Anda di halaman 1dari 26

PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA

FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2019

Adi Janatra I0616001 Chatarina Galis A. I0616011


Anisa Dwi R. I0616008 Galuh Alya Irsanti I0616015
Avinda Ayu M. R. I0616010 Septian Candra D. N. I0616032
DAFTAR ISI L Koridor jalan merupakan ruang pergerakan yang terbentuk dari suatu
A lahan memanjang yang terbentuk oleh fasade bangunan yang
T berderet di ruang kota serta terdapat bermacam elemen untuk

LATAR BELAKANG 1 A menunjang aktivitas yang ada di dalamnya. Segala bentuk aktivitas
masyarakat yang berada di koridor jalan akan ditunjang oleh sebuah
R pendukung kegiatan atau activity support. Pemanfaatan Ruang
SEJARAH 1 Koridor Jalan Urip Sumoharjo berupa kegiatan perkotaan yang dapat
menunjang vitalitas kawasan seperti kegiatan perdagangan dan jasa,
B permukiman, perparkiran, dan PKL (pedagang kaki lima). Sebagian
JUSTIFIKASI KAWASAN 2
E besar bangunan yang terdapat di Koridor Urip Sumoharjo merupakan

RUMUSAN MASALAH 2 L bangunan ruko dengan ketinggian 1-3 lantai. Selain itu terdapat
beberapa bangunan yang memiliki arsitektur khas, seperti bangunan
A dengan atap berasitektur Cina. Pasar Gede menjadi landmark yang
GAMBARAN AKTIVITAS 2 K membentuk citra koridor, sekaligus nodes sebagai titik aktivitas
A masyarakat dalam bidang perdagangan. Permasalahan utama yang
GAMBARAN EVENT 3 ditemukan pada Koridor Jalan Urip Sumoharjo adalah adanya
N kemacetan saat kereta api melewati perlintasan kereta api satu
IDENTIFIKASI ELEMEN TRANCIK 3 G bidang yang letaknya berdekatan dengan Perempatan Panggung

IDENTIFIKASI ELEMEN SHIRVANI 4 SEJARAH


Menurut sejarah yang ada, Jl. Urip
IDENTIFIKASI ELEMEN KEVIN LYNCH 11 Sumoharjo ini merupakan salah satu jalan
utama yang dipakai sebagai akses untuk
OBJECTIVE OF URBAN DESIGN 15 menuju Pasar Gede dan Kampung Cina
(Pecinan).
PETA POTENSI & MASALAH 15
Pasar Gede telah ada semenjak Kota Surakarta didirikan oleh Pakubuwono II
KONSEP PERANCANGAN 16 pada tahun 1745. Kala itu orang orang tionghoa dilarang tinggal di dalam
dinding keraton yang berada di selatan Kali pepe. Sehubungan dengan
larangan itu, mereka diberi tempat oleh Susuhunan untuk tinggal di sebelah
DESAIN PERANCANGAN 17 utara Kali Pepe dekat dengan Pasar Gede dan diijinkan untuk melakukan
aktivitas sosial ekonomi.
Pada saat itu Kali Pepe masih digunakan sebagai sarana perdagangan
dengan perahu-perahu sungai, sehingga Jl. Urip Sumoharjo ini termasuk salah
satu jalan penghubung yang penting sebagai alur pengangkutan barang ke
Pasar Gede, Pecinan dan Kali Pepe saat itu. (Leushuis. Emile, 2014;220)
1
JUSTIFIKASI KAWASAN RUMUSAN MASALAH
 Apa saja isu dan potensi pada Koridor Jalan Urip Sumoharjo ?
 Apa saja elemen-elemen pembentuk citra kota pada Koridor Jalan Urip
Sumoharjo ?
 Urban Design seperti apa yang mampu meningkatkan visual koridor jalan
dan meminimalisir isu-isu pada Koridor Jalan Urip Sumoharjo ?

GAMBARAN AKTIVITAS
WEEKDAYS
1. Satu-satunya kompleks Pecinan Koridor Jalan Urip Sumoharjo Koridor Jalan Urip Sumoharjo
saat pagi untuk keadaan Koridor Jalan Urip saat malam jam 18.00-21.00
di Kota Surakarta
sirkulasi lalu lintasnya cukup Sumoharjo saat siang sirkulasi lalu lintas masih
2. Merupakan koridor jalan utama ramai karena merupakan jam sirkulasi lalu lintas cukup tergolong ramai karena ada
yang menghubungkan ke pusat sekolah dan jam kerja dimana ramai juga karena banyak aktivitas pendukung
kota orang yang bekerja dan kegiatan perdagangan PKL di samping kanan kiri
3. Mendukung Kota Surakarta sekolah melalui jalan Urip dan jasa pada ruko-ruko koridor dan merupakan jam
yang memiliki image sebagai Sumoharjo yang merupakan yang ada di kanan dan pulang kerja. Untuk jam
penghubung ke pusat Kota kiri koridor jalan Urip 21.00 sampai pagi lagi
kota budaya
Surakarta. Dan terdapat juga Sumoharjo buka pada pada Pasar Gede terdapat
kegiatan perdagangan Sayur kisaran jam 10 sampai kegiatan bongkar muat
dan Buah di Pasar Gede. sore hari. komoditas pasar.
BATAS KAWASAN
Aktivitas Pagi Aktivitas Siang Aktivitas Malam
UTARA : Jl. Kolonel
Sutarto Koridor Jalan Urip Sumoharjo Koridor Jalan Urip Koridor Jalan Urip Sumoharjo
TIMUR : Satu layer saat pagi di hari weekend Sumoharjo saat siang saat malam jam sirkulasi lalu
untuk keadaan sirkulasi lalu sirkulasi lalu lintas cukup lintas tergolong ramai karena
bangunan dari Jl. ramai juga karena pada orang-orang yang pergi di
lintasnya tidak terlalu padat
Perempatan Warung Perempatan Panggung Urip Sumoharjo karena merupakan hari libur hari libur cukup banyak siang hari, kembali saat
Pelem kearah Timur bagi yang sekolah dan kerja yang ingin pergi menuju malam hari. Untuk kegiatan
SELATAN : Jl. kantoran. Tetapi kegiatan arah pusat kota dan bongkar muat komoditas
Jendral Sudirman perdagangan di Pasar Gede melalui Koridor jalan Urip pasar di Pasar Gede tetap
BARAT : Satu layer tetap berjalan seperti hari Sumoharjo. Dan juga tetap ada meskipun hari libur.
biasanya. ada kegiatan
bangunan dari Jl. perdagangan dan jasa,
Urip Sumoharjo tetapi ada beberapa toko
Pasar Gede
kearah Barat yang tidak beroperasi
Perlintasan Kereta
Api pada hari libur.

Panjang Koridor : 1.3 Km Luas Delineasi : 13.11 Ha WEEKEND


2
GAMBARAN EVENT IDENTIFIKASI
E L E M E N T R AN C I K
Hari Jadi Pasar Gede Figure Ground
Pasar Gede yang merupakan cerminan alkuturasi
berbagai budaya, suku, etnis dan agama yang ada di
kota solo. Setiap tahun selalu ada perayaan hari jadi
Pasar Gede yang diadakan oleh Paguyuban Karakteristik koridor Jl. Urip Sumoharjo bersifat heterogen, yang terlihat dari
Pedagang Pasar Gede. Acaranya biasa dilakukan penggunaan lahannya, tedapat lebih dari dua pola penggunaan lahan yang
dengan pembagian nasi tumpeng, dilanjut dengan berbeda, sehingga membentuk pola figure ground yang heterogen (bermacam).
acara budaya tarian Braja Genta (tarian yang Keberadaan Pasar Gede dan Kelenteng Tien Kok Sie sebagai bangunan yang
menceritakan Hanoman mengusir para raksasa) dan memiliki sejarah dan budaya yang begitu kental masih memiliki andil yang
pada malam harinya digelar acara sholawatan. besar bagi struktur tata ruang kota.

Linkage
Festival Pesona Pasar Tradisional
Festival yang berlokasi di pasar-pasar
tradisional di Kota Solo, termasuk di Pasar Karakteristik koridor Jl. Urip Sumoharjo menurut analisis linkage system masih
Gede. Festival yang berlangsung 3 hari memberikan gambaran yang sama bahwa keberadaan Pasar Gede dan
dengan penampilan tari-tarian budaya, Kelenteng Tien Kok Sie merupakan tarikan dan pola utama pada koridor Jl.
pertunjukan musik etnik dan parade kostum Urip Sumoharjo, perkembangan aktivitas perdagangan dan jasa yang bersifat
hias. Selain itu terdapat galeri pameran linear mempengaruhi pula pada analisis ini. Pola bangunan pada kawasan
foto-foto orang-orang yang sering koridor Jl. Urip Sumoharjo memiliki kerapatan antar bangunan yang begitu
beraktivitas di Pasar Gede seperti tukang rapat, hal yang dikarenakan perkembangan yang begitu pesat akan
parkir dan para pedagang. Galeri tersebut pedagangan dan jala membuat pemilik gedung memaksimalkan lahan yang
terletak di Sisi Barat Lantai 2 Pasar Gede. ada guna memperluas bangunan usaha.

Place
Festival Imlek
Festival yang merupakan rangkaian acara untuk
merayakan tahun baru imlek. Pada kawasan Pasar
Gede terdapat kurang lebih 5.000 lampion yang Karakteristik yang ditunjukan oleh analisis Place merupakan analisis yang
akan menghiasi dan memeriahkan suasana imlek. menggambarkan suatu bentang budaya dari struktur ruang kota dalam hal ini
Dan terdapat juga acara Grebeg Sudiro yaitu daerah pecinan yang merupakan salah satu kawasan embrio kota Surakarta.
gunungan kue keranjang diarak sepanjang jalan Keberadaan Pasar Gede dan Kelenteng Tien Kok Sie serta struktur ruang
dengan atraksi barongsai, reog ponorogo, dan kawasan yang digunakan sebagai perdagangan dan jasa merupakan salah
kesenian jawa lainnya. Kemudian acara puncaknya satu pola perkembangan dari kawasan pecinan yang menunjukan suatu
akan digelar di sekitar Kelenteng Tien Kok Sie. identitas atau karakteristik dari kawasan pecinan sendiri.
3
IDENTIFIKASI IDENTIFIKASI
E L E M E N T R AN C I K ELEMEN SHIRVANI
RESPON: Land Use adalah pengaturan penggunaan
Sense of place yang khas dari koridor ini hanya dapat di rasakan di lahan untuk menentukan pilihan yang terbaik Pendidikan Permukiman
sebelah selatan dari koridor jalan ini. Sehingga dibutuhkan sesuatu dalam mengalokasikan fungsi tertentu, Industri 9% Kepadatan
5% Tinggi
yang dapat menonjolkan rasa tersendiri di koridor sebelah utara. sehingga secara umum dapat memberikan 17%
gambaran keseluruhan bagaimana daerah- Cagar
POTENSI MASALAH Budaya
daerah pada suatu kawasan tersebut
2%
• Ornamen lampu khas jawa , memberikan • Sense of place, seharusnya berfungsi. Pada Koridor Jalan
perasaan khas berada di kota solo hanya terasa di Urip Sumoharjo, guna lahan yang dominan
• bagian selatan Perdagangan
Ornamen-ornamen yang dipasang pada adalahSisikawasan
Barat perdagangan dan jasa dan Jasa
bulan-bulan tertentu memberikan koridor jalan saja 67%
perasaan khas saat memasuki koridor • Di bagian utara diikuti dengan kawasan pendidikan dan
jalan koridor jalan, tidak juga kegiatan permukiman
• Pasar Gede sebagai tempat jual-beli memiliki karakteristik
yang memiliki nilai historis sehingga khas dari segi
meninggalkan rasa tersendiri jika sejarah, budaya,
melewatinya maupun aktivitas
sosial

Building form and massing


IDENTIFIKASI Building Form & Massing merupakan suatu bentuk dan massa
ELEMEN SHIRVANI bangunan yang membentuk suatu
kota dan mempunyai hubungan
Sisi Timur antar massa bangunan. Dalam hal
Land Use
ini suatu kota ditentukan dari
1 3 4 8 9 11 13 bentuk dan hubungan antar
bangunan meliputi jarak,
Sisi Barat ketinggian, bentuk, fasad sehingga
ruang tersebut membentuk skyline
(garis langit-horizon) dan juga
2 5 6 7 10 12
menghindari adanya lost space
(ruang tidak terpakai); (Hamid
Shirvani, Urban Design Process
1 2 3 4 5 6 7
1985 hal 11).

Kualitas yang berhubungan dengan


8 9 11 12 13 14 penampilan bangunan diantaranya
: Ketinggian bangunan, KLB, KDB,
1. Jam Pasar Gede 4. Holland Bakery 7. Jenni Bakery 10. Kampus 2 UNS GSB, Langgam, Skala, Material,
KETERANGAN
2. Pasar Gede 5. Roti Orion 8. Monita Salon 11. Roti Kecil
3. Hotel Trio 6. DPU Solo Solid
Jalan Tekstur, Warna
9. Masjid Ash-Shadiq 12. Panggung Motor
13. SMK Kristen 1 Void
RTH
4
IDENTIFIKASI IDENTIFIKASI
ELEMEN SHIRVANI ELEMEN SHIRVANI
Circulation & Parking
Building Form & Massing
Sirkulasi merupakan peredaran sistem pergerakan transportasi yang terjadi di
3 4 2 1 suatu kawasan. Sirkulasi transportasi yang sering dibahas adalah sistem arah
pergerakan kendaraan dari dan menuju kawasan. Baik kendaraan umum maupun
kendaraan pribadi.
Parkir merupakan keadaan tidak bergeraknya kendaraan karena ditinggalkan
oleh pengemudinya. untuk mendukung kegiatan parkir, pemerintah harus
Ketinggian bangunan berfungsi membatasi dan mengendalikan menyediakan sarana parkir agar keberadaan parkir tidak mengganggu arus
ketinggian bangunan pada suatu wilayah agar tidak merugikan pergerakan transportasi.
sekitarnya. Pada koridor Jl. Urip Sumoharjo memiliki ketinggian bangunan
relatif sama dimana rata-rata ketinggian bangunan yaitu 2 lantai
(dengan asumsi ketinggian tiap lantai yaitu 4 meter) yang didominasi
oleh ruko (rumah-toko). Jumlah lantai bangunan tertinggi dimiliki oleh
Holland Bakery yaitu 4 lantai, mengingat fungsi dari Holland Bakery
merupakan sebuah fasilitas perdagangan yang cukup besar.
Sistem sirkulasi pada jalan utama di Koridor Urip Sumoharjo sebgaian besar
menerapkan sistem dua arah. Kecuali Jalan RE Martadinata dan Jalan Suryo
Pranoto yang menerapkan sistem satu arah menuju keluar Koridor Urip Sumoharjo
guna mempermudah aksesibilitas menuju Kawasan Pasar Gede dan mengurai
kemacetan akibat dari intensitas kegiatan Pasar Gede yang padat.
1 2 3 4

Kampus 2 UNS Toko Cat Abadi Bank UOB Holland Bakery


1
Pemilihan penggunaan material penutup pedestrian tidak boleh asal dan 2 3
sembarangan. Misalnya pemilihan material yang bertekstur licin akan
mengurangi kenyamanan gerak bagi pejalan kaki karena rentang
tersandung dan terpeleset terlebih apabila jalanan sedang hujan, hal ini Sarana parkir yang tersedia di Koridor Urip Sumodiharjo merupakan jenis
malah akan membahayakan bagi pejalan kaki. Pada Koridor Jl. Urip parkiran on street, yaitu parkiran yang terletak di bahu jalan utama. Keberadaan
Sumoharjo diketahui terdapat 3 tekstur material penutup yang ditemukan parkiran on street sangat vital bagi masyarakat yang ingin memberhentikan
di lokasi yang berbeda. kendaraannya menuju penggunaan lahan tersebut. Namun, karena kapasitas
parkiran on street kurang mencukupi mengakibatkan peralihan fungsi jalur lambat
menjadi tempat parkir.

1 2 3
Perempatan Panggung Perempatan Pasar - Perempatan Wr. Pelem
- Perempatan Pasar Perempatan Warung Pelem - Perempatan Pasar 1 2 3
Gede 5
IDENTIFIKASI IDENTIFIKASI
ELEMEN SHIRVANI ELEMEN SHIRVANI

Circulation & Parking Pedestrian ways merupakan suatu prasarana yang


digunakan sebagai jalan khusus bagi pejalan
kaki. Keberadaan Pedestrian ways sangat penting Pedestrian Ways
karena akan memberikan keamanan dan
kenyamanan bagi pejalan kaki selama melakukan
perjalanan.
Koridor Urip Sumoharjo dilewati trayek angkutan umum guna
mempermudah aksesibilitas bagi seluruh masyarakat Kota Surakarta
dari dan menuju Koridor Urip Sumoharjo. Angkutan umum yang
dilewati adalah BST koridor 1,3 dan feeder BST koridor 15.
Koridor Urip Sumoharjo telah tersedia 9 halte guna menurunkan dan
menaikkan penumpang dan persebarannya merata dari setiap
bagian koridor.

1 2 3

Pedestrian ways di Koridor Urip Sumoharjo dengan lebar yang mendukung hanya
tersedia di sekitar Pasar Gede dan koridor bagian utara.
Kondisi Pedestrian ways di sepanjang Koridor Urip Sumoharjo kurang baik karena
Pedestrian ways sebagian beralih fungsi sebagai tempat parkir dan fasilitas
Keberadaan rel kereta api yang melewati Koridor Urip Sumoharjo pendukungnya kurang yang mengakibatkan pejalan kaki merasa kurang nyaman
sangat mengganggu sirkulasi transportasi karena setiap kereta api dalam melakukan pergerakan walaupun terdapat pepohonan yang membuat
melewati, arus pergerakan di Koridor Urip Sumoharjo akan tersendat pejalan kaki merasa sejuk.
secara tiba – tiba
RESPON:
RESPON: 1. Perlu adanya pelebaran dimensi Pedestrian Ways bagi titik yang Pedestrian
1. Penataan ulang sarana parkir di sepanjang koridor Ways kurang mendukung.
2. Pembuatan median jalan guna mengatur sirkulasi pergerakan 2. Penyediaan tempat duduk bagi pejalan kaki.
3. Pembuatan kereta bawah tanah guna mengurangi kepadatan
lalu lintas koridor
Open Space
Pedestrian Ways Open space merupakan salah satu ruang terbuka yang berfungsi dalam aktivitas
bersama dan juga sebagai kehidupan manusia. Ruang terbuka tersebut didominasi
1
2
3 oleh lingkungan alami dalam bentuk taman, lapangan maupun area konservasi
lingkungan hijau. Pada daerah perkotaan ruang membentuk area/kawasan secara
luas bersifat terbuka
: Pedestrian Ways mendukung
: Pedestrian Ways kurang mendukung
6
IDENTIFIKASI IDENTIFIKASI
ELEMEN SHIRVANI ELEMEN SHIRVANI

Open Space Open Space


Menurut buku Hamid Shirvani, Urban Design Process 1985 hal 27, open
space memegang arti yang berbeda yang menyangkut daerah lansekap.
Hal tersebut terdapat elemen lansekap yang terdiri dari elemen keras
(hardscape) dan elemen lunak (softscape). Hardscape tersebut meliputi
roads (jalan), sidewalk (pinggir jalan pejalan kaki/trotoar), dan juga
elemen lunak seperti taman dan air. Namun pada ruang terbuka biasanya
berupa lapangan jalan, taman (park) dan sebagainya. Keterangan
1. Jalan
Hardscape Softscape
2. Trotoar
• Jalan (Road) • Taman (Park)
• Sidewalk (Trotoar/Pejalan Kaki) • Lapangan (Yard) Untuk Hardscape pada pada sepanjang jalan
1 2
• Air (Water) Urip Sumoharjo yaitu berupa jalan (road) dan
trotoar (sidewalks).

2 1
5
Activity Support

Activity Support atau aktivitas pendukung adalah keseluruhan fungsi bangunan


4 3
serta kegiatan-kegiatan yang mendukung ruang publik suatu kawasan.
Bentuk, lokasi dan karakter suatu kawasan yang memiliki ciri khusus akan
Pada sepanjang jalan Urip Sumoharjo terdapat jalur hijau berpengaruh terhadap fungsi, penggunaan lahan dan kegiatan-kegiatannya.
yang membatasi jalan jalur cepat dan jalur lambat. Penciptaan kegiatan pendukung tidak hanya dengan menyediakan jalan,
KETERANGAN
Jalan
Selanjutnya juga terdapat empat titik ruang terbuka hijau pedestrian atau plaza, tetapi juga mempertimbangkan fungsi utama (bangunan
RTH yang berada pada bagian utara dan selatan. Untuk dan isinya) dan penggunaan elemen-elemen kota yang dapat menggerakkan
bagian utara yaitu terdapat pada sempadan rel kereta aktivitas, misalnya pusat perbelanjaan, taman rekreasi, pusat perkantoran,
api dan lapangan kosong disebelah rel kereta api. perpustakaan dan sebagainya.
Untuk bagian selatan yaitu terdapat didekat pasar gede yang memiliki
jenis inner block void yang tidak diketahui peruntukan lahannya dan
persimpangan pasar gede yang berupa taman kecil. Terdapat bangunan dengan fungsi perdagangan
dan jasa formal maupun non-formal (toko/ruko
dan PKL). Aktivitas ini mendukung kegiatan di
koridor jalan tetapi terdapat penyalahgunaan
fungsi jalur lambat untuk Pedagang Kaki Lima.
1 2 3 4 5

Sempadan Rel Lapangan Inner Block Void Taman Kecil


Kereta Kosong Utara Jalur Hijau
Selatan 7
IDENTIFIKASI IDENTIFIKASI
ELEMEN SHIRVANI ELEMEN SHIRVANI

Activity Support Signage

Terdapat pangkalan becak khususnya


pada kawasan Pasar Gede yang
dapat memudahkan pergerakan
pengunjung Pasar Gede. Tetapi masih
belum teratur sehingga terkadang
menimbulkan kemacetan 1
2 3 4 5
Building Identification Sign
Free Standing Signs Traffic Directional Signs
Terdapat bangunan Kelenteng Tien
Kok Sie, Kelenteng Tertua Bersejarah
di Kota Solo yang Telah Berusia 300 2 5

Tahun dengan fungsi peribadatan. 1 4 3

Aktivitas ini mendukung kegiatan di


koridor jalan Urip Sumoharjo.
Apalagi saat event perayaan imlek,
kelenteng banyak pengunjungnya.

Terdapat Kampus II UNS di Jalan Urip


Sumoharjo yang berfungsi sebagai
sarana dengan aktivitas pendidikan.
Namun dilihat dari sepinya aktivitas
yang ada di kampus ini dan bangunan
yang mulai rusak di bagian depan.
RESPON :
Memberi ruang, perbaikan dan perawatan bangunan untuk
pengoptimalan aktivitas pendukung agar dapat memperkuat fungsi Public Business Building Special
koridor jalan. Service and Projecting
Identification Directory Canopy
Signage accessory Sign Sign Sign
Sign
sign
• Penandaan yang dimaksud adalah petunjuk arah jalan, rambu
lalu lintas,media iklan,dan berbagai bentuk penandaan lain. RESPON :
• Keberadaan penandaan akan sangat mempengaruhi visualisasi Memberi jarak antar signage agar tidak tumpang tindih dan jarak antar
kota. pepohonannya juga
8
IDENTIFIKASI IDENTIFIKASI
ELEMEN SHIRVANI ELEMEN SHIRVANI
Preservation
Preservation
Preservasi dalam perancangan kota adalah perlindungan terhadap Jembatan Kali Pepe
lingkungan tempat tinggal(permukiman) dan urban places (alun-alun, merupakan salah satu urban
plasa, area perbelanjaan) yang ada dan mempunyaiciri khas, seperti place yang terletak di
halnya perlindungan terhadap bangunan bersejarah. Manfaat dari Kawasan Urip Sumoharjo.
adanya preservasi antara lain: Jembatan ini terletak
a. Peningkatan nilai lahan diantara dua objek khas
b. Peningkatan nilai lingkungan Kota Surakarta, yaitu Balai
c. Menghindarkan dari pengalihan bentuk dan fungsi karena aspek Kota dan Pasar Gede.
komersial Pada jembatan ini terdapat jalur pejalan kaki dan ornamen lampu jalan khas Jawa.
d. Menjaga identitas kawasan perkotaan Pada bulan tertentu, di sepanjang jembatan ini dipasang lampion merah yang
e. Peningkatan pendapatan dari pajak dan retribusi biasanya dijadikan objek foto-foto atau rekreasi bagi masyarakat Kota Surakarta.
Dengan ciri khasnya tersebut, membuat Jembatan Kali Pepe menjadi titik preservasi
1 yang harus dilindungi pada Kawasan perencanaan.
2
3
4 2 Meskipun tidak terletak di Jalan
Urip Sumoharjo, Klenteng Tien
1 Jembatan Kali Pepe 2 Pasar Gede Kok Sie berhubungan sangat erat
dengan Jl. Urip Sumoharjo
3 Jam Pasar Gede 4 Klenteng Tien Kok Sie karena jika melewati jalan Urip
Sumoharjo akan sangat terlihat
bangunan ikonik ini
Pasar gede merupakan salah satu
urban place yang terletak di Dibangun sekitar 1748, tiga tahun setelah Keraton Kasunanan Surakarta
Kawasan Urip Sumoharjo. Selain Hadiningrat berdiri tahun 1745. Kelenteng sebagai tempat ibadah warga dan
Pasar Gede, di depan pasar tersebut masyarakat keturunan Tionghoa ini awalnya berada di Kartasura, Sukoharjo, Jawa
terdapat tugu jam yang sangat iconic Tengah.
yang biasa disebut dengan “Jam Sejak pertama dibangun, bangunan Kelenteng Tien Kok Sie hanya mengalami
Pasar Gede”. perbaikan kecil, mengingat bangunan kelenteng sebagai cagar budaya dilindungi.
RESPON :
Pasar Gede memiliki fungsi ekonomi sebagai tempat jual-beli, selain itu Terhadap tempat yang sudah memiliki karakter khas, kedepannya harus tetap
Pasar Gede juga memiliki nilai sejarah karena sudah mulai didirikan sejak dilestarikan dengan mempertahankan bentuk dari tempat tersebut. Untuk
Tahun 1927 dan diresmikan pada tahun 1930. Karena perannya dalam bangunan lain di sekitarnya, dapat dilakukan pengubahan fasad bangunan
perekonomian Kota Surakarta serta nilai historis yang dimilikinya, membuat sehingga selaras dengan tempat/bangunan yang sudah memiliki karakter
Pasar Gede dan tugunya menjadi titik preservasi yang harus dilindungi tersendiri
pada Kawasan perencanaan. 9
IDENTIFIKASI IDENTIFIKASI
ELEMEN SHIRVANI ELEMEN SHIRVANI

POTENSI MASALAH POTENSI MASALAH

• Pasar gede sebagai titik pusat • Signage yang saling tumpang • Klenteng Tien Kok Sie yang • Terdapat bangunan dengan
berbagai aktivitas yang tindih dan terhalang pepohonan berada di luar Jl. Urip fungsi Cagar Budaya yang
bersejarah yang dapat • Terdapat penyalahgunaan Sumoharjo dapat menjadi ciri belum dilakukan pengelolaan
dijadikan titik preservasi fungsi jalur lambat untuk khas dari koridor jalan ini oleh dinas kebudayaan
• Jembatan kalipepe sebagai Pedagang Kaki Lima. karena nampak dengan jelas • Terdapat perlintasan sebidang
tempat yang memiliki ciri khas • Aktivitas Pendukung pangkalan dari koridor jalan Urip antara jalan dan rel kereta api
berpotensi sebagai magnet becak masih belum teratur Sumoharjo • Keberadaan kawasan
pengunjung sehingga terkadang • Beberapa titik sudah terdapat pendidikan diantara kawasan
• Klenteng Tien Kok Sie yang menimbulkan kemacetan. pedestrian ways yang perdagangan jasa
berada di luar Jl. Urip • Kurang terlihatnya aktivitas mendukung. • Intensitas bangunan sangat
Sumoharjo dapat menjadi ciri yang ada di kampus II UNS dan • Seluruh Pedestrian Ways tinggi sehingga sulit untuk
khas dari koridor jalan ini bangunan yang mulai rusak di terdapat pepohonan yang dilakukan pengembangan
karena nampak dengan jelas bagian depan. memberikan kesejukan bagi • Minimnya jarak bebas antar
dari koridor jalan Urip • Kondisi pedestrian ways kurang pejalan kaki. bangunan
Sumoharjo baik karena sebagian • Terdapat aktivitas pendukung • Banyaknya pengembangan
• Terdapat beragam jenis digunakan untuk tempat parkir perdagangan dan jasa bangunan baru menghilangkan
signage di kawasan dan fasilitas pendukungnya • Terdapat pangkalan becak karakter dari kawasan
perancangan. kurang. khususnya pada kawasan • Ruang terbuka masih sangat
• Terdapat aktivitas pendukung • Tidak semua bagian Pedestrian Pasar Gede yang dapat minim
perdagangan dan jasa ways dengan lebar yang memudahkan pergerakan • Ruang terbuka hijau dan
• Terdapat pangkalan becak mendukung. pengunjung Pasar Gede. vegetasi yang ada tidak tertata
khususnya pada kawasan Pasar • Kapasitas parkir on street masih • Sebagian besar sirkulasi jalan • Adanya tukang becak yang
Gede yang dapat kurang. di Koridor Urip Sumoharjo mangkal di sekitar jalur lambat
memudahkan pergerakan • Jalur lambat beralih fungsi menerapkan sistem dua arah beresiko merusak ruang terbuka
pengunjung Pasar Gede. sebagai tempat parkir. guna mempermudah hijau
• Terdapat aktivitas peribadatan • Banyaknya arus kendaraan dari aksesibilitas dari dan menuju • Lahan lebih banyak dimiliki oleh
pada Kelenteng Tien Kok Sie, luar koridor dan pergerakan Koridor Urip Sumoharjo. swasta
yang merupakan Kelenteng masuk dan keluar parkir on • Tersedia sarana parkir on street.
Tertua Bersejarah di Kota Solo street mengakibatkan arus lalu • Jalan RE Martadinata dan
• Terdapat Kampus II UNS di lintas terganggu. Suryo Pranoto memiliki sirkulasi
Jalan Urip Sumoharjo yang • Adanya rel kereta api sebidang dengan sistem satu arah menuju
berfungsi sebagai sarana mengakibatkan arus lalu lintas keluar koridor guna mengurangi
dengan aktivitas pendukung terganggu. kemacetan di Kawasan Pasar
pendidikan. Gede.
10
IDENTIFIKASI IDENTIFIKASI
ELEMEN SHIRVANI ELEMEN KEVIN LYNCH
Path
Jl. Arif Rahman
Jl. Hakim Jl.
Jl. Suryo Jl. Sutan Damar Shidutan
Pranoto Syahrir Jl. Sangihe
Jl. Aru

POTENSI MASALAH
Jl. Urip Jl. Jl. Kolonel
Shidutan Sutarto
• Koridor Urip Sumoharjo Jl. RE.
Martadinata
Sumoharjo

dilewati angkutan umum guna Jl. Ir. Juanda Jl. Jl.


Mertolulutan Ledoksari
mempermudah aksesibilitas. Jl.
Surya
• Dominansi guna lahan Jl. Pratanngapati
merupakan perdagangan
jasa yang menjadi daya Path merupakan jaringan jalan dimana kendaraan bergerak dari satu tempat ke
tarik koridor tempat lain. Jaringan jalan tersebut merupakan aksesibilitasi dari dan menuju
• Masih terdapat beberapa kawasan tertentu
bangunan khas cina yang Jl. Kolonel Sutarto Jl. Ir. Juanda Jl. RE Martadinata
memberikan karakteristik
pada koridor
• Jarak sempadan bangunan
sudah sesuai dengan aturan
• Bangunan masih berpeluang
untuk melakukan
pengembangan kearah Jalan Kolonel Sutarto Jalan Ir. Juanda merupakan Jalan Kolonel Sutarto
merupakan bagian jalan bagian jalan alternatif menuju merupakan bagian jalan
vertikal
utama yang merupakan Kabupaten Karanganyar. utama yang merupakan
• Sudah terdapat jalur hijau aksesibilitas menuju Kampus aksesibilitas menuju Kampus
yang membatasi jalur cepat UNS. UNS.
dan lambat
Jl. Sutan Syahrir Jl. Suryo Pranoto Jl. Urip Sumoharjo
• Berpeluang untuk
mendapatkan CSR dari
ruko-ruko besar

Jalan Sutan Syahrir Jalan Suryo Pranoto merupakan Jalan Urip Sumoharjo
merupakan akses jalan bagian jalan utama yang terletak di merupakan jalan utama
menuju Pasar Legi Kawasan Pasar Gede dan terdapat dalam Koridor Urip
pasar buah yang memiliki waktu Sumoharjo.
operasional 24 jam
11
IDENTIFIKASI IDENTIFIKASI
ELEMEN KEVIN LYNCH ELEMEN KEVIN LYNCH
District
Path
Sebuah district memiliki ciri khas yang mirip (bentuk, pola dan wujudnya) dan
Jl. Arif Rahman
Jl. Hakim Jl. khas pula dalam batasnya, orang akan merasa harus mengakhiri atau
Jl. Suryo Jl. Sutan Damar
Pranoto Syahrir Jl. Sangihe
Shidutan
memulainya. District mempunyai identitas yang baik jika batasnya dibentuk
Jl. Aru
dengan jelas tampilannya dan dapat dilihat homogen, serta fungsi dan posisinya
jelas. (introvert/ekstrovert; berdiri sendiri atau dikaitkan dengan yang lain). Citra
distrik ini tidak boleh hilang, karena bila hal ini terjadi akan mengaburkan citra
kawasan.
Jl. Urip Jl. Jl. Kolonel Berdasarkan hasil identifikasi tidak ditemukan keberadaan distrik yang
Sutarto
Jl. RE. Sumoharjo Shidutan mempunyai batasan pembentuk yang jelas melalui tampilannya
Martadinata
Jl. Ir. Juanda Jl. Jl.
Mertolulutan
Jl.
Ledoksari Landmark
Surya
Jl. Pratanngapati Landmark merupakan suatu simbol yang dibuat secara visual dan dapat menarik
perhatian yang dibentuk sesuai dengan karakteristik kawasan yang tidak dimiliki
daerah lain dan terletak di tempat yang strategis di sebuah kota dimana
Jl. Damar, Jl. Mertolututan, Jl. Sangihe, Jl. Surya, Jl. Aru, Jl. Arif adanya integrasi aktivitas yang saling bertemu.
Rahman Hakim, Jl. Shidutan, Jl. Ledoksari, Jl. Pratangapati Tujuan pembuatan landmark untuk mendandai suatu kawasan sebagaia acuan
Jalan tersebut merupakan jalan lingkungan yang memiliki aksesibilitas pergerakkan yang dapat mencerminkan ciri khas kawasan tersebut karena
dari kawasan permukiman menuju Koridor Urip Sumoharjo mudah diingat dan dapat dikenali.

Tugu Pasar Gede


Edges Tugu Pasar Gede merupakan monumen yang sering
dijadikan acuan, penanda, point dari Kota
Edges adalah elemen linier yang tidak dipakai sebagai path. Edge
Surakarta. Tugu ini terletak di depan Pasar Gede
berada pada batas antara dua kawasan tertentu dan berfungsi
dan mempertemukan Jalan Urip Sumoharjo – Jalan
sebagai pemutus linier, misalnya : pantai, tembok, lintasan jalan, dan
Suryo Pranoto – Jalan Ketandan.
jalur kereta api. Edge merupakan penghalang walaupun kadang-
kadang ada tempat masuk. Edges merupakan pengakhiran sebuah
Sebagai salah satu ikon kota, Tugu Pasar Gede menjadi magnet bagi
district.
pengunjung lokal maupun internasional. Tempat ini juga menjadi sarana
Berdasarkan hasil identifikasi tidak ditemukan keberadaan edges
pertunjukan pada event-event tertentu yang dapat memacu perkembangan
pada koridor jalan Urip Sumoharjo yang memiliki fungsi batas yang
sosial dan ekonomi wilayah di sekitarnya.
jelas antara membagi atau menyatukan. Walaupun terdapat
perlintasan kereta api namun fungsinya tidak termasuk sebagai edges
dimana kawasan yang terbentuk pada setiap sisinya memiliki
karakteristik yang sama yakni fungsi permukiman

12
IDENTIFIKASI IDENTIFIKASI
ELEMEN KEVIN LYNCH ELEMEN KEVIN LYNCH
Pasar gede bisa dikatakan sebagai
sebuah nodes, karena merupakan titik Nodes
Landmark dimana berbagai aktivitas saling bertemu
serta saat melintasinya terdapat perasaan
Klenteng Tien Kok Sie „masuk‟ dari Kawasan pemerintahan
Klenteng ini merupakan seperti Balai Kota ke Kawasan
pendukung, pengaruh, perdagangan/pertokoan yang berjajar di
dan cerminan adanya sepanjang Jl. R.E. Martadinata dan Jl.
kawasan pecinan di Urip Sumoharjo. Selain aktivitas
Pasar Gede. perdagangan, event-event tertentu juga
tidak jarang diadakan di depan pasar ini.
Bangunan ini dominan berwarna merah menyala dan kuning emas. Bangunan
ini sudah berdiri sejak tahun 1745 dan didirikan bersamaan dengan
pembangunan Kraton Kasunanan Surakarta Hardiningrat.

Perempatan warung pelem merupakan


persimpangan dimana paths yang ada menyebar
menjadi 4 arah. Dari arah Jalan Urip Sumoharjo :
- Utara : Jl. Urip Sumoharjo yang mengarah ke
RESPON:
Perempatan Panggung
Landmark dari koridor ini hanya ada dan dapat di rasakan di sekitar Pasar
- Selatan : Jl. Urip Sumoharjo yang mengarah
Gede saja. Sehingga dibutuhkan penambahan landmark di sebelah utara
ke pusat Kota Surakarta (Balai Kota dan
agar landmark dapat dijangkau dan mempermudah pergerakan
sekitarnya)
masyarakat.
- Timur : Jl. Ir. Juanda yang mengarah ke
Pucangsawit
Nodes - Barat : Jl. Sutan Syahrir bisa mengarah ke
Pasar Legi maupun Mangkunegaran
Merupakan simpul atau lingkaran daerah strategis di mana arah atau Aktivitas yang ditemui selepas perempatan ini
aktivitasnya saling bertemu dan dapat diubah ke arah atau aktivitas lain, sangat beragam sehingga menimbulkan perasaan
misalnya persimpangan lalu lintas, stasiun, lapangan terbang, jembatan, kota „keluar‟ dan „masuk‟ pada kawasan.
secara keseluruhan dalam skala makro besar, pasar, taman, square, tempat
suatu bentuk perputaran pergerakan, dan sebagainya.
Node juga merupakan suatu tempat di mana orang mempunyai perasaan
„masuk‟ dan „keluar‟ dalam tempat yang sama. Node bisa juga dikatakan
sebegai Sebuah titik konsentrasi dimana transportasi
memecah, paths menyebar dan tempat mengumpulnya karakter fisik
13
IDENTIFIKASI IDENTIFIKASI
ELEMEN KEVIN LYNCH ELEMEN KEVIN LYNCH

Nodes Perempatan panggung merupakan


persimpangan dimana paths yang ada
menyebar menjadi 4 arah. Dari arah Jalan
Urip Sumoharjo : POTENSI MASALAH
- Utara : Jl. Brigjen Katamso yang
mengarah ke Mojosongo • Landamark Berfungsi sebagai • Klenteng Tien Kok Sie terhalang
- Selatan : Jl. Urip Sumoharjo yang penanda yang dapat dengan parkiran mobil
mengarah ke pusat Kota Surakarta (Balai membantu pergerakan • Landmark hanya terdapat di
Kota dan sekitarnya) masyarakat sekitar Pasar Gede
- Timur : Jl. Kolonel Sutarto yang mengarah • Landamark Klenteng Tien Kok • Belum memiliki karakteristik
ke Karanganyar Sie mencerminkan kawasan yang mampu menjadikan
- Barat : Jl. Monginsidi bisa mengarah ke pecinan kawasan sebagai suatu distrik
Stasiun Balapan atau Terminal Tirtonadi • Landamark dapat menarik • Tidak memiliki edges sebagai
warga lokal maupun pembatas karakteristik
Aktivitas yang ditemui selepas perempatan ini sangat beragam sehingga
internasional karena menjadi kawasan
menimbulkan perasaan „keluar‟ dan „masuk‟ pada kawasan.
sarana pertunjukan pada
event-event tertentu yang
dapat memacu perkembangan
sosial dan ekonomi wilayah di
sekitarnya
Tidak jauh dari Jalan Urip • Pasar gede sebagai titik pusat
Sumoharjo terdapat nodes berupa berbagai aktivitas
stasiun yang melayani perjalanan • Stasiun Solo Jebres sebagai
kereta jarak jauh, yaitu Stasiun Solo titik transit orang-orang dari
Jebres. Akses utama menuju Stasiun dan ke Kota Surakarta
Solo Jebres salah satunya adalah • Memiliki kawasan yang bila
melewati Jalan Urip Sumoharjo. ditata dengan baik dapat
memunculkan suatu
karakteristik bernilai budaya
yang mampu menjadi sebuah
distrik

RESPON:
Dengan adanya beberapa nodes di sepanjang koridor, berarti banyak
orang yang berlalu Lalang di sepanjang koridor jalan ini. Sehingga
dibutuhkan sesuatu yang khas untuk membentuk citra Kawasan di sepanjang
koridor jalan Urip Sumoharjo 14
OBJECTIVE OF URBAN PETA POTENSI MASALAH
DESIGN
PETA POTENSI
Sudah terdapat jalur hijau
Keberlanjutan Koridor Jalan Urip Sumoharjo yang membatasi jalur cepat
dan lambat

Keberlanjutan Koridor jalan Urip Sumoharjo yang menjadi salah satu jalan Sebagian besar sirkulasi jalan Bangunan masih berpeluang
penghubung antara beragam kegiatan sehingga dijadikan kegiatan di Koridor Urip Sumoharjo untuk melakukan
menerapkan sistem dua arah pengembangan kearah
pariwisata pada event-event tertentu. guna mempermudah vertikal
aksesibilitas dari dan menuju
Koridor Urip Sumoharjo.. Tersedia sarana parkir on
street.
Kemudahan Untuk Bergerak Koridor Urip Sumoharjo
dilewati angkutan umum guna
Koridor Urip Sumoharjo yang merupakan koridor jalan yang mendukung mempermudah aksesibilitas.
banyak aktivitas sehingga memudahkan seseorang untuk berpindah dari Jarak sempadan bangunan
aktivitas satu ke aktivitas lain, dengan sistem jalan dua arah dan juga dilalui sudah sesuai dengan aturan Terletak didekat Pasar Gede
angkutan umum BST. yang merupakan salah satu
Masih terdapat beberapa sentra perdagangan
bangunan khas cina yang
memberikan karakteristik pada Jalan RE Martadinata dan
koridor Suryo Pranoto memiliki sirkulasi
Kemampuan Beradaptasi
dengan sistem satu arah
Walaupun di Koridor Jalan Urip Sumoharjo terdapat bangunan-bangunan menuju keluar koridor guna
mengurangi kemacetan di
lama, tetapi tidak menutup bangunan-bangunan modern untuk tumbuh di
PETA MASALAH Kawasan Pasar Gede.
sana.
Keberadaan aktivitas yang menimbulkan
Legibility ketidakteraturan kawasan seperti parkir
Ruang terbuka masih sangat minim on street dan PKL

Bangunan-bangunan yang ada di Koridor Jalan Urip Sumoharjo ini dengan Minimnya jarak bebas antar bangunan Intensitas bangunan sangat tinggi
jelas sesuai dengan aktivitas perdagangan dan jasa maka bentuk sehingga sulit untuk dilakukan
pengembangan
bengunannya jelas seperti ruko-ruko dimana orang-orang akan tahu bahwa
disana banyak perdagangan dan jasa. Kapasitas parkir on street masih kurang Kawasan menjadi terlalu padat dan
ramai tanpa didukungnya tata atur jalan
Jalur lambat beralih fungsi sebagai pada beberapa titik sepanjang koridor
Diversity tempat parkir.
Ruang terbuka hijau dan vegetasi yang
Lahan lebih banyak dimiliki oleh ada tidak tertata
Walaupun di Koridor Jalan Urip Sumoharjo terdapat bangunan-bangunan swasta Banyaknya pengembangan bangunan
lama, tetapi tidak menutup bangunan-bangunan modern untuk tumbuh di baru menghilangkan karakter dari
Kondisi pedestrian ways kurang baik
sana. karena sebagian digunakan untuk
kawasan
tempat parkir Tidak semua bagian Pedestrian ways
Karakter dengan lebar yang mendukung.
Banyaknya arus kendaraan dari luar
Koridor Jalan Urip Sumoharjo memiliki karakter yang khas karena ada koridor dan pergerakan masuk dan Adanya tukang becak yang mangkal
keluar parkir on street mengakibatkan di sekitar jalur lambat beresiko
bangunan yang bergaya arsitektur cina merusak ruang terbuka hijau 15
arus lalu lintas terganggu.
KONSEP PERANCANGAN KONSEP PERANCANGAN
TUJUAN KONSEP

Membentuk
karakter segmen Modern
yang memiliki Commercial
SEGMEN 1 SEGMEN 2 suasana modern Corridor
commercial
Dasar Pertimbangan Rumusan Masalah
• Kondisi Fisik dan Non-Fisik Kawasan Membentuk
Hilangnya karakteristik
• Karakteristik Kegiatan Kawasan karakter
Pecinan pada Koridor Jalan
• Background Sejarah masing-masing
Urip Sumoharjo segmen
segmen Meningkatkan
satu dan belum
karakter
terbentuknya karakteristik
segmen yang
Koridor Jalan Urip
Tujuan memiliki
Sumoharjo segmen dua
• Membentuk karakter masing- suasana pecinan Tangrenji Street
sebagai koridor utama
masing segmen dengan
dengan fungsi
• Menciptakan Koridor yang identitas sejarah
perdagangan jasa yang
ramah pejalan kaki dan budaya
memiliki ciri khas tertentu
• Menciptakan koridor
perdagangan dan jasa sebagai PRESEDEN Modern Commercial
ruang terbuka publik Corridor
Strategi
• Meningkatkan Intensitas Ruang Terbuka Hijau Philadelpia‟s
• Penataan jalur kereta api Street
• Penataan aksesibilitas, Sirkulasi dan parkir di koridor
• Penataan jalur hijau kawasan Mengusung konsep Modern Commercial
• Penataan Fasad Bangunan dan Langgam sesuai karakteristik Corridor, perancangan koridor memiliki
masing-masing segmen arahan untuk menjadikan koridor
• Pengadaan Activity Support sebagai atraction masing-masing komersial yang nyaman digunakan bagi
segmen para pengunjung melalui visualisasi kaca
• Preservasi bangunan dan penataan kualitas lingkungan yang pada setiap toko-toko yang berada
menghidupkan kembali nilai budaya dan fungsi kawasan dalam koridor. Model etalase kaca ini
mengarah pada salah satu street di
Philadelpia yang mengarah langsung
pada Philadepia City Hall
16
KONSEP PERANCANGAN KONSEP PERANCANGAN

PRESEDEN

Visual Toko digunakan etalase kaca


yang memiliki pencahayaan menarik Kanopi bagi toko-toko yang Brackets Cina
dimalam hari menawarkan makanan/minuman
untuk memperat aktivitas
pedestrian dengan komersial

Keberadaan pedestrian walk yang bersinergi Hirarki Struktural dan


dengan aktivitas didepan toko dan jalur elemen yang berulang
parkir kendaraan sehingga tidak terjadi
overlap ataupun penyalahgunaan

Tangrenji street
DC‟s Chinatown.
Lampu jalan lentera Cina
Pecinan di Washington, DC adalah daerah kecil
yang bersejarah di sebelah timur Downtown
Washington, DC, yang terdiri dari sekitar 20 etnis
Cina dan restoran Asia lainnya dan usaha kecil di
sepanjang H dan I Street antara 5 dan 8 Street,
Barat Laut. Tempat ini dikenal akan festival
tahunan dan pawai Tahun Baru Imlek dan Arch Elemen di pintu masuk
Persahabatan, sebuah gerbang Cina yang
dibangun di atas H Street di 7th Street. Landmark
terdekat lainnya termasuk Capital One Arena, Fasad bangunan
arena olahraga dan hiburan, dan Gedung Kantor bersejarah di Warna dan desain dari
Paten Tua, yang memiliki dua Museum Smithsonian. Chinatown berorientasi seluruh jendela dapat
vertikal digunakan untuk
memasukkan bahasa
Mandarin, maupun simbol
17
DESAIN PERANCANGAN

SITE PLAN EKSISTING

SITE PLAN RENCANA

18
DESAIN PERANCANGAN

Pemberian kelengkapan utilitas pendukung seperti


bangku taman dan lampu jalan dan pohon pendukung
pada jalur pedestrian di sempadan sungai.

2 1

Perancangan batas pinggir jalan pada


pertigaan Pasar Gede

1 2

Penataan activity support berupa pangkalan becak yang


semula terkesan semrawut. Sehingga dapat memudahkan
akses pengunjung terhadap becak serta memberikan
kesan lebih tertata serta estetis.

3
19
DESAIN PERANCANGAN

Rencana pengembangan activity support di


koridor Jalan Urip Sumoharjo adalah dengan
membuat pemusatan PKL agar tidak 2
mengganggu aktivitas di jalur pejalan kaki.
Dibuat ruang terbuka dimana tersedia lapak-
lapak yang mengakomodasi para PKL di
sepanjang koridor Jalan Urip Sumoharjo.
1

Perancangan landmark baru untuk menjadi


penanda masuk dan keluar dari Jalan Urip
Sumoharjo jika melalui arah utara jalan.

20
DESAIN PERANCANGAN

SEGMEN 1 SEGMEN 2

Untuk gaya bangunan dilakukan arahan untuk pegaturan gaya bangunan dimana direncanakan untuk segmen
cina, gaya bangunan mengikuti china style dan untuk segmen modern mengikuti modern style dengan
memanfaatkan bahan utama kaca

1 2

Pembuatan median
Penataan ulang
jalan di sepanjang
sarana parkir on
koridor Urip
street dengan
Sumoharjo guna
merubah dari sistem
mengatur sirkulasi
parkir parallel
pergerakan
1 menjadi parkir miring.
kendaraan 2 21
DESAIN PERANCANGAN

Rel kereta api yang melewati koridor Urip Sumoharjo akan dibuatkan underpass rel
kereta api sepur Surakarta – Surabaya guna mengurangi kepadatan arus lalu
lintas di koridor Urip Sumoharjo. Nantinya, Stasion Jebres akan diletakkan
dibawah tanah.

22
DESAIN PERANCANGAN

Rencana penambahan lampu-


lampu neon ciri khas bangunan
toko seperti di china town pada
jendela di bangunan ruko-ruko,
sehingga menjadi penanda saat
malam hari.

Rencana penataan street signage atau rambu-rambu di


sepanjang koridor Jalan Urip Sumoharjo dengan
meletakkannya di antara pohon-pohon yang berada di
pedestrian ways dengan jarak yang sudah diatur. Untuk
menonjolkan building signage di sepanjang koridor Jalan Urip
Sumoharjo dilakukan pembenahan pada pepohonan yang ada
di eksisting Koridor Jalan Urip Sumoharjo

22
DESAIN PERANCANGAN

Komponen Pedestrian
1. Pedestrian ways berdimensi 2 m
2. Pemberian jalur hijau sebagai
pembatas antara parkir on street
dan pedestrian
3. Pemberian pohon di dekat
pedestrian agar mengurangi
intensitas matahari
4. Pembuatan zebra cross pada
beberapa titik

Parkir On Street
Jalan Utama

Pedestrian
Median Jalan
2m 1,8 m 2m
1,8 m 5m 1,5 5m
m

19,1 m

1. Lebar pedestrian = 2 m
2. Lebar parkir on street = 1,8 m
3. Lebar median jalan = 1,5 m
4. Lebar jalan utama 1 jalur = 5 m Potongan Jalan 23