Anda di halaman 1dari 4

Kurnia

| Pria dengan Kista pada Duktus Tiroglosus

Pria dengan Kista pada Duktus Tiroglosus



Kurnia Putra Wardhana
Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung

Abstrak
Kista duktus tiroglosus adalah kelainan perkembangan di mana saluran tiroglosus menetap setelah turunnya kelenjar tiroid.
Kista duktus tiroglosus merupakan salah satu massa kongenital asimtomatik yang paling sering ditemukan di daerah leher
(7%). Kista duktus tiroglosus dapat terjadi di sepanjang saluran tiroglosus, dengan 70% timbul di garis tengah anterior
leher, di bawah tulang hyoid. Pasien Laki-laki, usia 37 tahun datang ke rumah sakit dengan keluhan terdapat benjolan di
tengah leher yang membesar perlahan. Benjolan disadari sejak ±4 tahun sebelum masuk rumah sakit. Saat pasien menelan,
benjolan juga ikut bergerak. Pada pemeriksaan leher teraba massa di garis median trakea bentuk bulat, batas tegas dengan
ukuran 3,5x2,5 cm, mobile, konsistensi kistik, tidak nyeri, tidak ada nyeri tekan, ikut bergerak saat menelan dan
menjulurkan lidah. Dari pemeriksaan FNAB didapatkan hasil kista duktus tiroglosus. Penatalaksanaan dilakukan dengan
tindakan pembedahan. Penegakkan diagnosis dilakukan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan
penunjang. Tindakan pembedahan dilakukan dengan metode Sistrunk.

Kata kunci: kista duktus tiroglosus, sistrunk

MALE WITH THYROGLOSSAL DUCT CYST

Abstrack
Thyroglossal duct cyst is developmental malformation, where the thyroglossal tract fails to obliterate after descent of the
thyroid gland. Thyroglossal duct remnants are one of the most often seen congenital asymptomatic masses of the neck
region (7%). The thyroglossal duct cyst may occur anywhere along the thyroglossal duct itself, with 70% arising in the
anterior midline of the neck, below the level of the hyoid bone. A Male, aged 37 years came to the hospital with complaints
there is a lump that enlarged gradually in the middle of neck. Lump realized since ±4 years before entering the hospital.
When the patient swallows, the lump also move. On examination palpable neck mass in the midline trachea round shape,
well defined with a size of 3,5x2,5 cm, mobile, cystic consistency, no pain, no tenderness, come to move on swallowing and
stuck out his tongue. FNAB examination showed thyroglossal duct cysts. Management is done with surgery. The diagnosis is
based on history, physical examination and supporting examination. Surgery is performed with Sistrunk method.

Keywords: sistrunk , thyroglossal duct cyst

Korespondensi : Kurnia Putra Wardhana, S.ked, email kpwardhana@gmail.com


Pendahuluan bergerak saat menelan atau menjulurkan
Kista duktus tiroglosus adalah salah satu lidah. Diameter kista berkisar antara 2-4 cm,
massa kongenital asimtomatik yang paling kadang-kadang lebih besar. Kebanyakan kasus
sering ditemukan di daerah leher (7%).1 Kista kista duktus tiroglosus tidak diperhatikan dan
duktus tiroglosus dapat terjadi di sepanjang tidak didiagnosa sampai umur dewasa. Duktus
saluran tiroglosus, dengan 70% timbul di garis yang paten ini bisa menetap selama beberapa
tengah anterior leher, di bawah tulang hyoid.2 tahun atau lebih sehingga terjadi sesuatu
Kasus kista duktus tiroglosus biasanya stimulus yang bisa mengakibatan pembesaran
didiagnosis di usia muda tapi juga tidak jarang kista. 4-7
ditemukan pada orang dewasa.3 Penatalaksanaan dari kista duktus
Gejala yang ditimbulkan sebagian besar tiroglosus adalah tindakan pembedahan
bersifat asimtomatik dengan tanda klinis karena apabila dibiarkan kista tersebut akan
pembengkakan. Keluhan yang sering terjadi mengalami komplikasi berupa infeksi.
adalah adanya benjolan di garis tengah leher, Tindakan yang dilakukan dapat berupa eksisi
dapat di atas atau di bawah tulang hioid. sederhana atau prosedur Sistrunk. Pada teknik
Benjolan membesar dan tidak menimbulkan ini dilakukan pengangkatan kista dan reseksi
rasa tertekan di tempat timbulnya kista. duktus termasuk struktur di atasnya (meliputi
Konsistensi massa teraba kistik, berbatas tulang hioid). Rekurensi dari kista duktus
tegas, bulat, mudah digerakkan, tidak nyeri, tiroglosus setelah eksisi lengkap dengan
warna sama dengan kulit sekitarnya dan prosedur Sistrunk dilaporkan 2,6-5%. Pada

J Medula Unila|Volume 4|Nomor 3|Januari 2016|90



Kurnia | Pria dengan Kista pada Duktus Tiroglosus

eksisi kista dengan cara sederhana hasilnya Kemudian dilakukan pemeriksaan penunjang
menunjukkan tingkat rekurensi yang lebih dengan Fine Needle Aspiration Biopsy (FNAB)
tinggi yaitu 37-70%.2 Oleh karena itu prosedur dan didapatkan gambaran mengarah pada
Sistrunk lebih dipilih daripada eksisi sederhana kista duktus tiroglosus.
karena dapat mengurangi tingkat rekurensi. Penatalaksanaan dilakukan dengan
Terdapat beberapa komplikasi yang tindakan pembedahan. Pembedahan
dapat timbul bila kista duktus tiroglosus tidak dilakukan dengan menggunakan metode
ditatalaksana dengan baik. Inflamasi yang Sistrunk.
berulang dan infeksi merupakan komplikasi
yang paling sering yang menyertai perjalanan Pembahasan
kista ini. Infeksi pada kista biasanya didahului Kista duktus tiroglosus merupakan
oleh infeksi saluran pernafasan atas.8 suatu kelainan dimana terjadinya persistensi
Komplikasi lainnya yaitu tiroid ectopia, suatu pada duktus tiroglosus. Secara normal duktus
kondisi dimana kista mengandung jaringan ini seharusnya menghilang pada usia
ektopik tiroid. Kondisi ini jarang terjadi, kehamilan antara minggu ke-8 sampai ke-10
prevalensinya hanya sekitar 5%. Insidensi dan bagian inferior akhir dari duktus ini akan
karsinoma yang berasal dari kista duktus menjadi lobus piramidalis dari kelenjar
tiroglosus hanya muncul sekitar 1% dari tiroid.22 Namun apabila terjadi persistensi
seluruh kasus kista duktus tiroglosus.9 Faktor pada bagian manapun dari duktus tiroglosus,
resiko yang berperan dalam terjadinya sekresi dari epitel dalam duktus tersebut
karsinoma, antara lain riwayat terpapar (kemungkinan akibat sekunder dari infeksi dan
radiasi, riwayat penyakit tiroid, usia, ukuran inflamasi lokal berulang) dapat menyebabkan
tumor, penyebaran tumor dan faktor timbulnya lesi berbentuk kista yang disebut

histiopatologis.10 Sifat dari karsinoma ini kista duktus tiroglosus.12
adalah non agresif dan jarang menyebar Diagnosis pasien ini ditegakkan
melalui pembuluh limfatik.11 berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik dan
pemeriksaan penunjang. Dari anamnesis
Kasus didapatkan pasien mengeluhkan terdapat
Pasien Tn. N, usia 37 tahun datang ke benjolan di tengah leher. Benjolan dirasakan
rumah sakit dengan keluhan terdapat semakin lama semakin membesar. Benjolan
benjolan di tengah leher. Benjolan disadari juga ikut bergerak saat menelan. Kondisi ini
sejak ±4 tahun sebelum masuk rumah sakit. sesuai dengan manifestasi klinis dari kista
Awalnya benjolan sebesar biji salak dan dikira tiroglosus. Selain itu pasien juga memiliki
sebagai jakun, namun benjolan semakin lama riwayat batuk pilek berulang. Hal ini bisa
semakin membesar secara lambat. Saat pasien menjadi faktor resiko timbulnya kista
menelan, benjolan juga ikut bergerak. tiroglosus dimana salah satu teori mengatakan
Keluhan seperti nyeri menelan, nyeri tekan, infeksi tenggorok berulang akan merangsang
demam, perubahaan suara, penurunan berat sisa epitel traktus, sehingga mengalami
badan disangkal pasien, makan dan minum degenerasi kistik. Sumbatan duktus tiroglosus
normal. Keluhan berkeringat, berdebar-debar akan mengakibatkan terjadinya penumpukan
disangkal. Pasien memiliki riwayat batuk pilek sekret sehingga membentuk kista. Teori lain
berulang. mengatakan mengingat duktus tiroglosus
Dari hasil pemeriksaan fisik didapatkan terletak di antara beberapa kelenjar limfe di
keadaan umum tampak sakit sedang, leher, jika sering terjadi peradangan, maka
kesadaran compos mentis, gizi baik, tekanan epitel duktus juga ikut meradang, sehingga
darah 110/70 mmHg, nadi 76x/menit reguler, terbentuklah kista.6
isi dan tegangan cukup, pernafasan Pada pemeriksaan fisik leher teraba
20x/menit, suhu 36,4⁰C. Pada pemeriksaan massa di garis median trakea bentuk bulat
leher teraba massa di garis median trakea batas tegas dengan ukuran 3,5x2,5 cm,
bentuk bulat, batas tegas dengan ukuran mobile, konsistensi kistik, tidak terasa nyeri,
3,5x2,5 cm, mobile, konsistensi kistik, tidak tidak ada nyeri tekan, warna sama dengan
terasa nyeri, tidak ada nyeri tekan, warna warna kulit sekitarnya. Selain itu massa ikut
sama dengan warna kulit sekitarnya, ikut bergerak saat menelan dan menjulurkan lidah.
bergerak saat menelan dan menjulurkan lidah. Hal ini merupakan tanda patognomonis kista

J Medula Unila|Volume 4|Nomor 3|Januari 2016|91


Kurnia | Pria dengan Kista pada Duktus Tiroglosus

duktus tiroglosus yaitu massa yang ikut


bergerak keatas saat menelan dan saat lidah Simpulan
diprotrusikan.12, 13, 18 Penegakkan diagnosis kista duktus
Pemeriksaan penunjang pada duktus tiroglosus dilakukan berdasarkan anamnesis,
tiroglosus dapat secara langsung dengan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan
pemeriksaan FNAB maupun tidak langsung penunjang. Penatalaksanaan dilakukan
dengan Ultrasonography (USG) atau dengan tindakan pembedahan menggunakan
Computerized Tomography (CT) scan. Pada metode Sistrunk. Prosedur ini dapat
pasien ini telah dilakukan pemeriksaan FNAB menurunkan angka rekurensi dari kista duktus
dan didapatkan gambaran kista tiroglosus. tiroglosus.
Hasil ini mendukung penegakkan diagnosis
pada pasien ini.5 Daftar Pustaka
Penatalaksanaan pada pasien ini sudah
tepat dan sesuai indikasi yaitu dengan 1. Kurt A, Ortug C, Aydar Y, Ortug G. An
tindakan pembedahan. Indikasi pembedahan incidence study on thyroglossal duct cysts
pada kasus kista duktus tiroglosus adalah in adults. Saudi Med J. 2007 Apr;
adanya keluhan ukuran kista yang bertambah 28(4):593-7.
besar, kosmetik, riwayat massa yang terinfeksi 2. Bouquot JE. Thyroglossal duct cyst. The
serta kemungkinan terjadinya degenerasi Maxillofacial Center for Diagnostics &
maligna menjadi kanker.14,15 Research [internet]. 2015 [diakses
Metode pembedahan yang dilakukan tanggal 17 Mei 2015]. Tersedia dari:
pada kasus ini juga sudah tepat yaitu dengan http://www.
cara Sistrunk. Prosedur ini diperkenalkan oleh maxillofacialcenter.com/BondBook/softti
Walter Elis Sistrunk pada tahun 1920, yaitu ssue/thyroglossalcyst.html#Quick
melepaskan bagian tengah tulang hioid dan 3. Baisakhiya N. Giant thyroglossal cyst in an
eksisi kista duktus tiroglosus sampai elderly patient. Indian J Otolaryngol Head
seproksimal mungkin. Prosedur ini dapat Neck Surg. 2011; 63(1):27–8.
menurunkan angka rekurensi menjadi sekitar 4. Sunnati. Kista tiroglosus [skripsi]. Medan:
4%.14-16 Kegagalan pelepasan tulang hioid Universitas Sumatera Utara; 2003.
untuk membebaskan duktus secara simultan 5. Cohen JI. Massa jinak leher. Dalam:
merupakan penyebab terjadinya rekurensi Hingler AB, Editor. Boies Buku Ajar
terbesar pasca operasi.5 Kekambuhan setelah Penyakit THT. Edisi ke-6. Jakarta: EGC;
operasi juga meningkat bila pembedahan 2008.
tidak maksimal atau jika terinfeksi ulang.19-21 6. Montgomery WW. Surgery of the upper
Pada penderita ini telah dilakukan respiratory system. Edisi ke-2.
operasi dengan prosedur Sistrunk, yaitu Philadelphia: Lea & Febiger; 2005. hlm.
dilakukan pemotongan korpus hioid sepanjang 88.
10-15 mm dan membebaskan duktus ke arah 7. Colman BH. Disease of nose, throat and
proksimal kemudian dilakukan pemotongan ear and head and neck, a handbook for
seproksimal mungkin serta ligasi duktus untuk students and practitioners. Edisi ke-14.
mencegah kekambuhan. Perawatan pasca Singapore: ELBS; 2006. hlm. 183.
operasi adalah pemasangan drain. 8. Shah RN, Cannon TY, Shores CG.
Selain metode pembedahan Sistrunk, Infections and disorders of the neck and
ada beberapa cara untuk penatalaksanaa kista upper airway. Dalam: Tintinalli JE,
tiroglosus, yaitu dengan menyuntikkan bahan Stapczynski JS, Cline DM, Ma OJ, Cydulka
sklerotan ke dalam kista namun ternyata tidak RK, Meckler GD, et al. Tintinalli's
memberikan hasil yang memuaskan. Insisi dan Emergency Medicine: A Comprehensive
drainase, aspirasi perkutan, eksisi sederhana Study Guide. Edisi ke-7. New York:
serta reseksi untuk pengobatan kista McGraw- Hill; 2013.
dilaporkan memiliki kekambuhan tinggi 9. Yang YJ, Haghir S, Wanamaker JR,
berkisar 60-100%. Jadi tatalaksana Powers CN. Diagnosis of papillary
pembedahan dengan metode pembedahan carcinoma in a thyroglossal duct cyst by
Sistrunk pada pasien ini merupakan pilihan fine-needle aspiration biopsy. Arch
yang tepat. Pathol Lab Med. 2000; 124:139-42.

J Medula Unila|Volume 4|Nomor 3|Januari 2016|92



Kurnia | Pria dengan Kista pada Duktus Tiroglosus

10. Kazemi M, Assadi M, Kazemi AA, 17. Verma H. Thyroglossal duct cyst: an
Ghazvini LA. Primary papillary intralaryngeal extension. J Diseases and
carcinoma in thyroglossal duct cyst. Hell Disorders. 2014; 1(2):5-7.
J Nucl Med. 2006 Jan-Apr; 9(1):39-40. 18. Kentab OY, Qureshi N. Neck masses in
11. Aghaghazvini L, Mazaher H, Sharifian H, children. Dalam: Tintinalli JE, Stapczynski
Aghaghazvini S, Assadi M. Invasive JS, Cline DM, Ma OJ, Cydulka RK, Meckler
thyroglossal duct cyst papillary GD, et al. Tintinalli's Emergency
carcinoma: a case report. J Med Case Medicine: A Comprehensive Study
Reports. 2009; 3:9308. Guide. Edisi ke-7. New York: McGraw-Hill;
12. Acierno SP, Waldhausen JHT. Congenital 2011.
cervical cysts, sinuses and fistulae. 19. Slough MC, Dralle H. Diagnosis and
Otolaryngol Clin N Am. 2007; 40:161-76. treatment of thyroid and parathyroid
13. Lin DT, Deschler DG. Neck masses. disorders. Dalam: Bailey JB, Johnson TJ,
Dalam: Lalwani AK. Current Diagnosis Editors. Head and Surgery
and Treatment Otolaryngology Head Otolaryngology. Edisi ke-4. Phioladelphia:
and Neck Surgery. Edisi ke-3. McGraw- Lippincot Williams & Wilkins, 2006. hlm.
Hill Companies; 2012. hlm. 419. 1630-7.
14. Meyrs NE. Throglossal duct cyst. In: 20. Abdulrahman A, Jonaidel SO eds.
Myers NE ed Operative Otolaryngology Thyroglossal duct cyst. A
Head and Neck Surgery. Philadelphia: clinicopathological study of five cases.
W.B Saunders Company; 1997. hlm. 630- Saudi Dental J. 2003 May-Aug; 15 (2).
7. 21. Wijayahadi YR, Marmoprawiro MR.
15. Schwetschenau E, Kelley JD. The adult Kelainan kongenital pada kelenjar tiroid.
neck mass. Am Fam Physician. 2002 Sep; Dalam: Kelejar Tiroid. Kelainan, Diagnosis,
66(5):831-8. dan Penatalaksanaan. Surabaya: Jawi Aji,
16. Wright TS, Newlands. Embriology of the 2000. hlm. 18-21.
neck and neck masses. Grand Rouns 22. Koeller KK, Alamo L, Adair CF,
Presentation, UTMB. Dept. of Smirniotopoulos JG. Congenital cystic
Otolaryngology; 2005. masses of the neck: radiologic-pathologic
correlation. RadioGraphics. 2007; 19.
hlm. 121-46.

J Medula Unila|Volume 4|Nomor 3|Januari 2016|93