Anda di halaman 1dari 18

LATIHAN.

Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat dengan


memberikan tanda (X) pada jawaban soal di bawah ini.

1. Cara-cara di bawah ini dapat digunakan seseorang untuk mempersulit pendeteksian senjata :
a. Di bagasikan c. Lewat Cargo
b. Senjata yang dirubah bentuknya d. Jawaban a, b dan c benar
2. Benda yang dapat menimbulkan bahaya besar terhadap kesehatan, keamanan dan
keselamatan jiwa/penerbangan dan harta benda ketika diangkut pesawat udara adalah :
a. Weapons c. Explosive
b. Dangerous Articles d. Dangerous Goods

3. Dangerous Goods diklasifikasikan ke dalam berapa class :


a. 9 Class c. 10 Class
b. 8 Class d. 5 Class

4. Pemeriksaan terhadap penumpang dan barang pada dasarnya bertujuan:


a. Untuk mengetahui apa saja yang dibawa oleh penumpang
b. Agar semua penumpang diperiksa sebelum melapor/check-in
c. Mencegah barang/bahan terlarang dibawa/diangkut ke pesawat udara
d. Untuk mencegah orang yang tidak berkepentingan masuk terminal

5. Benda yang dapat digunakan untuk mengancam keamanan dan keselamatan penumpang
dan pesawat udara adalah :
a. Weapons c. Explosive
b. Dangerous Goods d. Dangerous Articles
6. Yang termasuk dalam bahan peledak adalah :
a. Plastik c. Black powder
b. Aluminium d. Soda Api
7. Benda dibawah ini dilarang dibawa penumpang ke dalam kabin pesawat udara dengan
alasan keamanan kecuali :
a. Durian (kenyamanan) c. Pisau dengan mata lebih dari 5 cm
b. Peluru (DG) / secit d. Pistol air
8. Benda yang dibuat khusus untuk membunuh, menciderai, melumpuhkan atau membuat
tidak berdaya adalah :
a. Explosive c. Weapons (senjata)
b. Dangerous Goods d. Dangerous Articles
9. Pada prinsipnya Pemeriksaan Keamanan bertujuan untuk mencegah terangkutnya barang
dan bahan/alat berbahaya ke dalam pesawat udara tersebut adalah kecuali:
a. Senjata (weapons), bahan peledak (explosive)
b. Alat berbahaya (Dangerous Article), bahan berbahaya (Dangerous Goods)
c. Binatang (animal), tumbuh-tumbuhan
d. Jawaban a dan b benar.
10. Manfaat utama dari label security Check adalah :
a. Tanda telah melalui pemeriksaan security dan agar tidak dibuka lagi
b. Sebagai tanda pengenal dalam pengangkutan transportasi
c. Memudahkan penumpang dalam transportasi
d. Jawaban a, b dan c benar

11. Orang gila, tahanan, deportee harus dikawal, diatur dalam ?


a. SKEP/160/VIII/2008 SKP Avsec c. PM 127 Tahun 2015
b. KM 9 Tahun 2009 d. PM 167 Tahun 2015
12. Peralatan yang digunakan untuk mendeteksi bentuk atau isi bagasi adalah :
a. Walk Through Metal Detector (WTMD) c. Hand Held Metal Detector (HHMD)
b. X-Ray Machine d. Explosive Detector
13. Peralatan metal detector dirancang untuk mendeteksi barang-barang yang mengandung
unsur :
a. Flammable solid c. Logam/metal

1
b. Cairan yg mudah terbakar d. Explosive
14. Peralatan yang digunakan khusus untuk mendeteksi Handak (explosive)adalah :
a. X-Ray Machine c. Hand Held Metal Detector
b. Explosive Detector d. Walk Through Metal Detector
15. Prinsip kerja dari Walk Trough Metal Detector (WTMD) ialah :
a. Tidak tergantung pada arus induksi medan magnet
b. Tergantung pada arus induksi medan magnet (metal)
c. Searah jarum jam
d. Jawaban a, b dan c benar
16. Prosedur pemakaian Hand Held Metal Detector yang benar adalah :
a. Dites dulu, berfungsi atau tidak c.Mengenai ke badan orang yang diperiksa
b. Dari bawah ke atas d.Berlawanan jarum jam
17. Yang termasuk dalam Dangerous Goods berikut ini adalah, kecuali :
a. Parfum Spray, Hair Spray, Alkohol 80%,
b. Cat kayu, Plitur, Pernish, Soda Api
c. Accu, mercury, thermometer, Poison
d. Buah Durian, bawang, madu.
18. Barang/bahan dan peralatan yang dilarang atau perlu penanganan khusus dalam hal
kemasan, label, marka dan dokumen bila diangkut pesawat udara sipil adalah :
a. Barang dan/atau bahan berbahaya (Dangerous Goods)
b. Senjata (Weapon, benda/alat yang berbahaya (Dangerous Article)
c. Bahan Peledak (Exlplosive)
d. Plitur, Pernish, Soda Api

19. Barang dan/atau bahan berbahaya atau disebut Dangerous Goods adalah :
a. Semua barang dan/atau bahan yang dilarang diangkut dengan pesawat udara
b. Bahan/barang yang dapat membahayakan kesehatan, keselamatan jiwa dan harta
benda serta keselamatan pesawat udara
c. Semua barang/bahan yang dilarang diangkut tanpa persetujuan pilot
d. Sesuatu yang diangkut dengan pesawat udara selain penumpang dan awak pesawat
20. Dalam hal tindakan awal penanganan barang/ bahan berbahaya / Emergency Dangerous
Goods, beberapa langkah utama yang perlu diperhatikan antara lain sebagai berikut :
a. Disentuh paket tersebut
b. Isolasi daerah sekitar paket tersebut
c. Dijaga resiko bahayanya
d. Paket tersebut dibuka

21. Dalam pengangkutan Dangerous Goods secara normal, hal-hal yang perlu diperhatikan,
kecuali
a. Klasifikasi barang/bahan c. Label dan Markanya
b. Kemasan yang digunakan d. Perijinan atas produksinya
22. Warna Hijau pada benda di monitor X-Ray mengandung unsur:
a. Titanium c. Kayu
b. Aluminium d. Steel
23. Bilamana anda menemukan kamera yang dibawa oleh penumpang yang anda curigai untuk
tindak kejahatan, langkah apa yang dilakukan oleh seorang pemeriksa barang :
a. Dilarang untuk dibawa ke bagasi/kabin pesawat
b. Diserahkan ke Supervisor dan dibuatkan Security Item
c. Diperiksa dgn menggunakan HHMD
d. Memeriksa dan mempersilakan si penumpang membidikkan kameranya 1 (satu)
kali
24. Benda yang terpicu dapat melontarkan peluru adalah?
a. Weapons c. Explosive
b. Dangerous Goods d. Corosive
25. Dalam pengawasan ijin masuk kendaran yang harus diperhatikan, kecuali:

2
a. Personil yang mengoperasikan kendaraan pada daerah sisi udara selain memiliki PAS,
juga wajib memiliki TIM di Sisi Udara
b. Pemeriksaan PAS sesuai dengan daerah kerjanya
c. Setiap kendaraan yang masuk SRA / daerah keamanan terbatas tidak dilakukan
pemeriksaan.
d. PAS kendaraan harus ditempatkan pada bagian yang mudah terlihat dan terbaca
26. Komponen tetap (tidak bergerak) dalam perimeter security, kecuali:
a. CCTV. c.Perimeter Intruder Detection System (PIDS).
b. Lampu Penerangan d.Kendaraan

27. Pengangkutan Dangerous Goods diatur di dalam Civil Aviation Safety Regulation (CASR)?
a. CASR Part 91 c. CASR Part 92
b. CASR Part 121 d. CASR Part 02
28. Undang -Undang tentang Penerbangan, diatur dalam :
a. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2008. c. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009.
b. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1976 d. Undang -Undang Nomor 2 Tahun 1976.
29. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1976, mengatur tentang
a. Penerbangan c. Ratifikasi Konvensi ICAO
b. Penambahan pasal (KUHP) d. Penanganan Terorisme
30. Setiap penumpang tidak boleh membawa lebih dari 2 (dua) bagasi kabin (hand carry) sesuai
dengan ukuran dan berat yang ditentukan, diatur dalam :
a. SKEP/275/XII/1998 c. SKEP 2765/XII/2010
b. SKEP/193/XII/1999 d. SKEP/100/VII/2003

31. Setiap penumpang penerbangan internasional dibatasi membawa barang bawaan jenis
Liquid/cairan, Aerosol dan Jelly (LAG) ke dalam Kabin Pesawat, diatur dalam :
a. SKEP/100/VII/2003 c. SKEP/43/III/2007
b. SKEP/275/XII/1998 d. SKEP/47/IV/2010
32. Setiap pegawai yang bekerja di Bandara sebelum masuk ke Daerah Keamanan Terbatas
(SRA) dan ke daerah steril harus diperiksa diatur dalam :
a. SKEP/100/VII/2003 c. PM 127 Tahun 2015
b. PM 90 Tahun 2013 d. SKEP/47/IV/2010
33. Ruang tunggu yang digunakan secara terus menerus harus dilakukan penyisiran keamanan
sekurang-kurangnya :
a. 4 (empat) kali dalam 24 jam; c. 3. (tiga) kali dalam 24 jam;
b. 2 (dua) kali dalam 24 jam; d. 1. (satu) kali dalam 24 jam.
34. Tempat pemeriksaan keamanan (Security Check Point /SCP) dibagi menjadi berapa area :
a. 3 (tiga) area yaitu : SCP-1 Daerah Keamanan Terbatas, SCP-2 Daerah Pintu
Menuju Ruang Tunggu dan SCP-3 Ruang Tunggu;
b. 2 (dua) area yaitu : SCP-1 Daerah Keamanan Terbatas dan SCP-2 Daerah Pintu Masuk
Menuju Ruang Tunggu;
c. 4 (empat) area yaitu : SCP-1 Daerah Check In; SCP-2 Daerah Menuju Ruang
Tunggu;,SCP-3 Daerah Ruang Tunggu dan SCP-4 Daerah Sebelum Masuk Pesawat;
d. A, B dan C Benar.

35. Surat Keputusan Dirjen Hubud KP 26 tahun 2014 mengatur tentang :


a. Penanganan Pengangkutan Bahan dan/atau Barang Berbahaya Dengan Pesawat Udara
b. Sertifikat Kecakapan Personil Pengamanan Penerbangan Sipil
c. Sertifikat Kecakapan Petugas Penanganan Pengangkutan Bahan dan/atau Barang
Berbahaya Dengan Pesawat Udara
d. Penanganan Barang Bawaan Berbentuk Liquid, Aerosols, dan Gels Yang Dibawa
Penumpang Ke Dalam Kabin Pesawat Pada Penerbangan Internasional

36. Peraturan Menteri Perhubungan tentang Penanganan Pengangkutan Bahan dan/atau Barang
Berbahaya Dengan Pesawat Udara tercantum dalam :
a. SKEP / 43 / III / 2007 c. PM 90 Tahun 2013
b. SKEP / 293 / XI / 1999 d. 161/VIII/2008 Pronas-
Diklat Avsec

3
37. Pemberian Sertifikat Kecakapan Bagi Petugas Pengamanan Penerbangan Sipil, diatur dalam:
a. SKEP / 293 / XI / 1999 c. SKEP / 275 / XII / 1998
b. SKEP / 253 / XII / 2005 d. SKEP /160 / VIII / 2008
38. Petunjuk dan Tata cara Pengawasan Keamanan Penerbangan Sipil diatur dalam :
a. SKEP / 160 / VIII / 2008 c. PM 92 tahun 2015
b. SKEP / 293 / XI / 1999 d. SKEP /275 / XII / 1998
39. Penambahan beberapa Pasal pada KUHP tentang Kejahatan Penerbangan diatur dalam :
a. UU Nomor : 2 Tahun 1976 c. UU Nomor : 1 Tahun 2009
b. UU Nomor : 4 Tahun 1992 d. UU Nomor : 4 Tahun 1976
40. Program Nasional Pendidikan dan Pelatihan keamanan Penerbangan Sipil, diatur dalam :
a. SKEP / 252 / XII / 2005 c. PM 137 Tahun 2015
b. SKEP /253 / XII / 2005 d. SKEP / 293 / XI / 1999

41. Pembentukkan Komite Pengamanan Bandar Udara diatur dalam ?


a. PM 90 Tahun 2013 c. PM 167 Tahun 2015
b. PM 127 Tahun 2015 ttg PKPN d. PM 135 Tahun 2015
42. Orang, kendaraan, kargo dan pos yang akan memasuki daerah keamanan terbatas wajib
memiliki ijin masuk dan dilakukan pemeriksaan, diatur dalam:
a. PM 135 Tahun 2015 c. PM 90 Tahun 2013
b. PM 127 Tahun 2015 ttg PKPN d. PM 167 Tahun 2015
43. Prosedur pemeriksaan diplomat dan kantong diplomatik adalah :
a. Diplomat tidak diperiksa dan kantong diplomatik diperiksa
b. Diplomat tidak diperiksa dan kantong diplomatik tidak diperiksa
c. Diplomat diperiksa dan kantong diplomatik tidak diperiksa
d. Diplomat diperiksa dan kantong diplomatik diperiksa
44. Penumpang haji dan bagasi kabinnya harus diperiksa, diatur dalam :
a. PM 153 Tahun 2015 c. PM 90 Tahun 2013
b. PM 127 Tahun 2015 ttg PKPN d. SKEP/100/VII/2003

45. Yang dimaksud dengan bagasi tercatat adalah:


a. Barang penumpang yang diangkut dengan pesawat udara tidak bersama pemiliknya
b. Barang penumpang yang diserahkan oleh penumpang kepada pengangkut untuk
diangkut dengan pesawat udara yang berbeda
c. Barang yang dibawa oleh penumpang ke dalam kabin pesawat udara
d. Barang penumpang yang diserahkan oleh penumpang kepada pengangkut untuk
diangkut dengan pesawat udara yang sama
46. Komite keamanan penerbangan melaksanakan pertemuan dan koordinasi sekurang-
kurangnya,
a. Di negara 3 (tiga) kali setahun, di Bandara 4 kali setahun)
b. 1 (satu) kali dalam setahun
c. 2 (dua) kali dalam setahun d. Tidak sama sekali

47. Kendaraan bermotor yang akan memasuki daerah keamanan terbatas harus dilakukan
pemeriksaan, diatur dalam :
a. PM No 127 Tahun 2015 c. PM 90 Tahun 2013
b. SKEP/275/XII/1998 d. PM 167 Tahun 2015
48. Yang termasuk dalam daerah steril adalah :
a. Check-in area = PA c. Ruang Tunggu (waiting room)
b. Apron d. Tower
49. Warna orange pada benda di monitor X-Ray :
a. Kulit c. Timah
b. Aluminium d. Emas
50. Warna Biru pada benda di monitor X-Ray :
a. Carbon c. Makanan

4
b. Tembaga d. Kulit

51. Benda di bawah ini yang termasuk Dangerous Articles adalah :


a. Senjata Mainan c. Sangkur
b. Lighter (korek api) d. Pedang

52. Program Pendidikan dan Pelatihan Pengamanan Penerbangan Nasional, diatur dalam :
a. SKEP / 160 / VIII / 2008 c. PM 31 tahun 2013
b. PM 137 tahun 2015 d. PM 127 tahun 2015
53. SKEP / 100 / VII / 2003 mengatur tentang :
a. Juknis Penanganan Petugas Pengamanan Dalam Penerbangan (In-Flight Security
Officer/Air-Marshal)Pesawat Udara Niaga Berjadwal Asing 95/2008
b. Juknis Penanganan Penumpang Pesawat Udara Sipil Yang Membawa Senjata Api
Beserta Peluru dan Tata Cara Pengamanan Pengawalan Tahanan Dalam
Penerbangan Sipil
c. Juknis Penanganan Barang Bawaan Berbentuk Liquid, Aerosols, dan Gels Yang Dibawa
Penumpang Ke Dalam Kabin Pesawat Pada Penerbangan Internasional 43/2007
d. Penanganan Pengangkutan Bahan dan/atau Barang Berbahaya Dengan Pesawat Udara
275/1999
54. SKEP / 2765 / XII / 2010 mengatur tentang :
a. Tata Cara Pengamanan Pengawalan Tahanan Dalam Penerbangan Sipil
b. Juknis Penanganan Petugas Pengamanan Dalam Penerbangan (In-Flight Security
Officer/Air-Marshal) Pesawat Udara Niaga Berjadwal Asing
c. Tata cara Pemeriksaan Keamanan Penumpang, Personel Pesawat Udara Dan
Barang Bawaan Yang Diangkut Dengan Pesawat Udara Dan Orang Perseorangan
d. Juknis Penanganan Barang Bawaan Berbentuk Liquid, Aerosols, dan Gels Yang Dibawa
Penumpang Ke Dalam Kabin Pesawat Pada Penerbangan Internasional
55. SKEP / 95 / IV / 2008 mengatur tentang :
a. Tata Cara Pengamanan Pengawalan Tahanan Dalam Penerbangan Sipil;
b. Juknis Penanganan Barang Bawaan Berbentuk Liquid, Aerosols, dan Gels Yang Dibawa
Penumpang Ke Dalam Kabin Pesawat Pada Penerbangan Internasional
c. Juknis Pemeriksaan Kargo Dan Pos Yang Diangkut Dengan Pesawat Udara Sipil Dan
Tata Cara Pemberian Sertifikat Sebagai Regulated Agent
d. Juknis Penanganan Petugas Pengamanan Dalam Penerbangan (In-Flight Security
Officer / Air-Marshal) Pesawat Udara Niaga Berjadwal Asing
56. PM 153 tahun 2015 mengatur tentang :
a. Juknis Penanganan Cairan, Aerosols, Gels Yang Dibawa Penumpang Ke Dalam Kabin
Pesawat Udara Pada Penerbangan Internasional
b. Juknis Penanganan Petugas Pengamanan Dalam Penerbangan (In-Flight Security
Officer/Air-Marshal) Pesawat Udara Niaga Berjadwal Asing
c. Juknis Pemeriksaan Kargo Dan Pos Yang Diangkut Dengan Pesawat Udara Sipil
Dan Tata Cara Pemberian Sertifikat Sebagai Regulated Agent = RA
d. Penanganan Pengangkutan Barang Barang Berbahaya Dengan Pesawat Udara
57. PM 90 Tahun 2013 mengatur tentang :
a. Juknis Penanganan Cairan, Aerosols, Gels Yang Dibawa Penumpang Ke Dalam Kabin
Pesawat Udara Pada Penerbangan Internasional
b. Juknis Pemeriksaan Kargo Dan Pos Yang Diangkut Dengan Pesawat Udara Sipil Dan
Tata Cara Pemberian Sertifikat Sebagai Regulated Agent
c. Keselamatan Pengangkutan Bahan dan / atau Barang Berbahaya dengan Pesawat
Udara Sipil
d. Sertifikat Kecakapan Petugas Penanganan Pengangkutan Bahan dan / atau Barang
Berbahaya Dengan Pesawat Udara (SKP Dangerous Goods)

58. Tempat pemeriksaan keamanan (Security Check Point/SCP) adalah :


a. Tempat pemeriksaan keamanan bagi penumpang, orang, personil pesawat udara
dan barang yang akan masuk ke daerah keamanan terbatas dan/atau ruang
tunggu di gedung terminal Bandar udara;
b. Daerah di sisi udara pada bandar udara setelah posisi pengendalian dan jalan masuk
yang diidentifikasi sebagai daerah beresiko tinggi;SRA

5
c. Daerah tertentu didalam bandar udara yang diperuntukan bagi penumpang yang akan
naik ke pesawat udara setela dilakukan pemeriksaan keamanan;Steril Area
d. Penerapan suatu teknik atau suatu cara lain untuk mengenali atau mendeteksi senjata,
bahan peledak dan/atau alat-alat berbahaya lainnya, dan barang berbahaya yang dapat
digunakan untuk melakukan tindakan melawan hukum.

59. Sticker kendaraan bermotor harus dipasang secara tetap pada posisi yang dapat dilihat
dengan jelas, diatur dalam :
a. PM 90 Tahun 2013 c. PM 127 Tahun 2015
b. PM 153 Tahun 2015 d. SKEP / 160 / VIII / 2008
60. Apa tindakan saudara sebagai petugas AVSEC jika menemukan Paket yang di perkirakan
bomb di lokasi saudara bekerja?
a. Tidak disentuh objek, Isolasi area dan evakuasi orang di sekitar TKP, lapor
pimpinan
b. Ditangani langsung karena sudah mendapatkan ilmu tentang explosive
c. Membiarkan ancaman tersebut, karena dianggap sebagai hal yang biasa/iseng
d. Memberitahukan kepada orang di sekitarnya adanya ancaman bomb
61. Ada 3 (tiga) konsep dasar pemeriksaan yang dikenal hingga saat ini yaitu :
a. Terminal Gate Plan, Holding Area Plan dan Concourse Plan
b. Check-in Gate Plan, Holding Area Plan dan Concourse Plan
c. Boarding Gate Plan, Check-in Gate dan Concourse Plan
d. Boarding Gate Plan, Holding Area Plan dan Concourse Plan
62. Bila seorang petugas keamanan penerbangan sipil menemukan bagasi / tas yang tidak
dikenal berada di ruang tunggu yang harus dilakukan adalah :
a. Didiamkan saja sampai supervisor datang
b. Memanggil teman untuk melihat barang/tas tersebut
c. Lapor ke Supervisor dan Sterilkan area sekitar penemuan barang
d. Membuka barang/tas untuk mengatahui isi di dalamnya.
63. Perusahaan angkutan udara wajib membuat Program keamanan Operator Pesawat Udara
(AOSP / Airline Operator Security Program), diatur dalam :
a. PM 90 Tahun 2013 c. PM 127 Tahun 2015
b. PM 153 Tahun 2015 d. PM 92 Tahun 2015
64. Daerah Keamanan Terbatas (Security Restricted Area) adalah :
a. Daerah tertentu di dalam bandar udara yang diperuntukan bagi penumpang yang akan
naik ke pesawat udara setelah dilakukan pemeriksaan keamanan;
b. Penerapan suatu teknik atau suatu cara lain untuk mengenali atau mendeteksi senjata,
bahan peledak dan/atau alat-alat berbahaya lainnya, dan barang berbahaya yang dapat
digunakan untuk melakukan tindakan melawan hukum;
c. Daerah di sisi udara pada bandar udara setelah posisi pengendalian dan jalan
masuk yang diidentifikasi sebagai daerah beresiko tinggi;
d. Tempat pemeriksaan keamanan bagi penumpang, orang, personil pesawat udara dan
barang yang akan masuk ke daerah keamanan terbatas dan/atau ruang tunggu di
gedung terminal Bandar udara;

65. Ruang Tunggu (waiting room / boarding lounge / sterile area) adalah :
a. Tempat pemeriksaan keamanan bagi penumpang, orang, personil pesawat udara dan
barang yang akan masuk ke daerah keamanan terbatas dan/atau ruang tunggu di
gedung terminal Bandar udara
b. Daerah di sisi udara pada bandar udara setelah posisi pengendalian dan jalan masuk
yang diidentifikasi sebagai daerah beresiko tinggi;
c. Penerapan suatu teknik atau suatu cara lain untuk mengenali atau mendeteksi senjata,
bahan peledak dan/atau alat-alat berbahaya lainnya, dan barang berbahaya yang dapat
digunakan untuk melakukan tindakan melawan hukum;
d. Daerah tertentu di dalam bandar udara yang diperuntukan bagi penumpang yang
akan naik ke pesawat udara setelah dilakukan pemeriksaan keamanan;

66. Pemeriksaan dilakukan dengan alat bantu, manual dan acak (random check) 10% diatur
dalam :

6
a. SKEP/160/VIII/2008 c. SKEP/161/VIII/2008
b. SKEP/2765/XII/2010 d. SKEP/95/VII/2008

67. Sesuai peraturan Dirjen Hubud bagi penumpang pesawat udara yang membawa Remote
Control Toys ( RCT ) diperlakukan :
a. Dibagasikan dan baterai dilepas c.Dibawa sendiri oleh pemiliknya
b.Dilarang dibawa d.Disimpan di cabin

68. Operator pesawat udara harus bertanggung jawab terhadap keamanan pesawat udaranya,
diatur dalam :
a. PM 90 Tahun 2013 c. UU Nomor: 1 Tahun 2008
b. PM 167 Tahun 2015 d. UU Nomor: 1 Tahun 2009

69. Setiap orang dilarang berada di daerah tertentu di Bandara, membuat halangan (obstacle) di
Bandara, diatur dalam:
a. SKEP/161/VIII/2008 c. UU Nomor: 1 Tahun 2009
b. UU Nomor: 1 Tahun 2008 d. UU Nomor: 2 Tahun 1976

70. Terhadap penumpang, personel pesawat udara, bagasi, kargo dan pos yang akan diangkut
dilakukan pemeriksaan dan harus memenuhi persyaratan keamanan penerbangan, diatur
dalam :
a. Undang-Undang Nomor: 02 Tahun 1976 c. UU Nomor: 4 Tahun 1976
b. Undang-Undang Nomor: 01 Tahun 2009 d.Undang-Undang Nomor: 01 Tahun 2008
71. Pemeriksaan/pengangkutan barang-barang berbahaya harus memperhatikan ketentuan yang
berlaku diatur dalam:
a. SKEP/160/VIII/2008 c. PM 127 Tahun 2015
b. KM 54 Tahun 2004 d. SKEP/161/VIII/2008

72. Setiap penumpang, personel pesawat udara dan orang perseorangan yang memasuki daerah
keamanan terbatas harus mempunyai ijin berupa :
a. Tiket Penumpang atau Boarding Pass sesuai identitas diri yang sah;
b. Pas Bandar Udara;
c. Identitas Penerbang dan Personel Kabin (Crew ID Card)
d. A, B dan C benar

73. Security - Safeguarding International Civil Aviation Against Acts of Unlawful Interference,
diatur dalam :
a. Annex 18 c. Annex 17
b. Annex 14 d. Annex 7
74. Document ICAO tentang Security manual, diatur dalam :
a. Document 9173 c. Document 9284/AN-905
b. Document 8973 d. Document 8492

75. Document ICAO yang mengatur tentang Penanganan Bahan / Barang Berbahaya adalah :
a. Document 9137 c. Document 9284/ AN-904
b. Document 8973 d. Document 9284/ AN-905

76. The Safe Transport of Dangerous Goods by Air, diatur dalam :


a. Annex 8 c. Annex 1
b. Annex 18 d. Annex 16
77. Semua access menuju daerah sisi udara harus dilengkapi pintu dan dikunci atau dijaga diatur
dalam :
a. SKEP/40/II/1995 c. KM 14 Tahun 1989
b. PM 33 Tahun 2015 d. KM 9 Tahun 2009
78. Peraturan Pemerintah tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan, diatur dalam :
a. PP Nomor 16 Tahun 1994 c. PP Nomor 3 Tahun 2001
b. PP Nomor 71 Tahun 1989 d. PP Nomor 3 Tahun 1996
79. Komando penanggulangan tindakan melawan hukum pada kondisi darurat (merah) di
nasional / negara untuk bandara enclave sipil atau sipil murni oleh :

7
a. Kapolri c. Kapolres terdekat
b. Panglima TNI d. Komandan Pangkalan
80. Khusus untuk penjagaan pesawat udara yang sedang RON (Reminded Over Night) di
Bandar Udara dilakukan oleh :
a. Ground Handling c. Security Bandara
b. Polisi d. Security Airline
81. Langkah pertama yang harus dilakukan oleh seorang petugas, bila menemukan benda yang
dicurigai sebagai bahan peledak di areal sekitar Bandara adalah:
a. Segera dibuang c. Dilindungi
b. Buat laporan d. Tidak disentuh
82. Salah satu langkah dalam pemeriksaan bagasi penumpang adalah :
a. Tidak dilakukan pemeriksaan
b. Periksa bagian luarnya saja
c. Periksa bagian dalam terdahulu baru bagian luar
d. Periksa bagian luar dahulu baru bagian dalam
83. Dalam pemeriksaan manual yang harus diperhatikan antara lain :
a. Minta ijin dari penumpang terdahulu
b. Menempatkan barang/koper/tas pada tempatnya serta menghadap ke arah pemeriksa.
c. Mengucapkan terima kasih kepada si penumpang untuk kerja samanya setelah
pemeriksaan selesai
d. Jawaban a, b, dan c benar.
84. Pemeriksaan khusus dapat pula dilakukan dalam hal, kecuali:
a. Penumpang, dan personel pesawat udara berperilaku mencurigakan
b. Terdapat kejanggalan pada postur tubuh penumpang, personel pesawat udara
c. Penumpang yang transit/transfer
d. Penumpang yang menggunakan alat bantu medis.
85. Tinggi pagar perimeter yang direkomendasikan ICAO adalah:
a. 2,44 Meter c. 1,44 Meter
b. 4 Meter d. 3 Meter
86. Penanganan penumpang yang membawa senjata api adalah, kecuali:
a. Senjata api dan pelurunya dititipkan kepada pengangkut
b. Senjata api dan pelurunya diperlakukan sbg security item (Secit)
c. Peluru dikeluarkan dari senjata oleh petugas security
d. Peluru dikeluarkan dari senjata oleh pemiliknya
87. Yang dimaksud 4 (empat) pembagian daerah dalam PM 33 Tahun 2015 adalah :
a. Daerah umum; Daerah Keamanan Terbatas dan Daerah Sisi Udara
b. Daerah umum; Daerah dalam dan Daerah luar
c. Daerah Terbatas; Daerah Publik dan Daerah Steril
d. Daerah umum (PA); Daerah Terbatas (RA), Daerah Steril (SA) dan Daerah
Keamanan Terbatas (SRA).
88. Pemisahan antara daerah tidak terbatas dan daerah terbatas adalah:
a. Tempat parkir c. Jembatan
b. Jalan d. Pagar/ Gedung bangunan
89. Berikut adalah aturan membawa LAGs (Liquids, Aerosols and Gels) di Kabin
Internasional kecuali :
a. Maksimum kemasan 100 ml.
b. Susu Bayi Maksimum 100 ml.
c. Ditempatkan dalam plastik transparan maksimum per penumpang 1 Liter; (10 x 100 ml
= 1000 ml = 1 liter).
d. Dilakukan pemeriksaan X-Ray.
90. Aturan membawa senjata api dan peluru, kecuali :
a. Kaliber maksimal 9 mm. c. 1000 butir peluru/penerbangan
b. 100 butir peluru/penerbangan. d. 12 butir peluru/penumpang.
91. Dangerous Goods di bawah ini boleh dibawa oleh penumpang domestik di kabin, kecuali :
a. Minuman beralkohol 50% sebanyak 1 liter dalam kemasan jual di bagasi cabin.

8
b. Lighter (korek api) dengan bahan bakar yang terserap dikantongi/dalam saku
penumpang.
c. Pengharum ruangan spray 550 ml dalam bagasi cabin.
d. Hand body lotion 200 ml dalam bagasi cabin.
92. Bahan / barang yang termasuk Dangerous Goods yang mudah terbakar bila terkena air,
termasuk dalam class / Divisi :
a. Radioactive c. Corrosive
b. Flammable Liquids d. Dangerous when wet = basah
93. Komando pada kondisi normal (hijau) di tingkat bandara oleh :
a. Kepala Bandara / General Manager c. Kepolisian
(Negara = Dirjenhubud)
b. TNI d. Komandan Pangkalan
94. Masuk pesawat lebih awal dan keluar pesawat paling akhir dari penumpang lain, merupakan
tata cara?
a. Pengawalan Pejabat Daerah c. Pengawalan Gubernur
b. Pengawalan Presiden d. Pengawalan Tahanan

95. Komando pada kondisi rawan (kuning) di tingkat nasional oleh:


a. Kapolri c. panglima TNI
b. Menteri Perhubungan d. Dirjen Hubud

96. Komite nasional keamanan penerbangan dengan masa kerja 5 tahun (PM 127 Tahun 2015)
ditetapkan dan diangkat oleh :
a. Presiden c. Kabandara
b. Dirjen Perhubungan Udara d. Menteri Perhubungan.
(Komite Bandara keamanan penerbangan diangkat oleh = Ka. OtBand)

97. Perlakuan pemeriksaan keamanan khusus yang di lakukan terhadap kargo dan Pos yang
dilengkapi dokumen yang sah diantaranya :
a. Barang medis yang mudah rusak c. Vaksin
b. Jenazah d, Jawaban a, b dan c benar

98. Teknik penyisiran pada ruang tunggu di Bandara di bagi menjadi :


a. 1 (satu) Teknik Penyisiran c. 2 (dua) Teknik Penyisiran
b. 3 (tiga) Teknik Penyisiran d. 4 (empat) Teknik Penyisiran
(Block, arsir dan spiral)
99. Komponen utama suatu bom seperti dibawah ini kecuali :
a. Power Source / Baterai c. Swicth/ saklar
b. Detonator/pemicu d. Box/ kemasan

100. Dalam satu penerbangan hanya dapat mengangkut berapa tahanan?


a. 2 (dua) tahanan ringan dengan minimal 3 (tiga) pengawal
b. 2 (dua) tahanan tidak berbahaya dengan 2 (satu) pengawal
c. 1 (satu) tahanan berbahaya dengan minimal 2 pengawal
d. 1 (satu) tahanan tidak berbahaya dengan 1 (satu) pengawal

101. Sesuai dengan PM 127 tahun 2015 tentang Program Keamanan Penerbangan Nasional,
Keamanan Penerbangan adalah:
a. Dokumen tertulis yang memuat peraturan, prosedur dan langkah-langkah pengamanan
yang diambil untuk melindungi penerbangan dari tindakan melawan hukum.
b. Suatu keadaan yang memberikan perlindungan kepada penerbangan dari
tindakan melawan hukum melalui keterpaduan pemanfaatan sumber daya
manusia, fasilitas dan prosedur.
c. Tindakan-tindakan atau percobaan yang membahayakan keselamatan penerbangan
dan angkutan udara.
d. Penerapan suatu teknik atau tindakan untuk mencegah disusupkannya/terbawanya
barang dilarang (prohibited items) yang dapat digunakan untuk melakukan tindakan
melawan hukum.

102. Berikut ini adalah contoh tindakan melawan hukum ( Acts of Unlawful Interference) kecuali:

9
a. Melakukan pengrusakan/penghancuran pesawat udara di darat (in service).
b. Membawa senjata, peralatan berbahaya atau bahan-bahan yang dapat digunakan untuk
tindakan melawan hukum secara tidak sah.
c. Masuk ke dalam pesawat udara, Bandar udara atau tempat-tempat aeronautika secara
paksa.
d. Melaporkan ancaman bom di Bandar Udara.

103. Sabotase adalah:


a. Menguasai pesawat udara secara melawan hukum.
b. Menyandera orang di dalam pesawat udara atau di Bandar Udara.
c. Tindakan pengrusakan atau penghilangan terhadap harta benda, yang dapat
mengancam atau menyebabkan terjadinya tindakan melawan hukum pada
penerbangan dan fasilitasnya.
d. Memberikan informasi palsu yang membahayakan keselamatan pesawat udara dalam
penerbangan maupun di darat.

104. Surat izin yang diberikan kepada seseorang yang telah memenuhi persyaratan tertentu
untuk melakukan pekerjaan di bidang penerbangan dalam jangka waktu tertentu adalah:
a. Sertifikat Kompetensi,
b. PAS Bandara.
c. Lisensi.
d. Kartu Tanda Pengenal.

105. Berikut ini adalah instansi pemerintah yang merupakan anggota Komite Keamanan
Penerbangan Nasional, Kecuali:
a. Keimigrasian.
b. Kesehatan.
c. Perdagangan.
d. Karantina

106. Orang yang dapat masuk ke daerah kemanan terbatas harus memilliki izin masuk dalam
bentuk:
a. Dokumen perjalanan angkutan udara.
b. Kartu identitas penerbang dan personel kabin (crew ID card)
c. PAS orang.
d. Jawaban a, b dan c benar.
107. Berikut ini adalah prosedur pemberian PAS orang, kecuali:
a. Permohonan dilengkapi dengan surat keterangan catatan kepolisian.
b. Memahami atau mengetahui tentang kemanan penerbangan (aviation security
awareness).
c. PAS orang berlaku untuk seluruh Bandar udara di Indonesia.
d. Izin masuk diberikan setelah dievaluasi dan diberikan sesuai dengan daerah kerjanya.
108. Pemeriksaan keamanan terhadap penumpang dan bagasi harus dilakukan secara manual
jika:
a. Peralatan di Bandar Udara tidak tersedia atau rusak.
b. Peralatan keamanan memberikan tanda atau sinyal yang mencurigakan.
c. Ingin mengetahui yang dibawa oleh penumpang.
d. Jawaban a dan b benar
109. Dalam pemeriksaan keamanan Bandar udara atau badan usaha angkutan udara
menggunakan fasilitas keamanan penerbangan sesuai dengan kebutuhan operasional dan
dengan pertimbangan:
a. Efektifitas peralatan.
b. Klasifikasi Bandar Udara.
c. Tingkat ancaman dan gangguan.
d. Jawaban a, b dan c benar.

110. Di dalam program penangggulangan keadaan darurat keamanan (contingency plans),


keadaan darurat keamanan (contingency), sesuai dengan PM 127 tahun 2015 dibedakan
atas:
a. Kondisi aman, kondisi rawan, kondisi darurat.
b. kondisi rawan, kondisi darurat.

10
c. Kondisi aman, kondisi rawan.
d. Kondisi aman, kondisi darurat.

111. Berikut ini adalah contoh dari kondisi darurat (merah), kecuali:
a. Ancaman bom.
b. Demonstrasi massal di Bandara.
c. Pembajakan pesawat udara.
d. Penyanderaan.

112. Sesuai dengan PM 92 tahun 2015 yang dimaksud dengan Pengawasan adalah?
a. Kegiatan kendali mutu berkelanjutan untuk melihat pemenuhan peraturan
keamanan penerbangan yang dilaksanakan oleh penyedia jasa penerbangan atau
institusi lain.
b. Aturan yang berisi tentang petunjuk pelaksanaan kegiatan di bidang keamanan
penerbangan.
c. Dokumen tertulis yang memuat peraturan, prosedur dan langkah-langkah pengamanan
yang diambil untuk melindungi penerbangan dari tindakan melawan hukum.
d. Suatu keadaan yang memberikan perlindungan kepada penerbangan dari tindakan
melawan hukum melalui keterpaduan pemanfaatan sumber daya manusia, fasilitas dan
prosedur.

113. Kegiatan pengawasan bertujuan untuk melakukan verifikasi tingkat pemenuhan terhadap
pelaksanaan Program Keamanan Penerbangan Nasional yang meliputi:
a. Audit, Inspeksi.
b. Survey, pengujian (test).
c. Jawaban a dan b benar.
d. Monitoring.

114. Pemeriksaan penerapan satu atau lebih langkah-langkah dan prosedur keamanan untuk
menentukan efektifitas keamanan penerbangan merupakan kegiatan pengawasan
keamanan penerbangan berupa:
a. Audit.
b. Inspeksi.
c. Survey.
d. Pengujian.

115. PM 153 tahun 2015 mengatur tentang:


a. Penanganan pengangkutan barang dan/atau bahan berbahaya dengan pesawat udara.
b. Pengamanan Kargo dan Pos Serta Rantai Pasok (Supplay Chain) Kargo dan Pos
Yang Diangkut Dengan Pesawat Udara.
c. Program Keamanan Penerbangan Nasional.
d. Pengendalian Jalan Masuk (Access Control) ke Daerah Keamanan Terbatas di Bandar
Udara

116. Daerah keamanan terbatas (Security Restricted Area) harus dilindungi dengan pembatas
fisik sesuai dengan persyaratan berikut ini, kecuali:
a. Dapat berupa tembok dan/atau pagar.
b. Ketinggian cukup dan tidak mudah dipanjat untuk disusupi orang.
c. Tidak perlu diberi lampu penerangan.
d. Tidak ada celah dari bawah sampai atas untuk disusupi orang.

117. PAS Bandar Udara untuk kendaraan bersifat incidental untuk kegiatan:
a. Catering.
b. Supplay bahan bakar.
c. Pertolongan medis.
d. Patroli Bandar Udara.

118. Berikut ini adalah prosedur penggunaan PAS Bandar Udara:


a. Digunakan pada saat menjalankan tugas sesuai dengan wilayah kerja yang tertera di
dalam PAS Bandar Udara.
b. Masih berlaku.
c. Ditempatkan pada posisi yang mudah dibaca (di bagian depan sekitar dada).
d. Jawaban a, b dan c benar.

11
119. Sesuai dengan PM 153 Tahun 2015 pemeriksaan keamanan dengan cara perlakuan khusus
meliputi pemeriksaan fisik kargo dan dokumen dari instansi terkait dapat dilakukan terhadap
kargo dan pos yang berisi:
a. Jenazah dalam peti mati.
b. Barang berbahaya (Dangerous Goods).
c. Alat Berbahaya (Dangerous Article).
d. Bahan Peledak (Explosive).

120. Pemeriksaan keamanan kargo dan pos dengan menggunakan pencium senyawa bahan
peledak (explosive vapours detector) harus dilakukan terhadap kargo dan pos:
a. Secara random setiap 10 %.
b. Terindikasi mengandung bahan peledak.
c. Kargo beresiko tinggi (High Risk Cargo).
d. Jawaban a, b dan c benar.

121. Label pemeriksaan keamanan diberikan sebagai tanda bahwa kargo dan pos telah
dilakukan pemeriksaan keamanan, persyaratan label dimaksud adalah:
a. Kuat dan tidak mudah rusak.
b. Ditempatkan pada ruas sambungan pembuka kemasan.
c. Kuat dan melekat erat serta mudah rusak jika dibuka.
d. Jawaban b dan c benar.

122. Berapa jumlah personel Bandar Udara keamanan yang melakukan pemeriksaan keamanan
dalam satu jalur pemeriksaan di Bandar Udara yang jumlah penumpang lebih dari 1000
(seribu) orang per hari (Tipe A):
a. Minimal 3 (tiga) orang personel keamanan.
b. Minimal 4 (empat) orang personel keamanan.
c. Minimal 5 (lima) orang personel keamanan.
d. Minimal 6 (enam) orang personel keamanan.

123. Berapa jumlah personel Bandar Udara keamanan yang melakukan pemeriksaan keamanan
dalam satu jalur pemeriksaan di Bandar Udara yang jumlah penumpang dari 500 (lima
ratus) sampai dengan 1000 (seribu) orang per hari (Tipe B):
a. Minimal 3 (tiga) orang personel keamanan.
b. Minimal 4 (empat) orang personel keamanan.
c. Minimal 5 (lima) orang personel keamanan.
d. Minimal 6 (enam) orang personel keamanan.

124. Berapa jumlah personel Bandar Udara keamanan yang melakukan pemeriksaan keamanan
dalam satu jalur pemeriksaan di Bandar Udara yang jumlah penumpang kurang dari 500
(lima ratus) orang per hari (Tipe C):
a. Minimal 3 (tiga) orang personel keamanan.
b. Minimal 4 (empat) orang personel keamanan.
c. Minimal 5 (lima) orang personel keamanan.
d. Minimal 6 (enam) orang personel keamanan.

125. Pemeriksaan pengangkutan barang-barang berbahaya harus memperhatikan ketentuan


yang berlaku diatur dalam:
a. KM 25 Tahun 2005.
b. PM 33 Tahun 2015 (access control).
c. PM 90 Tahun 2013.
d. PM 32 Tahun 2015.

126. Pemilik senjata diberi tanda terima sebagai tanda bukti penerimaan senjata oleh
perusahaan angkutan udara, diatur dalam:
a. KM 25 Tahun 2005
b. PP Nomor 3 Tahun 2001 (pasal 60:3)
c. PM 31 Tahun 2013
d. PM 32 Tahun 2015

127. Pemeriksaan keamanan dilakukan dengan alat bantu, manual dan random (random check
10%) diatur dalam:

12
a. SKEP/160/VIII/2008.
b. SKEP/2765/XII/2010.
c. SKEP/69/II/2011.
d. SKEP/253/XII/2005.

128. Perusahaan angkutan udara wajib membuat Program Keamanan Operator Pesawat Udara,
diatur dalam:
a. PM 127 Tahun 2015.
b. KM 25 Tahun 2005.
c. PM 90 Tahun 2013.
d. PM 33 Tahun 2015.

129. Program Keamanan Angkutan Udara memuat langkah-langkah pengamanan meliputi,


kecuali:
a. Pemeriksaan keamanan pesawat udara sebelum terbang.
b. Pemeriksaan jumlah bagasi tercatat dengan penumpang yang naik.
c. Prosedur pengangkutan senjata di Kabin atau ruang kargo pesawat udara.
d. Pemeliharaan, kalibrasi dan pengujian kehandalan fasilitas keamanan penerbangan di
Bandara.

130. Setiap penumpang, personel pesawat udara dan orang perseorangan yang memasuki
daerah keamanan terbatas serta barang bawaanya harus dilakukan pemeriksaan keamanan
diatur dalam:
a. SKEP/161/VIII/2008.
b. SKEP/253/XII/2005.
c. KP 69 Tahun 2011.
d. SKEP/2765/XII/2010.

131. Petugas konsesioner, barang dagangan dan peralatannya harus diperiksa diatur dalam:
a. PM 90 Tahun 2013.
b. PM 127 Tahun 2015.
c. PM 32 Tahun 2015.
d. KM 25 Tahun 2005.

132. Penerapan langkah-langkah pengendalian keamanan (security control) di Bandar Udara


harus memperhatikan:
a. Design keamanan Bandar Udara.
b. Ketersediaan fasilitas keamanan penerbangan.
c. Ketersediaan personel keamanan penerbangan.
d. Jawaban a, b dan c benar.

133. Upaya pencegahan masuk barang, benda atau bahan yang dapat mengancam keselamatan
penerbangan disebut:
a. Screening.
b. Security control.
c. Security area.
d. Security.

134. Pemeriksaan khusus dapat dilakukan dalam hal, kecuali:


a. Apabila alarm gawang detector logam (WTMD) berbunyi.
b. Terdapat kejanggalan pada postur tubuh penumpang, personel pesawat udara dan
orang perseorangan.
c. Melewati WTMD dengan menggunakan kursi roda / kereta bayi atau penumpang yang
menggunakan alat bantu medis.
d. Penumpang, personel pesawat udara dan orang perseorangan berperilaku
mencurigakan.
135. Barang dilarang (prohibited items) senjata api dalam 24 (dua puluh empat) jam harus sudah
diambil oleh pemiliknya dan apabila tidak diambil diserahkan kepada pihak:
a. General Manager Bandar Udara.
b. Kepala Otoritas Bandar Udara.
c. Kepolisian.
d. Kepala Bandar Udara.

13
136. Senjata atau alat berbahaya yang dilarang dibawa ke dalam kabin pesawat udara dan
hanya diizinkan sebagai bagasi tercatat atau disimpan dalam kotak khusus yang cukup kuat
dan terkunci, adalah:
a. Carry on Baggage.
b. Dangerous Articles.
c. Security Items.
d. Hold Baggage.
137. Prosedur penyisiran keamanan pesawat udara (Aircraft Security Search), adalah:
a. Pemeriksaan secara menyeluruh pada bagian luar pesawat udara untuk menemukan
barang yang mencurigakan dan barang dilarang.
b. Pemeriksaan secara menyeluruh pada bagian dalam pesawat udara untuk menemukan
barang yang mencurigakan dan barang dilarang.
c. Pemeriksaan secara menyeluruh pada bagian luar dan dalam pesawat udara
untuk menemukan barang yang mencurigakan dan barang dilarang.
d. Pemeriksaan rutin bagian dalam pesawat udara sebelum pesawat take – off.
138. Pemeriksaan fisik terhadap bagasi dilakukan pada saat:
a. X-ray dapat mendeteksi secara akurat.
b. Sesuai dengan prosentase 100% acak (random) untuk melaksanakan pemeriksaan
fisik.
c. Tampilan monitor benda yang ada di bagasi sangat gelap.
d. Jawaban a, b dan c benar.

139. Tujuan pemeriksaan keamanan terhadap penumpang dan barang adalah, kecuali:
a. Mengetahui barang yang dibawa penumpang.
b. Mengenali atau mendeteksi barang dilarang.
c. Mencegah terangkutnya barang berbahaya.
d. Untuk mencegah orang yang tidak berkepentingan masuk terminal.

140. Prosedur pemeriksaan penumpang dengan menggunakan Hand Held Metal detector (HHMD)
adalah:
a. Tidak menyentuh badan penumpang.
b. Dicoba terlebih dahulu untuk memastikan HHMD berfungsi.
c. Searah jarum jam.
d. Jawaban a, b dan c benar.

141. Yang dimaksud dengan Bagasi Kabin (Carry on Baggage) adalah:


a. Bagasi tercatat yang diangkut dengan pesawat udara tidak bersama pemiliknya atau
yang diangkut sebagai kargo.
b. Barang yang dibawa oleh penumpang ke dalam bagasi pesawat udara dan berada
dalam pengawasan penumpang itu sendiri.
c. Barang yang dibawa oleh penumpang ke dalam kabin pesawat udara dan berada
dalam pengawasan penumpang itu sendiri.
d. Barang penumpang yang diserahkan oleh penumpang kepada pengangkut untuk
diangkut dengan pesawat udara yang sama.

142. Barang, bahan dan peralatan yang dibawa oleh penumpang pesawat udara harus diproses
sebagai bagasi tercatat atau security item sesuai ketentuan adalah:
a. Barang dilarang (Prohibited Items).
b. Senjata (Weapons).
c. Alat-alat berbahaya (Dangerous Articles).
d. Jawaban a, b dan c benar.

143. Setiap pegawai/karyawan yang terlibat dalam kegiatan penerbangan harus mengikuti
sosialisasi kepedulian terhadap pengamanan penerbangan dalam pelatihan:
a. Security Awareness.
b. Crisis Mangement.
c. Risk Management.
d. Basic Aviation Security.
144. Apabila Hand Held metal Detector (HHMD) tidak berfungsi, jika Walk Through Metal Detector
(WTMD) berbunyi maka pemeriksaan yang dilakukan terhadap penumpang adalah:
a. Pemeriksaan rutin.

14
b. Pemeriksaan acak.
c. Pemeriksaan terbatas.
d. Pemeriksaan manual (hand search).
145. Berikut adalah peralatan yang digunakan dalam perimeter security, kecuali:
a. CCTV.
b. Patroli.
c. Perimeter Intruder Detection System (PIDS).
d. Kendaraan.
146. Sesuai dengan SKEP/2765/XII/2010, jarak minimal antara Gawang Detector Logam (Walk
Through Metal Detector / WTMD) dan mesin X-Ray bagasi tercatat adalah:
a. 50 (lima puluh) cm
b. 60 (enam puluh) cm
c. 70 (tujuh puluh) cm
d. 80 (delapan puluh) cm
147. Dokumen yang diperlukan untuk pengangkutan Kargo mengandung substansi NUBIKARA
(Nuklir, Biologi, Kimia dan Radioaktif) adalah:
a. Pernyataan pengiriman dan lembar data keselamatan barang untuk barang berbahaya
(MSDS).
b. Surat izin kepemilikan / penggunaan nuklir, biologi, kimia dan radioaktif dari instansi
yang berwenang.
c. Surat izin karantina
d. Jawaban a dan b benar.
148. Jika operator mesin X-Ray menemukan bagasi tercatat / barang bawaan penumpang yang
mencurigakan, maka dilakukan pemeriksaan keamanan sebagai berikut, kecuali:
a. Memastikan kepemilikan bagasi atau barang bawaan.
b. Membuka bagasi atau barang bawaan tanpa seizin pemiliknya.
c. Melakukan pemeriksaan bagasi secara keseluruhan dari luar ke dalam untuk
menemukan benda yang diinformasikan oleh operator X-Ray.
d. Apabila bagasi telah diperiksa, seluruh barang dikembalikan ke dalam tas.

149. Yang dimaksud dengan bagasi tercatat adalah:


a. Bagasi penumpang yang diangkut dengan pesawat udara tidak bersama pemiliknya
b. Barang yang dibawa oleh penumpang ke dalam kabin pesawat udara
c. Barang penumpang yang diserahkan oleh penumpang kepada pengangkut untuk
diangkut dengan pesawat udara yang sama
d. Jawaban a, b dan c benar
150. RCT singkatan dari ?
a. Radio Control Time c. Remote Control Toys
b. Radio Control Toys d. Remote Control Time

151. Pemeriksaan khusus dilakukan terhadap:


a. Barang terlarang c. Pelayanan darurat
b. Alat-alat elektronik d. Kamera film

152. Semua acces menuju daerah sisi udara harus dilengkapi pintu dan dikunci atau dijaga diatur
dalam :
a. PM 127 Tahun 2015 c. KM 14 Tahun 1989
b. KM 54 Tahun 2009 d. KM 9 Tahun 2009

153. Pembentukkan Komite Pengamanan Bandar Udara diatur dalam ?


a. KM 14 Tahun 1989 c. PM 127 Tahun 2015 ttg PKPN
b. KM 54 Tahun 2009 d. KM 09 Tahun 2009
154. Yang termasuk dalam bahan peledak kecuali:
a. Flammable Liquids c. Plastik Explosives/semtex
b. Trinitrotoluene/TNT d. Jawaban b dan c benar

155. Cara-cara di bawah ini dapat digunakan seseorang untuk mempersulit pendeteksian senjata :
a. Senjata yang diuraikan c. Senjata yang disamarkan
b. Senjata yang dirubah bentuknya d. Jawaban a, b dan c benar

15
156. Dalam hal tindakan awal penanganan barang / bahan berbahaya / Emergency Dangerous
Goods, beberapa langkah utama yang perlu diperhatikan antara lain sebagai berikut :
a. Isolasi daerah sekitar paket tersebut
b. Hindari adanya kontak dengan isi paket tersebut
c. Dijaga resiko bahaya dan hindari dari mata, hidung serta mulut
d. jawaban a, b dan c benar

157. Dalam pemeriksaan manual yang harus diperhatikan antara lain :


a. Minta ijin dari penumpang terdahulu
b. Menempatkan barang/kopor/tas pada tempatnya serta menghadap ke arah pemeriksa.
c. Mengucapkan terima kasih kepada si penumpang untuk kerjasamanya setelah
pemeriksaan selesai
d. Jawaban a, b, dan c benar.

158. Pada pengangkutan senjata api beserta peluru, senjata api diperlakukan sebagai sekuriti
items dan peluru diperlakukan sebagai :
a. Dangerous Articles c. Explosive
b. Weapons . d. Dangerous Goods

159. Instansi Pemerintah di Bandar Udara yang memberi izin berupa dokumen pengangkutan
tumbuhan dan hewan adalah :
a. Imigrasi c. Karantina
b. Kantor Kesehatan d. Bea Cukai

160. Komando pada kondisi rawan (kuning) ditingkat nasional oleh :


a. Kapolri c. Gubernur
b. Menteri Perhubungan d. Dirjen Hubud

161. Komando penanggulangan tindakan melawan hukum pada kondisi darurat (merah) di Bandar
udara oleh :
a. Kapolri c. Panglima TNI
b. Komandan Pangkalan d. Kapolres terdekat
162. Komponen utama suatu bom seperti dibawah ini kecuali :
a. Power Source/ Baterai c. Swicth/ saklar
b. Detonator/ pemicu d. Jam / pengatur waktu

163. Cara-cara dibawah ini dapat digunakan seseorang untuk menpersulit pendeteksian senjata
pada mesin x-ray, yaitu :
a. Senjata diuraikan dan dirubah bentuknya
b. Senjata dibungkus dengan kertas timah
c. Senjata diletakan tertidur dalam tas
d. Senjata dijadikan satu dengan barang-barang logam
164. Perangkat yang dirancang khusus untuk membuat pingsan/melumpuhkan antara lain :
a. Semua jenis senjata api seperti : Pistol, revolver, senapan, shotguns
b. Pistol suar, pistol starter, Busur Silang, Senjata Tombak, Ketepel
c. Senjata menggunakan tekanan angin : pistol angin, senapan pelet dan angin
d. Bahan kimia, gas dan semprotan melumpuhkan : Semprotan merica, gas air mata,
semprotan asam dan semprotan pembasmi hewan.
165. Menteri Perhubungan bertanggung jawab terhadap keamanan dan keselamatan
penerbangan yang pelaksanaannya dilakukan oleh :
a. Direktur Keamanan Penerbangan
b. Kepala Bandar Udara / General Manager Bandar Udara
c. Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara
d. Direktur Jenderal Perhubungan Udara
166. Pemeriksaan khusus dapat dilakukan dalam hal kecuali :
a. Penumpang, personel pesawat udara dan orang perseorangan berperilaku
mencurigakan.
b. Terdapat kejanggalan pada postur tubuh Penumpang, personel pesawat udara dan
orang perseorangan.

16
c. Melewati WTMD dengan menggunakan kursi roda/ kereta bayi atau penumpang yang
mengunakan alat bantu medis
d. Apabila alarm gawang detector logam (WTMD) berbunyi.
167. Berdasarkan PM 33 Tahun 2015 mengatur tentang :
a. Juknis Penanganan Petugas Pengamanan Dalam Penerbangan (In-Flight Security
Officer/Air-Marshal) Pesawat Udara Niaga Berjadwal Asing
b. Pengendalian Jalan Masuk (access Control) ke daerah Keamanan Terbatas di
Bandar Udara
c. Juklis Penanganan Barang Bawaan Berbentuk Liquid, Aerosols dan Gels Yang Dibawa
Penumpang Ke Dalam Kabin Pesawat Pada Penerbangan Internasional
d. Penanganan Pengangkutan Barang dan/atau Barang Berbahaya Dengan Pesawat
Udara

168. Warna Biru di monitor x-ray menyatakan bahwa benda tersebut mempunyai unsur density
(kerapatan) yang :
a. Ringan (Plastik, kertas, kayu, makanan, kulit dll )
b. Sedang (allumunium, glass, sodium dan chlorine dll)
c. Berat ( Titanium, emas, perak dan seng dll )
d. Logam, Besi, Baja dll

169. Berikut ini adalah Barang Berbahaya yang dapat diangkut dengan mendapatkan ijin khusus
secara tertulis antara lain :
a. Explosive, Thinner, Magnet, Dry Ice
b. Parfum, Aerosol dan Minuman Beralkohol
c. Radioactive Material, Binatang Terinfeksi
d. Corrosive (Battery, Accu)
170. Warna Hijau di monitor x-ray menyatakan bahwa benda tersebut mempunyai unsur density
(kerapatan) yang :
a. Ringan (Plastik, kertas, kayu, makanan, kulit dll )
b. Sedang (allumunium, glass, sodium dan chlorine dll)
c. Berat (Titanium, emas, perak dan seng dll)
d. Logam, Besi, Baja
171. Dalam pengangkutan Dangerous Goods secara normal, hal-hal yang perlu diperhatikan,
kecuali :
a. Klasifikasi barang/bahan c. Tingkat bahayanya (besar, sedang,kecil)
b. Kemasan yang digunakan d. Label, Marka dan Document
172. Apa saja yang harus dilakukan oleh seorang AVSEC untuk melakukan pemeriksaan
terhadap orang yang akan masuk ke daerah Keaman Terbatas adalah :
a. Pas Bandar Udara c. ID Card Crew
b. Kartu Tanda Inspektor d. A, B, C benar
173. Bahan peledak, zat pembakar dan bahan/zat lain yang dapat digunakan untuk menyebabkan
cedera serius atau mengancam keamanan pesawat udara adalah :
a. Linggis, Pencong, Cangkul, Bor, Gergaji, Pahat, Obeng
b. Semua jenis senjata api ; Pistol, Revolver, Senapan, Shotguns
c. Amunisi, Blasting Caps, Detonator dan Sekering, Dinamit
d. Kapak, Parang, Pisau Cutter, Pisau Lipat, Silet
174. Program Pengawasan Keamanan Penerbangan Nasional adalah :
a. PM 127 Tahun 2015 c. PM 90 Tahun 2015
b. PM 92 Tahun 2015 d. SKEP /95 / IV / 2008
175. Ruang tunggu harus memenuhi persyaratan sebagai berikut kecuali :
a. Memiliki ukuran seoptimal mungkin yang memudahkan untuk dilakukan pengawasan
b. Memiliki pembatas fisik yang nyata dari lantai sampai dengan langit-langit ruangan dan
tidak dapat disusupi barang dilarang (prohibited items)
c. Dilakukan pengawasan kegiatan dalam ruang tunggu
d. Memiliki ukuran luas serta pintu keluar / masuk yang banyak sehingga penumpang
dapat bergerak bebas.
176. Berdasarkan aturan SKEP / 275 / XII / 1998 mengatur tentang :

17
a. Penanganan Pengangkutan Barang dan/atau Barang Berbahaya Dengan Pesawat
Udara
b. Sertifikat Kecakapan Personil Pengamanan Penerbangan Sipil
c. Sertifikat Kecakapan Petugas Penanganan Pengangkutan Barang dan/atau Barang
Berbahaya Dengan Pesawat Udara
d. Penanganan Barang Bawaan Berbentuk Liquid, Aerosols, dan Gels Yang Dibawa
Penumpang Ke Dalam Kabin Pesawat Pada Penerbangan Internasional

178. Komite Pengamanan Bandar Udara diatur dalam ?


a. PM 33 Tahun 2015 c. PM 30 Tahun 2015
b. PM 32 Tahun 2015 d. PM 127 Tahun 2915
179. Operator mesin x-ray melakukan identifikasi tampilan barang bawaan di layar monitor untuk
dikategorikan menjadi :
a. Bahaya besar, bahaya sedang atau bahaya kecil
b. Tidak berbahaya, mungkin berbahaya atau memang berbahaya
c. Periksa atau tidak diperiksa
d. Aman, mencurigakan atau berbahaya
180. Pengenaan Sanksi Administratif Terhadap Pelanggaran Peraturan Perundang-undangan
dibidang penerbangan diatur dalam :
a. PM 92 Tahun 2015 c. PM 30 Tahun 2015
b. PM 127 Tahun 2015 d. PM 32 Tahun 2015
181. Penyempurnaan atas PM 33 Tahun 2015 Tentang Pengendalian Jalam Masuk (access
Control) ke Daerah Keamanan Terbatas di Bandar Udara adalah :
a. PM 167 Tahun 2015 c. KP 260 Tahun 2012
b. KP 26 Tahun 2014 d. SKEP / 43 / III / 2003
182. Program pengamanan Bandar udara mempunyai maksud dan tujuan yaitu:
a. Melindungi Pesawat udara yang sedang dalam bahaya
b. Melindungi dan menjamin keselamatan penerbangan sipil dari segala gangguan
tindakan melawan hukum
c. Memberikan perlindungan terhadap Pesawat udara,Pax, petugas dan masyarakat luas
selama dalam perjalanan di udara
d. Menciptakan pola pengamanan terpadu

183. Sertifkat Peralatan Keamanan Penerbangan diatur dalam :


a. KP 26 Tahun 2014
b. KP 157 Tahun 2014
c. KP 157 Tahun 2015
d. KP 260 Tahun 2012
184. Barang berbahaya ditinjau dari aspek pengangkutannya dibagi menjadi berapa katagori :
a. 1 (satu) katagori ; Forbiden
b. 2 (dua) katagori ; Forbiden dan Acceptable
c. 3 (tiga) katagori ; Forbiden, Acceptable dan Exemted
d. 4 (empat) Katagori ; Forbiden, Acceptable, Exemted dan Excepted
185. Berikut ini adalah prosedur terhadap pesawat udara yang tidak dijaga kecuali :
a. Pesawat udara diparkir di area yang mudah diawasi dan cukup penerangannya
b. Semua pintu luar pesawat di kunci
c. Tangga dan Garbarata di pindah/geser dari pesawat udara
d. Tangga yang ada di sekitar pesawat udara didekatkan dan jangan dikunci

18

Anda mungkin juga menyukai