Anda di halaman 1dari 12

Nama : I Wayan Winata

NIM: 030430322

Tugas 1 Ekonomi Moneter


Silakan Anda kerjakan Tugas 1 ini dan upload ditempat yang telah disediakan.
Angka dalam kurung menunjukkan nilai maksimum dari setiap soal.

1. Sebutkan empat fungsi uang ? (10)

a. Sebagai alat tukar (mean of change)

Dengan menggunakan uang, penjual hanya perlu menukarkan barang-barang


dagangannya dengan uang, dan selanjutnya ia bisa menggunakan uang tersebut
untuk membeli barang-barang yang ia butuhkan, sehingga hal ini jauh lebih baik
di bandingkan dengan sistem barter dimana ke dua orang tersebut harus sama-
sama memiliki keinginan yang sama

b. Sebagai alat penyimpan nilai (store of value)

Hal ini berkaitan dengan sifat manusia sebagai pengumpul kekayaan, dimana
mengumpulkan atau memegang uang merupakan salah satu cara untuk
menyimpan kekayaan, karena menurut beberapa orang bahwa dengan
menimbun kekayaan dalam bantuk uang merupakan salah satu upaya untuk
menghindari resiko di kemudian hari.

c. Sebagai satuan hitung (unit of account)

Uang dapat mempermudah pertukaran dalam fungsinya sebagai satuan hitung,


dimana barang yang secara fisik berbeda bisa menjadi sama apabila dinyatakan
dalam satuan uang.

d. Sebagai ukuran untuk pembayaran masa depan (standard for deferred


payment)

Fungsi uang disini terkait dengan transakasi pinjam meminjam atau kredit,
dimana uang bertindak sebagai satuan untuk pembayaran cicilan utang ataupun
untuk menyatakan besarnya utang seseorang. sehingga dengan menggunakan
uang maka seseorang dapat melakukan pembayaran utang piutang dengan lebih
cepat dan tepat, baik secara kontan ataupun angsuran.
Nama : I Wayan Winata
NIM: 030430322

2. Jelaskan proses penciptaan uang beredar ? (10)

Mekanisme Penciptaan Uang

1. Terdiri dari tiga pelaku; bank sentral, bank umum dan sektor swasta domestik.
Interaksi terjadi antara penawaran uang oleh sistem moneter dan permintaan
uang oleh sector swasta domestik.

2. Penciptaan uang primer oleh otoritas moneter.

Uang primer/inti (M0) adalah uang kartal dan simpanan giro bank umum. Disebut
primer/inti karena jenis uang ini merupakan inti atau “biang”dalam proses
penciptaan uang beredar (C, D, dan T). “Uangkartal adalah uang primer TETAPI
tidak semua uang primer adalah uang kartal.”

Penciptaan Uang Oleh Bank Umum

Bank umum menciptakan uang giral dan kuasi melalui beberapa cara yaitu:

1. Substitusi; masyarakat menyetor uang kartal ke bank umum ke dalam


simpanan giro, tabungan, atau deposito.

2. Transformasi; bank umum membeli surat berharga dan kemudian


membukukan dalam bentuk simpanan giro, tabungan, atau deposito.

3. Pemberian kredit; bank umum memberikan kredit kepada nasabah dan


membukukan kredit tersebut ke rekening giro atas nama debitur yang menerima
kredit tersebut.

Hubungan M0, M1, M2

Otoritas moneter tidak sepenuhnya dapat mengendalikan uang beredar, sebab


sangat tergantung faktor bank umum dan perilaku masyarakat. Bank sentral
hanya dapat mengendalikan M0.

Money Multiplier (mm)

Konsep mm menjelaskan bagaimana proses penciptaan uang giral dan kuasi


akibat adanya perubahan M0. Berapa besar atau berapa kali perubahan uang
beredar sebagai akibat perubahan uang primer (M1).
Nama : I Wayan Winata
NIM: 030430322

Determinan mm adalah:

c (currency ratio) yaitu rasio uang giral terhadap uang kartal

t (time and savings deposits rasio) yaitu rasio tabungan dan deposito (uang
kuasi) terhadap uang giral.

r (reserve ratio) yaitu rasio cadangan bank terhadap total simpanan (giral +
kuasi).

Currency Ratio (r)

r dipengaruhi oleh perilaku masyarakat dalam memilih memegang uang kartal


atau

giral. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi perilaku masyarakat:

(1) Biaya penggunaan uang giral; biaya transportasi dan biaya administrasi
simpanan

(2) Kenyamanan dan Keamanan; uang giral lebih aman dan nyaman dalam
penyelesaian transaksi yang relatif besar.

Time and savings deposits ratio (t)

Faktor-faktor yang mempengaruhi masyarakat menentukan t, yaitu:

(1)opportunity cost; t berubah searah dengan suku bunga uang kuasi dan
berlawanan arah dengan suku bunga uang giral.

(2)pendapatan masyarakat; t berubah searah dengan perubahan tingkat


pendapatan.

(3)kemajuan layanan sektor perbankan; t meningkat bila layanan sektor


perbankan semakin maju

Reserve ratio (r)

Di bank umum, r dibagi dua yaitu:

(1) legal reserve ratio; rasio cadangan resmi terhadap simpanan masyarakat
yang dipengaruhi oleh ketentuan bank sentral
Nama : I Wayan Winata
NIM: 030430322

(2) excess reserve ratio; rasio cadangan terhadap simpanan masyarakat yang
dipengaruhi oleh keperluan bank akan terhadap likuiditas jangka pendek
(simpanan giro atau simpanan tabungan).

Faktor yang mempengaruhi uang beredar, yaitu:

(1) faktor yang mempengaruhimm, yaitu c, t, dan r.

(2) faktor yang mempengaruhi perubahan uang primer.Hal ini terkait dengan
perubahan transaksi keuangan daerah yang tercermin pada pos-pos Neraca
Otoritas Moneter baik dari sisi penggunaan uang primermaupun faktor yang
mempengaruhi uang primer (aktiva luar negeri bersih, aktiva dalam negeri
bersih, dan aktiva lainnya bersih).

3. Sebutkan fungsi Bank Umum ? (10)

1. Menghimpun dana dari masyarakat

Bank menghimpun dana dari masyarakat melalui tabungan, deposito berjangka,


giro ataupun bentuk simpanan lainnya. Dengan penghimpunan dana ini, bank
menjamin keamanan uang masyarakat tersebut sekaligus memberikan bunga
untuk dana tersebut.

Setiap produk simpanan bank menawarkan bunga yang berbeda-beda seperti


contohnya deposito memiliki bunga lebih tinggi dari tabungan, karena nasabah
harus menyimpan uangnya untuk jangka waktu tertentu agar dapat menikmati
bunga lebih tinggi. Sedangkan tabungan dapat ditarik kapanpun nasabah
memerlukan uang.

2. Menyalurkan dana kepada masyarakat

Setelah menghimpun dana dari masyarakat, bank akan menyalurkan dana ini
kepada pihak-pihak yang membutuhkan melalui sistem kredit atau pinjaman.
Kredit yang ditawarkan bank akan mengenakan bunga kepada peminjam.
Produk kredit ini pun memiliki beberapa jenis seperti Kredit Tanpa Agunan
(KTA), Kredit Pemilikan Rumah (KPR), Kredit Mobil, ataupun jenis pinjaman
lainnya.

Fungsi Sampingan Bank Umum yakni:

1) Mendukung kelancaran mekanisme pembayaran

Selain menyalurkan dana, sebagai intermediasi bank juga berfungsi sebagai


pendukung kelancaran mekanisme transaksi di masyarakat. Jasa yang
ditawarkan untuk menunjang fungsi ini termasuk transfer dana antar rekening
dalam negeri, penyediaan fasilitas pembayaran secara kredit seperti kartu kredit,
Nama : I Wayan Winata
NIM: 030430322

jasa pembayaran tagihan, sistem pembayaran elektronik, sarana penyaluran gaji


karyawan ataupun penghasilan lainnya.

2) Mendukung kelancaran transaksi internasional

Bank juga dibutuhkan untuk memperlancar transaksi internasional. Kesulitan


bertransaksi karena perbedaan geografis, jarak, budaya dan sistem moneter
antara dua pihak yang berbeda negara akan selalu hadir. Kehadiran bank akan
memudahkan penyelesaian transaksi-transaksi tersebut dengan lebih mudah,
cepat, dan murah. Bank memastikan kelancarannya melalui jasa penukaran
mata uang asing ataupun transfer dana luar negeri untuk transaksi internasional.

3) Penciptaan Uang

Uang yang diciptakan oleh bank ini merupakan uang giral yang berarti alat
pembayaran lewat mekanisme pemindahbukuan (kliring). Proses penciptaan
uang diregulasi oleh bank sentral untuk pengaturan jumlah uang yang beredar
karena dapat mempengaruhi ekonomi.

4) Sarana Investasi

Kini bank juga dapat berfungsi sebagai sarana investasi melalui jasa reksa dana
atau produk investasi yang ditawarkan bank sendiri seperti derivatif, emas, mata
uang asing, saham.

5) Penyimpanan Barang Berharga

Fungsi bank yang telah tersedia dari dahulu kala adalah penyimpanan barang
berharga. Nasabah dapat menyimpan barang berharganya seperti perhiasan,
emas, surat-surat berharga, ataupun barang berharga lainnya. Bank juga dapat
menyewakan safe deposit box.

4. Sebutkan dan jelaskan jenis-jenis lembaga keuangan bukan bank ? (15)

Jenis Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB) yang beroperasi di Indonesia


saat ini adalah lembaga pembiayaan, perusahaan perasuransian, dana pensiun,
perusahaan pegadaian, dan pasar modal.

a. Lembaga Pembiayaan

Lembaga pembiayaan adalah badan-badan usaha yang melakukan kegiatan


pembiayaan dalam bentuk penyediaan dana atau barang modal dengan tidak
menarik dana secara langsung dari masyarakat. Berikut ini adalah jenis-jenis
usaha lembaga pembiayaan.
Nama : I Wayan Winata
NIM: 030430322

1) Sewa Guna Usaha (Leasing)

Leasing adalah kegiatan pembiayaan dalam bentuk penyediaan barang modal,


baik secara sewa guna usaha dengan hak opsi (finance lease) maupun sewa
guna usaha tanpa hak opsi (operating lease) untuk digunakan oleh lessee
(nasabah) selama jangka waktu tertentu berdasarkan pembayaran secara
berkala. Perusahaan leasing dapat diselenggarakan oleh badan usaha yang
berdiri sendiri. Adapun keterbatasan usaha leasing adalah tidak boleh
melakukan kegiatan yang dilakukan oleh bank, seperti memberikan simpanan
kredit dalam bentuk uang.

2) Modal Ventura

Modal ventura adalah kegiatan usaha pembiayaan jangka panjang dalam bentuk
penyertaan modal ke dalam suatu perusahaan yang menerima bantuan
pembiayaan untuk jangka waktu tertentu.

3) Anjak Piutang

Anjak piutang adalah kegiatan usaha pembiayaan dalam bentuk pembiayaan


dan atau pengalihan, serta pengurusan piutang atau tagihan jangka pendek
suatu perusahaan dalam transaksi perdagangan, baik dalam negeri maupun luar
negeri.

4) Pembiayaan Konsumen

Pembiayaan konsumen adalah kegiatan usaha pembiayaan dalam bentuk


penyediaan barang-barang kebutuhan konsumen dengan cara pembayaran
angsuran atau berkala. Contoh: FIF, Busan Automotif Finance (BAF), ADIRA,
dan lain-lain.

b. Perusahaan Perasuransian

Usaha asuransi merupakan usaha yang memberikan perlindungan pada


tertanggung bila terjadi risiko di masa mendatang. Apabila risiko tersebut benar-
benar terjadi, maka pihak tertanggung akan mendapatkan ganti rugi sebesar nilai
yang dijanjikan antara perusahaan asuransi dengan nasabah. Usaha asuransi ini
menghimpun dana dari masyarakat melalui pengumpulan premi asuransi. Premi
asuransi adalah sejumlah uang yang dibayarkan oleh pihak tertanggung kepada
penanggung (perusahaan asuransi) secara periodik. Perjanjian antara pihak
tertanggung dengan penanggung diatur dalam polis asuransi. Jadi, polis
asuransi adalah bukti tertulis atau surat perjanjian antara pihak-pihak yang
mengadakan perjanjian asuransi. Polis asuransi juga berfungsi sebagai bukti
pembayaran premi kepada penanggung. Jenis-jenis usaha asuransi yang
berkembang di Indonesia antara lain:
Nama : I Wayan Winata
NIM: 030430322

1) Asuransi Kerugian

Asuransi kerugian yaitu usaha yang memberikan jasa-jasa dalam


penanggulangan risiko atas kerugian, kehilangan manfaat, dan tanggung jawab
hukum kepada pihak ketiga yang timbul dari peristiwa yang tidak pasti.
Contohnya asuransi kebakaran, asuransi kendaraan bermotor, asuransi
pengangkutan, asuransi penerbangan, asuransi gangguan usaha, asuransi
kredit, dan lain-lain.

2) Asuransi Jiwa

Asuransi jiwa adalah jasa penanggulangan risiko yang berkaitan dengan jiwa
atau meninggalnya seseorang yang dipertanggungkan. Contohnya asuransi
berjangka, asuransi tabungan, dan sebagainya.

3) Reasuransi

Reasuransi adalah pertanggungan ulang atau asuransi yang diasuransikan. 4)


Asuransi Sosial Asuransi sosial adalah jasa pertanggungan yang diberikan
kepada peserta yang meninggal cacat, atau pensiun. Contohnya, PT Taspen
(Tabungan Asuransi Pegawai Negeri),

c. Dana Pensiun

Dana pensiun adalah dana yang disediakan pemerintah atau perusahaan bagi
para pegawai negeri atau para karyawan sebagai tabungan untuk hari tua. Dana
pensiun terkumpul melalui pemotongan gaji pegawai atau karyawan setiap bulan
saat pegawai atau karyawan tersebut masih aktif bekerja. Dana yang terkumpul
tersebut lalu dikelola oleh lembaga dana pensiun untuk disalurkan kembali
kepada masyarakat. Penyaluran dana tersebut dapat dilakukan dengan
meminjamkan kepada perorangan maupun badan yang memerlukan Dari uraian
tersebut dapat disimpulkan bahwa fungsi lembaga dana pensiun, antara lain
sebagai tempat menghimpun dana masyarakat yang sifatnya jangka panjang
dan sebagai tempat yang memberikan manfaat pensiun bagi peserta.
Perusahaan dana pensiun yang mengelola dan menjalankan program pensiun
bagi Pegawai Negeri Sipil adalah PT Taspen.

d. Pegadaian

Di Indonesia, usaha pegadaian secara legal dimonopoli oleh satu badan usaha
saja, yaitu Perum Pegadaian. Sesuai dengan mottonya “Mengatasi Masalah
tanpa Masalah”, Perum Pegadaian mempunyai tujuan menyediakan dana
dengan prosedur yang sederhana kepada masyarakat, terutama kalangan
menengah ke bawah untuk berbagai tujuan, seperti konsumsi, produksi, dan lain-
lain. Keberadaan Perum Pegadaian dapat menekan munculnya lembaga
keuangan nonformal yang cenderung merugikan masyarakat seperti pengijon,
Nama : I Wayan Winata
NIM: 030430322

pegadaian gelap, rentenir, dan lain-lain. Kegiatan pembiayaan dalam bentuk


pemberian pinjaman didasarkan atas hukum gadai. Gadai adalah suatu hak yang
diperoleh seseorang yang mempunyai piutang atas suatu barang bergerak.
Berikut ini beberapa produk dan jasa Perum Pegadaian yang ditawarkan kepada
masyarakat.

1) Pemberian pinjaman atas dasar hukum gadai.

2) Penaksiran nilai barang.

3) Penitipan barang.

4) Jasa lain seperti kredit pegawai, gold couter atau tempat penjualan emas, dan
lain-lain.

e. Pasar Modal

Pengertian pasar modal adalah pasar yang mempertemukan pihak yang


menawarkan dan yang memerlukan dana jangka panjang dalam bentuk surat
bukti utang jangka panjang (obligasi), surat tanda penyertaan modal (saham),
atau surat berharga lainnya dengan jangka waktu satu tahun ke atas.

f. Layanan Keuangan Digital

Saat ini layanan keuangan digital di Indonesia semakin marak. Layanan ini bisa
saja digolongkan sebagai lembaga keuangan bukan bank. Namun ketentuan
resminya harus menunggu peraturan Menteri Keuangan untuk memasukkannya
ke golongan lembaga keuangan bukan bank.

Di layanan keuangan digital kita bisa mendapatkan layanan pinjaman. Situs yang
menyediakan layanan ini biasa disebut situs peer to peer landing. Contohnya,
investree.id, amartha.com, dan masih banyak lagi. Sumber dana situs peer to
peer landing berasal dari dana tabungan masyarakat maupun dana penyertaan
bank.

5. Sebutkan dan jelaskan tiga motif teori permintaan uang menurut Keynes ? (15)

1. Motif Transaksi

Merupakan motif memegang uang untuk melakukan transaksi dalam memenuhi


kebutuhan hidupnya, hal ini dilakukan setiap hari oleh setiap individu. Bila
seseorang digaji dalam harian, maka ia akan memegang uang lebih sedikit
dibandingkan dengan orang yang menerima gaji bulanan. •Menurut Keynes,
Orang rata-rata akan memegang uangnya sebesar Y/2. apabila ia menerima
gaji Rp.300.000 perbulan, maka ia akan rata-rata memegang uangnya sebesar
Rp.150.000.
Nama : I Wayan Winata
NIM: 030430322

Mdt = f(Y)

Dimana :

Mdt = motif transaksi

Y = Pendapatan

Jadi seberapa besar atau kecilnya orang memegang uang tergantung dari
pendapatannya.

2. Motif berjaga-jaga

Merupakan motif yang akan digunakan untuk menghadapi ketidakpastian masa


yang akan datang,motif ini juga tergantung dengan seberapa banyak uang yang
dihasilkan oleh setiap individu jika semakin besar maka uang yang digunakan
untuk berjaga-juga juga relatif lebih besar.jadi motif ini juga dipengaruhi oleh
pendapatan.

M1 = Mdt+Mdp

M1 = f(Y)

Dimana :

Mdt = Motif transaksi

Mdp= Motif jaga-jaga

Y= Pendapatan

3. Motif spekulasi

Merupakan motif yang menyatakan bahwa uang merupakan salah satu alternatif
bentuk asset selain bentuk asset lainnya,misal , kita memegang uang untuk
berjaga-jaga dan mengantisipasi jika kalau nantinya ada surat berharga yang
kita rasakan sesuai dengan yang diharapkan, sehingga dapat memperoleh
keuntungan ataupun pendapatan dari kepemilikan surat berharga tersebut.

m2 = g (i)

Dimana :

m2 = permintaan uang untuk spekulasi

i = suku bunga
Nama : I Wayan Winata
NIM: 030430322

6. Jelaskan perbedaan antara teori permintaan uang klasik dengan teori


permintaan uang Friedman ? (10)

1 Teori Klasik

adalah teori mengenai permintaan dan penawaran akan uang, beserta interaksi
antara keduanya. Fokus dari teori ini adalah pada hubungan antara penawaran
uang atau jumlah uang beredar dengan nilai uang atau tingkat harga. Hubungan
dua variable dijabarkan lewat konsepsi teori mereka mengenai permintaan akan
uang. Perubahan akan jumlah uang beredar atau penawaran uang berinteraksi
dengan permintaan akan uang dan selanjutnya menentukan nilai uang.

2. Teori Kuantitas Modern (Friedman)

Friedman tidak bertitik tolak dari pembahasan yang mendalam mengenai motif-
motif memegang uang. Secara umum dianggap bahwa orang mau memegang
uang karena uang adalah salah satu bentuk aktiva (asset) yang memberikan
manfaat karena merupakan sumber daya beli yang liquid (readily available
source of purchasing power). Teori permintaan uang Friedman menganggap
bahwa “pemilik kekayaan” memutuskan aktiva-aktiva apa (termasuk uang
tunai) dan berapa yang akan ia pegang atas dasar perbandingan manfaat
(penghasilan dalam bentuk uang ataupun dalam bentuk in natura ataupun
“utility”), selera dan jumlah kekayaannya.

Pengertian “kekayaan” dari Friedman mempunyai ciri khas, yaitu bahwa yang
dimasukkan dalam definisi “kekayaan” tidak hanya aktiva-aktiva yang
berbentuk uang atau bisa diubah (dijual) menjadi uang, tetapi juga nilai
(tepatnya,”nilai sekarang” atau “present value”) dari aliran aliran penghasilan
di tahun-tahun mendatang dari tenega kerjanya. Friedman berpendapat bahwa
“kekayaan” tidak lain adalah nilai sekarang dari aliran-aliran penghasilan yang
diharapkan dari aktiva – aktiva yang dipegang. Konsep “kekayaan” dari
Friedman ini merupakan suatu inovasi dalam teori ekonomi mengenai capital,
dan sekaligus merupakan jembatan antara teori permintaan biasa (untuk
barang dan jasa) dengan teori capital.

Pengertian yang kedua adalah konsep “manfaat”. Manfaat dari setiap bentuk
aktiva merupakan faktor pertimbangan dari pemilik kekayaan untuk
memutuskan berapa jumlah dari masing-masing bentuk aktiva yang akan ia
pegang. Disebut diatas bahwa Marginal Rate of Substitution dari suatu aktiva
terhadap aktiva-aktiva lain menurun dengan makin besarnya jumlah aktiva
tersebut yang dipegang. Ini berarti bahwa bila seseorang memegang terlalu
banyak satu bentuk aktiva, misalnya uang maka manfaat marginal dari uang
akan menjadi lebih kecil dari pada marginal returns dari aktiva-aktiva yang
lain. Ini berarti bahwa ia bila ia mengurangi jumlah uang yang ia pegang dan
menggantinya dengan aktiva-aktiva lain berupa obligasi, surat-surat berharga
Nama : I Wayan Winata
NIM: 030430322

lainnya ataupun aktiva fisik seperti mobil, rumah, mesin dan sebagainya, maka
orang tersebut akan memperoleh manfaat total yang lebih besar.

7. Sebutkan dan jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran uang ? (15)

(1) Tingkat Suku Bunga

Suku bunga merupakan presentase mengenai bunga bank yang dapat diperoleh
saat menabung di bank. Apabila masyarakat banyak yang menabung maka suku
bunganya rendah, begitupun sebaliknya apabila masyarakat kurang banyak yang
menabung maka suka bunga menjadi tinggi.

Hal tersebut memang menjadi salah satu faktor penentu jumlah penawaran
uang. Hal tersebut karena tingkat suku bunga dapat berpengaruh pada jumlah
banyak atau sedikitnya uang yang beredar di masyarakat.

(2) Pendapatan

Pendapatan dapat dikatakan sebagai sebuah hasil yang didapatkan oleh


masyarakat. Apabila jumlah pendapatan yang kita peroleh banyak maka jumlah
penawaran uang yang akan beredar dalam waktu tertentu juga akan banyak.

Begitu juga sebaliknya apabila jumlah pendapatan masyarakat pada suatu waktu
tertentu sedikit maka jumlah penawaran uang yang beredar juga akan semakin
sedikit. Nah, dengan demikian kita akan memahami mengapa terkadang terjadi
inflasi.

(3) Kekayaan Masyarakat

Salah satu faktor yang mempengaruhi penawaran uang adalah kekayaan


masyarakat. Sebenarnya hal tersebut tak jauh berbeda dengan pendapatan
masyarakat yang mengatakan semakin banyak jumlah pendapatan maka jumlah
uang yang beredar juga semakin banyak.

Sama halnya dengan kekayaan masyarakat. Apabila jumlah kekayaan


masyarakat semakin banyak pada waktu tertentu maka jumlah dari uang yang
beredar pada waktu tertentu juga akan semakin banyak.

(4) Fasilitas Kredit

Apabila banyak orang yang sekarang ini lebih suka menggunakan fasilitas kredit
daripada tunai maka hal tersebut juga akan sangat mempengaruhi jumlah uang
yang beredar pada suatu waktu tertentu.
Nama : I Wayan Winata
NIM: 030430322

Nah, dengan demikian maka jika sekarang ini masyarakat lebih menyukai
bertransaksi menggunakan pembayaran via kredit maka jumlah uang tunai yang
beredar juga akan semakin sedikit. Dengan begitu, sebaiknya gunakanlah uang
kredit dan tunai secara seimbang.

(5) Harga Barang

Harga barang ternyata juga mempengaruhi jumlah penawaran uang yang


beredar pada suatu tempat dan waktu tertentu. Apabila kita menjumpai harga
semua kebutuhan sekarang menjadi naik maka hal tersebut juga menunjukan
bahwa sekarang ini jumlah penawar uang yang beredar memang semakin
banyak, sebaliknya jika harga barang murah maka jumlah penawaran uangnya
menjadi sedikit.

Dari beberapa penjelasan mengenai faktor yang mempengaruhi penawaran


uang di atas, dapat diketahui bahwa penawaran uang juga berpengaruh pada
kenaikan harga kebutuhan pokok di pasar.

8. Jelaskan ketiga determinasi faktor angka pelipat ganda uang ? (15)

Currency Ratio (c) yakni: tinggi atau rendahnya currency ratio pada umumnya
berkaitan dengan perilaku masyarakat dalam menentukan pilihan diantara
memegang uang kartal maupun uang giral. Dalam hal ini, terdapat beberapa
faktor yang memiliki pengaruh terhadap perilaku masyarakat tersebut,
diantaranya adalah biaya pemegang, kenyamanan dan keamanan dalam
mempergunakan uang kartal maupun uang giral.

Time and saving deposit ratio (t) yakni besar kecilnya nilai time deposit ratio
pada umumnya dipengaruhi oleh perilaku masyarakat dalam memilih antara
memegang uang giral atau uang kuasi.

Reserve Ratio (r) yakni jumlah uang tunai yang digunakan sebagai cadangan
keseluruhannya sangat sulit untuk dihitung. Penyebabnya adalah karena jumlah
cadangan uang tersebut terdiri atas 2 komponen yaitu komponen dengan
jumlah uang tetap dan komponen lainnya yang berupa kelebihan dari uang
tetap.