Anda di halaman 1dari 5

MEMBUAT BIBIT Acetobacter Xylinum DARI ALAM

Sri Rahayu 1Rizal Maulana Hasby 2Prayoga Kusumai3


Jurusan Biologi Fakultas Sains dan Teknologi UIN SGD Bandung
Jalan A.H Nasution No.105, Cipadung,Cibiru kota Bandung, Jawa Barat 40614
Email : srirahayu191298@gmail.com

ABSTRAK
Nata adalah produk fermentasi oleh bakteri Acetobacter xylinum pada substrat yang
mengandung gula. Bakteri tersebut menyukai kondisi asam dan memerlukan nitrogen untuk stimulasi
aktifitasnya. Glukosa substrat sebagian akan digunakan bakteri untuk aktifitas metabolisme dan
sebagian lagi diuraikan menjadi suatu polisakarida yang dikenal dengan “extracelluler selulose”
berbentuk gel. Tujuan praktikum kali ini yaitu untuk mengisolasi bakteri Acetobacter xylinum dari alam.
metode yang dilakukan pada praktikum kali ini yaitu denga menggunakan nanas masak yang dicampur
dengan berbagai macam bahan seperti glukosa, agar dan lain nya, kemudian diambil filtrat dan air nya,
setelah itu diinkubasi selama 2 minggu. Hasil yang didapatkan pada praktikumkali ini yaitu untuk cairan
gagal karena terkontaminasi, dan tidak terbentuknya suatu lembaran diatas permukaan botol steril dan
tidak ada endapan dibawahnya, begitupula dengan filtrat yang diuji yaitu terkontaminasi karena terdapat
atau tumbuhnya suatu bakteri yaitu Aspergillus pada media.
Kata kunci : Acetobacter xylinum, Bibit, Filtrat, Inkubasi, Nanas.

I. PENDAHULUAN yang dimaksudkan adalah santan kelapa.


Nata adalah produk fermentasi oleh Penamaan nata de coco dalam bahasa Spanyol
bakteri Acetobacter xylinum pada substrat yang karena Philipina pernah menjadi koloni
mengandung gula. Bakteri tersebut menyukai Spanyol. Nata de coco adalah hasil olahan air
kondisi asam dan memerlukan nitrogen untuk kelapa. Kandungan gula dalam air kelapa
stimulasi aktifitasnya. Glukosa substrat mengalami fermentasi berkat bantuan bakteri
sebagian akan digunakan bakteri untuk aktifitas Acetobacter Xylinum. Ai r kelapa sendiri
metabolisme dan sebagian lagi diuraikan mengandung mineral dan vitamin yang
menjadi suatu polisakarida yang dikenal bermanfaat bagi tubuh. Nata de Coco
dengan “extracelluler selulose” berbentuk gel. mempunyai banyak nilai gizi (Kristianingrum,
Polisakarida inilah yang dinamakan nata 2004).
(Suarsini 2010). Sebetulnya, nata de coco dapat
Nata de coco merupakan jenis makanan diusahakan bukan hanya dari air kelapa, tetapi
yang diperoleh melalui fermentasi Acetobacter juga dari berbagai jenis bahan yang
xylinum. Makanan ini berbentuk padat, putih, mengandung gula, protein, dan mineral. Seperti
transparan dan kenyal seperti kolang-kaling. misalnya sari buah–buahan, sari kedelai, dan
Produk ini biasanya dijual dalam bentuk nata di bahkan air gula. Oleh sebab itu, nama nata
dalam syrup atau dalam jelly. Selain itu nata de dapat bermacam–macam sesuai dengan bahan
coo juga dapat digunakan sebagai bahan baku yang digunakan. Namun, diantara beberapa
untuk audio (Jumadi, 2015). jenis bahan yang dapat digunakan, air kelapa
Nata de coco merupakan salah satu merupakan bahan yang paling ekonomis,
produk olahan air kelapa yang saat ini mulai mengingat air kelapa hanyalah bersifat sebagai
populer dan digemari, sehingga permintaan limbah dari buah kelapa. (Wowor, Mufida, dan
pasar akan produk ini semakin meningkat. Hal Rahman, 2007).
ini merupakan suatu peluang usaha yang sangat Nata terbentuk dari aktivitas bakteri
baik untuk dikembangkan khususnya Acetobacter xylinum dalam sari buah yang
pengolahan limbah air kelapa sebagai media mengandung glukosa yang kemudian diubah
atau bahan baku pembuatan nata de coco menjadi asam asetat dan benang-benang
(Wowor, Mufida, dan Rahman, 2007). selulosa. Lama-kelamaan akan terbentuk suatu
Nata de coco adalah hidangan penutup massa yang kokoh dan mencapai ketebalan
yang terlihat seperti jely, berwarna putih hingga beberapa sentimeter. Selulosa yang dikeluarkan
bening dan bertekstur kenyal. Makanan ini ke dalam media itu berupa benang-benang yang
dihasilkan dari fermentasi air kelapa, dan bersama-sama dengan polisakarida berlendir
mulanya dibuat di Filipina. Nata de coco, dalam membentuk jalinan yang terus menebal menjadi
bahasa Spanyol berarti “krim kelapa". Krim lapisan nata. Bakteri Acetobacter xylinum akan
dapat membentuk nata jika ditumbuhkan dalam karbon ini yang paling banyak digunakan
air kelapa yang sudah diperkaya dengan Karbon adalah gula. Sumber nitrogen bias berasal dari
(C) dan Nitrogen (N), melalui proses yang bahan organic seperti ZA, urea. Meskipun
terkontrol. Dalam kondisi demikian, bakteri bakteriAcetobacter xylinum dapat tumbuh pada
tersebut akan menghasilkan enzim akstraseluler pH 3,5 – 7,5, namun akan tumbuh optimal bila
yang dapat menyusun zat gula menjadi ribuan pH nya 4,3. sedangkan suhu ideal bagi
rantai serat atau selulosa. Dari jutaan renik yang pertumbuhan bakteri Acetobacter xylinum pada
tumbuh pada air kelapa tersbeut, akan suhu 28 – 31 0 C. bakteri ini sangat memerlukan
dihasilkan jutaan lembar benang-benang oksigen. Sehingga dalam fermentasi tidak perlu
selulosa yang akhirnya nampak padat berwarna ditutup rapat namun hanya ditutup untuk
putih hingga transparan (Purnomo, 2012). mencegah kotoran masuk kedalam media yang
Bakteri Acetobacter xylinum dapat mengakibatkan kontaminasi (Purnomo,
mengalami pertumbuhan sel. Pertumbuhan sel 2011).Tujuan praktikum kali ini yaitu untuk
didefinisikan sebagai pertumbuhan secara mengisolasi bakteri Acetobacter xylinum dari
teratur semua komponen di dalam sel hidup. alam.
Bakteri Acetobacter xylinum mengalami .
beberapa fase pertumbuhan sel yaitu fase II. METODE
adaptasi, fase pertumbuhan awal, fase 2.1 Alat dan Bahan
pertumbuhan eksponensial, fase pertumbuhan Alat yang digunakan pada praktikum
lambat, fase pertumbuhan tetap, fase menuju kali ini yaitu blender yang digunakan untuk
kematian, dan fase kematian. Apabila bakteri menghancurkan nanas, saringan digunakan
dipindah ke media baru maka bakteri tidak untuk memisahkan filtrat nanas, pisau, baki
langsung tumbuh melainkan beradaptasi digunakan untuk menyimpan filtrat nanas,
terlebih dahulu. Pad fase terjadi aktivitas botol jam untuk menyimpan sebuah media,dan
metabolismedan pembesaran sel, meskipun koran. Sedangkan bahan yang digunakan pada
belum mengalami pertumbuhan. Fase praktikum kali ini yaitu buah nanas sebanyak
pertumbuhan adaptasi dicapai pada 0-24 jam dua buah, aquades, glukosa, yeast ekstrak,
sejak inokulasi. Fase pertumbuhan awal bacto agar, KH2 PO4 , (NH4)2 SO4, MgSO4,
dimulai dengan pembelahan sel dengan dan A. Asetat 90%.
kecepatan rendah. Fase ini berlangsung
beberapa jam saja. Fase eksponensial dicapai 2.2 prosedur kerja
antara 1-5 hari. Pada fase ini bakteri Cara kerja dari praktikum kali ini yaitu
mengeluarkan enzim ektraselulerpolimerase dengan menyiapkan 2 buah nanas yang telah
sebanyak-banyaknya untuk menyusun polimer masak kemudian di potong potong , setelah itu
glukosa menjadi selulosa (matrik nata). Fase ini di hancurkan dengan menggunakan blender,
sangat menentukan kecepatan suatu strain selanjutnya hasil yang didapatkan direbus
Acetobacter xylinum dalam membentuk nata sampai mendidih, setelah itu disaring untuk
(Susilawati, 2002). memishkan filtrat dan cairan, setelah itu cairan
Faktor-faktor yang mempengaruhi dimasukan pada botol steril dengan ukuran
Acetobacter xylinum mengalami pertumbuhan 600ml perbotol, sedangkan untuk filtrat
adalah nutrisi, sumber karbon, sumber nitrogen, dimasukan pada botol jam sebanyak 3 sendok,
serta tingkat keasaman media temperatur, dan setelah itu botol ditutup dengan menggunakan
udara (oksigen). Senyawa karbon yang kertas koran dan diikat denga karet gelang,
dibutuhkan dalam fermentasi nata berasal dari setelah itudinginkan dan diinkubasi selama 2
monosakarida dan disakarida. Sumber dari minggu, dan diamati setiap perubahan nya.
III. HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1 Gambar Acetobacter Xylinum
No Foto Literatur Keterangan
1. A. Bibit gagal (
larutan bening,
tidak ada
perubahan dan
lembaran
ataupun
endapan)
B. Bibit berhasil
(larutan keruh
dan terdapat
( Dokumen pribadi,2018) (Astawan,2004) lembaran
ataupun
endapan)

Dari hasil praktikum yang telah Kerajaan : Bacteria


dilakukan, maka pembuatan bibit Acetobacter
Filum : Proteobacteria
xylinum dari alam pada kelompok kami tidak
berhasil dilakukan. Sama dengan pembuatan Kelas : Alpha Proteobacteria
starter, cairan yang dibuat tidak menunjukkan
adanya penggumpalan pada bagian permukaan Ordo : Rhodospirillales
cairan. Hal ini disebabkan karena bahan yang Familia : Psedomonadaceae
digunakan dengan starter sama. Penyebabnya
diperkirakan karena kurang sterilnya wadah Genus : Acetobacter
yang digunakan sehingga menyebabkan
Species : Acetobacter xylinum
terjaadinya kontaminasi pada starter yang
dibuat. Atau bahan bahan yang digunakan Nata de coco, dalam bahasa Spanyol berarti
komposisinya tidak bagus dan keadaan wadah “krim kelapa”. Maksudnya adalah air santan
yang terlalu tertutup sehingga mungkin dari perahan daging buah kelapa. Nata de
mempengaruhi pertumbuhan bakterinya. coco memiliki tekstur seperti jelly atau kenyal,
berwarna putih hingga bening. Makanan ini
Starter nata adalah bakteri Acetobacter
dihasilkan dari proses fermentasi air kelapa
xylinum yang akan dapat membentuk serat nata
oleh bakteri Acetobacter xylinum.Strater yang
jika ditumbuhkan dalam air kelapa yang sudah
digunakan untuk pembuatan nata dibuatadi
diperkaya
ampas buah nenas, ampas buah nenas berfungsi
dengan karbon dan nitrogen melalui proses
sebagaimedia pertumbuhan yang baik bagi
yang terkontrol. Bakteri ini sangat memerlukan
bakteri Acetobacter xylinum.Menurut
oksigen. Asam asetat atau asam cuka digunakan
Susilawati (2002), selama fermentasi bakteri
untuk menurunkan pH atau meningkatkan
Acetobacter xylinum memecah gula (sukrosa)
keasaman air kelapa. Asam asetat yang baik
menjadi glukosa dan fruktosa. Glukosa diubah
adalah asam asetat glacial (99%). Asam asetat
melalui reaksi heksokinase menjadi glukosa-
dengan konsentrasi rendah dapat digunakan,
6fosfat. Acetobacter xylinum dapat mensintesa
namun untuk mencapai tingkat keasaman yang
sebagian gula menjadi selulosa dan sebagian
diinginkan yaitu pH 4,5 – 5,5 dibutuhkan dalam
lainnya diuraikan menjadi asam asetat yang
jumlah banyak. Selain asam asetat, asam-asam
akan menurunkan pH medium. Lama
organik dan anorganik lain bisa digunakan
fermentasi akan berpengaruh pada kadar asam
(Jumadi,2015).
yang dihasilkan dan tebal tipisnya nata.
Adapun klasifikasi dari Acetobacter xylinum
adalah:
Perbanyankan starter dilakukan dengan Jumadi, Oslan dkk. 2015. Penuntun Praktikum
menggunakan meduam ari kelapa. Menurut Mikrobiologi. Jurusan Biologi FMIPA
Wawan(2007) “air kelapa mengandung UNM. Makassar.
sebagian sumber nutrisi yang dibutuhkan akan Kristianingrum, Susila. 2004. Penyuluhan
tetapi kebutuhan Acetobacter xylinum akan Pembuatan Nata de Coco sebagai
substrate makro seperti sumber C dan N masih Upaya Pemberdayaan Ibu
harus tetap ditambah agar hasil nata yang Rumah Tanga melalui Home Industri.
dihasilkan optimal, sehingga kekurangan Jurusan Pendidikan Kimia UNY,
nutrisi yang diperlukan harus ditambahkan Yogyakarta.
dalam proses fermentasi”. Dari penjelasan di Purnomo, Bambang, 2011. Penuntun
atas, maka pembuatan starter dilakukan dengan Praktikum Mikrobiologi. Fakultas
menambahkan touge dan gula sebagai Pertanian UNIB. Bengkulu
tambahan substrak bagi Acetobacter Suarsini, Endang. 2010. Bioremediasi Limbah
xylinum. Dari hasil fermentasi selama 7 hari Air kelapa Sebagai Bahan Baku
terlihat adanya lapisan tipis pada starter yang Pembuatan Nata De coco. Malang.
menandaka pembuatan starter berhasil. FMIPA UM.
Susilawati L, Mubarik NR. 2002. Pembuatan
Nata de Coco dan Nata de Radia.
IV. KESIMPULAN
Laboratorium mikrobiologi, Jurusan
Dari hasil praktikum dapat
disimpulkan bahwa Proses pembuatan starter Biologi FMIPA IPB, Bogor.
acetobacter xylinum dari alam menggunakan Wowor, Liana Y, Mufida Muis, dan Rahman
buah nanas yang telah masak dengan Arinong. 2007. Analisis Usaha
kandungan air yang banyak, dengan Pembuatan Nata De Coco
menambahkan glukosa,aquades, dan bacto agar Dengan Menggunakan Sumber dan
sebagai medium yang diperbaharui. Kandungan N yang Berbeda. Jurnal
Agrisistem Desember 2007 Vol 3
DAFTAR PUSTAKA No. 2.
Astawan M. 20 Feb 2004. Nata De Coco yang
Kaya Serat. Kompas: 10 (klm 7‐8)
LAMPIRAN

Proses pemotongan Ditimbang gula untuk Dimasukkan Ditambahkan dengan


nanas yang dicampurkan pada potongan buah nanas aquades nanas yang
digunakan sebagai pembuatan bibit pada blender sudah dimasukkan
bahan utama untuk A.xyilinum dalam blender untuk
diambil filtrat dan mempercepat proses
residunya nanas menjadi halus

Dimasukkan kedalam Ditambahkan gula Ditambahkan natrium Dipanaskan jus buah


panci buah nanas yang telah ditimbang asetat/ acetid acid nans yang telah
yang telah diblender glasial ditambahkan gula
dan berbagai bahan,
sampai mendidih

Hasil jus buah nanas Dituangkan filtrat Dimasukkan pula


Didinginkan dan
yang telah di buah nanas pada residu buah nanas
diinkubasi selama 6
panaskan botol steril, yang pada botol jam, yang
hari. Dan diamti
sebelumnya telah sebelumnya telah
perubahan yang
disaring terlebih disaring terlebih
terjadi
dahulu, Ditutup dahulu, Ditutup
mulut botol dengan mulut botol dengan
koran dan diikat koran dan diikat
dengan karet dengan karet