Anda di halaman 1dari 4

Edukasi dan Promosi Kesehatan Malaria

Edukasi dan promosi kesehatan berupa profilaksis malaria, baik kimia maupun fisik,
merupakan kunci untuk mengendalikan penyebaran penyakit ini.

Upaya Pencegahanuntuk Orang yang Pergike Daerah Endemik Malaria

Para pelancong dianjurkan untuk memakai pakaian pelindung, losion penangkis anti
serangga, tidur dengan kelambu yang sudah dibubuhi insektida, mengonsumsi obat anti
malaria sebagai profilaksis. [13,15,23,24]

Obat-obatanProfilaksis malaria

Pilihan profilaksis malaria adalah sebagaiberikut:


Atovaquone-Proguanil (Malaron)
Atovaquone-proguanil merupakan kemoprofilaksis untuk semua daerah endemik. Tolerans
iobat ini baik, dengan efek samping yang tidak umum. Obat ini dikonsumsi setiap hari sejak
1-2 hari sebelum bepergian hingga 7 hari setelah keluar dari daerah endemik tersebut.
Atovaquone-proguanil dikontra indikasikan pada penderita gangguan ginjal berat (creatinine
clearance <30 mL/menit).

Dosis atovaquone-proguanil adalah sebagai berikut:


1. Dosis dewasa, 250 mg atovaquone dan 100 mg proguanil HCl tiap hari
2. Dosis anak, 62,5 mg atovaquone dan 25 mg proguanil HCl
 Anak dengan berat badan <5 kg, tidak direkomendasikan
 5-8 kg, berikan ½ tablet tiap hari
 8-10 kg, berikan ¾ tablet tiap hari
 Berat badan >10-20 kg, berikan 1 tablet tiap hari
 Berat badan >20-30 kg, berikan 2 tablet tiap hari
 Berat badan >30-40 kg, berikan 3 tablet tiap hari
 Berat badan >40 kg, 1 tablet dewasa tiap hari

Chloroquine
Chloroquine digunakan sebagai kemo profilaksis pada daerah endemik yang masih sensitif
dengan chloroquine. Obat ini dapat dikonsumsi oleh wanita hamil. Obat ini dikonsumsi sekali
seminggu sejak 1-2 minggu sebelum bepergian kedaerah malaria sampai 4 minggu setelah
keluar dari daerah endemik tersebut.
Efek samping choloroquinea dalah dapat menyebabkan terjadinya eksaserbasi psoriasis.
Dosis obat ini adalah sebagai berikut:
 Dosis dewasa, 300 mg basa (500 mg garam) oral seminggu sekali
 Dosis anak, 5 mg/kg BB basa (8,3 mg/kg BB garam) oral, seminggu sekali, dapat
mencapai dosis dewasa, maksimum 300 mg basa

Doxycycline
Kemo profilaksis doxycycline dapat digunakan untuk semua daerah endemik. Tablet oral ini
mulai dikonsumsi setiap hari 1-2 hari sebelum bepergian hingga 4 minggu setelah keluar dari
daerah endemik tersebut.
Obat ini dikontra indikasikan pada wanita hamil dan anak usia <8 tahun. Doxycycline juga
memiliki efek samping berupa foto sensitifitas dan dispepsia. Dosis obat ini adalah sebagai
berikut:
 Dosis dewasa, 100 mg tiap hari
 Dosis anak, usia ≥8 tahun 2,2 mg/kgBB, dapat mencapai dosis dewasa 100 mg per
hari

Mefloquine (Lariam)
Mefloquine digunakan sebagai kemo profilaksis pada daerah endemik yang masih sensitif
dengan meflokuin. Obat ini dapat dikonsumsi oleh wanita hamil, dikonsumsi seminggu sekali
sejak 2 minggu sebelum bepergian ke daerah malaria hingga 4 minggu setelah keluar dari
daerah tersebut.
Mefloquine dikontra indikasikan pada orang dengan riwayat alergi terhadap obat ini, pada
gangguan psikiatri (seperti depresi, gangguan ansietas, psikosis, skizofrenia), kejang, dangan
gangguan konduksi jantung. Dosis obat ini adalah sebagai berikut:
1. Dosis dewasa, 228 mg basa (250 mg garam) seminggu sekali
2. Dosis anak berupa tablet oral dikonsumsi seminggu sekali:
 Berat badan ≤9 kg, 4,6 mg/kg BB basa (5mg/kg garam)
 Berat badan >9-19 kg, berikan ¼ tablet
 Berat badan >19-30 kg, berikan ½ tablet
 Berat badan >30-45 kg, berikan ¾ tablet
 Berat badan >45 kg, 1 tablet

Primakuin
Primakuin merupakan kemo profilaksis pilihan untuk daerah endemik Plasmodium vivax.
Obat ini mulai dikonsumsi 1-2 hari sebelum bepergian hingga 7 hari setelah keluar dari
daerah endemik tersebut.
Primakuin dikontra indikasikan pada defisiensi G6PD, wanita hamil, dan wanita menyusui.
Primakuin dapat menyebabkan efek samping berupa nyeri lambung. Dosis obat ini adalah
sebagai berikut:
 Dosis dewasa, 30 mg basa (52,6 mg garam) tiap hari
 Dosis anak, 0,5 mg/kg BB basa (0,8 mg/kg BB garam), hingga dapat mencapai dosis
dewasa

Vaksin Malaria

Vaksinasi malaria RTS, S/ ASO1 telah melalui uji klinisfase 3 dan akan diuji coba di beberap
anegara.

Pengendalian Larva danVektor

Pengendalian vektor dilakukan dengan menggunakan kelambu yang telah dibubuhi


insektisida (insecticide-treated bednet) atau penyemprotan residuin sektisida dalam rumah
(indoor-insecticide spraying).

Pemberantasan larva nyamuk dilakukan dengan 3 cara:


1. Bahan Kimia Pembunuh Larva
Insektisida pembunuh larva disiram di permukaan air untuk mematikan larva dan
pupa.
Contoh bahan kimia yang dapat digunakan adalah regulator perkembang biakan
serangga seperti methroprene.
2. Kontrol Biologis
Kontrol biologis seperti jenis jamur, nematode, dan ikan tertentu akan membunuh
larva nyamuk.
3. Fogging
Fogging bermanfaat jika dibutuhkan jangkauan yang luas atau bila terjadi epidemik.
[8,11,25]

Upaya Pencegahan dan Eliminasi pada Daerah Risiko Malaria


Kementerian Kesehatan telah menyusun dan menerapkan strategi program malaria guna
percepat aneliminasi malaria, yaitu:

Akselerasi
Strategi ini dilakukan secara menyeluruh di wilayah endemis tinggi malaria, seperti di Papua,
Papua Barat, Maluku, Maluku Utara dan NTT. Kegiatan yang dilakukan adalah:
 Edukasi dan memberikan kelambu anti nyamuk secara massal
 Penyemprotan dinding rumah diseluruh desa yang API >40%
 Penemuan dini kasus malaria danpengobatan secara tepat dan sampai tuntas

Intensifikasi
Intensifikasi upaya pengendalian penyakit di daerah epidemik seperti pertambangan,
pertanian, kehutanan, transmigrasi, dan pengungsian, berupa:
 Pemberian kelambu anti nyamuk di daerah yang berisiko tinggi
 Penemuan dini kasus malaria, danpengobatan yang tepat dan tuntas
 Penyemprotan dinding rumah pada lokasi KLB malaria
 Penemuan kasus aktif

Eliminasi
Eliminasi dilakukan pada daerah endemis rendah. Kegiatan yang dilakukan adalah:
 Penguatan survei lans migrasi
 Survei lans daerah yang rawan perindukan vektor (reseptif)
 Penemuan kasus aktif (mass blood survey)
 Penguatan rumah sakit rujukan
 Penemuan dini kasus malaria, dan pengobatan yang tepat dan tuntas