Anda di halaman 1dari 7

KREDITASI BERMUTU UNTUK PENDIDIKAN BERMUTU

BADAN AKREDITASI NASIONAL SEKOLAH/MADRASAH Kompleks Ditjen Dikdas dan


Dikmen, Kemdikbud, Gedung F Lantai 2 Jl. RS Fatmawati, Cipete, Jakarta Selatan,
Telepon/Fax: Website: ban-sm.or.id ; MATERI I AKREDITASI BERMUTU UNTUK
PENDIDIKAN BERMUTU Disampaikan pada : TOT Asesor Akreditasi SD/MI Bali, Oktober
2012 Batam, 28 Oktober – 1 November 2012 Makassar, 5-9 November 2012

2 LINGKUP PRESENTASI Latar belakang Kedudukan, Peran, dan Fungsi BAN-S/M


Capaian dan Prospek Akreditasi Strategi Penyelenggaraan Akreditasi

3 I. LATAR BELAKANG

4 Kerangka Filosofi Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan yang bermutu.
[amanat UUD 45] Evaluasi pendidikan adalah kegiatan pengendalian, penjaminan, dan
penetapan mutu pendidikan terhadap berbagai komponen pendidikan pada setiap jalur, jenjang,
dan jenis pendidikan sebagai bentuk pertanggungjawaban penyelenggaraan pendidikan. [UU
Sisdiknas Pasal 1]

5 Dasar Hukum UU No.20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas (Pasal 60).


PP No.19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Pasal 86 dan 87). PP No. 17 Tahun
2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan. Permendikbud No. 59 Tahun 2012
tentang Badan Akreditasi Nasional. Kepmendikbud No. 193/P/2012 tentang Perubahan atas
Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 174/P/2012 tentang Anggota Badan
Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi, Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah, dan Badan
Akreditasi Nasional Pendidikan Non Formal Periode Tahun Permendiknas Nomor 2 Tahun 2010
tentang Rencana Strategis Kementerian Pendidikan Nasional Surat Edaran Dirjen Pendidikan
Islam No. SE.DJ.I/PP.00/05/ 2008 tentang Akreditasi Madrasah.

Advertisements

6 Akreditasi UU N0. 20/2003 tentang SISDIKNAS


Akreditasi dilakukan untuk menentukan kelayakan program dan/atau satuan pendidikan pada
jalur pendidikan formal dan non-formal pada setiap jenjang dan jenis pendidikan. [Pasal 60 ayat
(1)] Akreditasi terhadap program dan satuan pendidikan dilakukan oleh pemerintah dan/atau
lembaga mandiri yang berwenang sebagai bentuk akuntabilitas publik. [Pasal 60 ayat (2)]

7 Pengertian Akreditasi Sekolah/Madrasah (PP No. 19/2005)


Akreditasi adalah kegiatan penilaian kelayakan program dan/atau satuan pendidikan berdasarkan
kriteria yang telah ditetapkan [Pasal 1 ayat 21] Pemerintah melakukan akreditasi pd setiap
jenjang dan satuan pendidikan untuk menentukan kelayakan program dan/atau satuan
pendidikan. [Pasal 86 ay 1] Akreditasi merupakan bentuk akuntabilitas publik dilakukan secara
obyektif, adil, transparan, dan komprehensif dengan menggunakan instrumen dan kriteria yang
mengacu kepada Standar Nasional Pendidikan [Pasal 86 ayat 3]

8 Akreditasi S/M (Permendikbud 59/2012)


Akreditasi sekolah/madrasah adalah suatu kegiatan penilaian kelayakan program dan satuan
pendidikan dasar dan menengah berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan untuk memberikan
penjaminan mutu pendidikan sekolah/madrasah. [Pasal 1 ayat (7)] Untuk melaksanakan
akreditasi S/M, pemerintah membentuk BAN-S/M [Pasal 2 ayat (1a)]

9 PERAN BAN-S/M DALAM PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN SESUAI


SISDIKNAS
PENJAMINAN MUTU EKSTERNAL : dilakukan oleh berbagai pihak /institusi di luar satuan
pendidikan yang secara formal memiliki tugas dan fungsi berkaitan dengan penjaminan mutu
pendidikan baik secara langsung/tidak langsung. PENJAMINAN MUTU INTERNAL :
dilakukan oleh masing-masing satuan pendidikan. Kedua model pendekatan tersebut,
sungguhpun dapat dibedakan, tetapi memiliki keterkaitan satu sama lain, termasuk keterkaitan
antar institusi eksternal dimaksud.

Advertisements

10 PENJAMINAN MUTU EKSTERNAL


ADA 4 PILAR POKOK DLM PENJAMINAN MUTU EKSTERNAL Penetapan Standar
Nasional Pendidikan (penetapan oleh Menteri, pengembangan, pemantauan, dan pengendalian
SNP oleh BSNP) PP 19/2005 psl.76 dan 77. Pemenuhan SNP pada setiap satuan pend (oleh Pem
Provinsi, Pem Kab /Kota, LPMP, dan institusi pembina pend Pusat), PP19/2005 psl 92.
Penentuan Kelayakan Satuan/Program (Pengecekan derajat-pemenuhan SNP yang dicapai
satuan/program pend): melalui penilaian kelayakan satuan/program pend mengacu pada kriteria
SNP, sbg bentuk akuntabilitas publik), UU 20/2003 psl 60, Permendikbud 59/2012 psl 1
AKREDITASI oleh BAN S/M , PP 19/2005 psl 86 dan 87. Penilaian Hasil Belajar (PHB) dan
Evaluasi Pendidikan: Ujian Nasional, USBN, Sertifikasi Lulusan, berbagai bentuk ujian lainnya,
dan evaluasi kinerja pend oleh Pusat, Pem Provinsi, Pem Kab/Kota serta Lembaga Evaluasi
Mandiri. (PP 19/2005)

11 PERAN BAN-S/M DALAM PENJAMINAN MUTU


BAN-S/M, memberikan rekomendasi penjaminan mutu pendidikan kpd program dan/atau satuan
pendidikan yang diakreditasi, kpd Pemerintah, dan Pemerintah Daerah. PP 19/2005 Bab XV psl
91 (5)

12 PENJAMINAN MUTU OLEH PEMERINTAH


(PP 17 Tahun 2010) Dalam rangka penjaminan mutu pendidikan: Pemerintah menyelenggarakan
dan/atau memfasilitasi : a. akreditasi program pendidikan; b. akreditasi satuan pendidikan; c.
sertifikasi kompetensi peserta didik; d. sertifikasi kompetensi pendidik; dan/atau e. sertifikasi
kompetensi tenaga kependidikan. (Pasal 12 ayat 2) Pemerintah provinsi mengoordinasikan dan
memfasilitasi akreditasi program dan satuan pendidikan. (Pasal 23 ayat 3) Pemerintah
kabupaten/kota memfasilitasi akreditasi program dan satuan pendidikan. (Pasal 34 ayat 3)

13 II. Kedudukan, Peran, dan Fungsi BAN-S/M

14 VISI BAN-S/M “Terwujudnya lembaga akreditasi sekolah/madrasah yang profesional dan


terpercaya”
15 MISI BAN-S/M Mengembangkan sistem penyelenggaraan akreditasi yang efektif dan efisien
sebagai bagian dari penjaminan mutu pendidikan nasional Mengembangkan perangkat akreditasi
dan mekanisme yang tepat dan bermutu. Mengembangkan integritas dan kompetensi pengelola
dan pelaksana akreditasi. Mengembangkan jejaring akreditasi dengan berbagai pemangku
kepentingan. Mengembangkan sistem informasi akreditasi sebagai bagian dari akuntabilitas
publik dan mendukung pengambilan keputusan. Mengembangkan jejaring dan kemitraan dengan
institusi akreditasi negara lain.

Advertisements

16 Sifat dan Kedudukan BAN-S/M


Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah yang selanjutnya disebut BAN-S/M adalah badan
evaluasi mandiri yang menetapkan kelayakan program dan satuan pendidikan jenjang pendidikan
dasar dan menengah jalur formal dengan mengacu pada standar nasional pendidikan.
[Permendikbud No.59/2012, Pasal 1 ayat 2] BAN-S/M merupakan badan nonstruktural yang
bersifat nirlaba dan mandiri yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri
[Permendikbud No.59/2012, Pasal 2 ayat 2]

17 TUGAS BAN-S/M Merumuskan kebijakan operasional


Melakukan sosialisasi kebijakan Melaksanakan akreditasi sekolah/madrasah (Permendikbud No.
59/2012 Pasal 9 Ayat 1)

18 FUNGSI BAN-S/M merumuskan kebijakan dan menetapkan akreditasi sekolah/ madrasah;


merumuskan kriteria dan perangkat akreditasi sekolah/madrasah untuk diusulkan kepada
Menteri; melaksanakan sosialisasi kebijakan, kriteria, dan perangkat akreditasi
sekolah/madrasah; melaksanakan akreditasi sekolah/madrasah; mengevaluasi pelaksanaan dan
hasil akreditasi sekolah/madrasah; memberikan rekomendasi tentang tindak lanjut hasil
akreditasi; mengumumkan hasil akreditasi sekolah/madrasah secara nasional; melaporkan hasil
akreditasi sekolah/madrasah kepada Menteri; dan melaksanakan ketatausahaan BAN-S/M.

19 Badan Akreditasi Provinsi Sekolah/Madasah (BAP-S/M)


Dalam melaksanakan akreditasi, BAN-S/M dibantu oleh BAP-S/M dibentuk oleh Gubernur [PP
No. 19/2005, Pasal 87 ] Badan Akreditasi Provinsi Sekolah/Madrasah yang selanjutnya disebut
BAP-S/M adalah badan evaluasi mandiri di provinsi yang membantu BAN S/M dalam
pelaksanaan akreditasi [Permendikbud No. 59/2012, Pasal 1 ayat 3] Dalam pelaksanaan
akreditasi, BAN-S/M dibantu oleh BAP-S/M [Permendikbud No. 59/2012 Pasal 10) 19

20 TUGAS BAP-S/M (1) Melakukan sosialisasi kebijakan dan pencitraan BAN-S/M dan BAP-
S/M kepada Pemprov, Kanwil Kemenag, Kankemenag, S/M, dan masy. pendidikan pada
umumnya. Merencanakan program akreditasi S/M yang menjadi sasaran akreditasi. Menugaskan
asesor untuk melakukan visitasi. Mengadakan pelatihan asesor sesuai dengan pedoman yang
ditetapkan oleh BAN-S/M. Menetapkan hasil peringkat akreditasi melalui Rapat Pleno Anggota
BAP-S/M. Menyampaikan laporan pelaksanaan program dan pelaksanaan akreditasi serta
rekomendasi tindak lanjut kepada BAN-S/M dan kepada Gubernur. Menyampaikan laporan hasil
akreditasi dan rekomendasi tindak lanjut kepada Dinas Pendidikan Provinsi, Kanwil Depag, dan
LPMP.
Advertisements

21 TUGAS BAP-S/M (2) Menyampaikan laporan hasil akreditasi dan rekomendasi tindak lanjut
kepada Pemerintah Kab/Kota, Kankemenag, dan satuan pendidikan dalam rangka penjaminan
mutu sesuai lingkup kewenangan masing-masing. Mengumumkan hasil akreditasi kepada
masyarakat, baik melalui pengumuman maupun media massa. Mengelola sistem basis data
akreditasi. Melakukan monitoring dan evaluasi secara terjadwal terhadap kegiatan akreditasi.
Melaksanakan kesekretariatan BAP-S/M. Merumuskan tugas pokok dan fungsi sesuai dengan
kerangka tugas pokok BAP-S/M, dan Melaksanakan tugas lain sesuai kebijakan BAN-S/M.

22 TUGAS UPA KAB/KOTA Dengan penugasan dari BAP-S/M, UPA-S/M membantu BAP-
S/M dalam hal: Sebagai penghubung antara BAP-S/M dengan Dinas Pendidikan dan
Kankemenag. Mengusulkan jumlah S/M yang akan diakreditasi kepada BAP-S/M. Mengusulkan
jumlah asesor yang dibutuhkan untuk kab/kota yang bersangkutan. Menyusun data S/M yang
telah dan akan diakreditasi di tingkat kab/kota Mengkoordinasikan sasaran penugasan asesor.
Mengkoordinasikan jadwal pemberangkatan asesor. Menyiapkan perangkat akreditasi dan adm.
bagi asesor. Melaporkan pelaksanaan kegiatan, dan Melaksanakan tugas lain yang ditetapkan
oleh BAP-S/M.

23 Unit Pelaksana Akreditasi BAP-S/M KAB/KOTA


STRUKTUR HUBUNGAN KERJA AKREDITASI S/M MENAG MENDIKBUD DITJEN
PENDIS DITJEN DIKDAS DITJEN DIKMEN BADAN PSDMP & PMP BALITBANG BAN-
S/M BSNP GUBERNUR KANWIL KEMENAG DISDIK PROVINSI LPMP BAP-S/M
BUPATI/ WALIKOTA Asesor KANTOR KEMENAG DISDIK KAB/KOTA Unit Pelaksana
Akreditasi BAP-S/M KAB/KOTA MADRASAH SEKOLAH Instruksi Koordinasi Konsultasi
Alur akreditasi Koordinasi dan Konsultasi

24 Tujuan Akreditasi S/M Memberikan informasi tentang kelayakan S/M sebagai satuan
pendidikan atau program pendidikan berdasarkan Standar Nasional Pendidikan. Memberikan
pengakuan peringkat kelayakan. Memberikan rekomendasi tentang penjaminan mutu pendidikan
kepada program dan/atau satuan pendidikan yang diakreditasi dan pihak terkait (rekomendasi
tindak lanjut).

25 Manfaat Akreditasi S/M


Acuan dalam upaya peningkatan mutu S/M dan rencana pengembangan S/M. Motivator agar
S/M terus meningkatkan mutu pendidikan secara bertahap, terencana, dan kompetitif baik di
tingkat kabupaten/kota, provinsi, nasional bahkan regional dan internasional. Umpan balik dalam
usaha pemberdayaan dan pengembangan kinerja warga S/M dalam rangka menerapkan visi,
misi, tujuan, sasaran, strategi, dan program S/M.

26 Manfaat Akreditasi S/M


4. Membantu mengidentifikasi S/M dan program dalam rangka pemberian bantuan pemerintah,
investasi dana swasta dan donatur atau bentuk bantuan lainnya. 5. Bahan informasi bagi S/M
sebagai masy. belajar untuk meningkatkan dukungan dari pemerintah, masy, maupun sektor
swasta dalam hal profesionalisme, moral, tenaga, dan dana.
27 Fungsi Akreditasi S/M Akuntabilitas, yaitu sebagai bentuk pertanggung-jawaban S/M kepada
publik, apakah layanan yang dilakukan dan diberikan oleh sekolah/ madrasah telah memenuhi
harapan atau keinginan masyarakat. Pengetahuan, yaitu sebagai informasi bagi semua pihak
tentang kelayakan S/M dilihat dari berbagai unsur terkait yang mengacu pada standar minimal
beserta indikator-indikatornya. Pembinaan dan pengembangan, yaitu sebagai dasar bagi S/M,
pemerintah, dan masyarakat dalam upaya peningkatan atau pengembangan mutu S/M.

28 Lingkup Akreditasi Satuan Pendidikan


(Permendikbud No. 59 Tahun 2012) Sekolah Dasar (SD)/Madrasah Ibtidaiyah (MI). Sekolah
Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs). Sekolah Menengah Atas
(SMA)/Madrasah Aliyah (MA). Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)/Madrasah Aliyah Kejuruan
(MAK). Sekolah Luar Biasa (SLB) yang terdiri dari Taman Kanak-kanak Luar Biasa (TKLB),
Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB), Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama Luar Biasa (SLTPLB),
dan Sekolah Menengah Luar Biasa (SMLB). satuan pendidikan formal lain yang sederajat

29 Persyaratan Mengikuti Akreditasi Sekolah/Madrasah


Memiliki Surat Keputusan Pendirian/ Operasional Sekolah/Madrasah. Memiliki peserta didik
pada semua tingkatan kelas. Memiliki sarana dan prasarana pendidikan. Memiliki pendidik dan
tenaga kependidikan. Melaksanakan kurikulum yang berlaku, dan Telah menamatkan peserta
didik.

30 III. Capaian dan Prospek Akreditasi

31 Hasil akreditasi sudah mulai diakui oleh berbagai pihak, sebagai bagian dari mata rantai
penjaminan mutu sistem pendidikan nasional. Berbagai lembaga donor seperti: AusAid, Uni
Eropa, Usaid, dll, mulai menggunakan hasil akreditasi sebagai salah satu indikator mutu
pendidikan. Sejak tahun 2010 Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN)
melalui jalur undangan telah menggunakan peringkat akreditasi sebagai salah satu kriteria bagi
sekolah/madrasah. Direktorat di lingkungan Kemdikbud dan Kemenag telah menggunakan
peringkat akreditasi sebagai dasar pemberian bantuan (hibah) ke sekolah/madrasah Beberapa
Dinas Provinsi/Kabupaten/Kota dan Kanwil Kemenag mulai memperhatikan peta hasil akreditasi
dan analisis hasil akreditasi sebagai bagian penting di dalam penyusunan program-program
pembinaan pendidikan.

32 Akreditasi tidak boleh dipandang hanya sebagai pengakuan dan pemberian peringkat kepada
satuan pendidikan tetapi harus berperan membantu satuan pendidikan dengan memberi masukan
berdasarkan hasil dan analisisnya untuk memperbaiki kinerja dan mutu layanan serta lulusannya,
sebagaimana lembaga akreditasi di luar negeri, sehingga satuan pendidikan merasakan manfaat
akreditasi Pengembangan akhlak mulia/budi pekerti harus secara intensif dan terpadu, sehingga
harus masuk di dalam salah satu fokus akreditasi, agar sekolah/madrasah memberikan perhatian
semestinya, mengingat pendidikan budi pekerti tidak diujikan secara nasional. Sistem akreditasi
online perlu dilanjutkan serta disempurnakan, karena terbukti mendapatkan respon positif dari
kalangan satuan pendidikan menengah. Sesuai rencana, tahun 2014 seluruh provinsi dapat
melaksanakan.

33 IV. Strategi Pelaksanaan Akreditasi


36 Akreditasi Online Pengertian dan Lingkup Akreditasi Online
Akreditasi online adalah proses akreditasi yangdilakukan dengan menggunakan teknologi
informasi dan komunikasi serta jaringan internet secara online yang dilaksanakan oleh BAN-
S/M, BAP-S/M , dan sekolah/madrasah yang diakreditasi. Proses akreditasi yang dilaksanakan
secara online ini mencakup: Informasi umum tentang pelaksanaan akreditasi online Pemberian
informasi tentang panduan, perangkat dan prosedur akreditasi dalam website BAN-S/M:
Pengunduhan keseluruhan bahan akreditasi online Pengisian instrumen akreditasi oleh
sekolah/madrasah yang akan diakreditasi Pengiriman instrumen akreditasi yang sudah diisi
kepada BAP-S/M Pemberitahuan tentang waktu vistasi oleh BAP-S/M Pertanyaan-pertanyaan
yang diajukan oleh BAN-S/M tentang persoalan yang belum jelas

37 Akreditasi Online 2. Tujuan


Mempercepat proses pelaksanaan akreditasi dengan menggunakan ICT Meningkatkan efisiensi
pelaksanaan akreditasi Mengikuti perkembangan dan kemajuan teknologi informasi yang
diterapkan dalam proses akreditasi Mempercepat proses komunikasi antara BAP-S/M dan
sekolah/madrasah dalam proses akreditasi secara akurat dan profesional Memanfaatkan SIA-S/M
yang telah dikembangkan oleh BAN-S/M

38 Akreditasi Online Manfaat


Meningkatkan kredibilitas dan profesionalitas BAN-S/M dalam pelaksanaan akreditasi Untuk
mewujudkan badan akreditasi yang independen, maju, dan modern Meningkatkan kemampuan
sekolah/madrasah dalam menggunakan ICT dalam proses akreditasi secara cepat, tepat dan
akurat Membawa perubahan di kalangan guru, siswa, dan orang tua dalam penggunaan ICT di
sekolah/madrasah

39 Akreditasi Online Syarat Memenuhi persyaratan umum untuk diakreditasi


Memiliki fasilitas ICT dan jaringan internet Memiliki SDM yang terampil untuk mengoperasikan
ICT

40 PROVINSI PELAKSANA AKREDITASI ON-LINE 2012


Sumatera Selatan DKI Jakarta Jawa Barat Jawa Tengah Kalimantan Timur Sumatera Utara
Kepulauan Riau Bengkulu Banten D.I. Yogyakarta Jawa Timur Bali Kalimantan Selatan Aceh
Lampung

41 Terima kasih