Anda di halaman 1dari 5

1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar belakang

Peran keluarga dalam penanganan lansia hipertensi sangat di

perlukan karena keluarga merupakan sistem pendukung utama yang

memberikan pelayanan langsung pada setiap keadaan (sehat-sakit)

karaktistik keluarga yang sehat, bila anggota keluarganya berintraksi satu

dengan yang lainya, anggota keluarga terlibat dalam peran masing-

masing secara fleksibel. Disfungsi apapun yang terjadi pada keluarga

akan dampak pada satu atau lebih anggota keluarga atau keseluruhan

angota keluarga, bila satu oarang yang sakit akan berpengaruh pada

keluarga secara keseluruhan. Adanya hubungan yang kuat antar

keluarga dan setatua kesehata, setiap anggota keluargga sangat

memerlukan peran keluarga pada saat menghadapi masalah yang terjadi.

(Heny, 2010). Namun kenyataanya di lapangan keluarga tidak melakukan

perannya dengan baik, dalam hal ini dalam tindakan diit hipertensi pada

lansia.

Di Sukaraja Perluasan Kecamatan Ampenan, kota mataram

wilayah kerja Puskesmas Ampenan, Pada tahun 2012 jumlah lansia

hipertensi yang patuh akan diet hipertensi jumlahnya 68 (35%) dan yang

tidak patuh akan diet hipertensi jumlahnya 88 (65%) Dari 156 lansia

hipertensi. Dan pada tahun 2013 jumlah lansia hipertensi yang patuh
2

akan diet hipertensi sebayak 32 (20%) dan yang tidak patuh akan diet

hipertensi berjumlah 133 (80%) dari 156 lansia hipertensi. Di Desa

Sukaraja Perluasan. Dari 21 responden di dapatkan bahwa sebayak 18

(80%) keluarga tidak mentaati diet hipertensi. 3 (20%) mentaati diet

hipertensi. Penyakit hipertensi menempati rating ke 5 dari 10 besar

penyakit yang ada di Puskesmas Ampenan.

Hal ini di sebakan karena kurang pengetahuan dan sikap

keluarga yang memberikan kadar garam yang berlebihan pada lansia,

contoh ketika menyajikan makanan pada lansia selalu menambah menu

makanan seperti seporsi piring kecil garam halus. Sedangkan makanan

yang di sajikan kadar garam yang di butuhkan oleh lansia sudah

tercukupi. Dampak apabila Hipertensi tidak di tangani akan menjadi

masalah kesehatan masyarakat yang serius, karena jika tidak terkendali

akan berkembang dan menimbulkan komplikasi yang berbahaya.

Akibatnya bisa fatal karena sering timbul komplikasi, misalnya stroke

(perdarahan otak), penyakit jantung koroner, dan gagal ginjal.

(Gunawan, 2001).

Upaya untuk mencegah terjadinya hipertensi pada lansia,

pemerintah memprogramkan suatu program untuk mengetahui

perkembangan pada lansia-lansia, agar para lansia-lansia tidak merasa

dirinya ketika sudah berinjak usia lansia tidak berguna lagi, adapun

program kerja pemerintah yang di jalankan oleh setiap puskesmas, yaitu


3

program posyandu lansia,upaya posyandu untuk mencegah terjadinya

hipertensi pada lansia antara lain dengan cara farmakologi. Yaitu dengan

cara mengobservasi para lansia dan memberikan terapi obat yang di

butuhkan oleh para lansia. Mencegah dengan non farmakologi seperti

memberikan pengetahuan tentang diet hipertensi, dan menyarankan

serta mengajurkan pemberian diet hipertensi pada lansia. (Vina, 2010).

Disamping itu Untuk mengantisipasi agar lansia tidak mengalami masalah

nutrisi dan dampak dari permasalahan tersebut diperlukan pengetahuan

dan sikap keluarga sebagai pemeran utama dalam mengurus lansia

tentang hal-hal yang berkaitan dengan nutrisi pada lansia hipertensi.

DiPerlukan juga kemampuan berkomunikasi dengan baik, didasari pada

empati dan kesabaran yang tulus, serta rasa cinta dan semangat untuk

memberikan dukungan. (Setiati, 2000).

Dari uraian diatas maka peneliti tertarik untuk melakukan

penelitian Pengetahuan dan sikap keluarga tentang pemberian Diet

Hipertensi pada lasia Di Desa Sukaraja perluasan, wilayah kerja

Puskesmas Ampenan.

B. Rumusan Masalah

Dari uraian di atas maka dapat di rumuskan masalah penelitian

yaitu “Bagaimanakah Pengetahuan dan Sikap Keluarga Tentang

Pemberian Diet Hipertensi Pada Lansia di Desa Sukaraja Perluasan

Wilayah Kerja Puskesmas Ampenan ?


4

C. Tujuan Penelitian

1. Tujuan Umum

Untuk mengetahui pengetahuan dan sikap keluarga tentang

pemberian Diet hipertensi terhadap lasia. Di Desa Sukaraja

perluasan, wilayah kerja Puskesmas Ampenan tahun 2014.

2. Tujuan Khusus.

a) mengidentifikasi karatistik responden meliputi usia,jenis kelamin,

pendidikan, pekerjaan, di dususn sukaraja perluasan wilayah

kerja puskesmas ampenan.

b) Mengidentifikasi Pengetahuan keluarga tentang diet pada lansia

hipertensi di dusun sukaraja perluasan wilayah kerja puskesmas

ampenan.

c) Mengidentifikasi Sikap keluarga tentang pemberian diit hipertensi

pada lansia, di dusun sukaraja perluasan wilayah kerja

puskesmas ampenan.

D. Manfaat Penelitian

1. Bagi Keluarga

Dapat meningkatkan motivasi Keluarga, terutama pada lansia

untuk selalu melaksanakan Diet Hipertensi, sehingga nantinya dapat

meningkatkan derajat kesehatan lanjut usia agar tetap sehat, mandiri,

dan berdaya guna sehinggga tidak menjadi beban bagi dirinya,

keluarga, dan masyarakat.


5

2. Bagi Puskesmas Ampenan

Penelitian ini dapat memberikan informasi atau masukan

tingkat pengetahuan keluarga tentang pemberian diit pada lansia

hipertensi dan juga sebagai indikator untuk peningkatan kesehatan

lansia dengan upaya preventif dan promotif.

3. Bagi Institusi Pendidikan

Sebagai informasi dan dapat di jadikan pengembangan ilmu

pengetahuan dan menjadi literatur dalam keperpustakaan.

4. Bagi Peneliti lain

Kepada peneliti lain bisa di jadikan sebagai data awal untuk

melakukan penelitian lebih lanjut khususnya pada lansia hipertensi.