Anda di halaman 1dari 9

AKUNTANSI PERHOTELAN

SAP 13

PENYUSUNAN BUDGET OPERASIONAL PADA USAHA PERHOTELAN

Dosen Pengampu: Dr. I Gusti Ngurah Agung Suaryana, S.E.,M.Si.

OLEH KELOMPOK 7:
Nyoman Sutrisna Dewi (1506305003)
Melinda Limanto (1506305047)
Ni Komang Ayu Julia Praba Dewi (1506305049)
Luh Made Intan Pratiwi (1506305065)
Ni Ketut Ressa Mahayani (1506305083)

JURUSAN AKUNTANSI
PROGRAM S1 REGULER
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS UDAYANA
TAHUN 2018
1. Analisis Vertikal dan Horizontal
Laporan keuangan hotel yang terdiri dari neraca, laporan perubahan ekuitas,
laporan laba rugi dan laporan arus kas memuat informasi penting bagi pihak –
pihak yang berkepentingan atas kinerja dan prospek hotel. ]
Dalam praktiknya, terdapat dua macam metode analisis laporan keuangan
yang biasa dipakai, yaitu sebagai berikut:
1. Analisis Vertikal (Statis)
Analisis vertikal merupakan analisis yang dilakukan terhadap hanya
satu periode laporan keuangan saja.
2. Analisis Horizontal (Dinamis)
Analisis horizontal merupakan analisis yang dilakukan dengan
membandingkan laporan keuangan untuk beberapa periode.

2. Analisis Rasio
Beberapa rasio keuangan yang lazim diterapkan untuk mengevaluasi kinerja
keuangan hotel diantaranya:
1. Rasio Likuiditas
Rasio likuiditas adalah rasio yang menunjukkan kemampuan
perusahaan dalam melunasi hutang–hutang jangka pendeknya.
1) Current Ratio
Current ratio membandingkan antara aktiva lancar dengan utang
lancar, karena rasio ini mengukur kemampuan hotel dalam memenuhi
kewajiban jangka pendeknya.
Bagi pemilik dan manajemen hotel, current ratio yang relatif kecil
akan lebih baik karena pada rasio ini terdapat unsur persediaan bahan
makanan yang bila dimiliki dalam jumlah yang relatif besar akan
memberikan pengaruh pada kinerja operasional hotel, yaitu
kemungkinan kerusakan dan menurunnya mutu persediaan bahan
makanan.
current asset
Current Ratio=
current liabilities
2) Rasio Cepat (Acid Test Ratio)

1
Rasio ini membandingkan aktiva lancar yang benar – benar likuid
dengan kewajiban lancar hotel.
Kas+ Piutang+ Surat Berharga Jangka Pendek
Acid Test Ratio=
Utang Lancar
3) Tingkat Perputaran Piutang (Account Receivable Turnover – ARTO)
Rasio ini mengukur tingkat perputaran piutang hotel menjadi kas.
Informasi yang dapat diungkap dari rasio ini adalah makin tinggi rasio
ini berarti bahwa piutang makin cepat menjadi kas.
Penjualan kredit
ARTO=
Rerata Piutang
4) Jangka Waktu Pengutipan Piutang (Average Collection Period – ACP)
Rasio ini mengukur jangka waktu piutang menjadi kas. Makin
pendek jangka waktu yang dihasilkan, makin pendek usia piutang
sehingga makin cepat pula menjadi tunai. Hasil rasio ini dapat
dianalisis lebih lanjut untuk mengungkap informasi berikut:
a. Kualitas kebijakan kredit yang diberikan oleh hotel.
b. Aktivitas penagihan yang dilakukan bagian kredit/penagihan hotel,
yang mencerminkan kepatuhan pada kebijakan kredit hotel.
c. Kualitas debitur hotel.
Formula untuk menghitung rasio ini adalah sebagai berikut:
365 hari
ACP=
ARTO
5) Arus Kas Operasional atas Utang Lancar (Operating Cash Flows To
Current Liabilities Ratio – OCFCL)
Rasio ini mengungkapkan informasi mengenai besaran arus kas
dari kegiatan operasional hotel dibandingkan dengan kewajiban jangka
pendek hotel. Hasil rasio ini mengungkapkan informasi bahwa makin
tinggi rasio ini, makin baik sumber kas hotel dari kegiatan
operasionalnya.
operating cash flows
OCFCL=
Rerata utang lancar
2. Rasio Solvabilitas
Rasio solvabilitas adalah rasio yang mengukur kemampuan hotel untuk
memenuhi kewajiban jangka panjangnya. Investor umumnya lebih

2
menyukai risiko yang lebih kecil dengan mengamati rasio solvabilitas
hotel. Rasio solvabilitas terdiri dari beberapa rasio diantaranya:
1) Rasio Solvabilitas (Solvency Ratio)
Rasio ini membandingkan jumlah aset yang dimiliki oleh hotel
dengan kewajiban hotel. Makin kecil rasio ini, makin tinggi financial
leverage yang dilakukan oleh hotel yang bersangkutan.
Pemilik memerlukan rasio yang rendah karena dapat
memaksimalkan kapasitas hotel dengan utang jangka panjang dan
beban bunga yang harus ditanggung. Di sisi lain, kreditur
menginginkan rasio yang tinggi untuk keamanan dana yang
ditanamkan pada hotel dalam jangka panjang.
total asset
Solvency Ratio=
total liabilities
2) Rasio Ekuitas Utang (Debt Equity Ratio – DER)
Rasio ini digunakan dalam mengukur kemampuan pemilik hotel
untuk memenuhi seluruh kewajiban hotel. Dengan rasio ini, dapat
diungkapkan berapa besar modal sendiri (ekuitas) pemilik hotel
dibandingkan dengan total utang dalam pendanaan hotel. Makin tinggi
rasio ini, makin tinggi risiko yang dihadapi oleh kreditur untuk dana
yang diinvestasikan pada hotel.
total liabilities
DER= '
total owne r s equity

3) Number of Times Interest Earned Ratio – NTIE


Rasio ini mengukur kemampuan hotel dalam menutupi beban
bunga jangka panjang dibandingkan dengan laba sebelum bunga dan
pajak (EBIT) yang dihasilkan oleh hotel. Makin tinggi rasio ini, makin
baik dan makin besar kemungkinan kreditur mendapatkan pembayaran
bunga dari hotel.
EBIT
NTIE=
Interest Expense
3. Rasio Aktivitas

3
Rasio aktivitas adalah rasio untuk mengungkapkan informasi
mengenai efektivitas manajemen dalam mengelola sumber daya hotel.
Rasio aktivitas terdiri dari beberapa rasio diantaranya:
1) Perputaran Persediaan (Inventory Turnover − ITO)
Rasio ini mengungkapkan informasi tingkat kecepatan berputar
persediaan bahan makanan dan minuman dalam satu periode, misalnya
sebulan.
Harga Pokok Makanan/ Minuman Konsumsian
ITO=
Rerata Persediaan
2) Jangka Waktu Perputaran Persediaan (Days Of Turnover−DTO)
Rasio ini merupakan varian dari ITO, yaitu mengukur berapa lama
waktu (hari) yang diperlukan untuk satu kali perputaran bahan
makanan untuk periode satu bulan. Formula untuk menghitung rasio
ini adalah sebagai berikut:
30 hari
DTO=
ITO
3) Perputaran Aset (Asset Turnover − ATO)
Rasio ini mengungkapkan efektivitas manajemen dalam mengelola
aset hotel yang digunakan. Bisnis hotel menggunakan aset dalam
jumlah besar untuk kegiatan operasionalnya, seperti kamar, restoran,
bar dan lainnya.
Dalam menentukan perputaran aset ini, hal yang perlu diperhatikan
adalah bahwa nilai aset yang diterapkan dalam perhitungan adalah nilai
buku aset.
total revenue
ATO=
average total asset

4) Persentase Tamu yang Bayar (Paid Occupancy Percentage − POP)


Rasio ini membandingkan jumlah kamar yang dijual kepada tamu
dengan jumlah kamar yang ditawarkan oleh hotel. Makin tinggi rasio
ini, makin tinggi persentase kamar hotel yang berhasil dijual kepada
tamu.
rooms occupied
POP=
available rooms
5) Persentase Tamu Komplimen (Complimentary Occupancy Percentage
− COP)

4
Memberikan jasa kamar dengan gratis kepada pihak – pihak
tertentu misalnya agen perjalanan, pada saat check-out
(complimentary) merupakan salah satu cara promosi hotel.
complimentary rooms
COP=
rooms available
6) Persentase Hunian Ganda (Double Occupancy Percentage − DOP)
Rasio ini mengungkapkan informasi jumlah kamar yang dihuni
oleh lebih dari satu orang atau dihuni oleh dua orang. Tingkat hunian
ganda yang tinggi akan memberikan pengaruh positif atas penjualan
kamar. Pada sisi lain, makin tinggi tingkat hunian ganda, peluang
penjualan jasa – jasa hotel yang lain seperti makanan, minuman, dan
yang lain pun diharapkan akan lebih tinggi.
( jumlah tamu−kamar terhuni)
DOP=
kamar terhuni
4. Rasio Profitabilitas
Rasio profitabilitas adalah rasio yang memberikan gambaran pada
pihak–pihak yang berkepentingan tentang kemampuan manajemen hotel
dalam menghasilkan laba untuk periode tertentu.
1) Marjin Laba (Profit Margin – PM)
Rasio ini mengungkapkan informasi kemampuan manajemen
dalam menghasilkan laba dalam periode tertentu.
Net Income
PM =
Total Revenue
2) Rasio Efisiensi Operasional (Operating Efficiency Ratio – OER)
Rasio ini mengungkapkan informasi efisiensi manajemen dalam
menghasikan tingkat laba sebelum beban – beban tetap hotel.
Incom e After Undistributed Operating Expenses (IAUOE )
OER=
Total Revenue
3) Imbal Hasil Aset (Return On Asset – ROA)
Rasio ini mengungkapkan informasi besaran laba yang diberikan
oleh asset hotel.
net income
ROA= atau PM × ATO
Average total asset
4) Imbal Hasil Ekuitas (Return On Owner’s Equity – ROE)
Rasio ini mengungkapkan informasi laba yang diperoleh oleh
investor untuk dana yang diinvestasikan hotel.
net incom e averagetotal asset
ROE= atau ROA ×
average equity '
average total owne r s equity
5) Laba Per Lembar Saham (Earning Per Share – EPS)

5
Rasio ini menggambarkan jumlah laba yang dihasilkan untuk
setiap lembar saham yang dimiliki oleh pemilik atau investor.
net income
EPS=
average shares outstanding
5. Rasio Operasional
Dengan menganalisis rasio – rasio operasional, manajemen hotel
mendapatkan informasi mengenai operasional hotel, baik untuk revenue
generating departments seperti room dan food and beverages, maupun
untuk non-revenue department seperti marketing, administrative and
general dan lainnya.
1) Rerata Harga Kamar Harian (Average Daily Rate – ADR)
ADR dipengaruhi oleh jenis kamar yang terjual seperti single
standard, deluxe, suite, dan jenis kamar yang lain. Disamping itu, ADR
dipengaruhi oleh tingkat hunian ganda dan tunggal serta struktur harga
yang ditawarkan oleh hotel
room revenue
ADR=
numbe r of rooms sold
2) Pendapatan Untuk Setiap Kamar (Revenue Per Available Room –
REVPAR)
Rasio ini memberikan informasi mengenai penjualan yang
dihasilkan untuk setiap kamar yang dimiliki hotel yang dapat dijual
kepada tamu.

room revenue
REVPAR=
availablerooms
3) Rerata Pengeluaran Tamu Restoran (Average Food Service Check –
AFC)
Rasio ini mengukur efektivitas penjualan makanan di restoran
hotel. Makin tinggi rasio ini, makin efektif pengelolaan restoran hotel
oleh manajer restoran.
food sales
AFC =
food covers
4) Persentase Harga Pokok Makanan (Food Cost Percentage – FCP)
Rasio ini menggambarkan efisiensi kinerja bagian produksi
makanan hotel. Efisiensi diukur dari persentase harga pokok makanan
yang dijual dengan harga pokok makanan baku.
cost of food sold
FCP=
food sales

6
5) Persentase Harga Pokok Minuman (Beverage Cost Percentage – BCP)
Rasio ini mengungkapkan informasi mengenai efisiensi bagian
minuman hotel.
cost of beverage sold
BCP=
beverage sales

2.3 Menganalisis Informasi Keuangan Berdasarkan USALI


USALI merupakan penetapan format standar dan klasifikasi perkiraan
yang mengarah pada kepemilikan individu dalam penyiapan dan penyajian
laporan keuangan pada bidang penelitian. Salah satu kegiatan yang perlu
dilakukan dalam pengelolaan keuangan usaha perhotelan yaitu perlunya analisis
terhadap laporan keuangan dan operasional. Analisis laporan keuangan
perusahaan pada dasarnya untuk mengetahui tingkat profitabilitas dan tingkat
risiko atau tingkat kesehatan perusahaan. Dalam analisis laporan keuangan,
terdapat suatu kebutuhan untuk membandingkan informasi. Perbandingan dapat
dibuat menurut dasar yang berbeda-beda:
1) Dasar intra perusahaan, yaitu membandingkan suatu pos atau hubungan
finansial perusahaan pada tahun sekarang dengan pos atau hubungan
yang sama pada tahun-tahun sebelumnya.
2) Rata-rata industry, yaitu membandingkan suatu pos atau hubungan
finansial perusahaan pada tahun sekarang dengan pos atau hubungan
yang sama dalam satu atau lebih perusahaan-perusahaan pesaing lainnya.
3) Dasar antar perusahaan, yakni membandingkan suatu pos atau hubungan
finansial perusahaan pada tahun sekarang dengan pos atau hubungan
yang sama dalam satu atau lebih perusahaan-perusahaan pesaing lainnya.
Analisis keuangan yang terkait dengan operasional dapat dilakukan dengan
menggunakan alat analisis berupa laporan keuangan dan laporan operasional
harian.
1) Laporan keuangan. Angka-angka yang disajikan dalam laporan keuangan
hanya akan merupakan data bagi manajemen untuk mengetahui kondisi
keuangan perusahaan. Dengan analisis keuangan, dapat menggambarkan
apakah kondisi tersebut menguntungkan/merugikan bagi perusahaan.

7
2) Laporan operasional harian. Laporan ini khususnya menyajikan
mengenai tingkat penjualan dan statistik dari dua departemen mayor,
yaitu room department dan F&B. Karena disajikan setiap hari, maka
manajemen dapat segera mengetahui tingkat pencapaian rencana dan
target usaha tiap harinya.

DAFTAR PUSTAKA

Kasmir. 2008. Analisis Laporan Keuangan. Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada.

Wiyasha, IBM. 2010. Akuntansi Perhotelan: Penerapan Uniform System of


Accounts for The Lodging Industry. Yogyakarta: ANDI Yogyakarta.