Anda di halaman 1dari 3

ARTA ANINDITA K.D

18/432587/PEK/23853

STRATEGIC MANAGEMENT (72A)

Tata Motors in 2014: Its Multibrand Approach to Competing in the Global Automobile Industry

Permasalahan:

Tahun 2013 dan 2014, Tata Motors mengalami penurunan penjualan baik di dalam maupun luar negeri yang mengalami penurunan peringkat dari terbaik ketiga menjadi keempat. Hal tersebut terbukti dengan adanya penurunan penjualan sebesar $ 99.10 dan total pendapatan $100.9 di tahun 2012 menjadi $ 95.59 pada penjualan dan $ 96.79 pada total pendapatan di tahun 2013. Faktor yang menyebabkan Tata Motors mengalami penurunan dikarenakan kendaraan yang mempunyai keamanan yang rendah karena dapat mudah terbakar, ketidaklengkapan fasilitas yang disediakan oleh Tata Motors karena terlalu menekan biaya agar lebih efisien dan murah, model mobil yang kurang menarik atau stylish, kondisi makro ekonomi yang buruk, meningkatnya persaingan pada automobile, peraturan pemerintah India yang menghapuskan subsidi diesel dan strategi yang kurang tepat dan eksekusi yang buruk, khususnya pada Tata Nano.

Keadaan Tata Motors pada 2014 pun tidak kunjung benar-benar membaik, Tata Motors dianggap sebagai mobil bagi kalangan-kalangan miskin meskipun begitu Tata tidak begitu saja menyerah dengan keadaan. Tata terus melakukan perbaharuan dan perbaikan serta terus bekerja sama dengan negara utama secara Internasional yaitu BRIC (Brazil, Russia, India dan China) yang diharapkan akan mendongkak penjualan Tata Motors kembai pada 2015.

Analisis Kasus:

A. The Diamond of National Competitive Advantage:

1. Demand Conditions:

a. India merupakan negara terbesar dengan peringkat ketujuh dan peringkat kedua pada jumlah populasi di dunia. Potensi besar pasar di India adalah masyarakat yang berpenghasilan menengah ke bawah sekitar $ 4500, dan penjualan mobil dengan harga di bawah $ 3000 memiliki potensi konsumen yang besar.

b. Permintaan akan mobil murah dan hemat menjadi visi Tata Motors untuk

memproduksi mobilnya di asar lokal India terlebih dahulu yang kemudian diekspor ke negara BRIC dan Amerika. BRIC (Brazil, Rusia India, dan China) merupakan Negara yang memiliki potensi pasar penjualan mobil, dengan angka kepemilikan mobil per 1000 orang: Brazil 259, Rusia 200, China 44, dan India 13.

ARTA ANINDITA K.D

18/432587/PEK/23853

STRATEGIC MANAGEMENT (72A)

c. Konsumen automobil di India menginginkan efisiensi bahan bakar karena

pemerintah India menarik subsidi diesel.

2. Factor Conditions:

a. Beberapa permasalahan yang dihadapi oleh India yang mempengaruhi penjualan

industri otomotif:

Skandal korupsi yang dilakukan oleh pemerintah India

1. Infrastruktur yang buruk

2. Terbatasnya akses pendidikan

3. Meningkatnya populasi migrasi pada daerah pusat yang belum memadai

b. Adapun industri otomotif di India berkembang menjadi tiga periode, antara lain:

1. Protectionism (sampai awal 1990an): saat perekonomian memiliki pajak

penjualan yang tinggi, dan penjualan automobile harus mengalami masa

tunggu pemesanan yang lama

2. Ekonomi Liberal (awal 1990an-2007): terjadi saat masa privatisasi, dan

pengurangan control pada investasi dan perdagangan dari luar. Hal tersebut

menyebabkan pasar automobile menjadi sangat kompetitif

3. Globalisasi yaitu pemerintah mengontrol harga diesel yang merupakan

bahan bakar yang dipakai masyarakat India. Hal tersebut menyebabkan

industri automobile lebih berfokus pada efisiensi bahan bakar dan mencari

alternatif bahan bakar lain.

4. Related and Supporting Industries

Tata Motors melakukan kerjasama melalui join venture terhadap beberapa

negara dan

agar perusahaan dapat lebih efisien terkait supply chain dan produksi

barang:

1. Memproduksisteam road roller bekerjasama dengan manufaktur dari

Marshall Sons, Amerika.

2. Menandatangani persetujuan kerjasama 15 tahun bersama Daimler-Benz.

3. Memproduksi hydraulic excavator bekerjasama dengan Hitachi, Jepang.

4. Melakukan joint venture denga n Daimler-Benz untuk memproduksi Mercedes-Benz di India.

5. Melakukan joint venture dengan Tata Holset, U.K untuk memproduksi turbo

chargers.

6. Melakukan joint venture dengan Daewoo Commercial Vehicle dan

memproduksi heavy-duty truk di Korea Selatan.

ARTA ANINDITA K.D

18/432587/PEK/23853

STRATEGIC MANAGEMENT (72A)

7. Melakukan joint venture dengan Marcopolo Brazil untuk memproduksi bus

8. Melakukan joint venture dengan Thonburi Automotive Assembly Plant Co.

di Thailand untuk manufaktur dan perakitan pickup.

9. Melakukan kerjasama dengan Motor Development International (MDI),

Luxembourg untuk pengembangan air-powered car.

10. Bekerjasama dengan DRB-HICOM Malaysia pada teknologi pertahanan.

5. Firm Strategy, Structure, and Rivalry

a. Tata Motors memiliki strategi People’s-Car dengan membuat Tata Nano yang

merupakan mobil dengan harga yang sangat terjangkau. Tata Nano dijual dengan

dasar harga sekitar $ 2500, desain yang ditawarkan adalah mobil berukuran kecil

disesuaikan dengan karakteristik pasar di India yang mempermudah pada jalanan

yang padat. Permintaan pada Tata Nano semakin meningkat dari tahun ke tahun.

b. Pada commercial vehicle strategi “quality and lowest total cost ownership” yang

digunakan adalah dengan berfokus pada diferensiasi produk yang menawarkan

harga rendah pada kepemilikan di negara berkembang. Namun pada tahun 2014

strategi tersebut mengalami kegagalan menyebabkan penurunan volume ekspor

sebesar 30%.

c. Terdapat beberapa kompetitor yang berusaha masuk pada pasar low-priced car,

dengan memproduksi mobil ekonomis yang menyaingi Tata Nano diantaranya

General Motor, Ford , Volkswagen, Renault, Maruti dan Chevrolet.

d. Pada produk luxury yang ditawarkan Tata Motor melalui Land Rover dan Jaguar

terdapat beberapa kompetitor yang cukup kuat, yaitu BMW dan Mercedes.

B. Pilihan Strategi untuk Memasuki Pasar Internasional

Adapun tiga strategi untuk memperluas pangsa pasar Tata Motors yaitu

mempertahankan produksi dalam negeri dan ekspor ke luar negeri seperti ekspor ke

Amerika, melakukan lisensi perusahan luar negeri untuk produksi dan distribusi produk

dan mengandalkan aliansi strategi atau joint venture dengan perusahaan luar negeri. Selain

itu adapun strategi yang digunakan adalah “think global – act local”.

C. Strategi Kompetisi Pada Pasar Negara Berkembang

Strategi yang digunakan Tata Motors dinegara berkembang adalah memberikan harga

yang rendah dan memodifikasi aspek dari model bisnis untuk mengakomodasi pada keunikan

lokal negara berkembang.