Anda di halaman 1dari 9

VISKOSITAS KINEMATIK

LAPORAN PRAKTIKUM PRODUK MIGAS

Oleh :

Nama Mahasiswa : Muhammad Dafa Alfarel


NIM : 181420011
Program Studi : Teknik Pengolahan Migas
Bidang Minat : Refinery
Diploma : IV
Tingkat : I (Satu)

KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL


BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
POLITEKNIK ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
(PEM Akamigas)

Cepu, Maret 2019


VISKOSITAS KINEMATIK, ASTM D 445

I. TUJUAN
Adapun tujuan dilakukannya praktikum ini adalah untuk dapat menentukan nilai
viskositas kinematika dari suatu pelumas.

II. KESELAMATAN KERJA


1. Hati – hati bekerja menggunakan peralatan – peralatan yang mudah pecah.
2. Bila menggunakan peralatan bertenaga listrik, lihat terlebih dahulu tegangan jaringan
listrik yang ada.

III. TEORI DASAR


Viskositas adalah suatu cara untuk menyatakan berapa daya tahan dari aliran yang
diberkan oleh suatu cairan. Kebanyakan viscometer mengukur kecepatan dari suatu cairan
mengalir melalui pipa gelas (gelas kapiler). Definisi lain dari viskositas adalah ukuran yang
menyatakan kekentalan suatu cairan atau fluida. Kekentalan merupakan sifat cairan yang
berhubungan erat dengan hambatan untuk mengalir. Viskositas cairan akan menimbulkan
gesekan antar bagian atau lapisan cairan yang bergerak satu terhadap yang lain. Hambatan
atau gesekan yang terjadi ditimbulkan oleh gaya kohesi di dalam zat cair (Yazid, 2005).
Setiap zat cair memiliki viskositas (kekentalan) yang berbeda-beda. Hal ini
menyebabkan daya alir setiap zat cair pun berbeda-beda. Bila suatu cairan dalam viscometer
mengalir dengan cepat, maka berarti viskositas dari cairan tersebut rendah (misalnya air) dan
bila suatu cairan mengalir dengan lambat, maka cairan tersebut viskositasnya tinggi (misalnya
madu). Viskositas dapat diukur dengan mengukur laju cairan yang melalui tabung berbentuk
silinder. Cara ini merupakan salah satu cara yang paling mudah dan dapat digunakan baik
untuk cairan maupun gas. Nilai viskositas menentukan kecepatan mengalirnya suatu cairan
(https://www.academia.edu/6427305/Viskositas).
Di dalam zat cair, viskositas dihasilkan oleh gaya kohesi antara molekul zat cair.
Sedangkan dalam gas, viskositas timbul sebagai akibat tumbukan antara molekul gas.
Viskositas zat cair dapat ditentukan secara kuantitatif dengan besaran yang disebut koefisien
viskositas. Zat cair lebih kental (viskositasnya) daripada gas, sehingga untuk mengalirkan zat
cair diperlukan gaya yang lebih besar dibandingkan dengan gaya yang diberikan untuk
mengalirkan gas. Zat cair mempunyai beberapa sifat sebagai berikut
(https://www.academia.edu/6427305/Viskositas) :

a) Apabila ruangan lebih besar dari volume zat cair akan terbentuk permukaan bebas
horizontal yang berhubungan dengan atmosfer.
b) Mempunyai rapat masa dan berat jenis.
c) Dapat dianggap tidak termampatkan.
d) Mempunyai viskositas (kekentalan).
e) Mempunyai kohesi, adesi dan tegangan permukaan.

Viskositas kinematis ialah suatu rasio antara viskositas absolut untuk kepadatan
(densitas) dengan jumlah dimana tidak ada kekuatan yang terlibat. Viskostatis kinematik
dapat dihitung dengan membagi viskositas absolut cairan dengan densitas massa cairan
(https://rumus.co.id/viskositas/#).

v = µ/ᵨ
Keterangan :
 v = viskositas kinematis satuan (m2/s)
 µ = viskositas absolut / dinamis satuan (Ns/m2)
 ᵨ = densitas satuan(kg/m3).
Dalam sistem SI atau (satuan internasional) satuan viskositas kinematis adalah m2/s atau
Stoke (St), dimana:
1 st (stoke) = 10-4 m2/s = 1cm2/s
Karena Stoke merupakan satuan unit yang besar maka perlu dibagi dengan angka 100, supaya
menjadi unit yang lebih kecil, yaitu centiStoke (cSt), dengan begitu maka akan berubah
menjadi :
1 St = 100 cSt
1 cSt = 10-6 m2/s = 1 mm2/s
ASTM D-445 mengatur prosedur untuk menentukan kinematic viscosity produk-
produk perminyakan. Setelah kinematic viscosity diketahui, dynamic viscosity dapat diperoleh
dengan mengalikan kinematic viscosity tersebut dengan density. Prinsip kerja alat ini adalah
dengan mengukur waktu yang diperlukan oleh sejumlah liquid yang mengalir dibawah gaya
gravitasi dalam viscometer pada kondisi temperatur tertentu. Kinematic viscosity diperoleh
dengan mengalikan waktu yang diperoleh tersebut dengan konstanta viscometer sesuai hasil
kalibrasi (https://asro.wordpress.com/2008/).

IV. BAHAN DAN PERALATAN


a. Bahan
- Pelumas Pertamina Prima XP SAE 20W - 50
- White oil
b. Peralatan
- Viscometer
- Viscometer Holders
- Temperature-Controlled Bath
- Temperature Measuring Device, from 0 to 100°C
- Timing Device
- Bulb

V. LANGKAH KERJA
1. Hubungkan stop kontak pada 220 Volt/ 110 Volt, tekan Switch ke posisi On.
2. Atur posisi termostat sesuai suhu yang dikehendaki (misal 40 0C atau 100 0C).
3. Biarkan beberapa saat agar suhu bak mencapai suhu yang dikehendaki sambil stirrer
dibiarkan beroperasi selama pengujian berlangsung agar suhu bak tetap stabil.
4. Pilih tabung viskometer yang sesuai dengan contoh yang diuji, tabung viskometer harus
bersih dan kering.
5. Isilah viscometer dengan contoh sampai tanda batas yang ditetapkan.
6. Masukkan viscometer yang telah diisi contoh dalam penangas sampai suhunya sama
dengan suhu penangas, minimal direndam 30 menit.
7. Mulai lakukan pengetesan dan lakukan tiga kali, ulangi pemeriksaan apabila waktu
pengaliran kurang dari 200 detik, dengan cara pemilihan kapiler yang lebih kecil.
8. Hitung viskositas kinematik, sebagai berikut :
V=cxt
Dimana :
V = Viskositas kinematik (cSt)
c = Faktor kalibrasi dari viskometer (mm2/second2)
t = Waktu alir (second)
9. Hitung Determinability atau Repeatability.
10. Selesai pengujian tekan switch pada posisi Off.
VI. KETELITIAN
- Repeatability

R = 0,0026a V’ = V2-V1
Atau nilai v besar dikurangi nilai
Dimana,
v kecil

R = Repeatibility V’ < R (teliti)

a = Rata-rata viskositas V’ > R (tidak teliti)

v1  v2
v   183, 44225cSt
2
maka :
v '  v1  v2  0, 2615cSt
R  0, 0026(183, 44225)
R  0, 4769cSt
Dari perhitungan, V’ < R ( 0,2615 cSt < 0,4769 cSt) sehingga bisa dikatakan percobaan yang
kami lakukan telah teliti.

VII. HASIL PENGAMATAN


Sampel yang digunakan dalam pengukuran viskositas kinematik ini adalah pelumas
Pertamina Prima XP SAE 20W – 50 yang tersedia di Lab. Minyak Bumi PEM Akamigas.
Pengujian dilakukan dua kali pengulangan dan didapatkan data sebagai berikut.

Percobaan Ke- Waktu yang Diperlukan


1 702 detik
2 701 detik
Rata-Rata 701,5 detik
VIII. ANALISIS
Pada praktikum yang kami lakukan, kami melakukan pengujian sebanyak 2 kali
pengulanganan. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan nilai yang akurat / tetap sehinggga
memperkecil tingkat kesalahan. Pelumas pertama-tama dimasukkan ke dalam viscometer
sampai ¾ bagian bola penampung viscometer terisi. Kemudian, viscometer dimasukkan
kedalam bath dengan media penghantar panasnya adalah white oil. Pemanasan dilakukan
selama 30 menit dengan temperatur 40oc. Setelah 30 menit, naikkan cairan sampai berada
pada titik 1 dengan menggunakan bulb. Kemudian dihitung lamanya pelumas mengalir.
Perhitungan waktu pelumas mengalir mulai dari titik 1 sampai ke titik 4.

Pada percobaan pertama, waktu yang dibutuhkan adalah 702 detik. Kemudian, pada
percobaan kedua waktu yang dibutuhkan adalah 701 detik. Rata-rata dari kedua percobaan
adalah 701,5 detik. Viskometer yang kami gunakan adalah tipe H 177 dengan nilai c =
0,2615. Perhitungannya adalah sebagai berikut.

V=cxt

 V pada percobaan pertama = (0,2615 x 702)


= 183,573 cSt
 V pada percobaan kedua = (0,2615 x 701)
= 183,3115 cSt
 V rata-rata dari percobaan = (0,2615 x 701,5)
= 183,444225 cSt

Spesifikasi mutu standar dari pelumas Pertamina Prima XP SAE 20W – 50 untuk nilai
viskositas kinematik pada suhu 40oc adalah minimal 185,91 cSt. Range antara nilai viskositas
dari hasil percobaan dengan spesifikasi standar mutu adalah 2 cSt. Oleh karena itu, sampel
yang diujikan belum termasuk ke dalam spesifikasi atau off spec.
Ketidaksamaan antara data hasil praktikum dengan spesifikasi standar mutu adalah
karena disebabkan beberapa faktor. Faktor-faktor ini antara lain, tingkat ketelitian praktikan
yang rendah dalam melaksanakan praktikum, tidak mengganti white coil sehingga panas tidak
merata, dan alat yang belum bekerja secara maksimal.

IX. SIMPULAN
Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan, kami dapat menyimpulkan bahwa
viskositas yang telah kami dapatkan dari hasil pengujian belum sesuai dengan spesifikasi
standar mutu pelumas Pertamina Prima XP SAE 20W – 50. Pada suhu 40oc, rata-rata
viskositas kinematik dari sampel adalah sebesar 183,444225 cSt. Pengujian viskositas ini
sangat penting dilakukan karena untuk mengetahui suatu zat bisa mengalir atau tidak dalam
temperatur tertentu. Makin tinggi nilai viskositas maka makin susah zat tersebut untuk
mengalir dan sebaliknya makin kecil nilai viskositas maka makin mudah zat tersebut untuk
mengalir dalam temperatur tertentu.

X. SARAN
Adapun saran saat melakukan praktikum ini adalah sebaiknya mahasiswa membaca
telebih dahulu prosedur kerja dari masing-masing pengujian, tidak bermain-main/ bercanda
ketika berlangsungnya praktikum, dan berhati-hati saat menggunakan alat-alat listrik dan
menggunakan peralatan viscometer.

XI. DAFTAR PUSTAKA


Anonim, 2015. Modul Praktikum Minyak Bumi. PEM Akamigas : Cepu
https://asro.wordpress.com/2008/09/18/pengukuran-kinematic-viscosity-astm-d-445/
https://rumus.co.id/viskositas/#!
https://www.academia.edu/6427305/Viskositas
XII. LAMPIRAN