Anda di halaman 1dari 13

Asuransi Kebakaran

DAFTAR ISI

I. Pendahuluan----------------------------------------------------------------------------------------------2
II. Definisi-definisi : ---------------------------------------------------------------------------------------2
1. Risiko------------------------------------------------------------------------------------------------2
2. Kebakaran------------------------------------------------------------------------------------------2
3. Unsur-unsur yang harus terdapat dalam kebakaran-------------------------------------------3
4. Asuransi---------------------------------------------------------------------------------------------3
5. PSKI-------------------------------------------------------------------------------------------------4
6. Polis Asuransi--------------------------------------------------------------------------------------4
7. Risiko sendiri (deductible)-----------------------------------------------------------------------4
8. Warranty--------------------------------------------------------------------------------------------4
III. Polis asuransi berdasarkan ruang lingkup jaminannya---------------------------------------------4
IV. Polis Standar Kebakaran Indonesia (PSKI)----------------------------------------------------------5
1. Struktur polis---------------------------------------------------------------------------------------5
2. Lingkup jaminan-----------------------------------------------------------------------------------5
3. Pengecualian-pengecualian-----------------------------------------------------------------------7
4. Perluasan jaminan---------------------------------------------------------------------------------8
5. Hal-hal yang perlu diperhatikan-----------------------------------------------------------------9
V. Penilaian risiko (risk assessment)---------------------------------------------------------------------10
VI. Tarip premi-----------------------------------------------------------------------------------------------11
VII. Tinjauan mengenai alat pemadam kebakaran--------------------------------------------------------11
VIII. Penggantian kerugian ----------------------------------------------------------------------------------12
IX Kesimpulan-----------------------------------------------------------------------------------------------13

Building & Plant Safety Institute (BPSI) -1-


Asuransi Kebakaran

ASURANSI KEBAKARAN

1. Pendahuluan
Asuransi kebakaran adalah salah satu cabang asuransi kerugian. Di
Indonesia jenis asuransi ini berkembang cukup pesat, dipicu oleh
peristiwa-peristiwa yang terjadi akhir-akhir ini terutama pada saat
peristiwa yang dikenal dengan tragedi Mei 1998. Saat itu kerugian
akibat kebakaran akibat huru hara itu mencapai trilyunan rupiah.
Walaupun kejadian tersebut membawa konsekwensi kenaikan tarip,
namun disisi lain membawa perkembangan yang positif bagi asuransi
kebakaran itu sendiri.
Dalam makalah ini akan dibahas secara garis besar luas dan
lingkup cakupan yang terdapat pada asuransi kebakaran. Sebelum
masuk ke pembahasan lebih lanjut perlu diberikan definisi-definisi
beberapa istilah yang dianggap perlu.

II. Definisi-definisi :
1. Risiko
Risiko adalah suatu ketidak pastian yang apabila hal itu terjadi
akan menimbulkan kerugian
2. Kebakaran:
a. Definisi berdasarkan ilmu kimia :
Kebakaran adalah suatu persenyawaan antara benda dengan
zat asam, dimana persenyawaan tersebut menimbulkan api.
b. Definisi berdasarkan ilmu alam :
Kebakaran terjadi akibat adanya unsur-unsur panas, zat asam
dan bahan bakar. Definisi ini mengingatkan kita pada segitiga
api.
c. Definisi menurut jurisprudensi Belanda (1962)
Jurisprudensi adalah keputusan oleh hakim di pengadilan
yang akan dipakai sebagai acuan untuk memutuskan kasus
yang sama atau sejenis. Menurut jurisprudensi tersebut,

Building & Plant Safety Institute (BPSI) -2-


Asuransi Kebakaran

kebakaran adalah terbakarnya benda di fuar tempat


pembakaran dimana benda tersebut dalam situasi dan waktu
tertentu tidak perlu dibakar dan dalam tempat pembakaran
mana tidak ditarik manfaat dan api yang bersangkutan.
d. Definisi menurut asuransi secara umum:
Kebakaran adalah sesuatu yang benar-benar terbakar yang
seharusnya tidak terbakar dan dibuktikan dengan adanya
nyala api secara nyata, terjadi secara tidak sengaja serta
menimbulkan kerugian atau kerusakan.
3. Unsur-unsur yang harus terdapat dalam kebakaran :
a. Harus ada nyala api yang nyata
b. Kebakaran sejauh yang mengenai Tertanggung hams berasal
dan hal-hal yang tiba-tiba atau mendadak. Hal ini berkaitan
dengan risiko.
c. Harus ada sesuatu yang terbakar yang seharusnya tidak
terbakar.
4. Asuransi:
a. Definisi berdasarkan pasal 246 KUHD:
Asuransi adalah suatu perjanjian dengan mana seorang
Penanggung mengikatkan din kepada seorang Tertanggung,
dengan menerima premi, untuk memberikan penggantian
kepadanya karena suatu kerugian, kerusakan atau kehilangan
keuntungan yang diharapkan yang mungkin akan dideritanya
karena suatu peristiwa yang tak tertentu.
b. DefinisiberdasarkanUUNo.2/1992
Asuransi adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih dengan
mana pihak Penanggung mengikatkan din kepada
Tertanggung dengan menerima premi asuransi untuk
memberikan penggantian kepada Tertanggung karena
kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan yang
diharapkan atau tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga
yang mungkin akan diderita Tertanggung yang timbul dart

Building & Plant Safety Institute (BPSI) -3-


Asuransi Kebakaran

suatu peristiwa yang tidak pasti atau untuk memberikan suatu


pembayaran yang didasarkan atas meninggal atau hidupnya
seseorang yang dipertanggungkan.
5. PSKI
PSKI adalah Polis Standar Kebakaran Indonesia, yaitu polis
asuransi kebakaran standar yang memiliki kondisi dan luas
jaminan yang sama yang diterbitkan oleh Dewan asuransi
Indonesia (DAI) dan berlaku di Indonesia.
6. Polis asuransi
Polis asuransi adalah dokumen asuransi yang merupakan kontrak
antara Tertanggung dan Penanggung untuk pengalihan risiko yang
didalamnya memuat Kondisi dan Syarat-syarat (Terms and
Conditions) termasuk didalamnya hak dan kewajiban masing-
masing pihak.
7. Risiko sendiri (deductible)
Risiko sendiri atau deductible adalah bagian dari klaim yang
merupakan beban yang harus ditanggung oleh Tertanggung sendiri
8. Warranty
Warranty adalah suatu kondisi yang harus dilakukan atau tidak
harus dilakukan oleh Tertanggung sebagai syarat berlakunya
kontrak asuransi yang disepakati. Pelanggaran terhadap warranty
bisa mengakibatkan batalnya perjanjian asuransi.

III. Polis asuransi berdasarkan ruang lingkup jaminannya


Berdasarkan luas jaminannya asuransi dapat dibedakan dalam 2 jenis:
a. Polis named penis
Sesuai dengan namanya polis named perils adalah polis dimana
penyebab yang mengakibatkan kerugian dan yang dijamin dalam
polls disebutkan secara jelas. Polis jenis ini sering juga disebut
polis dengan jaminan terbatas. Contoh jenis polis named perils
adalah PSKI.
b. Polis all risks

Building & Plant Safety Institute (BPSI) -4-


Asuransi Kebakaran

Polis all risks adalah polis yang tidak menyebutkan penyebabkan


kerugian, namun sebaliknya polis ini hanya menyebutkan
pengecualian-pengecualiannya. Oleh karena itu polis jenis ini juga
disebut polis dengan jaminan luas. Contoh polis jenis ini adalah
polis Property AH Risks yang diterbitkan oleh Munich Re dan
polis ABI (Association of British Insurance).
Selanjutnya dalam pembahasan asuransi kebakaran hanya
dibatasi pada pembahasan tentang PSKI.

IV. POLIS STANDAR KEBAKARAN INDONESIA (PSKI)


1. Struktur polis:
Sebagaimana halnya dengan polis jenis lain, struktur PSKI dapat
dibagi dalam 5 bagian:
a. Pembukaan/preambule
b. Lingkup jaminan
c. Pengecualian-pengecualian
d. Syarat-syarat dan kondisi
e. Penutup
2. Lingkup jaminan:
Jaminan dalam PSKI:
a. Kebakaran (fire)
b. Sambaran petir (lightning)
c. Peledakan (explosion)
d. Kejatuhan pesawat terbang (aircraft damage)
e. Asap (smoke)
Selanjutnya jaminan polis pada PSKI akan dikupas lebih mendalam.

A. Kebakaran;
Risiko yang dijamin dalam PSKI meliputi risiko kebakaran
yang terjadi karena:
a. api sendiri
b. ketidak hati-hatian

Building & Plant Safety Institute (BPSI) -5-


Asuransi Kebakaran

c. kesalahan pelayan sendiri


d. api yang berasal dari tetangga
e. perampok atau sejenisnya
f. sebab-sebab kebakaran lain yang tidak diketahui dan tidak
dikecualikan dalam polls
g. akibat kebakaran yang terjadi karena kebakaran benda
lain yang berdekatan, seperti:
- kerusakan karena air atau alat-alat lain yang digunakan
untuk menahan atau memadamkan kebakaran
- dimusnahkannya seluruh atau sebagian barang-barang
yang dipertanggungkan atas perintah pihak berwajib
untuk menghindari menjalarnya kebakaran itu.
h. menjalarnya api yang timbul sendiri
i. akibat dari arus pendek

B. Sambaran petir (lightning) :


Yang termasuk dalam jaminan ini adalah segala kerusakan dan/atau
kerugian pada harta benda dan/atau kepentingan yang
dipertanggungkan yang secara langsung disebabkan oleh sambaran
petir. Khusus untuk mesin-mesin, peralatan elektronik dan listrik
tainnya hanya apabila petir tersebut menimbulkan kebakaran.

C. Peledakan (explosion)
Polis PSKI menjamin segala kerusakan dan/atau kerugian pada
harta benda dan/atau kepentingan yang dipertanggungkan yang
disebabkan oleh segala macam ledakan, baik peledakan tersebut
menimbulkan kebakaran atau tidak. Batasan peledakan sendiri
adalah pelepasan tenaga secara tiba-tiba yang disebabkan oleh
mengembangnya gas, uap atau akibat reaksi kimia. Meledaknya
suatu bejana (ketel uap, pipa dsb) dapat dianggap ledakan jika
dinding-dinding bejana robek terbuka sedemikian rupa sehingga
terjadi keseimbangan tekanan secara tiba-tiba di dalam maupun di

Building & Plant Safety Institute (BPSI) -6-


Asuransi Kebakaran

luar bejana. Khusus untuk ledakan di dalam bejana akibat reaksi


kimia tidak harus mengakibatkan robeknya dinding bejana. Namun
peledakan yang disebabkan oleh rendahnya tekanan (impfosion)
tidak termasuk dalam jaminan ini.

D. Kejatuhan pesawat terbang (aircraft damage)


Termasuk didalam jaminan ini adalah kerusakan dan/atau kerugian
pada harta benda dan/atau kepentingan yang dipertanggungkan
yang disebabkan oleh kejatuhan pesawat terbang atau bagian dan
pesawat terbang atau benda yang jatuh dari pesawat terbang, baik
hal itu menimbulkan kebakaran atau tidak.

E. Asap (smoke)
Yang dimaksud asap dalam PSKI adalah asap yang timbul dari
kebakaran harta benda dan/atau kepentingan yang
dipertanggungkan itu sendiri. Sehingga asap yang berasal dari api
di sekitar tidak dijamin.

3. Pengecualian-pengecualian:
A. Risiko-risiko yang dikecualikan :
1. Secara langsung maupun tidak langsung karena :
• kesengajaan dari Tertanggung, karyawan atau orang lain
atas perintah Tertanggung
• kebakaran hutan, semak, alang-alang, gambut
• pencurian dan atau kehilangan yang terjadi sewaktu dan
setelah peristiwa kebakaran
• perang, penyerbuan, aksi musuh asing, permusuhan atau
kegiatan menyerupal perang
• pemberontakan, pergolakan sipil (hum hara), pemberontakan
militer, pengacauan, terorisme, revolusi

Building & Plant Safety Institute (BPSI) -7-


Asuransi Kebakaran

• kerusuhan, pemogokan, tertabrak kendaraan, tanah


longsor, banjir, genangan air, angin topan, badai,
kerusakan karena air
• gempa bumi, letusan gunung berapi, tsunami
• reaksi nukiir termasuk radiasi nuktir ionisasi, fusi, fisi
atau pencemaran radio aktif
2. Secara langsung disebabkan oleh kebakaran atau peledakan
yang timbul dari arus pendek, suatu cacat. kebusukan sendiri
atau yang langsung timbul dari sifat barang itu sendiri
B. Harta benda dan kepentingan yang dikecualikan :
- biaya pembersihan
- segala macam bentuk gangguan usaha
- barang-barang orang lain yang disimpan dan/atau dititipkan
atas percaya atau atas dasar komisi
- logam mulia, perhiasan atau batu permata dan batu mulia
- barang antik atau barang seni
- naskah, cetak biru, gambar, rancang bangun, pola, disain,
model dsb
- efek, obligasi, surat berharga, saham, dokumen, perangko,
meterei, cukai dsb.

4. Perluasan jaminan
Dengan konsekuensi adanya penambahan premi, jaminan standar
tersebut di atas dapat dipertuas dengan beberapa jenis risiko antara lain:
A. Kerusuhan, pemogokan (klausula 4.1A) :
a. kerusuhan
b. pemogokan
c. penghalangan bekerja
d. perbuatan jahat
e. tindakan pencegahan sehubungan dengan risiko a-d diatas
f. penjarahan selama kerusuhan

Building & Plant Safety Institute (BPSI) -8-


Asuransi Kebakaran

B. Huru hara (4.1B)


a. kerusuhan
b. pemogokan
c. penghalangan bekerja
d, perbuatan jahat
e. terorisme
f. sabotage
g. huru hara
h. pembangkitan rakyat tanpa penggunaan senjata api
i. revolusi tanpa penggunaan senjata api
j. makar
k. tindakan pencegahan sehubungan dengan risiko a-j
l. penjarahan yang terjadi selama kerusuhan dan huru hara
C. Gempa bumi, letusan gunung berapi, tsunami
D. Banjir, genangan air, angin topan
E. Tertabrak kendaraan
F. Tanah Longsor
G. Biaya pembersihan

5. Hal-hal yang perlu diperhatikan :


A. Harga Pertanggungan
Harga Pertanggungan ditentukan berdasarkan nilai sehat obyek
pertanggungan
B. Ganti rugi:
- berlaku proporsional (pro rata), yaitu apabila nilai
keseluruhan lebih besar daripada jumlah pertanggungan
- ganti rugi yang menjadi tanggung jawab Penanggung
setinggi-tjnggjnya adalah sebesar Harga Pertanggungan
- nilai sisabarang(sa/vage)diperhitungkan
- kadang-kadang diperhitungkan deductible, yaitu bagian dari
klaim yang harus ditanggung sendiri oleh Tertanggung

Building & Plant Safety Institute (BPSI) -9-


Asuransi Kebakaran

- perhitungan harga adalah harga sesaat sebelum terjadi


kerugian.

V. Penilaian risiko (risk assessment)


Dalam menilai suatu obyek yang akan dipertanggungkan biasanya
seorang underwriter akan meninjau beberapa aspek. Aspek-aspek itu
antara lain:
1. Okupasi/penggunaan bangunan, yaitu tinjauan dipakai untuk
apa bangunan yang akan diasuransikan tersebut
2. Kelas konstmksi bangunan
Berdasarkan jenis material yang digunakan bangunan dibagi dalam
3 kelas konstruksi yaitu kelas I, II dan III.
• Bangunan kelas I adalah bangunan dengan dinding,
penunjang stuktur, penutup atap dan penunjangnya
sepenuhnya terbuat dari bahan-bahan yang tidak dapat
terbakar (non-combustible materials).
• Bangunan kelas II adalah bangunan dengan seluruh
penunjang struktur dan paling tidak 80 % dinding dan
penutup atapnya dari bahan yang tidak mudah terbakar, tetapi
penunjang atap boleh dari bahan kayu atau bahan lain yang
mudah terbakar. Khusus bangunan dengan kriteria seperti
kelas 1 tetapi tidak berdinding (open sided) masuk dalam
kriteria bangunan kelas It.
• Bangunan kelas III adalah bangunan yang mempunyai kriteria
diluar kefas I dan II
3. Tingkat kebersihan (house keeping)
4. Pasilitas pemadam kebakaran serta efektifttasnya
5. Fasilitas penunjang sepert dust collector, silo, powerhouse dsb
6. Untuk industri akan dilihat proses produksinya untuk melihat titik-
titik kritisnya.
7. Tata letak ruang dan bangunan
8. Sistem pengkabelan (wiring system)

Building & Plant Safety Institute (BPSI) - 10 -


Asuransi Kebakaran

9. Keadaan lingkungan sekitar


10. Aspek-aspek lain termasuk pemeliharaan (maintenance), hubungan
karyawan dengan atasan, kesehatan perusahaan dsb.

VI. Tarip premi


Premi adalah sejumlah uang yang harus dibayarkan oleh Tertanggung
kepada Penanggung atas dilimpahkannya risiko kepada Penanggung.
Besarnya premi untuk asuransi kebakaran telah diatur oleh Dewan
Asuransi Indonesia, dalam hal ini Biro Tarip, yang telah disusun dalam
Buku Tarip Asuransi Kebakaran.
Adapun tarip premi Asuransi Kebakaran ditentukan berdasarkan atas :
1. Okupasi bangunan
2. Kelas konstruksi bangunan
3. Lingkungan dan/atau okupasi bangunan di sekitarnya.

VII. Tinjauan mengenai alat pemadam kebakaran


1. Jenis alat pemadam kebakaran Alat pemadam kebakaran yang
dikenal adalah :
a. Alat Pemadam Kebakaran Ringan (APAR)
Dengan beberapa variasi berat, jenis APAR yang beredar di
pasaran antara lain adalah busa (foam), kimia (dry chemical),
CO2 dan halon
b. Hidran
c. Sprinkler (penyemprot air otomatis)
2. Potongan premi
Apabila suatu obyek pertanggungan dilengkapi dengan alat
pemadam kebakaran maka Tertanggung akan menerima potongan
premi. Namun potongan premi tersebut hanya berlaku untuk
jaminan kebakarannya saja, tidak berlaku untuk periuasan jaminan.
- APAR
Besarnya potongan premi untuk APAR adalah 2,5 %, dengan
syarat jumlahnya memenuhi kriteria yang telah ditentukan

Building & Plant Safety Institute (BPSI) - 11 -


Asuransi Kebakaran

yaitu 1 buah APAR untuk tiap 250 m-2 luas bangunan. Jenis
dan minimal berat isi APAR tersebut tergantung dari jenisnya.
Contoh : untuk CO2 minimal 9 kg agar memenuhi ketentuan
tersebut.
- Hidran Potongan premi 10 % dengan syarat : mempunyai
pompa listrik dengan 2 sumber listrik (PLN dan diesel),
cadangan air khusus minimal 60 m-3, tim pemadam
kebakaran khusus dan terlatih, jarak antar outlet 50 meter,
satu nozzle untuk tiap outlet dengan panjang hose minimum
20 meter, sistem dites dengan hasil baik sekali sebulan.
- Sprinkler
Potongan premi 25 % dengan syarat yang sesuai dengan
NFPA.
Catatan:
1. bila obyek pertanggungan mempunyai ketiga jenis alat
pemadam dan ketiganya memenuhi syarat, maka potongan
yang dapat diberikan adalah potongan tertinggi yaitu 25 %
(bukan 37,5 %).
2. bila pada saat terjadi klaim terbukti bahwa syarat-syarat yang
disebutkan tidak terpenuhi maka klaim bisa ditolak

VIII. Penggantian kerugian


Cara penggantian kerugian oleh asuransi ada beberapa macam :
a. Penggantian (replacement)
b. Perbaikan (repair)
c. Pemulihan (reinstatement)
d. Tunai (cash)
Hak untuk memilih cara penggantian sepenuhnya ada pada
Penanggung.

Building & Plant Safety Institute (BPSI) - 12 -


Asuransi Kebakaran

IX. Kesimpulan:
Demikian pembahasan mengenai Asuransi Kebakaran, sebagai
pengetahuan dasar bagi peserta kursus. Kesimpulan yang dapat diambil
adalah:
1. Asuransi adalah kontrak antara 2 pihak yaitu Tertanggung dan
Penanggung
2. Polis standar yang banyak beredar di Indonesia adalah PSKI
3. Besarnya tarip premi sangat tergantung pada besarnya risiko
4. Besar ganti rugi tidak harus selalu sama dengan Harga
Pertanggungan

Building & Plant Safety Institute (BPSI) - 13 -