Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN PENDAHULUAN ASUHAN KEPERAWATAN

KEPUTIHAN (FLUOR ALBUS)

Disusun Oleh :
OCTHAVYANI EMBONG BULAN (21706036)

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN REGULER A


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN MAKASSAR
2019
LAPORAN PENDAHULUAN
KEPUTIHAN (FLUOR ALBUS)

I. KONSEP MEDIS

A. Definisi
Keputihan adalah keluarnya sekret atau cairan dari vagina. Sekret

tersebut dapat bervariasi dalam konsistensi warna dan bau. Umumnya wanita

yang menderita keputihan mengeluarkan lendir tersebut terlalu banyak dan

menimbulkan bau tidak enak. Ini disebabkan karena terjadinya peradangan dan

infeksi pada liang vagina. Jika keputihan sudah berlarut-larut dan menjadi berat,

maka kemungkinan wanita yang bersangkutan akan menjadi mandul (Wijanti,

2009:59).

B.Etiologi

Menurut Kasdu (2008) keputihan ada yang patologis dan ada yang

fisiologis. Keputihan yang fisiologis berwarna jernih, tidak berbau, tidak gatal

dan tidak pedih. Sedangkan keputihan yang patologis jumlahnya banyak,

warnanya kuning atau kehijauan, warna putih seperti susu basi, disertai rasa

gatal, pedih terkadang disertai bau amis atau busuk. Keputihan menjadi salah

satu tanda dan gejala adanya kelainan pada organ reproduksi wanita, kelainan

tersebut dapat berupa infeksi, polip leher rahim, keganasan atau tumor dan

kanker, serta adanya benda asing. Namun tidak semua infeksi reproduksi

memberi gejala keputihan.


C.Patofisiologi
Faktor penyebab keputihan dipicu karena adanya virus, bakteri, kuman,

aktivitas yang terlalu lelah, hormonal, dan pada vulva higiene. Penyebab

keputihan dari keletihan ditandai muncul hanya pada waktu kondisi tubuh sangat

capek dan biasa lagi ketika tubuh sudah normal kembali. Kelebihan hormon

Progesteron dapat menimbulkan keputihan, Keputihan yang keluar dari vagina

disebabkan oleh hormon Progesteron yang merubah flora dan Ph vagina,

sehingga jamur mudah tumbuh di dalam vagina dan menimbulkan keputihan

.Perilaku tidak hygienis seperti air cebok tidak bersih, celana dalam tidak

menyerap keringat, penggunaan pembalut yang kurang baik merupakan salah

satu faktor penyebab keputihan.

D.Manifestasi Klinik

Wanita di Indonesia yang mengalami keputihan minimal satu kali dalam

seumur hidup sedangkan wanita yang bisa mengalami keputihan sebanyak dua

kali atau sering 45% (BKKBN, 2010). Wanita yang tidak bisa membedakan

keputihan normal (fisiologis) dan keputihan yang tidak normal (patologis) tidak

akan tahu dirinya mengidap penyakit atau tidak. Wanita yang beranggapan

keputihan fisiologis adalah keputihan patologis akan membuat wanita tersebut

merasa tidak nyaman dan merasa cemas dirinya menderita suatu penyakit

kelamin, dan jika wanita yang beranggapan keputihan patologis adalah keputihan

fisiologis akan membuat wanita tersebut mengabaikan keputihan yang

dideritanya sehingga penyakit yang diderita bisa semakin parah yaitu terjadinya

infeksi dari bakteri, virus, jamur, atau juga parasit, yang bisa menyebabkan

terjadinya kasus Infeksi Menular Seksual (Wijayanti, 2009, p.51).


F. Komplikasi
1.Radang yang disebabkan oleh: trikomoniasis, kandidiasis, gonore,
vaginitissenilis, endoservitis akut atau kronis, vaginitis hemofilus vaginalis.
2.Iritasi benda asing yang dapat disebabkan oleh iritasi khemis/ iritasi
vagina(vaginal jelly), adanya benda asing (tampon, pesarium atau IUD).
3.Tumor yang dapat berupa tumor jinak, seperti polip,mioma uteri, kista atau
dapat berupa tumor ganas (kanker serviks).

E.Pentalaksanaan
Pada keadaan yang fisiologis, keputihan tersebut tidak perlu diberikan
pengobatan.Bila ibu merasa cemas berikan penjelasan tentang proses terjadinya
keputihan dan juga dapat diberikan sedatif.
DAFTAR PUSTAKA
Wijanti, 2009:59Kapita Selekta Kedokteran, Jakarta: Media Aesculapius Fakultas
Kedoteran Universitas Airlangga.Price, Sylvia Anderson, Wilson Lorraine Mc
Carty.2010.
Patofisiologi ProsesPenyakit Edisi 4. Alih bahasa Peter Anugrah. Jakarta: EGC.
Suparman. 2012
Ilmu Penyakit Dalam Jilid I Edisi Kedua. Jakarta: Balai Penerbit Kedokteran.
ASUHAN KEPERAWATAN
PADA Ny. DILLA DENGAN
DIAGNOSA MEDIS FLUOR ALBUS KANDIDIASIS
DI POLI KANDUNGAN
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. SOETOMO SURABAYA

A.PENGKAJIAN
A. Identitas Pasien
1. Nama : Ny.Dilla
2. Umur : 22 Tahun
3. Alamat : Wonosalam RT 2 No.2 Mojo Agung Jombang
4. Jenis kelamin : Perempuan
5. Agama : Islam
6. Pekerjaan : Swasta
7. Bangsa/ suku : Indonesia/Jawa
8. Nama suami : Tn. Didik S.
9. No. DMK : 10194572
10. Diagnosa medis : Lekore Candidiasis vagina.

B.Status Kesehatan Saat Ini


1.Keluhan utama : Klien mengungkapkan saat ini ia mengeluarkan
cairan melalui kemaluan cairan berwarna kekuningan
kental disertai rasa gatal pada sekitar kemaluan.

C. Riwayat penyakit sekarang


sejak 5 bulan yang lalu klien mulai merasakan adanya pengeluaran cairan/
lendir yang berwarna putih dan mulai timbul rasa gatal.
D.Riwayat penyakit dahulu
Klien mengungkapkan pernah mengalami keguguran (Abortus) 2 x yaitu pada
tahun 1996 dan tahun 1998.Selain itu klien mengungkapkan tidak
menderita penyakit berat seperti kencing manis dan tekanan darah tinggi.
E.Riwayat penyakit keluarga
Klien mengungkapkan bahwa didalam keluarganya tidak ada yang
menderita sakit tumor, tekanan darah tinggi maupun kencing manis.

F.Data psikososial spiritual


Klien mengatakan ingin cepat sembuh karena gatal yang dialaminya sangat
menggangunya dalam bekerja, klien mengungkapkan tidak tahu darimana
datangnya penyakit yang dialaminya ini. Klien bertanya bagaimana
perawatanya di rumah.Klien sudah menikah selama 4 tahun tetapi belum
dikaruniai anak, tetapi klien mengatakan semua sudah diatur Tuhan.Klien
menganut agama islam rajin beribadah, klien menggunakan bahasa
indonesia/jawa dalam berkomunikasi, klien mampu membina hubungan yang
baik dengan petugas terbukti klien mau menjawab semua pertanyaan yang
diajukan oleh petugas.

G.Pola aktivitas sehari-hari


a. Aktivitas istirahat
Klien mengungkapkan bekerja di pabrik mulai jam 06.00 s/d jam 15.00 dengan
waktu istirahat 1 jam. Klien mengungkapkan tidur mulai jam 22.00 s/d jam 05.00
kadang-kadang terbangun karena gatal yang dirasakan.

b.Nutrisi
Klien mengatakan makan 3 kali sehari dengan komposisi nasi, lauk dan sayuran
yang berganti dan tidak ada pantang terhadap makanan tertentu.

c.Eliminasi
Klien mengatakan buang air kecil 5-6 kali sehari, warna urine kuning jernih.
Klien mengatakan buang air besar 1 x/ hari konsisitensi lembek.

d.Hygiene perseorangan
Klien mengatakan mandi 2 x/hari dengan sabun, klienmengtakan sehabis buang
air kecil diceboki dengan air, klien mengungkapkanganti celana dalam sehari
sekali.

H.Pemeriksaan fisik
Kesadaran : Komposmentis GCS 4-5-6
Abdomen :Tidak ada nyeri tekan, bising usus + nol 10 x/mnt,perkusi
perut timpani, tidak terdapat defens muskular.
Tekanan darah : 120/80 mmHg
Nadi : 84 x/mnt
Pernafasan : 18 x/mnt

I.Pemeriksaan status ginekologis


Haid : Tidak teratur.
Tanggal haid terakhir : 19 Juli 2002
Siklus : Tidak teratur.
Lamanya haid : 7 hari
Rasa sakit : sebelum haid
Keputihan: : +5 bulan yang lalu.
Vagina Touche : Tidak ada perdarahan, tampak ada keputihan.
Vulva : Fluxus (-), fluor (+).
Portio : Tertutup, licin dan tidak ada nyeri goyang.
Corpus uteri : Antero flexi biasa
Adnexa parametri Ka/ki : Tidak terdapat masa ataupun nyeri
Cavum douglas : Tidak menonjol

J.Pemeriksaan penunjang
Pada tgl 26/08/2002 dilakukan pemeriksaan vaginal swab dengan hasil :
-Candida 0-1.
ANALISADATA

NO DATA PENUNJANG ETIOLOGI MASALAH


S: Terbatasnya Kurangnya
 Klien mengungkapkan informasi pengetahuan
saat ini ia tentang
mengeluarkan cairan perawatan
melalui kemaluan higinitas
cairan berwarna Kurang daerah genitalia
kekuningan kental mengetahui
disertai rasa gatal tentang kebersihan
pada daerah genitalia
sekitar kemaluan
 Klien mengungkapkan
tidak tahu sakitnya
darimana datangnya Terjadi fluor albus
 Klien mengatakan
hanya cebok dengan
air setelah buang air
kecil
 Klien mengatakan
ganti celana dalam
sehari sekali
 Klien bertanya kepada
petugas tentang
perawatanya di rumah
O:
 Tampak ada
keputihanpemeriksaan
vaginal swab dengan
hasil :Candida 0-1.

DIAGNOSA KEPERAWATAN:
Kurangnya pengetahuan tentang perawatan higinitas daerah genitalia
berhubungan dengan terbatasnya informasi yang ditandai dengan klien
mengungkapkan tidak tahu sakitnya darimana datangnya, klien mengatakan hanya
cebok dengan air setelahbuang air kecil, klien mengatakan ganti celana dalam
sehari sekali, klien bertanya kepada petugas tentang perawatanya di rumah.
Tujuan:
Klien memiliki pengetahuan yang cukup tentang fluor albus setelah mendapat
penjelasan dari petugas dengan kriteria:
-Klien mampu menjelaskan kembali tentang penyebab fluor albus.
-Klien mampu menjelaskan kembali tanda-tanda fluor albus yang
abnormal.
-Klien mampu menjelaskan kembali tentang cara pencegahannya.
PERENCANAAN
1.Jelaskan kepada klien tentang penyebab terjadinya fluor albus.
2.Jelaskan kepada klien tentang proses terjadinya fluor albus.
3.Jelaskan kepada klien tentang beberapa hal yang dapat dilakukan untuk
menghindari terjadinya fluor albus.
4.Anjurkan kepada klien untuk kontrol secara teratur dan meminum obat yang
diberikan secara rutin.
5.Observasi kemampuan ibu dalam menjelaskan kembali apa yang telah
dijelaskan oleh petugas.
PELAKSANAAN
1.Menjelaskan pada klien tentang beberapa penyebab terjadinya keputihan
adalah:jamur/ bakteri (karena kurang bersih dalam menjaga kebersihan
daerah kelamin),atau adanya penyakit lain (tumor).
2.Menjelaskan kepada klien bahwa keputihan dapat terjadi itu secara normal
atau tidak normal. Keputihan yang normal yaitu keputihan yang terjadi pada
sat sebelum menstruasi, pada saat hamil, tetapi menjadi tidak normal jika
pengeluaran lendir secara berlebihan dan terus menerus, berbau dan biasanya
menimbulkan rasa gatal.
3.Menjelaskan kepada klien tentang beberapa hal yang dapat dilakukan untuk
mencegah terjadinya kekambuhan dari keputihan adalah:
- Menjaga kebersihan daerah genitalia dengan baik (cebok dari arah depan
kebelakang dengan menggunakan sabun).
- Mengganti celana dalam, gunakan celana dalam yang katun dan tipis serta
mudah menyerap keringat.
- Anjurkan kepada suami untuk ikut kontrol serta meminum obat yang
diberikan dokter agar tidak terjadi saling menularkan penyakit.
4.Menganjurkan kepada klien untuk kontrol secara rutin dan menghabiskan
obat yang diberikan dokter meskipun keluhan sudah berkurang.
5.Menganjurkan pada klien untuk menjelaskan kembali apa yang telah
dijelaskan oleh petugas.

EVALUASI
Tgl 26/08/2002 jam 11.30:
Masalah teratasi, klien mampu menjelaskan kembali tentang penyebab, proses
terjadinya fluor albus serta cara pencegahannya.