Anda di halaman 1dari 35

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Dengan memanjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT, dan atas berkat
rahmat dan hidayah-Nya, Laporan Tahun 2018 RSUD Ragab Begawe Caram
dapat diselesaikan.

Sesuai dengan fungsi Rumah Sakit yang bersifat sosial, maka Rumah Sakit
diharuskan untuk tetap menjalankan misi sebagai pemberi dan penyedia
pelayanan kesehatan dalam rangka peningkatan derajat kesehatan
masyarakat secara umum, sehingga masih membutuhkan bantuan subsidi
terutama biaya operasional Rumah Sakit dari pemerintah.

Proses penyusunan laporan tahunan ini disusun berdasarkan buku petunjuk


teknis penyusunan laporan berkala dan laporan akuntabilitas kinerja (LAK).
Demikianlah, semoga laporan yang kami susun ini hendaknya menjadi
pedoman dan bahan evaluasi dalam pelaksanaan operasional Rumah Sakit
yang akan datang dan sekaligus sebagai bahan untuk untuk penyusunan

Rencana Anggaran RSUD Ragab Begawe Caram tahun yang akan datang.
Akhirnya kami mengucapkan terima kasih kepada semua unit kerja yang
telah membantu menyiapkan bahan-bahan sehingga laporan ini dapat
disusun, dan semoga laporan ini bermanfaat bagi kita semua.

Berabasan
Direktur RSUD Ragab Begawe Caram

Dr HOTMAIDA VERAWATI.S

Page 1
2018 LAPORAN KINERJA RSUD RAGAB BEGAWE CARAM KAB MESUJI
BAB I
PENDAHULUAN

1. LATAR BELAKANG

Rumah Sakit Umum Daerah Ragab Begawe Caram Kabupaten Mesuji adalah
Rumah Sakit (RS) kelas C dengan kegiatan utama memberikan pelayanan
kesehatan dengan dokter spesialis dan kepada pelanggan.

RSUD Ragab Begawe Caram sebagai penyedia pelayanan kesehatan, , juga


harus mampu menjadi tempat yang menyenangkan bagi penerima jasa
pelayanan,disamping itu juga mengemban tugas sosial dalam meningkatkan
derajat kesehatan masyarakat secara umum.

Penyusunan Laporan Kinerja RSUD Ragab Begawe Caram ini berdasarkan pada
amanat Peraturan Perundangan sebagai berikut :
1. Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara yang
mengisyaratkan pentingnya akuntabilitas dalam Perencanaan anggaran
dan pertanggungjawaban anggaran.
2. Peraturan Pemerintah Nomor 8 tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan
dan Kinerja Instansi Pemerintah (Lembaran Negara Republik Indonesia
tahun 2006 Nomor 25, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 4614)
3. Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara
Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 96, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4663)
4. Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2006 Tentang Tata Cara
Penyusunan Rencana Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2006 Nomor Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4664)
5. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan Tata Cara,
Penyusunan, Pengendalian Dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana

Page 2
2018 LAPORAN KINERJA RSUD RAGAB BEGAWE CARAM KAB MESUJI
Pembangunan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008
Nomor 108, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4689)
6. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2014 tentang
Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.
7. Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 5 tahun 2004 tentang
Percepatan Pemberantasan Korupsi
8. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor
09/M.PAN/05/2007 tentang Pedoman Penyusunan Indikator Kinerja
Utama di lingkungan Instansi Pemerintah
9. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor
20/M.PAN/11/2008 tentang Petunjuk Penyusunan Indikator Kinerja
Utama
10. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi
Birokrasi Nomor 53 tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian
Kinerja,

B. MAKSUD DAN TUJUAN


Laporan Kinerja RSUD Ragab Begawe Caram tahun 2018 ini merupakan
Laporan Pelaksanaan Kinerja Rencana Strategis (Renstra) RSUD Ragab Begawe
Caram 2017-2022.

Maksud disusunnya Laporan Kinerja RSUD Ragab Begawe Caram 2018 adalah
untuk memberikan gambaran kinerja penyelenggaraan pemerintahan yang jelas,
transparan, dapat dipertanggungjawabkan, sebagai wujud pertanggungjawaban
keberhasilan/kegagalan pencapaian target sasaran dalam kurun waktu Tahun
2018 serta sebagai wujud akuntabilitas kinerja yang dicerminkan dari hasil
pencapaian kinerja berdasarkan visi, misi, tujuan dan sasaran yang telah
ditetapkan.

Sedangkan tujuan penyusunan Laporan Kinerja RSUD Ragab Begawe Caram


Kabupaten Mesuji adalah sebagai berikut :
1. Memberikan informasi mengenai perencanaan, pengukuran, pelaporan dan
evaluasi kinerja RSUD Ragab Begawe Caram Kabupaten Mesuji selama
Tahun Anggaran 2018.

Page 3
2018 LAPORAN KINERJA RSUD RAGAB BEGAWE CARAM KAB MESUJI
2. Sebagai bahan evaluasi terhadap kinerja RSUD Ragab Begawe Caram
Kabupaten Mesuji selama Tahun Anggaran 2018.
3. Hasil evaluasi yang berupa kritik/saran diharapkan menjadi bahan acuan
untuk perbaikan dan peningkatan kinerja RSUD Ragab Begawe Caram
Kabupaten Mesuji di tahun selanjutnya serta masa yang akan datang.
4. Meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada RSUD Ragab Begawe
Caram Kabupaten Mesuji dengan menerapkan azas transparansi,
sistematik dan accountable (dapat dipertanggungjawabkan).

C. GAMBARAN UMUM RSUD RAGAB BEGAWE CARAM


Kabupaten Mesuji berdiri pada tahun 2008 berdasarkan Undang- Undang No.
49 tahun 2008 sebagai pemekaran dari kabupaten Tulang Bawang di propinsi
Lampung yang merupakan kabupaten yang cukup pesat pembangunannya.

Sebagai kabupaten baru, Pemerintah Kabupaten Mesuji secara simultan harus


segera dapat memenuhi sarana dan prasarana baik dengan membangun,
memelihara atau meningkatkan fasilitas sarana dan prasarana yang sudah ada
untuk memenuhi keperluan kesejahteraan masyarakatnya.

Sejak pertama didirikan Tahun 2016 Rumah Sakit Kabupaten Mesuji yang
berfungsi sebagai pusat rujukan Kabupaten pada saat itu masih menggunakan
bangunan yang didirikan oeleh Kementerian Kesehatan berupa Rumah Sakit
Bergerak
Dengan menggunakan Peralatan yang ada Rumah Sakit Kabupaten melayani
mayarakat Kabupaten Mesuji dengan SDM dan Operasional yang sangat
minim,belum dapat dilakukan secara berkualitas dan maksimal. Sejak Tahun
2017 Rumah Sakit Kabupaten ini membangun fasilitas gedung Manajemen dan
Poliklinik,Ruang Perawatan Penyakit Dalam dan Instalasi Gawat Darurat yang
merupakan bangunan sendiri dan memenuhi standar bangunan Rumah Sakit
yang didirikan diatas lahan seluas ± 7 hektar.
.
Tahun 2018, berdasarkan Surat Keputusan Bupati Mesuji Nomor:
B/454/I.02/HK/MSJ/2017,tentang Penetapan Nama Rumah Sakit Umum
Daerah Kabupaten Mesuji,namanya berubah menjadi RSUD Ragab Begawe

Page 4
2018 LAPORAN KINERJA RSUD RAGAB BEGAWE CARAM KAB MESUJI
Caram, nama tersebut diambil dari Slogan Kabupaten Mesuji yang berarti
Kebersamaan membangun berdasarkan Gotong Royong

Pada Tahun 2018 melalui hasil Rekomendasi Dinas Kesehatan Provinsi


Lampung tentang penetapan Kelas dan Ijin operasional RSUD Ragab Begawe
Caram Nomor 445/1774/V.02.3/VI/2018 dan dengan Surat Keputusan dari
Dinas Penanaman Modal dan Perijinan satu Pintu (DPMPT) Kabupaten Mesuji
Nomor: 445/02/IV.14/MSJ/IV/2018 tentang Ijin Operasional dan Penetapan
Kelas .RSUD Ragab Begawe Caram ditetapkan menjadi Rumah Sakit Tipe C

Dengan adanya Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016,melaui Peraturan


Bupati Mesuji Nomor 48 Tahun 2018 tentang Pembentukan Unit Pelaksana
Teknis di Kabupaten Mesuji ,maka Rumah Sakit Ragab Begawe caram berubah
menjadi Unit Pelaksana Tugas Dinas Kesehatan Kabupaten Mesuji

Untuk dapat bersaing dalam pelayanan, RSUD Ragab Begawe Caram harus
mampu memberikan pelayanan yang berorientasi kepada kepentingan
pelanggan. Pelayanan yang bermutu, tidak berarti cukup dengan adanya tenaga
profesional saja tetapi harus didukung oleh peralatan yang lengkap dengan
bangunan yang representatif serta suasana ruangan yang nyaman dan
menyenangkan pelanggan.

Pencapaian sasaran rumah sakit dilakukan melalui berbagai upaya yang


dilandasi pergeseran paradigma yang memperhatikan nilai-nilai kebutuhan dan
kepuasan pelanggan/pasien sebagaimana dituangkan dalam visi rumah sakit.

D. VISI DAN MISI RUMAH SAKIT


Visi dan Misi Rumah Sakit Umum Daerah Ragab Begawe Caram adalah
sebagai berikut :
VISI
“Terwujudnya RSUD yang berkualitas dan menjadi Pilihan
Masyarakat Mesuji dan Sekitarnya”
Rumah sakit yang berkualitas adalah rumah sakit yang selalu menjaga
Quality assurance,tidak mengecewakan pelanggannya

Page 5
2018 LAPORAN KINERJA RSUD RAGAB BEGAWE CARAM KAB MESUJI
Rumah sakit Pilihan masyarakat dengan pelayanan rumah sakit
dijadikan suatu kepuasan dengan biaya terjangkau
Misi
Misi merupakan pernyataan mengenai hal-hal yang utama yang harus
diemban atau dilakukan atau usaha yang akan dijalankan dalam
mencapai visi.
1. Meningkatnya mutu pelayanan kesehatan
2. Meningkatnya kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan Sarana
Prasarana
3. Meningkatnya peran Rumah Sakit dalam peningkatan derajat
kesehatan masyarakat Kabupaten Mesuji

Motto
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ragab Begawe Caram berkomitmen
memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan motto :
“Senyum, Salam, Sapa”

Tata Nilai
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ragab Begawe Caram memiliki tata
nilai dalam bekerja, yaitu Competent,Akuntable,Responsif,Efisien

GRAND STRATEGY
Berdasarkan posisi organisasi RSUD Ragab Begawe Caram pada Grand Strategy
yang dipilih untuk dilaksanakan adalah :
a. Perbaikan Internal Organisasi;
b. Membangun Pasar Potensial.

E. KEBIJAKAN DASAR
Pelaksanaan Grand Strategy perlu mendapat jaminan dan dukungan dari
seluruh komponen di RSUD Ragab Begawe Caram Untuk itu telah disusun
sembilan kebijakan dasar RSUD Ragab Begawe Caram sebagai berikut :
a. Perbaikan mutu pelayanan;
b. Perbaikan manajemen (SDM) internal;

Page 6
2018 LAPORAN KINERJA RSUD RAGAB BEGAWE CARAM KAB MESUJI
c. Penataan kelembagaan (struktur dan sistem);
d. Pemantapan nilai dasar menjadi budaya organisasi;
e. Penataan sistem akuntansi keuangan;
f. Pengendalian biaya dan struktur anggaran;
g. Perbaikan manajemen logistik medik dan non medik;
h. Pengembangan aliansi strategis.

F. TUJUAN RSUD
Rsud Ragab Begawe Caram Kabupaten Mesuji memiliki 2 tujuan yaitu:
a. Meningkatnya mutu pelayanan kesehatan Rumah Sakit
b. Meningkatnya sistem dan prosedur keuangan Rumah Sakit

HUBUNGAN MISI DAN TUJUAN


Tabel. 2.1 Matriks Hubungan antara Misi dan Tujuan MISI

MISI TUJUAN INDIKATOR


1. BOR (Bed Occupancy Rate)
1.Menyelenggar 2. ALOS (Average Length Of Stay)
akan 3. BTO (Bed Turn Over)
Meningkatnya mutu
pelayanan 4. TOI (Turn Over Interval)
pelayanan
kesehatan 5. GDR (Gross Death Rate)
kesehatan Rumah
yang 6. NDR (Net Death Rate)
Sakit
bermutu dan 7. Kepuasan Masyarakat
profesional 8. Tindak lanjut atas pengaduan
masyarakat
2. Mewujudkan Meningkatnya 1. SGR (Sale Growth Rate)
kinerja sistem dan prosedur 2. CRR (Cost Recovery Ratio)
keuangan keuangan Rumah 3. Tingkat Kemandirian
yang sehat Sakit
dan
akuntabe

1.2 RENCANA KINERJA


1. Sasaran Strategis Sesuai dengan sasaran strategis RSUD Ragab
Begawe Caram yaitu terselenggaranya pelayanan kesehatan Rumah
Sakit yang bermutu dan profeisonal, maka program yang dirancang
mengacu pada agenda peningkatan aksesibilitas dan kualitas
pelayanan kesehatan yang dilaksanakan dalam kerangka arah
kebijakan Pemerintah Kabupaten Mesuji yaitu :

Page 7
2018 LAPORAN KINERJA RSUD RAGAB BEGAWE CARAM KAB MESUJI
a) Meningkatkan ketersediaan pelayanan kesehatan yang bermutu
dan terjangkau, serta menjamin perlindungan risiko bagi
masyarakat, terutama keluarga miskin, akibat pengeluaran biaya
kesehatan.
b) Mengembangkan dan meningkatkan efektivitas jaminan kesehatan
bagi penduduk miskin, yang harus berorientasi kepada subjek
manusianya, bukan jenis penyakitnya.

E. KEDUDUKAN RSUD RAGAB BEGAWE CARAM


Kedudukan RSUD Ragab Begawe Caram Kabupaten Mesuji sebagai
Perangkat Daerah diatur dengan Peraturan Bupati Nomor 49 tahun
2018 tentang Pembentukan Unit Pelaksana Teknis di Kabupaten Mesuji
Rumah Sakit Umum Daerah Ragab Begawe Caram Kabupaten Mesuji
melaksanakan pelayanan kesehatan secara berdayaguna dan berhasil
guna dengan mengutamakan keselamatan, kendali mutu, dan kendali
biaya yang dilaksanakan secara paripurna dengan upaya promotif,
preventif, kuratif, rehabilitative dan pelayanan rujukan kesehatan serta
penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan, penelitian dan
pengembangan bidang kesehatan serta kegiatan administrasi dan
ketatausahaan.
Untuk melaksanakan tugas, RSUD Ragab Begawe Caram
Kabupaten Mesuji mempunyai fungsi:
(1) penyelenggaraan pelayanan medik umum, kegawatdaruratan
dan spesialistik dasar;
(2) penyelenggaraan keperawatan;
(3) penyelenggaraan pelayanan penunjang medik dan non medik;
(4) penyelenggaraan pelayanan rujukan;
(5) penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan;
(6) penyelenggaraan penelitian dan pengembangan kesehatan;
(7) penyelenggaraan promotif dan preventif;
(8) penyelenggaraan kegiatan administrasi dan ketatausahaan;

Page 8
2018 LAPORAN KINERJA RSUD RAGAB BEGAWE CARAM KAB MESUJI
F. Sesuai dengan Peraturan Bupati Nomor 48 tahun 2018,Susunan Organisasi
RSUD Ragab Begawe Caram terdiri dari :
G. Susunan Organisasi RSUD Ragab Begawe Caram Terdiri dari :
a. Direktur
b. Bagian Tata Usaha, terdiri dari :
1. Sub bagian umum dan kepegawaian
2. Sub bagian perencanaan
3. Sub bagian Keuangan.
c. Bidang Pelayanan, terdiri dari :
1. Seksi pelayanan medic
2. Seksi Keperawatan
3. Seksi Mutu dan Akreditasi
d. Bidang Penunjang pelayanan Medik dan non Medik terdiri dari :
1. Seksi Penunjang Medik
2. Seksi Rekam Medik dan Administrasi Terpadu
3. Seksi Evaluasi,dan Pelaporan
e. Satuan Pemeriksa Internal
g. Komite Medik
h. Komite Keperawatan
i. Komite Tenaga Kesehatan Lainnya
j. Instalasi - Instalasi
 Rawat Jalan
 Instalasi Rawat Inap –
 Instalasi Gawat Darurat –
 Instalasi Perawatan Intensif
 Instalasi Laboratorium
 Instalasi Gizi
 Instalasi Radiologi
 Instalasi Farmasi
 Instalasi Bedah Sentral
 Instalasi Pemeliharaan Sarana
 Instalasi Patologi Klinik
 nstalasi Laundry
 Instalasi Kamar Jenazah

Page 9
2018 LAPORAN KINERJA RSUD RAGAB BEGAWE CARAM KAB MESUJI
k. Kelompok Jabatan Fungsional
l. Unit Pelayanan Administrasi Terpadu (UPAT)
G. Ketenagaan
jumlah tenaga yang ada sebanyak 590 orang tenaga terdiri dari :

NO URAIAN JUMLAH/ORANG PERSENTASE


1 PEGAWAI NEGERI SIPIL 40 Orang
2 KONTRAK 6 Orang
3 NON PNS
4 TKS
JUMLAH

Dilihat dari Kualifikasi jabatan


no Kualifikasi Jabatan PNS Kontrak NON PNS TKS
1 MEDIS
 Dokter Spesialis 1 5 1 0
 Dokter Umum 2 0 6 0
 Dokter Gigi 1 0 0 0
2 PERAWAT/BIDAN
3 NON MEDIS
4 UMUM/ADMINISTRASI
JUMLAH

H. Jenis Pelayanan
I. Pelayanan Rawat Jalan:
1. Poli Geriatri
2. Poli Gigi
3. Poli Spesialis Kebidanan dan Kandungan
4. Spesialis Penyakit Dalam
5..Spesialis Bedah umum
6, Spesialis Anak
7. Spesialis Telinga Hidung dan Tenggorokan (THT)
8. Spesialis Radiografer
9. Spesialis Patologi Klinik
II. Pelayanan Penunjang Diagnostik:
1. Labotarorium
2. Radiologi

Page 10
2018 LAPORAN KINERJA RSUD RAGAB BEGAWE CARAM KAB MESUJI
III. Apotik dan Farmasi buka 24 jam
IV. Medical Check Up (MCU)
V. Pelayanan Rawat Inap dengan jumlah Tempat Tidur 100 buah terdiri dari :
RUANGAN JUMLAH
Kelas I
Kelas II
Kelas III
Ruang Kebidanan
Ruang ICU
Jumlah

Sistematika Penyusunan
Sistematika Penyusunan Laporan Kinerja RSUD Ragab Begawe Caram Kabupaten
Mesuji tahun 2018 terdiri dari 4 (empat) Bab yaitu sebagai berikut:

BAB I. PENDAHULUAN
Menjelaskan secara ringkas latar belakang, maksud dan tujuan Laporan
Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, Gambaran singkat tentang Kedudukan,
Tugas Pokok dan Fungsi organisasi dan Personil Perangkat Daerah serta Sistematika
Penyusunan.

BAB II. PERENCANAAN KINERJA


Menjelaskan ringkasan/ikthtisar Perjanjian Kinerja tahun 2017 yang mendasarkan
pada dokumen perencanaan.
BAB III. AKUNTABILITAS KINERJA
Menjelaskan capaian kinerja berdasarkan hasil pengukuran kinerja tahun 2018.
Diuraikan pula analisis capaian kinerja yang meliputi :
 Pembandingan antara target dan realisasi kinerja tahun 2018 ;
 pembandingan capaian kinerja tahun 2018 dengan tahun 2017 berdasarkan
dokumen Renstra RSUD Ragab Begawe Caram Kabupaten Mesuji tahun 2017-
2022;
 analisis keberhasilan/kegagalan, hambatan/kendala dan permasalahan yang
dihadapi serta langkah-langkah antisipatif yang diambil serta penyajian realisasi
anggaran.

Page 11
2018 LAPORAN KINERJA RSUD RAGAB BEGAWE CARAM KAB MESUJI
BAB IV. PENUTUP
Memuat kesimpulan umum atas capaian kinerja RSUD Ragab Begawe Caram
Kabupaten Mesuji tahun 2018 dan upaya/langkah di masa mendatang yang akan
dilakukan oleh RSUD Ragab Begawe Caram Kabupaten Mesuji dalam rangka
peningkatan kinerjanya

Page 12
2018 LAPORAN KINERJA RSUD RAGAB BEGAWE CARAM KAB MESUJI
BAB II
PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KERJA
TAHUN 2019

Perencanaan Kinerja merupakan tekad dan janji rencana kinerja tahunan yang akan
dicapai oleh RSUD Ragab Begawe Caram Kabupaten Mesuji. Perjanjian Kinerja ini
menggambarkan capaian kinerja yang akan diwujudkan oleh RSUD Ragab Begawe
Caram Kabupaten Mesuji. dalam suatu tahun tertentu dengan mempertimbangkan
sumber daya yang dikelolanya.

Tujuan umum disusunnya Perjanjian Kinerja yaitu dalam rangka Intensifikasi


pencegahan korupsi, Peningkatan kualitas pelayanan public, Percepatan untuk
mewujudkan manajemen pemerintahan yang efektif, transparan dan akuntabel. Namun
demikian, ruang lingkup ini lebih diutamakan terhadap berbagai program utama
organisasi, yaitu program-program yang dapat menggambarkan keberadaan organisasi
serta menggambarkan isu strategic yang sedang dihadapi organisasi.

Untuk itu, penyusunan Perencanaan Kinerja RSUD Ragab Begawe Caram Kabupaten
Mesuji tahun 2018 merupakan sasaran dan target kinerja yang sepenuhnya mengacu
pada Rencana Strategis RSUD Ragab Begawe Caram Kabupaten Mesuji Tahun 2017-
2022, dokumen Rencana Kinerja Tahunan (RKT) tahun 2018, Dokumen Perjanjian
Kinerja Tahun 2018, serta dokumen Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)
Tahun 2018.

Target Kinerja tersebut memrepresentasikan nilai kuantitatif yang harus dicapai selama
tahun 2017. Target Kinerja pada tingkat sasaran strategis akan dijadikan tolok ukur
dalam mengukur keberhasilan organisasi didalam upaya pencapaian visi misi dan akan
menjadi komitmen bagi RSUD Tujuan umum disusunnya Perjanjian Kinerja yaitu
dalam rangka Intensifikasi pencegahan korupsi, Peningkatan kualitas pelayanan public,
Percepatan untuk mewujudkan manajemen pemerintahan yang efektif, transparan dan
akuntabel. Namun demikian, ruang lingkup ini lebih diutamakan terhadap berbagai
program utama organisasi, yaitu program-program yang dapat menggambarkan
keberadaan organisasi serta menggambarkan isu strategic yang sedang dihadapi
organisasi.
Page 13
2018 LAPORAN KINERJA RSUD RAGAB BEGAWE CARAM KAB MESUJI
Untuk itu, penyusunan Perencanaan Kinerja RSUD RSUD Ragab Begawe Caram
Kabupaten Mesuji tahun 2018 merupakan sasaran dan target kinerja yang sepenuhnya
mengacu pada Rencana Strategis Tujuan umum disusunnya Perjanjian Kinerja yaitu
dalam rangka Intensifikasi pencegahan korupsi, Peningkatan kualitas pelayanan public,
Percepatan untuk mewujudkan manajemen pemerintahan yang efektif, transparan dan
akuntabel.

2.1 Rencana Kerja Tahunan (RKT) dan Kegiatan


Penyusunan RKT berdasarkan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan
Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PERMENPAN & RB) Nomor: 56 Tahun
2014 Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas
Kinerja Instansi Pemerintah.
Adapun Rencana Kinerja Tahun 2019 RSUD Ragab Begawe Caram adalah sebagai
berikut :

Tabel. 2.3 Rencana Kinerja Tahun 2019 RSUD Ragab Begawe Caram

TUJUAN SASARAN INDIKATOR TARGET

1. Meningkatnya 1.Terselenggaranya 1. BOR (Bed Occupancy Rate)* 65 %


mutu pelayanan 2. ALOS (Average Length Of Stay)* 8 hari
pelayanan kesehatan Rumah 3. BTO (Bed Turn Over)* 45 kali
kesehatan Sakit yang bermutu 4. TOI (Turn Over Interval)* 2
Rumah Sakit dan profesional 5. GDR (Gross Death Rate)* <45‰
6. NDR (Net Death Rate)* < 25‰

2. Meningkatnya 1. Kepuasan Masyarakat* 80%


patisipasi 2. Tindak lanjut atas pengaduan 90%
masyarakat dalam masyarakat
mengembangkan
mutu pelayanan.

2.Meningkatnya 3.Terselenggaranya 1. SGR (Sale Growth Rate)* 10%


sistem dan kinerja keuangan 2. CRR (Cost Recovery Ratio)* 90%
prosedur yang mandiri 3. Tingkat Kemadirian* 70%
keuangan
Rumah Sakit

Page 14
2018 LAPORAN KINERJA RSUD RAGAB BEGAWE CARAM KAB MESUJI
2.2 INDIKATOR KINERJA
Indikator Kinerja merupakan suatu parameter yang dignakan untuk mengukur
pencapaian kinerja. Dalam rangka evaluasi capaian target kinerja, untuk
menggambarkan keberhasilan program strategis 2017-2022 menggunakan Indikator
Kinerja Utama (IKU) untuk mendukung Program Strategis Pemerintah Kabupaten
Banyuwangi yang tertuang dalam RPJMD 2017-2022 dengan sasaran kinerja adalah
meningkatnya mutu pelayanan dan kemandirian rumah sakit

a. BOR (Bed Occupancy Rate)


Yaitu prosentase pemakaian tempat tidur pada satu satuan waktu tertentu.
Indikator ini memberikan gambaran tinggi rendahnya tingkat pemanfaatan
dari tempat tidur. Dengan tingkat utilisasi (BOR) yang optimal (antara 65%-
85%), maka dapat memberikan gambaran efesiensi penggunaan tempat
tidur, biaya umum (air, listrik), pemakaian linen dan pendayagunaan tenaga
keperawatan. Target pencapaian BOR untuk RSUD Ragab Begawe Caram
tahun 2019 sebesar 65 %.
b. ALOS (Average Length of Stay)
Yaitu rata-rata lama rawatan seorang pasien. Indikator ini menggambarkan
rerata hari pasien di rawat di rumah sakit. Makin tinggi angka ALOSnya,
makin rendah kualitas pelayanannya, karena pasien tidak sembuh-sembuh.
Angka ini cukup sensitif menggambarkan tingkat efektivitas pelayanan di
rumah sakit karena menggambarkan hasil resultan dari berbagai program
kegiatan yang dilakukan oleh rumah sakit maupun variabel pasien itu
sendiri. Variabel yang mempengaruhi adalah :
1. Jenis penyakit (akut/kronis)
2. Kondisi pasien saat dirawat (ada komplikasi/tidak)
3. Tingkat kegawatan saat datang
4. Ada/tidaknya infeksi nosokomial
5. Mutu pelayanan Rumah Sakit
6. Ketersediaan alat kedokteran
7. Kualitas pelayanan penunjang medik (Laboratorium & Radiologi)
8. Ketersediaan obat dan bahan farmasi
9. Ketersediaan biaya operasional dan pemeliharaan
Page 15
2018 LAPORAN KINERJA RSUD RAGAB BEGAWE CARAM KAB MESUJI
Angka normatif (standar) ALOS untuk Rumah Sakit antara 3 s.d. 5 hari,
mengingat pasien yang datang ke RSUD Ragab Begawe Caram sebagai
rujukan pada umumnya kondisi pasien dalam keadaan parah (kronis atau
gawat). Dan untuk target pencapaian ALOS RSUD Ragab Begawe Caram
tahun 2018 sebesar 6 hari.

c. BTO (Bed Turn Over)


Yaitu frekwensi pemakaian tempat tidur, berapa kali dalam satu satuan
waktu tertentu (biasanya 1 tahun) tempat tidur rumah sakit dipakai.
Indikator ini menggambarkan tingkat efesiensi pemakaian tempat tidur dan
idelnya rerata adalah 40-50 kali/Tempat Tidur/Tahun, sementara untuk
target RSUD RSUD Ragab Begawe Caram sebesar 45 kali dalam satu tahun
.
d. TOI (Turn Over Interval)

Menggambarkan rerata hari tempat tidur tidak ditempati dari saat terisi ke saat
terisi berikutnya. Indikator ini juga memberikan gambaran tingkat efesiensi dari
pada penggunaan tempat tidur. Idealnya rerata 1-3 hari/tempat tidur, karena
dibutuhkan untuk membersihkan/menyiapkan pasien berikutnya, termasuk
tindakan dekontaminasi ruangan. Dan target RSUD Ragab Begawe Caram
tahun 2018 sebesar 2 hari.

e. NDR (Net Death Rate)


Indikator NDR atau angka kematian bersih ini dinilai sensitif karena
kematian pasien lebih dari 2x24 jam setelah dirawat di rumah sakit,
merupakan hasil resultan dari kinerja program kegiatan :
1. Mutu pelayanan
2. Ketersediaan SDM kesehatan (jumlah dan kompetensi tenaga medis &
keperawatan)
3. Ketersediaan peralatan yang memadai
4. Kualitas pelayanan penunjang medik (laboratorium dan radiologi)
5. Ketersediaan obat dan bahan farmasi
6. Ketersediaan biaya operasional dan pemeliharaan

Page 16
2018 LAPORAN KINERJA RSUD RAGAB BEGAWE CARAM KAB MESUJI
Angka normatif (standar) NDR untuk Rumah Sakit <25‰ mengingat pasien
yang datang ke RSUD Ragab Begawe Caram sebagai Rumah Sakit Kelas C
sebagai rujukan pada umumnya kondisi pasien sudah dalam keadaan
parah.

f. GDR (Gross Death Rate)

Hitungan rate untuk kematian didasari pada jumlah pasien yang keluar,
hidup atau meninggal. Kematian merupakan akhir dari periode perawatan.
Pada kematian dibedakan kematian secara keseluruhan atau Gross Death
Rate. Target untuk RSUD Ragab Begawe Caram tahun 2015 sebesar <45 %
.
g. Kepuasan Masyarakat

Kepuasan masyarakat merupakan indikator yang dipakai untuk menilai


pendapat masyarakat atas pelayanan yang telah didapat di RSUD RSUD
Ragab Begawe Caram Kabupaten Mesuji. Kepuasan masyarakat dinilai dari
Indeks Kepuasan masyarakat yang didapatkan dari hasil survey
menggunakan kuesioner Pelayanan Publik.Target untuk RSUD Ragab
Begawe Caram Kabupaten Mesuji tahun 2018 sejumlah 80%.

h. Tindak Lanjut atas Pengaduan Masyarakat

Merupakan indikator yang digunakan untuk menilai tingkat kepedulian


masyarakat atas pelayanan yang ada di RSUD Ragab Begawe Caram
Kabupaten Mesuji. Masukan dari masyarakat yang ditindaklanjuti
digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk perbaikan pelayanan yang
ada di RSUD RSUD Ragab Begawe Caram Kabupaten Mesuji Target tindak
lanjut atas pengaduan masyarakat RSUD RSUD Ragab Begawe Caram
Kabupaten Mesuji tahun 2018 adalah sejumlah 90%.

Page 17
2018 LAPORAN KINERJA RSUD RAGAB BEGAWE CARAM KAB MESUJI
i. SGR (Sales Growth Rate)
Indikator yang digunakan untuk mengukur kemampuan Rumah Sakit
menggali pendapatan fungsional dari jasa layanan kesehatan. Target SGR
(Sales Growth Rate) RSUD Ragab Begawe Caram Kabupaten Mesuji tahun
2018 sejumlah 10%.

j. CRR (Cost Recovery Ratio)

Indikator yang digunakan untuk mengukur sampai sejauh mana kontribusi


pendapatan fungsional Rumah Sakit terhadao belanja operasi pelayanan.
Target CRR (Cost Recovery Rate) RSUD Ragab Begawe Caram tahun 2018
sejumlah 90%.

k. Tingkat Kemandirian
Indikator ini digunakan untuk mengukur sampai sejauh mana kontribusi
pendapatan fungsional terhadap total belanja. Target Tingkat Kemandirian
RSUD Ragab Begawe Caram Kabupaten Mesuji tahun 2018 sejumlah 70%.
2.3 PERJANJIAN / PENETAPAN KINERJA 2015
Untuk mewujudkan tujuan dan sasaran diatas dilaksanakan Program yang
tertuang di dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah
(RPJMD) Kabupaten Mesuji Tahun 2017–2022, maka program RSUD Ragabb
Begawe Caram tahun 2018 sebagai berikut :

Tabel. 2.4 Program dan Kegiatan RSUD Ragab Begawe Caram Tahun
2018

PROGRAM KEGIATAN
1. Program pelayanan kesehatan Pemakaman warga tanpa
penduduk miskin identitas
2. Program kebijakan dan manajemen Peningkatan kualitas SDM
pembangunan kesehatan kesehatan
3. Program peningkatan kualitas Pelayanan BLUD
pelayanan kesehatan pada BLUD Peningkatan pelayanan
kesehatan Rumah Sakit

Page 18
2018 LAPORAN KINERJA RSUD RAGAB BEGAWE CARAM KAB MESUJI
4. Program pengadaan, peningkatan Pengadaan alat-alat kesehatan
sarana dan prasarana Rumah Rumah Sakit (BKK)
Sakit/ Rumah Sakit Jiwa/ Rumah Peningkatan derajad kesehatan
Sakit Paru-paru/ Rumah Sakit Mata masyarakat dengan penyediaan
fasilitas perawatan kesehatan
bagi penderita akibat dampak
asap rokon (DBHCHT)

Tabel. 2.5 Penetapan Kinerja RSUD Ragab Begawe Caram Tahun 2018

INDIKATOR PROGRAM/
STRATEGIS TARGET
KINERJA KEGIATAN
Terselenggaranya 1. BOR 65% 1. Program pelaya nan
pelayanan 2. ALOS 8 Hari kesehatan
kesehatan Rumah 3. BTO 45 Kali penduduk miskin
Sakit yang bermutu 4. TOI 2 Hari
dan profesional 5. GDR  45 0/00
6. NDR  25 0/00
Meningkatnya 1.Kepuasan 2. Program kebijakan
partisipasi Masyarakat dan manajemen
80 %
masyarakat dalam pembangunan
mengembangkan kesehatan
mutu layanan 2. Tindak lanjut 3. Program
atas pengaduan peningkatan
90 %
masyarakat kualitas pelayanan
kesehatan
1. SGR (Sale
10%
Growth Rate)
Terselenggaranya
2. CRR (Cost
kinerja keuangan
Recovery 90%
yang mandiri
Ratio)
3. Tingkat
70%
Kemandirian

Page 19
2018 LAPORAN KINERJA RSUD RAGAB BEGAWE CARAM KAB MESUJI
BAB. III
AKUNTABILITAS KINERJA

3.1 CAPAIAN KINERJA ORGANISASI


Pengukuran capaian kinerja yang terdiri dari beberapa indikator,
dimana capaian kinerjanya digunakan untuk menilai keberhasilan atau
kegagalan pelaksanaan kegiatan dan program yang telah ditetapkan
dalam sasaran strategis.
Sesuai dengan Renstra Rumah Sakit Tahun 2017-2022, telah ditetapkan
beberapa sasaran strategis yang telah dijabarkan yaitu:
terselenggaranya pelayanan kesehatan Rumah Sakit yang bermutu dan
profesional, meningkatnya partisipasi masyarakat dalam
mengembangkan mutu layanan dan terselenggaranya kinerja keuangan
yang mandiri.

Berdasarkan sasaran yang ingin dicapai sesuai dengan Rencana


Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Mesuji
dan Renstra RSUD Ragab Begawe Caram, Visi, Misi dan Tujuan,
kegiatan yang akan dilaksanakan pada tahun 2015, dituangkan dalam
Penetapan Kinerja (Tapkin) Tahun 2018. Dalam memberikan penilaian
tingkat capaian kinerja pada sasaran, menggunakan skala pengukuran
2 (dua) katagori sebagai berikut

Page 20
2018 LAPORAN KINERJA RSUD RAGAB BEGAWE CARAM KAB MESUJI
Tabel. 3.1 Skala Pengukuran Capaian Kinerja Pelayanan Tahun 2018
:

NO HASIL CAPAIAN KATEGORI CAPAIAN


A Kinerja Pelayanan
I BOR (Bed Occupancy Rate)
1 < 65 % dan > 85 % Tidak Memenuhi Standar
2 65 % - 85 % Memenuhi Standar (MS)
II ALOS (Average Length Of Stay)
1 < 7 hari dan > 9 hari Tidak Memenuhi Standar
2 7 – 9 hari Memenuhi Standar (MS)
III BTO (Bed Turn Over)
1 < 40 kali dan > 50 kali Tidak Memenuhi Standar
2 40 – 50 kali Memenuhi Standar (MS)
IV TOI (Turn Over Interval)
1 < 1 hari dan > 3 hari Tidak Memenuhi Standar
2 1 – 3 hari Memenuhi Standar (MS)
V GDR (Gross Death Rate)
1 >9% Tidak Memenuhi Standar
2 <9% Memenuhi Standar (MS)
VI NDR (Net Death Rate
1 7% Tidak Memenuhi Satandar
2 7% Memenuhi Standar (MS)
VII Kepuasan Masyarakat
1 51 % - 100 % Tidak Memenuhi Standar
2 Dibawah 50 % Memenuhi Standar (MS)
VIII Tindak lanjut atas pengaduan masyarakat
1 51 % - 100 % Tidak Memenuhi Standar
2 Dibawah 50 % Memenuhi Standar (MS)
B Kinerja Keuangan
IX SGR (Sale Growth Rate)
1 > 100 % Sangat Baik

Hasil BOR (Bed Occupancy Rate) pada masing-masing Ruang Rawat Inap
selama 6 tahun bervariasi. Rata-rata pencapaian BOR (Bed Occupancy Rate)
yang memenuhi standar adalah RPK (Ruang Penyakit Kandungan), RPD
(Ruang Penyakit Dalam). Rata-rata pencapaian BOR (Bed Occupancy Rate)
yang tidak memenuhi standar adalah RKK (Ruang Kanak-kanak), Ruang
Perinatologi, dan ICU (Intra Care Unit).dan ruang Bedah,

Page 21
2018 LAPORAN KINERJA RSUD RAGAB BEGAWE CARAM KAB MESUJI
Beberapa faktor yang dapat digunakan untuk mengetahui capaian BOR (Bed
Occupancy Rate) antara lain:

a) Quality of Place
Sebagai Rumah Sakit rujukan untuk wilayah Kabupaten Mesuji dan
untuk menjaga mutu pelayanan kepada pasien, kelengkapan peralatan
medik sangat dibutuhkan. Untuk menaikkan capaian BOR (Bed
Occupancy Rate), salah satunya dengan menurunkan angka antrian
pasien pada pelayanan (pembedahan/operasi). Banyak peralatan medik
yang telah aus atau kualitasnya di bawah standar sehingga umur
pakainya pendek, khususnya pada alat instrument set bedah (semua
bidang spesialisasi).

Untuk memenuhi kebutuhan peralatan medik dan penunjang medik,


RSUD Ragab Begawe Caram melakukan upaya-upaya sebagai berikut:
1) Pemenuhan peralatan medik dan penunjang medik melalui Subsidi
APBN dan APBD,
2) Pemenuhan peralatan medik melalui KSO (Kerjasama Operasional)
3) Pemenuhan peralatan medik melalui hibah dari swasta.
4) Sedangkan untuk peralatan medik dengan skala kecil melalui
pendapatan fungsional Rumah Sakit.

Dalam SPM pemeliharaan sarana Rumah Sakit dengan indikator


kecepatan waktu menanggapi kerusakan alat, ketepatan waktu
pemeliharaan alat dan peralatan laboratorium dan alat ukur yang
digunakan dalam pelayanan terkalibrasi tepat waktu sesuai dengan
ketentuan kalibrasi. Hasil capaian untuk kecepatan waktu menanggapi
kerusakan alat dengan standar 80% tercapai 100%, ketepatan waktu
pemeliharaan alat dengan standar 100% tercapai 100% dan peralatan
laboratoriun dan alat ukur yang terkalibrasi standar 100% tercapai
100%. Dengan kondisi alat yang telah dikalibrasi diharapkan hasil

Page 22
2018 LAPORAN KINERJA RSUD RAGAB BEGAWE CARAM KAB MESUJI
pemeriksaan akan lebih akurat sehingga dalam menegakkan diagnosa
klinis akan lebih baik.
b) Quality of Service
1) Sumber Daya Manusia
Rumah Sakit Umum Daerah Ragab Begawe Caram merupakan
Rumah Sakit Type C yang mempunyai visi yaitu menjadikan Rumah
Sakit Andalan dalam pelayanan. Dengan mengacu pada nilai
dasar,sasaran startegis dan grand strategy, maka permasalahan
yang dapat dimunculkan adalah sebagai berikut :
Mutu SDM, meliputi : jumlah, jenis dan kualitas tenaga medis,
tenaga keperawatan dan tenaga kesehatan lainnya. Sebagai Rumah
Sakit rujukan tentunya sarana dan prasarana sebagai pendukung
pelayanan kesehatan harus dipenuhi.

Tabel 3.8 Jenis Ketenagaan RSUD Ragab Begawe Caram Kabupaten


Mesuji Tahun 2017-2022
Kelompok jenis Tahun
No Standar Trend
tenaga 2017 2018 2019 2020 2021
1. Dokter spesialis 7 7 7 9 10 Naik
2 Dokter Umum 7 7 8 12 15
3 Dokter Gigi 1 1 1 2 2
4 Keperawatan
5 Tenaga Non Medis
6 Tenaga Adm/Teknis

Dari tabel 3.8 terlihat bahwa trend secara keseluruhan dari tahun
2017 sampai 2018 jumlah tenaga mengalami kenaikan.yang
berorientasi pada peningkatan pelayanan pasien (publik), tidak
menutup kemungkinan untuk menambah tenaga perawat sehingga
ratio kebutuhan tenaga (standar tenaga) dengan jumlah tenaga akan
lebih kecil.
Agar pelayanan tidak terganggu ,maka RSUD Ragab Begawe Caram
harus berusaha untuk memenuhi kebutuhan kekurangan tenaga
kesehatan baik medis maupun keperawatan agar pelayanan berjalan
lancar. Pada tahun 2018 telah dilakukan rekruitmen guna

Page 23
2018 LAPORAN KINERJA RSUD RAGAB BEGAWE CARAM KAB MESUJI
memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan maupun non kesehatan.
Disamping itu faktor eksternal harus diperhatikan untuk
meningkatkan semangat pegawai antara lain dengan ketepatan
waktu pengusulan kenaikan pangkat dan ketepatan waktu
pengurusan gaji berkala.

2) Pelatihan
Dalam kegiatan pelatihan pegawai dalam rangka upaya
meningkatkan kompetensi SDM di bidang kesehatan dari tahun ke
tahun semakin meningkat. Jenis pelatihan diselenggarakan tentunya
disesuaikan dengan perkembangan ilmu kedokteran yang
berkembang saat ini. Tenaga yang trampil dan cekatan dalam
melayani pasien sangat diperlukan sehingga pasien merasa nyakin
akan kesembuhan selama dirawat di rumah sakit ini,hal ini akan
meningkatkan capaian BOR (Bed Occupancy Rate).
Secara ideal setiap pegawai Rumah Sakit harus mendapatkan
pelatihan 1 kali setiap tahun, pada tahun 2018 pegawai yang
mendapatkan pelatihan sebesar 21,25 %. Sedangkan anggaran
untuk pelatihan tersebut sebesar 0,05% ( Rp. 50.000.000,- ) dari
total belanja Rumah Sakit, dan dengan anggaran sebesar itu masih
belum mencukupi untuk melatih seluruh pegawai.
Kemampuan RS membiayai peningkatan kapabilitas SDM (Sumber
Daya Manusia) sangat penting untuk menggambarkan mutu SDM
(Sumber Daya Manusia) Rumah Sakit. Pada tabel berikut disebutkan
jumlah pegawai yang dilatih mulai tahun 2017 – 2018.

Page 24
2018 LAPORAN KINERJA RSUD RAGAB BEGAWE CARAM KAB MESUJI
Tabel 3.9 Jumlah Pegawai RSUD Ragab Begawe Caram yang
Mendapat Pelatihan/ Diklat 2017- 2018

NO KATEGORI TENAGA JUMLAH TREN


1 Medis
2 Keperawatan
3 Tenaga NON Medis

3.2. Kunjungan Rawat Inap


Pada Tahun 2018, jumlah tempat tidur yang ada di RSUD Ragab Begawe
Caram sebanyak 100 Tempat Tidur. Pemakaian tempat tidur yang paling
terbanyak pada Ruang Penyakit Dalam dan Ruang Perawatan
Kebidanan, Terjadi Kenaikan kunjungan rawat inap dari tahun 2018,
hal ini dikarenakan adanya pemberlakuannya system rujukan BPJS dan
adanya Dokter Spesialis yang selalu Stand By yaitu dari Wajib Kerja
Dokter Spesialis ( WKDS ) sebanyak 4 ( Empat ) Orang Dokter Speialis

Tabel 3.10 Cakuoan Kegiatan di Rawat Inap RSUD tahun 2018

NO KEGIATAN CAPAIAN
1 Jumlah hari rawat tersedia max
2 Jumlah lama dirawat
3 Jumlah hari perawatan
4 Jumlah hari rawat tersedia
5 Jumlah pasien dirawat
6 Jumlah pasien keluar (H + M)
7 Jumlah pasien keluar hidup
8 Jumlah pasien keluar mati
9 Jumlah pasien mati < 48 jam
10 Jumlah pasien mati > 48 jam
11 BOR (%)
12 BTO (Kali)
13 LOS (Hari)

Page 25
2018 LAPORAN KINERJA RSUD RAGAB BEGAWE CARAM KAB MESUJI
14 TOI (Hari)
15 GDR
16 NDR

Penilaian tingkat keberhasilan pelayanan di rumah sakit biasanya


dilihat dari berbagai segi yaitu tingkat pemanfaatan sarana, mutu dan
tingkat efisiensi pelayanan. Beberapa indikator standar yang dipantau
diantaranya adalah : BOR, LOS, TOI, BTO, GDR.

BOR (Bed Occupancy Rate)


adalah persentase pemakaian tempat tidur pada satuan waktu tertentu.
Persentase penggunaan tempat tidur merupakan indikator yang dapat
memberikan gambaran tinggi atau rendahnya tingkat pemanfaatan
tempat tidur di rumah sakit. Tingkat pemanfaatan tempat tidur di RSUD
Ragab Begawe Caram pada tahun 2018 adalah 69,67% (dengan 100 tt),
sedangkan pada tahun 2017 adalah 00 % (dengan 100 tt).

Hal tersebut dapat diketahui bahwa BOR di RSUD Ragab Begawe Caram
pada tahun 2018 mengalami kenaikan meskipun tidak signifikan
dengan persentase BOR di angka ideal yaitu 60% - 85%.

BTO (Bed Turn Over)


adalah frekuensi pemakaian tempat tidur pada satu periode, berapa kali
tempat tidur dipakai dalam satu satuan waktu tertentu. Idealnya dalam
satu tahun satu tempat tidur rata-rata dipakai 40-50 kali.

Pada tahun 2017 BTO rumah sakit mencapai 00 kali. Akan tetapi, pada
tahun 2018 frekuensi penggunaan TT mengalami Kenaikan menjadi 000
kali. Hal ini dikarenakan Kenaikan jumlah pasien rawat inap di tahun
2018.

Page 26
2018 LAPORAN KINERJA RSUD RAGAB BEGAWE CARAM KAB MESUJI
LOS (Length of Stay)
adalah rata-rata lama rawat (hari) seorang pasien. Indikator ini di
samping memberikan gambaran tingkat efisiensi, juga dapat
memberikan gambaran mutu pelayanan. Apabila diterapkan pada
diagnosis tertentu dapat dijadikan hal yang perlu pengamatan yang
lebih lanjut. Secara umum, nilai LOS yang ideal antara 6-9 hari. Tabel di
atas memperlihatkan rata-rata LOS RSUD Ragab Begawe Caram selama
tahun 2018 mencapai angka berkisar 00 hari dibandingkan pada tahun
2017 yang berkisar 00hari.

Makin tinggi angka LOS maka makin rendah kualitas pelayanan, karena
pasien tidak kunjung sembuh. Angka ini cukup sensitive
menggambarkan tingkat efektivitas pelayanan di rumah sakit karena
menggambarkan hasil resultan dari berbagai program yang dilakukan
oleh rumah sakit maupun variable pasien itu sendiri. Variabel
mempengaruhi adalah :
a. Jenis Penyakit
b. Kondisi pasien saat dirawat (ada komplikasi/tidak)
c. Tingkat kegawatan saat dating
d. Ada/tidaknya infeksi nosokomial
e. Mutu pelayanan rumah sakit
f. Ketersediaan alat kedokteran
g. Kualitas pelayanan penunjang medic (laboratorium dan Radiologi)
h. Ketersediaan obat dan bahan farmasi
i. Ketersediaan biaya operasional dan pemeliharaan

TOI (Turn Over Interval) adalah rata-rata hari dimana tempat tidur
tidak ditempati dari telah digunakan sampai saat digunakan kembali.
Idealnya, tempat tidur kosong tidak terisi pada kisaran 1-3 hari. Terjadi
peningkatan TOI pada tahun 2018 dengan TOI 1,53 dari tahun 2016
dengan nilai TOI 1,41. Hal tersebut masih sesuai dengan angka ideal
TOI yaitu 1 sampai 3 hari.

Page 27
2018 LAPORAN KINERJA RSUD RAGAB BEGAWE CARAM KAB MESUJI
GDR (Gross Death Rate)
adalah angka kematian keseluruhan pasien rawat inap yang keluar dari
rumah sakit per 1000 pasien keluar hidup dan mati. GDR tidak melihat
berapa lama pasien dirawat sampai meninggal dunia. Nilai ideal GDR
adalah 45 per 1000 pasien keluar. Semakin kecil nilai GDR, semakin
baik mutu rumah sakit.

Nilai GDR di RSUD Ragab Begawe Caram pada tahun 2018 sebesar 4,15
per 1000 pasien keluar dimana pada tahun 2016 nilai GDR rumah sakit
adalah sebesar 3,82 per 1000 pasien keluar. Meskipun mengalami
kenaikan, nilai GDR rumah sakit pada tahun 2018 masih sesuai dengan
angka ideal GDR.

NDR (Netto Death Rate)


adalah angka kematian pasien setelah dirawat ≥ 48 jam per 1.000
pasien keluar hidup dan mati yang pada umumnya adalah kasus-kasus
darurat. Nilai NDR yang ideal adalah < 25 per 1.000 pasien keluar. NDR
rumah sakit pada tahun 2018 adalah 1,97 per 1000 pasien keluar yang
artinya masih sesuai dengan dengan angka NDR ideal.
2. Kunjungan Rawat Jalan Pelayanan rawat jalan yang ada di RSUD
Ragab Begawe Caram meliputi pelayanan Poli Umum, Spesialis dan
Instalasi Gawat Darurat. Dari tahun ke tahun pelayanan yang ada
mengalami peningkatan sebagaimana ditunjukkan pada tabel berikut :

Page 28
2018 LAPORAN KINERJA RSUD RAGAB BEGAWE CARAM KAB MESUJI
Tabel 2. Cakupan Kegiatan Rawat Jalan RSUD Tahun 201

NO KEGIATAN CAPAIAN
1 Jumlah Kunjungan Baru
2 Jumlah Kunjunganm Lama
3 Jumlah Kunjungan
4 Jumlah Kunjungan Pasien Umum
5 Jumlah Kunjungan Pasien BPJS
6 Hari Buka Klinik
7 Rata Rata Kunjungan Perthari

3.3. REALISASI ANGGARAN REALISASI ANGGARAN TAHUN 2018

N PAGU REALISASI(
PROGRAM/KEGIATAN %
O (Rp) Rp)
A Program Pengadaan, Peningkatan dan Perbaikan 11.666.535.053 82,15
Sarana dan Prasarana Rumah Sakit 14.201.893.50
0
Pengadaan Bahan Bahan Logistik Rumah Sakit 2.715.300.000 2.051.548.797 75.56
Belanja Pegawai 21.400.000 21.400.000 100.00
Honorarium PNS 21.400.000 21.400.000 100.00
Honorarium Panitia Pelaksana Kegiatan 4.000.000 4.000.000 100.00
Honorarium Tim/panitia 100.00
17.400.000 17.400.000

B Belanja Barang dan Jasa


2.693.900.000 2.030.148.797
Belanja Bahan Habis Pakai
190.000.000 107.680.000
belanja peralatan kebersihan dan bahan pembersih
48.000.000 31.000.000
belanja pengisian tabung gas
142.000.000 76.680.000

Belanja Bahan material


2.410.000.000 1.889.718.797
belanja bahan obat obatan
2.200.000.000 1.691.617.047
D belanja bahan harian (sembako)
210.000.000 198.101.750

belanja cetak dan penggandaan 5.700.000 5.700.000


belanja penggandaan/fotocopy

Page 29
2018 LAPORAN KINERJA RSUD RAGAB BEGAWE CARAM KAB MESUJI
5.000.000 5.000.000

Belanja penjilidan 700.000 700.000

E
belanja makanan dan minuman 88.200.000 27.050.000

belanja makanan dan minuman harian pegawai 88.200.000 27.050.000

F Pembangunan Sarana Rumah Sakit


7.116.652.500 6.114.675.138
Belanja Pegawai
63.000.000 37.920.000
Honorarium PNS
63.000.000 37.920.000
Honorarium Panitia Pelaksana Kegiatan
18.000.000 18.000.000

G Belanja Barang dan Jasa


363.200.000 244.337.500
Belanja Bahan material
245.000.000 242.837.500
belanja bahan baku bangunan
200.000.000 199.337.500
belanja bahan material
45.000.000 43.500.000

Belanja jasa kantor


23.000.000
belanja jasa upah
23.000.000

belanja cetak dan penggandaan


5.700.000 1.500.000
belanja penggandaan/fotocopy
5.000.000 1.500.000
Belanja penjilidan
700.000

belanja perjalanan dinas


2.500.000
belanja perjalanan dinas luar daerah
2.500.000

belanja jasa konsultansi


87.000.000
belanja jasa konsultansi perencanaan
47.000.000
belanja jasa konsultansi pengawasan
40.000.000

H Belanja Modal
6.690.452.500 5.832.417.638
belanja modal pengadaan alat-alat angkutan darat
bermotor 407.437.500 -
belanja modal pengadaan alat-alat darat bermotor
minibus 407.437.500

Page 30
2018 LAPORAN KINERJA RSUD RAGAB BEGAWE CARAM KAB MESUJI
Belanja Modal Pengadaan Software Paket/Aplikasi
Terapan 95.000.000

belanja modal pengadaan perlengkapan kantor


139.330.000 121.120.000
Belanja Modal Pengadaan Almari
20.000.000 6.000.000
belanja modal pengadaan brankas
9.330.000 6.000.000
belanja modal pengadaan AC
110.000.000 109.120.000

Belanja Modal Pengadaan Komputer


101.000.000 10.900.000
Belanja Modal Pengadaan Komputer/PC
80.000.000
Belanja Modal Pengadaan Printer
5.000.000 4.900.000
Belanja Modal Pengadaan Scaner
6.000.000 6.000.000

Belanja Modal Pengadaan Mebeulair


30.000.000 29.790.000
Belanja Modal Pengadaan Meja Makan
10.000.000 9.900.000
Belanja Modal Pengadaan Tempat Tidur
10.000.000 9.990.000
Belanja Modal Pengadaan Sofa
10.000.000 9.900.000

Belanja Modal Pengadaan Peralatan Dapur 35.000.000


35.000.000
Belanja Modal Pengadaan 35.000.000
Piring/Gelas/Mangkok/Cangkir/Sendok/Garpu/Pisau/Temp 35.000.000
at Air
Belanja Modal Pengadaan Peralatan Dapur 35.000.000
35.000.000

Belanja Modal Pengadaan Penghias Ruangan Rumah 90.000.000


Tangga 89.373.000
Belanja Modal Pengadaan Gorden 90.000.000
89.373.000

Belanja Modal Pengadaan Alat-Alat Studio


57.000.000 53.880.000
belanja modal pengadaan proyektor/lcd
9.000.000 6.000.000
Belanja Modal Pengadaan TV/Parabola
48.000.000 47.880.000

Belanja Modal Pengadaan Alat-Alat Komunikasi 17.000.000 16.890.000

Belanja Modal Pengadaan Telepon 10.000.000 9.900.000

Belanja Modal Pengadaan Radio HF/FM (Handy Talkie) 7.000.000 6.990.000

Belanja Modal Pengadaan Alat-Alat Kedokteran (DAK) 3.791.185.000 3.730.950.638

Belanja Modal Pengadaan Alat-Alat Kedokteran Umum 3.791.185.000 3.730.950.638

Page 31
2018 LAPORAN KINERJA RSUD RAGAB BEGAWE CARAM KAB MESUJI
Belanja Modal Pengadaan Konstruksi/Pembelian*)
Bangunan 1.727.500.000 1.547.284.000
Belanja Modal Pengadaan Konstruksi/Pembelian Gedung
Kantor 1.350.000.000 1.203.300.000
Belanja Modal Pengadaan Konstruksi/Pembelian Rumah
Dinas 300.000.000 268.351.200

belanja modal pengadaan konstruksi/pembelian pagar 77.500.000 75.632.800

Belanja Modal Pengadaan Barang Bercorak Kesenian,


Kebudayaan 200.000.000 197.230.000
Belanja Modal Pengadaan Barang bercorak Kesenian,
Kebudayaan 200.000.000 197.230.000

Operasional Rumah Sakit 4.369.941.000 3.500.311.118

Belanja Pegawai 342.250.000 142.750.000

Honorarium PNS 342.250.000 142.750.000

Honorarium Panitia Pelaksana Kegiatan 4.800.000 4.800.000

Honorarium Tim/Panitia 1.450.000 1.450.000

honorarium PNS lainnya 336.000.000 136.500.000

Belanja Barang dan Jasa 4.027.691.000 3.357.561.118

Belanja Bahan Pakai Habis 198.226.000 36.500.000

Belanja Alat tulis kantor 43.226.000 14.500.000

belanja perangko,materai dan benda pos lainnya 5.000.000 2.000.000

belanja bahan bakar minyak/gas 150.000.000 20.000.000

Belanja jasa kantor 3.202.965.000 2.939.391.261

belanja telepon 4.800.000

belanja listrik 240.000.000 218.142.101

belanja surat kabar/majalah 12.000.000 8.250.000

belanja kawat/faksimili/internet 10.965.000 10.964.160

belanja jasa tenaga ahli/instruktur 2.905.200.000 2.694.800.000

belanja jasa perizinan 30.000.000 7.235.000

belanja perawatan kendaraan bermotor 100.000.000 62.000.000

belanja surat tanda nomor kendaraan 20.000.000 15.000.000

Page 32
2018 LAPORAN KINERJA RSUD RAGAB BEGAWE CARAM KAB MESUJI
jasa service kendaraan dinas 80.000.000 47.000.000

Belanja cetak penggandaan 101.300.000 48.000.000

belanja cetak 90.000.000 40.000.000

belanja penggandaan/fotocopy 11.300.000 8.000.000

Belanja Perjalanan Dinas 47.200.000 32.969.857

belanja perjalanan dinas dalam daerah 7.200.000 1.200.000

belanja perjalanan dinas luar daerah 40.000.000 31.769.857

belanja kursus,pelatihan,sosialisasi dan bimbingan teknis


PNS 100.000.000 73.700.000

belanja kursus singkat/pelatihan 100.000.000 73.700.000

belanja pemeliharaan 278.000.000 165.000.000

belanja pemeliharaan gedung/bangunan 80.000.000 15.000.000

belanja pemeliharaan peralatan dan perlengkapan kantor 198.000.000 150.000.000

Page 33
2018 LAPORAN KINERJA RSUD RAGAB BEGAWE CARAM KAB MESUJI
BAB IV
PENUTUP

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LkjIP/LAKIP) disusun sebagai bentuk


pertanggungjawaban RSUD Ragab Begawe Caram berkaitan dengan
penyelenggaraan pemerintahan pada tahun 2018 sebagai bahan pengambilan
keputusan dalam perencanaan tahun berikutnya. Selain sebagai bentuk
pertanggungjawaban kinerja RSUD Ragab Begawe Caram dalam mencapai
tujuan/sasaran strategis tahun 2015, juga mencerminkan sejauh mana
Sistem AKIP telah diimplementasikan.

Beberapa perbaikan mendasar telah dilakukan terhadap seluruh komponen


Sistem AKIP yang meliputi perencanaan kinerja, pengukuran kinerja,
pelaporan kinerja, evaluasi kinerja, dan pencapaian sasaran organisasi.

Berdasarkan hasil capaian dari setiap indikator kinerja pada tahun 2018
dapat disimpulkan beberapa permasalahan yang ada yaitu overload pasien
pada beberapa unit pelayanan, terutama pasien rawat inap. Masa pakai
tempat tidur pasien yang rendah karena Jarang digunakan. Selain itu, adanya
beberapa peralatan yang telah aus dan kualitasnya menurun sehingga
membutuhkan pemeliharaan yang lebih spesifik atau bahkan regenerasi alat
tersebut.

Dari segi Sumber Daya Manusia, tenaga medis maupun keperawatan juga
masih kurang untuk pelatihan dan diklat sehingga dapat mengganggu dalam
pemberian pelayanan yang baik dan bermutu pada pasien.
Meskipun capaian kinerja secara umum telah memenuhi target, namun
langkah-langkah strategi untuk meningkatkan kinerja serta pemecahan
permasalahan yang ada juga dibutuhkan. Strategi yang dapat dilakukan
antara lain mengoptimalkan pemrosesan basis data, meningkatkan
pengelolaan data kinerja, kemudahan (fleksibilitas) pengelolaan keuangan

Page 34
2018 LAPORAN KINERJA RSUD RAGAB BEGAWE CARAM KAB MESUJI
maupun pembelanjaan diharapkan dapat meningkatkan efektivitas dan
efesiensi sistem manajemen rumah sakit. Selain itu, pemecahan masalah yang
dapat dilakukan yaitu penyediaan alat-alat pemeriksaan yang canggih dan
memadai, pemeliharaan alat kedokteran serta sarana prasarana yang lain
secara rutin, peremajaan alat kedokteran atau melakukan kerjasama/KSO
untuk penyediaan alat penunjang / canggih, penambahan SDM medis dan
keperawatan, serta memberikan pendidikan/pelatihan bagi pegawai guna
meningkatkan keterampilan dalam memberikan pelayanan pada pasien.

Demikian Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LkjIP/LAKIP) RSUD Ragab


Begawe Caram Tahun 2018 dapat kami laporkan dengan harapan ada umpan
balik perbaikan dari semua pihak agar mutu pelayanan dapat ditingkatkan.

Page 35
2018 LAPORAN KINERJA RSUD RAGAB BEGAWE CARAM KAB MESUJI