Anda di halaman 1dari 2

Nama : Teresia Marpaung

Nim : 7163341040

TR 5

1. Apakah dengan menerbitkan obligasi suatu perusahaan sudah bisa dikatakan akan kembali
menjadi baik/sehat keuangannya?

Jawab:

Obligasi adalah utang jangka panjang yang akan dibayar kembali pada saat jatuh tempo
dengan bunga yang tetap. Obligasi juga disebut pendapatan tetap. Suatu perusahaan tidak
dapat juga dikatakan keuangannnya akan membaik jika menerbitkan obligasi karena membeli
obligasi bukan berarti bebas risiko . Risiko yang dihadapi yaitu risiko gagal bayar dan capital
loss. Risiko gagal bayar terjadi ketika perusahaan gagal membayar utangnya , sedangkan
capitall loss terjadi ketika nilai obligasi saat dicairkan lebih rendah daripada ketika
ditawarkan.

2. Apa syarat bagi suatu perusahaan menerbitkan obligasi?

Jawab:

Proses mekanisme penerbitan obligasi terdapat tiga cara yang bisa kita pilih, yaitu
penempatan terbatas (private placement), penawaran umum perdana (initial public offering
atau IPO), dan melalui lelang. Penerbitan obligasi negara di Indonesia pada mulanya
diterbitkan melalui mekanisme lelang dan kemudian juga dilakukan melalui private
placement. Sementara itu, penawaran umum perdana (IPO) merupakan cara yang sering
dipilih oleh perusahaan dalam melakukan penerbitan obligasi.

3. Mengapa suatu perusahaan lebih cenderung menerbitkan obligasi daripada meminjam ke


perbankan?

Jawab:
Menerbitkan obligasi menjadi salah satu alternatif mencari sumber pembiayaan untuk karena
cost of fund lebih rendah dibandingkan pinjaman perbankan dimana suku bunga kredit
sedang tinggi. Tingkat bunga tinggi bisa menambah beban keuangan perusahaan.

4. Apakah keuntungan dan kerugian pada saat seseorang membeli obligasi dalam bentuk
mata uang asing atau obligasi yang dikeluarkan oleh negara asing ? Misalnya membeli
obligasi Pemerintah Amerika Serikat. Jelaskan!

Jawab:

Pada saat seseorang membeli obligasi yang dijual oleh pemerintah asing seperti Pemerintah
Amerika Serikat maka ada dua sisi yang akan ia peroleh, pertama keuntungannya adalah akan
memperoleh kestabilan nilai mata uang walau terjadi fluktuasi, karena tetap dibayar dalam
mata uang dollar Amerika atau sesuai dengan perjanjian yang tertera denga jelas pada
obligasi tersebut. Adapun kerugian adalah harus megikuti aturan dan ketentuan yang berlaku
dan diterapkan oleh pemerintah negara yang bersangkutan, termasuk pada saat negara yang
bersangkutan mengalami default(gagal bayar) pada saat jatuh tempo dan kemudian ditunda
maka itu adalah resiko yang harus ditanggung. Sehingga disarankan untuk memerhatikan
sekali kinerja ekonomi dan pemerintahan negara yang bersangkutan, karena itu menjadi
garante bagi si pembeli obligasi.

5. Jika sebuah perusahaan menjual obligasi dan selanjutnya perusahaan tersebut mengalami
kebangkrutan, maka apah tindakan pemegang obligasi selanjutnya. Jelaskan!

Jawab:

Pada kondisi seperti ini si pemegang obligasi dapat menyerahkan kasus ini ke pengadilan.
Selanjutnya, pengadilan akan memperoleh lebih jauh. Persoalan lebih jauh adalah karena ini
menyangkut dengan permasalahan waktu maka penyelesaian masalah tidak bisa diselesaikan
secepat mungkin, atau pengadilan memberi keputusan yang cepat. Kondisi ini menyebabkan
dana yang seharusnya bisa dialihkan ke tempat yang lain menjadi terlambat atau tertahan
menunggu selesainya putusan di pengadilan, termasuk aturan pengadilan di berbagai tempat
dan berbagai negara bisa berbeda-beda.

Anda mungkin juga menyukai