Anda di halaman 1dari 3

TUGAS INDIVIDU

MATA KULIAH EPIDEMIOLOGI


CONTOH TEORI SIMPUL PADA MASALAH KESEHATAN
LINGKUNGAN

Zulfifa Nita Haryanti


R0216108
Kelas B

PROGAM DIPLOMA IV KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
Surakarta
2019
TEORI SIMPUL
PENULARAN PENYAKIT DIARE TERHADAP MANUSIA

1. Simpul 1 yaitu sumber penyakit. Sumber penyakit adalah titik yang


menyimpan dan/atau menggandakan agen penyakit serta mengeluarkan atau
mengemisikan agen penyakit. Agen penyakit adalah komponen lingkungan
yang dapat menimbulkan gangguan penyakit melalui media perantara
(Achmadi, 2013). Menurut widoyono, 2008 penyebab diare dapat
dikelompokkan menjadi :
a. Virus : Rotavirus (40-60%), Adenovirus
b. Bakteri : Escherichia coli (20-30%), Shigella sp (1-2%),
Vibrio Cholera
c. Parasit : Entamoeba histolytica (<1%), Giardia lamblia,
Cryptosporidium (4-11%)
d. Keracunan makanan
e. Malabsopsi : Karbohidrat, lemak, dan protein
f. Alergi : Makanan, susu sapi

2. Simpul 2 yaitu media transmisi penyakit. Media tramsmisi penyakit adalah


komponen lingkungan yang dapat memindahkan agen penyakit. Media
transmisi tidak akan memiliki potensi penyakit kalau didalamnya tidak
mengandung agen penyakit (Achmadi, 2013). Media transmisi untuk
penularan diare adalah air, udara, makanan atau minuman masuk ke dalam
mulut manusia yang mengandung mikroorganisme patogen, lalat, udara dan
manusia.

3. Simpul 3 yaitu perilaku pemajanan (behavioral exposure). Perilaku


pemajanan adalah jumlah kontak antara manusia dengan komponen
lingkungan yang mengandung potensi bahaya penyakit (Achmadi, 2013).
Perilaku pemajanan pada sebuah penyakit dipengaruhi oleh umur,
kebiasaan/perilaku, kekebalan begitu juga penyakit diare dipengaruhi oleh
ketiga hal tersebut. Biomarker adalah tanda biologi untuk mengetahui agen
penyakit dalam tubuh penderita. Biomarker diare adalah ditemukan E-coli
pada tinja penderita. Penyebaran kuman yang menyebabkan diare biasanya
menyebar melalui fekal oral antara lain melalui makanan atau minuman
yang tercemar tinja dan atau kontak langsung dengan tinja penderita.
Beberapa perilaku yang dapat menyebabkan penyebaran kuman enterik dan
meningkatkan risiko terjadinya diare, antara lain tidak memberikan ASI
(Air Susu Ibu) secara penuh 4/6 bulan pada pertama kehidupan,
menggunakan botol susu, menyimpan makanan masak pada suhu kamar,
menggunakan air minum yang tercemar, tidak mencuci tangan dengan
sabun sesudah buang air besar atau sesudah membuang tinja anak atau
sebelum makan atau menyuapi anak, dan tidak membuang tinja dengan
benar.

4. Simpul 4 yaitu kejadian penyakit. Kejadian penyakit merupakan outcome


hubungan interaktif antara penduduk dengan lingkungan yang memiliki
potensi bahaya gangguan kesehatan (Achmadi, 2013). Apabila faktor
lingkungan tidak sehat karena tercemar kuman diare serta berakumulasi
dengan perilaku yang tidak sehat pula, yaitu melalui makanan dan
minuman, maka dapat menimbulkan kejadian diare. Manifestasi dampak
akibat hubungan antara penduduk dengan lingkungan menghasilkan
penyakit pada penduduk dalam hal ini berupa sakit atau sehat. Penelitian
menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara sanitasi
lingkungan dengan kejadian diare.