Anda di halaman 1dari 18

A.

Persegi Panjang
Persegi panjang adalah segiempat dengan sisi-sisi yang berhadapan sama panjang
dan sejajar, serta sudut-sudutnya 90o.
D // C

_ _
O
A // B

a. Sifat-sifat Persegi Panjang


Dengan memperhatikan gambar di atas, maka sifat-sifat persegi panjang
adalah sebagai berikut:
i. Mempunyai 4 sisi yang saling berhadapan sama panjang dan sejajar
AB = DC dan AB // DC
AD = BC dan AD // BC
ii. Mempunyai 4 sudut siku-siku yaitu A = B = C = D = 90o
iii. Mempunyai 2 diagonal yang sama panjang dan saling membagi dua
sama panjang
AC = BD dan AO = OC = OB = OD
iv. Mempunyai 2 simetri putar dan 2 simetri lipat
v. Mempunyai 4 cara untuk dipasangkan menempati bingkainya
b. Keliling dan Luas Persegi Panjang
Keliling suatu bangun adalah jumlah sisi-sisi yang membatasi bangun
tersebut.
Pada gambar di atas, keliling persegi panjang = AB + BC + CD + DA dengan
AB = CD = panjang = p
BC = DA = lebar = ℓ
Jadi, keliling persegi panjang = 2 (p + ℓ)
Luas daerah persegi panjang adalah hasil kali ukuran panjang dan lebarnya
Jadi, luas persegi panjang = p x ℓ
B. Persegi
Persegi adalah persegi panjang yang semua sisinya sama panjang.
D C
I

_ _
O

A I B

a. Sifat-sifat Persegi
Dengan memperhatikan gambar di atas, maka sifat-sifat persegi adalah
sebagai berikut:
i. Mempunyai 4 sisi yang sama panjang dan sisi yang berhadapan sejajar
AB = BC = CD = DA dan AB // DC, AD // BC
ii. Mempunyai 4 sudut siku-siku yaitu A = B = C = D = 90o
iii. Mempunyai 2 diagonal yang saling berpotongan tegak lurus di titik O,
yaitu AC dan BD
iv. Kedua diagonal sama panjang dan saling membagi dua sama panjang
AC = BD dan AO = OC = OB = OD
v. Mempunyai 4 simetri putar dan 4 simetri lipat
vi. Mempunyai 8 cara untuk dipasangkan menempati bingkainya
b. Keliling dan Luas Persegi
Pada gambar di atas, keliling persegi = AB + BC + CD + DA dengan AB = CD
= BC = DA = sisi = s
Jadi, keliling persegi = 4s
Luas daerah persegi adalah hasil kuadrat dari panjang sisinya
Jadi, luas persegi = s2

C. Jajargenjang
Jajargenjang adalah segiempat dengan sisi-sisi yang berhadapan sama panjang dan
sejajar. Besar semua sudut tidak sama dengan 90o.
D
// C
_ O _

A //
B

a. Sifat-sifat Jajargenjang
Dengan memperhatikan gambar di atas, maka sifat-sifat jajargenjang adalah
sebagai berikut:
i. Mempunyai 4 sisi yang saling berhadapan sama panjang dan sejajar
AB = DC dan AB // DC
AD = BC dan AD // BC
ii. Mempunyai 4 sudut, dengan sudut-sudut yang berhadapan sama besar,
A = C dan B = D
iii. Jumlah dua sudut yang saling berdekatan 180o
A + B = 180, A + D = 180, C + B = 180, C + D = 180
iv. Mempunyai 2 diagonal yang tidak sama panjang, berpotongan di titik O
dan saling membagi dua sama panjang
AC > BD, dengan AO = OC dan OB = OD
v. Mempunyai 2 simetri putar dan tidak mempunyai simetri lipat
vi. Mempunyai 2 cara untuk dipasangkan menempati bingkainya
b. Keliling dan Luas Jajargenjang
Pada gambar di atas, keliling jajargenjang = AB + BC + CD + DA dengan AB
= CD = panjang = p
BC = DA = lebar = ℓ
Jadi, keliling jajargenjang = 2 (p + ℓ)

Jajargenjang terdiri atas 2 buah segitiga yang kongruen, yaitu ABD dan
CDB. Luas daerah jajargenjang ABCD = 2 x luas ABD
Luas ABD = ½ x alas x tinggi = ½ x AB x DD’
Karena AB = panjang jajargenjang, maka
Luas ABD = ½ x panjang x tinggi
Jadi, luas jajargenjang ABCD = 2 x luas ABD
= 2 x (½ x panjang x tinggi)
= panjang x tinggi

D. Belahketupat
Belahketupat adalah jajargenjang yang semua sisinya sama panjang.
C

\ /
L
D B
O
/ \

A
a. Sifat-sifat Belahketupat
Dengan memperhatikan gambar di atas, maka sifat-sifat belahketupat adalah
sebagai berikut:
i. Mempunyai 4 sisi yang sama panjang dan sisi yang berhadapan sejajar
AB = BC = CD = DA dan AB // DC, AD // BC
ii. Mempunyai 4 sudut, dengan sudut-sudut yang berhadapan sama besar,
A = C dan B = D
iii. Jumlah dua sudut yang saling berdekatan 180
A + B = 180, A + D = 180, C + B = 180, C + D = 180
iv. Mempunyai 2 diagonal yang tidak sama panjang, berpotongan tegak lurus
di titik O dan saling membagi dua sama panjang
AC > BD, dengan AO = OC dan OB = OD
v. Mempunyai 2 simetri putar dan 2 simetri lipat
vi. Mempunyai 4 cara untuk dipasangkan menempati bingkainya
b. Keliling dan Luas Belahketupat
Pada gambar di atas, keliling belahketupat = AB + BC + CD + DA dengan AB
= BC = CD = DA = sisi = s
Jadi, keliling belahketupat = 4s

Belah ketupat juga merupakan jajargenjang, maka rumus luas belahketupat


sama dengan jajargenjang yaitu panjang x tinggi.
Karena pada belahketupat diagonal-diagonalnya saling tegak lurus dan saling
membagi dua sama panjang, maka luas belahketupat adalah setengah dari
hasil kali panjang kedua diagonalnya.
Jadi, luas belahketupat = ½ x diagonal 1 x diagonal 2
= ½ x AC x BD

E. Trapesium
Trapesium adalah segiempat dengan sepasang sisi yang berhadapan sejajar.

D _ C H G L K
| > > >
= = t
L > L
A > B E F I > J

a. Macam-macam Trapesium
i. Trapesium siku-siku adalah trapesium yang salah satu sudut alasnya
siku-siku
ii. Trapesium samakaki adalah trapesium yang sisi tidak sejajarnya sama
panjang
iii. Trapesium sembarang adalah trapesium yang sisi tidak sejajarnya tidak
sama panjang dan tidak ada sudut 90o
b. Sifat-sifat Trapesium
i. Pada setiap trapesium, jumlah tiap pasang sudut dalam sepihak pada sisi
yang sejajar adalah 180o
A + D = 180, B + C = 180o,
E + H = 180, F + G = 180o
L + I = 180, K + J = 180
ii. Pada trapesium samakaki, terdapat 2 garis yang sama panjang dan 2
pasang sudut yang sama besarnya
EG = HF dan E = F, H + G
iii. Pada trapesium siku-siku, terdapat 2 sudut siku-siku
A = D = 90
c. Keliling dan Luas Trapesium
Keliling trapesium adalah jumlah panjang keempat sisinya.
Keliling trapesium = AB + BC + CD + DA
Luas trapesium adalah setengah dari hasil kali jumlah sisi-sisi yang sejajar
dengan tingginya. Tinggi adalah jarak antara dua garis sejajar.
Jadi, luas trapesium = ½ x (AB + CD) x t

II. Materi Ajar


a. Pengertian persegi, persegi panjang, trapesium, jajargenjang, belah ketupat, dan
layang – layang menurut sifat – sifatnya.
b. Sifat – sifat segi empat ditinjau dari sisi, sudut dan diagonalnya.

 PERSEGI PANJANG

Sifat-sifat Persegi panjang:


a. Keempat sudutnya siku-siku, P = Q = R = S = 90o
b. Sisi-sisi yang berhadapan sama panjang dan sejajar
 Panjang PQ = SR dan PQ // SR
 Panjang PS = QR dan PS // QR

c. Kedua diagonalnya sama panjang saling membagi dua sama panjang. Kedua
diagonal PR dan QS pada persegi panjang PQRS berpotongan di titik T.
 Panjang PR = QS
 Panjang PT = QT = RT = ST

Berdasarkan sifat-sifatnya maka persegi panjang adalah segi empat yang keempat
sudutnya siku-siku dan sisi-sisin yang berhadapan sama panjang dan sejajar.

 PERSEGI
Sifat-sifat Persegi :
a. Keempat sisi sama panjang dan sisi yang berhadapan sejajar.

 AB = BC = CD = AD
 AB // DC
 AD // BC

b. Kedua diagonalnya sama panjang


 AC = BD

c. Kedua diagonalnya berpotongan dan membagi dua sama panjang


 AT = BT = CT = DT

d. Kedua diagonalnya berpotongan membentuk sudut siku-siku

 ATD = 90 o

e. Sudut-sudutnya dibagi dua sama besar oleh diagonal-diagonalnya

 BAT = ABT = CBT = BCT = DCT = CDT = ADT = DAT = 45o

Karena ada kesamaan sifat dengan persegi panjang, maka persegi didefinisikan sebagai
persegi panjang yang keempat sisinya sama panjang

 JAJAR GENJANG
Sifat-sifat jajar genjang :
a. Sisi-sisi yang berhadapan sama panjang dan sejajar

 Panjang AB = CD
 Panjang BC = AD
 Sisi AB // CD
 Sisi BC // AD

b. Sudut-sudut yang berhadapan sama besar


 Besar A = C
 Besar B = D

c. Jumlah sudut-sudut yang berdekatan adalah 180o


Karena AB // CD, dan pasangan A dengan D, maupun B dengan C
merupakan sudut dalam sepihak, maka

 A + D = 180o
 B + C = 180o

Karena AD // BC, dan pasangan A dengan B, maupun C


dengan D merupakan sudut dalam sepihak, maka

 A + B = 180o
 C + D = 180o

d. Kedua diagonal jajarangenjang saling membagi dua sama panjang


Pada gambar jajarangenjang ABCD, AC dan BD merupakan
diagonal. kedua diagonal berpotongan di titik T
 Panjang AT = TC
 Panjang DT = TB

Berdasarkan sifat-sifatnya, maka jajarangenjang adalah sigi empat dengan sisi-sisi yang
berhadapan sejajar dan sama panjang serta sudut-sudut yang berhadapan sama besar.

 BELAH KETUPAT

Belah ketupat terbentuk dari sebuah segitiga sama kaki dan bayangannya yang
dicerminkan terhadap sisi alas sebagai sumbu simetri. ABC segitiga sama kaki
dicerminkan terhadap sisi alas AC, sehingga muncul bayangannya yaitu ACD yang
kongruen dengan ABC. Segi empat ABCD yang terjadi adalah belah ketupat

Sifat – sifat belah ketupat :

a. Keempat sisi sama panjang dan sisi yang berhadapan sejajar

 Panjang AB = BC = CD = AD
 AB // DC dan AD // BC

b. Kedua diagonal belah ketupat merupakan sumbu simetri

AC dan BD adalah diagonal-diagonal belah ketupat ABCD yang juga merupakan sumbu
simetri

c. Sudut-sudut yang berhadapan sama besar dan dibagi dua sama besar oleh diagonal-
diagonalnya

 BAD = BCD
 ABC = ADC
 BAT = DAT = BCT = DCT
 ADT = CDT = ABT = CBT

d. Kedua diagonal belah ketupat saling membagi dua sama panjang dan saling
berpotongan tegak lurus

 Diagonal AC BD
 Panjang AT = TC
 Panjang DT = TB
Berdasarkan sifat-sifat yang telah diuraikan, dapat didefinisikan bahwa :
Belah ketupat adalah segi empat dengan sisi-sisi yang berhadapan sejajar, keempat
sisinya sama panjang, dan sudut-sudut yang berhadapan sama besar.

 TRAPESIUM

Pada gambar terdapat empat buah bidang segi empat yang masing-masing memiliki tepat
sepasang sisi yang berhadapan sejajar. Keempat segi empat tersebut adalah
trapesium.Jadi trapesium adalah segi empat dengan tepat sepasang sisi yang berhadapan
sejajar.

Sifat dan jenis trapezium :

a. Trapesium sembarang :
Trapesium sembarang adalah trapesium yang keempat sisinya tidak sama
panjang. Pada gambar, ABCD adalah trapesium sembarang, dengan sifat-
sifatnya:
 Memiliki sepasang sisi sejajar AB // DC
 Jumlah besar sudut yang berdekatan diantara dua sisi sejajar adalah
180o , A + D = 180o dan B + C = 180o

b. Trapesium sama kaki


Trapesium sama kaki adalah trapesium yang memiliki sepasang sisi sama
panjang.Pada gambar, PQRS adalah trapesium sama kaki dengan sifat-sifat:
 Memiliki sepasang sisi sama panjang PS = QR
 Memiliki dua pasang sudut berdekatan sama besar : P = Q dan S
= R

c. Trapesium sama siku-siku


Trapesium siku-siku adalah trapesium yang memiliki sudut siku-siku. Pada
gambar, KLMN adalah trapesium siku-siku, dengan
 K = 90 o
 N = 90 o

 LAYANG-LAYANG
Layang-layang dibentuk dari dua segitiga sama kaki yang berhimpit pada sisi
alasanya yang sama panjang.
Pada gambar terdapat ABD sama kaki dengan AB = AD dan CBD sama kaki
dengan CB = CD. Panjang alas BD sama panjang. Kedua segitiga berhimpit pada sisi
alas BD, maka terbentuk segi empat ABCD yang merupakan layang-layang

Sifat dan jenis Layang-Layang :


a. Sepasang-sepasang sisinya sama panjang
 AB = AD
 CB = CD
b. Sepasang sudut berhadapan sama besar
 ABC= ADC

c. Salah satu diagonalnya merupakan sumbu simetri

d. Salah satu diagonalnya membagi dua sama panjang diagonal lain dan
berpotongan tegak lurus
 Panjang BT = TD
 BAT = DAT
 BCT = DCT

Jadi berdasarkan sifat-sifatnya, maka layang-layang adalah segi empat yang masing-masing
pasang sisinya sama panjang dan sepasang sudut yang berhadapan sama besar.

Pengertian Segi Empat


Definisi segi empat adalah suatu segi banyak (polygon) yang memiliki empat sisi dan empat
sudut. Segi empat adalah salah satu bentuk dasar dalam geometri yang paling populer.

Penamaan Segi Empat


Dalam trigonometri, setiap sudut dalam bangun polygon diberi nama dengan satu huruf.
Sebuah bangun segiempat diberi nama berdasarkan nama titik-titik sudutnya. Sebuah segi
empat yang memiliki sudut A, B, C, dan D dinamakan segi empat ABCD.

Macam-Macam Segi Empat


Ada beberapa jenis segi empat yang dibedakan berdasarkan keteraturan sifat besaran sisi,
sudut, dan diagonalnya. Berikut beberapa jenis segi empat.
1. Bujursangkar (Square)
Bujursangkar adalah segi empat yang memiliki sifat-sifat sebagai berikut:

 Keempat sisinya sama panjang dan sisi-sisi yang berhadapan sejajar


 Keempat sudutnya adalah sudut siku-siku (sudut 90 derajat)
 Kedua diagonalnya sama panjang dan saling berpotongan secara tegak lurus
(membentuk sudut 90 derajat) sehingga membagi diagonal-diagonal tersebut menjadi
dua bagian sama panjang.
2 Persegi Panjang (Rectangle)
Persegi panjang adalah segi empat yang memiliki sifat-sifat sebagai berikut:

 Sisi-sisi yang berhadapan adalah sejajar dan sama panjang


 Keempat sudutnya adalah sudut siku-siku
 Kedua diagonalnya sama panjang dan saling berpotongan sehingga membagi
diagonal-diagonal tersebut menjadi dua bagian sama panjang.

3. Trapesium (Trapezium/Trapezoid)
Persegi panjang adalah segi empat yang memiliki sifat-sifat sebagai berikut:

 Memiliki sepasang sisi sejajar yang tidak sama panjang


 Jumlah besaran dua sudut bersebelahan yang dibentuk oleh sebuah sisi miring adalah
180 derajat.
 Kedua diagonalnya saling berpotongan sehingga sehingga membagi dua diagonal-
diagonal tersebut menjadi dua bagian TIDAK sama panjang.
4. Belah Ketupat (Rhombus)
Belah ketupat adalah segi empat yang memiliki sifat-sifat sebagai berikut:

 Keempat sisinya sama panjang dan sisi-sisi yang berhadapan adalah sejajar.
 Sudut-sudut yang berhadapan sama besar dan bukan sudut siku-siku. Jumlah besaran
dua sudut yang bersebelahan adalah 180 derajat.
 Kedua diagonalnya TIDAK sama panjang. Kedua diagonalnya saling berpotongan
secara tegak lurus sehingga membagi diagonal-diagonal tersebut menjadi dua bagian
sama panjang.
5. Jajargenjang (Parallelogram)
Jajargenjang atau jajaran genjang adalah segi empat yang memiliki sifat-sifat sebagai berikut:
• Sisi-sisi yang berhadapan adalah sejajar dan sama panjang
• Sudut-sudut yang berhadapan sama besar dan bukan sudut siku-siku.
• Kedua diagonalnya TIDAK sama panjang. Kedua diagonalnya saling berpotongan sehingga
membagi diagonal-diagonal tersebut menjadi dua bagian sama panjang.

6.Layang-Layang (Kite)
Layang-layang adalah segi empat yang memiliki sifat-sifat sebagai berikut:

 Memiliki dua sisi pendek berdampingan yang sama panjangnya dan dua sisi panjang
berdampingan yang sama panjangnya.
 Memiliki sepasang sudut berhadapan sama besar yang dibentuk oleh sisi pendek dan
sisi panjang.
 Kedua diagonalnya saling berpotongan secara tegak lurus dan membagi salah satu
diagonal menjadi dua bagian sama panjang.
7. Segi Empat Sembarang (Segi Empat Bukan Istimewa)
Segi empat sembarang adalah segi empat yang tidak termasuk dari salah satu dari segi empat
istimewa di atas. Atau dengan kata lain segi empat sembarang adalah segi empat yang tidak
memiliki keteraturan khusus. Berikut beberapa contoh segi empat sembarang (segi empat
bukan istimewa).

Pengertian Segi Empat


Definisi segi empat adalah suatu segi banyak (polygon) yang memiliki empat sisi dan empat
sudut. Segi empat adalah salah satu bentuk dasar dalam geometri yang paling populer.

Penamaan Segi Empat


Dalam trigonometri, setiap sudut dalam bangun polygon diberi nama dengan satu huruf.
Sebuah bangun segiempat diberi nama berdasarkan nama titik-titik sudutnya. Sebuah segi
empat yang memiliki sudut A, B, C, dan D dinamakan segi empat ABCD.

Macam-Macam Segi Empat


Ada beberapa jenis segi empat yang dibedakan berdasarkan keteraturan sifat besaran sisi,
sudut, dan diagonalnya. Berikut beberapa jenis segi empat.

Jenis jenis segi empat

1. Bujursangkar (Square)
Bujursangkar adalah segi empat yang memiliki sifat-sifat sebagai berikut:

Keempat sisinya sama panjang dan sisi-sisi yang berhadapan sejajar


Keempat sudutnya adalah sudut siku-siku (sudut 90 derajat)
Kedua diagonalnya sama panjang dan saling berpotongan secara tegak lurus (membentuk
sudut 90 derajat) sehingga membagi diagonal-diagonal tersebut menjadi dua bagian sama
panjang.

Bujursangkar

2 Persegi Panjang (Rectangle)


Persegi panjang adalah segi empat yang memiliki sifat-sifat sebagai berikut:

Sisi-sisi yang berhadapan adalah sejajar dan sama panjang


Keempat sudutnya adalah sudut siku-siku
Kedua diagonalnya sama panjang dan saling berpotongan sehingga membagi diagonal-
diagonal tersebut menjadi dua bagian sama panjang.

Persegi panjang

3. Trapesium (Trapezium/Trapezoid)
Persegi panjang adalah segi empat yang memiliki sifat-sifat sebagai berikut:

Memiliki sepasang sisi sejajar yang tidak sama panjang


Jumlah besaran dua sudut bersebelahan yang dibentuk oleh sebuah sisi miring adalah 180
derajat.
Kedua diagonalnya saling berpotongan sehingga sehingga membagi dua diagonal-diagonal
tersebut menjadi dua bagian TIDAK sama panjang.

Trapesium
4. Belah Ketupat (Rhombus)
Belah ketupat adalah segi empat yang memiliki sifat-sifat sebagai berikut:

Keempat sisinya sama panjang dan sisi-sisi yang berhadapan adalah sejajar.
Sudut-sudut yang berhadapan sama besar dan bukan sudut siku-siku. Jumlah besaran dua
sudut yang bersebelahan adalah 180 derajat.
Kedua diagonalnya TIDAK sama panjang. Kedua diagonalnya saling berpotongan secara
tegak lurus sehingga membagi diagonal-diagonal tersebut menjadi dua bagian sama panjang.

Belah ketupat

5. Jajargenjang (Parallelogram)
Jajargenjang atau jajaran genjang adalah segi empat yang memiliki sifat-sifat sebagai berikut:
• Sisi-sisi yang berhadapan adalah sejajar dan sama panjang
• Sudut-sudut yang berhadapan sama besar dan bukan sudut siku-siku.
• Kedua diagonalnya TIDAK sama panjang. Kedua diagonalnya saling berpotongan sehingga
membagi diagonal-diagonal tersebut menjadi dua bagian sama panjang.

Jajar genjang

6.Layang-Layang (Kite)
Layang-layang adalah segi empat yang memiliki sifat-sifat sebagai berikut:

Memiliki dua sisi pendek berdampingan yang sama panjangnya dan dua sisi panjang
berdampingan yang sama panjangnya.
Memiliki sepasang sudut berhadapan sama besar yang dibentuk oleh sisi pendek dan sisi
panjang.
Kedua diagonalnya saling berpotongan secara tegak lurus dan membagi salah satu diagonal
menjadi dua bagian sama panjang.

Layang-layang

7. Segi Empat Sembarang (Segi Empat Bukan Istimewa)


Segi empat sembarang adalah segi empat yang tidak termasuk dari salah satu dari segi empat
istimewa di atas. Atau dengan kata lain segi empat sembarang adalah segi empat yang tidak
memiliki keteraturan khusus. Berikut beberapa contoh segi empat sembarang (segi empat
bukan istimewa).

Segi empat sembarang

Contoh 1.
Mari perhatikan jajargenjang EFGH berikut.
Coba tentukan:
a. Panjang sisi HG dan EH; serta
b. Besar ∠HEF, ∠EHG, dan ∠HGF.

Penyelesaian:
a. Pada jajargenjang EFGH tersebut, tampak bahwa:

 HG berhadapan dengan EF sehingga panjang HG = panjang EF = 5 cm; dan


 EH berhadapan dengan FG sehingga panjang EH = panjang FG = 3 cm.

Jadi, panjang sisi HG adalah 5 cm dan panjang sisi EH adalah 3 cm.


b. Pada jajargenjang EFGH tersebut, ∠HEF berdekatan dengan ∠EFG sehingga:
∠HEF + ∠EFG = 180°
∠HEF + 60° = 180° Dari gambar diketahui ∠EFG = 60°
∠HEF = 180° - 60° = 120°
Coba perhatikan kembali jajargenjang EFGH tersebut.
Pada jajargenjang EFGH tersebut, tampak bahwa:

 ∠EHG berhadapan dengan ∠EFG sehingga ∠EHG = ∠EFG = 60°; dan


 ∠HGF berhadapan dengan ∠HEF sehingga ∠HGF = ∠HEF = 120°.

Jadi, ∠HEF =120°, ∠EHG = 60°, dan ∠HGF = 120°.

Contoh 2.
Coba lengkapi sudut-sudut pada trapesium berikut.

Penyelesaian:
Pada trapesium ABCD, AB sejajar dengan DC.
Sudut-sudut yang berdekatan di antara dua sisi sejajar itu adalah ∠ABC dengan
∠BCD dan ∠BAD dengan ∠ADC.
Dari uraian ini, kamu mendapatkan ∠ABC + ∠BCD = 180° dan ∠BAD + ∠ADC =
180°.
∠ABC + ∠BCD = 180°
45° + ∠BCD = 180°
∠BCD = 180° - 45° = 135° Dari gambar diketahui ∠ABC = 45°
Sekarang, coba perhatikan kembali trapesium ABCD.
Trapesium ABCD merupakan trapesium samakaki dengan sisi alas AB dan sisi atas
DC.
Sudut-sudut pada sisi alas adalah ∠ABC dan ∠BAD. Berdasarkan sifat trapesium
haruslah ∠BAD = ∠ABC sehingga ∠BAD = 45°.
Sementara itu, sudut-sudut pada sisi atasnya adalah ∠ADC dan ∠BCD. Berdasarkan
sifat trapesium haruslah ∠ADC = ∠BCD sehingga ∠ADC = 135°.