Anda di halaman 1dari 1

1.

Kasus:
Tn. Katrok umur 38 tahun, datang ke UGD RSUP Dr. Karyadi Semarang dengan diagnosa medis
Asma Bronkhiale. Sehari sebelum masuk rumah sakit, Tn. Katrok dimintai tolong oleh
tetangganya untuk melakukan kegiatan membersihkan kebun dan taman bunga yang banyak
ditumbuhi rumput liar. Pada malam hari setelah selesai membersihkan kebun dan taman, Tn
Katrok merasakan nafasnya menjadi sesak, batuk-batuk, nafasnya berbunyi “ngik ... ngik”, mengi,
ekspirasi selalu lebih susah dan panjang dibanding inspirasi. Semakin lama nafasnya semakin
sesak, berkeringat dan frekuensi denyut nadi meningkat. Selanjutnya dibawa ke rumah sakit. Di
rumah sakit mendapat tindakan infus RL ditambah Aminophilin dengan tetesan 20 x/mnt dan
diberi oksigenasi 2 liter/mnt. Respirasi rate 28 x/mnt, terlihat sesak nafas dan adanya retraksi
suprasternal, retraksi supraklavikula dan retraksi interkosta. Klien merasa nyaman berbaring
dengan posisi setengah duduk.

2. Kasus.
Tn. Doel Kempul umur 65 tahun, datang ke UGD RSUP Dr. Karyadi Semarang dengan diagnosa
medis Stroke. Kesadaran Tn. Doel Kempul menurun dengan GCS E2M3V4. Komunikasi verbal
masih jelas, kelumpuhan anggota gerak sebelah kanan, refleks tendon menurun, peningkatan
tonus otot pada tangan kanan, kekuatan otot anggota gerak kanan atas dan bawah 0, anggota
gerak kiri atas 4, anggota gerak kiri bawah 3, seluruh aktifitas memerlukan bantuan. Pengkajian
riwayat penyakit diperoleh data Tn. Doel Kempul sebagai penderita hipertensi, namun tidak
terkontrol. Melalui pemeriksaan fisik didapatkan hasil TD 160/100 mmHg, Nadi 84 x/menit, RR
28x/menit dan suhu 37,5°C. Pemeriksaan CT Scan didapatkan gambaran hematoma intraserebral
dan perubahan posisi struktur sekitar. Klien mendapatkan terapi pamol 3x500 mg, ranitidin 2x1
ampul, Oksigen 3 lt/mnt nasal kanule, Aspilet 2x 60 mg.

3. Kasus
Ny. Soimah datang ke UGD RSUP Dr. Kariadi Semarang karena gagal ginjal kronis. Klien
mengeluh sesak napas, RR 28x/ menit ireguler, tampak sesak, napas cuping hidung. TD 150/100
mmHg, terdengar bunyi rales pada auskultasi paru, konjungtiva anemis, muka pucat, edema pada
ekstrimitas, mengeluh mual dan tidak nafsu makan, merasa lemas, pasien hanya terbaring, semua
aktifitas dibantu. Hasil laboratorium: Hb 6 g/dl, Ureum 165 mg%, Creatinin darah 25 mg%, kadar
kalsium darah abnormal cenderung menurun. Penghitungan cairan didapatkan data : urine outoput
1000 cc, IWL 500 cc, infus 750 cc, minum 1500.

****************************Selamat Mengerjakan!************************************