Anda di halaman 1dari 29

BUILDING & PLANT SAFETY INSTITUTE

Gedung NINDYA KARYA Lt. 6 Ruang 602,


JL. Letjen Haryono MT Kav. 22Jakarta Timur
( :(021) 9115000, 80873270-71,70717744 Fax : (021) 80873270-71

SOAL – JAWABAN
MANAJEMEN RISIKO

601

Ringkasan

Page 1 of 29
MANAJEMEN RISIKO 601 04/21/19
Disusun Oleh : Ir Sudarno Hardjo Saparto AAAIK.
BUILDING & PLANT SAFETY INSTITUTE
Gedung NINDYA KARYA Lt. 6 Ruang 602,
JL. Letjen Haryono MT Kav. 22Jakarta Timur
( :(021) 9115000, 80873270-71,70717744 Fax : (021) 80873270-71

BAB I MANAJEMEN RISIKO

1.1 Sebutkan 5(lima) langkah dasar yang harus diikuti dalam perencanaan dan penyusunan suatu
manajemen risiko yang effektif?

Jawaban :

Proses manajemen risiko secara sederhana :


1. Identifikasi Risiko.
2. Analisa Risiko dan dampaknya
3. Menentukan risiko mana yang sanggup ditanggung perusakaan
4. Mengendalikan / memindahkan risiko yang tidak dapat ditanggung organisasi
5. Review secara teratur

1.2 Uraikan perbedaan antara speculative risk dan operational risk dalam kaitan dengan
manajemen risiko ?

Jawaban :
Perbedaan resiko spekulatif dan operasional
 Resiko adalah kombinasi antara kemungkinan terjadinya suatu peristiwa dengan
akibat yang ditimbulkan akibat peristiwa tersebut.
 Resiko spekulatif adalah resiko yang harus ditanggung seseorang akan keputusan
yang diambil dalam kegiatannya untuk memperoleh keuntungan (ada elemen profit or
gain) dimana orang tersebut harus mempertimbangkan terjadinya keuntungan atau
kerugian yang mungkin terjadi.
 Resiko Operasional adalah sesuatu yang tidak direncanakan dan tidak menyenangkan
namun terjadi pada perusahaan dan mengakibatkan kerusakan pada harta benda atau
menyakiti pegawainya

1.3 Uraikan hubungan antara risiko dengan tujuan dari sebuah perusahaan.

Jawaban
Semua organisasi didirikan dengan suatu tujuan atau sasaran yang ingin dihasilkan sedangkan
risiko dapat mengancam aktifitas organisasi dalam mencapai tujuan tersebut yang akan
mengakibatkan organisasi tersebut akan gagal memenuhi janji yang telah dibuatnya. Dengan
kata lain risiko adalah suatu faktor penting yang harus selalu dapat dikendalikan oleh
organisasi bila tujuan yang ingin dicapai dapat berhasil sesuai rencana.

1.4 Uraikan bagaimana suatu perlindungan asuransi yang tidak tepat dapat merugikan perusahaan.
(Ref : Chapter 1)

Jawaban :
Tujuan dari perlindungan asuransi adalah untuk memulihkan keadaan finansial perusahaan
setelah terjadi suatu kerugian yang disebabkan suatu penyebab atau peril sehingga program
asuransi harus dirancang sedemikian rupa agar tidak ada potensialperil yang tidak ter-cover.
Bila peril yg dicover program asuransi adalah yang tidak relevan dengan yang dihadapi
perusahaan maka biaya yang dikeluarkan untuk asuransi tersebut akan sia-sia karena
perlindungan asuransi tersebut tidak akan ada manfaatnya.

1.5 Mengapa manajemen risiko sangat diperlukan oleh sebuah perusahaan.

Jawaban

Page 2 of 29
MANAJEMEN RISIKO 601 04/21/19
Disusun Oleh : Ir Sudarno Hardjo Saparto AAAIK.
BUILDING & PLANT SAFETY INSTITUTE
Gedung NINDYA KARYA Lt. 6 Ruang 602,
JL. Letjen Haryono MT Kav. 22Jakarta Timur
( :(021) 9115000, 80873270-71,70717744 Fax : (021) 80873270-71
Untuk memastikan adanya suatu infrastruktur formal di seantero perusahaan yang menangani
berbagai ancaman yang dihadapi perusahaan yang dapat membahayakan kelangsungan
aktivitas perusahaan.

1.6 Uraikan kepentingan yang dimiliki oleh karyawan sebagai salah satu stakeholder perusahaan
dlm kaitan dengan manajemen risiko

Jawaban :
Pihak-pihak yang terpengaruh atas terjadinya suatu risiko pada suatu organisasi atau Pihak-
pihak yang memiliki kepentingan terhadap kelangsungan hidup suatu organisasi

Karyawan :
- Morale dan kebanggaan , ini sering mempengaruhi tingkat minat karyawan untuk berhasil
dalam organisasi dan mempunyai hubungan langsung pada kualitas kerja.
- Kebutuhan suatu pekerjaan untuk menopang kehidupan pribadi dan keluarga dan juga
menghargai dirinya
- Suatu keamanan lingkungan kerja

Tambahan :

Supplier : Akan bergantung pada kelangsungan atas kemampuan mengirim dan menerima
pembayaran atas barang-barang dan jasa yang dijanjikan.

Customer :: Kepentingannya bergantung pada kepercayaan mereka atas layanan dan


kwalitas barang yang disajikan perusahaan

* Kerugian yang diderita perusahaan akan berdampak pada:


- Supplier: Apabila cash flow perusahaan terganggu sehingga tidak
memenuhi pembayaran yang telah di sepakati
- Customer: Apabila asset perusahaan termasuk karyawan tidak dapat
mensupply atau memenuhi kebutuhan customer.

Distributor (wholesale customer)


- Komentar tentang konsumen diatas yang berlaku untuk distributor
- Ketergantungan terhadap suatu organisasi / supplier  worst effect bagi distributor

Regulator / pemerintah :
- Bermacam regulator yang berkepentingan terhadap pemerintah (tax, dirjen asuransi, dll.)
- Sanksi dari pemerintah jika peraturan tidak dipatuhi oleh organisasi
- Kerugian finansial, reputasi dan penutupan usaha.

Stakeholder lain: - media


- private investor
- shareholders
- Banking industri
- lingkungan

1.7 a. Jelas alasan yang mendasar mengapa suatu organisasi membutuhkan manajemen risiko
b. Jelaskan 4(empat) potential costs yang harus diphami dan dikelola oleh suatu
organisasi

Jawaban :

Page 3 of 29
MANAJEMEN RISIKO 601 04/21/19
Disusun Oleh : Ir Sudarno Hardjo Saparto AAAIK.
BUILDING & PLANT SAFETY INSTITUTE
Gedung NINDYA KARYA Lt. 6 Ruang 602,
JL. Letjen Haryono MT Kav. 22Jakarta Timur
( :(021) 9115000, 80873270-71,70717744 Fax : (021) 80873270-71
a. Mengenali risiko yang dapat mengancam kelangsungan perusahaan adalah penting
guna mengantisipasi dan mengenali dampak yang mungkin terjadi.
Dalam suatu perusahaan masing-masing manajer mengenali dengan baik risiko yang
dihadapi dalam / terhadap divisinya masing-masing sementara pada umumnya
pemahaman mereka sangat terbatas atas risiko yang mungkin terjadi di divisi lain.

Untuk itu diperlukan seorang manajer yang akan mengkoordinasi dan memanage
risiko-risiko yang terdapat di masing-masing divisi sehingga seluruh resiko yang dapat
mengancam kelangsungan perusahaan akan dapat dikenali dan dikendalikan secara
comprehensive atau menyeluruh dengan terintegrasi.

Dengan manejemen resiko perusahaan akan mengenal resiko yang dapat dihadapinya
untuk selanjutnya menentukan strategi apa yang akan diambil dalam mengendalikan
risiko-risiko tersebut.
Keberhasilan dalam menentukan strategi yang diambil akan sangat mempengaruhi
pandangan investor dalam menanamkan modalnya kepada perusahaan.

b. 4(empat) potential costs yang harus diphami dan dikelola oleh suatu organisasi

1 Kematian dan kecelakaan


- Kurang pengetahuan untuk mengurangi kecelakaan kerja dipabrik dan
tempat kerja, resiko nyata dalam gedung tempat kerja dan mesin,
resiko antara karyawan dan pengunjung.
- Prosedur penerimaan karyawan kurang memadai dapat menimbulkan
resiko karyawan, kurang diberikan latihan dapat berbahaya terhadap
teman sejawat dan pengunjung.
- Staff dalam perjalanan dinas keluar negeri.

2. Kehilangan keuangan atau nilai lainnya.


- Kehilangan nilai phisik, misalnya : kerugian kebakaran, kecurian,
gempa, kriminal, teroris dan kecelakaan lain.
- Kehilangan Intelektual asset
Informasi dan intelektual properti lain yang digunakan mempunyai
nilai yang sangat penting, dapat berupa kertas atau data

3. Kehilangan kepercayaan, kerusakan / cacat nama perusahaan


- Khususnya pelanggan potensial memerlukan jaminan organisasi yang
stabil atau kualitas dan keamanan produknya, misalnya perusahaan
penerbangan, perusahaan asuransi, bank, pabrik makanan, pusat
kontrol penerbangan, dll. Banyak organisasi yang mengabaikan
perlunya reputasinya.
- Dimana organisasi kehilangan kepercayaan di pasar dan menderita
kerugian besar. Banyak yang tidak kembali ke pasar dengan kekuatan
yang sama, banyak yang tutup karenanya.

- Kepercayaan dapat diserang secara khusus bila organisasi menderita


suatu kerugian atau sakit yang mana stakeholder
mempertimbangkannya salah satunya dengan mengabaikan
manajemen yang baik atau dengan kata lain manajemen resiko yang
effektif

4. Tidak diproteksi Asuransi


Tanpa mengetahui secara kritis resiko-resiko dan penyebab kerusakan yang
potensial, pengaturan portfolio asuransi harus paling baik seperti undian.
Page 4 of 29
MANAJEMEN RISIKO 601 04/21/19
Disusun Oleh : Ir Sudarno Hardjo Saparto AAAIK.
BUILDING & PLANT SAFETY INSTITUTE
Gedung NINDYA KARYA Lt. 6 Ruang 602,
JL. Letjen Haryono MT Kav. 22Jakarta Timur
( :(021) 9115000, 80873270-71,70717744 Fax : (021) 80873270-71
Premi dapat diabaikan. Organisasi mungkin juga menderita kerugian yang
mana tidak diasuransikan atau didapatkan bahwa harga pertangungan dan
periode pertanggungan tidak cukup untuk menutup kerugian.

1.8. Uraikan 5 (lima) hal yang harus dilindungi oleh perusahaan dari kerusakan atau kerugian
(konsekwensi kegagalan delivery)

Jawaban :
a). Keselamatan Karyawan:
- lingkungan yang mana yang dapat melindungi karyawan dan tamu/pengunjung
dari kecelakaan/gangguan kriminal, kriminal dilakukan pihak ketiga dan oleh
kenalan
- lingkungan yang dapat melindungi karyawan dan tamu / pengunjung dari luka,
contohnya perokok pasip, stress, mengganggu dan lainnya
- Ketersediaan tenaga kerja yang terlatih baik individu atau team
b). Asset Perusahaan:
- Balance sheet assets, Harta perusahaan yang tercantum didalam neraca
termasuk asset milik orang lain yang dipercayakan kepada perusahaan,
misalnya :: uang, bangunan, perabotan, kendaraan, dll
- Off balance sheet assets
Mengcover asset-aset yang tidak termasuk dalam balance sheet assets (neraca),
seperti:
* Intelektual assets berupa informasi
* Repurtasi: kepercayaan terhadap perusahaan
* Jaringan dari pemasok utama
* Sistem distribusi
* Pelanggan (customers base)
- Revenue dan cash flow
Mencakup: * kontrol keuangan termasuk kontrol kredit
* pemasukan
c). Kepercayaan dalam berbisnis dan nilai dari merek / cap perusahaan
d). Menghindari biaya-biaya litigasi (Proses pengadilan)
- Perijinan dan kepatuhan peraturan yang ada
- Kontrak kerja
- Tanggung jawab terhadap lingkungan
- Denda dan sanksi hukum
- Biaya pengadilan dari persilihan dengan karyawan dan pihak ketiga
- Tanggung jawab menurut undang-undang
e). Kemampuan beroperasi untuk melanjutkan dalam memanage perusahaan secara
efektif dan memenuhi janji-janji dan kontrak (kualitas dan waktu)
- Kemampuan memenuhi kontrak kerja yang ada.

- Kemampuan memenuhi kontrak tersebut secepatnya setelah risiko terjadi


- Kemampuan melanjutkan usaha setelah risiko terjadi

1.9 a.. Manajer risiko memerlukan landasan berpijak atau fondasi dalam organisasi agar
bermacam risiko dapat dilihat secara effektif . jelaskan 3(tiga) landasan tersebut
b. Jelaskan langkah proses manajemen risiko dengan menggunakan chart

Jawaban :
a. Manajer risiko memerlukan landasan berpijak atau fondasi dalam organisasi agar
bermacam risiko dapat dilihat secara effektif

Page 5 of 29
MANAJEMEN RISIKO 601 04/21/19
Disusun Oleh : Ir Sudarno Hardjo Saparto AAAIK.
BUILDING & PLANT SAFETY INSTITUTE
Gedung NINDYA KARYA Lt. 6 Ruang 602,
JL. Letjen Haryono MT Kav. 22Jakarta Timur
( :(021) 9115000, 80873270-71,70717744 Fax : (021) 80873270-71
1. Manajer risiko sebagai telinga board atau manajemen yang mempunyai level
paling tinggi dalam organisasi
2. Mempunyai kemampuan menyampaikan berita risiko secara benar diantara orang-
orang dalam orgnaisasi , dari orang yang mempunyai sumber –sumber yang
dapat digunakan dan mempunyai kekuatan untuk mengambil keputusan
3. Status dalam organisasi tidak hanya merefleksi aturan-aturan ynag penting , tetapi
memastikan bahwa yang terlihat lainnya juga penting.

b. langkah proses manajemen risiko dengan menggunakan chart

k Establish the context m


o o
m n
i
u Identifikasi risiko t
n o
i r
k Analisa risiko &
a r
s e
i v
Evaluasi risiko i
e
w
Treat risks

a. Manajer harus mempertimbangkan berbagai risiko pengaman 3(tiga) ancaman pengamanan


yang mungkin dihadapi dalam suatu lingkungan perusahaan

Jawaban :
1. Seluruh jenis assets fisik
2. Pengoperasian
3. Iinformasi
4. Karyawan
5. Kecurangan

Tambahan :

a) kerusakan - Kerusakan atas asset-asset termasuk reputasi


Perusahaan atas berbagai ancaman.

b) Perlindungan karyawan - Ketentuan atas kesehatan & keselamatan dan tamu / pengunjung
- Masalah-masalah keselamatan lainnya.
- lingkungan kerja.

c) Memanage program transfer - Memanage potensi asuransi


- Perusahaan asuransi dan elemen perusahaan
keuangan

d) Kontinuitas Bisnis - Analisa resiko katastopik


Page 6 of 29
MANAJEMEN RISIKO 601 04/21/19
Disusun Oleh : Ir Sudarno Hardjo Saparto AAAIK.
BUILDING & PLANT SAFETY INSTITUTE
Gedung NINDYA KARYA Lt. 6 Ruang 602,
JL. Letjen Haryono MT Kav. 22Jakarta Timur
( :(021) 9115000, 80873270-71,70717744 Fax : (021) 80873270-71
- Rencana kelangsungan usaha
- Review karyawan-karyawan sumber daya lainnya untuk
menjamin kesadaran dan kesiapan

1.10 Uraikan sasaran pokok yang harus tercakup dalam risk management philosophy

Jawaban :
Sasaran pokok yang harus tercakup dalam pengembangan risk manajemen phisolophy :
- Memungkinkan resiko individual dilaksanakan dalam kerangka termilogi yang lebih
besar, organisasi yang luas.
- Memberikan tanda untuk keputusan yang effektif dan aktifitas yang bersifat local.

1.11 Jelaskan risk Policy statement

Jawaban
Dokumen yang digunakan sebagai alat publikasi dan komunikasi dari risk manajemen
philosophy dan focus pada pekerjaan manajemen risiko departemen dan tujuan dari tiap
individual managers, mencakup :
a. Peraturan dan tujuan fungsi manajemen risiko.
b. Bagaimana risiko akan diidentifikasikan, diukur dan diprioritaskan untuk mengambil
tindakan.
c. Memutuskan risiko-risiko yang mana, dan level pengaruhnya, yang dapat ditahan
dalam organisasi.
d. Batas kewenangan dan tanggung jawab berkaitan dengan risiko dan manajemen risiko
e. Bagaimana resiko-resiko akan dilaporkan ke atasan dan ke pimpinan (board)
f Metode monitoring terhadap perubahan yang berkatian dengan risiko hingga dapat
memastikan bahwa perubahan-perubahan itu dapat mempunyai pengaruh dalam
menangani risiko diidentifikasikan untuk pengambilan keputusan

BAB II IDENTIFIKASI RISIKO

2.1 Sebutkan 5(lima) pihak dalam suatu perusahaan yang menjadi sumber informasi internal bagi
manajer risiko

Jawaban :
1. Audit manager
2. Compliance Manager
3. Design engineers
4. Facilities Manager
5. Legal officer
6. Product development manager
7. Company secretary

2.2 Perbedaan antara fungsi seorang manajer risiko dengan seorang auditor. (Ref : Chapter 2)
Page 7 of 29
MANAJEMEN RISIKO 601 04/21/19
Disusun Oleh : Ir Sudarno Hardjo Saparto AAAIK.
BUILDING & PLANT SAFETY INSTITUTE
Gedung NINDYA KARYA Lt. 6 Ruang 602,
JL. Letjen Haryono MT Kav. 22Jakarta Timur
( :(021) 9115000, 80873270-71,70717744 Fax : (021) 80873270-71

Jawaban :
Auditor berada diluar struktur manajemen dan bertugas untuk mengaudit kenirja manajemen
Manajer risiko adalah bagian dari struktur manajemen dan berfungsi untuk memberikan
masukan kepada manajemen dalam kaitan dengan aspek pengelolaan risiko.

2.3 Uraikan manfaat utama organisasi Chart sebagai salah satu alat dalam identifikasi risiko :

Jawaban :
Organisasi Chart dapat digunakan untuk mengetahui location of risk karena dari chart ini
akan terlihat hubungan kerja antara berbagai unit dalam perusahaan serta kaitannya dengan
pihak luar. Chart dapat memperlihatkan kemungkinan dimana terjadi bottle neck atau
hambatan dalam organisasi.

2.4 Uraikan apa yang dimaksud dengan flow chart sebagai salah satu alat identifikasi risiko

Jawaban :
Berbeda dengan organisasi chart, yang mana flow chart akan memperhatikan PENGARUH
yang mungkin terjadi kalau satu kecelakaan terjadi misalnya
Flow chart akan memperlihatkan bottle neck dan ketergantungan antar bagian dan juga akan
memperlihatkan risiko pada bagian akhir (penjualan) kalau sesuatu terjadi pada proses
sebelumnya

2.5 Check list dan questionanries merupakan salah satu alat yang sering dipergunakan dalam
proses identifikasi risiko, jelaskan :
a. 3(tiga) manfaat penggunaaannya
b. 4(empat) keuntungan penggunaannya
c. 4(empat) kelemahannya yang harus dipertimbangkan oleh manajer risiko

Jawaban :
a. 3(tiga) manfaat penggunaaannya
1). Sebagai catatan atau memori seseorang manager risiko
2). Sebagai alat untuk mendapatkan informasi, dimana prosesnya dapat didelegasi
ke orang /departemen lain.
3). Sebagai suatu format yang standar / baku, sehingga dapat menjadi
pembanding untuk informasi-informasi yang berbeda-beda format.

d. 4(empat) keuntungan penggunaannya


1. Cara murah dan effisien untuk mendapatkan informasi yang besar
2. Sederhana dan mudah digunakan
3. Cara mudah meng update informasi yang digunakan sekarang dengan hasil
survey monitor trend yang terakhir
4 Menyesuaikan lokasi individu dari risiko yang menarik
5. Sangat bermanfaat untuk meletakkan bermacam-macam sumber informasi
kedalam format yang biasa digunakan

e. 4(empat) kelemahannya yang harus dipertimbangkan oleh manajer risiko


1. Mereka tidak tertarik untuk menambahkan informasi, fakta keadaan yang
penting

Page 8 of 29
MANAJEMEN RISIKO 601 04/21/19
Disusun Oleh : Ir Sudarno Hardjo Saparto AAAIK.
BUILDING & PLANT SAFETY INSTITUTE
Gedung NINDYA KARYA Lt. 6 Ruang 602,
JL. Letjen Haryono MT Kav. 22Jakarta Timur
( :(021) 9115000, 80873270-71,70717744 Fax : (021) 80873270-71
2. Yang sangat berbahaya, apabila author mengetahui dengan jelas yang
dimaksud pertanyaan-pertanyaan didalam wording
3. Apakah Check List dan Questioner tepat untuk setiap orang untuk dijawab ?
4. Apakah mempunyai dua interprestasi

2.5 Salah satu tehnik identifikasi risiko adalah dengan menggunakan fault trees. Jelaskan :

a) 2 (dua) hal pokok yang dapat dicapai dengan menggunakan cara ini.
b) 5 (lima) aspek yang berkaitan dengan sumber pasokan bahan baku yang harus
dipertimbangkan secara saksama oleh manajer risiko.
c) risiko yang berhubungan dengan suatu proses atau sebuah mesin dengan menggunakan
bagan.(Ref : Chapter 2)
Jawaban

a. 1) Fault tree dapat melihat pada flow chart dari sudut pandang risiko dan mulai
memperkirakan kemungkinan rangkaian supply tersebut dapat diputus.
2) Fault Tree juga dapat melihat risiko dalam suatu proses atau sebuah mesin dan
melihat kemungkinan adanya potensi kerusakan.
(Bobot 30%)

b. 1) Apa yang dapat memastikan pasokan tidak datang tepat pada waktunya
2) Bagaimana cara mengendalikan ancaman tersebut
3) Apakah ada sumber alternatif yang dapat diguanakan pemasok.
4) Apakah organisasi mengurangi risikonya dengan mencari pemasok lebih dari
satu
5) Apakah tersedia paten, design models, licences dan persyaratan lainnya bila
organisasi memutuskan untuk mengganti pemasok dengan yang lain.(Bobot
40%)

c. Bagan: (Bobot 30%)

Page 9 of 29
MANAJEMEN RISIKO 601 04/21/19
Disusun Oleh : Ir Sudarno Hardjo Saparto AAAIK.
BUILDING & PLANT SAFETY INSTITUTE
Gedung NINDYA KARYA Lt. 6 Ruang 602,
JL. Letjen Haryono MT Kav. 22Jakarta Timur
( :(021) 9115000, 80873270-71,70717744 Fax : (021) 80873270-71

Potensi kerusakan

Tanki meledak

Relief valve
Over powered

Tekanan naik

Kesalahan orang

Kerusakan

Tanki meledak

Tekanan naik Relief valve naik

Pump fails Excessive Water Lack of


input Human error
Pressure fail maintenance

2.6 Jelaskan apa yang dimaksud dengan HAZOP (Ref : Chapter 2)

Jawaban :
Merupakan perkembangan dari fault tree dimana peralatan kunci yang telah diidentifikasi atas
mana tergantung kemampuan perusahaan untuk memenuhi tanggung-jawabnya. HAZOP
melibatkan 4 persoalan pokok yaitu 1) apakah hasil yang ingin dicapai bagian tersebut 2)
deviasi apa yang mungkin terjadi dari tujuan umum tersebut 3) apakah kemungkinan penyebab
deviasi tersebut dan 4) apakah konsekuensi yang dapat ditimbulkan deviasi itu.

Page 10 of 29
MANAJEMEN RISIKO 601 04/21/19
Disusun Oleh : Ir Sudarno Hardjo Saparto AAAIK.
BUILDING & PLANT SAFETY INSTITUTE
Gedung NINDYA KARYA Lt. 6 Ruang 602,
JL. Letjen Haryono MT Kav. 22Jakarta Timur
( :(021) 9115000, 80873270-71,70717744 Fax : (021) 80873270-71
2.7 Dalam kaitan dengan tehnik identifiksi risiko, jelaskan :
a. 2(dua) metode umum dipergunakan untuk melakukan identifikasi letak atau lokasi
suatu risiko
b. 3(tiga) metoda yang umum diperguanakan untuk mengetahui bentuk atau jenis suatu
risiko

Jawaban :

a. Dimana risiko tersebut berada (metode yang umum dipergunakan untuk melakukan
identifikasi letak dan lokasi suatu risiko :
i. Organisation chart
Organisasi Chart dapat digunakan untuk mengetahui location of risk karena
dari chart ini akan terlihat hubungan kerja antara berbagai unit dalam
perusahaan serta kaitannya dengan pihak luar. Chart dapat memperlihatkan
kemungkinan dimana terjadi bottle neck atau hambatan dalam organisasi.

ii. Flow chart


Berbeda dengan organisasi chart, yang mana flow chart akan memperhatikan
PENGARUH yang mungkin terjadi kalau satu kecelakaan terjadi misalnya
Flow chart akan memperlihatkan bottle neck dan ketergantungan antar bagian
dan juga akan memperlihatkan risiko pada bagian akhir (penjualan) kalau
sesuatu terjadi pada proses sebelumnya

b. Risiko-risiko apa yang terlibat ? ( metode yang umum dipergunakan untuk mengetahui
bentuk dan jenis risiko )
i Checklist dan questionariess
Kita bisa menggali lebih jauh risiko-risiko apa yang terlibat

ii Inspeksi langsung
Mengenali dan memahami karakteristik risiko yang mengancam operasional
dan kelangsungan usaha
iii Brainstorming
Membuat kesempatan dimana setiap orang yang berkepentingan membagi
pengetahuannya
iv Komite risiko
Sekumpulan orang yang secara rutin bertemu dan membahas mengenai
pengalaman, saran tentang suatu risiko dalam perusahaan.

c. Bagaimana kita bisa menggunakan informasi tersebut dalam pengambilan keputusan


i Fault tree
1) FAULT TREE dapat melihat pada flow chart dari sudut pandang
risiko dan mulai memperkirakan kemungkinan rangkaian supply
tersebut dapat diputus.
2): FAULT TREE juga dapat melihat risiko dalam suatu proses atau
sebuah mesin dan melihat kemungkinan adanya potensi kerusakan.

ii HAZOP
Tujuan Hazop sama dengan Fault tree Yaitu merunut semua kemungkinan
yang bisa menyebabkan risiko menjadi kenyataan, Berbeda dengan fault tree,
Hazop ditutun oleh
4 (empat pertanyaan)
1 Apakah hasil yang ingin dicapai bagian tersebut
Page 11 of 29
MANAJEMEN RISIKO 601 04/21/19
Disusun Oleh : Ir Sudarno Hardjo Saparto AAAIK.
BUILDING & PLANT SAFETY INSTITUTE
Gedung NINDYA KARYA Lt. 6 Ruang 602,
JL. Letjen Haryono MT Kav. 22Jakarta Timur
( :(021) 9115000, 80873270-71,70717744 Fax : (021) 80873270-71
2. Deviasi apa yang mungkin terjadi dari tujuan umum tersebut
3. Apakah kemungkinan penyebab deviasi tersebut
4. Apakah konsekuensi yang dapat ditimbulkan
Merupakan perkembangan dari fault tree diamana peralatan kunci yang telah
diidentifikasikan atas mana tergantung kemamapuan perusahaan untuk
memenuhi tanggung jawabnya

2.8 Johan adalah seorang manajer marketing sebuah perusahaan asuransi dan harus berada
disurabaya hari senin pukul 10.00 untuk memberikan presentasi produk asuransi kepada calon
nasabah korporasi yang sangat penting. Johan memutuskan untuk pergi ke surabaya dengan
pesawat pukul 07.00 pagi i yang sama. Johan pergi ke airtport mengedari mobil sendiri, tanpa
pengemudi. Menginta situasi di Jakarta bisa terlambat sampai di airport dan ketinggalan
pesawat karena berbagai alasan. Sehubungan dengan itu, uraikan :
a. 4(empat) hal yang dapat membuat johan terlambat samapi di airport ketinggalan
pesawat
b. 4(empat) hal yang dapat dilakukan johan untuk memperkecil resiko yang dihadapi
samapi pada tingla yang dianggap cukup aman
c. 3(tiga) hal lainnya yang dapat direncankan johan untuk menghadapi berbagai
risiko yang berda diluar kendalinya

Jawaban :
a. 4(empat) hal yang dapat membuat johan terlambat samapi di airport ketinggalan
pesawat.
1. kecelakaan
2. Macet
3. Kempes ban / rusak mesin
4. Bangun kesiangan
b. 4(empat) hal yang dapat dilakukan johan untuk memperkecil resiko yang dihadapi
sampai pada tingla yang dianggap cukup aman
1. Mengendarai dengan kecepatan biasa aja dan memperhatikan rambu-rambu
hati-hati
2. Mencari jalan alternatif atau berangkat lebih awal
3. Periksa dahulu kondisi mesin dan kondisi ban
4. Pasang alarm

c. 3(tiga) hal lainnya yang dapat direncanakan johan untuk menghadapi berbagai risiko
yang berda diluar kendalinya
1. Berangkat sore hari pada hari minggu
2. Berangkat pada penerbangan lebih awal
3. Mennggunakan jasa angkutan lain

BAB III ANALISA RISIKO

3.1 Dalam kaitan dengan analisa risiko, Jelaskan 6(enam) tujuan fundamental yang menjadi
sasaran dari nalisa tersebut
Jawaban :
1. Identifikasi risiko
2. Mengukur risiko yang dihadapi terhadap risiko yang masih dapat ditanggung
perusahaan

Page 12 of 29
MANAJEMEN RISIKO 601 04/21/19
Disusun Oleh : Ir Sudarno Hardjo Saparto AAAIK.
BUILDING & PLANT SAFETY INSTITUTE
Gedung NINDYA KARYA Lt. 6 Ruang 602,
JL. Letjen Haryono MT Kav. 22Jakarta Timur
( :(021) 9115000, 80873270-71,70717744 Fax : (021) 80873270-71
3. Membantu dalam mempresentasikan konsep risiko secara jelas dan dengan cara
konsisten
4. Mendukung keputusan yang akan diambil atas tindakan yang diperlukan untuk
mengurangi risiko ke arah tingkat risiko yang di tahan / tanggung perusahaan
5. Mendukung keputusan yang baik tentang contingency plan yang diperlukan
6. Mengases baik operasional maupun cost effektif dari Manajemen Risiko yang ada atau
yang telah berjalan
7. Membangkitkan kesadaran manajemen serta pemahaman yang lebih dalam tentang
bahaya yang dihadapi.

3.2 Jelaskan 6(enam) sasaran utama yang ingin dicapai dan selalu harus menjadi pegangan dalam
proses analisa risiko

Jawaban :

1. Identifikasi risiko
2. Mengukur risiko yang dihadapi terhadap risiko yang masih dapat ditanggung
perusahaan
3. Membantu dalam mempresentasikan konsep risiko secara jelas dan dengan cara
konsisten
4. Mendukung keputusan yang akan diambil atas tindakan yang diperlukan untuk
mengurangi risiko ke arah tingkat risiko yang di tahan / tanggung perusahaan
5. Mendukung keputusan yang baik tentang contingency plan yang diperlukan
6. Mengases baik operasional maupun cost effektif dari Manajemen Risiko yang ada atau
yang telah berjalan
7. Membangkitkan kesadaran manajemen serta pemahaman yang lebih dalam tentang
bahaya yang dihadapi.

3.3 Uraikan kelemahan atau bahaya yang mungkin terjadi apabila suatu analisa risiko hanya
dilakukan berdasarkan statistik saja.

Jawaban :

a. Statistik sangat tergantung pada akurasi dan relevansi data yang digunakan
b. Membutuhkan intervensi dari manajer risiko dalam menggunakan data-data tersebut.
c. Dengan kata lain, data tidak bisa digunakan begitu saja karena ada beberapa hal yang
dapat mengganggu.

3.4 Uraikan Hal yang harus diperhatikan sebelum menggunakan analisa statistic:

Jawaban :
Kita dapat mendasarkan pengambilan keputusan berdasarkan analisa statistic, namun sebelum
menggunakan analisa statistic, seorang manajer risiko, juga harus mempertimbangkan hal-hal
sebagai berikut:
a. Perubahan-perubahan lingkungan
Pastikan bahwa data-data dalam menganalisa statistic telah di update/ diperbaharui
dengan informasi-informasi / perkembangan2 terbaru tentang risiko yang akhir-akhir
ini terjadi yang merupakan pengalaman yang nyata dan telah merubah pandangan
tentang suatu risiko. Seperti:
- Peristiwa bocornya pipa gas yang menimbulkan dampak yang luar biasa bukan
hanya di lingkungan industri namun juga lingkungan sekitarnya.
- Demonstrasi besar-besaran menentang kenaikan harga bahan bakar

Page 13 of 29
MANAJEMEN RISIKO 601 04/21/19
Disusun Oleh : Ir Sudarno Hardjo Saparto AAAIK.
BUILDING & PLANT SAFETY INSTITUTE
Gedung NINDYA KARYA Lt. 6 Ruang 602,
JL. Letjen Haryono MT Kav. 22Jakarta Timur
( :(021) 9115000, 80873270-71,70717744 Fax : (021) 80873270-71
b. Risiko Katastropik
Risiko katastropik sangat jarang terjadi, namun bila terjadi akan
menimbulkan kerusakan / dampak yang luar biasa. Contoh: Hurricane (topan), strom,
dll. Untuk itu, ada baiknya para ahli manajemen risiko mengambil tindakan dengan
mencoba mengindentifikasi setiap risiko katastropik dengan jalan memberi nama dan
mengamati frekwensi terjadinya, sehingga setidaknya risiko katastropik yang mungkin
terjadi dapat diantisipasi serta dampak kerugiannya dapat diminilisasi.

c. Kualitas input data


Angka statistic memerlukan ketepatan dan keakuratan data yang tinggi agar statistic
yang dihasilkan benar-benar mencerminkan risiko yang sesungguhmya serta
menghasilkan kesimpulan dan rekomendasi yang benar atas tindakan yang perlu
diambil guna mengantisipasi risiko serta dampak yang ditimbulkan.
Untuk itu seorang manajer resiko sebaiknya memeriksa ulang untuk memastikan data-
data yang digunakan dalam analisa statistic adalah valid dan benar.

3.4 Uraikan apa yang dimaksud dengan risk sharing dalam kaitan dengan risk financing. (Ref :
Chapter 3)

Jawaban :
Adalah risiko yang dapat menyebabkan kerusakan sedemikian parahnya sehingga dapat
menghancurkan seluruh perusahaan/organisasi.

3.5 Jelaskan apa yang disebut killer risk dan berikan contoh :

Killer Risks adalah risiko-risiko yang dapat mengancam kelangsungan perusahaan / organisasi
secara keseluruhan
Setiap perusahaan / organisasi mempunyai killer Risks yang berbeda-beda tergantung jenis
dan lingkungan usahanya.
Namun demikian ada beberapa risiko yang secara umum dapat mempengaruhi suatu organisasi
/ Perusahaan, yaitu:
a. Kehilangan ijin usaha.
Kesalahan pengelolahan usaha dapat menyebabkan ijin usaha suatu
perusahaan/organisasi dicabut oleh aparat / pihak yang berwenang. Untuk seorang ,
manager risiko harus memastikan bahwa pengelolaan usaha yang dapat tetap
terkendali dengan benar.
b. Nama baik Merk dagang dan nama perusahaan beserta produk-produknya
c. Fasilitas-fasilitas pendukung

Manager Risiko harus memastikan bahwa kemungkinan-kemungkinan yang terjadi


atas fasilitas-fasilitas pendukung usaha seperti computer, mesin-mesin produksi telah
diantisipasi dengan baik

d. Sumber Daya Manusia


Manager risiko harus mempertimbangkan kemungkinan-kemungkinan yang
mengancam kelangsungan sumber-sumber daya yang memiliki keahlian yang
diperlukan serta memiliki moral yang baik.

e. Kemampuan financial Perusahaan


f. Kekuatan Kompetitor atau pesaing
g. Kehilangan bisnis serta kontrol keuangan dalam perusahaan

Page 14 of 29
MANAJEMEN RISIKO 601 04/21/19
Disusun Oleh : Ir Sudarno Hardjo Saparto AAAIK.
BUILDING & PLANT SAFETY INSTITUTE
Gedung NINDYA KARYA Lt. 6 Ruang 602,
JL. Letjen Haryono MT Kav. 22Jakarta Timur
( :(021) 9115000, 80873270-71,70717744 Fax : (021) 80873270-71
Risiko diatas menambah tantangan bagi seorang manager risiko dalam menjalankan tugasnya
mereka dituntut untuk :
a. Menyampaikan informasi mengenai / berkaitan dengan killer Risk secara tranparansi dan
tepat sasaran
b. Upaya untuk menghindar dari killer Risk apabila memungkinkan
c. Mempersiapkan Contigency plan untuk mengantisipasi worst case terjadi

3.6 Jelaskan alat untuk analisa risiko

Jawaban :

Alat untuk analisa Risiko (RINGKASAN)


a. Hazard Catalogues
1. Manajer risiko mengidentifikasikan dimana kerugian akan terjadi
2. Manajer risiko mengidentifikasikan darimana ancaman datang

b. Risk Modelling
Intinya adalah membuat scenario fiktif yang diharapkan akan membantu manager risiko
membuat keputusan

c. Pengukuran Kerugian
Kita akan mendapatkan gambaran tentang risiko yang berguna dalam analisa dengan
melihat konsekuensi yang ditimbulkannya, konsekuensi yang timbul :
- Injury / loss of life
- Monetary loss – financial matter
- Time - Delivery time  finalty  pelanggan pindah ketempat lain
- Survival - killer penyebabnya

d. Mendefinisikan Konsekuensi
Apakah kita dalam menganalisa risiko harus memperhitungkan recovery dari pihak lain
atau tidak
e.Presentasi risiko dan konsekuensinya
f. Menggabung kemungkinan dan besarnya kerugian
g. Index down fire & explotion
h. Pengalaman masa lalu

3.7 Uraikan perbedaan antara injury loss of life dengan monetary loss dalam kaitan dengan
pengukuran besarnya suatu kerugian?

Jawaban :

- Injury / loss of life (cacat / meninggal)


- Monetary loss – financial matter

3.8 Jelaskan apa yang dimaksud dengan Index DOW FIRE and EXPLOSION :

Jawaban :
Adalah suatu Explosion Index yang dikembangkan berdasarkan hazards yang terdapat dalam
suatu proses dalam sebuah pabrik. Index ini menerapkan suatu angka faktor yang sebelumnya
telah ditetapkan dalam proses tersebut yang diketahui dapat meningkatkan risiko kerusakan
secara keseluruhan. Misalnya, kemungkinan terjadinya fire akan dipengaruhi oleh keberadaan
dari satu atau lebih dari: debu, tekanan, bahan mudah terbakar, alat pemanas, oli panas, dll.
Page 15 of 29
MANAJEMEN RISIKO 601 04/21/19
Disusun Oleh : Ir Sudarno Hardjo Saparto AAAIK.
BUILDING & PLANT SAFETY INSTITUTE
Gedung NINDYA KARYA Lt. 6 Ruang 602,
JL. Letjen Haryono MT Kav. 22Jakarta Timur
( :(021) 9115000, 80873270-71,70717744 Fax : (021) 80873270-71
Dengan menggunakan angka faktor atas keberadaan masing-masing keadaan tersebut, dapat
dibuat gambaran kemungkinan terjadinya suatu insiden.

3.9 Jelaskan apa yang dimaksud Aspek-Aspek lain yang harus diperhatikan dalam analisa
risiko :

Jawaban :

Ada dua aspek penting lain yang harus diperhatikan dalam analisa risiko, yaitu:
1. Factor ketergantungan
2. probabilitas

Faktor ketergantungan ( komponen-komponen sebuah proses)


untuk sebuah system yang komplek akan selalu ada ketergantungan antara satu bagian dan
bagian yang lain ( ingat bagaimana Flow Chart, Fault Tree dan HAZOPs dapat
mengidentifikasi hal ini)

1. Faktor Ketergantungan (komponen-komponen sebuah proses)


Untuk sebuah sistem yang komplek akan selalu ada ketergantungan antara satu bagian dan
bagian yang lain (ingat bagaimana flow chart, Fault tree dan Hazop dapat
mengidentifikasikan hal ini)
Kondisi yang akan menimbulkan ketergantungan :
- Dimana terdapat lebih dari satu unit produksi
- Unsur-unsur yang diperlukan berasal dari tempat lain.
- Suatu ketergantungan diantara bisnis atau diantara unit dalam bisnis
2. Probabilitas
Mengelompokan risiko berdasarkan tingkat-tingkat probabilitas dan impact, Kali ini kita
fokus pada probabilitas namun dengan nilai antara 0 dan 1 sebagai ukurannya.
Perhatikan Tabel 3.10 : Probability rating = Accidents / No. drivers
Probability ranting ini dapat kita gunakan untuk memprediksi kejadian di masa depan
untuk setiap kelompok umur pengemudi.

3. Menggabungkan Probability
Probability rating hanya dapat dikalikan kalau dua risiko betul-betul terpisah (lihat contoh
paragraph terakhir hal 3/22)
Adalah penting sebelum menggunakan model-model matematis di cek dulu kualitas data
yang digunakan. Kalau data meragukan maka manager risiko harus menggunakan
pertimbangan kualitatif yang didasarkan pada pengalaman.

3.Beberapa factor yang dapat saling bekerja sama


Sebuah kejadian dapat terjadi dari hasil interaksi beberapa penyebab. Sehingga sangat
penting bagi seorang manager risiko untuk memiliki model ketergantungan yang akan
memberikannya informasi semua kemungkinan interaksi.

5 Model ketergantungan
Dari tujuan yang akan dicapai perusahaan kita mundur kebelakang untuk melihat risiko-
risiko yang mungkin terjadi di sepanjang proses

Page 16 of 29
MANAJEMEN RISIKO 601 04/21/19
Disusun Oleh : Ir Sudarno Hardjo Saparto AAAIK.
BUILDING & PLANT SAFETY INSTITUTE
Gedung NINDYA KARYA Lt. 6 Ruang 602,
JL. Letjen Haryono MT Kav. 22Jakarta Timur
( :(021) 9115000, 80873270-71,70717744 Fax : (021) 80873270-71

BAB IV MEMBUAT PRIORITAS RISIKO

Pengambilan keputuisan atas risiko dapat bersifat sangat individualistis dan juga dipengaruhi
oleh faktor-faktor komersial dari suatu perusahaan. Sehubungan dengan hal tersebut, jelaskan
4(empat) faktor komersial yang dapat mempengaruhi sikap atau cara pandang manajemen
terhadap risiko

Jawaban :
Faktor-faktor commercial yang mempengaruhi perilaku perusahaan terhadap risiko
a. Kemampuan financial / keuangan perusahaan dan skala perusahaan
b. Kultur / Budaya Perusahaan
c. Fleksibitas perusahaan
d. Dampak suatu kejadian terhadap bisnis masa depan

1) Kemampuan financial dan skala perusahaan


a) Perilaku perusahaan sangat tergantung pada kondisi kemampuan financial
serta skala suatu perusahaan
b) Kemampauan keuangan sebuah perusahaan sangat berbeda antara skala yang
besar / kuat dengan skala yang kecil dalam menanggapi suatu risiko.
c) Skala perusahaan yang memiliki kemampuan financial yang kuat/ besar
cenderung untuk menahan sendiri risiko dibandingkan mengalihkan risiko
kePerusahaan asuransi dengan pertimbangan penghematan.
Page 17 of 29
MANAJEMEN RISIKO 601 04/21/19
Disusun Oleh : Ir Sudarno Hardjo Saparto AAAIK.
BUILDING & PLANT SAFETY INSTITUTE
Gedung NINDYA KARYA Lt. 6 Ruang 602,
JL. Letjen Haryono MT Kav. 22Jakarta Timur
( :(021) 9115000, 80873270-71,70717744 Fax : (021) 80873270-71
d) Sebaliknya untuk skala perusahaan kecil cenderung mengalihkan risiko dengan
pertimbangan tidak dapat / mampu menampung risiko yang dapat terjadi

2) Kultur / Budaya
Buku membandingkan Bisnis Oil and Gas dengan bisnis Internet. Walaupun berbeda-
beda tergantung pada tipe bisnisnya namun pandangan terhadap keselamatan dan
nyawa manusia relative sama.
a. Kultur / kebiasaan setiap style pengelola perusahaan sangat mempengaruhi
perilaku dan keputusan yang di ambil terhadap risiko yang akan dihadapi.

b. Untuk style / gaya perusahaan barat, cenderung untuk mengalihkan risiko


kepada perusahaan asuransi atas risiko-risiko yang diluar kemampuannya
menanggung / menahan risiko.
c. Sebaliknya untuk perusahaan bergaya timur, sebagian besar masih belum
memiliki kesadaran untuk mengalihkan risiko dengan jalan membeli jaminan
asuransi.

3. Flexibilitas Perusahaan
Selain uang, nilai waktu juga harus diperhitungkan sebagai konsukuensi sebuah risiko.
Buku mencontohkan bagaimana nasabah bank masa kini tidak bisa lagi menerima
pelayanan yang lambat (ATM dan Call Center) bandingkan dengan pelanggan industri
lain yang masih bisa menerima keterlambatan ( korespondensi dengan surat)
Fleksibilitas perusahaan juga ditentukan oleh klausal-klausal penalty yang biasanya
ada pada kontrak. Makin berat klausalnya makin tidak berani perusahaan mengambil
risiko.

Sehubungan dengan factor financial ini, timbul pernyataan :mana yang lebih baik,
dana Management Risiko disiapkan dan dibelanjakan sebelum atau setelah terjadi
kerugian ?
Jawabannya tergantung pada : seberapa lama perusahaan dapat bertahan sebelum
datangnya bantuan. Kalau cukup panjang maka lebih baik belanja managemen risiko
dilakukan setelah terjadinya kerugian.

a. Uang bukanlah satu-satunya konsekwensi terjadinya suatu risiko kejadian,


antara lain yang sangat berpengaruh adalah waktu.
b. Setiap organisasi / perusahaan memiliki toleransi yang berbeda-beda atas
seberapa besar / lama dampak yang ditimbulkan atas terjadinya suatu
kegagalan.
c. Untuk perusahaan yang menyediakan layanan non stop (24 jam/ 7 days),
terjadinya kegagalan akan memiliki toleransi recovery yang sangat ketat.
d. Untuk perusahaan yang bekerja berdasarkan kontrak waktu, kegagalan akan
meyebabkan waktu penyelesaian menjadi tidak tepat waktu dan dapat
mengakibatkan denda / penalty keterlambatan yang harus ditanggung
perusahaan. Untuk jenis usaha seperti inipun toleransi atas kegagalan sangat
ketat.
e. Salah satu cara mengantisipasi dan meminimalisasi kerugian yang mungkin
timbul jika kegagalan seperti diatas terjadi adalah dengan melindungi usaha
dengan membeli proteksi business interruption yang menjamin kerugian
financial bila kegagalan terjadi

4) Dampak suatu kejadian terhadap masa depan bisnis / usaha


Dampak suatu peristiwa / kejadian sangat menjadi concerns / perhatiaan bagi
perusahaan / organisasi yang sangat tergantung pada nama baik perusahaan serta
kwalitas produknya.
Page 18 of 29
MANAJEMEN RISIKO 601 04/21/19
Disusun Oleh : Ir Sudarno Hardjo Saparto AAAIK.
BUILDING & PLANT SAFETY INSTITUTE
Gedung NINDYA KARYA Lt. 6 Ruang 602,
JL. Letjen Haryono MT Kav. 22Jakarta Timur
( :(021) 9115000, 80873270-71,70717744 Fax : (021) 80873270-71
Seperti : bank, Insurance Company, Hotel, Restaurant, Surat kabar,dll.
Karena suatu peristiwa yang berdampak buruk pada nama baik perusahaan /
organisasi atau produk atau layanan media, akan sangat mempengaruhi usaha dan
masa depan usaha mereka.

Ada jenis perusahaan / bisnis yang gampang sekali untuk mendapatkan kembali pelanggan
yang hilang akibat terjadinya kerugian di perusahaan kita namun ada juga jenis bisnis yang
sukar bahkan tidak mungkin. Untuk perusahaan-perusahaan dengan tipe yang pertama maka
mereka akan cenderung bersikap menghindari risiko dibandingkan dengan perusahaan tipe
kedua.

Kehilangan izin usaha dari regulator juga terkadang memiliki dampak yang sangat berat
karena mungkin saja izin itu tidak mungkin lagi dimiliki ( contoh izin dari Dep Han)

Risiko kehilangan Brand Name juga akan berbeda-beda tergantung pada type perusahaan.
Baca contoh di buku : airline, Bank / Asuransi.

4.2 Uraikan mengapa peristiwa-peristiwa kecelakaan kecil juga sangat penting untuk dilaporkan
kepada bagian manajemen risiko

Jawaban :

2 (dua) Dimensi kecenderungan : - dapatkah kerugian mungkin terjadi?


- seberapa sering kerugian dapat terjadi?
 Kerugian-kerugian kecil namun sering, akan menjadi perhatian bagi seorang manajer
risiko. Karena untuk skala waktu tertentu, akumulasi kerugian-kerugian kecil tersebut
akan menjadi kerugian yang besar.
 Selain itu, kerugian-kerugian kecil yang sering terjadi, merupakan suatu indikasi yang
perlu segera ditangani sebagai potensi adanya kerugian yang jauh lebih besar dapat
terjadi pada perusahaan / organisasi
 Mungkin untuk kerugian-kerugian yang kecil namun sangat jarang terjadi dapat dinilai
sebagai hal yang tidak terlalu penting. Namun frekuensi yang jarang terjadi dapat pula
menimbulkan suatu kerugian yang sangat besar atau disebut catastrophic risk yang
penting juga bagi seorang risk manager untuk mencermati.

Uraikan tingkat akseptabilitas risiko dilihat dari aspek probalitas dan severity dengan menggunakan
matrix ?
Jawaban :

Risiko yang dapat ditahan organisasi dengan melihat Frekuensi dan severity dalam kaitan
dengan severity maka suatu akan menentukan limit untuk absord losses dalam hal :
- Kerugian individu
- Kerugian akumulasi

4.3 Selain faktor probability dan severity, sebutkan 3(tiga) faktor lainnya yang dapat
mempengaruhi kebijakan suatu perusahaan dalam mengelola risiko

Jawaban :
1. Frekwensi
2. Dimensi kecenderungan
Page 19 of 29
MANAJEMEN RISIKO 601 04/21/19
Disusun Oleh : Ir Sudarno Hardjo Saparto AAAIK.
BUILDING & PLANT SAFETY INSTITUTE
Gedung NINDYA KARYA Lt. 6 Ruang 602,
JL. Letjen Haryono MT Kav. 22Jakarta Timur
( :(021) 9115000, 80873270-71,70717744 Fax : (021) 80873270-71

BAB V PENILAIAN KONTROL RISIKO

5.1 Uraikan mengapa continuity planning perlu dibuat dan sebutkan 3(tiga) hal pokok dalam
planning tersebut yang perlu dipastikan selalu up to date

Jawaban :

Nama Lain : Contingency planning, Continuity Planning, Disaster planning,. crisis


planning
Contingency Planning adalah suatu proses dimana perusahaan harus mengantisipasi suatu
peristiwa yang tidak diinginkan dan mempersiapkan diri sehingga peristiwa tersebut tidak
menghancurkan bagian-bagian yang penting dari perusahaan. Seperti: back up computer data,
back up computer hardware central, prepare procedure contigency plan, set up team
contingency plan.

3(tiga) hal pokok dalam planning tersebut yang perlu dipastikan selalu up to date

a. Diasumsikan bahwa semua langkah penyelamatan sudah dilakukan untuk mengurangi


risiko
b. Struktur organisasi tidak bekerja menyusul terjadinya loss sehingga membutuhkan
adanya sebuah struktur Organisasi Darurat
c. Peralatan komunikasi berjalan lancar

5.2 Sebutkan 4(empat) hal pokok yang menjadi sasaran seorang manager risiko dalam menyusun
continuity plan?

Jawaban
a. Ini adalah percepatan, kontrol tanggung jawab dan kontrol kejadian yang nampak dan
akibatnya.(Dapat mengendalikan saat insiden dan sesudahnya)
b. Kerusakan ditangani sejauh mungkin. (dapat membatasi kerugian)
c. Keamanan dan keselamatan dikembalikan lagi.
d. Kontrol keuangan dan operasi tetap seperti semula
Page 20 of 29
MANAJEMEN RISIKO 601 04/21/19
Disusun Oleh : Ir Sudarno Hardjo Saparto AAAIK.
BUILDING & PLANT SAFETY INSTITUTE
Gedung NINDYA KARYA Lt. 6 Ruang 602,
JL. Letjen Haryono MT Kav. 22Jakarta Timur
( :(021) 9115000, 80873270-71,70717744 Fax : (021) 80873270-71
Dapat menilai kerugian dengan akhurat dan dapat segera ditindak lanjuti /
melanjutkan opearsinal perusahaan
e. Nilai brand dilindungi.
f. Bertanggung jawab segera.
g. Kembali ke bisnis seperti biasa dilakukan.

5.3 Sebutkan 3(tiga) sasaran pokok dari business recovery plan

Jawaban : lihat diatas

5.4 uraikan langkah utama yang harus didentifikasikan dalam menyusun contingency plan

Jawaban :

Langkah utama yang harus didentifikasikan dalam menyusun contingency plan terhadap
gangguan usaha perusahaan
a. Identifikasi sumber-sumber potensial yamg dapat menyebabkan gangguan usaha
b. Identifikasi bagian-bagian interdependency
c. Identifikasi ketergantungan pada supplier dan distributor
d. Identifikasi supplier / outlet alternative
e. Identifikasi faktor maksimum loss

5.4 Suatu krisis memerlukan struktur manajemen yang berbeda dari yang dipergunakan dalam
keadaan normal, jelaskan 3(tiga) strata struktur manajemen tersebut dan tugas masing-
masingnya

Jawaban :

Crisis Management : memberikan kuasa kepada crisis manager dan menetapkan tanggung
jawab masing-masing. Dengan memberi nama khusus pada masing-masing team untuk
memperjelas scope dan tanggung jawabnya. Seperti :
1) Salvage dan set up team
Tugas : - menghubungi pihak asuransi
- menset fasilitas produksi yang baru ( lokasi pabrik & mesin-mesin yang
baru) serta menyelamatkan salvage atas mesin-mesin yang lama.
2) Bisnis unit team
Tugas : - Mengkoordinasi divisi-divisi yang ada untuk dapat tetap melakukan tugasnya
meskipun dalam kondisi darurat. agar dapat tetap melayani kebutuhan
customer dan menjalin hubungan.
3) Communication Team.
Tugas : - Mengupayakan agar komunikasi internal dan eksternal dapat tetap
terselenggara dengan baik meskipun dalam kondisi darurat.
4) IT Team.
Tugas : - Mengupayakan aspek informasi dan teknologi, seperti fasilitas-fasilitas
infrastruktur IT dalam pabrik dapat segera pulih.
5.5 a. Jelaskan apa yang dimaksud dengan recovery plans. (Ref : Chapter 5)
b. Uraikan 5 (lima) sasaran pokok yang perlu digariskan dalam recovery plans.
c. Disamping untuk mengatasi akibat dari krisis fisik seperti kebakaran dan kerusakan
akibat bom, contigency plans juga perlu untuk menangani berbagai insiden lainnya.
Uraikan 4 (empat) contoh insiden tersebut.

Page 21 of 29
MANAJEMEN RISIKO 601 04/21/19
Disusun Oleh : Ir Sudarno Hardjo Saparto AAAIK.
BUILDING & PLANT SAFETY INSTITUTE
Gedung NINDYA KARYA Lt. 6 Ruang 602,
JL. Letjen Haryono MT Kav. 22Jakarta Timur
( :(021) 9115000, 80873270-71,70717744 Fax : (021) 80873270-71
Jawaban :
a) Adalah petunjuk yang disusun untuk berbagai keperluan darurat/krusial yang
harus dilakukan setlah terjadinya suatu insiden.
(Bobot 20%)

b) Petunjuk tersebut harus dapat memenuhi a.l.:


- Membatasi kerusakan
- Akselerasi tanggapan melalui penggunaan sumber-sumber yang dapat
dipercaya/diandalkan
- Menciptakan prioritas proses pemulihan
- Menjawab tantangan komunikasi yang baru baik internal maupun
eksternal
- Mememnuhi kebutuhan pelanggan yang mendesak
- Melindungi brand name
- Menjaga agar organisasi tetap berada pada ’marketplace’ seperti
sediakalanya.(Bobot 50%)
c) 4(empat) contoh insiden lainnya:
- Cara melakukan recall product yang diperkirakan unsafe
- Cara menangani ancaman/tindakan penculikan, ransom, perselisihan
industrial, dll.
- Cara penanganan serangan/kritikan media masa
- Cara menangani bahaya/kerusakan polusi. (Bobot 30%)

Page 22 of 29
MANAJEMEN RISIKO 601 04/21/19
Disusun Oleh : Ir Sudarno Hardjo Saparto AAAIK.
BUILDING & PLANT SAFETY INSTITUTE
Gedung NINDYA KARYA Lt. 6 Ruang 602,
JL. Letjen Haryono MT Kav. 22Jakarta Timur
( :(021) 9115000, 80873270-71,70717744 Fax : (021) 80873270-71

BAB VI KONTROL RISIKO I

6.1 Dalam kaitan dengan pengendalian risiko terhadap bahaya kebakaran, jelaskan: (Ref : Chapter
6)
a. Apa yang dimaksud dengan fire modelling dan sebutkan 5 (lima) hal yang harus
dipertimbangkan oleh manajer risiko dalam menyusun modelling tersebut.
b. 2 (dua) bentuk kerusakan selain akibat kebakaran dalam pabrik sendiri yang mungkin
dapat mengakibatkan kerugian yang tidak kalah besarnya.

Jawaban yang disarankan :

a) Adalah cara atau simulasi untuk membuat suatu prediksi penyebaran kebakaran dan
akibat-akibat kerusakan tambahan yang bisa terjadi. Cara ini dapat diapakai untuk
menetapkan secara lebih tepat pendanaan yang diperlukan untuk pencegahan
kebakaran, alat deteksi kebakaran dan sarana pencegahan penyebaran kebakaran. 5 hal
yang harus dipertimbangkan a.l.:

- Sumber api dan kebakaran


- Pengantar panas ke bangunan dan barang-barang disekitar
- Sifat dari material-material dan bahan bangunan bila terbakar
- Pergerakan asap
- Pendeteksian
- Peralatan pencegahan kebakaran yang bekerja
- Tingkah laku manusia dan bagaimana cara mereka keluar dari bangunan bila
terjadi kebakaran
- Toxicity, dll.
(Bobot 70%)

b) – Kerusakan yang dapat disebabkan oleh alam


- Kerusakan yang disebabkan olek penyebab internal maupun eksternal,
misalnya: human error, kerusakan mesin, kegagalan material, dll.(Bobot 30%)

6.2 Sebutkan 5(lima) hal yang perlu dipertimbangkan oleh manajer risiko dalam membuat fire
modelling

Jawaban :
Adalah cara atau simulasi untuk membuat suatu prediksi penyebaran kebakaran dan akibat-
akibat kerusakan tambahan yang bisa terjadi. Cara ini dapat dipakai untuk menetapkan secara
lebih tepat pendanaan yang diperlukan untuk pencegahan kebakaran, alat deteksi kebakaran
dan sarana pencegahan penyebaran kebakaran.
Dengan sebuah model kita bisa menduga bagaimana api akan menjalar dan kerusakan yang
mungkin ditimbulkan dan tentu saja kita bisa mempersiapkan pencegahannya.
Hal yang perlu diperhatikan dalam membuat sebuah model Kebakaran :
Page 23 of 29
MANAJEMEN RISIKO 601 04/21/19
Disusun Oleh : Ir Sudarno Hardjo Saparto AAAIK.
BUILDING & PLANT SAFETY INSTITUTE
Gedung NINDYA KARYA Lt. 6 Ruang 602,
JL. Letjen Haryono MT Kav. 22Jakarta Timur
( :(021) 9115000, 80873270-71,70717744 Fax : (021) 80873270-71
- Sumber api dan kebakaran
- Perpindahan panas ke bangunan dan barang-barang disekitar
- Sifat dari material-material dan bahan bangunan terhadap api / kebakaran
- Pergerakan asap
- Pendeteksian
- Peralatan pencegahan kebakaran yang tersedia
- Tingkah laku manusia dan bagaimana cara mereka keluar dari bangunan bila terjadi
kebakaran
- Toxicity (zat beracun)
- Waste dan run off (residu dan limbah kebakaran)

Page 24 of 29
MANAJEMEN RISIKO 601 04/21/19
Disusun Oleh : Ir Sudarno Hardjo Saparto AAAIK.
BUILDING & PLANT SAFETY INSTITUTE
Gedung NINDYA KARYA Lt. 6 Ruang 602,
JL. Letjen Haryono MT Kav. 22Jakarta Timur
( :(021) 9115000, 80873270-71,70717744 Fax : (021) 80873270-71

BAB VII KONTROL RISIKO II

7.1 Jelaskan dampak yang mungkin dialami perusahaan kalau produk buruk kualitasnya. :
Jawaban :
 Recall produk / produk ditarik kembali untuk diperbaiki atau dimusnahkan.
 Recall dapat menyebabkan kerugian jangka panjang atas kepercayaan masyarakat
dalam menggunakan produk tersebut serta brand name.
 Produk kualitas rendah dapat menyebabkan kerugian / kerusakan kepada pemakai
bahkan dapat dituntut di pengadilan.

Perusahaan memproduksi barang / produk (untuk service) dengan janji akan memproduksi
barang / service
dengan kualitas tertentu dan diantar kepada pembeli sesuai dengan waktu yang disetujui. Gagal
memenuhi salah satunya akan dianggap sebagai kegagalan.
Kontribusi manajer risiko untuk menjamin produk / jasa bisa dihasilkan TEPAT pada
kesempatan pertama, dua hal yang penting diperhatikan adalah :
a. Pegawai berkualitas, di training dengan baik, komunikasi yang baik Antara pegawai
dan pegawai / pekerja dilengkapi alat-alat produksi yang baik
b. Jangan sampai ada rantai ketergantungan yang gagal berfungsi

7.2 Konstribusi seorang manager Risiko untuk memastikan produk tepat pada kesempatan pertama :

Jawaban :
 Memastikan bahwa produk recall plan telah tersedia dan telah di uji.
 Bekerja sama dengan para manajer pabrik, produk designers dan pihak-pihak lain
untuk memastikan bahwa produk tepat pada kesempatan pertama
.
7.3 Peranan manager Risiko sehubungan dengan penelitian & pengembangan Produk
Seorang manager risiko mempunyai peranan dalam mendukung Penelitian & pengembangan
produk melalui :
 Impact Analysis / analisis dampak
 What if Scenario
a) Impact Analysis adalah analisis yang dibuat mengenai dampak suatu produk, baik
mulai dari pengadaan material, proses produksi, serta hasil / manfaat dari produksi
yang sedang diteliti. Sebagai contoh apabila kita akan memproduksi produk sabun
perlu dipikirkan dampak yang berpotensi untuk terimbas, mulai dampak lingkungan,
dampak market, dampak government regulation, dampak bagi perusahaan itu sendiri.

b) “What if”scenario adalah scenario-scenario yang perlu dipikirkan sepanjang proses


produksi. mulai dari proses perencanaan, pengadaan material, proses produksi, proses
pemasaran, dan proses-proses selanjutnya.
sebagai contoh dalam proses pengadaan raw material, untuk menghindari kerugian
yang lebih besar dari perusahaan apabila supplier gagal mensupply raw material yang
dibutuhkan untuk itu, perlu dibuat scenario lain dimana raw material biasa didapatkan
dan scenario yang lain dengan dampak kerugian waktu, biaya, dan tenaga yang tidak
terlalu besar.

Page 25 of 29
MANAJEMEN RISIKO 601 04/21/19
Disusun Oleh : Ir Sudarno Hardjo Saparto AAAIK.
BUILDING & PLANT SAFETY INSTITUTE
Gedung NINDYA KARYA Lt. 6 Ruang 602,
JL. Letjen Haryono MT Kav. 22Jakarta Timur
( :(021) 9115000, 80873270-71,70717744 Fax : (021) 80873270-71
7.4. Uraikan Komponen Produk Recall Plan
Jawaban :
a. Perlu atau tidaknya Recall:
 Diperlukan seseorang yang mempunyai tanggung jawab untuk menentukan
betul tidaknya recall, mengingat keputusan tersebut sangat diperlukan dalam
waktu yang cepat.
 Pertimbangan untuk recall:
- Safety/keselamatan untuk menghindari tuntutan hukum lebih lanjut.
- Kredibilitas informasi untuk Recall, cukup waktukah untuk
mengevaluasi yang ada.
b. Siapa saja yang perlu dihubungi dalam Recall.
 Distributor saja
 Pelanggan yang telah terlanjur membeli produk
 Bantuan media, antar karyawan, atau lainnya.
 Atau menggunakan customer information
c. The Message /Informasinya
Perlu dipastikan bahwa informasinya jelas adalah:
 Penjelasan tentang jenis produk yang akan di Recall
 Mengapa produk tersebut perlu di Recall
 Apa yang harus dilakukan untuk pelanggan atau produk tersebut.
d. Bagaimana informasi tentang Recall disampaikan.
Media dapat dimanfaatkan dalam proses Recall, namun menggunakan media dapat terjadi 2
kemungkinan :
 Suatu kesempatan
 Dapat menjadi ancaman
e. Memonitor proses Recall
f. Debrief / mereview pengalaman dalam Recall untuk improvement.
 Bagaimana perusahaan menghindari Recall
 Bagaimana proses Recall dapat dilakukan dengan lebih baik

7.5 Jelaskan belanja manajemen risiko haruslah bijak dan cost effektif. Sejauh mungkin harus
ekonomis

Jawaban : belanja manajemen risiko haruslah bijak dan cost effektif. Sejauh mungkin harus
ekonomis , ada dua pengecualian
1. Usaha untuk memenuhi standar yang ditetapkan undang-undang
2. Usaha yang berkaitan dengan keselamatan manusia

COST BENEFIT ANALYSIS : Hal-hal yang perlu diingat dalam evaluasi metode
pengendalian risiko yang akan diambil organisasi & pada saat melakukan cost benefit analysis
dari metode-metode tersebut :
- Tidak semua risiko dapat dihindari (masih diperlukan biaya untuk itu  opportunity cost)
- Tidak semua penurunan belanja untuk risiko-risiko menandakan Manajemen risiko yang baik
- Mengurangi & menghindari risiko  invesment
 pemilihan dan pemakaian investasi secara bijak
 Harus realitas komersial

- Cost Benefit analysis dimulai dengan mengukur toleransi organisasi terhadap risiko dalam
suatu periode (bukan hanya berdasar kerugian individu)
Frequent Low Value Risks ( High : F, Low : S)
- Gunakan data statistic yang disesuaikan dengan inflasi dan perubahan operasional untuk
menghasilkan perkiraan kerugian dimasa depan.
- Lebih cocok dengan metode Avoid atau Reduction.
Page 26 of 29
MANAJEMEN RISIKO 601 04/21/19
Disusun Oleh : Ir Sudarno Hardjo Saparto AAAIK.
BUILDING & PLANT SAFETY INSTITUTE
Gedung NINDYA KARYA Lt. 6 Ruang 602,
JL. Letjen Haryono MT Kav. 22Jakarta Timur
( :(021) 9115000, 80873270-71,70717744 Fax : (021) 80873270-71
- Perlu diukur Cost of investmen dengan manfaat jangka panjang dan jangka pendek
Infrequent High Impact Risks (low : F, High : S)
- Sulit untuk membuat perkiraan masa depan dengan data statistic
- Lebih cocok dengan metode Retain atau transfer
- Jika retain  besar toleransi perusahaan terhadap kerugian ?
- Jika transfer  compare cost (e.q. premium) with benefit over period of contract

7.6 Tantangan yang dihadapi manajer risiko dalam menerapkan risk avoidance dan risk reduction
adalah bagaimana melakukan investasi secara bijak dan tepat. Sehubungan dengan hal tersebut
Jelaskan 3(tig) bentuk investasi yang dapat dilakukannya.

Jawaban :

a. Belanjai langsung
Suatu persetujuan menerima suatu level penutupan kerugian yang berlebihan dibatasi
periode waktu dimana tidak mempunyai level lebih kecil
b. Loss opportunity karena ketidak leluasaan aktifitas
Investasi yang dilakukan manajemen resiko harus komersial yang realitas. Dimana
harus mencerminkan suatu pengertian yang sangat hati-hati pada resiko dan
kemungkinan-kemungkinan yang ada dan besarnya potensi kerugian. Dengan kata lain
biaya harus diukur dibandingkan dengan keuntungan. Suatu proses yang dinyatakan
sebagai ”cost benefit analysis”

c. Pengenalan kontrol yang membuat lebih sulit, panjang dan lebih mahal untuk
delivery produk
Keseluruhan proses dimulai dengan kemampuan dan kemauan organisasi untuk
tolerasi resiko dan pada level apa, ini perlu diingat bahwa suatu titik gambaran
keuangan, jumlah kerugian yang disetujui ditoleransi bahwa total kerugian diantara
suatu periode akunting (dikelola, suatu keuangan tahunan). Pengukuran kerugian
potensial didapatkan oleh kerugian individu mungkin tak bijaksana. Seperti resiko
insiden mungkin terjadi lebih dari satu kali dalam satu periode.

7.7 Untuk mencapai hasil yang diharapkan dari usaha pengendalian risiko, manajer risiko harus
mempunyai 5(lima) tahap proses selanjutnya manajer risiko untuk mengimplemtasikan
program pengendalian risiko seutuhnya

Jawaban
a. Memilih solusi terbaik
Manajer resiko juga perlu untuk memastikan bahwa usulan solusi sangat sesuai dalam
organisasi dan mendapatkan support manajemen.

`b. Implementasi keputusan dipilih


Proses untuk mendapatkan solusi dilokasi diperlukan monitor oleh manajer
resiko, paling tidak bahwa keasliannya tidak akan hilang dan menjadi berkembang.

Keputusan mungkin mencakup suatu pengukuran keseluruhan bagian yang


besar (host) dari belanja langsung untuk staff dan peralatan, perubahan metode dan
prosedur komunikasi yang sederhana untuk keputusan penerimaan resiko

c. Membawa orang
Kontrol dan pengukuran yang terbaru diperlukan untuk menjadi lebih effektif, sadar
dan program latihan dilaksanakan untuk staff baru dan staff yang berkaitan

d. Latihan contingency plan


Page 27 of 29
MANAJEMEN RISIKO 601 04/21/19
Disusun Oleh : Ir Sudarno Hardjo Saparto AAAIK.
BUILDING & PLANT SAFETY INSTITUTE
Gedung NINDYA KARYA Lt. 6 Ruang 602,
JL. Letjen Haryono MT Kav. 22Jakarta Timur
( :(021) 9115000, 80873270-71,70717744 Fax : (021) 80873270-71
Kontigensi plan tidak perlu dilakukan terlalu sering apabila mereka hanya
mengumpulkan kotoran (debu) dalam dirinya, ini sangat berguna jika pemain-pemain
didalam setiap hal krisis sadar pada perencanaan, kesempatan, dan pilihan yang
mereka tawarkan, dan struktur organisasi krisis manajemen yang besar

Latihan crusial meliputi :


1. Meningkatkan kesadaran dan latihan
2. Dapat digunakan assesmen kritis pada peraturannya
2. Beberapa peningkatan yang diperlukan untuk perencanaan
3. Demontrasi bagaimana upto date mereka

e. Monitor dan respon perubahan


Resiko sekitar organisasi adalah hal yang mudah dilupakan, resiko-resiko pada diri
mereka sendiri mungkin berubah (contoh : ancaman keamanan), organisasi padanya
secara ektrim berubah (contoh : proses, pemasaran, dan penggunaan bahan baku yang
digunakan), perubahan ini harus dimonitor dan selanjutnya sebagai unsur dalam
penerimaan resiko dan pengambilan keputusan oleh manajemen resiko akan menjadi
lebih mudah.

7.7 Tahap akhir dari proses manajemen ridiko adalam monitoring dan review karena segala sesuatu
selalu berubah. Sehubungan dengan hal tersebut, Uriakan 3(tiga) bentuk perubahan risiko yng
dapat terjadi dlam suatu organisasi

Jawaban :
a. Resiko sekitar organisasi adalah hal yang mudah dilupakan, resiko-resiko pada diri
mereka sendiri mungkin berubah (contoh : ancaman keamanan),
b Resiko adanya perubahan besar dalam organisasi (contoh : proses, pemasaran, dan
penggunaan bahan baku yang digunakan)
c. Unsur-unsur penerimaan risiko dan pengambilan keputusan oleh manajer risiko

BAB VIII PEMBIAYAAN

8.1. Dalam kaitan dengan kebijakan risk financing, Jelaskan masing-masing


a. 3(tiga) oppurtunities dan threats yang dihadapi perusahaan bila menempuh kebijakan
risk retention.
b. 3(tiga) opportunities dan threats yang dihapai perusahaan bila menempuh kebijakan
self – funding

jawaban :

a. Retensi resiko
Opportunities :
Page 28 of 29
MANAJEMEN RISIKO 601 04/21/19
Disusun Oleh : Ir Sudarno Hardjo Saparto AAAIK.
BUILDING & PLANT SAFETY INSTITUTE
Gedung NINDYA KARYA Lt. 6 Ruang 602,
JL. Letjen Haryono MT Kav. 22Jakarta Timur
( :(021) 9115000, 80873270-71,70717744 Fax : (021) 80873270-71
- Modal ditahan organisasi untuk pemakaian bila diperlukan
- Biaya tinggi pertukaran uang whole sale pada dana klaim lebih kecil dapat dialihkan
- Manager grup dan manajer lokal mengetahui bahwa suatu kejadian risiko mempunyai
pengaruh pada penghasilan mereka, mendorong mengambil bunga dan risiko miliknya

Threats
- Diperlukan keahlian menangani klaim dan sumber internal atau biaya sub
kontraktor
- Salah perhitungan Maksimum possible loss atau frekuensi klaim
- Potensi fluktuasi level kerugian berdampak jangka pendek pada penghasilan

b. Self funding :
Opportunities :
- Keputusan menggunakan mekanisme pendanaan sendiri adalah keputusan tambahan
untuk menahan risiko. Pada kesempatan yang sama dimana juga dapat digunakan
- Mekanisme pendanaan sendiri, menuju satu langkah kedepan, bilamana dapat
digunakan organisasi untuk menahan lebih banyak risiko internal, ini mencakup
penempatan terlalu banyak financial tanpa merusak aliran dana jangka pendek dan
aset
- Banyak struktur pendanaan yang formal diijinkan pemakaian pajak dan lokasi
keuntungan dalam kondisi perusahaan captive dan pendanaan sendiri
- Mekanisme pendanaan dapat tepat sekali untuk keperluan dan lokasi organisasi. Ini
tidak ada permintaan yang tepat program pendanaan kedalam infrastruktur pembawa
risiko eksternal
- Mekanisme bentuk pendanaan diijinkan berapa modal kerja dikembalikan kedalam
organisasi untuk pemakaian harian
- Satu penempatan bentuk pendanaan sendiri mengijinkan organisasi akses langsung
kereasuransi dan pasar modal untuk ekposure yang paling besar

Threats
- Ancaman-ancaman yang datang pada retensi risiko dapat menggunakan persamaan
pada mekanisme pendanaan sendiri
- Ketergantungan muncul pada suatu ekposur risiko baru yang perlu diketahui dan dimanage

Page 29 of 29
MANAJEMEN RISIKO 601 04/21/19
Disusun Oleh : Ir Sudarno Hardjo Saparto AAAIK.

Anda mungkin juga menyukai