Anda di halaman 1dari 13

DISKUSI 2

Maanajemn pemasaran

a. Setujukah Anda dengan pernyataan tersebut? Jelaskan alasan Anda!

b. Sebutkan contoh produk yang dipasarkan dengan strategi Penetrasi Pasar

A. Saya setuju dengan pendapat diatas, karena menurut saya tujuan dalam strategi penetrasi pasar yaitu
memperbanyak konsumen, dengan adanya promosi, maka semakin banyak pula konsumen yang
mengenal produk yang kita punya, sehingga menimbulkan keinginan untuk membeli produk kita, serta
penting juga permainan harga dalam suatu pasar berupa diskon, dijaman yang serba mahal ini,
konsumen lebih memilih produk yang berkualitas tapi miring harga, dan bagi para pebisnis, lebih baik
untung sedikit tapi produk laris, daripada untung banyak tapi kehilangan pelanggan.

B. Contoh produk yang dipasarkan dengan strategi penetrasi pasar yaitu adalah : produk mie dengan
nama indomie, tidak hanya isinya yang seperti dulu kala saja, namun pendekatan pada pengecer, para
penjual warung indomie juga harus semakin baik supaya para pengecer dan penjual warung indomie
tetap konsisten menjual produk Indomie tersebut

KEWIRAUSAHAAN

Kewirausahaan

Kreativitas, Inovasi dan Enterpreunership

Kreativitas adalah pengumpulan ataupun penumpukan gagasan yang dapat membuat suatu sistem
menjadi lebih efektif dan juga lebih efisien (Matherly & Goldsmith, 1985; Whiting, 1988).

Pada mulanya, kreativitas sering dianggap sebagai bakat yang diwariskan, namun seiring dengan
berjalannya waktu, ternyata kreativitas dianggap sesuatu yang bisa dipelajari, dikembangkan, dan
disempurnakan.

Untuk menghasilkan kreativitas, diperlukan iklim usaha yang mendukung, yaitu:

 Pimpinan yang bisa dipercaya dan tidak terlalu ketat mengontrol karyawan
 Jalur komunikasi yang terbuka antar anggota kelompok atau perusahaan
 Mengembangkan kontak dan komunikasi yang memiliki intensitas memadai
 Senang mencoba gagasan baru
 Tidak takut menghadapi akibat negatif saat melakukan kesalahan
 Melakukan seleksi dan promosi karyawan dengan dasar prestasi
 Menggunakan teknik-teknik yang mampu menggugah munculnya gagasan, termasuk sistem
pemberian saran dan brainstorming
 Memiliki sumber daya, manajer, manusia, dan waktu yang memadai, sehingga sasaran
memang memungkinkan untuk tercapai.

Semakin tinggi tingkat kreatifitas seseorang, maka akan semakin banyak inovasi yang tercipta dari
hasil pemikirannya.
Inovasi adalah sesuatu yang bersifat konseptual dan juga disertai dengan pemahaman sehingga calon
inovator perlu turun ke lapangan untuk bisa lebih memahami realitas baik melalui bertanya maupun
dengan mendengarkan. (DRUCKER, 2002)

Jenis inovasi

Invensi :menghasilkan produk ataupun jasa yang benar-benar baru

Ekstensi :menggunakan atau memanfaatkan suatu jenis produk atau jasa dengan cara yang baru

Duplikasi :mengulangi kemunculan suatu produk, proses, atau jasa dengan cara yang baru/kreatif

Sintesis :menggabungkan gagasan atau factor yang sudah ada untuk menghasilkan
gagasan/penggunaan yang lain

Prinsip inovasi

 Cenderung bertindak
 Menyederhanakan produk, jasa, atau proses, dan mudah dipahami
 Membuat produk, jasa, atau proses berdasarkan kebutuhan konsumen
 Mulai dengan skala kecil
 Memiliki rasa optimis bahwa akan berhasil
 Temuan dicoba, diuji, dan diperbaiki
 Belajar dari kesalahan
 Memiliki jadwal dan ukuran kemajuan
 Memberikan penghargaan untuk kegiatan heroik
 Bekerja dengan giat dan terus-menerus

Kreatifitas dan Inovasi merupakan sifat tyang harus dimiliki dalam dunia kewirausahaan
(entrepreneurship).

Calon entrepreneur biasanya memiliki impian, ingin mencapai “pulau pribadi tempat untuk
membangun”, mencipta, dan mengubah mereka menjadi kenyataan. Menjadi Entrepreneur seakan
memiliki pulau impian dan yang lebih penting adalah memiliki perahu dan kesediaan bekerja,
mendayung perahu menuju pulau impian.

Para entrepreneur sering mencoba hal baru dan cenederung berani mengambil risiko. Tak jarang, usaha
percobaan yang dilakukuan menghasilkan kegagalan, namun kegagalan tersebut dimanfaatkan sebagai
bahan belajar untuk terus mencoba lebih baik lagi. Entrepreneurship seringkali dianggap sebagai hasil
interaksi berbagai keterampilan berikut: kontrol diri, perencanaan dan penetapan sasaran, kesediaan
menanggung risiko, inovasi, pemahaman terhadap realitas, pemanfaatan umpan-balik, pengambilan
keputusan, hubungan antar manusia, dan kebebasan.

MANAJEMEN PERUBAHAN

Menurut saya

organisasi tersebut enggan berubah dikarenakan faktor eksternal dan faktor internal mereka yang
kurang mendukung untuk melakukan perubahan
Lingkungan merupakan factor eksternal organisasi, Organisasi bersifat responsive terhadap perubahan
yang terjadi di lingkungannya , jarang sekali suatu organisasi melakukan perubahan besar tanpa adanya
dorongan yang kuat dari lingkungannya Artinya, perubahan yang besar itu terjadi karena lingkungan
menuntut seperti itu. Beberapa penyebab perubahan organisasi yang termasuk faktor ekstern adalah
perkembangan teknologi, faktor ekonomi dan peraturan pemerintah.

Faktor intern yaitu hubungan antar anggota yang kurang harmonis merupakan salah satu problem yang
terjadi misalnya problem yang menyangkut hubungan atasan bawahan dan problem yang menyangkut
hubungan sesama anggota yang kedudukannya setingkat.

oleh sebab itu organisasi akan tetap pada jalur yang dianggap aman karena mereka menganggap smua
Proses perubahan yang terjadi dalam sebuah organisasi seringkali tidak berjalan dengan baik dan
lancar. Mereka takut kehilangan sesuatu yang berharga Bahkan perubahan seringkali dipandang
sebagai sebuah ancaman karena mereka gagal untuk memahami perubahan dan implikasinya atau
cukup mereka memiliki toleransi yang rendah untuk perubahan terhadap keberadaan dan
keberlangsungan sebuah organisasi tersebut.

Menurut saya

organisasi tersebut enggan berubah dikarenakan faktor eksternal dan faktor internal mereka yang
kurang mendukung untuk melakukan perubahan

Lingkungan merupakan factor eksternal organisasi, Organisasi bersifat responsive terhadap perubahan
yang terjadi di lingkungannya , jarang sekali suatu organisasi melakukan perubahan besar tanpa adanya
dorongan yang kuat dari lingkungannya Artinya, perubahan yang besar itu terjadi karena lingkungan
menuntut seperti itu. Beberapa penyebab perubahan organisasi yang termasuk faktor ekstern adalah
perkembangan teknologi, faktor ekonomi dan peraturan pemerintah.

Faktor intern yaitu hubungan antar anggota yang kurang harmonis merupakan salah satu problem yang
terjadi misalnya problem yang menyangkut hubungan atasan bawahan dan problem yang menyangkut
hubungan sesama anggota yang kedudukannya setingkat.

oleh sebab itu organisasi akan tetap pada jalur yang dianggap aman karena mereka menganggap smua
Proses perubahan yang terjadi dalam sebuah organisasi seringkali tidak berjalan dengan baik dan
lancar. Mereka takut kehilangan sesuatu yang berharga Bahkan perubahan seringkali dipandang
sebagai sebuah ancaman karena mereka gagal untuk memahami perubahan dan implikasinya atau
cukup mereka memiliki toleransi yang rendah untuk perubahan terhadap keberadaan dan
keberlangsungan sebuah organisasi tersebut.

MANAJEMEN OPERASI

1. Jelaskan beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam desain jasa !


2. Jelaskan perbedaan desain produk dan jasa !

Untuk bahan diskusi ini, kalian dapat membaca materi / referensi dari Ruang Baca Virtual UT mata
kuliah Manajemen Operasi Jasa modul 2.

menurut pendapat saya

1.

1. Tentukan Konsep dan Rancangan Sementara


Ada 3 jenis kemasan berdasarkan barangnya, yaitu kemasan luar, kemasan dalam, kemasan produk,
atau bahkan ketiganya. Apa pun metode penjualannya, baik itu secara online maupun offline, jasa
desain kemasan profesional Jakarta harus memiliki konsep desain yang sesuai dengan brand.

Tak hanya sekadar merancang, desain kemasan haruslah mencerminkan identitas dari brand dan sesuai
dengan target pasar yang akan dituju. Jika sudah menemukannya, langkah berikutnya hanya
mengeksekusi dengan desainyang unik dan menarik.

2. Pertimbangkan fungsinya

Fungsi di sini menuju pada pemilihan kata-kata. Ternyata, tidak semua kata yang terdengar bagus akan
menghasilkan efek yang sama bagi orang lain., terlebih calon konsumen. Seperti halnya konsep,
typography yang dipilih haruslah sesuai dengan fungsi dari brand.

3. Pertimbangkan Kegunaan Produk di Tangan Konsumen

Kemasan produk yang dirancang perusahaan harus mampu meningkatkan nilai user experience,
sehingga jasa desain kemasan profesional Jakarta pun perlu mempertimbangkan dengan cermat
nilai guna produk sebelum mendesain gambar dan bentuknya.

Agar lebih mudah, sebelum membuat rancangan, perusahaan atau pun jasa desain bisa melakukan riset
pasar dahulu, terlebih untuk produk-produk dengan nilai guna yang sama. Dari sini, perusahaan akan
bisa menilai kompetitor dan menghasilkan inovasi serta ide terbaru agar produk tersebut memiliki nilai
guna yang lebih tepat.

4. Pastikan Desain yang Digunakan Unik dan Menarik

Setiap jenis produk tentu memiliki pesain atau kompetitor, sehingga penting untuk setiap produsen
membuat kemasan seunik dan semenarik mungkin agar produk mereka tampak menonjol saat
dipasarkan. Akan tetapi, untuk membuatnya lebih mencolok, bukan berarti harus menggunakan warna-
warna terang atau pun copy yang nyentrik. Keunikan ini lebih ke arah tampilan, yang menjadikan
produk terlihat berbeda.

5. Pilih Material yang Efisien

Tips terakhir adalah memilih material kemasan yang mengurangi penumpukan limbah atau bisa
dimanfaatkan menjadi benda lain yang lebih berguna ketika isinya telah digunakan. Bukan hanya
karena masyarakat mulai sadar lingkungan, pemilihan material yang tepat guna justru mampu menekan
biaya produksi. Ada beberapa cara pengurangan limbah yang bisa diterapkan, seperti memilih material
daur ulang atau mengurangi berat dan ukuran produk beserta kemasannya.

perbedaan produk dan jasa antara lain

-produk umumnya berwuju sedangkan jasa tidak berwujud

-jasa sangat terlihat oleh pelanggan dan harus di desain dengan pemikiran

-jasa di ciptakan dan disampaikan pada waktu yang sama

-beberapa jasa memiliki hambatan keluar masuk yang rendah

-jasa tidak dapat di investasikan


- sistem jasa berkaisar dengan sedikit atau tanpa hubungan dengan pelanggan sampai sistem yang
dimiliki tingkat hubungan dengan pelanggan yang sangat tinggi

- lokasi adalah komponen penting dalam desain jasa

-variabilitas pemerintah berganti- ganti menciptakan antrian atau sumber jasa yang tidak berfungsi

AKB

Proyek Jambu Mede akan didanai dari modal sendiri yang berasal dari
laba yang ditahan Rp 15.000.000, emisi saham baru Rp 35.000.000, dan
utang Rp 25.000.000. Biaya laba ditahan (yaitu modal sendiri) sebesar
12% dan emisi saham baru diperlukan biaya emisi 2%. Biaya utang
ditaksir sebesar 12,5% sebelum pajak. Pajak penghasilan sebesar 25%.
Hitunglah biaya modal rata-rata tertimbang!
Diketahui :

Modal sendiri yang berasal dari :

Laba yang ditahan = Rp 15.000.000

Emisi saham baru = Rp 35.000.000

Utang = Rp 25.000.000

Biaya laba yang ditahan ( modal sendiri ) = 12%

Biaya emisi =2%

Biaya utang = 12,5 % sebelum pajak

Pajak penghasilan = 25 %

Ditanya = biaya modal rata-rata tertimbang……?

Jawab :

Mencari biaya saham baru =

ks = ke / 100 % - 2 % = 12 % / 100 % - 2 %

= 12,245 %

Mencari biaya utang setelah pajak =

kd = 12,5 % ( 1 – 0,25)

= 9,375 %

Menghitung komposisi dari sumber dana tersebut :


Sumber dana Jumlah Komposisi
Laba yang ditahan Rp 15.000.000 20,00 %
Emisi saham baru Rp 35.000.000 46,67 %
Utang Rp 25.000.000 33,33 %
Rp 75.000.000

Menghitung WACC

Sumber dana Jumlah Komposisi Biaya modal setelah Rata-rata tertimbang


pajak
Laba yang ditahan Rp 15.000.000 0.20 12,00 % 2,400 %
Emisi saham baru Rp 35.000.000 0,4667 12,245 % 5,714 %
Utang Rp 25.000.000 0,3333 9,375 % 3.124 %
Rp 75.000.000 Biaya modal rata-rata tertimbang 11,238 %
(ko)

Jadi biaya modal rata-rata tertimbangnya adalah sebesar 11,2 %

PEMASARAN JASA

TOPIK DISKUSI

1. Coba saudara jelaskan dan diskusikan masing-masing tahapan pengambilan keputusan


pembelian konsumen menurut Phillip Kotler!
2. Diskusikan mengenai Segmenting, Targeting, dan Positioning pada perusahaan jasa? Dan
berikan contoh masing-masing untuk memperjelas penjelasan anda tersebut

1. Menurut philip kotler (2003:224) proses pengambilan keputusan pembelian pada konsumen di
bagi menjadi lima tahapan yaitu:

A. Pengenalan Masalah

Proses pembelian dimulai ketika pembeli mengenali masalah atau kebutuhan. Kebutuhan tersebut dapat
dicetuskan oleh rangsangan internal atau ksternal. Dalam sebuah kasu, rasa lapar, haus, dapat menjadi
sebuah pendorong atau pemicu yang menjadi kegiatan pembelian. Dalam beberapa kasus lainnya,
kebutuhan juga dapat didorong oleh kebutuhan eksternal, contohnya ketika seseorang mencium sebuah
wangi masakan dari dalam rumah makan ia akan merasa lapar atau seseorang menjadi ingin memiliki
mobil seperti yang dimiliki tetangganya.

Pada tahap ini pemasar perlu melakukan identifikasi keadaan yang dapat memicu timbulnya kebutuhan
konsumen. Para pemasar dapat melakukan penelitian pada konsumen untuk mengidentifikasi
rangsangan yang paling sering membangkitkan minata mereka terhadap suatu produk.

B. Pencarian Informasi

Konsumen yang terangsang kebutuhannya akan terdorong untuk mencari informasi informasi yag lebih
banyak. Dalam tahap ini, pencarian informasi yang dilakukan oleh konsumen dapat dibagi ke dalam
dua level, yaitu situasi pencarian informasi yang lebih ringan dinamakan dengan penguatan informasi.
Pada level ini orang akan mencari serangkaian informasi tentang sebuah produk.
Pada level kedua, konsumen mungkin akan mungkin masuk kedalam tahap pencarian informasi secara
aktif. Mereka akan mencari informasi melalui bahan bacaan, pengalaman orang lain, dan mengunjungi
toko untuk mempelajari produk tertentu. Yang dapat menjadi perhatian pemasar dalam tahap ini adalah
bagaimana caranya agar pemasar dapat mengidentifikasi sumber-sumber utama atas informasi yang
didapat konsumen dan bagaimana pengaruh sumber tersebut terhadap keputusan pembelian konsumen
selanjutnya.

Menurut Kotler (2003:225) sumber utama yang menjadi tempat konsumen untuk mendapatkan
informasi dapat digolongkan kedalam empat kelompok, yaitu:

 Sumber pribadi: keluarga, teman, tetangga dan kenalan.


 Sumber komersial: iklan, wiraniaga, penyalur, kemasan, pajangan ditoko.
 Sumber publik: Media masa, organisasi penentu peringkat konsumen.
 Sumber pengalaman: penanganan, pengkajian, dan pemakaian produk.

Secara umum, konsumen mendapatkan sebagian informasi tentang sebuah produk melalui sumber
komersial-yaitu sumber yang didominasi oleh pemasar. Namun, informasi yang paling efektif berasal
dari sumber pribadi. Tiap-tiap informasi komersial menjalankan perannya sebagai pemberi informasi,
dan sumber pribadi menjalankan fungsi legitimasi atau evaluasi. Melalui sebuah aktivitas pengumpulan
informasi, konsumen dapat mempelajari merek-merek yang bersaing beserta fitur-fitur yang dimiliki
oleh setiap merek sebelum memutuskan untuk membeli merek yang mana.

C. Evaluasi alternatif

Dalam tahapan selanjutnya, setelah mengumpulkan informasi sebuah merek, konsumen akan
melakukan evaluasi alternatif terhadap beberapa merek yang menghasilkan produk yang sama. Pada
tahap ini ada tiga buah konsep dasar yang dapat membantu pemasar dalam memahami proses evaluasi
konsumen. Pertama, konsumen akan berusaha memenuhi kebutuhannya. Kedua, konsumen akan
mencari mafaat tertentu dari solusi produk. Ketiga, konsumen akan memandang masing-masing produk
sebagai sekumpulan atribut dengan kemampuan yang berbeda-beda dalam memberikan manfaat yang
digunakan dan untuk memuaskan kebutuhan itu. Atribut yang diminati oleh pembeli dapat berbeda-
beda tergantung pada jenis produknya. Contohnya, konsumen akan mengamati perbedaan atribut sperti
ketajaman gambar, kecepatan kamera, ukuran kamera, dan harga yang terdapat pada sebuah kamera.

D. Keputusan Pembelian

Dalam melakukan evaluasi alternatif, konsumen akan mengembangkan sebuah keyakinan atas merek
dan tentang posisi tiap merek berdasarkan masing-masing atribut yang berujung pada pembentukan
citra merek. Selain itu, pada tahap evaluasi alternatif konsumen juga membentuk sebuah preferensi atas
merek-merek yang ada dalam kumpulan pribadi dan konsumen juga akan membentuk niat untuk
membeli merek yang paling di sukai dan berujung pada keputusan pembelian.

Pada tahapan keputusan pembelian, konsumen dipengaruhi oleh dua faktor utama yang terdapat
diantara niat pembelian dan keputusan pembelian yaitu:

1. Sikap orang lain, yaitu sejauh mana sikap orang lain mengurangi alternatif yang disukai
seseorang akan bergantung pada dua hal. Pertama, intensitas sikap negatif orang lain terhadap
alternatif yang disukai calon konsumen. Kedua, motivasi konsumen untuk menuruti keinginan
orang lain (Fisbhein, dalam Kotler 2003:227). Semakin gencar sikap negatif orang lain dan
semakin dekat orang lain tersebut dengan konsumen, maka konsumen akan semakin
mengubah niat pembeliannya. Keadaan preferensi sebaliknya juga berlaku, preferensi
pembeli terhadap merek tertentu akan meningkat jika orang yang ia sukai juga sangat
menyukai merek yang sama.
2. Faktor yang kedua adalah faktor situasi yang tidak terantisipasi yang dapat mengurangi niat
pembelian konsumen. Contohnya, konsumen mungkin akan kehilangan niat pembeliannya
ketika ia kehilangan pekerjaannya atau adanya kebutuhan yang lebih mendesak pada saat yang
tidak terduga sebelumnya.
Keputusan konsumen untuk memodifikasi, menunda atau menghindari keputusan pembelian sangat
dipengaruhi oleh risiko yang dipikirkan ( Raymond, dalam Kotler 2003:228). Seperti jumlah uang
yang akan dikeluarkan, ketidakpastian atribut dan besarnya kepercayaan diri konsumen. Dalam hal ini,
pemasar harus memahami faktor-faktor yang menimbulkan perasaan dalam diri konsumen akan adanya
risiko dan memberikan informasi serta dukungan untuk mengurangi risiko yang dipikirkan konsumen.

E. Perilaku Pasca Pembelian

Setelah membeli produk, konsumen akan mengalami level kepuasan atau ketidapuasan tertentu. Tugas
pemasar tidak berakhir begitu saja ketika produk dibeli. Para pemasar harus memantau kepuasan
pascapembelian, tindakan pascapembelian dan pemakaian produk pasca pembelian.

Kepuasan pasca pembelian

Kepuasan pembeli merupakan fungsi dari sberapa dekat harapan pembeli atas produk dengan kinerja
yang dipikirkan pembeli atas produk tersebut. Jika kinerja produk lebih rendah daripada harapan,
pembeli akan kecewa. Sebaliknya, jika kinerja produk lebih tinggi dibandingkan harapan konsumen
maka pembeli akan merasa puas. Perasaan-perasaan itulah yang akan memutuskan apakah konsumen
akan membeli kembali merek yang telah dibelinya dan memutuskan untuk menjadi pelanggan merek
tersebut atau merferensikan merek tersebut kepada orang lain.

Pentingya kepuasan pascapembelian menunjukkan bahwa para penjual harus menyebutkan akan seperti
apa kinerja produk yang sebenarnya. Beberapa penjual bahkan menyatakan kinerja yang lebih rendah
sehingga konsumen akan mendapatkan kepuasan yang lebih tinggi daripada yang diharapkannya atas
produk tersebut.

Tindakan pasca pembelian

Kepuasan dan ketidakpuasan terhadap produk akan mempengaruhi perilaku konsumen selanjutnya.
Jika konsumen merasa puas ia akan menunjukkan kemungkinan yang lebih tinggi untuk membeli
kembali produk tersebut. Sebaliknya jka konsumen merasa tidak puas, maka ia mungkin tidak akan
membeli kembali merek tersebut.

Pemakaian dan pembuangan pasca pembelian

Selain perilaku pascapembelian, dan tindakan pasca pembelian, pemasar juga harus memantau cara
konsumen dalam memakai dan membuang produk tersebut. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi hal-hal
yang dapat merugikan diri konsumen, dan lingkungan atas pemakaian yang salah, berlebihan atau
kurang bertanggung jawab.

2. Segmenting, Targeting, dan Positioning pada perusahaan jasa dan contohnya

A. Segmenting adalah membagi pasar menjadi pembeli yang kebutuhan, karakteristik


atau perilakunya berbeda dan mungkin membutuhkan produk atau bauran pemasaran terpisah.

Berdasarkan pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa segmentasi memiliki peran penting dalam
sebuah perusahaan karena beberapa alasan, Pertama, segmentasi memungkin perusahaan untuk lebih
fokus dalam mengalokasikan sumber daya. Dengan membagi pasar menjadi segmen-segmen akan
memberikan gambaran bagi perusahaan untuk menetapkan segmen mana yang akan dilayani. Selain itu
segmentasi memungkin perusahaan mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai peta kompetisi
serta menentukan posisi pasar perusahaan. Kedua, segmentasi merupakan dasar untuk menentukan
komponen-komponen strategi. Segmentasi yang disertai dengan pemilihan target market akan
memberikan acuan dalam penentuan positioning. Ketiga, segmentasi merupakan faktor kunci untuk
mengalahkan pesaing, dengan memandang pasar dari sudut yang unik dan cara yang berbeda dari yang
dilakukan pesaing.

Contoh :
PT Adhi Karya (Persero) Tbk membagi pasar ke dalam kelompok-kelompok kecil berdasarkan jenis
proyek dan pemilik proyek yang diterimanya. Sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati
sebelumnya. Berikut merupakan finished projects PT Adhi Karya (Persero) Tbk.

Sesuai dengan pernyataan yang dikemukakan oleh Lamb, dkk (2002) bahwa segmentasi pasar adalah
sub kelompok orang atau organisasi yang memiliki satu atau lebih karakteristik sama, yang
menyebabkan mereka memiliki kebutuhan akan produk yang sama. Berdasarkan data diatas dapat
terlihat bahwa PT Adhi Karya (Persero) Tbk rupanya membidik individual segmentation dimana ia
melayani unit pasar terkecil (segment of one). Hal ini dapat dilihat dari jenis proyek dan pemilik
proyek yang ditanganinya. Data tersebut diperoleh menurut data proyek tahun 2011 yang telah selesai
dan di peroleh dari website PT Adhi Karya (Persero) Tbk (http://www.adhi.co.id/adhi2012/front/).

Sebagai perusahaan jasa konstruksi dan properti, PT Adhi Karya (Persero) Tbk juga
memperhatikan karakteristik-karakteristik konsumennya. Adapun karakteristik tersebut dapat dilihat
sebagai berikut.

1. Geografis

Jika ditelisik secara seksama, PT Adhi Karya (Persero) Tbk meangani seluruh proyek yang ada
di seluruh wilayah Indonesia. Hal ini pula dilihat dari proyek-proyek yang telah ditanganinya.

1. Demografis

Jika dilihat dari segi demografis, PT Adhi Karya (Persero) Tbk membidik proyek atas nama
perusahaan dan bukan berdasarkan atas nama pribadi (corporate oriented).

1. Psikografis

Jika dilihat dari segi psikografis, perusahaan-perusahaan yang merupakan mitra / konsumen PT
Adhi Karya (Persero) Tbk memiliki core business nya tersendiri. Hal ini akan terkait dengan proyek-
proyek yang ditanganinya. Misalnya PT Adhi Karya (Persero) Tbk menangani proyek Taman Melati
Residence Sawangan 1 dan 2, Apartemen Taman Melati Margonda, Depok.

B. TARGETING

Segmentasi pasar menimbulkan peluang segmen pasar yang dihadapi perusahaan. Perusahaan tersebut
mengevaluasi berbagai segmen dan memutuskan beberapa banyak segmen yang harus dicakup serta
segmen mana yang akan dilayani, penentuan terhadap hal-hal inilah yang dinamakan dengan targeting.

Dalam mengevaluasi segmen pasar yang berbeda perusahaan harus melihat pada tiga faktor ukuran dan
pertumbuhan segmen, daya tarik struktural serta tujuan dan sumber daya perusahaan.

Contoh :

Selain membagi berdasarkan segmen nya, PT Adhi Karya (Persero) Tbk juga membagi berdasarkan
target pasarnya. Adapun target pasar yang di maksud jika diterapkan pada teori Freddy Rangkuti
(2000) adalah sebagai berikut.

1. Undifferentiated Marketing

Berdasarkan konsep bahwa di dalam undifferentiated marketing, bahwa produk yang dihasilkan
bersifat masal dan dipromosikan. Maka pada pembahasan pada PT Adhi Karya (Persero) Tbk, promosi
tersebut dilakukan dengan cara membuat mug (2007). Selain itu, menurut laporan tahunan 2012,
dengan menerapkan prinsip keterbukaan maka promosi juga dilakukan melalui siaran pers,spanduk,
dan surat kabar.
2. Differentiated Marketing

Terkait dengan pembahasan differentiated marketing yang dilakukan oleh PT Adhi Karya
(Persero) Tbk, maka strategi khusus yang dilakukan olehnya adalah mengacu pada laporan tahunan
2012 bahwa PT Adhi Karya (Persero) Tbk memiliki kode etik 3B (Bekerja Cerdas, Berintegritas, dan
Bersahaja). Di dalam salah satu kode etik yaitu “bekerja keras” secara implisit memiliki arti bahwa di
dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat, PT Adhi Karya (Persero) Tbk mengedepankan
inovasi dan efisiensi yang dilandasi jiwa entrepreneurship.

3. Concentrated Marketing

Fokus perusahaan diterapkan pada inovasi-inovasi melalui proyek-proyek yang akan ditangani.
Sebagai contoh proyek-proyek yang akan ditangani tersebut adalah Jakarta Monorail.

Selain itu, menurut Cravens (1996) dalam Rosida P Adam (2011) Target pasar merupakan proses
pengevaluasian dan pemilihan setiap segmen yang akan dilayani oleh perusahaan. Sedangkan menurut
Keegan (1996) dalam Rosida P Adam (2011) menjelaskan bahwa target pasar, adalah tindakan
mengevaluasi dan membandingkan kelompok yang diidentifikasi dan kemudian memilih satu atau
beberapa di antaranya sebagai calon dengan potensi yang paling besar.

C. Positioning

Posisi produk adalah bagaimana produk didefinisikan oleh konsumen atas dasar atribut – atribut yang
menyertai dibanding dengan produk pesaing dalam benak konsumen.

Contoh :

Selain targeting, adapun di dalam STP terdapat konsep positioning. Positioning yang diterapkan pada
PT Adhi Karya (Persero) Tbk adalah melalui prestasi-prestasi yang telah diraihnya. Dengan adanya
prestasi tersebut, diharapkan masyarakat sebagai konsumen dapat mengetahui kredibilitas PT Adhi
Karya (Persero) Tbk.

Selain melalui prestasi-prestasi yang telah diraih oleh PT Adhi Karya (Persero) Tbk, adapun
cara atau upaya yang dilakukan olehnya yaitu dengan mengadakan berbagai kegiatan seperti :

1. Adhi Reforesting Upstream River Area of Citarum

2. Pasar Rakyat 2011

3. Adhi Partner Gathering

4. Porseni 2011

5. Olah raga Sepeda Kintamani – Ubud - Denpasar

PORTOFOLIO

Menurut anda risiko-risiko apa saja yang dihadapi Investor ketika melakukan investasi pada dana yang
dimilikinya.

partisipasi anda akan memberikan kontribusi pada nilai akhir, tidak dibenarkan untuk melakukan
copas, karena akan kehilangan poin diskusi.
Terima Kasih

Menurut saya Resiko yang di hadapi Investor terhadap dana yang di investasikan ada beberapa macam,
antara lain :

1. Risiko likuiditas. Seberapa cepat sebuah aset investasi dapat menjadi uang tunai menandakan tingkat
likuiditasnya. Semakin cepat, maka risiko likuiditas semakin rendah. Secara umum, berinvestasi di
produk keuangan seperti deposito atau reksa dana memiliki risiko likuiditas yang rendah.

2. Risiko volatilitas atau perubahan harga yang drastis dalam kurun waktu singkat. Hal ini kerap
ditemukan apabila Anda berinvestasi di saham atau produk yang berbasis saham. Jangan heran apabila
harga saham dapat bergerak naik dan turun dalam waktu singkat bahkan hitungan menit saja.

3. Risiko suku bunga. Dengan turunnya suku bunga acuan, maka investasi di deposito kemungkinan
menjadi kurang menarik karena suku bunga akan turun. Maka, ada baiknya untuk mengalihkan
sebagian dana investasi ke aset investasi lain bilamana tujuan keuangan untuk jangka panjang.

4. Risiko inflasi. Seperti dijelaskan diawal, tujuan berinvestasi adalah agar dapat memiliki dana di masa
depan untuk konsumsi di masa depan. Namun, apa jadinya apabila kenaikan aset tidak seimbang
dengan kenaikan tingkat inflasi? Kemungkinan besar standar hidup Anda dapat menurun. Oleh sebab
itu, untuk kebutuhan tujuan keuangan diatas 5 tahun sebaiknya menggunakan aset investasi yang imbal
hasilnya lebih tinggi meski pun risikonya juga akan lebih tinggi.

5. Risiko gagal bayar. Jenis risiko ini kerap disepelekan oleh calon investor. Padahal, Anda sebaiknya
melakukan evaluasi singkat untuk mengetahui kemungkinan pengembalian modal awal investasi di
akhir periode. Berinvestasi di sebuah bisnis ada umumnya memiliki risiko gagal bayar yang lebih
tinggi daripada berinvestasi di aset seperti emas atau properti.

Mohon Koreksi....

Wassalam

MPS

Forum ini membahas Ragam Pendekatan Penelitian

1. Silahkan diskusikan mengenai objek penelitian dalam beberapa disiplin ilmu sosial (ilmu
politik, antropologi, sosiologi, psikologi, ilmu komunikasi)
2. Silahkan diskusikan objek penelitian dengan mengambil contoh permasalahan yang ada
disekitar anda, kemudian tentukan jenis pendekatan penelitian apa semestinya, serta alasan
menggunakan pendekatan tersebut
3. A. Antropologi
4. 1. Pengertian Antropologi
5. Antropologi berasal dari kata Yunani άνθρωπος (baca: anthropos)
yang berarti "manusia" atau "orang", dan logos yang berarti "wacana"
(dalam pengertian "bernalar", "berakal"). Antropologi mempelajari
manusia sebagai makhluk biologis sekaligus makhluk sosial. Secara
etimologis antropologi adalah salah satu cabang ilmu sosial yang
mempelajari tentang budaya masyarakat suatu etnis tertentu.
Antropologi lahir atau muncul berawal dari ketertarikan orang-orang
Eropa yang melihat ciri-ciri fisik, adat istiadat, budaya yang berbeda
dari apa yang dikenal di Eropa.
6. Antropologi lebih memusatkan pada penduduk yang merupakan
masyarakat tunggal, tunggal dalam arti kesatuan masyarakat yang
tinggal daerah yang sama, antropologi mirip seperti sosiologi tetapi
pada sosiologi lebih menitik beratkan pada masyarakat dan kehidupan
sosialnya.
7.
8. B. Sosiologi
9. 1. Pengertian Sosiologi
10. Sosiologi merupakan pengetahuan kemasyarakatan yang tersusun dari
hasil-hasil pemikiran ilmiah dan dapat di kontrol secara kritis oleh
orang lain atau umum.
11.
12. C. Ilmu Politik
13. 1. Pengertian Ilmu Politik Politik berasal dari bahasa Belanda politiek
dan bahasa Inggris politics, yang masing-masing bersumber dari
bahasa Yunani τα πολιτικά (politika - yang berhubungan dengan
negara) dengan akar katanya πολίτης (polites - warga negara) dan
πόλις (polis - negara kota).
14. Secara etimologi kata "politik" masih berhubungan dengan polisi,
kebijakan. Kata "politis" berarti hal-hal yang berhubungan dengan
politik. Kata "politisi" berarti orang-orang yang menekuni hal politik.
15.
16. D. Psikologi Sosial
17.
18. Psikologi Menurut arti kata,maka Psikologi sering diterjemahkan
menjadi ilmu jiwa. Yakni dari kata psycho yang berarti : jiwa, roh. dan
logos yang berarti ilmu. Sebenarnya definisi tersebut kurang tepat
karena bertitik tolak dari pandangan dualisme manusia, yang
menganggap bahwa manusia itu terdiri dari dua bagian jasmani dan
rohani. Psikologi adalah ilmu yang ingin mempelajari manusia. Yaitu
manusia sebagai suatu kesatuan yang utuh antara Jasmani dan
Rohani, yakni Manusia sebagai Individu. Dengan singkat dapat kita
katakan bahwa Psikologi ialah ilmu yang mempelajari tingkah laku
manusia Yang dimaksud dengan Tingkah laku di sini ialah Segala
kegiatan/tindakan/ Perbuatan Manusia yang Kelihatan maupun yang
Tidak Kelihatan, yang Disadari maupun yang Tidak Disadarinya
termasuk di dalamnya yaitu Cara berbicara, Berjalan, Berpikir,
Mengambil Keputusan, Cara Melakukan Sesuatu,Cara Bereaksi
terhadap segala sesuatu yang Datang dari Luar Diri, maupun dari
Dalam Diri
19. Psikologi sosial adalah cabang ilmu psikologi yang meneliti dampak
atau pengaruh sosial terhadap perilaku manusia. Bidang ini sangat
luas, mencakup berbagai bidang studi dan beberapa disiplin
ilmu. Psikolgi sosial juga digunakan dalam berbagai disiplin dan
industri; banyak orang memanfaatkan prinsip-prinsip psikologi sosial
bahkan tanpa menyadari hal itu ketika mereka mencoba untuk
mengendalikan kelompok, pengaruh pendapat seseorang, atau
menjelaskan mengapa seseorang berperilaku dengan cara tertentu.