Anda di halaman 1dari 7

Pipo Nur A.

La Hamente
1881011013
Wirausaha Pariwisata
Dosen Pengampu : Drs. I Putu Anom, M.Par.

Tinjauan Umum Peluang Usaha Dalam Bisnis Pariwisata

A. Realitas Kewirausahaan di Indonesia


Persoalan penyediaan lapangan pekerjaan menjadi salah satu mas alah
mendasar dalam pembangunan nasional berkelanjutan. Hal tersebut erat
kait annya dengan kenaikan int ensit as persoalan pengangguran. Tingkat
pengangguran untuk angkatan ker ja Indonesia relat if masih tergolong t inggi.
Pada Tahun 2012 terdapat 7,3 juta atau sekitar 6,14 persen dar i total angkatan
kerja yang masih berstatus menganggur (BPS dan SUKERNAS, 2012). Seiring
dengan hal tersebut, kondisi lain yang juga memprihat inkan tampak bahwa pada
Tahun 2014 terdapat 28 juta orang penduduk Indonesia yang masuk kategori
miskin.
Deretan persoalan nasional yang tak kalah pent ing terkait dengan
kemunculan angkatan ker ja baru ( new labor force) yang terus bertambah antar a
dua sampai t iga juta orang per tahun (Suryana dan Bayu, 2013). Tentu saja
persoalan tersebut t idak dapat dibiarkan berlangsung terus. Salah satu solus i
yang perlu dikedepankan ialah mengembangkan jiwa, semangat dan perilaku
kewirausahaan pada berbagai kalangan anggota masyarakat .
Pengembangan kesadaran dan mot if kewirausahaan pada kalangan
masyarakat merupakan suatu kebutuhan mendasar u ntuk mencapai peningkatan
kualitas sumberdaya manusia agar nant inya selain terlahir sebagai seseorang
berkarakter mandir i juga masuk kategori ulet, bekerja keras, pantang menyerah,
bertanggungjawab, berani menanggung risiko, ber mot if ekonomi, menghargai
waktu dan memanfaatkan set iap kesempatan, produkt if, kreat if dan inovat if.
Kengembangan kewirausahaan pada kalangan masyarakat memerlukan ragam
terobosan jitu yang tepat guna dan tepat sasaran.
Kesadaran dan minat masyarakat yang mulai mengalir menjadi insan
wirausaha muda menjadi harapan baru dalam mengimbangi jumlah
wirausahawan muda di Indonesia yang relat if sedikit dibanding negara lain.

iv
Jumlah wirausahawan Indonesia baru mencapai 0,18 persen saja. Sementara, di
Singapura terdapat 7,2 persen, Malaysia 3 p ersen, Filipina 5 persen, Jepang 4
persen (Suryana dan Bayu, 2012). Senada dengan itu, Febriyanto (2014) juga
menegaskan, bahwa idealnya Indonesia memiliki dua persen wirausahawan atau
setara dengan kurang lebih 5 juta pengusaha. Hal ini diasumsikan jika s atu
orang pengusaha bisa menyerap lapangan kerja 5 sampai dengan 6 orang saja
dari jumlah penduduk miskin, maka negara kita akan terbebas dari kemiskinan
dan keterbelakangan.

B. Proses Menuju Seorang Wirausaha


Seorang wirausahaan membutuhkan tantangan dalam mengembangkan
usahanya. Tantangan ini menjadi sebuah patokan terkait pengembangan usaha
kedepannya. Dari tantangan yang dihadapi, seorang wirausahaan akan mampu
menghasilkan gagasan atau ide dalam dirinya. Kemauan dan dorongan untuk
berinisiat if, yang t idak lain adalah berpikir kreat if dan bert indak inovat if,
sehingga tantangan awal tadi teratasi dan terpecahkan. Ide kreat if dan inovat if
wirausaha t idak sedikit yang diawali dengan proses imit asi (peniruan) d an
duplikasi, kemudian berkembang menjadi proses pengembangan dan berujung
pada proses penciptaan sesuatu yang baru dan berbeda (inovasi).
Ide dapat menjadi peluang apabila wirausaha bersedia melakukan evaluasi
terhadap peluang secara terus- menerus melalui proses penciptaan sesuatu yang
baru dan berbeda, mengamat i peluang, menganalisis proses secara mendala m
dan memperhitungkan resiko yang terjadi.
Dit injau dari segi per modalan, ada empat jenis karakterist ik yang harus
dimiliki oleh wirausaha adalah; modal intelektual, dapat diwujudkan dala m
bentuk ide-ide sebagai modal utama yang disertai pengetahuan, kemampuan,
keterampilan, komit men, dan tanggung jawab sebagai modal tambahan. Ide
merupakan modal utama yang akan membentuk modal lainnya; modal sosial dan
moral, dapat diwujudkan dalam bentuk kejujuran dan kepercayaan, sehingga
dapat terbentuk citra. Seorang wirausaha biasanya memiliki et ika wirausaha
sepert i kejujuran, memiliki int egrit as, menepat i janji, keset iaan, kewajaran, suka
membant u orang lain, mengho rmat i orang lain, bertanggung jawab, mengejar
keunggulan, serta seorang warga negara yang baik dan taat hukum; modal
ment al adalah kesiapan ment al berdasarkan landasan agama, diwujudkan dalam
v
bentuk keberanian untuk menghadapi resiko dan tantangan; modal mater ial
adalah modal dalam bentuk uang atau barang.
Seorang wirausahawan harus jeli melihat pasar, dalam hal ini, kebanyakan
konsumen lebih memilih dan membeli produk yang tengah tren meskipun dalam
kualitas produknya nomor 2 daripada kualit as produk nomor 1 tapi produknya
ket inggalan jaman (dalam bidang garmen/usaha pakaian). Seandainya dala m
bidang makanan, konsumen lebih membeli produk yang mempunyai kualitas,
mutu, dan bergizi serta rasa yang enak. Sebelum memulai usaha, sebaiknya anda
melakukan survei terlebih dahulu tentang menu yang beredar di pasar. Lalu,
pilihlah menu yang belum banyak dijual di sana guna mengurangi t ingkat
persaingan. Namun, pilihlah yang sesuai dengan target pasar / konsumen.
Menjalin komunikasi adalah salah satu poin utama dalam berwirausaha.
Agar t idak ket inggalan infor masi diperlukan mata -mata dalam menjalankan
usaha, tentunya mata- mata dalam at i posit if yaitu orang yang bertugas
mengumpulkan informasi untuk mendukung kemajuan usahanya. Memperluas
jaringan komunikasi sangat lah pent ing selain mempermudah mendapatkan
informasi juga dapat memperluas daerah pemasaran.
Sebagai pemula dalam usaha dengan dana/modal yang terbatas, diharapkan
untuk berani menjual asset sendiri yang dapat menghasilkan uang untuk
berinvestasi ataupun berusaha mengkredit uang dengan orang lain dengan syarat
harus adanya pertanggungjawaban untuk melunasinya.
Kelemahan dari para wirausahawan selama ini adalah t idak mampu
mengelo la kesuksesan yang telah dicapai dengan melakukan t indakan yang t idak
terkendali. Sebagai contoh, beberapa pengusaha garmen tergiur keuntungan
sesaat dari bisnis valas saat krisis moneter 1998, akhirnya mereka menc oba
berbisnis valas sedangkan bisnis garmennya terbengkalai. Sementara bisnis
valasnya merugi akibat ket iadaan pengalaman bisnis financial, maka pengusaha
tersebut gulung t ikar.
Bagian lain yang harus diperhat ikan, yait u promosi. Dengan adanya
promosi, masyarakat dapat mengenal produk yang dit awarkan. Sehingga
konsumen dapat tertarik membeli produk yang telah dibuat. Para wirausahawan
dapat mengambil alt ernat ifnya yakni, dengan mengikut i ba zaar, karena bazaar
adalah sarana promosi yang murah dan dapat dijadikan mo men untuk mengambil
keuntungan. Setelah itu baru mempersiapkan brosur ataupun spanduk.
vi
Dalam hal memproduksi barang dan penamaan tempat (toko) perlu adanya
keunikan. Karena dengan keunikan suatu barang, maka kemungkinan banyak
konsumen yang mencari, dan semakin besar peluang untuk mendapatkan
keuntungan besar, dalam hal ini juga dapat member ikan nilai tambah didalam
penjualan produk atapun member ikan nilai diskon apabila pembelian banyak.
Tidak ket inggalan, bahwa untuk kenyamanan usaha, wirausahawan perlu
mengurus izin usaha di instansi pemerint ah atau pihak berwenang setempat.
Mengurus izin ini perlu dilakukan untuk menghindari masalah perizinan yang
mungkin t imbul dikemudian har i.

C. Peluang Bisnis Dalam Pariwisata


Kegiatan kepariwisataan merupakan kegiat an yang bersifat syst em, memiliki
ruang lingkup, komponen, dan proses tersendir i. Syst em pariwisata merupakan
syst em perdagangan yang bersifat khusus, berobyek jasa, dan mendapat
dukungan dari sistem lainnya, sepert i system social, budaya, lingkungan hidup,
syst em religi, dan system-sist em lainnya. Bisnis par iwisata adalah aspek
kegiat an kepariwisataan yang berorientasi p ada penyediaan jasa pariwisata.
Bisnis internasional adalah bisnis yang kegiatan -kegiatannya melewat i batas
negara yang meliput i; perdagangan int ernasional dan pemanufakturan di luar
negeri; Industri jasa: transport asi, pariwisata, perbankan, per iklanan, konstruksi,
perdagangan eceran, perdagangan besar, dan komunikasi masa.
Perdagangan jasa pariwisata dapat bersifat domest ic (domest ic tourism) dan
dapat juga bersifat int ernasional (international tourism). Bersifat domest ic,
apabila pelayanan jasa tersebut dilakukan di dala m wilayah suatu Negara, oleh
pelaku bisnis domest ic terhadap wisatawan domest ic. Perdagangan jasa
pariwisata internasional adalah perdagangan jasa yang mengandung unsur asing
(foreign element). Unsur asing, dalam perdagangan jasa pariwisata dapat terjad i
karena perbedaan kewarganegaraan pelaku, lokasi, orientasi pasar (market
target), dan unsur-unsur lainnya, sepert i perbedaan hukum, bahasa, mata uang
transaksi, dan tradisi.
Sifat khas perdagangan jasa pariwisata terletak pada sifat dan bentuk
objeknya, ya it u jasa. Bentuk ini memiliki karakter yang sangat berbeda dengan
barang. Sebagai contoh misalnya standard, lingkungan bisnis, peraturan

vii
perundangan, mekanisme dan prosedur, kebutuhan pasar, kemasan produk,
kualitas produk, penyajian produk, dan sebagainya .
Karakterist ik lainnya, terletak pada posisi jasa par iwisata sebagai objek
hukum. Bisnis pariwisata memiliki syst em pengaturan tersendir i, inst itusi
inst itusi, tradisi, azas-azas, ketentuan, standar-standar, mekanisme dan prosedur
yang berbeda dengan perdagangan barang.
Karakterist ik demikian menunjukkan bahwa bisnis pariwisata merupakan
syst em tersendiri. Mencakup kesatuan konsumen, tata kerja, fungsi, dan proses
tersendiri. Sistem demikian membutuhkan system hukum sui generis, yait u
sist em hukum khusus, sesuai dengan karakt er obyeknya.
Mencermat i perkembangan neraca pembangunan indonesia dari tahun ke
tahun, t idak diragukan lagi bahwa kontribusi pendanaan yang berasal dari usaha
jasa pariwisata telah meningkat dengan cukup berart i. Peranan industr i
pariwisata dalam menopang dan menggalakkan roda perekonomian nasional
menjadi semakin kokoh di urutan kedua setelah migas.
Selama sepuluh tahun terakhir, dari tahun ke tahun kesepuluh pasar tersebut
secara konsist en telah menjadi pasar paling pent ing bagi par iwisata indonesia.
Peramalan terhadap jumlah kunjungan dari pangsa pasar sepuluh besar utama
(top ten market) sampai tahun 2008 menunjukkan bahwa, singapura masih
menjadi sumber pasar utama bagi indonesia dengan t ingkat pertumbuhan
kunjungan yang cukup signifikan.
Sementara Jepang masih menjadi sumber pasar utama nomer 2 (dua),
meskipun dengan t ingkat pertumbuhan yang meng alami penurunan signifikan
dalam kurun waktu 2003 dan 2004. Malaysia masih memiliki posisi yang kuat di
peringkat ket iga dengan pertumbuhan pangsa pasar yang lambat namun
berke-lanjutan. Australia diperkirakan mengalami penurunan pangsa pasar dan
digant ikan oleh taiwan sebagai negara sumber pasar terbesar di peringkat
keempat. Kondisi ini lebih disebabkan karena menurunnya jumlah kunjungan
pasar australia dan bukan peningkatan jumlah kunjungan pasar taiwan yang
signifikan. Pasar inggris dan Amer ika serikat (long-haul) mengalami
peningkatan pangsa pasar hingga tahun 2008, sementara pasar Jerman dan
Belanda hanya mengalami sedikit perubahan.
Bisnis pariwisata merupakan model bisnis yang complicated. Melibatkan
ketentuan, prinsip, persyaratan, standar, mekanis me dan prosedur, et ika dan
viii
tradisi, yang membutuhkan perhat ian lebih serius dalam perencanaan (Touris m
Business P lan). Demikian pula dalam pelaksanaan, dan penyusunan design -
design penyelesaian masalah. Untuk dapat bersaing secara lebih adil dan
jernih.Tourism Business P lan memerlukan design -design akurat, dan secara
proporsional melet akkan pert imbangan-pertimbangan hukum.
Suatu kegiatan bisnis, yang menyertakan mitra asing, atau unsur -unsur asing
lainnya, baik manajemen maupun pasar, sebaiknya menempuh pr osedur standar
sebagaimana lazimnya prosedur kegiat an bisnis int ernasional. Prosedur tersebut
mencakup pengenalan produk (penawaran), seleksi mitra, negosiasi (tawar -
menawar), pembent ukan MOU (Memorandum of Understanding), kontrak,
sampai pada pelaksanaan dan manajemen bisnis.
Perkembangan industri pariwisata semakin menjanjikan. Bertambahnya
minat wisatawan asing dan dalam negeri travelling ke Indonesia, tak lain karena
kemudahan pembelian t iket transportasi, hotel, hingga paket wisata.
Nampaknya fenomena gaya hidup yang bergeser ini menjadi pelung besar
bagi yang ingin mempunyai bisnis pada sektor par iwisata. Terlebih, juga bisa
meningkatkan ekonomi di daerah.
Berikut jenis usaha yang dapat dikembangkan dalam bidang pariwisata:
1. Travel Guide dan Penerjemah
Travel Guide bagi yang berdomisili di daerah wisata tentu menjadi
ladang bisnis menjanjikan. Daerah seperti Bali, Yogyakarta, Padang,
Semarang, Lombok, Manado, Makassar kini sudah banyak dipenuhi oleh
usaha ini.
Dengan memanfaatkan pemahamanmu sebagai putra atau putri asli daerah
kelahiran, bisa mengantarkan wisatawan baik mancanegara dan lokal
berkeliling di daerah asal tersebut. Bisnis ini bisa dilakukan dengan
senang hat i karena tentunya sambil jalan -jalan dan membantu wisatawan.
Tentu promosi bisnis ini harus gencar dilakukan, dengan menggunakan
media sosial dan post ing terus akt ivit as atau lokasi - lokasi wisata di
daerah kalian. Gunakan hashtag yang tepat dalam semua kanal media
sosial, jaringan konsumen dengan teknologi digital, dan jangan lupa
pasarkan bisnis ini dengan websit e, iklan facebook dan instagram.
2. Homestay atau Guesthose

ix
Wisatawan ket ika kunjungan ke daerah pastinya lebih menyukai suasana
alam dan budaya daerah yang dikunjungi ket imbang suasana penginapan
hotel. Wirausahawan bisa memanfaatkan dan bekerja sama jaringan agen
travel online sepert i Traveloka, Air y Room, Reddorz, hing ga Oyo untuk
memasarkan hunian guna menyasar target wisatawan dan backpacker.
Daft arkan pada Google Maps agar ketika orang mencari keyword
penginapan bisa diketahui oleh calon konsumen. Tentu dengan t idak lupa
memasang foto terbaik, dan alamat yang jelas. Namun yang perlu diingat,
kebersihan dan pelayanan maksimal menjadi hal pent ing dalam bisnis ini,
dan juga harga yang ber saing guna menarik konsumen.
3. Sewa Kendaraan
Pada bisnis ini jika memiliki kendaraan berlebihan utamanya roda dua,
akan sangat menjadi sebuah peluang usaha yang mumpuni. Wisatawan
cenderung memilih sewa kendaraan yang mudah, cepat, dan dekat dengan
terminal, bandara, pelabuhan, dan stasiun. Tapi pada bisnis ini kehat i-
hat ian pemilik bisnis hal yang utama. Wirausahawan harus mempelajari
calon konsumennya, dan harus ada dokumen pent ing untuk jaminan
kendaraan yang disewa. Hal ini guna menghindari kehilangan kendaraan
ataupun dibawa kabur. Tapi untuk menghindari hal itu, bisa
menggunakan teknologi GPS yang disematkan dalam kendaraan yang
disewakan.
4. Kuliner Khas Daerah
Bisnis kuliner di daerah wisata tentu memiliki nilai lebih. Wisatawan
akan mencari makanan ciri khas daerah yang dikunjungi hingga kuliner
unik. Pada bisnis ini wirausahawan bisa memanfaatkan ojek daring untuk
menjangkau konsumen. Wirausahawan juga bisa memanfaatkan dapur
rumah yang ada tanpa harus mengeluarkan modal untuk membeli
peralatan masak. Cit a rasa, kebersihan, dan harga menjadi hal pent ing
dalam bisnis kuliner. Bahkan saat ini banyak sekali publik figur hingga
art is yang menggelut i bisnis kuliner di setiap daerah wisata. Tentu ini
menjadi peluang yang menjanjikan jika kamu putra atau putri asli daerah.