Anda di halaman 1dari 8

Mata Kuliah : Asuhan Kebidanan II (PERSALINAN)

Kode Mata Kuliah : BD. 302


Beban Studi : 4 SKS (T=1; P=3)
Semester : III
Topik : Konsep dasar asuhan kebidanan pada ibu dalam masa
persalinan kala I
Sub Topik : - Pengertian persalinan
- Sebab- sebab mulainya persalinan
- Tahapan persalinan( kala I )
- Tujuan asuhan persalinan
- Tanda- tanda persalinan
Waktu : 100 Menit
Dosen : -

Setelah perkuliahan ini selesai; mahasiswa mampu :

Menjelaskan konsep dasar asuhan kebidanan pada ibu masa persalinan

1. Cuningham Gari F. Gant F Norman. Leveno J Kenneth, Williams Obstetri,


Jakarta, 2005.
2. Varney’s Midwiferi.2004.Ilmu Kebidanan, Jakarta: EGC. BAB V, hal 672- 681
3. Asuhan persalinan normal, 2007,Jakarta, JHPIEGO
4. Buku panduan praktis pelayanan kesehatan meternal dan neonatal, 2002,
Jakarta, JNPKKR
I.Pengertian persalinan
Persalinan adalah proses dimana bayi, plasenta dan selaput ketuban keluar dari

uterus ibu. Persalinan dianggap normal jika prosesnya terjadi pada usia kehamilan cukup

bulan (setelah 37 minggu) tanpa disertai adanya penyulit.

Persalinan dimulai (inpartu) sejak uterus berkontraksi dan menyebabkan perubahan

pada servik (membuka dan menipis) dan berakhir dengan lahirnya placenta secara lengkap.

(Asuhan Persalinan Normal, 2007)

Persalinan adalah proses membuka dan menipisnya serviks, dan janin turun ke

dalam jalan lahir. Kelahiran adalah proses dimana janin dan ketuban didorong keluar

melalui jalan lahir.

Persalinan dan kelahiran normal adalah proses pengeluaran janin yang terjadi pada

kehamilan cukup bulan (37- 42 minggu), lahir spontan dengan presentasi belakang kepala

yang berlangsung dalam 18 jam, tampa komplikasi baik pada ibu maupun pada janin (Buku

Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal)

Persalinan adalah proses alamiah yang dialami perempuan, merupakan pengeluaran

hasil konsepsi yang telah mampu untuk hidup di luar kandungan, melalui beberapa proses

seperti adanya penipisan dan pembukaan servik serta adanya kontraksi yang berlangsung

dalam waktu tertentu tanpa adanya penyulit.

2. Sebab- sebab mulainya persalinan

Beberapa teori yang dikemukakan ialah :

1. Penurunan kadar progesteron


Proses penurunan fungsi plasenta terjadi mulai usia kehamilan 28 minggu, dimana

terjadinya penimbunan jaringan ikat sehingga pembuluh darah mengalami penyempitan

dan buntu. Produksi progesteron menurun sehingga otot rahim menjadi sensitif terhadap

oksitosin.

2. Teori Oxytocin

Oksitosin dikeluarkan oleh kelenjar hipofise posterior Perubahan hormon estrogen dan

progesteron dapat mengubah sensitivitas otot rahim sehingga terjadi his

3. Keregangan Otot- Otot

Otot rahim mempunyai kemampuan untuk merenggang dalam batas tertentu, setelah

melewati batas tersebut terjadi kontraksi sehingga persalinan dapat dimulai.

4. Pengaruh janin

Kehamilan dengan Aensephalus sering terjadi keterlambatan persalinan karena tidak

terbentuk hipotalamus. Teori ini dikemukakan oleh Linggin 1973

Dari berbagai percobaan maka dapat disimpulkan ada hubungan antara hipotalamus-

pituitari dengan mulainya persalinan.

5. Teori Prostaglandin

Prostaglandin meningkat sejak umur kehamilan 15 minggu. Prostaglandin dihasilkan

oleh desidua, dapat menimbulkan kontraksi otot rahim sehingga hasil konsepsi di

keluarkan.

Pemberian oksitosin pada kehamilan dapat menimbulkan his

3. Tahapan persalinan( kala I)

Tanda- tanda persalinan

 Penipisan dan pembukaan servik

 Kontraksi uterus yang mengakibatkan perubahan serviks (frekuensi minimal 2

kali dalam 10 menit)


 Cairan lendir berdampur darah (show) melalui vagina

A. Kala I

Yaitu waktu dimana dimulainya pembukaan servik sampai dengan pembukaan

lengkap 10 cm.

1. Perubahan Fisiologis pada kala I

Penting bagi bidan agar dapat membedakan tanda-tanda persalinan normal dan

abnormal.

a.Tekanan darah

Tekanan darah meningkat selama terjadinya kontraksi (sistolik rata-rata naik) 10-20

mmhg diastolic 5-10 mmhg. Antara kontraksi tekanan darah kembali pada sebelum

persalinan, rasa sakit takut dan cemas juga akan meningkatkan tekanan darah.

b. Metabolisme

Metabolisme karbohidrat aerob dan anaerob akan meningkat secara berangsur-

angur disebabkan karena kecemasan dan aktivitas otot skeletal, peningkatan ini

ditandai dengan adanya peningkatan suhu tubuh, denyut nadi, cardiac out put,

pernapasan dan cairan hilang.

c. Suhu tubuh

Karena adanya peningkatan metabolisme maka suhu tubuh sedikit meningkat

selama persalinan, terutama selama dan setelah persalinan akan terjadi peningkatan

ini jangan sampai lebih dari 0,5◦ C sampai 1◦ C.

d.Detak jantung

Berhubungan dengan peningkatan metabolisme, detak jantung akan meningkat

secara dramatis selama kontraksi.


e.Pernapasan

Karena terjadinya peningkatan metabolisme, maka terjadi sedikit peningkatan laju

pernapasan yang dianggap normal, hiperventilasi yang lama dianggap tidak normal

dan bisa menyebabkan olkaliosis.

f.Ginjal

Poliuri sering terjadi selama proses persalinan mungkin dikarenakan adanya

peningkatan cardiac out put, peningkatan filtrasi groumerulus dan peningkatan

aliran plasma ginjal, protein uria yang sedikit dianggap normal dalam persalinan.

g.Gastrointestinal

Metalitas lambung dan absorbsi makanan padat secara subtansional berkurang

banyak sekali selama persalinan. Selain itu pengeluaran getah lambung berkurang

menyebabkan aktivitas pencegahan hampir berhenti dan pengosongan lambung

menjadi sangat lambat, cairan tidak berpengaruh dan meninggalkan perut dalam

tempo biasa. Mual dan muntah bisa terjadi sampai ibu mencapai kehamilan kala I.

h.Hematologi

Hematologi meningkat sampai 1,2 gr/100 ml selama persalinan dan akan kembali

sebelum persalinan sehari setelah pasca salin kecuali adanya perdarahan post

partum.

2. Psikologis ibu bersalin

Asuhan yang bersifat mendukung selama persalinan merupakan suatu

standar pelayanan kebidanan. Ibu yang bersalin biasanya mengalami perubahan

emosional yang tidak stabil.

Sejumlah perubahan fisiologis terjadi pada ibu selama persalinan teratur

dan meningkat (frekuensi dan kekuatannya) hingga serviks membuka lengkap (10

cm).
Kala satu terdiri dari dua fase, yaitu :

a. fase laten

Dimulai sejak awal berkontraksi yang menyebabkan penipisan dan pembukaan

servik secara bertahap

- Berlangsung hingga serviks membuka kurang dari 4 cm

- Pada umumnya, fase laten berlangsung hampir atau hingga 8 jam

b.Fase aktif

- Frekuensi dan lama kontraksi uterus akan meningkat secara bertahap

(kontraksi dianggap adekuat/memadai jika terjadi 3 kali atau lebih, dalam

waktu 10 menit, dan berlangsung selama 40 detik atau lebih)

- Dari pembukaan 4 cm hingga mencapai pembukaan lengkap atau 10

cm, akan terjadi dengan kecepatan rata-rata 1 cm per jam (nulipara atau

primigravida) atau lebih dari 1 cm hingga 2 cm (multipara)

- Terjadi penurunan bagian terbawah janin


SOAL PILIHAN GANDA
1. Perubahan Fisiologis yang tidak mengalami peningkatan adalah
A. Tekanan darah
B. Metabolisme
C. Suhu tubuh
D. .Detak jantung Meningkat
E. Gastointestinal

2. Yang bukan meupakan Tanda-tanda persalinan


A. Lightening
B. Perubahan servikal
C. KPSW ( Ketuban Pecah Sebelum Waktunya)
D. Blood Show
E. Kepala di Satattion 0

3. Perubahan psikologis kala III, meliputi :


A. Ibu ingin melihat, menyentuh dan memeluk bayinya
B. Merasa gembira, lega dan bangga akan dirinya dan merasa sangat lelah
C. Memusatkan diri dan kerap bertanya apakah vaginanya perlu dijahit
D. Menaruh perhatian terhadap plasenta
E. ketidak nyamanan yang dirasakan ibu

4. Perubahan psikologis pada kala I


Persalinan kala I dimulai dengan pembukaan lengkap dari serviks dan berakhir
dengan lahirnya bayi, tidak termasuk Tanda-tanda bahwa persalinan sudah dekat
adalah :
A. Ibu merasa ingin meneran.
B. Perinium tampak menonjol
C. .Ibu kemungkinan ingin buang air besar
D. Vulva vagina dan spinctar anus membuka.
E. Berkeringat banyak
5. Bukan salah satu Sebab- mulainya persalinan
A. Penurunan kadar progesteron
B. Teori Oxytocin
C. Keregangan Otot- OtotPengaruh janin
D. Teori Prostaglandin
E. Ketuban pecah