Anda di halaman 1dari 12

9

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Konsep Pelaksanaan Program Trias UKS


1. Pengertian
a. Pelaksanaan
Pelaksanaan adalah proses kegiatan terlibatnya semua

sumber daya manusia, dana dan sarana sesuai dengan

pedoman dan petunjuk, waktu dan tempat yang telah

ditetapkan, dalam melaksanakan program (Aulia, 2010).


b. Program
Program dapat dipahami dalam dua pengertian yaitu

secara umum dan khusus. Secara umum, program dapat

diartikan dengan rencana atau rancangan kegiatan yang akan

dilakukan oleh seseorang di kemudian hari. Sedangkan

pengertian khusus dari program biasanya jika dikaitkan dengan

evaluasi yang bermakna suatu unit atau kesatuan kegiatan

yang merupakan realisasi atau implementasi dari suatu

kebijakan, berlangsung dalam proses berkesinambungan dan

terjadi dalam satu organisasi yang melibatkan sekelompok

orang (Arikunto, 2004).


c. Trias UKS
Trias UKS adalah tiga program pokok dalam pembinaan

dan pengembangan UKS. Trias UKS terdiri dari pendidikan

kesehatan, pelayanan kesehatan dan pembinaan lingkungan


kehidupan sekolah sehat (Sumijatun, 2006).
d. Pelaksanaan Program Trias UKS
Pelaksanaan Program Trias UKS merupakan program

nasional sebagai usaha membina, mengembangkan dan

meningkatkan kemampuan hidup sehat dan derajat kesehatan


10

peserta didik melalui program pendidikan di sekolah/madrasah

dengan berbagai kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikulernya,

serta melalui usaha-usaha lain di luar sekolah/madrasah yang

dilakukan dalam rangka pembinaan dan pemeliharaan

kesehatan masyarakat (Kemendikbud, 2012).


2. Konsep Trias UKS
Trias UKS merupakan perpaduan antara upaya pendidikan

dengan upaya pelayanan kesehatan (Effendy, 1998). Dalam

pelaksanaannya, UKS terdiri dari 3 komponen yaitu sumber daya

manusia (SDM), adanya sarana & prasarana, dan manajemen

organisasi UKS (Kemendikbud, 2012).


Trias UKS adalah tiga unsur program kesehatan sekolah

yang penting guna mencapai tujuan UKS (Huda, 2011). Trias UKS

terdiri dari pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan dan

pembinaan lingkungan kehidupan sekolah (Sumijatun, 2006).


Bentuk-bentuk kegiatan Trias UKS meliputi:
a. Pendidikan kesehatan
Pendidikan kesehatan ialah suatu upaya atau kegiatan

untuk menciptakan prilaku yang kondusif untuk kesehatan,

artinya kesehatan berupaya agar masyarakat menyadari atau

mengetahui bagaimana cara memelihara kesehatan mereka,

bagaimana menghindari atau mencegah hal-hal yang

merugikan kesehatan mereka dan kesehatan orang lain,

kemana seharusnya mencari pengobatan bilamana sakit,dan

sebagainya (Notoatmodjo, 2007).


Menurut Grout (1958) mengatakan bahwa pendidikan

kesehatan adalah upaya menerjemahkan apa yang telah

diketahui tentang kesehatan kedalam prilaku yang diinginkan


11

dari perorangan ataupun masyarakat melalui proses pendidikan

(Amirrulah, 2012).
Pendidikan kesehatan adalah usaha sadar untuk

menyiapkan peserta didik agar dapat tumbuh kembang sesuai,

selaras, seimbang dan sehat baik fisik, mental, sosial, maupun

lingkungan melalui kegiatan bimbingan, pengajaran dan atau

latihan yang diperlukan bagi peranannya saat ini maupun di

masa yang mendatang (Efendi,2009).


Pendidikan kesehatan sekolah merupakan upaya

pendidikan kesehatan yang dilaksanakan sesuai dengan

kurikulum sekolah. Pendidikan kesehatan dilakukan melalui

kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikuler (Effendy, 1998).


Pendidikan kesehatan sekolah adalah suatu proses

pelayanan kesehatan di sekolah melalui pendidikan, pendidikan

kesehatan itu sendiri adalah suatu proses bimbingan kesehatan

(Martono, 2012).
Pendidikan kesehatan adalah upaya yang diberikan

berupa bimbingan dan atau tuntunan kepada peserta didik

tentang kesehatan yang meliputi seluruh aspek kesehatan

pribadi (fisik, mental dan sosial) agar kepribadiannya dapat

tumbuh dan berkembang dengan baik melalui kegiatan

intrakurikuler dan ekstrakurikuler (Kemendikbud, 2012).


1) Tujuan Pendidikan kesehatan
a) Memiliki pengetahuan tentang ilmu kesehatan,

termasuk cara hidup sehat yang teratur.


b) Memiliki nilai dan sikap yang positif terhadap prinsip

hidup sehat.
12

c) Memiliki keterampilan dalam melaksanakan hal yang

berkaitan dengan pemeliharaan, pertolongan, dan

perawatan kesehatan.
d) Memiliki kebiasaan dalam hidup sehari-hari yang sesuai

dengan syarat kesehatan.


e) Memiliki kemampuan untuk menalarkan prilaku hidup

sehat dalam kehidupan sehari-hari.


f) Memiliki pertumbuhan termasuk bertambahnya tinggi

badan dan berat badan yang seimbang.


g) Mengerti dan dapat menerapkan prinsip-prinsip

pengutamaan pencegahan penyakit dalam kaitannya

dengan kesehatan dan keselamatan dalam kehidupan

sehari-hari.
h) Memiliki daya tangkal terhadap pengaruh buruk dari

luar.
i) Memiliki tingkat kesegaran jasmani dan derajat

kesehatan yang optimal serta mempunyai daya tahan

tubuh yang baik terhadap penyakit (Kemendikbud,

2012).
2) Pelaksanaan pendidikan kesehatan
Pelaksanaan pendidikan kesehatan diberikan melalui:
a) Kegiatan intrakurikuler
Kegiatan intrakurikuler maksudnya adalah

pendidikan kesehatan merupakan bagian dari kurikulum

sekolah, dapat berupa mata pelajaran yang berdiri

sendiri seperti mata pelajaran Ilmu Kesehatan atau

disisipkan dalam ilmu-ilmu lain seperti Olah Raga dan

Kesehatan, Ilmu Pengetahuan Alam dan sebagainya

(Effendy, 1998).
13

Pelaksanaan pendidikan kesehatan melalui

kegiatan intrakurikuler adalah pelaksanaan pendidikan

pada jam pelajaran. Pelaksanaan Pendidikan

Kesehatan sesuai dengan Kurikulum Tingkat Satuan

Pendidikan (KTSP) khususnya pada standar isi yang

telah diatur dalam Peraturan Mendiknas nomor 22

tahun 2006 pada mata pelajaran Pendidikan Jasmani,

Olahraga dan Kesehatan, dimana untuk pendidikan

kesehatan pelaksanaannya dilakukan melalui

peningkatan pengetahuan, keterampilan, penanaman

kebiasaan hidup sehat, terutama melalui pemahaman

penafsiran konsep-konsep yang berkaitan dengan

prinsip hidup sehat. Materi pendidikan kesehatan yang

diberikan berkaitan dengan:


(a) Memahami tentang gizi remaja meliputi cara

memilihi makanan sehat, pentingnya gizi seimbang,

pentingnya mengkonsumsi sayur-sayuran,

pentingnya mengkonsumsi air mineral minimal 2

liter sehari, dan pentingnya sarapan.


(b) Memahami berbagai cara pencegahan penyakit

meliputi cara mencuci tangan yang baik dan benar,

membuang sampah pada tempatnya, olahraga

teratur minimal 30 menit dalam sehari, bahaya

merokok, bahaya NAPZA (Narkotika, Psikotropika

dan Zat Adiktif lainnya) (Kemendikbud, 2012).


b) Kegiatan ekstrakurikuler
14

Kegiatan ekstrakurikuler maksudnya adalah

pendidikan kesehatan dimasukkan dalam kegiatan-

kegiatan ekstrakurikuler dalam rangka menanamkan

perilaku sehat peserta didik. Jenis kegiatan yang

dilakukan berupa kerja bakti sosial, lomba yang

berhubungan dengan kesehatan, aktivasi kader

kesehatan sekolah (dokter kecil/kader kesehatan

remaja/PMR), piket sekolah, bimbingan hidup sehat,

kegiatan penyuluhan kesehatan dan latihan

keterampilan dalam rangka peningkatan kesehatan

(Effendy, 1998).
Kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan di luar

jam pelajaran biasa (termasuk kegiatan pada waktu

libur) yang dilakukan di sekolah/madrasah ataupun

diluar sekolah/madrasah dengan tujuan antara lain

untuk memperluas pengetahuan dan keterampilan

siswa serta melengkapi upaya pembinaan manusia

Indonesia seutuhnya. Kegiatan ekstrakurikuler

mencakup kegiatan yang berkaitan dengan pendidikan

kesehatan, pelayanan kesehatan dan pembinaan

lingkungan sekolah/madrasah sehat. Pendidikan

kesehatan sekolah dapat dilakukan melalui kegiatan

ekstrakurikuler, yaitu wisata siswa, kemah (Persami),

ceramah, diskusi, lomba-lomba, bimbingan hidup sehat,


15

majalah dinding, dan melalui PMR/Saka Bakti

Husada/KKR (Kemendikbud, 2012).


b. Pelayanan Kesehatan
Pelayanan kesehatan di sekolah pada dasarnya
dilaksanakan dengan kegiatan yang komprehensif yaitu:

kegiatan peningkatan (promotif) berupa penyuluhan

kesehatan dan latihan keterampilan memberikan pelayanan

kesehatan, kemudian kegiatan pencegahan (preventif)

berupa kegiatan peningkatan daya tahan tubuh, kegiatan

pemutusan mata rantai penularan penyakit dan kegiatan

penghentian proses penyakit sedini mungkin, serta

selanjutnya adalah kegiatan penyembuhan dan pemulihan

(kuratif dan rehabilitatif) berupa kegiatan mencegah cidera

atau cacat agar dapat berfungsi optimal (Efendi, 2009).


1) Tujuan Pelayanan Kesehatan
a) Meningkatkan kemampuan dan keterampilan

melakukan tindakan hidup sehat dalam rangka

membentuk prilaku hidup sehat.


b) Meningkatkan daya tahan tubuh peserta didik

terhadap penyakit dan mencegah terjadinya

penyakit kelainan dan kecacatan.


c) Menghentikan proses penyakit dan mencegah

komplikasi akibat penyakit atau kelainan,

mengembalikan fungsi dan mengendalikan

kemampan pesrta didik yang cedera atau cacat

agar berfungsi optimal.


d) Meningkatkan pembinaan kesehatan, baik fisik,
mental sosial maupun lingkungan (Kemendikbud,

2012).
16

2) Pelaksanaan Pelayanan Kesehatan


Pelayanan kesehatan di sekolah di utamakan

pada upaya peningkatan kesehatan (promotif) dan

upaya pencegahan penyakit (prefentif), serta upaya

penyembuhan pemulihan (kuratif dan rehabilitatif),

yang dilaksanakan melalui kegiatan sebagai berikut :


a) Peningkatan kesehatan (promotif) dilaksanakan

melalui kegiatan penyuluhan kesehatan dan latihan

keterampilan yang dilaksanakan secara

intrakurikuler maupun ekstrakurikuler, yaitu:


(1) Latihan keterampilan teknis dalam rangka

pemeliharan kesehatan, dan pembentukan

peran serta aktif peserta didik dalam

pelayanan kesehatan, antara lain dokter kecil,

Kader Kesehatan Remaja (KKR), Palang

Merah Remaja (PMR), dan Saka Bhakti

Husada.
(2) Pembinaan sarana keteladanan yang ada di

lingkungan sekolah yaitu pembinaan kantin

sekolah sehat meliputi pengadaan kantin

sekolah, pemeliharaan kebersihan kantin,

kantin menyediakan jajanan sehat dan dalam

keadaan tertutup, dan dilakukan pengawasan

terhadap jajanan kantin.


(3) Pembinaan keteladanan berperilaku hidup

bersih dan sehat (PHBS) (Kemendikbud,

2012).
17

b) Pencegahan (preventif) dilaksanakan melalui

kegiatan peningkatan daya tahan tubuh, kegiatan

pemutusan mata rantai penularan penyakit dan

kegiatan penghentian proses penyakit pada tahap

dini sebelum timbul penyakit, yaitu:


(1) Pemeliharaan kesehatan yang bersifat umum

maupun yang bersifat khusus untuk penyakit-

penyakit tertentu, antara lain demam berdarah,

kecacingan, muntaber.
(2) Penjaringan (screening) kesehatan bagi anak

yang baru masuk sekolah.


(3) Mengikuti (memonitoring/memantau)

pertumbuhan peserta didik.


(4) Konseling kesehatan remaja di sekolah dan

perguruan agama oleh kader kesehatan

sekolah, guru BP dan guru agama dan

puskesmas oleh dokter puskesmas atau tenaga


kesehatan lain (Kemendikbud, 2012).
c) Penyembuhan dan pemulihan (kuratif dan

rehabilitatif) dilakukan melalui kegiatan pencegahan

komplikasi dan kecacatan akibat proses penyakit

atau untuk meningkatkan kemampuan peserta didik

dan cidera atau cacat agar dapat berfungsi normal

kembali. Bentuk kegiatannya yaitu pengadaan

perlengkapan UKS seperti bed/tempat tidur,

peralatan dan obat-obatan sederhana, diagnosa

dini, pengobatan ringan dan pertolongan pertama di


18

sekolah serta rujukan medis ke puskesmas untuk

mengurangi derita sakit kasus kecelakaan atau lain

kondisi yang membahayakan nyawa dan kasus

penyakit khusus (Kemendikbud, 2012).


c. Pembinaan Lingkungan Kehidupan Sekolah Sehat
Pembinaan lingkungan sekolah bertujuan untuk

mewujudkan lingkungan sehat di sekolah/madrasah yang

memungkinkan setiap warga sekolah/madrasah mencapai

derajat kesehatan setinggi-tingginya dalam rangka

mendukung tercapainya proses belajar yang maksimal bagi

setiap peserta didik (Kemendikbud, 2012).


Pembinaan lingkungan yang dilakukan adalah

kegiatan bina fisik, mental dan sosial (Sumijatun, 2006).


Lingkungan sekolah/madrasah dibedakan menjadi

dua yaitu lingkungan fisik dan non fisik , lingkungan fisik


meliputi:
1) Penyediaan dan pemeliharaan tempat penampungan

air bersih dan saluran pembuangan air limbah (SPAL)

meliputi pengadaan tempat penampungan air bersih,

dilakukan pemantauan jentik nyamuk, adanya saluran

pembuangan air limbah/selokan, adanya sarana

mencuci tangan.
2) Pengadaan dan pemeliharaan tempat pembuangan

sampah meliputi pengadaan tempat sampah, dilakukan

pemilahan sampah organik dan anorganik,

pembuangan sampah ke TPS (tempat pembuangan

sementara) atau TPA (tempat pembuangan akhir), dan


19

terlibatnya seluruh warga sekolah dalam pengelolaan

sampah.
3) Pemeliharaan kebersihan ruangan dan halaman

sekolah meliputi dilakukannya kerja bakti

membersihkan lingkungan sekolah minimal 1 bulan

sekali, adanya apotek hidup, pemeliharaan WC/toilet

sekolah, dilaksanakannya lomba kebersihan kelas

setiap tahunnya (Kemendikbud, 2012).


Sedangkan lingkungan non fisik meliputi perilaku

masyarakat sekolah/madrasah, antara lain:


1) Perilaku membuang sampah pada tempatnya.
2) Perilaku mencuci tangan menggunakan sabun dan air
bersih mengalir.
3) Perilaku memilih makanan jajanan yang sehat
4) Perilaku tidak merokok (Kemendikbud, 2012).
Lingkungan kehidupan sekolah yang sehat harus

menciptakan lingkungan sosial yang sehat seperti:

membina hubungan yang harmonis antara guru dengan

guru, antara guru dengan peserta didik, antara peserta

didik dengan peserta didik lainnya, antara guru dengan

karyawan sekolah, serta masyarakat sekolah (Effendi,

1998).
20

B. Kerangka Konsep
Kerangka konsep penelitian pada hakikatnya adalah suatu

uraian dan visualisasi konsep-konsep serta variable-variabel yang

akan diukur (Notoatmodjo, 2010).

Pelaksanaan
Faktor Yang
Program Trias UKS
Mempengaruhi Kriteria
Pelaksanaan Program 1. Pendidikan
Trias UKS Kesehatan 1. Baik

1. Sumber Daya 2. Pelayanan 2. Cukup


Manusia (SDM) Kesehatan 3. Kurang
2. Kelengkapan 3. Pembinaan
sarana dan Gambar 1 : Kerangka konsep penelitian
lingkungan
prasarana UKS kehidupan
Sumber: Modifikasi teori Kemendikbud.2012
sekolah “Pedoman Pembinaan dan
3. Manajemen
organisasi UKS
Pengembangan Usaha Kesehatan Sekolah”

Keterangan

Variabel yang diteliti

Variabel tidak diteliti