Anda di halaman 1dari 14

LATIHAN 1

PILIHAN BERGANDA

1. Akuntansi dapat dikelompokkan ke dalam …


a. Akuntansi komersial dan akuntansi sektor public
b. Akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen
c. Akuntansi manajemen dan akuntansi ssektor jasa
d. Akuntansi komersial dan akuntansi social

Jawaban : a. Akuntansi komersial dan akuntansi sektor publik .


Alasan : Secara umum akuntansi terdiri atas 2 (dua) bidang utama,
yaitu: Akuntansi komersial perusahaan dan akuntansi sektor
publik. (Sumber : Akuntansi Keuangan Daerah Berbasis
Akrual, hal.2)

2. Sistem pencatatan untuk penyusunan laporan keuangan menurut PP No. 24 tahun


2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan adalah :
a. Single Entry
b. Double Entry
c. Triple Entry
d. a,b dan c benar

Jawaban : d. a,b dan c benar


Alasan : Dalam proses pencatatan , akuntansi pemerintahan
menggunakan beberapa system pencatatan yaitu single entry,
double entry, triple entry. (Sumber : Akuntansi Keuangan
Daerah Berbasis Akrual, hal.4)

3. Laporan keuangan SKPD menurut PP No. 24 tahun 2005 tentang Standar


Akuntansi Pemerintahan adalah :
a. Laporan Realisasi anggaran,laporan arus kas, neraca
b. Laporan realisasi anggaran, catatan atas laporan keuangan, neraca
c. Laporan arus kas, catatan atas laporan keuangan,neraca
d. Laporan realisasi anggaran, laporan arus kas,neraca, dan catatan atas laporan
keuangan
Jawaban : d. Laporan realisasi anggaran, laporan arus kas,neraca, dan
catatan atas laporan keuangan.
Alasan : Standar akuntansi pemerintahan dimaksud dibutuhkan dalam
rangka penyusunan laporan pertanggungjawaban pelaksanaan
APBN/APBD berupa laporan keuangan yang meliputi Laporan
realisasi anggaran, laporan arus kas,neraca, dan catatan atas
laporan keuangan. (Sumber :
http://dppdad.ponorogo.go.id/index.php/news/item/798-pp-no-
24-2005-tentang-standar-akuntansi-pemerintahan/)

4. Laporan keuangan SKPD menurut PP No.71 tahun 2010 tentang Standar


Akuntansi Pemerintahan adalah:
a. Laporan realisasi anggaran, laporan operasaional, laporan perubahan saldo
anggaran lebih, laporan arus kas, neraca
b. Laporan realisasi anggaran, laporan perubahan ekuitas, catatan atas laaporan
keuangan, neraca,laporan operasional,dan laporan perubahan saldo anggaran
lebih
c. Laporan arus kas, catatan atas laporan keuangan, neraca, laporan
operasional, laporan perubahan saldo anggaran lebih
d. Laporan realisasi anggaran, laporan arus kas, neraca, catatan atas laporan
keuangan, laporan operasional, laporan perubahna saldo anggaran lebih,
laporan perubahan ekuitas.

Jawaban : d. Laporan realisasi anggaran, laporan arus kas, neraca,


catatan atas laporan keuangan, laporan operasional, laporan
perubahna saldo anggaran lebih, laporan perubahan ekuitas.
Alasan : Sesuai pada gambar 1.2 (Sistem Akuntansi Keuangan Daerah)
laporan keuangan SKPD terdiri atas Laporan realisasi
anggaran, laporan arus kas, neraca, catatan atas laporan
keuangan, laporan operasional, laporan perubahna saldo
anggaran lebih, laporan perubahan ekuitas. (Sumber :
Akuntansi Keuangan Daerah Berbasis Akrual, hal.4)

2
5. Laporan keuangan SKPD menurut PP No. 24 tahun 2005 tentang Standar
Akuntansi Pemerintahan adalah :
a. Laporan Realisasi anggaran,laporan arus kas, neraca
b. Laporan realisasi anggaran, catatan atas laporan keuangan, neraca
c. Laporan arus kas, catatan atas laporan keuangan,neraca
d. Laporan realisasi anggaran, laporan arus kas,neraca, dan catatan atas laporan
keuangan

Jawaban : d. Laporan realisasi anggaran, laporan arus kas,neraca, dan


catatan atas laporan keuangan.
Alasan : Standar akuntansi pemerintahan dimaksud dibutuhkan dalam
rangka penyusunan laporan pertanggungjawaban pelaksanaan
APBN/APBD berupa laporan keuangan yang meliputi Laporan
realisasi anggaran, laporan arus kas,neraca, dan catatan atas
laporan keuangan. (Sumber :
http://dppdad.ponorogo.go.id/index.php/news/item/798-pp-no-
24-2005-tentang-standar-akuntansi-pemerintahan/)

6. Laporan keuangan SKPD menurut PP No.71 tahun 2010 tentang Standar


Akuntansi Pemerintahan adalah:
a. Laporan realisasi anggaran, laporan operasaional, laporan perubahan saldo
anggaran lebih, laporan arus kas, neraca
b. Laporan realisasi anggaran, laporan perubahan ekuitas, catatan atas laaporan
keuangan, neraca,laporan operasional,dan laporan perubahan saldo anggaran
lebih
c. Laporan arus kas, catatan atas laporan keuangan, neraca, laporan
operasional, laporan perubahan saldo anggaran lebih
d. Laporan realisasi anggaran, laporan arus kas, neraca, catatan atas laporan
keuangan, laporan operasional, laporan perubahna saldo anggaran lebih,
laporan perubahan ekuitas.

Jawaban : d. Laporan realisasi anggaran, laporan arus kas, neraca,


catatan atas laporan keuangan, laporan operasional, laporan
perubahna saldo anggaran lebih, laporan perubahan ekuitas.

3
Alasan : Sesuai pada gambar 1.2 (Sistem Akuntansi Keuangan Daerah)
laporan keuangan SKPD terdiri atas Laporan realisasi
anggaran, laporan arus kas, neraca, catatan atas laporan
keuangan, laporan operasional, laporan perubahna saldo
anggaran lebih, laporan perubahan ekuitas. (Sumber :
Akuntansi Keuangan Daerah Berbasis Akrual, hal.4)

7. Basis Akuntansi untuk penyusunan laporan keuangan menurut PP No. 24 tahun


2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan adalah:
a. Basis kas
b. Basis akrual
c. Basis kas menuju akrual
d. a,b dan c benar

Jawaban : c. Basis kas menuju akrual


Alasan : menurut PP Republik Indonesia No. 24 tahun 2005 tentang
Standar Akuntansi Pemerintahan, basis akuntansi untuk
penyusunan laporan keuangan menggunakan basis kas menuju
akrual. (Sumber : Akuntansi Keuangan Daerah Berbasis
Akrual, hal. 11)

8. Basis Akuntansi untuk penyusunan laporan keuangan menurut PP No. 71 tahun


2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan adalah:
a. Basis kas
b. Basis akrual
c. Basis kas menuju akrual
d. a,b dan c benar

Jawaban : b. Basis akrual .


Alasan : Karena keberhasilan New Zealand menerapkan akuntansi
akrual menyebabkan berbagai perubahan manajemen sektor
public karena menghasilkan informasi yang lebih lengkap dan
rinci mengenai aktiva dan kewajiban. (Sumber : Akuntansi
Keuangan Daerah Berbasis Akrual, hal. 10)

4
ESSAY

1. Sebutkan dan jelaskan unsur-unsur laporan keuangan menurut PP No. 71 tahun


2010!
1) Laporan Realisasi Anggaran, menyediakan informasi mengenai anggaran dan
realisasi pendapatan-LRA, belanja, transfer, surplus/defisit-LRA, dan
pembiayaan dari suatu entitas pelaporan
2) Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih, memberikan ringkasan atas
pemanfaatan saldo anggaran dan pembiayaan pemerintah, sehingga suatu
entitas pelaporan harus menyajikan rincian lebih lanjut dari unsur-unsur yang
terdapat dalam LP-SAL dalam Catatan atas Laporan Keuangan
3) Laporan Operasional, menyediakan informasi mengenai seluruh kegiatan
operasional keuangan entitas pelaporan yang tercerminkan dalam pendapatan-
LO, beban, dan surplus/defisit operasional dari suatu entitas pelaporan yang
penyajiannya disandingkan dengan periode sebelumnya
4) Laporan Perubahan Ekuitas, menyajikan sekurang-kurangnya pos-pos Ekuitas
awal atau ekuitas tahun sebelumnya, Surplus/defisit-LO pada periode
bersangkutan dan koreksi-koreksi yang langsung menambah/mengurangi
ekuitas, yang antara lain berasal dari dampak kumulatif yang disebabkan oleh
perubahan kebijakan akuntansi dan koreksi kesalahan mendasa
5) Neraca, menggambarkan posisi keuangan suatu entitas pelaporan mengenai
aset, kewajiban, dan ekuitas pada tanggal tertentu
6) Laporan Arus Kas, memberikan informasi mengenai sumber, penggunaan,
perubahan kas dan setara kas selama suatu periode akuntansi serta saldo kas
dan setara kas pada tanggal pelaporan. Kas adalah uang baik yang dipegang
secara tunai oleh bendahara maupun yang disimpan pada bank dalam bentuk
tabungan/giro.
7) Catatan atas Laporan Keuangan, memberikan informasi kualitatif dan
mengungkapkan kebijakan serta menjelaskan kinerja pemerintah dalam
tahapan pengelolaan keuangan negara
(sumber: http://andichairilfurqan.wordpress.com/tag/peraturan-pemerntah-
nomor-71-tahun-2010/)

5
2. Beri contoh perbedaan penerapan cash basis, accrual basis dan cash toward
accrual!
Contoh transaksi yang membedakan basis kas dan basis akrual adalah dalam
peristiwa pada saat pemerintah menerbitkan Surat Keputusan Penetapan Pajak
(SKPP). Dalam basis kas, saat terbitnya SKPP tersebut belum diakui sebagai
pendapatan, karena pemerintah belum menerima kas. Namun, dalam basis akrual,
terbitnya SKPP tersebut oleh pemerintah sudah diakui sebagai pendapatan,
walaupun pemerintah belum menerima kas atas pendapatan pajak tersebut.
(sumber: http://www.pekalongankab.go.id/fasilitas-web/artikel/ekonomi/3092-
penerapan-akuntansi-berbasis-akrual-harus-dilakukan-secara-hati-hati-dengan-
persiapan-yang-matang.html/)

3. Ada beberapa prinsip akuntansi diantaranya prinsip substansi mengungguli bentuk


formal? Jelaskan dan berikan contohnya!
Prinsip substansi mengungguli bentuk formal dimaksudkan untuk menyajikan
dengan wajar transaksi serta peristiwa lain yang seharusnya disajikan , sesuai
dengan substansi dan realitas ekonomi, bukan hanya aspek formalitasnya.
Misalkan sebuah perusahaan membeli aset dan mengeluarkan sejumlah uang atau
menerbitkan surat hutang atas pembelian aset tersebut. Pengeluaran itu tentu saja
akan dicatat pada saat transaksi terjadi. Akuntansi tidak memperdulikan apakah
aset yang dibeli tersebut adalah aset yang bermasalah secara hukum atau tidak.
Prinsipnya, setiap ada perubahan posisi aset, harus segera dicatat.
(sumber: hal. 15 dan http://rfebrianto.blogspot.com/2008/12/kekeliruan-standar-
akuntansi.html/)

4. Jelaskan basis akuntansi yang digunakan dalam laporan keuangan pemerintahan


sesuai dengan PP No. 71 tahun 2010!
Basis akuntansi yang digunakan dalam laporan keuangan pemerintahan sesuai
dengan PP No. 71 tahun 2010 adalah basis akrual untuk pengakuan pendapatan-
LO, beban, asset, kewajiban dan ekuitas. (hal. 14)

6
5. Jelaskan system pencatatan single entry, double entry, dan triple entry! Beri
contohnya!
- Single entry, dalam sistem ini, pencatatan transaksi ekonomi dilakukan dengan
mencatat satu kali. Transaksi yang berakibat bertambahnya kas akan dicatat
pada sisi Penerimaan dan Transaksi yang berakibat berkurangnya kas akan
dicatat pada sisi Pengeluaran.
Contoh:
Tanggal Keterangan Penerimaan Pengeluaran Saldo
1/1/2014 Saldo Bulan 100.000 100.000
Lalu
5/1/2014 Jual Beras 8.000 108.000
1kg
7/1/2014 Kulakan gla 50.000 58.000
pasir
10/1/2014 Jual telur 1kg 9.000 67.000
25/1/4014 Kulakan 30.000 37.000
rokok
Jumlah 117.000 80.000
31/1/2014 Sisa 37.000
(sumber: hal. 4 dan
https://www.academia.edu/8070946/Single_entry_disebut_juga_sistem_tata_b
uku_tunggal/)

- Double entry, pencatatan transaksi dilakukan dua kali, setiap transaksi


minimal akan mempengaruhi dua perkiraan dan menjaga keseimbangan antara
sisi debit disebelah kiri dan kredit disebelah kanan.
Contoh:

Tanggal Kode Rek Uraian Ref Debit Kredit

1/10/06 xxx Kas 1.350.000

xxx Ekuitas Dana 1.350.000

7
17/10/06 xxx Belanja Dinas 1.050.000

xxx Kas 1.050.000

(sumber: hal. 5 dan http://www.mdp.ac.id/materi/2010-2011-


2/AK308/092173/AK308-092173-660-13.ppt/)

- Triple entry, pencatatan dilaksanakan dengan menggunakan sistem


pencatatan double entry, ditambah denga pencatatan pada buku anggaran.
Dengan adanya triple entry dapat dilihat sisa anggaran untuk masing-masing
komponen yang ada dalam APBD. (hal. 5)

8
BAB 1: GAMBARAN UMUM AKUNTANSI PEMERINTAHAN
PILIHAN BERGANDA

1. Manakah yang merupakan karakter organisasi sektor publik?


a. Bertujuan mengadministrasikan laporan untuk perdana menteri
b. Stakeholder terdiri dari masyarakat, pegawai organisasi, kreditur, investor, dan
lembaga internasional
c. Pencatatan dilakukan dalam kegiatan untuk menghasilkan pendapatan dan
produksi
d. Mengatur alokasi dana publik dalam rangka belanja public di organisasi sector
publik

Jawaban : b. Stakeholder terdiri dari masyarakat, pegawai organisasi,


kreditur, investor, dan lembaga internasional
Alasan : Pilihan a, c dan d bukan merupakan karakteristik organisasi
sektor public, melainkan tujuan organisasi sektor publik dan
peranan akntansi sektor public. (Modul 1, Prof. Indra Bastian)

2. 1) Akuntansi Pemerintahan Pusat


2) Akuntansi LSM
3) Akuntansi Yayasan
4) Audit Sektor Publik

Yang merupakan bidang utama yang tercakup dalam akuntansi sektor publik
secara garis besar, kecuali:
a. 1,2, dan 3
b. 1 dan 3
c. 2 dan 4
d. 4

Jawaban : d. 4
Alasan : Audit Sektor Publik adalah elemen yang termasuk dalam
Akuntansi Sektor Publik, tetapi bukan termasuk dalam bidang
utama secara garis besar. (Modul 1, Prof. Indra Bastian)

9
3. Mekanisme teknik dan analisa akuntansi yang diterapkan pada pengelolaan dana
masyarakat di lembaga-lembaga tinggi negara dan departemen-departemen
dibawahnya, maupun pada proyek-proyek kerjasama sektor publik dan swasta,
merupakan pengertian dari …
a. Akuntansi LSM
b. Akuntansi Pemerintahan Pusat
c. Akuntansi Sektor Publik
d. Akuntansi Yayasan

Jawaban : c. Akuntansi Sektor Publik


Alasan : Plihan a, b dan d merupakan bidang utama yang tercakup
dalam Akuntansi Sektor Publik secara garis besar. (Modul 1,
Prof. Indra Bastian)

4. Tujuan dari sejarah dan perkembangan organisasi sektor publik dari sudut
akuntansi periode Mesir kuno adalah …
a. Untuk mendukung mekanisme pajak untuk semua pejabat
b. Untuk paham mekantilisme berkembang
c. Membagi adil pendapatan yang diterima
d. Mengadministrasikan laporan untuk perdana menteri

Jawaban : d. Mengadministrasikan laporan untuk perdana menteri


Alasan : Pilihan a, b dan c adalah tujuan pada periode Romawi, awal
abad ke-15, dan Yunani. (Modul 1, Prof. Indra Bastian)

10
ESSAY

1. Jelaskan definisi akuntansi sektor publik dan peranannya!


Akuntansi Sektor Publik adalah mekanisme teknik dan analisa akuntansi yang
diterapkan pada pengelolaan dana masyarakat di lembaga-lembaga tinggi negara
dan departemen-departemen dibawahnya, maupun pada proyek-proyek kerjasama
sektor publik dan swasta.
Peranan Akuntansi Sektor Publik adalah mengatur alokasi dana sektor publik
dalam rangka belanja publik di organisasi sektor publik, pelayanan masyarakat
oleh sektor publik secara keseluruhan memainkan peranan vital dalam
perekonomian negara. (Modul 1, Prof. Indra Bastian)

2. Sebutkan elemen-elemen yang terdapat dalam Akuntasni Sektor Publik!


- Perencanaan Publik
- Pertanggungjawaban Publik
- Audit Sektor Publik
- Pelaporan Keuangan Sektor Publik
- Penganggaran Publik
- Realisasi Anggaran Publik
- Pengadaan Barang dan Jasa Publik
(Modul 1, Prof. Indra Bastian)

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA No. 58 TAHUN 2005

1. Susunan laporan keuangan pemerintah daerah terdiri dari:


(1) Laporan Realisasi Anggaran
(2) Neraca
(3) Catatan Atas laporan Keuangan
(4) Laporan Perubahan Ekuitas

Laporan keuangan pemerintah daerah yang disusun oleh PKPD adalah …

a. 1,2 dan 3
b. 1 dan 3
c. 2 dan 4
d. 4

11
Jawaban : a. 1,2,dan 3
Alasan : Sesuai dengan peraturan pemerintah No.58 tahun 2005
Bagian kelima (akuntansi keuangan daerah) BAB IX
(Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD) Pasal 100 butir 2
menyatakan bahwa PPKD menyusun laporan keuangan
pemerintah daerah terdiri dari : Laporan Realisasi Anggaran,
Neraca, Laporan Arus Kas, Catatan atas laporan keuangan.
Sumber: Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 58
tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah.
2. Bupati / Walikota dapat menetapkan rancangan peraturan daerah APBD menjadi
peraturan daerah APBD dan rancangan peraturan bupati / walikota tentang
penjabaran APBD menjadi peraturan bupati / walikot tentang penjabaran APBD.
SEBAB
Gubernur tidak memberikan hasil evaluasi dalam waktu 15 hari sejak rancngan
diterima.
a. Pernyataan benar , alasan benar dan berhubungan
b. Pernyataan benar , alasan benar ,tidak berhubungan
c. Pernyataan benar , alasan salah
d. Pernyataan salah , alasan benar
Jawaban : a. pernyataan benar, alasan benar dan berhubungan
Alasan : Sesuai dengan peraturan pemerintah no. 58 tahun 2005 bagian
keempat (Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah tentang
APBD dan Peraturan Kepala Daerah tentang Penjabaran
RAPBD) pasal 48 butir 3. (Sumber : Peraturan Pemerintah
Republik Indonesia Nomor 58 tahun 2005 tentang Pengelolaan
Keuangan Daerah.)

3. Apa isi dari PP Nomor tahun 2005 pasal 1 ayat 6?


a. Pengelolaan keuangan daerah adalah keseluruhan kegiatan yang meliputi
perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan,pelaporan, pertanggungjawaban,
dan pengawasan keuangan daerah
b. Pemerintah daerah adalah gubernur, bupati, dan walikota, perangkat daerah
dengan unsur penyelenggaraan pemerintah daerah
12
c. Definisi anggaran daerah adalah selisih kurang antara pendapatan daerah dan
belanja daerah
d. Pengguna barang adalah pejabat pemegang kewenangan penggunaan barang
milik daerah.

Jawaban : a. Pengelolaan keuangan daerah adalah keseluruhan kegiatan


yang meliputi perencanaan, pelaksanaan,
penatausahaan,pelaporan, pertanggungjawaban, dan
pengawasan keuangan daerah.
Alasan : Sesuai Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No.58 tahun
2005 BAB I (ketentuan umum) bagian pertama (Pengertian)
Pasal 1 ayat 6 berisi pengeloaan keuangan daerah adalah
keseluruhan kegiatan yang meliputi perencanaan,pelaksanaan,
penatausahaan,pelaporan,pertanggungjawaban, dan
pengawasan keuangan daerah. (Sumber : Peraturan Pemerintah
Republik Indonesia Nomor 58 tahun 2005 tentang Pengelolaan
Keuangan Daerah)

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NO. 17 TAHUN 2003

1. Dalam Rangka pelaksanaan kekuasaan atas pengelolaan fiskal, menteri keuangan,


mempunyai tugas sebagai berikut , kecuali :
a. Mengesahkan dokumen pelaksanaan anggaran
b. Menyusun rancangan APBN dan rancangan perubahan APBN
c. Melaksanakan dan menyusun APBD
d. Menyusun laporan keuangan yang merupakan pertanggungjawaban
pelaksanaan APBN

Jawaban : c. Melaksanakan dan menyusun APBD


Alasan : Sesuai dengan undang-undang no.17 tahun 2003 Bab II
(Kekuasaan atas pengelolaan keuangan Negara) pasal 8 yang
menyatakan bahwa menteri keuangan mempunyai tugas untuk

13
menyusun dan melaksanakan APBN bukan APBD. Sumber:
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2003.

2. (1) Anggaran Pendapatan


(2) Anggaran Belanja
(3) Pembiayaan
(4) Dana Perimbangan

Dari data diatas , yang temasuk dalam APBD adalah…


a. 1,2, dan 3
b. 1 dan 3
c. 2 dan 4
d. 4

Jawaban : a. 1,2, dan 3


Alasan : Sesuai dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17
tahun 2003 tentang Keuangan Negara Bab IV (Penyusunan dan
Penetapan APBD pasal 16 butir 2 menyatakan bahwa APBD
terdiri atas anggaran pendapatan, anggaran belanja, dan
pembiayaan. (Sumber: Undang-Undang Republik Indonesia
Nomor 17 Tahun 2003)

14