Anda di halaman 1dari 4

PENGARUH PERBEDAAN BAHAN PENGIKAT KARBOMER, METHYL

CELLULOSA DAN KOMBINASINYA TERHADAP SIFAT FISIK SEDIAAN


EYELINER DARI ARANG BATOK KELAPA

Rizki Febriyanti 1, Akhmad Aniq Barlian 2


rizki.febriyanti83@gmail.com
1,2
Program Studi DIII Farmasi Politeknik Harapan Bersama,
Jalan Mataram No 9 Kota Tegal 52142, Indonesia
Telp/Fax (0283) 352000

Intisari
Eyeliner merupakan kosmetik yang sering digunakan oleh wanita, Dimana eyeliner merupakan
contoh kosmetik riasan dekoratif yang berfungsi mempercantik dan menegaskan bentuk mata. Untuk
mengembangkan produk eyeliner, bahan penting yang digunakan adalah karbon dan bahan pengikat,
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karbon dari arang batok kelapa dapat dimanfaatkan
menjadi produk kosmetik eyeliner dengan bahan pengikat yang berbeda-beda dan untuk mengetahui
formula dengan bahan pengikat yang memberikan sifat fisik paling baik pada sediaan eyeliner dari arang
batok kelapa. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen laboratorium yaitu dengan mencampurkan
bahan pengikat karbomer, MC maupun kombinasi keduanya, etanol 96%, metal paraben, aquadest, dan
menambahkan karbon aktif di dalamnya. Dilakukan pengujian sifat sediaan yaitu uji homogenitas, uji pH,
uji oles, uji iritasi terhadap kulit sukarelawa serta uji kesukaan terhadap sediaan eyeliner. Hasil penelitian
menunjukan bahwa arang batok kelapa dapat digunakan pada sediaan eyelinerdan formula yang memiliki
uji sifat fisik paling disukai adalah formula III dengan dengan bahan pengikat kombinasi karbomer dan
MC dengan konsentrasi masing-masing 1%.
Kata kunci : eyeliner, karbomer, MC, kombinasi, uji sifat fisik.
I. PENDAHULUAN praktis tidak berbau dan tidak berasa [3]
Kosmetik menjadi salah satu produk sehingga sangat cocok apabila digunakan untuk
perawatan yang digunakan oleh sebagian besar formulasi pada sediaan gel. Penelitian disini
wanita[1], salah satunya adalah eyeliner bertujuan untuk mengetahui karbon dari arang
kosmetik yang paling sering digunakan oleh batok kelapa dapat dimanfaatkan menjadi
sebagian besar wanita untuk mempercantik dan produk kosmetik eyeliner dengan bahan
menegaskan bentuk mata digunakan disekeliling pengikat yang berbeda-beda dan untuk
kontur mata mengetahui formula dengan bahan pengikat
Karbon yang berasal dari tempurung kelapa yang memberikan sifat fisik paling baik pada
yang digunakan untuk kesehatan dan kecantikan sediaan eyeliner dari arang batok kelapa.
kemudian diaktivasi yang bertujuan
memperbesar luas permukaan arang dengan II. METODOLOGI PENELITIAN
cara membuka pori-pori yang tertutup sehingga Alat : neraca analitik, stick pH, cawan
akan memperbesar kapasitas adsorbsi terhadap porselen, mesh 120, batang pengaduk gelas
zat warna[2]. Pada pembuatan sediaan eyeliner ukur, gelas beker, dan object glass.
dibutuhkan formula untuk menghasilkan Bahan : karbon aktif tempurung kelapa,
sediaan yang terstandar. Salah satu bahan alkohol 96%, aquades, carbomer, metil p-
terpenting dalam formulanya adalah adanya hidrobenzoat.
bahan pengikat. Bahan pengikat yang digunakan Prosedur Penelitian
dalam penelitian ini adalah Karbomer, Methyl  Pembuatan karbon aktif dari tempurung
Cellulosa atau biasa disingkat dengan istilah kelapa
MC dan kombinasi dari kedua bahan pengikat Batok kelapa dibuat menjadi arang dengan
tersebut. Karbomer merupakan polimer dengan cara pembakaran, yang selanjutnya dilakukan
berat molekkul yang tinggi, sering digunakan proses aktivasi dengan menggunakan
dalam formulasi sediaan farmasi cair atau semi furnance.
padat untuk mengubah reologi/ sifat alir dari  Pembuatan sediaan eyeliner.
sediaan tersebut. Formulasi tersebut termasuk Pembuatan eyeliner diawali dengan
krim, gel, lotion dan salep untuk sediaan mata mengayak serbuk kabon aktif menggunakan
dll[3]. Sedangkan Methyl Cellulosa merupakan mesh 120. Metil p-hidrobenzoat dilarutkan
golongan selulosa yang bersifat higroskopis, dalam etanol, carbomer dibasahi dengan

1
etanol, kemudian campuran tersebut Keterangan :
ditambahkan ke dalam aquades. Kemudian Formula I : Eyeliner dengan bahan
karbon aktif didispersikan ke dalam campuran pengikat karbomer
tersebut dan dihomogenkan. Formula II : Eyeliner dengan bahan
Penentuan Mutu Fisik Sediaan Eyeliner pengikat MC
a. Uji Organoleptik Formula III : Eyeliner dengan bahan
Uji organoleptik dimaksud untuk melihat pengikat kombinasi karbomer
tampilan fisik fisik sediaan yang meliputi dan MC
bentuk, warna dan bau. Hasil pengamatan organoleptik
b. Uji Homogenitas menunjukan bahwa tiap formula sediaan
Uji homogenitas menggunakan object glass eyeliner yang dibuat memiliki warna dan aroma
dengan cara: sejumlah tertentu sediaan yang sama yaitu berwarna hitam dan tidak
dioleskan pada object glass kemudian berbau, tetapi dari segi bentuk memiliki masing-
mengamati apakah sediaan homogen atau masing formula memiliki perbedaan. Pada
terdapat butiran kasar. formula I menghasilkan bentuk yang lebih
c. Uji pH kental dimana sesuai dengan karakteristik
Sampel dibuat dalam konsentrasi 1% yaitu karbomer sebagai gelling agent akan dihasilkan
ditimbang 1 gram sediaan dan diencerkan sediaan yang kental apalagi dengan konsentrasi
dalam gelas beker dengan akuades hingga maksimal dari karbomer yang digunakan.
100 ml. Keras pH dicelupkan kedalam Sedangkan pada formula II menghasilkan
larutan tersebut, kemudian dicocokkan pada bentuk yang agak kental dibanding formula III
indikator pH. Nilai pH penting untuk yang kental. Dimana formula II menggunakan
mengetahui tingkat keasaman dari sediaan MC sebagai bahan pengikatnya dan MC
agar tidak mengiritasi kulit. Sehingga pH merupakan golongan selulosa yang secara
sediaan kosmetik harus sesuai dengan pH karakteristik mudah larut dalam air pada sediaan
kulit, yaitu antara 4,5-7,0[4]. liquid maupun semi solid. Sehingga sediaan
d. Uji Iritasi yang dibuatpun dalam konsentrasi yang
Percobaan ini dilakukan pada 6 orang maksimal pun masih aman
panelis dengan cara mengoleskan sediaan b. Uji Homogenitas
pada kulit bagian dalam lengan bawah Pengujian homogenitas untuk mengetahui
selama 2 hari berturut-turut[4]. Kemudian homogen tidaknya eyeliner yang dihasilkan.
diamati terjadinya eritema dan edema[5]. Homogenitas mencerminkan tidak terbentuknya
e. Uji Oles partikel-partikel yang memisah.
Uji oles dengan cara mengoleskan eyeliner
pada bagian punggung tangan. Pelepasan Tabel 2. Uji Homogenitas
eyeliner yang tidak baik ditunjukan dengan Formula Homogenitas Literatur
sedikitnya eyeliner yang menempel pada
punggung tangan dan terputus-putus, Tidak
pelepasan eyeliner yang baik ditunjukan I Tidak terlihat
Homogen
dengan eyeliner yang menempel pada adanya
Tidak
punggung tangan dan tidak terputus-putus[6]. II gelembung udara,
Homogen gumpalan dan
III. HASIL DAN PEMBAHASAN Tidak partikel yang
III terpisah
a. Uji Organoleptik Homogen
Uji organoleptik mengamati bentuk, warna, Keterangan :
dan aroma. Formula I : Eyeliner dengan bahan
Tabel 1. Uji Organoleptik pengikat karbomer
Formula Bentuk Warna Aroma Formula II : Eyeliner dengan bahan
pengikat MC
Paling Tidak Formula III : Eyeliner dengan bahan pengikat
I Hitam
Kental berbau kombinasi karbomer dan MC
Agak Tidak Hasil pengamatan bahwa sediaan
II Hitam
kental berbau eyeliner formula I, II dan III yang dihasilkan
Tidak tidak homogen. Hal ini dikarenakan serbuk
III Kental Hitam
berbau arang batok kelapa yang kurang larut dalam
sediaan eyeliner, disebabkan karena serbuk

2
arang batok kelapa yang kurang halus atau pelepasan zat warna yang baik ditunjukan
sifatnya yang tidak larut dalam air. dengan banyaknya warna yang dilepaskan dan
c. Uji pH menempel dengan baik pada punggung tangan.
Pengujian pH eyeliner bertujuan untuk Pemeriksaan dilakukan terhadap masing-
mengetahui nilai keasaman pada eyeliner dan masing sediaan dari tiap formula yang dibuat
mengetahui sesuai tidaknya pH eyeliner dengan dan dioleskan pada kulit punggung tangan.
standar yang ditentukan. Sehingga sediaan Semakin sedikit pengolesan maka semakin baik
kosmetik harus sesuai dengan pH kulit, yaitu sediaan dan sebaliknya semakin banyak
antara 4,5-7,0[4]. pengolesan maka kurang baik sediaan eyeliner
tersebut. Diperoleh dari masing-masing formula
Tabel 3. Uji pH eyeliner formula III dengan bahan pengikat
Formula Uji pH Syarat kombinasi karbomer dan MC mengasilkan
pelepasan zat warna yang baik dengan warna
I 5 hitam yang menempel dengan baik pada
4,5-7,0 [4] punggung tangan, sedangkan eyeliner formula I
II 5 dengan bahan pengikat karbomer dan formula II
III 5 dengan bahan pengikat MC menghasilkan
Hasil pengamatan pH menunujukan bahwa pelepasan zat warna yang baik dengan warna
sediaan eyeliner baik pada formula I, II dan III hitam tetapi tidak menempel dengan baik pada
memiliki pH yang sama yaitu pH 5, dimana punggung tangan.
masih menunjukan kisaran pH yang sesuai
dengan pH kulit yaitu 4,5-7,0 sehingga tidak IV. KESIMPULAN
beresiko menimbulkan reaksi negatif pada kulit. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa
Jadi dapat disimpulkan bahwa perbedaan bahan Karbon dari arang batok kelapa dapat
pengikat tidak mempengaruhi terhadap nilai pH dimanfaatkan menjadi produk kosmetik eyeliner
sediaan yang dibuat. dengan bahan pengikat yang berbeda-beda dan
. Formula dengan yang memberikan sifat fisik
d. Uji Iritasi paling baik pada sediaan Eyeliner dari Arang
Pengujian iritasi bertujuan untuk mengetahui Batok Kelapa adalah pada formula III dengan
terjadinya iritasi pada saat dioleskan pada kulit menggunakan bahan pengikat kombinasi
lengan bawah, dimana reaksi yang diamati Karbomer dan Methyl cellulosa.
terjadinya eritema dan edema.
V. DAFTAR PUSTAKA
Tabel 4. Uji Iritasi [1]Safitri, Meta dkk. 2016. Pengembangan
Relawan formulasi dan evaluasi fisik sediaan krim
Pernyataan Eyeliner
I II III ekstrak etanol 70% daun labu siam(Sechium
FI - - - edule (Jacq.)Swatz).Vol3. Sekolah
Eritema FII - - - Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal
FIII - - - Manajemen Pendidikan Dasar dan
FI - - - Menengah, Departemen Pendidikan
Edema FII - - - Nasional.
FIII - - - [2] Arsad, E. danHamdi, S. 2010.Jurnal Riser
Keterangan : IndustriHasilHutan.2. (2) : 44-46
+ : Terjadi reaksi [3] Rowe, Raymond C., dkk 2009, Handbook of
- : Tidak terjadi reaksi pharmaceutical Excipient,VIEdition.
Hasil pengamatan uji iritasi kulit untuk London ; Pharmaceutical Press.
mengetahui terjadinya efek samping pada kulit, Rowe, Raymond C., dkk 2009, Handbook of
dengan memakai eyeliner pada kulit bagian pharmaceutical Excipient, Sixth Edition.
dalam lengan bawah selama 2 hari berturut- London ; Pharmaceutical Press.
turut, ternyata tidak terlihat adanya efek Rowe, Raymond C., dkk 2009a, Handbook
samping berupa eritema dan edema pada kulit of pharmaceutical Excipient, Sixth Edition.
yang ditimbulkan oleh sediaan. London ; Pharmaceutical Press.
e. Uji Oles Rowe, Raymond C., dkk 2009b, Handbook
Uji oles dilakukan secara visual dengan of pharmaceutical Excipient, Sixth Edition.
cara mengoleskan sediaan eyeliner pada kulit London ; Pharmaceutical Press.
punggung tangan. Pelepasan zat warna yang [4] Wasitaatmadja, S.M. (1997). Penuntun Ilmu
tidak baik ditunjukan dengan sedikitnya warna Kosmetik Medik. Jakarta: UI Press. 33-37
yang menempel pada kulit punggung tangan,
3
[5] Barel, A.O., Marc. P., Howard, I.M. (2001).
Hanbook of Cosmetic Science and
Technology. New York: Marcel Dekker, Inc.
Halaman 110, 664-665.
[6] Masumah, Lif Anis. 2017. Formulasi dan
Uji Sifat Fisik Sediaan Blush On Dari
Ekstrak Kayu Secang (Caesalpinia sappan
L.).

Anda mungkin juga menyukai