Anda di halaman 1dari 14

INDIKATOR AREA KLINIK

RUMAH SAKIT Dr. SOBIRIN

KABUPATEN MUSI RAWAS


INDIKATOR AREA KLINIS (IAK)

1. Assesmen Pasien (IAK 1)


INDIKATOR MUTU KLINIS
JUDUL INDIKOTOR Pengkajian Awal Pasien rawat inap anak dalam 24 Jam pada pasien anak
oleh dokter
TIPE INDIKATOR Struktur x Proses Outcome Proses & outcome
Dimensi Mutu Keamanan pasien anak dan kesinambungan pelayanan
Tujuan Tergambarnya tanggung jawab dokter dan perawat dalam melengkapi
informasi pemeriksaan awal pasien rawat inap anak secara lengkap
Definisi Operasional Kelengkapan informasi berkaitan dengan pasien anak yang baru masuk
ruang rawatinap di form asesmen awal yang dilakukan oleh dokter dan
perawat dalam waktu≤ 24 jam pada pasien anak yang baru masuk
dihitung sejak pasien tiba diruangan rawat inap.
Kelengkapan dinilai dari :
- Pengkajian awal pasien masuk rawat inap anak :
1. Tanggal
2. Ruangan
3. jam
4. No RM
5. Nama pasien
6. Tanggal Lahir
7. Jenis Kelamin
- Pengkajian Medis
1. Alasan masuk rumah sakit (keluhan utama)
2. Riwayat kesehatan
3. Status alergi
4. Kondisi sosial psikologis
5. Penilaian tingkat nyeri
6. Pemeriksaan fisik
7. Diagnose kerja
8. Diagnose banding
9. Penatalaksanaan pengobatan
10. Tanda tangan dokter
Alasan / implikasi / Banyaknya rekam medik yang tidak lengkap pengisiannya, akan
rasional mempengaruhi proses pelayanan dan gambaran keadaan pasien anak
Formula Jumlah pasien rawat inap yang dilakukan pengkajian awal lengkap ≤ 24 /
Jumlah pasien rawat inap pada bulan tersebut X 100%
Numerator Jumlah pasien anak rawat inap yang dikaji awal lengkap dalam 24 jam
pada bulan tersebut
Denominator Jumlah seluruh pasien anak rawat inap pada bulan tersebut
Target 100%
Sampling Total rekam medis pasien rawat inap anak
Kriteria inklusi Seluruh rekam medis pasien anak pada ruang rawat inap melati, ruang
bedah anak, ruang pavilion
Kriteria eksklusi -
Pencatatan Dilakukan pengecekan setiap hari pada rekam medis pasien anak yang
baru masuk rawat inap, oleh perawat ruangan, dicatat di format pencatatan
Analisa dan laporan Dilakukan setiap bulan
Area Ruang rawat inap anak ( R. Melati, R. ICU, R. Paviliun, Ruang Kenanga,
Ruang Teratai) Rumah Sakit
Frekuensi Tiap bulan
Pengumpulan Data
Periode Analisis Tiap 3 bulan
PIC Kepala ruangan rawat inap anak
Format pencatatan Format pelaporan assessment awal pasien anak
Penanggung Jawab Kepala unit penjamin mutu
2. Pelayanan Laboratorium (IAK 2)

INDIKATOR MUTU KLINIS


JUDUL INDIKOTOR Tidak adanya kesalahan administrasi pada pelayanan pemeriksaan
laboratorium
TIPE INDIKATOR Struktur Proses x Outcome Proses & outcome
Dimensi Mutu Keselamatan
Tujuan Tergambarnya ketelitian pelayanan laboratorium rumah sakit
Definisi Operasional Kesalahan administrasi dalam pelayanan laboratorium meliputi kesalahan
registrasi, kesalahan pelabelan sampel, dan kesalahan penyerahan hasil
laboratorium
Alasan / implikasi / Banyak kesalahan dalam administrasi pemeriksaan laboratorium, dapat
rasional menjadi resiko bagi pelayanan terhadap pasien
Formula Jumlah pasien yang diperiksa dengan kesalahan administrasi dalam satu
bulan / jumlah pasien yang diperiksa di laboratorium dalam bulan tersebut
X 100%
Numerator Jumlah pasien yang diperiksa dengan kesalahan administrasi dalam satu
bulan
Denominator Jumlah pasien yang diperiksa di laboratorium dalam bulan tersebut
Target 0%
Sampling 128 sampel dari seluruh pemeriksaan perpasien
Kriteria inklusi Seluruh pemeriksaan perpasien pada instalasi laboratorium
Kriteria eksklusi -
Pencatatan Dilakukan pengecekan setiap hari pada register pemeriksaan laboratorium
yang baru masuk, dicatat di format pencatatan
Analisa dan laporan Dilakukan setiap bulan
Area Instalasi laboratorium
Frekuensi Tiap bulan
Pengumpulan Data
Periode Analisis Tiap 3 bulan
PIC Kepala instalasi laboratorium
Format pencatatan
Penanggung Jawab Kepala unit penjamin mutu
3. Pelayanan Radiologi (IAK 3)

INDIKATOR MUTU KLINIS


JUDUL INDIKOTOR Angka kerusakan foto Rontgen
TIPE INDIKATOR Struktur X Proses Outcome Proses & outcome
Dimensi Mutu Efektivitas dan efisiensi
Tujuan Tergambarnya efektivitas dan efisiensi pelayanan radiologi rumah sakit
Definisi Operasional Kerusakan foto adalah foto hasil expose instalasi radiologi RS yang tidak
dapat dibaca sehingga harus dilakukan foto ulang
Alasan / implikasi / Banyak kerusakan pada hasil foto, dapat membuat kerugian dari
rasional perhitungan rumah sakit
Formula Jumlah foto rusak yang tidak dapat dibaca dalam 1 bulan / jumlah seluruh
pemeriksaan foto dalam 1 bulan X 100%
Numerator Jumlah foto rusak yang tidak dapat dibaca dalam 1 bulan
Denominator jumlah seluruh pemeriksaan radiologi dalam 1 bulan
Target 0%
Sampling 128 sampel dari seluruh pemeriksaan foto
Kriteria inklusi Seluruh pemeriksaan radiologi pada Instalasi Radiologi
Kriteria eksklusi -
Pencatatan Dilakukan pengecekan setiap hari pada register pemeriksaan radiologi,
dicatat di format pencatatan
Analisa dan laporan Dilakukan setiap bulan
Area Instalasi Radiologi
Frekuensi Tiap bulan
Pengumpulan Data
Periode Analisis Tiap 3 bulan
PIC Kepala instalasi Radiologi
Format pencatatan
Penanggung Jawab Kepala unit penjamin mutu
4. Prosedur Bedah (IAK 4)

INDIKATOR MUTU KLINIS


JUDUL INDIKOTOR Infeksi daerah operasi
TIPE INDIKATOR Struktur X Proses Outcome Proses & outcome
Dimensi Mutu Keselamatan dan kenyamanan pasien
Tujuan Tergambarnya pelaksanaan operasi dan perawatan paska operasi sesuai
dengan standart pembedahan bersih
Definisi Operasional Infeksi daerah operasi merupakan infeksi yang terjadi luka operasi atau
organ/ruang yang terjadi dalam waktu 30 sampai 90 hari pasca tindakan
operasi
Alasan / implikasi / 1. Standar akreditasi nasional dan internasional.
rasional 2. Menjadi pusat rujuikan pendidikan dan pelayanan.
3. Indikator penilaian Direktur.
4. Meningkatkan pasien safety.
Formula Jumlah pasien yang terinfeksi IDO/Jumlah pasien yang dioperasi x 100%
Numerator Jumlah pasien yang terinfeksi IDO
Denominator Jumlah pasien yang dioperasi
Target 1%
Sampling Seluruh jumlah pasien yang akan dilakukan operasi bersih
Kriteria inklusi Infeksi luka opearsi di bagi 3 yaitu :
1. Infeksi luka operasi superficial/surgical sie infection superficial
incisional site (SSI) adalah infeksi luka operasi yang terjadi 30
hari setelah operasi dan hanya mengenai kulit dan jaringan sub
kutan dengan gejala : aliran nanah purulent dari tempat insisi atau
terdapat minimal salah satu gejala infeksi berikut yaitu : bengkak,
kemerahan, nyeri, panas.
2. Infeksi luka daerah operasi dalam (profunda)/surgical site infection
(SSI) Deep incisional adalah infeksi yang terfjadi 30 hari sampai
90 hari pasca tindakan operasi dengan kriteria terdapat salah satu
keadaan sebagai berikut : terdapat drainase purulent dari tempat
insisi dalam, biakan positif dari specimen berupa cairan yang
keluar dari luka atau jaringan insisi dalam yang diambil dengan
cara aseptic. Insisi superficial yang disengaja dibuka oleh dokter
dan memberikan hasil kultur positif atau tidak dilakukan kultur dan
terdapat setidaknya satu gejala atau tanda seperti bengkak,
kemerahan, nyeri, demam dengan suhu 38⁰. Dokter yang merawat
menyatakan infeksi.
3. Infeksi lika operasi organ/rongga adalah infeksi yang terjadi 30
hari sampai 90 hari pasca tindakan operasi menyangkut bagian
tubuh kecuali insisi kulit, fasia, lapisan otot yang di buka atau di
manipulasi selama tindakan operasi dan terdapat paling sedikit atau
keadaan berikut : terdapat drainase purulent yang berasal dari drain
yang ditempatkan pada organ/rongga terkait, biakan positif dariu
specimen berupa cairan yang keluar dari luka atau jaringan
organ/rongga terkait. Abses atau tanda infeksi yang melibatkan
organ/rongga yang dibuktikan dengan pemeriksaan langsung,
prosedur infasif, pemeriksaan histologi atau pemeriksaan radiologi
dan dokter yang menangani menyatakan IDO.
Jenis Operasi
a. Bersih
Dilakukian pada daerah/kulit yang pada kondisi pra bedah tidak
terdapat peradangan dan tidak terdapat peradangan dan tidak
membuka Traktus respiratorius, traktus, gastrointestinal, orofaring,
traktus, urinarius, atau traktus billier. Operasi berencana dengan
penutupan kulit primer, dengan atau tanpa pemakaian drain
tertutup.
b. Bersih Tercemar
Liuka operasi yang membuka traktus digestivus, traktus billier,
traktus urinarius, traktus respiratorius sampai dengan orofaring
atau traktus reproduksi kecuali ovarium.
Kriteria eksklusi Pasien yang diopearsi di RS luar RSCM
Pencatatan Dilakukan pengecekan setiap hari pada ruang perawatan bedah (Cempaka,
Paviliun, Kenanga, Teratai), dimana pasien bedah tersebut dirawat, dicatat
di format pencatatan
Analisa dan laporan Dilakukan setiap bulan
Area Rawat Inap
Frekuensi Tiap bulan
Pengumpulan Data
Periode Analisis Tiap 3 bulan
PIC Kepala instalasi Rawat Inap
Format pencatatan
Penanggung Jawab Kepala unit penjamin mutu
5. Penggunaan antibiotika dan obat lainnya (IAK 5)

INDIKATOR MUTU KLINIS


JUDUL INDIKATOR Rata-rata penggunaan antibiotika sesuai dengan 5 (lima) area klinis
(clinical Pathway)
TIPE INDIKATOR Struktur Proses Outcome X Proses & outcome
Dimensi Mutu Keselamatan
Tujuan Tergambarnya upaya rumah sakit dalam menjaga kesembuhan pasien
khususnya dalam pemberian obat antibiotika pada 5 (lima) area klinis
Definisi Operasional Antibiotika adalah obat-obatan yang digunakan untuk mengobati dalam
sebaian kasus untuk mengobati sebagian kasus untuk mencegah infeksi
oleh bakteri
5 (lima) area klinis meliputi area penyakit dalam dengan diagnose medis :
- Area penyakit dalam dengan diagnose medis hipertensi emergency
tidak menggunakan antibiotic
- Area THT dengan diagnose medis tonsillitis akut menggunakan
antibiotic maksimal selama 2 hari
- Area Penyakit Anak dengan diagnose medis diare akut tidak
mengunakan antibiotic
- Area Penyakit Bedah dengan diagnose medis appendicitis akut
menggunakan antibiotic maksimal selama 3 hari
Area obstetric dan ginekologi dengan diagnose medisnketuban pecah dini
sebelum waktunya (KPSW) menggunakan antibiotic maksimal selama 3
hari
Alasan / implikasi / Untuk mengendalikan resisten anti mikroba melalui penggunaan antibiotic
rasional secara bijak
Formula Jumlah penggunaan resep antibiotic yang tidak sesuai dengan 5 (lima) area
klinis dalam satu bulan dibagi jumlah seluruh sampel resep yang diambil X
100%
Numerator Jumlah sample resep yang sesuai dengan 5 (lima) area klinisdalam satu
bulan
Denominator jumlah seluruh sample resep yang diambil sebagai sampel dalam satu
bulan ( minimal 50 sampel)
Target 100 %
Sampling Total seluruh sample resep yang ditulis pada rumah sakit
Kriteria inklusi Seluruh resep yang ditulis pada rumah sakit
Kriteria eksklusi -
Pencatatan Dilakukan pengambilan resep setiap bulan secara acak, pengecekan setiap
bulan pada register farmasi dengan mencatat di format pencatatan
Analisa dan laporan Dilakukan setiap bulan
Area Instalasi farmasi rumah sakit/rawat inap rumah sakit
Frekuensi Tiap bulan
Pengumpulan Data
Periode Analisis Tiap 3 bulan
PIC Kepala instalasi farmasi
Format pencatatan
Penanggung Jawab Kepala unit penjamin mutu
6. Kesalahan obat dan kejadian nyaris cedera (IAK 6)

INDIKATOR MUTU KLINIS


JUDUL INDIKATOR Kesalahan Penulisan Resep ( prescription errors)
TIPE INDIKATOR Struktur X Proses Outcome Proses & outcome
Dimensi Mutu Keselamatan
Tujuan 1. Tergambarnya upaya rumah sakit dalam mencegah kesalahan
penulisan resep, untuk mengantisipasi terjadinya kejadian nyaris
cedera dalam pengobatan
2. Terwujudnya ketepatan penyiapan obat oleh instalasi farmasi dan
keselamatan penggunaan obat bagi pasien
Definisi Operasional Resep merupakan permintaan tertulis dari dokter kepada apoteker untuk
menyiapkan obat dan alat kesehatan bagi pasien dan ditulis secara jelas
dan lengkap sehingga tidak menimbulkan kesalahn interprestasi.
Kesalahan penulisan resep / prescription errors adalah kesalahan penulisan
resep oleh dokter yang meliputi ketidak lengkapan dan ketidak jelasan
resep. Kelengkapan resep yang dinilai adalah identitas pasien, bentuk
sediaan, kekuatan sediaan, aturan pakai dan nama / paraf dokter.
Alasan / implikasi / Membangun kesadaran akan nilai keselamatan pasien dengan kebijakan
rasional instalasi farmasi tentang keselamatan pasien dalam mengurangi insiden
yang meliputi kejadian yang tidak diharapkan KTD, KNC, Kejadian
Sentinel, dan langkah2 yang harus dilakukan oleh apoteker dan tenaga
farmasi, pasien dan keluarga jika terjadi insiden
Formula Jumlah kesalahan penulisan resep (prescription errors) yang disampling
dalam 1 bulan / jumlah seluruh prescription order yang di sampling dalam
bulan yang sama X 100% = %
Numerator Jumlah kesalahan penulisan resep (prescription errors) yang disampling
dalam 1 bulan
Denominator jumlah seluruh prescription order yang di sampling dalam bulan yang
sama
Target 0%
Sampling Total seluruh resep yang ditulis pada rumah sakit
Kriteria inklusi Seluruh resep yang ditulis pada rumah sakit
Kriteria eksklusi Resep obat yang ditunda
Pencatatan Setiap hari kerja, dengan purposive sampling setiap order obat harus
diperiksa, oleh staf instalasi farmasi, item obat yang tidak sesuai maka
dicatat sebagai insiden (sampling)
Analisa dan laporan Dilakukan setiap bulan
Area Instalasi farmasi rumah sakit
Frekuensi Tiap bulan
Pengumpulan Data
Periode Analisis Tiap 3 bulan
PIC Kepala instalasi farmasi
Format pencatatan
Penanggung Jawab Kepala unit penjamin mutu
7. Penggunaan anestesi dan sedasi (IAK 7)

INDIKATOR MUTU KLINIS


JUDUL INDIKATOR Pengkajian pre-anastesi dilaksanakan untuk pasien pra-operasi elektif
dengan anastesi umum
TIPE INDIKATOR Struktur X Proses Outcome Proses & outcome
Dimensi Mutu Keselamatan
Tujuan Mengetahui kinerja team anestesi dalam melaksanakan prosedur persiapan
pra-anastesi, untuk menghindari insiden keselamatan pasien dalam hal
anestesi
Definisi Operasional Pengkajian pra-anestesi adalah dimana alhi anestesi melaksanakan
penentuan status medis pasien, membuat rencana pengelolaan anestesi dan
memberi informasi tindakan anesthesia kepada pasien dan atau
keluarganya
Alasan / implikasi / Seseorang yang memenuhi kualifikasi melaksanakan asesmen pra-
rasional anestesi, sebagai dasar untuk menentukan proses perencanaan anestesi dan
sedasi yang aman dan sesuai perencanaan anestesi yang baik dapat
mengurangi insiden keselamatan pasien selama menjalani operasi
Formula Jumlah pengkajian pre-anestesi dilaksanakan untuk pasien pra-operasi
elektif dengan anestesi umum dalam satu bulan (orang) / jumlah seluruh
pasien pra-operasi elektif dengan anestesi umum dalam bulan yang sama
(orang) X 100% = %
Numerator Jumlah pengkajian pre-anestesi dilaksanakan untuk pasien pra-operasi
elektif dengan anestesi umum dalam satu bulan (orang)
Denominator jumlah seluruh pasien pra-operasi elektif dengan anestesi umum dalam
bulan yang sama (orang)
Target 100 %
Sampling Total seluruh pasien pra-operasi elektif dengan anaestesi umum
Kriteria inklusi Seluruh pasien pra-operasi elektif dengan anestesi umum
Kriteria eksklusi -
Pencatatan Setiap hari kerja oleh staf instalasi anastesiologi dan terapi intensif
Analisa dan laporan Dilakukan setiap bulan
Area Instalasi anastesiologi dan terapi intensif rumah sakit
Frekuensi Tiap bulan
Pengumpulan Data
Periode Analisis Tiap 3 bulan
PIC Kepala instalasi anastesiologi dan terapi intensif
Format pencatatan
Penanggung Jawab Kepala unit penjamin mutu
8. Penggunaan darah dan produk-produk darah (IAK 8)

INDIKATOR MUTU KLINIS


JUDUL INDIKATOR Kebutuhan darah bagi setiap pelayanan transfuse darah di rumah sakit
TIPE INDIKATOR Struktur X Proses Outcome Proses & outcome
Dimensi Mutu Keselamatan
Tujuan Tergambarnya kemampuan bank darah Rumah Sakit dalam menyediakan
kebutuhan darah
Definisi Operasional Pelayanan transfuse darah adalah upaya pelayanan kesehatan yang
meliputi perencanaan, pengerahan dan penyedia darah, pendonor darah,
pendistribusian darah dan tindakan medis pemberian darah kepada pasien
untuk tujuan penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan
Alasan / implikasi / Unit Transfusi darah bertanggung jawab terhadap pelayanan transfusi
rasional darah di rumah sakit dan melakukan pemeriksaan cross match sebelum
darah diberikan kepada pasien. Unit ini harus selalu memiliki stock darah
yang aman (non reaktif pada uji saring) yang berasal dari bank darah
setempat. Ketersediaan produk darah harus dilakukan dengan manajemen
yang baik, sehingga seluruh kebutuhan darah bagi setiap pelayanan
transfusi darah dapat terpenuhi
Formula Jumlah permintaan kebutuhan darahyang dapat dipenuhi dalam satu bulan
/ Jumlah seluruh permintaan darah dalam bulan yang sama X 100% =
%
Numerator Jumlah permintaaan kebutuhan darah yang dapat dipenuhi rumah sakit
dalam satu bulan
Denominator Jumlah seluruh permintaan darah dalam bulan yang sama
Target 100%
Sampling Total seluruh kegiatan transfusi darah
Kriteria inklusi Seluruh darah yang diorder
Kriteria eksklusi -
Pencatatan Setiap ada pasien transfusi (total sampling)
Analisa dan laporan Dilakukan setiap bulan
Area Unit Transfusi Darah Rumah Sakit
Frekuensi Tiap bulan
Pengumpulan Data
Periode Analisis Tiap 3 bulan
PIC Kepala UTDRS
Format pencatatan
Penanggung Jawab Kepala UTDRS
9. Ketersediaan, isi dan penggunaan rekam medis pasien (IAK 9)

INDIKATOR MUTU KLINIS


JUDUL INDIKATOR Kelengkapan pengisian rekam medis dalam waktu 1x24 jam setelah
selesai pelayanan
TIPE INDIKATOR Struktur Proses X Outcome Proses & outcome
Dimensi Mutu Kesinambungan pelayanan dan keselamatan
Tujuan Tergambarnya tanggung jawab dokter dan staf medis dalam kelengkapan
informasi rekam medic
Definisi Operasional Rekam medic yang lengkap adalah rekam medic yang telah diisi lengkap
oleh dokter dan ftaf medic lainnya dalam waktu ≤24 jam setelah selesai
pelayanan rawat jalan atau pelayanan rawat inap diputuskan pulang. Yang
meliputi identitas pasien, anamnesa, rencana asuhan, pelaksanaan asuhan,
tindak lanjut, dan resume
Alasan / implikasi / Rekam medis adalah bukti satu-satunya pelayanan kesehatan yang
rasional diberikan oleh rumah sakit. Rekam medis harus benar, lengkap, terkini,
dan tepat waktu. Rekam medis juga merupakan skema asuransi kesehatan
public
Formula Jumlah rekam medis yang disurvei lengkap diisi oleh dokter dan staf
medis dalam 24 jam dalam 1 bulan (orang) / jumlah rekam medis yang
disurvei dalam 1 bulan X 100 %
Numerator Jumlah rekam medis yang disurvei lengkap diisi oleh dokter dan staf
medis dalam 24 jam dalam 1 bulan
Denominator jumlah rekam medis yang disurvei dalam 1 bulan
Target 100 %
Sampling Total Sampling
Kriteria inklusi Seluruh pasien yang dinyatakan telah selesai pelayanan
Kriteria eksklusi -
Pencatatan Setiap hari, dengan total sampling
Analisa dan laporan Dilakukan setiap bulan
Area Instalasi Rekam Medis
Frekuensi Tiap bulan
Pengumpulan Data
Periode Analisis Tiap 3 bulan
PIC Kepala Instalasi Rekam Medik
Format pencatatan
Penanggung Jawab Kepala unit penjamin mutu
10. Pencegahan dan Pengendalian infeksi, surveillance dan pelaporan (IAK 10)

INDIKATOR MUTU KLINIS


JUDUL INDIKATOR Angka infeksi Phlebitis
TIPE INDIKATOR Struktur X Proses Outcome Proses & outcome
Dimensi Mutu Safety
Tujuan Mengetahui hasil pengendalian infeksi phlebitis di rumah sakit
Definisi Operasional Phlebitis adalah pada daerah local tusukan infus ditemukan tanda-tanda
merah, seperti terbakar, bengkak, sakit bila ditekan, ulkus sampai eksudat
purulent atau mengeluarkan cairan bila ditekan.
Alasan / implikasi / Patient safety dan mencegah terjadinya plebitis
rasional
Formula ((Jumlah pasien yang terinfeksi phlebitis/jumlah hari pemasangan infus
perifer) x 1000%) x 1000
Numerator Jumlah pasien yang terinfeksi phlebitis
Denominator Jumlah hari pemasangan infus perifer
Target 1%
Sampling Total seluruh pasien dengan pemasangan infus 3 x 24 jam pada bulan
tersebut
Kriteria inklusi Pasien yang terpasang infus perifer
Kriteria eksklusi Pasien dengan phlebitis sebelum pemasangan IVL
Pencatatan Pengumpulan data dilakukan dengan mencatat seluruh pasien sesuai
dengan kriteria inklusi dan eksklusi untuk pasien rawat inap dalam bulan
tersebut
Analisa dan laporan Dilakukan setiap bulan
Area PPI
Frekuensi Tiap bulan
Pengumpulan Data
Periode Analisis Tiap 3 bulan
PIC Ketua PPI
Format pencatatan
Penanggung Jawab Kepala unit penjamin mutu