Anda di halaman 1dari 2

Tinea Pedis

No. Dokumen : SOP


No. Revisi :
SOP
Tanggal Terbit :

Halaman : 1/2

YULIA KARTIKA
Puskesmas Tragah
NIP 19800315 200903 2 002

1. Pengertian Tinea Pedis merupakan infeksi dermatofit pada kaki, mengenai sela jari kakidan
telapak kaki
2. Tujuan Sebagai acuan dalam penatalaksanaan Tinea Pedis di Puskesmas Tragah.
3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas Tragah Tentang
4. Refrensi Permenkes no. 5 tahun 2014 tentang Panduan Praktik Klinik bagi Dokter di
Fasyankes Primer.
5. Alat dan Bahan 1. Alat Tulis
2. Buku Regsiter
3. Rekam Medis
6. Prosedur / 1. Petugas menanyakan keluhan dan gejala yang dirasakan oleh pasien
Langkah-langkah 2. Petugas mencatat hasil anamnesa di kartu status pasien
Kulit di regio pedis:
3. Lakukan pememriksaan fisik pada pasien :
Kulit di regio pedis Mulai
Lesi berbentuk infiltrat eritematosa, berbatas tegas, dengan bagian tepi yang
lebih aktif daripada bagian tengah, dan konfigurasi polisiklik
4. Penegakan diagnosis tinea kruris &
Anamnesa Kartu status
5. Penatalaksanaan Pemeriksaan fisik
a. Hygiene diri harus terjaga, dan pemakaian handuk/pakaian secara
bersamaan harus dihindari.
b. Untuk lesi terbatas, diberikan pengobatan topikal, yaitu dengan:
Penegakan
c. Antifungal topikal krim mikonazolKartu
seperti diagnosis yangstatus
diberikan hingga lesi
tinea pedis
hilang dan dilanjutkan 1-2 minggu kemudian untuk mencegah rekurensi.
d. Untuk penyakit yang tersebar luas atau resisten terhadap terapi topikal,
dilakukan pengobatan sistemik dengan:
 GriseofulvinPenatalaksanaan
dapat diberikan dengan dosis 0,5-1 g untuk orang
Hygienedewasadiri danharus
0,25 –terjaga, dan anak-anak
0,5 g untuk pemakaiansehari atau 10-25
handuk/pakaian
mg/kgBB/hari,secara bersamaan
terbagi dalam harus dihindari.
2 dosis.
Untuk lesi terbatas, diberikan
 Golongan azol, seperti: pengobatan topikal, yaitu
dengan:
Ketokonazol: 200 mg/hari, Pengobatan diberikan selama 10-14 hari
Antifungal topikal
pada pagi seperti makan
hari setelah krim mikonazol yang
diberikan
6. Konseling hingga: lesi hilang dan dilanjutkan 1-2
dan edukasi
minggu kemudian
Edukasi mengenai penyebab untukdan
mencegah rekurensi.
cara penularan penyakit. Edukasi pasien dan
Untuk penyakit
keluarga juga untukyangmenjaga
tersebar luas atau resistennamun
hygienetubuh, terhadappenyakit ini bukan
terapi topikal, dilakukan
merupakan penyakit yang berbahaya pengobatan sistemik dengan:
Griseofulvin dapat diberikan dengan dosis 0,5-1 g
7. Pasien diuntuk
rujukorang dewasa dan 0,25 – 0,5 g untuk anak-
apabila:
anak sehari
a. Penyakit tidak sembuh atau dalam
10-25 10-14
mg/kgBB/hari,
hari setelah terbagi
terapi.
dalamimunodefisiensi.
b. Terdapat 2 dosis.
Golongan
Terdapat penyakit azol, seperti:
penyerta yang menggunakan multifarmaka
Ketokonazol: 200 mg/hari, Pengobatan diberikan
selama 10-14 hari pada pagi hari setelah makan

7. Diagram Alir

1/2
Konseling dan edukasi
1. Unit Terkait 1. UGD
2. Poli Umum
3. KIA/Kb/Imunisasi

2. Rekaman No Yang dirubah Isi perubahan Tanggal mulai diberlakukan


Historis

2/2