
1. Melaksanakan 1.Penentuan 1. Keterkaitan Dengan Agenda Peran dan Kedudukan Aktualisasi nilai- Aktualisasi nilai-
koordinasi jadwal Terselenggaranya ASN Adalah Pada Mata Pelatihan: nilai dasar ANEKA nilai dasar
dengan mentor pertemuan pertemuan dengan di dalam ANEKA saat
di LPKA Klas I bersama Mentor Manajemen ASN : Koordinasi isu dengan mentor pelaksanaan melakukan
Palembang Mentor 2. Dokumentasi selaku atasan langsung merupakan penerapan kegiatan koordinasi koordinasi
2.Menyerahkan manajemen ASN yang baik sehingga dapat bersama mentor dengan mentor
laporan meminimalisir miscommunication dilakukan dengan linear dengan
pengembalian Whole of Government : WoG merupakan bentuk tertib dan baik penguatan nilai
peserta sehingga seluruh dasar organisasi
3. harmonisasi dengan segenap pihak terlibat agar dapat pendapat dapat yaitu Sinergi
Menyampaikan sempurna dalam mencapai sebuah tujuan. Koordinasi diakomodir dan
rencana isu sendiri merupakan salah satu bentuk WoG sehingga sesuai Transparan.
kegiatan yang tersebut. dengan visi
akan Keterkaitan Dengan Nilai ANEKA : maupun misi
dilaksanakan organisasi.
4.Melakukan
pembahasan Akuntabilitas :
mengenai Kejujuran. Melakukan Koordinasi dengan atasan
rancangan langsung mengenai isu yang diangkat maka berarti
habituasi nilai kejujuran telah dicapai.

Tanggung Jawab . Seorang ASN telah terikat pada


hierarki jabatan yang erat kaitannya dengan
penerapan tanggung jawab, oleh karena itu ASN

23
`

dituntut untuk terus melakukan koordinasi dengan


atasannya sebagai bentuk tanggung jawab terhadap
tugas yang dijalankannya.
Kejelasan Laporan. Koordinasi dengan atasan
merupakan salah satu bentuk kejelasan laporan
karena dengan melakukan koordinasi tersebut maka
akan didapat progress yang jelas dari sebuah tugas.

Nasionalisme :
Disiplin. ASN wajib berkoordinasi dengan atasan
menyangkut tugas-tugas yang akan dijalankan. Oleh
karena itu, diperlukan disiplin tinggi dalam
penerapannya agar selalu mencapai konsistensi yang
baik terhadap atasan.
Rela Berkorban. Koordinasi dengan Atasan dalam
penyelesaian suatu masalah menunjukkan sikap rela
berkorban yaitu mementingkan kepentingan instabsi
jauh diatas kepentingan pribadi.

Etika Publik :
Menghargai Komunikasi, Konsultasi dan
Kerjasama. Koordinasi merupakan cermin nyata dari
bentuk menghargai komunikasi, konsultasi dan
kerjasama yang baik dimana dapat menjadi dasar
dalam penyelesaian sebuah tugas.
Mengutamakan Pencapaian Hasil dan Mendorong
Kinerja Pegawai. Orientasi terhadap hasil merupakan
tujuan akhir dari tujuan organisasi. Salah satu aspek
dalam pencapaian hal tersebut ialah terjalinnya
korrdinasi yang baik dengan atasan.

24
`

Komitmen Mutu : Koordinasi dengan Atasan adalah


bentuk Kerjasama. Koordinasi dengan atasan
merupakan bentuk kerjasama yang dilakukan antara
bawahan dengan atasan.
Tanggap. Dalam melakukan koordinasi maka akan
terjadi pertukaran informasi dan saran-saran yang
disampaikan oleh atasan dan harus difollowup
secepat mungkin atau dengan kata lain memerlukan
sikap yang tanggap akan hal tersebut.
Melakukan yang Terbaik. Hasil dari koordinasi harus
sesegera mungkin ditanggapi dengan
mengedepankan kualitas yang tinggi agar tercapai
komitmen mutu yang baik.

Anti Korupsi :
Jujur, Berani, dan Peduli. Dengan melakukan
koordinasi dengan atasan maka kita telah
menerapkan sikap jujur dan berani dalam
penyampaian gagasan, serta peduli dengan
lingkungan instansi kerja.
2. Implementasi 1. Pembuatan 1. Adanya Akun Keterkaitan Dengan Agenda Peran dan Kedudukan Implementasi
Rancangan Akun Media Media Sosial ASN Adalah Pada Mata Pelatihan: Rancangan
Akun Media Sosial Khusus LPKA Pelayanan Publik : Pelayanan publik hanya dapat Akun Media
Sosial serta 2. Pembuatan KLAS I Sosial serta
Website Website LPKA Palembang dicapai apabila rancangan tersebut diimplementasikan Website Khusus
Khusus LPKA Klas I 2. Adanya Website secara menyeluruh. Oleh karena itu, parameter utama LPKA Klas I
Klas I Palembang Khusus LPKA Klas pelayanan publik ialah implementasi terhadap sebuah Palembang
Palembang 3. Koordinasi I Palembang rancangan. mendukung
Atasan terkait 3. Dokumentasi Whole of Government. Dalam melakukan nilai-nilai
Hasil organisasi yaitu
Pelaksanaan implementasi tersebut maka pasti akan melibatkan Profesional,

25
`

Rancangan segenap pihak yang saling berkait satu sama lain. Akuntabel,
Transparan,
Keterkaitan Dengan Nilai ANEKA : dan Inovatif

Akuntabilitas :
Tanggung Jawab, Integritas, dan Konsistensi .
Melakukan apa yang telah direncanakan merupakan
bentuk integritas seorang ASN yang harus diikuti
dengan sikap tanggung jawab dan konsisten dalam
melaksanakannya.

Nasionalisme :
Kerja Keras. Implementasi terhadap rancangan
mencerminkan sikap kerja keras demi tercapainya
sebuah rancangan yang baik.
Tidak Diskriminatif. Ketika rancangan
diimplementasikan, maka hasil rancangan tersebut
akan dirasakan oleh semua pihak tanpa terkecuali.
Cinta Tanah Air. Bentuk cinta tanah air dapat dilihat
dari mengimplementasikan apa yang sudah
direncanakan sesuai koridor peraturan yang ada.

Etika Publik :
Mempertanggungjawabkan tindakan dan
kinerjanya pada publik. Implementasi terhadap
rancangan tersebut merupakan bentuk
pertanggungjawaban tindakan dan kinerja terhadap
publik
Memberikan layanan kepada publik secara jujur,
tanggap, cepat, tepat, akurat, berdaya guna,
berhasil guna, dan santun. Dengan

26
`

mengimplementasikan rancangan tersebut, maka


layanan publik telah dilakukan secara jujur, tanggap,
cepat, tepat, akurat, berdaya guna, berhasil guna dan
santun.

Komitmen Mutu :
Kerjasama. Dalam melakukan implementasi
diperlukan kerjasama antar pegawai agar tercapai
hasil yang maksimal
Menerima Pembaharuan. Implementasi terhadap
hasil rancangan berarti instansi telah melakukan
pembaharuan dibidang pelayanan informasi yang
sesuai dengan perkembangan zaman.
Melakukan yang Terbaik. Agar memperoleh hasil
yang maksimal, maka implementasi dilakukan dengan
mengerahkan semua kemampuan dan potensi yang
ada.

Anti Korupsi :
Jujur, peduli, dan Adil. Setelah rancangan
diimplementasikan, maka akan tercapai nilai kejujuran
dalam penyampaian informasi, peduli terhadap
kepentingan publik, serta adil dimana berlaku bagi
semua pihak.

3. Sosialisasi 1. Koordinasi 1. Dokumentasi Keterkaitan Dengan Agenda Peran dan Kedudukan Aktualisasi nilai- Implementasi
Pelayanan Atasan terkait ASN Adalah Pada Mata Pelatihan: nilai dasar Sosialisasi
Informasi Sosialisasi Pelayanan Informasi
ANEKA dalam
Publik Melalui pelayanan Manajemen ASN : Melakukan sosialisasi dengan Publik mendukung
pelaksanaan
Website dan informasi Publik segenap pegawai lainnya merupakan bentuk
kegiatan
sosialisasi
pelayanan
Informasi Publik
27 merupakan
perwujudan dari
visi dan misi
LPKA Kelas I
`
Media Sosial 2. Sosialisasi manajemen ASN agar lebih efektif dan efisien. nilai-nilai

kepada organisasi yaitu


Petugas terkait Whole of Government : Melibatkan pihak-pihak yang Profesional,
optimalisasi berkepentingan dalam melakukan sosialisasi adalah Sinergi, dan
pelayanan bentuk penerapan nilai WoG. Transparan.
informasi Pelayanan Publik : Dengan dilakukannya sosialisasi
3. Sosialisasi
masyrakat maka nilai pelayanan publik dapat dicapai dengan
terkait adanya baik dan sesuai tujuan.
akun media Keterkaitan Dengan Nilai ANEKA :
sosial dan
website khusus Akuntabilitas :
LPKA Klas I
Palembang Bertanggung jawab,Kejelasan Laporan, dan
konsistensi. Sosialisasi merupakan salah satu
bentuk tanggung jawab menyeluruh terhadap
implementasi rancangan. Sedangkan bentuk
kejelasan laporan adalah dengan dilakukannya
sosialiasi secara konsisten kepada masyarakat
maupun pihak terlibat lainnya.

Nasionalisme :
Kerja Keras, Memelihara ketertiban,
Kekeluargaan, M usyawarah,serta Tidak
Diskriminatif. Dalam sosialisasi terkandung nilai kerja
keras, ketertiban, kekeluargaan, musyawarah yang
dilakukan ke semua pihak yang terkait tanpa
memandang unsur SARA.

Etika Publik :
Memelihara serta Menjunjung Tinggi Standar Etika

28
`
Publik. Standar etika publik ialah standar yang

menentukan baik-buruknya suatu perilaku yang


mengarahkan kebijakan publik dalam menjalankan
tanggung jawabnya. Sosialisasi dapat menjadi
parameter dalam menentukan baik-buruknya sebuah
kebijakan publik tersebut.
Mengharagai Komunikasi, Konsultasi, dan Kerja
Sama. Dalam sosialiasi terkandung nilai apresiasi
terhadap komunikasi, konsultasi, maupun kerjasama.
Komitmen Mutu :

Akurasi dan Tanggap. Sosialisasi menggambarkan


akurasi dalam penerapan rancangan agar sesuai
sasaran dan tanggap akan respon masyarakat.
Anti Korupsi :

Jujur, Peduli, dan Tanggung Jawab. Nilai-nilai


tersebut terkandung di dalam kegiatan sosialisasi
karena dalam melakukan sosialisasi dituntut harus
jujur, peduli serta dilakukan dengan penuh rasa
tanggung jawab.
4. Evaluasi 1. Pengawasan 1.Laporan Keterkaitan Dengan Agenda Peran dan Kedudukan Aktualisasi nilai- Implementasi
Pelayanan Jalannya evaluasi ASN Adalah Pada Mata Pelatihan: nilai dasar ANEKA Evaluasi
Informasi Proses pelaksanaan Whole of Government : Evaluasi merupakan wujud dalam Pelayanan
Publik Melalui Pelayanan informasi publik pelaksanaan Informasi Publik
Website dan Informasi Publik 2. Dokumentasi WoG karena dilibatkannya pihak-pihak lain dalam kegiatan evaluasi mendukung
Media Sosial 2. Pencatatan pelaksanaannya. pelayananan nilai-nilai
masalah atau Pelayanan Publik : Salah satu bentuk pelayanan Informasi Publik organisasi yaitu
Kendala yang publik ialah melakukan evaluasi agar mengetahui merupakan Transparan
masih terjadi kekurangan yang ada demi perbaikan agar dapat perwujudan dari
dalam proses lebih maksimal dalam melakukan pelayanan publik. visi dan misi

29
`

Pelayanan organisasi
Informasi Keterkaitan Dengan Nilai ANEKA :
3. Koordinasi
Atasan terkait Akuntabilitas :
Evaluasi
Pelaksanaan Tanggung jawab , Konsistensi, dan integritas dan
Pelayanan kejelasan. Pelaksanaan evaluasi mencerminkan
informasi publik sikap tanggung jawab terhadap aktualisasi rancangan
yang dilakukan secara konsisten dan menjunjung
tinggi integritas.
Nasionalisme :

Rela Berkorban. Dalam melakukan evaluasi, maka


dibutuhkan sikap rela berkorban yaitu menempatkan
tujuan bersama diatas egoisme pribadi.
Tanggung Jawab. Evaluasi merupakan bentuk nyata
dari rasa bertanggung jawab terhadap kekurangan
yang ada atas penerapan isu.
Etika Publik :

Menjalankan Tugas Secara Profesional dan Tidak


Berpihak. Dalam pelaksanaan kegiatan evaluasi
memiliki tujuan agar lebih dapat professional dalam
memberikan pelayanan yang dilandasi prinsip tidak
berpihak.
Komitmen Mutu :

Melakukan yang Terbaik dan Tanggap. Evaluasi


bertujuan agar dapat melayani publik dengan
kemampuan terbaik serta tanggap terhadap saran

30
`

yang disampaikan.
Anti Korupsi :

Jujur, Tanggung Jawab, dan Peduli. Nilai-nilai


tersebut didapat dalam pelaksanaan evaluasi karena
evaluasi harus dilakukan secara jujur demi sebuah
perbaikan, tanggung jawab dan peduli demi sebuah
penyempurnaan.
5. Membuat 1.Melaksanaka 1. Penyampaian Keterkaitan Dengan Agenda Peran dan Kedudukan Aktualisasi nilai-nilai Implementasi
Laporan n masing- bukti laporan ASN Adalah Pada Mata Pelatihan: dasar ANEKA dalam pembuatan
masing 2. Dokumentasi Pelayanan Publik : Pelaksanaan kegiatan pelaksanaan laporan
kegiatan mendukung nilai
kegiatan membuat
2. Membuat merupakan wujud nyata yang terkandung dalam nilai organisasi yaitu
laporan merupakan
Laporan pelayanan publik. Profesional,
3. Mengirim perwujudan dari visi Akuntabel dan
Laporann Whole of Government : Dalam pembuatan laporan dan misi organisasi Transparan.
akan melibatkan pihak terkait lainnya yang
mencerminkan nilai WoG
Keterkaitan Dengan Nilai ANEKA :

Akuntabilitas :

Integritas. Pelaksanaan masing-masing kegiatan


ialah bentuk dari dilaksanakannya nilai integritas.
Kejelasan Laporan. Membuat serta mengirim laporan
adalah perwujudan dari nilai kejelasan laporan yang
bermuara kepada akuntabilitas.
Nasionalisme :

Kerja Keras dan Disiplin. Pelaksanaan kegiatan,


membuat serta mengirim laporan merupakan salah

31
`

satu bentuk kerja keras serta disiplin terhadap


aktualisasi rancangan isu.

Etika Publik :
Menghargai Komunikasi, Konsultasi dan
Kerjasama. Pelaporan merupakan cermin nyata dari
bentuk menghargai komunikasi, konsultasi dan
kerjasama yang baik dimana dapat menjadi dasar
dalam penyelesaian sebuah tugas.
Komitmen Mutu : Koordinasi dengan Atasan adalah
bentuk Kerjasama. Pelaporan dengan pihak terkait
merupakan bentuk kerjasama yang dilakukan demi
tercapainya hasil yang maksimal.
Melakukan yang Terbaik. Melaksanakan masing-
masing kegiatan ialah upaya dari melakukan hal
terbaik dalam memberikan pelayanan publik.
Anti Korupsi :
Jujur, Berani, dan Peduli. Dengan melakukan
masing-masing kegiatan serta pelaporan maka harus
dilandasi sikap jujur, berani, serta peduli terhadap
perubahan yang ada.

Tabel 3. Matrik Rancangan

32
`

G. Jadwal Kegiatan
No Kegiatan Minggu Pelaksanaan

Juni Juli Agustus September Okt


1 2 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1

1 Melaksanakan koordinasi
dengan mentor di LPKA Klas I
Palembang

2 Implementasi Rancangan Akun


Media Sosial serta Website
Khusus LPKA Klas I Palembang
3 Sosialisasi Pelayanan
Informasi Publik Melalui
Website dan Media Sosial

4 Evaluasi Pelayanan Informasi


Publik Melalui Website dan
Media Sosial

5 Membuat Laporan

Tabel 4. Tabel Jadwal Kegiatan

33
`

H. Kendala dan Antisipasi

 Kendala
- Sikap yang masih memegang teguh budaya yang sudah ada.
- Adanya penolakan terhadap perubahan.

 Antisipasi
- Menggandeng pihak LPKA untuk bersama-sama
mengaktualisasikan rancangan.
- Melakukan pendekatan secara deduktif.
- Memberikan penjelasan mengenai perbaikan yang akan
dilakukan.

34
`

BAB III
PELAKSANAAN AKTUALISASI

A. Pendalaman Core Issue Terpilih


Implementasi rancangan nilai-nilai dasar profesi ASN di
Lembaga Pembinaan Khusus Anak Klas I Palembang yang
dilaksanakan selama 80 Hari (sekitar tiga bulan) sesuai dengan
proses/tahapan yang disyaratkan dalam Latsar Prajabatan Golongan
II. Beberapa kegiatan yang telah dirancang dan disusun sedemikian
rupa memiliki satu tujuan akhir yaitu mencari solusi dari core issue
dalam kegiatan ini yaitu kurang maksimalnya pelayanan informasi
public di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Klas I Palembang.

Adapun tahapan kegiatan yang dilakukan untuk menemukan solusi


dari coreissue ini adalah :
1. Melaksanakan koordinasi dengan mentor di LPKA Klas
I Palembang
2. Implementasi Rancangan Akun Media Sosial serta Website
Khusus LPKA Klas I Palembang
3. Sosialisasi Pelayanan Informasi Publik Melalui Website dan
Media Sosial
4. Evaluasi Pelayanan Informasi Publik Melalui Website dan Media
Sosial
5. Membuat Laporan
Berdasarkan tahapan kegiatan yang disebutkan di atas, dapat
terlihat bahwa solusi akhir yang dihasilkan dalam pemecahan core
issue yaitu optimalnya pelayanan informasi publik bagi masyarakat
luas tentang Lembaga Pembinaan Khusus Anak Klas I Palembang.
Pentingnya optimalisasi pelayanan informasi publik pada
Lembaga Pembinaan Khusus Anak Klas I Palembang karena sebagai
Lembaga Pemerintah yang menjalankan tugas dan fungsi
pemasyarakatan yaitu pembinaan anak didik pemasyarakatan, maka
diperlukan sarana akses informasi yang cepat, tepat, dan biaya murah

35
`

sesuai dengan amanat Undang-Undang yang berlaku. Masyarakat


dapat dengan mudah mengetahui beragam pola pembinaan dan
kegiatan yang dilaksanakan di LPKA Klas I Palembang sehingga dapat
membantu dalam menjalankan visi misi dari Lembaga Pembinaan
Khusus Anak Klas I Palembang.

B. Capaian Kegiatan Aktualisasi


Penulis mengaktualisasikan nilai-nilai dasar ANEKA
(Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, Anti
Korupsi) dalam setiap kegiatan yang telah di rancang sebelumnya di
instansi penulis bekerja yaitu di Lembaga Pembinaan Khusus Anak
Klas I Palembang. Selama masa off campus terhitung sejak tanggal
24 Juni s.d 06 Oktober 2018. Perkembangan kegiatan-kegiatan
tersebut didiskusikan dan dilaporkan kepada mentor dan coach untuk
mendapatkan masukan yang diperlukan. Semua kegiatan habituasi ini
diharapkan mampu untuk mendukung visi dan misi serta memperkuat
nilai-nilai yang terdapat di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Klas I
Palembang. Adapun kegiatan yang habituasi dijelaskan pada tabel
dalam pelaksanaannya sesuai dengan jadwal yang direncanakan
dalam rancangan aktualisasi

No Kegiatan Waktu Persentase Output Keterangan


Pelaksanaan Capaian
1 Berkoordinasi 27 Juni – 2 100 % 1. Rancangan Tercapai

dengan Atasan Oktober 2018 rangkaian


terkait kegiatan kegiatan
yang akan di dapat
laksanakan. disetujui
oleh atasan
2. Dokumentas
i kegiatan
2 Implementasi 10 Juli – 03 100 % 1. Website dan Tercapai

36
`

Rancangan Akun Agustus 2018 Akun Media


Media Sosial serta Sosial
Website Khusus 2. Dokumentas
i kegiatan
LPKA Klas I
Palembang.
3 Sosialisasi 30 Agustus – 100 % 1. Dokumentas Tercapai
Pelayanan Informasi 07 September i
Publik Melalui 2018
Website dan Media
Sosial.
4 Evaluasi Pelayanan 6 – 15 100 % 1. Penambaha Tercapai
Informasi Publik September n konten
Melalui Website dan 2018 website dan
Media Sosial. akun media
sosial
2. Dokumentas
i kegiatan
5 Membuat Laporan. 27 September 100 1. Laporan Tercapai
– 03 Oktober
2018

Tabel 5. Tabel Capaian Kegiatan Aktualisasi

Penerapan aktivitas-aktivitas pemecahan core issue terdiri dari


beberapa kegiatan yang tujuannya menemukan solusi dari issue yang
diangkat. Masing-masing kegiatan yang telah dilaksanakan
dituangkan dengan rincian sebagai berikut :

KEGIATAN 1
BERKOORDINASI DENGAN ATASAN TERKAIT KEGIATAN YANG
AKAN DI LAKSANAKAN

37
`

KEGIATAN : Berkoordinasi dengan Atasan terkait tentang kegiatan yang


akan di laksanakan

TANGGAL : 27 – 02 Oktober Juni 2018

Tahapan Kegiatan

1. Menemui atasan
2. Meminta izin dan menyampaikan maksud dan tujuan
3. Mengkoordinasikan kepada atasan kondisi yang ada di lapangan
4. Mengajukan ide atau solusi

Output Hasil Kegiatan

1. Dokumentasi kegiatan

Keterkaitan Dengan Nilai-Nilai Mata Diklat

Keterkaitan Dengan Agenda Peran dan Kedudukan ASN Adalah Pada Mata
Pelatihan:

Manajemen ASN : Koordinasi isu dengan mentor selaku atasan langsung


merupakan penerapan manajemen ASN yang baik sehingga dapat meminimalisir
miscommunication

Whole of Government : WoG merupakan bentuk harmonisasi dengan segenap


pihak terlibat agar dapat sempurna dalam mencapai sebuah tujuan. Koordinasi isu
sendiri merupakan salah satu bentuk WoG tersebut.

Keterkaitan Dengan Nilai ANEKA :


Akuntabilitas :
Kejujuran. Melakukan Koordinasi dengan atasan langsung mengenai isu yang
diangkat maka berarti nilai kejujuran telah dicapai.
Tanggung Jawab. Seorang ASN telah terikat pada hierarki jabatan yang erat
kaitannya dengan penerapan tanggung jawab, oleh karena itu ASN dituntut untuk
terus melakukan koordinasi dengan atasannya sebagai bentuk tanggung jawab
terhadap tugas yang dijalankannya.
Kejelasan Laporan. Koordinasi dengan atasan merupakan salah satu bentuk
kejelasan laporan karena dengan melakukan koordinasi tersebut maka akan
didapat progress yang jelas dari sebuah tugas.
Nasionalisme :
Disiplin. ASN wajib berkoordinasi dengan atasan menyangkut tugas-tugas yang

38
`

akan dijalankan. Oleh karena itu, diperlukan disiplin tinggi dalam penerapannya
agar selalu mencapai konsistensi yang baik terhadap atasan.
Rela Berkorban. Koordinasi dengan Atasan dalam penyelesaian suatu masalah
menunjukkan sikap rela berkorban yaitu mementingkan kepentingan instabsi jauh
diatas kepentingan pribadi.
Etika Publik :
Menghargai Komunikasi, Konsultasi dan Kerjasama. Koordinasi merupakan
cermin nyata dari bentuk menghargai komunikasi, konsultasi dan kerjasama yang
baik dimana dapat menjadi dasar dalam penyelesaian sebuah tugas.
Mengutamakan Pencapaian Hasil dan Mendorong Kinerja Pegawai. Orientasi
terhadap hasil merupakan tujuan akhir dari tujuan organisasi. Salah satu aspek
dalam pencapaian hal tersebut ialah terjalinnya korrdinasi yang baik dengan
atasan.
Komitmen Mutu : Koordinasi dengan Atasan adalah bentuk Kerjasama.
Koordinasi dengan atasan merupakan bentuk kerjasama yang dilakukan antara
bawahan dengan atasan.
Tanggap. Dalam melakukan koordinasi maka akan terjadi pertukaran informasi
dan saran-saran yang disampaikan oleh atasan dan harus difollowup secepat
mungkin atau dengan kata lain memerlukan sikap yang tanggap akan hal tersebut.
Melakukan yang Terbaik. Hasil dari koordinasi harus sesegera mungkin
ditanggapi dengan mengedepankan kualitas yang tinggi agar tercapai komitmen
mutu yang baik.
Anti Korupsi :
Jujur, Berani, dan Peduli. Dengan melakukan koordinasi dengan atasan maka
kita telah menerapkan sikap jujur dan berani dalam penyampaian gagasan, serta
peduli dengan lingkungan instansi kerja.
Kontribusi Pencapaian Penguatan Nilai-Nilai Organisasi:

Meminta persetujuan dari atasan merupakan wujud dari nilai-nilai Kemenkumham


adalah sinergi dan transparan dimana sinergi dapat terwujud dari bekerjasama
dengan atasan dan transparan dapat tercermin dari mengemukakan pendapat
dengan sebenarnya.

KEGIATAN 2
IMPLEMENTASI RANCANGAN WEBSITE SERTA AKUN MEDIA
SOSIAL KHUSUS LPKA KLAS I PALEMBANG

KEGIATAN : Implementasi Rancangan Website serta Akun Media Sosial


Khusus LPKA Klas I Palembang

TANGGAL : 10 Juli – 03 Agustus 2018

39
`

Tahapan Kegiatan

1. Memilih Platform untuk Website dan Media Sosial


2. Memilih nama Website dan akun Media Sosial
3. Melakukan Registrasi nama Website dan akun Media Sosial
4. Mengkoding website
5. Menyiapkan bahan informasi

Output Hasil Kegiatan

1. Website dan Akun Media Sosial


2. Dokumentasi kegiatan

Keterkaitan Dengan Nilai-Nilai Mata Diklat

Keterkaitan Dengan Agenda Peran dan Kedudukan ASN Adalah Pada Mata
Pelatihan:

Pelayanan Publik : Pelayanan publik hanya dapat dicapai apabila rancangan


tersebut diimplementasikan secara menyeluruh. Oleh karena itu, parameter utama
pelayanan publik ialah implementasi terhadap sebuah rancangan.

Whole of Government. Dalam melakukan implementasi tersebut maka pasti akan


melibatkan segenap pihak yang saling berkait satu sama lain.

Keterkaitan Dengan Nilai ANEKA :

Akuntabilitas :
Tanggung Jawab, Integritas, dan Konsistensi . Melakukan apa yang telah
direncanakan merupakan bentuk integritas seorang ASN yang harus diikuti
dengan sikap tanggung jawab dan konsisten dalam melaksanakannya.
Nasionalisme :
Kerja Keras. Implementasi terhadap rancangan mencerminkan sikap kerja keras
demi tercapainya sebuah rancangan yang baik.
Tidak Diskriminatif. Ketika rancangan diimplementasikan, maka hasil rancangan
tersebut akan dirasakan oleh semua pihak tanpa terkecuali.
Cinta Tanah Air. Bentuk cinta tanah air dapat dilihat dari mengimplementasikan

40
`

apa yang sudah direncanakan sesuai koridor peraturan yang ada.


Etika Publik :
Mempertanggungjawabkan tindakan dan kinerjanya pada publik.
Implementasi terhadap rancangan tersebut merupakan bentuk
pertanggungjawaban tindakan dan kinerja terhadap publik
Memberikan layanan kepada publik secara jujur, tanggap, cepat, tepat,
akurat, berdaya guna, berhasil guna, dan santun. Dengan
mengimplementasikan rancangan tersebut, maka layanan publik telah dilakukan
secara jujur, tanggap, cepat, tepat, akurat, berdaya guna, berhasil guna dan
santun.
Komitmen Mutu :
Kerjasama. Dalam melakukan implementasi diperlukan kerjasama antar pegawai
agar tercapai hasil yang maksimal
Menerima Pembaharuan. Implementasi terhadap hasil rancangan berarti instansi
telah melakukan pembaharuan dibidang pelayanan informasi yang sesuai dengan
perkembangan zaman.
Melakukan yang Terbaik. Agar memperoleh hasil yang maksimal, maka
implementasi dilakukan dengan mengerahkan semua kemampuan dan potensi
yang ada.
Anti Korupsi :
Jujur, peduli, dan Adil. Setelah rancangan diimplementasikan, maka akan
tercapai nilai kejujuran dalam penyampaian informasi, peduli terhadap
kepentingan publik, serta adil dimana berlaku bagi semua pihak.

Kontribusi Pencapaian Penguatan Nilai-Nilai Organisasi:

Kontribusi terhadap visi misi Kementerian Hukum dan HAM adalah profesional,
akuntabel, transparan, dan inovatif dimana pembuatan website merupakan hal
yang baru di LPKA Klas I Palembang.

KEGIATAN 3
SOSIALISASI PELAYANAN INFORMASI PUBLIK MELALUI WEBSITE
DAN MEDIA SOSIAL

KEGIATAN : Sosialisasi Pelayanan Informasi Publik Melalui Website dan


Media Sosial

TANGGAL : 30 Juli – 07 September 2018

41
`

Tahapan Kegiatan

1. Melakukan Sosialisasi secara langsung kepada pegawai lain


2. Melakukan Sosialisasi secara langsung kepada masyarakat
Output Hasil Kegiatan

Dokumentasi

Keterkaitan Dengan Agenda Peran dan Kedudukan ASN Adalah Pada Mata
Pelatihan:

Manajemen ASN : Melakukan sosialisasi dengan segenap pegawai lainnya


merupakan bentuk manajemen ASN agar lebih efektif dan efisien.
Whole of Government : Melibatkan pihak-pihak yang berkepentingan dalam
melakukan sosialisasi adalah bentuk penerapan nilai WoG.
Pelayanan Publik : Dengan dilakukannya sosialisasi maka nilai pelayanan publik
dapat dicapai dengan baik dan sesuai tujuan.

Keterkaitan Dengan Nilai ANEKA :

Akuntabilitas :
Bertanggung jawab, Kejelasan Laporan, dan konsistensi. Sosialisasi
merupakan salah satu bentuk tanggung jawab menyeluruh terhadap implementasi
rancangan. Sedangkan bentuk kejelasan laporan adalah dengan dilakukannya
sosialiasi secara konsisten kepada masyarakat maupun pihak terlibat lainnya.
Nasionalisme :
Kerja Keras, M emelihara ketertiban , Kekeluargaan, M usyawarah,serta
Tidak Diskriminatif. Dalam sosialisasi terkandung nilai kerja keras, ketertiban,
kekeluargaan, musyawarah yang dilakukan ke semua pihak yang terkait tanpa
memandang unsur SARA.

Etika Publik :
Memelihara serta Menjunjung Tinggi Standar Etika Publik. Standar etika publik
ialah standar yang menentukan baik-buruknya suatu perilaku yang mengarahkan
kebijakan publik dalam menjalankan tanggung jawabnya. Sosialisasi dapat
menjadi parameter dalam menentukan baik-buruknya sebuah kebijakan publik
tersebut.
Mengharagai Komunikasi, Konsultasi, dan Kerja Sama. Dalam sosialiasi
terkandung nilai apresiasi terhadap komunikasi, konsultasi, maupun kerjasama.
Komitmen Mutu :
Akurasi dan Tanggap. Sosialisasi menggambarkan akurasi dalam penerapan
rancangan agar sesuai sasaran dan tanggap akan respon masyarakat.
Anti Korupsi :
Jujur, Peduli, dan Tanggung Jawab. Nilai-nilai tersebut terkandung di dalam

42
`

kegiatan sosialisasi karena dalam melakukan sosialisasi dituntut harus jujur, peduli
serta dilakukan dengan penuh rasa tanggung jawab.
Kontribusi Pencapaian Penguatan Nilai-Nilai Organisasi:

Kontribusi terhadap visi misi Kementerian Hukum dan HAM adalah Profesional,
Sinergi, dan trasnparan yaitu dalam menyampaikan sosialisasi diperlukan
transparansi dan profesionalisme yang didukung dengan sinergitas tinggi antar
semua pihak.

KEGIATAN 4
EVALUASI PELAYANAN INFORMASI PUBLIK MELALUI WEBSITE
DAN MEDIA SOSIAL

KEGIATAN : Evaluasi Pelayanan Informasi Publik

TANGGAL : 06 – 15 September 2018

Tahapan Kegiatan

1. Menambah content website dan akun media sosial

43
`

Output Hasil Kegiatan

1. Dokumentasi

Keterkaitan Dengan Agenda Peran dan Kedudukan ASN Adalah Pada Mata
Pelatihan:

Whole of Government : Evaluasi merupakan wujud WoG karena dilibatkannya


pihak-pihak lain dalam pelaksanaannya.
Pelayanan Publik : Salah satu bentuk pelayanan publik ialah melakukan evaluasi
agar mengetahui kekurangan yang ada demi perbaikan agar dapat lebih maksimal
dalam melakukan pelayanan publik.

Keterkaitan Dengan Nilai ANEKA :

Akuntabilitas :
T anggung jawab , Konsistensi, dan integritas dan kejelasan. Pelaksanaan
evaluasi mencerminkan sikap tanggung jawab terhadap aktualisasi rancangan
yang dilakukan secara konsisten dan menjunjung tinggi integritas.
Nasionalisme :
Rela Berkorban. Dalam melakukan evaluasi, maka dibutuhkan sikap rela
berkorban yaitu menempatkan tujuan bersama diatas egoisme pribadi.
Tanggung Jawab. Evaluasi merupakan bentuk nyata dari rasa bertanggung jawab
terhadap kekurangan yang ada atas penerapan isu.
Etika Publik :
Menjalankan Tugas Secara Profesional dan Tidak Berpihak. Dalam
pelaksanaan kegiatan evaluasi memiliki tujuan agar lebih dapat professional
dalam memberikan pelayanan yang dilandasi prinsip tidak berpihak.

Komitmen Mutu :
Melakukan yang terbaik dan tanggap. Evaluasi bertujuan agar dapat melayani
publik dengan kemampuan terbaik serta tanggap terhadap saran yang
disampaikan.
Anti Korupsi :
Jujur, Tanggung Jawab, dan Peduli. Nilai-nilai tersebut didapat dalam
pelaksanaan evaluasi karena evaluasi harus dilakukan secara jujur demi sebuah
perbaikan, tanggung jawab dan peduli demi sebuah penyempurnaan

Kontribusi Pencapaian Penguatan Nilai-Nilai Organisasi:

Kontribusi terhadap visi misi Kementerian Hukum dan HAM adalah Transparan,

44
`

yaitu secara terbuka mengakui kekurangan atau permasalahan yang timbul agar
untuk segera diperbaiki agar dapat lebih optimal dalam penerapannya.

KEGIATAN 5
MEMBUAT LAPORAN

KEGIATAN : Membuat Laporan

TANGGAL : 27 September – 03 Oktober 2018

Tahapan Kegiatan

45
`

1. Merangkum hasil pelaksanaan aktualisasi


2. Melakukan konsultasi tentang hasil aktualisasi kepada mentor dan coach

Output Hasil Kegiatan

1. Dokumentasi

Keterkaitan Dengan Agenda Peran dan Kedudukan ASN Adalah Pada Mata
Pelatihan:

Pelayanan Publik : Pelaksanaan kegiatan merupakan wujud nyata yang


terkandung dalam nilai pelayanan publik.
Whole of Government : Dalam pembuatan laporan akan melibatkan pihak terkait
lainnya yang mencerminkan nilai WoG

Keterkaitan Dengan Nilai ANEKA :

Akuntabilitas :
Integritas. Pelaksanaan masing-masing kegiatan ialah bentuk dari
dilaksanakannya nilai integritas.
Kejelasan Laporan. Membuat serta mengirim laporan adalah perwujudan dari
nilai kejelasan laporan yang bermuara kepada akuntabilitas.
Nasionalisme :
Kerja Keras dan Disiplin. Pelaksanaan kegiatan, membuat serta mengirim
laporan merupakan salah satu bentuk kerja keras serta disiplin terhadap
aktualisasi rancangan isu.
Etika Publik :
Menghargai Komunikasi, Konsultasi dan Kerjasama. Pelaporan merupakan
cermin nyata dari bentuk menghargai komunikasi, konsultasi dan kerjasama yang
baik dimana dapat menjadi dasar dalam penyelesaian sebuah tugas.

Komitmen Mutu : Koordinasi dengan Atasan adalah bentuk Kerjasama.


Pelaporan dengan pihak terkait merupakan bentuk kerjasama yang dilakukan
demi tercapainya hasil yang maksimal.
Melakukan yang Terbaik. Melaksanakan masing-masing kegiatan ialah upaya
dari melakukan hal terbaik dalam memberikan pelayanan publik.
Anti Korupsi :
Jujur, Berani, dan Peduli. Dengan melakukan masing -masing kegiatan serta
pelaporan maka harus dilandasi sikap jujur, berani, serta peduli terhadap
perubahan yang ada.

Kontribusi Pencapaian Penguatan Nilai-Nilai Organisasi:

46
`

Kontribusi terhadap visi misi Kementerian Hukum dan HAM adalah Profesional,
Akuntabel, Sinergi dan Transparan yaitu dalam penyusunan laporan maka setiap
data atau fakta yang telah dibuat dalam bentuk laporan maka harus dapat
dipertanggungjawabkan kebenarannya serta mengandung juga nilai Sinergi yaitu
terus melakukan kerjasama baik dengan atasan maupun sesama rekan kerja
dalam penyusunan laporan.

BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan

Sebagai salah satu badan publik yang berkaitan dengan


penyelenggara dan penyelenggaraan Negara dan/ atau penyelenggara
dan penyelenggaraan Badan Publik lainnya yang sesuai dengan Undang-
Undang yang berlaku, maka Lembaga Pembinaan Khusus Anak Klas I

47
`

Palembang wajib menyediakan informasi pemasyarakatan seperti profil


UPT Pemasyarakatan ( yang memuat tugas pokok jabatan, struktur
organisasi, alamat kantor, telepon, faksimili, dan situs resmi, dll) syarat
dan tata cara berkunjung ke UPT Pemasyarakatan, pelaksanaan hak
WBP/Andikpas, pelayanan kesehatan, dan lain sebagainya guna
mewujudkan komunikasi dua arah yang harmonis antara Penyedia
Informasi dengan Pemohon dan pengguna Informasi Pemasyarakatan
yang pada akhirnya akan menjadi pendukung terciptanya keamanan dan
kondusifitas di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan.
Lembaga Pembinaan Khusus Anak Klas I Palembang belum
memiliki website ataupun akun media sosial khusus yang memuat
informasi-informasi publik yang dibutuhkan masyarakat pada umumnya.
Oleh karena itu, pembuatan website maupun akun media sosial khusus
LPKA Klas I Palembang sangat diperlukan guna menjalankan amanat
Peraturan Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
Nomor M.HH-01.IN,04.03 TAHUN 2011 Tentang Pengelolaan Dan
Pelayanan Informasi Dan Dokumentasi Pada Direktorat Jendral
Pemasyarakatan, Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan HAM, dan Unit
Pelaksana Teknis Pemasyarakatan.

B. Saran

Di era keterbukaan informasi publik seperti dewasa ini, maka setiap


instansi publik yang ada diharapkan dapat memanfaatkan segenap
sumber daya yang ada demi tercapainya amanat konstitusi. Hal ini
menjadi sangat penting karena transparasi dapat dijadikan dasar utama
dalam membentuk sebuah organisasi yang kredibel dimata masyarakat.
Oleh sebab itu, maka penulis menyarankan kepada intansi tempat
penulis bekerja untuk memberikan pelayanan informasi publik berbasis IT
secara cepat dan tepat waktu, biaya ringan, dan cara sederhana demi

48
`

tercapainya nilai-nilai organisasi dan dapat menjadi instansi publik yang


baik bagi masyarakat.

49
`

Kegiatan 1 – Melakukan Koordinasi Dengan Atasan

50
`

Kegiatan 2 – Implementasi Rancangan Website Serta Akun


Media Sosial Khusus LPKA Klas I Palembang

51
`

Kegiatan 3 – Sosialisasi Pelayanan Informasi Publik Melalui


Website dan Media Sosial

52
`

Kegiatan 4 – Evaluasi Pelayanan Informasi Publik Melalui


Website dan Media Sosial

53
`

54
`

Kegiatan 5 – Membuat Laporan

55
`

DAFTAR REFRENSI

UU No. 5 Tahun 2014 Tentang “Aparatur Sipil Negara.”

56
`

UU No. 12 Tahun 1995 Tentang “Pemasyarakatan.”

UU No. 11 Tahun 2012 Tentang “Sistem Peradilan Pidana Anak (UU


SPPA).”

UU No. 14 tahun 2008 Tentang “Informasi Publik.”

Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang “Sistem Pendidikan


Nasional”

Permenkumham No. 18 Tahun 2015 tentang “Organisasi dan Tata Kerja


Lembaga Pembinaan Khusus Anak”

Peraturan Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia


Nomor M.HH-01.IN,04.03 TAHUN 2011 Tentang “Pengelolaan Dan
Pelayanan Informasi Dan Dokumentasi Pada Direktorat Jendral
Pemasyarakatan, Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan HAM, dan Unit
Pelaksana Teknis Pemasyarakatan.”

Peraturan Kepala LAN No. 24 Tahun 2017 Tentang “Pedoman


Penyelenggaraan Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil

BIODATA

Nama : M. Ditto Anugerah S


NIP : 199102112017171003
Tempat / Tanggal Lahir : Palembang / 11 Februari 1991

57
`

Pendidikan : Diploma III Teknik Komputer


Alamat : Jl. Soekarno Hatta Km 10 Palembang
No. Hp : 082177496123
Golongan Ruang : II/a
Jabatan : Penjaga Tahanan
Unit Kerja : Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas I
Palembang
Instansi Induk : Kementerian Hukum dan HAM

Pendidikan Formal :

 SD N 576 Palembang
 SMP N 46 Palembang
 SMA LTI IGM Palembang
 Universitas Sriwijaya Palembang
Pendidikan Informal :

 Kursus Komputer El Rahma Education Center


 Pendidikan Bahasa Inggris LIA
 Pendidikan Liasion Officer Lembaga Bahasa Kodam II/SWJ

58

Anda mungkin juga menyukai