Anda di halaman 1dari 51

PENGEMBANGAN APLIKASI SISTEM ANTRIAN BERBASIS

WEB PADA SERVICE CENTRE MENGGUNAKAN


MODEL ANTRIAN M/M/S

ILMAN PANGERAN

DEPARTEMEN ILMU KOMPUTER


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
BOGOR
2017
PERNYATAAN MENGENAI SKRIPSI DAN
SUMBER INFORMASI SERTA PELIMPAHAN HAK CIPTA

Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi berjudul Pengembangan


Aplikasi Sistem Antrian pada Pelayanan Service Centre Berbasis Web
Menggunakan Model Antrian M/M/S adalah benar karya saya dengan arahan dari
komisi pembimbing dan belum diajukan dalam bentuk apa pun kepada perguruan
tinggi manapun. Sumber informasi yang berasal atau dikutip dari karya yang
diterbitkan maupun tidak diterbitkan dari penulis lain telah disebutkan dalam teks
dan dicantumkan dalam Daftar Pustaka di bagian akhir skripsi ini.
Dengan ini saya melimpahkan hak cipta dari karya tulis saya kepada Institut
Pertanian Bogor.
Bogor, Agustus 2017

Ilman Pangeran
NIM G64120041
ABSTRAK
ILMAN PANGERAN. Pengembangan Aplikasi Sistem Antrian Berbasis Web pada
Service Center Menggunakan Model Antrian M/M/S. Dibimbing oleh MEUTHIA
RACHMANIAH.
Peranan teknologi informasi sangat mendukung kinerja suatu perusahaan baik
perusahaan besar maupun kecil, khususnya pada bidang pelayanan publik.
Panjangnya suatu antrian pada layanan service center yang masih menggunakan
sistem antrian manual merupakan suatu kekurangan yang ada di era globalisasi ini.
Berdasarkan masalah di atas penelitian ini difokuskan untuk mengembangkan
aplikasi sistem antrian berbasis web yang lebih praktis dan efisien dengan
menggunakan model antrian M/M/S. Model ini digunakan karena sesuai dengan
jumlah loket pelayanan yang lebih dari satu. Metode yang digunakan dalam
membangun aplikasi sistem antrian ini adalah metode prototyping. Metode
prototyping adalah metode pengembangan yang cepat dengan pengujian terhadap
model kerja dari aplikasi baru melalui proses interaksi yang biasanya digunakan oleh
para ahli sistem informasi dan ahli bisnis. Penelitian ini menghasilkan sistem antrian
yang dapat mencetak tiket antrian secara otomatis, menampilkan informasi promosi
produk dan antrian terkini, menjalankan antrian, serta mengetahui jumlah Pelanggan
yang telah mendapatkan pelayanan setiap harinya. Penggunaan aplikasi sistem
antrian berbasis web telah mempermudah penyedia layanan ataupun Pelanggan
untuk melakukan proses pelayanan dan kegiatan transaksi.
Kata kunci: Antrian, Pelayanan, Prototyping, Sistem Antrian, Web based

ABSTRACT
ILMAN PANGERAN. Web based Customer Service Center Queuing Application
System Development Using M/M/S Queuing Model. Supervised by MEUTHIA
RACHMANIAH.

The role of information technology in globalization era is support the


performance of a large or small company, particularly in the public service area.
Length of queueing at service center that use manual queuing system is a
shortcomings that exist in the era of globalization. Based on this problem, the research
is focused to develop web-based applications of queuing system to be more practical
and efficient by using M/M/S queueing models. This model used corresponding with
the number of counter service which was more than one. The method used in
development of this queuing system application was prototyping methods.
Prototyping methods is a method by testing of working models of developed
applications through an interaction and repetitive processes commonly used by
systems and business experts. The result of this research is a queuing system that can
print the ticket automatically, display information of promotional products and
current queue, run queue, and also show the number of customers that get service
every day. The use of the application queuing system of web-based has facilitated the
service provider or the customer to perform a service of process and transaction
activities.

Keywords: Prototyping, Queuing System, Queue, Services, Web-based


PENGEMBANGAN APLIKASI SISTEM ANTRIAN BERBASIS
WEB PADA SERVICE CENTRE MENGGUNAKAN
MODEL ANTRIAN M/M/S

ILMAN PANGERAN

Skripsi
sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar
Sarjana Komputer
pada
Departemen Ilmu Komputer

DEPARTEMEN ILMU KOMPUTER


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
BOGOR
2017
Penguji :
1 Irman Hermadi, SKom MS PhD
2 Rina Trisminingsih, SKomp MT
PRAKATA

Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan
rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul
“Pengembangan Aplikasi Sistem Antrian Berbasis Web pada Service Center
Menggunakan Model Antrian M/M/S”. Tulisan ini memaparkan proses-proses dalam
pengembangan sistem, secara bertahap sampai pada akhirnya terbentuk suatu
aplikasi berbasis web dan sistem yang utuh.
Penulis menyadari bahwa penelitian dan tulisan ini dapat terselesaikan
dengan baik karena dukungan, bantuan, dan do’a dari berbagai pihak. Oleh karena
itu penulis mengucapkan rasa terimakasih kepada:
1 Orang tua penulis Ayahanda Agus Ediar dan Ibunda Sulasmi yang telah
membesarkan dan merawat penulis dengan penuh kasih sayang, serta menjadi
sumber motivasi terbesar dalam penyelesaian skripsi ini.
2 Ir. Meuthia Rachmaniah, MSc selaku dosen pembimbing yang telah meluangkan
waktu dan pikiran untuk memberikan masukan, saran, serta dukungan selama
proses penyelesaian penulisan penelitian ini.
3 Keluarga besar Atmo Mikin dan Mamad Bugis yang selalu memberikan
keceriaan, semangat, dan dukungan bagi penulis.
4 Ibu, Bapak, serta seluruh karyawan PT Epson Indonesia Jakarta yang telah
membantu terselesaikannya penelitian ini.
5 Keluarga Ilmu Komputer 49, BEM FMIPA IPB 2015, BEM KM IPB 2016, OMI
2016, Waterboom Group, Supernova v2.0, Gegana 1.8, Jadi Baik, IMMAM IPB,
PKM CENTER Crew, TIM PKL, sebagai teman, sahabat, sekaligus keluarga
dalam suka dan duka dalam menyelesaikan skripsi ini.
6 Dwi Setiyaningsih, Muhammad Haqi, Husnul Khatim, Aldi Kartawirya, Ega
Sanjaya, Bagus Ali, Ilham Fajar Setyaji, Kristian, Manggala Putra, Iik Muslihul
Hanif, Tri Wahyu Gifary, Bolga, Imam Syafei, Husnul, Ari Tantowi, Basit Kecer
dan Dwi Nova R dan lain-lain yang sudah menemani malam-malam
menyenangkan di Warkop Bateng.
7 Fathimah Zahra Karballa, Aisyah Wara Khaleda, Putri Atikah Harahap, Anan
Purwaditama, Milyas Nurbakti, Handrian Prafitra, Yusfrizal Arafat, Thohirul
Akhadi, Nurainilukitasari, Reza Herly, Kiky Agwin, Ulvi Qolivasari, Safriyana
yang lebih dari sekedar teman berbagi, mengeluh, tawa canda, dan direpotkan
selama menjadi mahasiswa tingkat akhir.
Akhirnya penulis berharap skripsi ini dapat memberikan manfaat bagi penulis
dan pembaca serta mampu menambah khasanah ilmu pengetahuan.

Bogor, Agustus 2017

Ilman Pangeran
DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL vi
DAFTAR GAMBAR vi
DAFTAR LAMPIRAN vi
PENDAHULUAN 1
Latar Belakang 1
Perumusan Masalah 2
Tujuan Penelitian 2
Manfaat Penelitian 2
Ruang Lingkup Penelitian 2
TINJAUAN PUSTAKA 3
Antrian 3
Customer Relationship Management 4
Sistem Informasi 5
Prototyping 6
METODE 6
Tahapan Penelitian 6
Lingkungan Pengembangan 7
HASIL DAN PEMBAHASAN 8
Communication 8
Quick plan and Modelling Quick Design 9
Construction of Prototype 22
Deployment, Delivery, and Feedback 24
SIMPULAN DAN SARAN 25
DAFTAR PUSTAKA 25
LAMPIRAN 27
RIWAYAT HIDUP 41
DAFTAR TABEL
1 Use Case Description Aplikasi Sistem Antrian 10
2 Fungsi Produk Aplikasi Sistem Antrian 15
3 Kode Fungsional Aplikasi Sistem Antrian 16
4 Karakteristik Pengguna Aplikasi Sistem Antrian 18

DAFTAR GAMBAR
1 Komponen sistem antrian (Heizer dan Render 2008) 4
2 Model prototype (Pressman 2010) 7
3 Use case diagram 10
4 Activity diagram Pelanggan terhadap sistem 12
5 Activity diagram Admin 13
6 Activity diagram CS 13
7 Entity Relationship Diagram 14
8 Diagram konteks 14
9 DFD Level 1 15
10 Arsitektur Sistem 19
11 Rancangan tampilan halaman utama 20
12 Rancangan halaman layar LCD utama 21
13 Rancangan halaman layar sentuh dispenser tiket 21
14 Implementasi halaman counter control 22
15 Skema pengaplikasian sistem antrian 23

DAFTAR LAMPIRAN
1 Data Flow Diagram Level 2 27
2 Rancangan halaman Home Admin 30
3 Rancangan halaman Setting Admin 30
4 Rancangan halaman Home CS 31
5 Implementasi tampilan Halaman Utama 31
6 Implementasi tampilan halaman Layar LCD Utama 32
7 Implementasi tampilan Admin 32
8 Implementasi tampilan Customer Service 36
9 Implementasi tampilan Dispenser Tiket Pelanggan 37
10 Rincian pengujian fungsionalitas 38
PENDAHULUAN

Latar Belakang

Peranan teknologi informasi sangat mendukung kinerja suatu perusahaan


baik perusahaan besar maupun kecil khususnya di bidang pelayanan publik. Salah
satu fenomena yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari dalam dunia
pelayanan adalah saat menunggu antrian untuk dilayani. Fenomena ini biasa terjadi
apabila kebutuhan terhadap suatu pelayanan melebihi kapasitas yang tersedia
untuk penyelenggaraan pelayanan tersebut. Hal ini dapat dilihat ketika banyaknya
Pelanggan yang sedang menunggu/antri untuk mendapatkan pelayanan karena
pada saat itu bagian pelayanan sedang melayani Pelanggan.
Saat ini banyak perusahaan yang proses bisnisnya telah berorientasi pada
Pelanggan. Perusahaan-perusahaan tersebut berusaha meningkatkan keuntungan
perusahaan dengan membangun loyalitas Pelanggan dan menjalin hubungan baik
dengan para Pelanggan. Perusahaan yang mengerti cara memuaskan keinginan
Pelanggannya dapat memperoleh loyalitas dari Pelanggan (Laudon dan Laudon
2011). Berdasarkan penelitian yang disebutkan oleh Kalakota dan Robinson
(2007), keuntungan suatu perusahaan akan meningkat sampai dengan 85% dengan
meningkatkan sedikitnya 5% penjualan dan pelayanan terhadap Pelanggan yang
telah ada. Penelitian tersebut mendukung pendapat bahwa mempertahankan
Pelanggan merupakan hal penting.
Dalam bisnis, antrian merupakan suatu kegiatan yang sudah menjadi bagian
dalam proses pelayanan. Antara vendor dengan Pelanggannya, peristiwa
mengantri merupakan suatu peristiwa yang sering terjadi di kehidupan sehari-hari.
Dalam hal mengantri, waktu merupakan komponen atau aspek yang sangat penting
dan berharga. Oleh karena itu, dengan adanya sistem antrian akan dapat mereduksi
penggunaan waktu yang berlebihan sehingga efektivitas dan efisiensi penggunaan
waktu dapat dicapai untuk meningkatkan pelayanan terhadap Pelanggan (Kalakota
dan Robinson 2007).
PT Epson Indonesia, yang menjadi studi kasus pada penelitian ini,
merupakan salah satu perusahaan IT yang fokus pada bidang penjualan printer,
proyektor, dan produk elektronik lainnya. Sales & Service Centre PT Epson
Indonesia berfokus pada pelayanan pembelian dan perbaikan produk Epson.
Sebelumnya, Sales & Service PT Epson Indonesia sudah memiliki sistem antrian
yang digunakan dalam manajemen antrian, namun sistem tersebut sudah tidak dapat
operasikan lagi karena sistem tersebut tidak layak pakai sehingga antrian dilakukan
secara manual.
Aplikasi sistem antrian yang diteliti saat ini sebenarnya telah dirancang saat
kegiatan praktik kerja lapang di PT Epson Indonesia. Fitur yang ada pada aplikasi
sistem antrian tersebut, yaitu mencetak tiket secara berurutan dan menampilkan
urutan antrian pada layar monitor. Namun, pada sistem tersebut model antrian yang
digunakan belum sesuai dengan model antrian yang ada.
Oleh karena itu, pada penelitian ini dikembangkan aplikasi sistem antrian baru
yaitu “Aplikasi Sistem Antrian Pada Pelayanan Service Centre Berbasis Web
menggunakan Model Antrian M/M/S” yang digunakan untuk memberikan
kenyamanan pada Pelanggan yang datang ke Epson Sales & Service Centre. Sistem
2

antrian ini berbasis web dengan memanfaatkan jaringan lokal perusahaan.


Pelanggan yang datang terbagi kedalam tiga keperluan yang berbeda, yaitu service,
sales, dan pengambilan barang. Ketiga keperluan tersebut dipisahkan berdasarkan
tahap awal, yaitu Pelanggan mengambil nomor antrian sesuai kategori yang mereka
butuhkan, kemudian Pelanggan akan mendapatkan struk atau nomor tunggu antrian
sebagai bukti tunggu. Pelanggan yang telah menunggu di ruang tunggu akan
dipanggil sesuai nomor antriannya dan dapat mengetahui panjangnya antrian dari
data yang disajikan pada layar LCD.

Perumusan Masalah

Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana membangun


aplikasi sistem antrian berbasis web dengan model antrian M/M/S yang dapat
digunakan untuk manajemen antrian. Selain itu, perumusan masalah lainnya adalah
bagaimana membangun aplikasi sistem antrian sekaligus menjadi media untuk
mempromosikan produk perusahaan tersebut dengan cara menampilkan gambar
atau video mengengai produk tertentu pada layar LCD utama.

Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah menyediakan aplikasi sistem antrian dengan
menggunakan jaringan lokal perusahaan. Tujuan lain dari penelitian ini ialah
menyertakan media untuk mempromosikan produk-produk perusahaan pada
aplikasi sistem antrian tersebut.

Manfaat Penelitian

Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah sebagai pengganti


aplikasi sistem antrian yang sebelumnya sudah ada. Aplikasi sistem antrian ini
diharapkan mampu meningkatkan manajemen antrian yang ada pada service centre
menjadi lebih baik. Selain itu, manfaat penelitian ini bagi penulis ialah penulis dapat
memahami bagaimana menerapkan model antrian M/M/S atau model antrian jalur
ganda pada suatu aplikasi sistem antrian.

Ruang Lingkup Penelitian

1 Tiga jenis loket antrian, yaitu sales, service, dan pick up,
2 Tiga tipe aktor, yaitu Admin, Customer Service, dan Pelanggan,
3 Perpindahan data antarkomputer berbasiskan web dengan media koneksi
WLAN,
4 Sistem Antrian yang dipakai adalah Multi-Jalur (Multiple-Channels Queuing
System),
5 Penelitian ini menggunakan studi kasus di PT Epson Indonesia.
3

TINJAUAN PUSTAKA

Antrian

Definisi Antrian
Menurut Heizer dan Render (2008), antrian adalah orang-orang atau barang
dalam barisan yang sedang menunggu untuk dilayani. Menurut Ariani (2009),
antrian (queue) terjadi karena adanya ketidakseimbangan sementara antara
permintaan pelayanan dan kapasitas sistem yang menyediakan pelayanan. Dalam
kehidupan sehari-hari, tingkat permintaan bervariasi dan Pelanggan datang pada
waktu dan interval yang tidak dapat diprediksi. Tingkat pelayanan juga
bervariasi tergantung kebutuhan Pelanggan. Antrian dapat berkembang jika waktu
memproses Pelanggan konstan.

Aturan Antrian
Menurut Heizer dan Render (2008), aturan antrian mengacu pada peraturan
Pelanggan yang ada dalam barisan yang akan menerima pelayanan. Empat aturan
antrian, yaitu:
1 First Come First Serve (FCFS) atau First In First Out (FIFO)
FCFS merupakan aturan antrian yang sering dipakai pada beberapa tempat
dimana Pelanggan yang datang pertama akan dilayani terlebih dahulu. Misalnya,
pada antrian klinik dokter, bank, dan layanan tiket bioskop.
Pada penelitian ini, aturan antrian yang digunakan ialah First Come First Serve
(FCFS) atau First In First Out (FIFO).
2 Last Come First Serve (LCFS) atau Last In First Out (LIFO)
LCFS merupakan aturan antrian dimana Pelanggan terakhir justru dilayani
terlebih dahulu. Misalnya, sistem antrian dalam elevator untuk lantai yang sama.
3 Shortest Operation Times (SOT)
SOT merupakan sistem pelayanan dimana Pelanggan yang membutuhkan waktu
pelayanan tersingkat atau darurat mendapat pelayanan pertama. Misalnya,
seseorang yang dalam keadaan penyakit lebih berat dibanding dengan orang lain
dalam suatu tempat praktek dokter.
4 Service In Random Order (SIRO)
SIRO merupakan sistem pelayanan dimana Pelanggan mungkin akan dilayani
secara acak, tidak peduli siapa yang lebih dulu tiba untuk dilayani. Misalnya kertas-
kertas undian yang menunggu untuk ditentukan pemenangnya.

Model Antrian
Menurut Heizer dan Render (2008), agar sistem pelayanan bekerja secara
optimal, sebuah perusahaan jasa dapat menentukan waktu pelayanan, jumlah jalur
antrian, atau jumlah stasiun pelayanan yang tepat dengan menggunakan model-
model antrian. Pada sistem antrian model multiple channel queuing system atau
model antrian jalur berganda (M/M/S) terdapat dua atau lebih jalur atau stasiun
pelayanan yang tersedia untuk menangani para Pelanggan yang datang. Model
antrian umumnya menggunakan asumsi bahwa Pelanggan yang menunggu
pelayanan membentuk satu jalur dan akan dilayani pada stasiun pelayanan yang
tersedia pertama kali pada saat itu. Sistem jalur berganda mengasumsikan bahwa
4

pola kedatangan mengikuti distribusi Poisson dan waktu pelayanan mengikuti


distribusi eksponensial untuk waktu pelayanan (Ariani 2009). Pelayanan dilakukan
secara first-in, first-out (FIFO) dan semua stasiun pelayanan diasumsikan memiliki
tingkat pelayanan yang sama.

Komponen Sistem Antrian


Menurut Heizer dan Render (2008) terdapat tiga komponen dalam sebuah
sistem antrian, yaitu (Gambar 1) :
1 Kedatangan atau masukan sistem
Kedatangan memiliki karakteristik seperti ukuran populasi, perilaku, dan sebuah
distribusi statistik.
2 Disiplin antrian atau antrian itu sendiri
Karakteristik antrian mencakup apakah jumlah antrian terbatas atau tidak
terbatas panjangnya.
3 Fasilitas pelayanan
Karakteristik fasilitas pelayanan meliputi desain dan distribusi waktu pelayanan.

Gambar 1 Komponen sistem antrian (Heizer dan Render 2008)

Customer Relationship Management

Strategi pemasaran yang berbasis pada upaya menciptakan hubungan antara


pihak perusahaan dengan Pelanggan lebih dikenal dengan istilah customer
relationship management (CRM). CRM merupakan suatu strategi perusahaan yang
digunakan untuk memanjakan Pelanggan agar tidak berpaling kepada pesaing
(Gaffar 2007). Penerapan program CRM, diharapkan mampu membuat Pelanggan
menjadi setia kepada perusahaan sehingga hubungan yang terjadi tidak hanya
hubungan antara penjual dan pembeli, tetapi lebih mengarah kepada suatu
hubungan mitra. Perusahaan menjadi lebih memahami apa yang diinginkan dan
dibutuhkan oleh Pelanggan sehingga Pelanggan enggan untuk berpaling kepada
pesaing.
Menurut Tsiptsis dan Chorianopoulos (2009), CRM dapat didefinisikan
sebagai integrasi dari strategi penjualan, pemasaran, dan pelayanan yang
terkoordinasi. CRM menyimpan informasi Pelanggan dan merekam seluruh kontak
5

yang terjadi antara Pelanggan dan perusahaan, serta membuat profil Pelanggan
untuk staf perusahaan yang memerlukan informasi tentang Pelanggan tersebut.
Dari beberapa pendapat di atas maka dapat disimpulkan bahwa CRM adalah suatu
strategi bisnis yang mengintegrasikan proses dan fungsi internal dengan eksternal
untuk menciptakan nilai dan memanjakan Pelanggan serta menciptakan keadaan
win-win situation melalui serangkaian kegiatan yang bertujuan untuk menciptakan
kesetiaan Pelanggan agar tidak berpaling kepada pesaing. Pada intinya perusahaan
bermaksud membangun ikatan yang lebih kuat dengan para Pelanggan yang
bertujuan untuk memaksimalkan loyalitas Pelanggan.

Sistem Informasi

Sistem adalah kumpulan komponen-komponen yang saling berkaitan yang


bekerja bersama untuk mencapai tujuan dengan menerima input dan menghasilkan
output dalam proses transfromasi terorganisir (O’Brien dan Marakas 2011). Dari
definisi di atas diketahui bahwa sistem terdiri atas komponen yang berpadu untuk
suatu tujuan dengan adanya masukan, pengolahan, dan keluaran. Komponen
tersebut salah satunya adalah data. Data adalah fakta mentah atau pengamatan,
biasanya tentang fenomena fisik atau transaksi bisnis. Menurut O’Brien dan
Marakas (2011), secara konsep aplikasi sistem informasi yang diimplementasikan
dalam dunia bisnis saat ini dapat diklasifikasikan sebagai sistem informasi
operasional atau sistem informasi manajemen.
Sistem Informasi Operasional
Menurut O’Brien dan Marakas (2011), sistem informasi dapat digunakan
sebagai pendukung kegiatan operasional dalam bisnis. Sistem ini digunakan untuk
memproses data pada seluruh kegiatan operasional bisnis. Informasi yang
dihasilkan dari kegiatan operasional dapat membantu manajer dalam pengambilan
keputusan. Peran dari sistem pendukung operasi perusahaan bisnis adalah
memroses transaksi bisnis harian secara efisien, melakukan pengendalian proses
bisnis, mendukung komunikasi dan kolaborasi, memperbaharui data perusahaan,
dan kerjasama antarperusahaan.

Sistem Informasi Manajemen


Menurut O’Brien dan Marakas (2011), sistem adalah kumpulan komponen-
komponen yang saling berkaitan yang bekerja bersama untuk mencapai tujuan
dengan menerima input dan menghasilkan output dalam proses transfromasi
terorganisir. Dari definisi di atas diketahui bahwa sistem terdiri atas komponen
yang berpadu untuk suatu tujuan dengan adanya masukan, pengolahan, dan
keluaran. Komponen tersebut salah satunya adalah data. Sistem informasi
manajemen (SIM) atau management information system (MIS) adalah sistem
informasi yang digunakan untuk menyajikan informasi yang digunakan untuk
mendukung operasi, manajemen, dan pengambilan keputusan dalam sebuah
organisasi. Biasanya SIM menghasilkan informasi untuk memantau kinerja,
memelihara koordinasi, dan menyediakan informasi untuk operasi organisasi.
6

Prototyping

Prototyping merupakan salah satu metode pengembangan cepat dengan


pengujian terhadap model kerja (prototipe) dari aplikasi baru melalui proses
interaksi dan berulang-ulang yang biasa dilakukan pengembang dan ahli bisnis.
Prototipe adalah versi kerja sistem informasi atau bagian dari sistem, yang dibuat
untuk menjadi sistem sementara. Sebelum prototipe dibuat analis sistem
mempelajari masalah dan kebutuhan dari organisasi dengan beberapa teknik user
requirements. Teknik user requirements adalah beberapa cara pengumpulan
informasi yang dapat digunakan oleh analis untuk menentukan bagaimana orang,
data, proses, komunikasi, dan teknologi informasi dapat meningkatkan pencapaian
bisnis. Prototipe akan disempurnakan hingga sesuai dengan kebutuhan pengguna.
Setelah selesai disempurnakan, prototipe dapat dikonversi ke sistem yang akan
digunakan (Laudon dan Laudon 2011).
Dengan metode prototyping pengembang dan pengguna dapat saling
berinteraksi selama proses pembuatan sistem. Untuk mengatasi ketidakserasian
antara pengembang dan pengguna maka dibutuhkan kerjasama yang baik diantara
keduanya sehingga pengembang akan mengetahui benar apa yang diinginkan
pengguna dengan tidak mengesampingkan segi-segi teknis dan pengguna akan
mengetahui proses-proses dalam menyelesaikan sistem yang diinginkan. Seringkali
Pelanggan atau pengguna mendefinisikan satu set tujuan umum untuk perangkat
lunak tanpa mengidentifikasikan secara rinci masukan, pengolahan, atau
keluarannya. Sebaliknya disisi pengembang kurang memperhatikan efisiensi
algoritma, kemampuan sistem operasi, dan interface yang menghubungkan
manusia dan komputer. Dalam keadaan seperti di atas, prototyping menawarkan
pendekatan terbaik untuk mengatasinya. Model prototyping yang digunakan dalam
penelitian ini adalah paradigma prototyping yang mengikuti tahapan pengembangan,
yaitu communication, quick plan dan modeling quick design, construction of
prototype, dan deployment delivery & feedback (Pressman 2010).

METODE

Tahapan Penelitian

Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode Paradigma


Prototyping. Proses atau tahap-tahap pengembangan metode prototyping menurut
(Pressman 2010) digambarkan dengan diagram pada Gambar 2.

1 Communication
Pada tahap ini dilakukan diskusi tatap muka dengan pihak Departemen
Information System PT Epson Indonesia selaku pemilik dari data yang
digunakan pada aplikasi ini. Dari tahap ini diperoleh deskripsi umum sistem,
analisis pengguna sistem, analisis kebutuhan pengguna dan analisis kebutuhan
sistem.
2 Quick plan and Modelling Quick Design
Berdasarkan hasil komunikasi di atas, maka kebutuhan-kebutuhan
diringkas dan dijadikan diagram seperti use case diagram, activity diagram,
7

diagram konteks, data flow diagram, dan pembuatan fungsi produk, kode
fungsional, karakteristik pengguna, serta deskripsi rinci kebutuhan. Selain itu
pada tahap ini juga dibuat rancangan antarmuka, rancangan halaman utama,
rancangan halaman Admin, rancangan halaman customer service, rancangan
halaman layar LCD utama, dan rancangan halaman dispenser tiket Pelanggan.
3 Construction of Prototype
Pada tahap ini dilakukan implementasi desain rancangan sistem ke
sekumpulan unit program menggunakan bahasa pemrograman PHP ke dalam
bentuk halaman HTML. Tahap implementasi yang dibuat yaitu, implementasi
tampilan halaman Admin, tampilan halaman customer service, tampilan
halaman dispenser tiket Pelanggan, dan skema sistem antrian.
4 Deployment, Delivery and Feedback
Pada tahap ini meliputi pengujian untuk mendapatkan feedback dari pihak
PT Epson Indonesia yang dilakukan oleh Staf Departemen IT Support. Pengujian
dilakukan dengan metode blackbox testing. Respon dari penguji kemudian
dicatat sehingga bisa digunakan untuk perbaikan. Setelah dilakukan pengujian,
sistem diimplementasikan ke dalam server menggunakan virtual machine
VMWare.

Gambar 2 Model prototype (Pressman 2010)

Lingkungan Pengembangan

Perangkat keras yang digunakan pada penelitian ini adalah komputer personal
dengan spesifikasi:
1 Processor Intel Core i3-3217U, 1.8 GHz
2 RAM 4 GB
3 500 GB HDD
4 nVidia G-Force GT635m 2 GB
5 Monitor LCD 14.1”
6 LCD TV 42”
7 Mini PC Intel NUC
8

8 Wifi router
9 Mouse dan keyboard
10 Printer Thermal EPSON TM-T88V Receipt
11 Tablet minimal 10” atau Dispenser Tiket
12 Barcode Scanner
Perangkat lunak yang digunakan dalam penelitian yaitu:
1 Sistem Operasi Windows 10 Profesional
2 VMWare sebagai mesin virtualisasi server menggunakan OS Windows 8
3 MySQL sebagai DBMS
4 Microsoft office 2016
5 Sublime Text 3 sebagai text editor
6 PHP, HTML, Jquery, Javascript, CSS sebagai bahasa pemrograman
7 Google Chrome sebagai web browser

HASIL DAN PEMBAHASAN

Communication

Deskripsi Umum Sistem


Antrian merupakan suatu kegiatan yang sudah menjadi bagian dalam proses
pelayanan. Antara vendor dengan Pelanggannya peristiwa mengantri merupakan
suatu peristiwa yang sering terjadi di kehidupan sehari-hari. Dalam hal mengantri,
waktu merupakan komponen atau aspek yang sangat penting dan berharga. Oleh
karena itu dengan adanya sistem antrian dapat mereduksi penggunaan waktu yang
berlebihan sehingga efektifitas dan efisiensi peggunaan waktu dapat dicapai untuk
meningkatkan pelayanan terhadap Pelanggan. Banyaknya Pelanggan yang datang
untuk melakukan kegiatan transaksi menyebabkan terjadinya antrian yang tidak
teratur. Oleh karena itu, untuk mengatasi hal tersebut dirancanglah sebuah aplikasi
sistem antrian. Aplikasi sistem antrian sebelumnya pada perusahaan sudah tidak
berfungsi sebagaimana mestinya sehingga manajemen antrian dilakukan secara
manual. Berdasarkan masalah tersebut, dibuatlah sebuah sistem antrian yang baru
berbasis web. Berdasarkan kebutuhan-kebutuhan yang telah didiskusikan, sistem
antrian yang ingin dirancang dibagi menjadi tiga antrian yang berbeda, yaitu antrian
untuk service, antrian untuk sales, dan antrian untuk pengambilan barang (pick up).
Sistem antrian ini nantinya juga terintegrasi pada layar LCD utama untuk
menampilkan nomor antrian sesuai dengan loket yang kosong agar mempermudah
Pelanggan mengetahui urutan antrian yang dimiliki. Pada layar LCD utama, selain
menampilkan nomor antrian, juga terdapat konten media berupa video player yang
menampilkan video promosi produk dari perusahaan, buletin untuk menampilkan
produk tertentu beserta daftar harga yang dapat diperbaharui, dan juga terdapat
running text untuk memberikan informasi tertentu. Selain terintegrasi dengan LCD
utama sistem ini juga terintegrasi dengan receipt printer sebagai bukti print out
nomor tunggu antrian.
9

Analisis Pengguna Sistem


Pengguna yang menggunakan aplikasi sistem antrian dibagi menjadi tiga
yaitu:
1 Customer Service (CS), yaitu pengguna yang mempunyai hak akses
menjalankan antrian untuk melayani Pelanggan.
2 Pelanggan, yaitu pengguna yang mempunyai hak akses untuk memilih jenis
loket antrian pada dispenser tiket, melihat nomor antrian, video, dan
promotion picture pada layar LCD utama.
3 Admin, yaitu pengguna yang mempunyai hak akses untuk dapat melakukan
pengaturan akun pengguna CS, melakukan pengaturan video pada layar
LCD utama, melakukan pengaturan running text, dan melakukan pengaturan
picture promotion LCD.

Analisis Kebutuhan Pengguna


Dasar pembuatan aplikasi sistem antrian adalah adanya kebutuhan
pengguna yaitu:
1 Sistem dapat membantu dalam pengaturan antrian di Service Centre PT
Epson Indonesia.
2 Sistem dapat menyampaikan informasi mengenai nomor antrian dan
promosi produk-produk Epson tertentu.
3 Sistem dapat memfasilitasi rekapitulasi jumlah Pelanggan yang datang.

Analisis Kebutuhan Sistem


Aplikasi sistem antrian memiliki fasilitas sebagai berikut:
1 Memberikan fasilitas untuk mengatur antrian di Service Centre PT Epson
Indonesia.
2 Memberikan fasilitas untuk menyampaikan informasi mengenai nomor
antrian dan harga produk-produk Epson tertentu.
3 Memberikan fasilitas untuk rekapitulasi jumlah Pelanggan yang datang.

Quick plan and Modelling Quick Design

Use Case Diagram


Menurut Satzinger et al. (2012), use case diagram merupakan suatu
aktivitas yang dilakukan oleh sistem, biasanya merupakan sebuah respon untuk
permintaan dari pengguna sistem. Satzinger et al. (2012) menjelaskan bahwa aktor
tidak selalu sama dengan sumber dari peristiwa di event table karena aktor di use
case diagram merupakan orang yang berinteraksi dengan sistem. Use case diagram
sistem dapat dilihat pada Gambar 3.
Untuk dapat menjalankan seluruh kegiatan pada use case diagram, CS dan
Admin membutuhkan login terlebih dahulu untuk dapat melakukan kegiatan
tersebut. Selanjutnya mengenai detail dari use case diagram dapat dilihat use case
description pada Tabel 1.
10

Gambar 3 Use case diagram

Tabel 1 Use Case Description Aplikasi Sistem Antrian


Nama Use Case Memilih Antrian
Aktor Pelanggan
Deskripsi Pelanggan memilih jenis antrian dan menekan tombol loket pada
dispenser tiket
Normal Course User Sistem
1. Memilih jenis antrian 1. Mencetak tiket antrian
Pre-Condition Pelanggan ingin memilih tiket antrian
Post-Condition Pelanggan mendapatkan urutan antrian berupa tiket antrian
Nama Use Case Melanjutkan Antrian
Aktor CS
Deskripsi CS dapat melanjutkan antrian setelah selesai melakukan pelayanan
kepada Pelanggan
Normal Course User Sistem
1. CS melanjutkan nomor 1. Melanjutkan antrian sesuai
antrian berikutnya setelah urutan Pelanggan yang hadir
selesai melakukan
transaksi
Pre-Condition CS akan melanjutkan antrian berikutnya sesuai jenis antrian Pelanggan
yang hadir
Post-Condition Menampilkan dan memanggil antrian berikutnya untuk dilayani
Nama Use Case Mereset Nomor Antrian
Aktor CS
Deskripsi CS dapat mereset nomor urutan untuk dimulai kembali ke urutan
pertama
11

Normal Course User Sistem


1. CS mereset nomor antrian 1. Semua jenis antrian dimulai
kembali dari nol
Pre-Condition CS akan melakukan reset ulang jenis antrian
Post-Condition Sistem antrian direset dan dimulai dari nol
Nama Use Case Mengatur Video
Aktor Admin
Deskripsi Admin dapat menghapus dan menambahkan video yang ingin diputar
pada layar LCD utama
Normal Course User Sistem
1. Admin menambahkan 1. Sistem menambahkan video
video promosi dan menampilkannya di
2. Admin menghapus video LCD utama
promosi 2. Video dihapuskan dari
database
Pre-Condition Admin akan menambahkan dan menghapuskan video
Post-Condition Video ditambahkan dan ditampilkan pada LCD. Video dihapuskan dan
tidak ditampilkan lagi pada LCD
Nama Use Case Mengatur Running Text
Aktor Admin
Deskripsi Admin dapat mengedit, menghapus, dan menambahkan running text
Normal Course User Sistem
1. Admin menambahkan 1. Running text ditambahkan
running text pada database
2. Admin mengedit running 2. Running text diubah
text 3. Running text dihapus dari
3. Admin mengapus database
running text
Pre-Condition Admin ingin mengatur running text
Post-Condition Running text ditampilkan pada LCD utama sesuai dengan yang ada pada
database
Nama Use Case Mengatur Picture Promotion
Aktor Admin
Deskripsi Admin dapat mengedit, menghapus, dan menambahkan gambar produk
promosi beserta harga dari masing-masing produk
Normal Course User Sistem
1. Admin menambahkan 1. Promotion picture
promotion picture ditambahkan pada database
2. Admin mengedit 2. Promotion Picture diubah
promotion picture 3. Promotion Picture dihapus
3. Admin menghapus dari database
promotion picture
Pre-Condition Admin ingin mengatur promotion picture
Post-Condition Promotion Picture ditampilkan pada LCD utama sesuai dengan yang ada
pada database
12

Nama Use Case CRUD Akun Pengguna


Aktor Admin
Deskripsi Admin yang dapat mengedit, menghapus, dan menambahkan akun
pengguna CS dan Admin
Normal Course User Sistem
1. Admin menambahkan 1. Akun pengguna akan
akun pengguna ditambahkan ke database
2. Admin mengedit akun 2. Akun pengguna diubah
pengguna 3. Akun pengguna dihapus dari
3. Admin menghapus akun database
pengguna
Pre-Condition Admin akan menambah, mengedit, ataupun menghapus akun pengguna
CS atau admin.
Post-Condition Akun pengguna yang akan digunakan sesuai dengan yang diatur oleh
admin

Activity Diagram
Menurut Satzinger et al. (2012), activity diagram merupakan diagram yang
menunjukan alur kerja atau aktivitas user secara berurutan. Proses diawali dari
lingkaran start berwarna hitam pada bagian atas dan berakhir di pusat lingkaran
stop hitam dengan outline putih pada bagian bawah. Terdapat dua jenis garis yaitu
garis terputus dengan garis solid. Garis terputus melambangkan feedback yang
diberikan dari sistem kepada user sedangkan garis solid merupakan input yang
diberikan oleh user kepada sistem. Gambar 4 menjelaskan proses yang dilakukan
oleh Pelanggan terhadap sistem, kemudian pada Gambar 5 proses yang dilakukan
oleh Admin terhadap sistem, dan pada Gambar 6 proses CS terhadap sistem.

Gambar 4 Activity diagram Pelanggan terhadap sistem


13

Gambar 5 Activity diagram Admin


Gambar 6 Activity diagram CS

Entity Relationship Diagram


Database dibangun berdasarkan entity relationship diagram (ERD) yang
dirancang terlebih dahulu. Brady dan Loonam (2010) mendefinisikan ERD sebagai
teknik yang digunakan untuk memodelkan kebutuhan data dari suatu organisasi.
Pada Gambar 7 menunjukkan ERD yang dirancang dengan 10 entitas, yaitu entitas
users, antrian_save, level, loket, menus, running_text,
videos, total_antrian, produk, dan temp_antrian.
Entitas level dibutuhkan oleh entitas users sebagai penentu apakah user
yang login merupakan Admin atau Customer Service. User dengan level satu
yaitu Admin dapat melakukan proses penambahan data user, pengubahan data user,
dan menghapus data user serta mengakses menu pengaturan video, running text,
dan product promotion serta melihat rekapitulasi data Pelanggan yang telah
dilayani. User dengan level dua yaitu Customer Service hanya dapat mengakses
modul counter control dan juga dapat melihat rekapitulasi data Pelanggan yang
telah dilayani. Antara entitas produk, running_text, dan videos tidak
memiliki hubungan distribusi data secara langsung, tetapi keempat entitas tersebut
masing-masing memiliki hubungan dengan entitas users, yang menjalankan
proses pengaturan data produk, running text, dan video. Entitas user memiliki
hubungan dengan entitas loket sebagai penentu nomor loket yang sedang
14

melayani Pelanggan. Entitas antrian_save memiliki hubungan dengan entitas


level yang berfungsi sebagai perekam jumlah antrian yang ada pada saat itu
sesuai dengan jumlah Pelanggan yang hadir. Entitas ini berpengaruh pada layar
LCD utama sebagai sumber data untuk tampilan antrian Pelanggan sesuai dengan
jenis loketnya.

Gambar 7 Entity Relationship Diagram

Diagram Konteks
Diagram konteks menggambarkan pengaruh setiap entitas terhadap sistem.
Diagram konteks dapat dilihat pada Gambar 8.

Gambar 8 Diagram konteks


15

Data Flow Diagram Level 1


DFD level 1 menggambarkan aliran data yang terjadi pada diagram konteks.
DFD level 1 dapat dilihat pada Gambar 9.

Gambar 9 DFD Level 1

Data Flow Diagram Level 2


DFD level 2 menguraikan lebih rinci proses-proses yang ada dalam DFD
level 1 yang terdiri dari proses manajemen akun, proses manajemen running text,
proses login, proses manajemen promotion picture, proses manajemen video, dan
proses manajemen nomor antrian. DFD level 2 dapat dilihat pada Lampiran 1.

Fungsi Produk
Semua fungsi yang terdapat dalam aplikasi sistem antrian ini dapat dilihat
pada Tabel 2.

Tabel 2 Fungsi Produk Aplikasi Sistem Antrian


Pengguna Sistem
ID
Fungsi Perangkat Lunak Customer
Fungsi Admin Pelanggan
Service
Q01 Verifikasi login   -
16

Pengguna Sistem
ID
Fungsi Perangkat Lunak Customer
Fungsi Admin Pelanggan
Service
Mengatur hak akses halaman CS dan
Q02  - -
Admin
Q03 Menambahkan akun CS dan Admin  - -
Q04 Mengubah akun CS dan Admin  - -
Q05 Menghapus akun CS dan Admin  - -
Q06 Menambahkan video  - -
Q07 Menghapus video  - -
Q08 Menambahkan promotion picture  - -
Mengubah nama dan harga promotion
Q09  - -
picture
Q10 Menghapus promotion picture  - -
Q11 Menambahkan running text  - -
Q12 Mengubah running text  - -
Q13 Menghapus running text  - -
Q14 Mengubah nomor antrian (next) -  -
Q15 Mereset nomor antrian -  -
Q16 Menekan tombol pada dispenser tiket - - 
Q17 Logout   -

Kode Fungsional
Kode Fungsional dari aplikasi sistem antrian dapat dilihat pada Tabel 3.

Tabel 3 Kode Fungsional Aplikasi Sistem Antrian


ID
Fungsi/Proses Data Input Data Output
Fungsi
Q01 Verifikasi Login Username dan Login berhasil, CS dan
password Admin dapat masuk ke
halaman index
Q02 Mengatur hak akses Assign role hak Redirect ke halaman yang
halaman CS dan Admin akses berbeda untuk setiap CS atau
Admin
Q03 Menambahkan akun CS Userid, levelid, Data CS atau Admin berhasil
atau Admin loket, create masuk ke dalam database
dan created_by. dan kembali ke halaman
daftar CS atau Admin
Q04 Mengubah akun CS atau Userid, levelid, Data CS atau Admin berhasil
Admin loket, create berubah di dalam database
dan created_by. dan kembali ke halaman
daftar CS atau Admin.
Q05 Menghapus akun CS atau Userid Data CS atau Admin dengan
Admin id tersebut terhapus pada
database
Q06 Menambahkan video Id, name, url Data video berhasil
ditambahkan di database dan
kembali ke halaman video
17

ID
Fungsi/Proses Data Input Data Output
Fungsi
Q07 Menghapus video Id Data video berhasil
dihapuskan di database dan
kembali ke halaman video

Q08 Menambahkan promotion Id, Data produk berhasil


picture name_picture, ditambahkan di database dan
url, kembali ke halaman
name_produk, promotion picture
price
Q09 Mengubah nama dan Id, Data promotion picture
harga promotion picture name_picture, berhasil diubah di database
url, dan kembali ke halaman
name_produk, pengaturan promotion picture
price
Q10 Menghapus promotion Id Data promotion picture
picture dengan id tersebut terhapus
pada database
Q11 Menambahkan running Id dan isi_text. Data running text berhasil
text diubah di database dan
kembali ke halaman
pengaturan running text
Q12 Mengubah running text Id dan isi_text. Data running text berhasil
diubah di database dan
kembali ke halaman
pengaturan running text
Q13 Menghapus running text Id Data running text dengan id
tersebut terhapus pada
database
Q14 Mengubah nomor antrian - Nomor antrian berubah
(next)
Q15 Mereset nomor antrian - Nomor antrian kembali ke
angka nol
Q16 Menekan tombol pada - Tiket antrian
dispenser tiket
Q17 Logout - CS atau Admin keluar dari
sistem dan kembali ke
halaman utama

Karakteristik Pengguna
Karakteristik pengguna berdasarkan hak aksesnya terhadap sistem dapat
dilihat pada Tabel 4.
18

Tabel 4 Karakteristik Pengguna Aplikasi Sistem Antrian


Hak akses ke
Kategori pengguna Hak akses terhadap sistem
sistem
Admin Verifikasi login Q01
Mengatur hak akses halaman tiap pengguna Q02
Menambahkan akun pengguna Q03
Mengubah akun pengguna Q04
Menghapus akun pengguna Q05
Menambahkan video Q06
Menghapus video Q07
Menambahkan promotion picture Q08
Mengubah nama dan harga promotion picture Q09
Menghapus promotion picture Q10
Menambahkan running text Q11
Mengubah running text Q12
Menghapus running text Q13
Logout Q17
Customer Service Verifikasi login Q01
Mengubah nomor antrian (next) Q14
Mereset nomor antrian Q15
Logout Q17
Pelanggan Menekan tombol pada dispenser tiket Q16

Deskripsi Rinci Kebutuhan


1 Antarmuka Pemakai
Aplikasi sistem antrian menggunakan antarmuka berbasis web dan pengguna
mengoperasikannya melalui web browser pada personal komputer. Antarmuka
dispenser tiket menggunakan komputer layar sentuh atau tablet. Monitor LCD
untuk menampilkan nomor antrian dan promosi produk.
2 Antarmuka Perangkat Keras
Perangkat keras yang digunakan untuk pengembangan sistem yaitu personal
komputer server sebagai pusat akses sistem, personal komputer sistem untuk
menjalankan sistem, tablet dispenser tiket untuk menampilkan jenis antrian,
thermal printer untuk mencetak tiket antrian, wifi router untuk
menghubungkan antar komputer dan monitor LCD untuk menampilkan urutan
antrian dan media promosi.
3 Antarmuka Perangkat Lunak
Perangkat lunak yang digunakan untuk pengembangan sistem yaitu sistem
operasi Windows 10 Profesional sebagai sistem operasi pada komputer, Google
Chrome Browser sebagai web browser untuk menjalankan sistem, DBMS
MySQL sebagai database system, dan VM Ware Server virtual machine untuk
mengakses server.

Rancangan Antarmuka
Tahap desain sistem mengalokasikan persyaratan baik perangkat keras atau
lunak dengan membentuk seluruh arsitektur sistem (Sommerville 2011). Tahap
perancangan tampilan antarmuka website adalah proses menyusun komponen-
komponen visual antara lain warna, bentuk (shape), garis, dan tekstur tampilan.
19

Keseimbangan grafis dari sisi pemilihan warna, font, background, dan lain-lain juga
dipertimbangkan sehingga bisa dengan mudah dipahami dan menarik (Nosrati et al.
2011).
Rancangan antarmuka yang dikembangkan, yaitu halaman utama, halaman
customer service, halaman admin, halaman dispenser tiket Pelanggan, dan halaman
layar LCD utama. Pada Gambar 10 terdapat arsitektur sistem antrian 2-tier yang
terdiri dari client dan server. Modul-modul yang ada pada client ini meliputi
customer service yang berguna untuk mengubah nomor antrian dan mereset nomor
antrian. Modul admin berguna untuk mengatur akun pengguna, mengatur video
promosi, mengatur running text, dan mengatur gambar produk promosi. Modul
dispenser tiket berguna sebagai halaman utama Pelanggan untuk memilih jenis
antrian. Modul layar utama berguna sebagai halaman utama untuk menampilkan
urutan antrian terkini, video promosi, gambar dan harga produk promosi serta teks
berjalan.

Gambar 10 Arsitektur Sistem

Rancangan Halaman Utama


Halaman utama merupakan halaman yang pertama kali akan tampil ketika
sistem dijalankan dalam web browser. Halaman utama terdiri dari menu layar LCD
utama, menu layar dispenser tiket, menu layar loket. Desain rancangan halaman
utama dapat dilihat pada Gambar 11 berikut.
20

Gambar 11 Rancangan tampilan halaman utama

Rancangan Halaman Admin


Pada Lampiran 2 terdapat rancangan halaman home Admin yang terdiri dari
customer list, setting dan logout. Halaman customer list merupakan halaman untuk
melihat daftar Pelanggan yang telah melakukan kegiatan transaksi. Halaman setting
merupakan halaman untuk pengaturan akun pengguna, pengaturan video,
pengaturan teks berjalan, dan pengaturan produk promosi. Rancangan halaman
setting Admin dapat dilihat pada Lampiran 3.

Rancangan Halaman Customer Service


Pada saat pengguna login dengan menggunakan akun pengguna CS maka
secara otomatis sistem menuju ke halaman CS yang terdiri menu counter control,
customer list, dan logout. Halaman counter control merupakan halaman untuk
pengguna CS melakukan kegiatan pelayanan kepada Pelanggan, sedangkan
halaman customer list merupakan halaman untuk melihat daftar Pelanggan yang
telah melakukan kegiatan transaksi. Rancangan halaman CS dapat dilihat pada
Lampiran 4.

Rancangan Halaman Layar LCD Utama


Halaman layar LCD utama merupakan halaman dimana semua informasi
terkait urutan antrian terkini, video promosi, gambar produk dan tabel harga
promosi, serta running text ditampilkan. Desain rancangan halaman layar LCD
utama dapat dilihat pada Gambar 12 berikut.
21

Gambar 12 Rancangan halaman layar LCD utama

Rancangan Halaman Dispenser Tiket Pelanggan


Halaman dispenser tiket Pelanggan merupakan tampilan pada layar sentuh
atau tab pada disepenser tiket yang digunakan Pelanggan untuk memilih jenis
antrian yang diinginkan. Desain rancangan halaman dispenser tiket Pelanggan
dapat dilihat pada Gambar 13 berikut.

Gambar 13 Rancangan halaman layar sentuh dispenser tiket


22

Construction of Prototype
Implementasi
Pada tahap ini, perancangan sistem direalisasikan ke sekumpulan unit
program (Sommerville 2011). Antarmuka sistem yang telah dirancang kemudian
diimplementasikan ke dalam bentuk halaman HTML. Implementasi antarmuka
halaman utama terdapat pada Lampiran 5 yang terdiri dari tiga button menu,
yaitu ”Layar LCD”, “Layar Dispenser Tiket”, dan “Layar Loket” serta satu button
Login Admin. Halaman tampilan layar LCD utama yang terdiri dari informasi
nomor antrian dan loket, video, teks berjalan dan informasi harga produk beserta
gambar produk dapat dilihat pada Lampiran 6.
Halaman tampilan layar dispenser tiket menampilkan dispenser
pengambilan tiket untuk Pelanggan. Halaman layar loket menampilkan menu
counter control untuk manajemen antrian yang dilakukan oleh CS dengan cara login
dengan menggunakan akun pengguna CS. Login Admin merupakan halaman untuk
masuk dengan menggunakan akun pengguna Admin. Implementasi pengaplikasian
sistem antrian terdiri dari komputer server, komputer CS, dispenser tiket, dan layar
LCD utama.
Implementasi Tampilan Halaman Admin
Halaman Admin dapat diakses melalui button “Layar Loket” atau menekan
tulisan “Login Admin” yang terdapat di pojok atas kanan halaman utama, lalu akan
masuk ke halaman login, kemudian masuk menggunakan akun pengguna Admin.
Halaman utama Admin menampilkan menu setting, halaman customer list, serta
logout. Implementasi tampilan halaman Admin dapat dilihat pada Lampiran 7.
Implementasi Tampilan Halaman Customer Service
Halaman CS dapat diakses melalui button “Layar Loket” lalu masuk ke
halaman login, kemudian masuk dengan menggunakan akun pengguna CS.
Halaman utama CS menampilkan menu counter control, halaman customer list,
serta logout. Implementasi tampilan halaman CS dapat dilihat pada Lampiran 8.

Gambar 14 Implementasi halaman counter control


23

Implementasi halaman counter control dapat dilihat pada Gambar 14 yang


terdiri dari modul-modul seperti, save dan next yang berguna untuk melanjutkan
nomor antrian serta menyimpan data waktu dan jenis antrian yang sudah dilayani.
Modul sound yang berguna untuk pemanggilan antrian berikutnya menggunakan
suara robot. Modul reset print yang berguna untuk mengulang seluruh jenis antrian
kembali ke urutan awal. Selain terdapat modul-modul tersebut, halaman counter
control juga menampilkan nomor antrian yang sedang dilayani dan menampilkan
jumlah antrian yang sudah ada pada antrian sales, service, maupun pick up.

Implementasi Tampilan Halaman Dispenser Tiket Pelanggan


Modul dispenser tiket menggunakan layar sentuh atau tablet yang
terhubung dengan printer dan server sebagai kontroler. Dispenser tiket dapat
dijalankan dengan menekan menu button “Layar Dispenser Tiket” yang merupakan
halaman tampilan yang ada pada tablet atau dispenser tiket yang digunakan oleh
Pelanggan yang hadir untuk menentukan pilihan loket yang diinginkan.
Implementasi tampilan halaman dispenser tiket Pelanggan dapat dilihat pada
Lampiran 9.

Implementasi Skema Sistem Antrian


Implementasi skema pengaplikasian sistem antrian dapat dilihat pada
Gambar 15. Komputer CS, dispenser tiket, dan layar LCD utama terhubung dengan
komputer server menggunakan jaringan lokal. Komputer CS tampil berupa layar
kecil untuk menampilkan jumlah antrian yang ada di setiap jenis antrian. Pada
halaman tersebut juga disediakan button untuk menyalakan suara pemanggilan
otomatis dan button untuk melanjutkan antrian berikutnya. Dispenser tiket
digunakan untuk Pelanggan dalam memilih jenis antrian sedangkan layar LCD
utama berguna untuk menampilkan urutan antrian terkini dan media promosi
produk.
Customer Service

Dispenser Tiket

Layar LCD utama

Gambar 15 Skema pengaplikasian sistem antrian


Proses transaksi yang ada pada Epson Service Centre PT Epson Indonesia
Jakarta yakni model jalur berganda. Proses transaksi yang dapat digunakan adalah
Model M/M/S (Multiple Channel Query System) dimana terdapat satu teller/CS
atau lebih yang dapat melayani para Pelanggan namun fase yang dilewati oleh
Pelanggan untuk melakukan transaksi melalui teller/CS hanya satu kali. Berikut
adalah query SQL yang digunakan untuk proses antrian.
24
$sql = mysql_query("SELECT * FROM total_antrian WHERE status =
'waiting' LIMIT 1");
$r = mysql_fetch_array($sql);
$nomor = substr($r[nomor_antrian], 1);
$huruf = substr($r[nomor_antrian], 0, 1);
echo $r[nomor_antrian];
if(mysql_num_rows(mysql_query("SELECT * FROM temp_antrian")) ==
0){
mysql_query("INSERT INTO temp_antrian VALUES
('','$r[nomor_antrian]','$_SESSION[loket]')");
}else{
mysql_query("UPDATE temp_antrian SET nomor_antrian =
'$r[nomor_antrian]', loket = '$_SESSION[loket]' WHERE id = 1");
}
mysql_query("DELETE FROM total_antrian WHERE id = $r[id]");

Pada halaman layar LCD utama terdapat video player yang berputar secara
otomatis dan berulang sesuai banyaknya video yang ada pada database. Berikut
script javascript yang digunakan untuk mengatur pemutaran video secara otomatis,
<!--SCRIPT NEXT VIDEO-->
<script type="text/javascript">
function tes(){
var vid = document.getElementById("media-video");
var end = document.getElementById("end").value;
var i = 2;
console.log("Playing 1.mp4");
vid.onended = function(){
console.log("Playing "+i+".mp4");
vid.src = "modul/video/videos/"+i+".mp4";
i++;
if(i > end){
i=1;
}
}
}
</script>

Dengan kode tersebut, pemutaran video dimulai dari file video yang bernama 1.mp4
yang sudah ada pada database. Pada saat video berikutnya diunggah maka secara
otomatis nama file video yang masuk pada database akan di-increment.
Pengulangan pemutaran video terus berjalan sesuai banyaknya file video yang
diunggah. File video dapat diputar hingga lebih dari sepuluh video sesuai kapasitas
komputer dengan ukuran sebuah video tidak lebih dari 500 megabyte.

Deployment, Delivery, and Feedback

Pengujian terhadap aplikasi dilakukan dengan menggunakan metode Black


Box Testing. Black Box Testing merupakan pengujian yang dilakukan berdasarkan
input yang dimasukkan dan output yang diharapkan tanpa melihat struktur dalam
kode program (Pressman 2010). Tujuannya untuk mengetahui fungsi-fungsi yang
terdapat pada sistem apakah berjalan sesuai dengan yang diharapkan atau tidak.
Pengujian dilakukan oleh Staf Departemen IT Support PT Epson Indonesia
Jakarta untuk mengetahui apakah fungsi-fungsi dalam sistem telah berfungsi
dengan benar dan sesuai keinginan dan kebutuhan perusahaan. Pengujian sistem ini
dilakukan seperti memeriksa apakah input dari pengguna telah menghasilkan output
25

yang sesuai dengan kebutuhan tanpa memperhatikan proses yang terjadi di


dalamnya. Pengujian dilakukan oleh tiga orang yang masing-masing berperan
sebagai Admin, Customer Service, dan Pelanggan.
Pada saat pengujian, terdapat kesalahan pada saat login CS, kemudian
muncul notifikasi bahwa username atau password yang dimasukkan salah.
Pengujian oleh Admin saat mengunggah video untuk ditampilkan pada layar LCD
utama, video yang sudah diunggah dapat berjalan secara otomatis berurutan sesuai
banyaknya video yang diunggah dan mengulang terus menerus. Pengujian yang
dilakukan oleh Pelanggan, ketika Pelanggan menekan tombol jenis antrian tiket
tidak tercetak oleh printer.
Setelah dilakukan pengujian secara keseluruhan dan disimpulkan aplikasi
sistem antrian berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Detail hasil pengujian yang
telah dilakukan dapat dilihat pada Lampiran 10. Tahap selanjutnya yaitu
deployment, tahap ini mengimpelentasikan sistem antrian ke dalam server dengan
menggunakan virtual machine VMWare.

SIMPULAN DAN SARAN

Simpulan

Penelitian ini menghasilkan aplikasi sistem antrian yang dapat


mempermudah pelayanan service centre di Epson Service Centre PT Epson
Indonesia Jakarta yang dikembangkan dengan metode prototyping dan
menggunakan model antrian M/M/S. Aplikasi sistem antrian sudah berhasil
dikembangkan berikut dengan fitur-fitur di dalamnya. Aplikasi antrian ini juga
dapat digunakan sebagai media promosi yang dapat dilihat pada layar utama di
Epson Service Centre.

Saran

Beberapa saran untuk pengembangan selanjutnya adalah:


1 Menambah fitur untuk menghitung waktu pelayanan Pelanggan dimulai ketika
Pelanggan mendapatkan tiket antrian sampai selesai melakukan transaksi,
2 Menambah fitur pada Running text dapat disesuaikan menurut kategori-
kategori tertentu,
3 Untuk mengefektifkan pelayanan Pelanggan, disarankan sistem ini didukung
oleh sistem yang digunakan untuk menyimpan data barang Pelanggan yang
telah selesai diperbaiki.

DAFTAR PUSTAKA

Ariani D. 2009. Manajemen Operasi Jasa. Yogyakarta (ID): Graha Ilmu.


Brady M, Loonam J. 2010. Exploring The Use of Entity-relationship Diagramming as
a Technique to Support Grounded Theory Inquiry. Bradford (UK): Emerald Group
Publishing.
Gaffar V. 2007. CRM dan MPR Hotel. Bandung (ID): Alfabeta.
26

Heizer J, Render B. 2008. Manajemen Operasi. Buku 2. Jakarta (ID): Salemba


Empat
Kalakota R, Robinson M. 2007. E-Business Roadmap for Success. Boston (US):
Addison Wesley Longman, Inc
Laudon KC, Laudon JP. 2011. Management Information Systems (12th edition).
New Jersey (US): Prentice Hall.
Nosrati M, Karimi R, Karimi R, Nosrati H. 2011. Investigating the basic principles
for proper GUI design. Journal of American Science, 2011. 7 (6):101-105.
O’Brien JA, Marakas GM. 2011. Management Information System 10th ed. New
York (US): The McGraw-Hill Companies, Inc
Pressman, RS. 2010. Software Engineering: A Practitioner's Approach 7th ed.
New York (US): McGraw-Hall.
Satzinger JW, Jackson RB, Burd SD. 2012. System Analisis and Design in a
Changing World 6th ed. Boston (US): Course Technology, Cengage Learning.
Sommerville, I. 2011. Software Engineering (9th Edition). Boston (US): Addison
Wesley.
Tsiptsis K, Chorianopoulos A. 2009. Data Mining Techniques in CRM: Inside
Customer Segmentation. West Sussex (UK): Wiley.
27

LAMPIRAN

Lampiran 1 Data Flow Diagram Level 2


A DFD level 2 proses Manajemen Akun

B DFD level 2 proses Manajemen Running Text


28

Lampiran 1 Lanjutan
C DFD level 2 proses Login

D DFD level 2 proses Manajemen Promotion Picture


29

Lampiran 1 Lanjutan
E DFD level 2 proses Manajemen Video

F DFD level 2 proses Manajemen Nomor Antrian


30

Lampiran 2 Rancangan halaman Home Admin

Lampiran 3 Rancangan halaman Setting Admin


31

Lampiran 4 Rancangan halaman Home CS

Lampiran 5 Implementasi tampilan Halaman Utama


32

Lampiran 6 Implementasi tampilan halaman Layar LCD Utama

Lampiran 7 Implementasi tampilan Admin


A Tampilan Login Admin
33

Lampiran 7 Lanjutan
B Tampilan Home Admin

C Tampilan Customer List Admin


34

Lampiran 7 Lanjutan
D Tampilan Setting Account

E Tampilan Setting Video pada Layar LCD Utama


35

Lampiran 7 Lanjutan
F Tampilan Setting Running Text

G Tampilan Setting Picture Promotion


36

Lampiran 8 Implementasi tampilan Customer Service


A Tampilan Login CS

B Tampilan halaman Home CS


37

Lampiran 8 Lanjutan
C Tampilan Customer List CS

Lampiran 9 Implementasi tampilan Dispenser Tiket Pelanggan


38

Lampiran 10 Rincian pengujian fungsionalitas


Pengujian sistem untuk bagian Admin
Nilai
Fungsi Kasus Uji Skenario Uji Hasil yang diharapkan Hasil Uji
Masukan
Q01 Verifikasi Benar Admin Admin dapat masuk ke Berhasil
Login memasukkan halaman utama untuk
username dan Admin
password sesuai
dengan database
Salah Admin Admin tidak berhasil Berhasil
memasukkan login, dan sistem
username dan menampilkan pesan error
password tidak
sesuai dengan
database
Q02 Mengatur hak Benar Admin melakukan Pengguna CS atau admin Berhasil
akses halaman assign untuk setiap sudah memiliki hak akses
CS atau halaman yang terhadap halaman yang
admin diperboleh bagi diijinkan oleh Admin
setiap pengguna CS
atau Admin
Salah - - -
Q03 Menambahkan Benar Admin Data CS atau admin Berhasil
akun CS atau menambahkan data bertambah di database
admin CS atau admin ke
dalam database
Salah Admin Muncul pesan eror Berhasil
menambahkan akun
super user dan
melakukan
kesalahan dengan
tidak mengisi
required field yang
tersedia
Q04 Mengubah Benar Admin memilih Data CS atau admin Berhasil
akun CS atau button edit pada database berubah
admin
Salah Admin melakukan Muncul pemberitahuan Berhasil
perubahan dengan error bahwa field harus
mengosongkan diisi
salah satu field
Q05 Menghapus Benar Admin memilih Data CS atau admin Berhasil
akun CS atau button delete yang dipilih menjadi
admin terhapus pada database
Salah - - -
Q06 Menambahkan Benar Admin Data video bertambah di Berhasil
video menambahkan data database
video ke dalam
database
Salah - - -
Q07 Menghapus Benar Admin memilih Video yang dipilih Berhasil
video button delete menjadi terhapus pada
database
Salah - - -
39

Nilai
Fungsi Kasus Uji Skenario Uji Hasil yang diharapkan Hasil Uji
Masukan
Q08 Menambahkan Benar Admin Data promotion picture Berhasil
promotion menambahkan data bertambah di database
picture promotion picture
ke dalam database
Salah Admin melakukan Muncul pemberitahuan Berhasil
perubahan dengan error bahwa field harus
mengosongkan diisi
salah satu field
Q09 Mengubah Benar Admin memilih Data promotion picture Berhasil
nama dan button edit pada database berubah
harga
promotion
picture
Salah Admin melakukan Muncul pemberitahuan Berhasil
perubahan dengan error bahwa field harus
mengosongkan diisi
salah satu field
Q10 Menghapus Benar Admin memilih Promotion picture yang Berhasil
promotion button delete dipilih menjadi terhapus
picture pada database
Salah - - -
Q11 Menambahkan Benar Admin me- Data running teks Berhasil
running text nambahkan data bertambah di database
running teks
Salah CS atau admin Muncul pemberitahuan Berhasil
melakukan error bahwa field harus
perubahan dengan diisi
mengosongkan
salah satu field
Q12 Mengubah Benar Admin melakukan Data running teks pada Berhasil
running text perubahan dengan database berubah
mengosongkan
salah satu field
Salah Admin melakukan Muncul pemberitahuan Berhasil
perubahan dengan error bahwa field harus
mengosongkan diisi
salah satu field
Q13 Menghapus Benar Admin memilih Running teks yang Berhasil
running text button delete dipilih menjadi terhapus
pada database
Salah - - -
Q17 Logout Benar Admin memilih CS atau admin keluar
menu logout dari sistem dan kembali
ke halaman login
Salah - - -

Pengujian sistem untuk bagian customer service


Nilai
Fungsi Kasus Uji Skenario Uji Hasil yang diharapkan Hasil Uji
Masukan
Q01 Verifikasi Benar CS memasukkan CS dapat masuk ke Berhasil
Login username dan halaman utama untuk CS
password sesuai
dengan database
40

Nilai
Fungsi Kasus Uji Skenario Uji Hasil yang diharapkan Hasil Uji
Masukan
Salah CS memasukkan CS tidak berhasil masuk, Berhasil
username dan dan sistem menampilkan
password tidak pesan error
sesuai dengan
database
Salah - - -
Q14 Mengubah Benar CS memilih menu Nomor antrian berubah Berhasil
nomor antrian counter control, lalu berdasarkan urutan
(next) menekan button antrian selanjutnya
save & next
Salah - - -
Q15 Me-reset Benar CS memilih menu Nomor antrian kembali Berhasil
nomor antrian counter control, lalu keangka nol
menekan button
reset print
Salah - - -
Q17 Logout Benar CS memilih menu CS dapat keluar dari Berhasil
logout sistem dan kembali ke
halaman login
Salah - - -

Pengujian sistem untuk bagian Pelanggan


Fungsi Kasus Uji Nilai Hasil yang Hasil Uji
Skenario Uji
Masukan diharapkan
Q16 Menekan Benar Pelanggan Pelanggan Berhasil
tombol pada menekan tombol mendapatkan
dispenser yang ada pada nomor
tiket dispenser tiket antrian
Salah - - -
41

RIWAYAT HIDUP

Penulis dilahirkan di Kota Stabat, Sumatera Utara, pada tanggal 26 April


1994. Penulis merupakan anak kedua dari pasangan Agus Ediar dan Sulasmi.
Penulis menamatkan pendidikannya di SDN 1 Stabat tahun 2006, SMPN 1 Stabat
tahun 2009, SMAN 1 Stabat tahun 2012. Pada tahun yang sama penulis lulus seleksi
masuk Institut Pertanian Bogor (IPB) sebagai mahasiswa di Departemen Ilmu
Komputer, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam melalui jalur Seleksi
Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) Undangan.
Penulis juga aktif dalam organisasi dan kepanitiaan semasa kuliahnya di IPB.
Penulis aktif dalam bidang organisasi dengan mengikuti beberapa organisasi
seperti: menjadi Panitia Olimpiade Mahasiswa IPB (OMI) pada tahun 2014,
menjadi Panitia Tim Khusus Pesta Sains Nasional (PSN) tahun 2014, menjadi
Ketua Divisi Tim Khusus PSN tahun 2015, menjadi Anggota Badan Eksekutif
Mahasiswa (BEM) Fakultas FMIPA IPB departemen Budaya, Olahraga dan Seni
sekaligus Penanggung Jawab Kontingen FMIPA di OMI 2015 pada tahun 2015,
dimandatkan sebagai wakil ketua GEGANA 1.8 (Suporter FMIPA) pada tahun
2015, menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga Badan Eksekutif Mahasiswa
Keluarga Mahasiswa IPB (BEM KM IPB) tahun 2016, menjadi Anggota Sapma PP
Komisariat S1 IPB pada 2015-2016, dan beberapa kepanitiaan-kepanitiaan acara
internal dan eksternal kampus. Selain bergelut dibidang organisasi dan kepanitiaan
penulis juga pernah mengaplikasikan ilmunya dalam dunia kerja dengan mengikuti
internship di perusahaan PT Epson Indonesia sebagai IT Support pada tahun 2016
dan mengikuti part time selama empat bulan di Fortune Indonesia, Tbk sebagai
back end programmer pada tahun 2017.