Anda di halaman 1dari 3

Cara Fermentasi Jerami Padi Dengan Tetes Tebu

admin July 17, 2016 Ilmu Teknologi Peternakan Leave a comment 29,380 Views

Molases atau yang biasa disebut tetes tebu merupakan sisa hasil dari proses pengolahan dari pabrik gula.
Asal kata molasses adalah dari bahasa latin yaitu mel yang bermakna madu. Tetes tebu ini sangat berguna
sebagai bahan pembuatan pakan ternak, hal ini sudah lam diketahui dan dilakukan semenjak pabrik gula
dididikan.
Tetes tebu bisa dimanfaatkan sebagai pakan ternak yang diberikan dengan dicampur dengan air, dicampur
dengan pakan kosentrat ataupun dengan melalui proses teknologi fermentasi berbagai macam pakan
sumber serat ternak, pembuatan kosentrat, pembuatan silase. Tetes tebu merupakan salah satu bahan
pakan yang mempunyai karbohidrat tinggi. Disamping itu, mempunyai vitamin B Kompleks, dan vitamin
lainnya yang mudah larut dalam air.

Vitamin ini juga sangat pernting untuk ternak sapi, kambing, dan domba yang masih berumur muda, karena
ternak ruminansia yang muda belum biasa mencerna sendiri vitamin dalam lambung atau rumen. Hal yang
penting juga tetes tebu juga mempunyai bermacam mineral yang penting untuk menjaga kondisi kesehatan
ternak contohnya cobalt, boron, iodium, mangan, seng. Keuntungan utama molasses sebagai bahan pakan
ternak yaitu kadar karbohidratnya cukup tinggi, bisa mencapai 48-60% sebagai gula, dan kadar mineral.
Ada beberapa cara yang dapat dilakukan atau pengaplikasian tetes tebu untuk pakan ternak kita yaitu,
disemprotkan pada sumber serat hijauan atau jerami kering, dicampur dengan biji-bijian, atau dicampur
dengan bahan pakan lainnya. Dan tetes tebu ini juga dapat menjadi salah satu bahan komposisi dari
pakan complete feed. Tetes tebu mempunyai Protein Kasar(PK) sekitar 3,1%, dan mempunyai energi yang
besar yaitu 70.1% oleh karena penggunaan tetes tebu tidak digunakan sebagai pakan tersendiri tetapi
dicampur dengan bahan pakan yang lainnya yang mengandung protein tinggi.
Jika kita memberikan tetes tebu dengan jumlah yang terlalu banyak, ternak kitabisa mengalami mencret
atau diare, hal ini dikarenakan tetes tebu mengandung zat kalium yang tinggi, untuk itu kita sebaiknya
memakainya sekitar 15% dari bahan campuran kosentrat.

Tetes tebu juga banyak diaplikasikan atau dipakai dalam berbagai bidang industri, seperti peternakan sapi,
industry enerni untuk membuat ethanol, industry konstruksi, industry pembuatan kompos, dan indusutri
bahan paku pangan.

Berikut Ini adalah Salah Satu Penggunaan Tetes Tebu, untuk membuat fermentasi jerami padi dengan
menggunakan tetes tebu:
Bahan-Bahan Yang Diperlukan Fermentasi Jerami Padi Dengan Tetes Tebu adalah:

1. Jerami Padi

2. Tetes Tebu

3. Drum Plastik

4. Mesin Chopper / mesin potong, atau parang

5. Botol Plastik koson(seperti botol aqua 1 liter)

Cara Membuat Fermentasi Jerami Padi Dengan Tetes Tebu

1. Jerami padi atau jenis rumput dulayukan, sebelum fermentasi dibuat

2. Potonglah Jerami Padi dengan Mesin Chopper atau secara manual dengan menggunakan parang
ukuran 2-5 cm. Ukuran kecil bertujuan agar Jerami padi mudah dikemas, dan dicampur dengan bahan
lainnya.

3. Masukkan jerami padi yang telah dipotong-potong kedalam plastik atau dalam karung agar kita mudah
menimbannya.

4. Penimbangan dilakukan agar kita dapat menyesuaikan takaran dosis jerami padi dengan takaran tetes
tebu.
5. Tuangkan Jeram padi yang telah ditimbang tadi diatas permukaan tanah yang telah dilapisi plastik
atau terpal, agar jerami padi tidak terkontaminasi dengan kotoran dan debu.

6. Campurkan tetes tebu dengan air dengan takaran 1:10, ke dalam botol plastik atau perangkat
penyemprotan.

7. Kemudian siramkan campuran tetes tebu tadi pada jerami padi secara merata. Campuran yang merata
akan membuat proses fermentasi menjadi sempurna.

8. Setelah merata, masukan jerami padi kedalam drum silo.

9. Padatkan jerami padi dalam silo dengan menginjak-injak sampai tidak ada rongga udara.

10. Setelah cukup padat, tutuplah bagian atas dari silo dengan plastic agar tidak masuk udara dalam drum
dan kencangkan juga dengan karet hitam yang panjang.

11. Simpanlah silase selama 21 hari atau 3 minggu. Kemudian bukalah drum silo.

12. Fermentasi jerami padi siap diberikan kepada ternak.