Anda di halaman 1dari 16

LAPORAN

PRAKTIKUM BOTANI FARMASI

“MORFOLOGI BUAH DAN BIJI”

OLEH :
KELOMPOK I /TRANSFER A 2017

FACHRIANSYAH SYAHRIR 17.01.239


IIS RAHIMA J. 17.01.243
YULIA 17.01.445
KLARA EFALISTIS TAUS 17.01.256

BAGIAN BIOLOGI FARMASI


SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI
MAKASSAR
2018
BAB I
PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang
Buah adalah pertumbuhan sempurna dari bakal buah (ovarium).
Setiap bakal buah berisi satu atau lebih bakal biji (ovulum), yang masing-
masing mengandung sel telur. Bakal biji itu dibuahi melalui suatu proses
yang diawali oleh peristiwa penyerbukan, yakni berpindahnya serbuk sari
dari kepala sari ke kepala putik. Setelah serbuk sari melekat di kepala
putik, serbuk sari berkecambah dan isinya tumbuh menjadi buluh serbuk
sari yang berisi sperma. Buluh ini terus tumbuh menembus tangkai putik
menuju bakal biji, di mana terjadi persatuan antara sperma yang berasal
dari serbuk sari dengan sel telur yang berdiam dalam bakal biji,
membentuk zigot yang bersifat diploid. Pembuahan pada tumbuhan
berbunga ini melibatkan baik plasmogami, yakni persatuan protoplasma
sel telur yang berdiam dalam bakal biji, membentuk zigot yang bersifat
diploid. Pembuahan pada tumbuhan berbunga ini melibatkan baik
plasmogami, yakni persatuan protoplasma sel telur dan sperma, dan
kariogami, yakni persatuan inti sel keduanya.
Pada pembentukan buah, ada kalanya bagian bunga selain bakal
buah ikut tumbuh dan merupakan suatu bagian buah, sedang umumnya
segera setelah terjadi penyerbukan dan pembuahan bagian-bagian bunga
selain bakal buah segera menjadi layu dan gugur. Dari putik sendiri
dengan tegas disebut hanya bakal buahnya, karena biasanya tangkai dan
kepala putiknya gugur pula seperti halnya dengan bagian-bagian yang
lain.
Peristiwa penyerbukan yang telah terjadi kemudian diikuti pula oleh
pembuahan, maka bakal buah akan tumbuh menjadi buah dan bakal biji
yang terdapat di dalam bakal buah akan tumbuh menjadi biji. Setelah itu,
zigot yang terbentuk mulai bertumbuh menjadi embrio (lembaga), bakal
biji tumbuh menjadi biji, dan dinding bakal buah, yang disebut perikarp,
tumbuh menjadi berdaging (pada buah batu atau drupa) atau membentuk
lapisan pelindung yang kering dan keras (pada buah geluk atau nux).
Sementara itu, kelopak bunga (sepal), mahkota (petal), benang sari
(stamen) dan putik (pistil) akan gugur atau bisa jadi bertahan sebagian
hingga buah menjadi. Pembentukan buah ini terus berlangsung hingga biji
menjadi masak. Pada sebagian buah berbiji banyak, pertumbuhan daging
buahnya umumnya sebanding dengan jumlah bakal biji yang terbuahi.
Berdasarkan uraian diatas maka perlu dilakukan praktikum biji dan buah.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
II. 1 Morfologi Buah
Buah (Fructus) adalah organ pada tumbuhan berbunga yang
merupakan perkembangan lanjutan dari bakal buah (ovarium). Buah
biasanya membungkus dan melindungi biji. Aneka rupa dan bentuk buah
tidak terlepas kaitannya dengan fungsi utama buah, yakni sebagai
pemencar biji tumbuhan (Campbell, 2003).
Pada pembentukan buah, ada kalanya bagian bunga selain bakal
buah ikut tumbuh dan merupakan suatu bagian buah, sedang umumnya
segera setelah terjadi penyerbukan dan pembuahan bagian-bagian
bunga selain bakal buah segera menjadi layu dan gugur. Dari putik sendiri
dengan tegas disebut hanya bakal buahnya, karena biasanya tangkai dan
kepala putiknya gugur pula seperti halnya dengan bagian-bagian yang lain
(Rosanti, 2011).

Bagian-bagian bunga yang kadang-kadang tidak gugur, melainkan


ikut tumbuh dan tinggal pada buah, biasanya tidak mengubah bentuk dan
sifat buah itu sendiri, jadi tidak merupakan suatu bagian buah yang
penting, misalnya: (Syaiful, 2011).
a. Daun-daun pelindung. Pada jagung daun-daun pelindung bunga betina
tidak gugur, dan kita kenal kemudian sebagai pembungkus tongkol
jagung (klobot).
b. Daun-daun kelopak. Pada terong dan pada jambu, masih dapat kita
lihat kelopak yang ikut merupakan bagian buah.
c. Tangkai kepala putik. Juga bagian ini sering tinggal pada buah,
misalnya pada jagung, yang kita kenal sebagai rambut jagung, juga
pada semua macam jambu, masih dapat kita lihat tangkai kepala putik
di bagian ujung buah.
d. Kepala putik. Buah yang masih mendukung kepala putik ialah buah
manggis, yang sekaligus dapat pula menunjukkan jumlah daun buah
dan jumlah ruangan dalam buah manggis tadi. Buah yang semata-
mata terbentuk dari bakal buah, atau paling banyak padanya terdapat
sisa-sisa bagian bunga yang lazimnya telah gugur itu, umumnya
merupakan buah yang tidak terbungkus, jadi merupakan buah yang
telanjang (fructus nudus).Buah ini juga dinamakan buah sejati atau
buah sungguh (Syaiful, 2011).
Adapun bagian-bagian bunga yang seringkali ikut tumbuh dan
menyebabkan terjadinya buah semu, misalnya (Mutmainah, 2014):
a. Tangkai bunga. Pada jambu monyet atau jambu mete (Anacardium
occidentale L.), tangkai bunga menjadi besar, tebal, berdaging dan
merupakan bagian buah yang dapat dimakan pula, sedang buah yang
sesungguhnya lebih kecil, berkulit keras terdapat pada ujung bagian
yang membesar ini.
b. Dasar bunga bersama pada suatu bunga majemuk, misalnya pada
bunga lo (Ficus glomerata Roxb.) dan sebangsanya. Dasar bunga
yang berbentuk periuk itu juga membesar dan membulat, tebal
berdaging, menyelubungi sejumlah besar buah-buah yang
sesungguhnya, yang tidak tampak dari luar, karena terdapat dalam
bahan yang berbentuk seperti periuk tadi. Juga bagian ini seringkali
dapat dimakan.
c. Dasar bunga pada bunga tunggal, misalnya pada arbe (Fragraria
vesca L.) yang kemudian menjadi berdaging tebal dan merupakan
bagian yang dapat dimakan pula, sedang buah yang sesungguhnya
kecil, hampir tak kelihatan.
d. Kelopak bunga. Pada ciplukan (Physalis minima L.) pada
pembentukan buah, kelopak tumbuh terus menjadi badan yang
menyelubungi buah yang sebenarnya. Jadi buah yang sebenarnya tadi
tidak nampak sama sekali dari luar.
e. Tenda bunga dan ibu tangkai pada bunga majemuk. Pada pohon
nangka (Artocarpus integra Merr.), misalnya: ibu tangkai bunga dan
semua tenda bunga pada bunga majemuk ini akhirnya tumbuh
sedemikian rupa, sehingga seluruh perbungaan seakan-akan hanya
menjadi satu buah saja.
Peristiwa penyerbukan yang telah terjadi kemudian diikuti pula
oleh pembuahan, maka bakal buah akan tumbuh menjadi buah dan bakal
biji yang terdapat di dalam bakal buah akan tumbuh menjadi biji (Evika.
2005). Setelah itu, zigot yang terbentuk mulai bertumbuh menjadi embrio
(lembaga), bakal biji tumbuh menjadi biji, dan dinding bakal buah, yang
disebut perikarp, tumbuh menjadi berdaging (pada buah batu atau drupa)
atau membentuk lapisan pelindung yang kering dan keras (pada buah
geluk atau nux).Sementaraitu, kelopakbunga(sepal), mahkota (petal),
benangsari (stamen) dan putik (pistil) akan gugur atau bisa jadi bertahan
sebagian hingga buah menjadi. Pembentukan buah ini terus berlangsung
hingga biji menjadi masak. Pada sebagian buah berbiji banyak,
pertumbuhan daging buahnya umumnya sebanding dengan jumlah
bakal biji yang terbuahi (Hidayat, 1995).
II. 2 Penggolongan Buah
Buah pada tumbuhan umumnya dapat dibedakan dalam dua
golongan, yaitu : (Tjitrosoepomo, 2003).
a. Buah semu atau buah tertutup, yaitu buah terbentuk dari bakal buah
beserta bagian-bagian lain bunga, yang perlahan menjadi bagian
utama buah ini, sedang buah yang sesungguhnya kadang-kadang
tersembunyi.
b. Buah sungguh atau buah telanjang, yang melulu terjadi dari bakal
buah, dan jika ada bagian bunga lainnya yang masih tinggal bagian ini
tidak merupakan bagian buah yang berarti.
Buah semu dapat dibedakan atas : (Tjitrosoepomo, 2003).
1) Buah semu tunggal, yaitu buah terjadi dari satu bunga dengan
satu bakal buah. Pada buah ini selain bakal buah ada bagian lain
bunga yang ikut membentuk buah, misalnya : tangkai bunga, pada
buah jambu monyet dan kelopak bunga pada buah ciplukan.
2) Buah semu ganda, jika pada satu bunga terdapat lebih dari satu
bakal buah yang bebas satu sama lain, dan kemudian masing-masing
dapat tumbuh menjadi buah, tetapi disamping itu ada bagian lain pada
bunga itu yang ikut tumbuh, dan merupakan bagian buah yang
mencolok (dan seringkali yang berguna), misalnya pada buah arbe
(Fragraria vesca L.)
3) Buah semu majemuk, ialah buah semu yang terjadi dari bunga
majemuk, tetapi seluruhnya dari luar tampak seperti satu buah saja,
misalnya buah nangka (Artocarpus integra Merr.), dan keluwih
(Artocarpus communis Forst.), yang terjadi dari ibu tangkai bunga
yang tebal dan berdaging, beserta daun-daun tenda bunga yang pada
ujungnya berlekatan satu sama lain, hingga merupakan kulit buah
semu ini.
Buah sejati terdapat 3 golongan, yaitu : (Rifai, 1976).
1) Buah sejati tunggal, ialah buah sejati yang terjadi dari satu bunga
dengan satu bakal buah saja. Buah ini dapat berisi satu biji atau lebih,
dapat pula tersusun dari satu atau banyak daun buah dengan satu
atau banyak ruangan, misalnya : Buah mangga (Mangifera indica L.),
mempunyai satu ruang dengan satu biji, Buah pepaya (Carica papaya
L.), terjadi dari beberapa daun buah dengan satu ruang dan banyak
biji, Buah durian (Durio zibethinus Murr.), yang terdiri atas beberapa
daun buah, mempunyai beberapa ruang, dalam tiap ruangnya
terdapat beberapa biji.
2) Buah sejati ganda, terjadi dari satu bunga dengan beberapa bakal
buah yang bebas satu sama lain, dan masing-masing bakal buah
menjadi satu buah, misalnya pada cempaka (Michelia champaka
Bail.).
3) Buah sejati majemuk, yaitu buah yang berasal dari suatu bunga
majemuk, yang masing-masing bunganya mendukung satu
bakal buah, tetapi setelah menjadi buah tetap berkumpul, sehingga
seluruhnya tampak seperti buah saja, misalnya pada pandan
( Pandanus tectorius Sol.).
II.3 Klasifikasi dan Morfologi Tanaman.
a. Apel
Kingdom : Plantae
Sub Kingdom : Tracheobionta
Super Divisi : Spermatophyta
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Sub Kelas :Rosidae
Ordo : Rosales
Famili : Rosaceae
Genus : Malus Mill.
Spesies : Malus Sylvestris Mill.
Tanaman Apel (Malus Mill.) adalah tanaman yang hidup subur
di daerah dengan temperature atau kondisi udara yang dingin.
Tanaman ini dapat berbuah dengan ciri buah berbentuk bulat
dengan warna yang cukup bervariasi mulai dari merah hingga hijau.
Daging buahnya berwarna kuning dan bertekstur seperti gabus.
b. Jeruk Bali
Kingdom : Plantae
Subkingdom : Tracheobionta
Superdivisio : Spermatophyta
Divisio : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Sub kelas : Rosidae
Ordo : Sapindales
Familia : Rutaceae
Genus : Citrus
Spesies : Citrus maxima
Buah berukuran besar dan berkulit tebal, Buahnya berbentuk
bulat atau bola yang tampak tertekan. warna daging buah merah
muda atau merah jambu. Daging buah memilik tekstur keras
sampai lunak, rasa manis sampai sedikita asam, dan berbiji sedikit.
c. Mangga
Kingdom Plantae
Sub Kingdom Viridiplantae
Infra Kingdom Streptophyta
Super Devisi Embryophyta
Devisi Tracheophyta
Sub Devisi Spermatophytina
Kelas Magnoliopsida
Super Ordo Rosanae
Ordo Sapindales
Famili Anacardiaceae
Genus Mangifera L
Spesies Mangifera Indica .L
Buah tanaman mangga berbentuk bulat,lonjong dan oval.
Berwarna hijau tua, kekuningan dan juga berwarna hijau
kekuningan ketika matang. Buah mangga juga memiliki daging
tebal dan berkulit tipis terkadang juga ada mangga yang berkulit
tebal.
d. Kurma
Kingdom : Plantae (tumbuhan)
Divisi : magnoliophyta
Kelas : liliopsida
Ordo : arecales
Famili : arecaceae
Genus : phoenix
Spesies : phoenix dactylifera L
Buah kurma berbentuk lonjong dengan ukuran 2-7,5 cm
dengan warna yang bermacam-macam, misalnya coklat gelap,
kemerahan, kuning muda dan berbiji. Bji buah kurma berbentuk
memanjang dengan panjang mencapai kurang lebih 1 cm, berwana
coklat muda.
e. Pepaya
Kingdom : Plantae
Subkingdom : Tracheobionta
Super Divisi : Spermatophyta
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Sub Kelas : Dilleniidae
Ordo : Violales
Famili : Caricaceae
Genus : Carica
Spesies : Carica papaya L.
Merupakan buah sejati tunggal yang terdiri dari satu calon
buah saja. Buah ini dapat berisi satu biji atau lebih, dapat pula
tersusun dari satu atau banyak daun buah. Papaya termasuk
kedalam golongan buah buni, artinya adalah daging buah
mempunyai dua lapisan, lapisan luar yang tipis dan kaku seperti
kulit, dan lapisan dalam yang tebal, lunak dan berair.
BAB III
METODE KERJA
III.1 Alat dan Bahan
III.1.1 Alat
Adapun alat yang digunakan adalah pisau.
III.1.2. Bahan
Adapun bahan yang digunakan adalah buah apel, jeruk bali,
mangga, kurma dan pepaya.
III.2 Langkah Kerja
Pengamatan Morfologi
1. Dimati masing-masing bagian buah dan biji apel, jeruk bali,
mangga, kurma dan pepaya.
2. Digambar hasil pengamatan dan beri keterangan
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
IV.1 Data Pengamatan
Gambar Keterangan
Apel 1. Eksokarp

1 2
2. Mesokarp
3. Endokarp
4. Seed

3
4

Jeruk Bali 1. Eksokarp

1 2 2. Mesokarp
3. Endokarp
4. Seed
3 5. Septum
4
6. Central axis

5 6

Mangga 1. Eksokarp

1 2 2. Mesokarp
3. Endokarp
4. Seed

3 4
Kurma 1. Eksokarp

1 2 2. Mesokarp
3. Endokarp
4. Seed

3 4

Pepaya 1. Eksokarp

5 2. Mesokarp
1
3. Plasenta
2
4. Seed
3 5. Peduncle

IV.2 Pembahasan
Buah merupakan hasil penyerbukan pada bunga yang kemudian di
ikuti dengan pembuahan yang akan menghasilkan bakal buah (ovarium)
dan bakal biji (ovulum) yang kemudian tumbuh menjadi buah dan biji
dimana biji inilah yang akan tumbuh menjadi calon tumbuhan baru. Buah
biasanya membungkus dan melindungi biji. Aneka rupa dan bentuk buah
tidak terlepas kaitannya dengan fungsi utama buah, yakni sebagai
pemancar biji tumbuhan. Dari sudut pandang epolusi biji merupakan
embrio atau tumbuhan kecil yang termodifikasi sehingga dapat bertahan
lebih lama pada kondisi kurang sesuai untuk pertumbuhan. Dengan
dihasilkannya buah dan biji tumbuhan dapat mempertahankan jenisnya,
dan dapat pula terpancar ke tempat lain
Buah terbentuk melalui pericarp buah yang berasal dari dinding
ovary matang. Biji adalah ovule matang (mature) terbentuk dari satu atau
lebih ovule yang terdapat didalam satu ovary. Kulit buah tersusun atas
lapisan eksocarp adalah lapisan terluar dari pericarp (biasanya
merupakan lapisan tipis), mesocarp adalah lapisan dibawah exocarp (satu
atau lebih) dan kadang lebih tebal, dan endocarp adalah lapisan terdalam,
berdinding tebal dan mengeras pada saat matang.
Berdasarkan hasil pengamatan pada buah apel, termasuk buah
tunggal yaitu buah sejati yang terjadi dari satu bunga dengan satu bakal
buah saja dan terdapat tiga lapisan yaitu eksokarp, mesokarp dan
endokarp. Buah jeruk bali termasuk golongan buah majemuk dan berair
dan mempunyai tiga lapisan yaitu eksokarp, mesokarp dan endokarp.
Pada mangga termasuk dalam golongan buah sejati tunggal yang
berdaging karena mempunyai dinding buah yang menjadi tebal berdaging
dan termasuk tipe buah batu (drupa) (Tjitrosoepomo, 2005). Pada dinding
buah (pericarpium) seringkali dengan jelas dapat dibedakan dalam tiga
lapisan yaitu kulit luar (eksokarp) yang merupakan lapisan tipis menjangat,
biasanya licin. Kulit tengah (mesokarp) yaitu bagian yang biasanya tebal
berdaging dan berserabut sehingga lapisan dinamakan daging buah. Dan
lapisan ketiga yaitu kulit dalam (endokarp) yang berbatasan dengan ruang
yang mengandung biji dan seringkali cukup tebal dan keras seperti batu
sehingga disebut sebagai buah batu. Daging buahnya berwarna kuning
atau orange dan berserabut.
Buah kurma termasuk buah basah yang dimana mesokarpnya tetap
basah mingga matang. Buah kurma merupakan buah berdaging yang
memiliki eksokarp tipis serta mesokarp dan endokarp berdaging, dengan
biji lepas dalam lapisan endokarp.
Buah pepaya termasuk dalam buah sejati tunggal. Buah ini juga
merupakan buah buni yaitu buah yang dindingnya mempunyai dua lapisan
yaitu lapisan luar yang tipis agak menjangat atau kaku seperti kulit
(belulang) dan lapisan dalam yang tebal, lunak, berair dan dapat dimakan.
Biji-bijinya terdapat di bagian yang lunak itu. Antara biji dan bagian yang
lunak dihubungkan oleh plasenta. Buah buni ini dapat terjadi dari satu
atau beberapa daun buah dengan satu atau beberapa ruangan.
BAB V
PENUTUP
V.1 Kesimpulan
Buah adalah pertumbuhan sempurna dari bakal buah (ovarium).
Buah merupakan hasil penyerbukan pada bunga yang kemudian di ikuti
dengan pembuahan yang akan menghasilkan bakal buah (ovarium) dan
bakal biji (ovulum) yang kemudian tumbuh menjadi buah dan biji dimana
biji inilah yang akan tumbuh menjadi calon tumbuhan baru. Kulit buah
tersusun atas lapisan exocarp, mesocarp dan endocarp.
V.2 Saran
Saran saya pada praktikum kali ini sebaiknya praktikan teliti dalam
melakukan praktikum dan hendaknya praktikan dapat mengetahui
morfologi buah dan biji.
DAFTAR PUSTAKA

Ashari, S. 2004. Biologi Reproduksi Tanaman Buah-Buahan Komersial.


Bayumedia Publishing: Malang.
Campbell. 2003.Biologi Jilid 2. Erlangga: Jakarta.
Evika, Sandi Savitri. 2005. Taksonomi Tumbuhan Tinggi. UIN Press:
Malang.
Hidayat, Estiti B. 1995.Anatomi Tumbuhan Berbiji . ITB: Bandung.
Mutmainah. 2014. Variasi Morfologi Buah Beberapa Kloni Kakao
dari Perkebunan Rakyat Kecamatan Sigi Biromaru dan Pulolo
Sulawesi Tengah. Jurnal Of Natural Science. Vol. 3. No. 3. Hal. 278-
286.
Syaiful A.S., 2011. Respon Tumpangsari Tanaman Jagung dan Kacang
Hijau Terhadap Sistem Oleh Tanah dan Pemberioan Pupuk Organik.
Jurnal Agronomika. Vol.1, No.1.
Tjitrosoepomo, G. 2003. Morfologi Tumbuhan Edisi ke-14 . Gajah Mada
University Press: Yogyakarta.

Anda mungkin juga menyukai