Anda di halaman 1dari 17

KATA PENGANTAR

Puji serta syukur kehadirat Allah SWT atas karunia-Nya sehingga


penyusun makalah ini telah terselesaikan. Sholawat serta salam semoga tetap
terlimpahkan kepada Nabi Agung Muhammad SAW yang telah membawa kita
dari zaman dzulumati Al- jahiliyyati ila zamani An- Nuril ilmi.
Makalah ini berjudul “Kaidah-Kaidah Bahasa Arab, Marfu pada Fiil
Mudhari & Manshub pada Fiil Mudhari ”, makalah ini merupakan bentuk
pemenuhan tugas dari mata kuliah Bahasa Arab.
Tentu makalah ini belum bisa dikatakan baik dan sempurna. Untuk itulah,
kami dengan senang hati akan menerima kritik dan saran yang sifatnya
membangun dari berbagai pihak. Supaya dikemudian hari kami dapat
memperbaiki dan menyempurnakan makalah ini, serta kami dapat belajar dari
kesalahan-kesalahan yang telah kami lakukan.
Akhirnya kami berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat khusunya
bagi kami pribadi dan umumnya bagi semua pihak yang berkepentingan. Aamiin.

Soreang, Maret 2019

Penyusun

i
DAFTAR ISI

Kata pengantar.................................................................................................. i
Daftar isi........................................................................................................... ii
BAB I Pendahuluan
1.1 Latar belakang........................................................................................ 1
1.2 Rumusan masalah................................................................................... 2
1.3 Tujuan penulisan..................................................................................... 2
BAB II Pembahasan
A. Pengertian Fi’il Mudhari......................................................................... 3
B. Ta’rif Fi’il Mudhori’............................................................................... 4
C. Fi’il Mudhori’ dan Binanya..................................................................... 4
D. Tanda-Tanda Fi’il Mudhori..................................................................... 5
E. Tashrif Fi’il Mudhar’i.............................................................................. 9
F. Marfu; pada Fi’il Mudhari....................................................................... 10
G. Manshub para Fi’il Mudhari................................................................... 10
BAB III Penutup
A.Kesimpulan.............................................................................................. 13
DAFTAR PUSTAKA........................................................................................ 15

ii
MAKALAH
TENTANG
KAIDAH-KAIDAH DALAM BAHASA ARAB

Tugas ini diajukan untuk memenuhi salah atu tugas mata kuliah Bahasa Arab

Disusun oleh :

Asyfi Agistia Rabbiatsaniati


Siti Aminah
Saepulloh

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM YAMISA

SOREANG - BANDUNG

iii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Sebagai Umat Islam, kita dituntut untuk bisa mengkaji dan mempelajari
Al-Qur’an dan Sunnah, sebagai dua sumber utama ajaran Islam yang harus
kita pegang teguh. Tentunya, kita tidak mungkin memahami kedua sumber itu
kecuali setelah mengetahiu kaidah-kaidah Bahasa Arab, khususnya Ilmu
Nahwu dan Ilmu Sharaf. Karena keduanya merupakan kunci dalam
mempelajari al-Qur’an dan Sunnah.
Ketika hendak mempelajari ilmu Nahwu dan Sharaf, kebanyakan
kalangan Umat Islam masih mempunyai pandangan bahwa belajar Ilmu
Nahwu itu sulit, Sehingga banyak juga kalangan Umat Islam yang merasa
malas untuk mempelajari kaidah Bahasa Arab yang disebut dengan Ilmu
Nahwu dan Sharaf.
Untuk mempermudah umat islam dalam memahami ilmu nahwu ini
kami berinisiatif membuat makalah ini, dan salah satu cabang dari Ilmu
Nahwu ini adalah Fi’il Mudhori. Fi’il yang satu ini memang sedikit berbeda
dengan fi’il lainnya. Sebab kedudukan dan serta pengaplikasiannya yang
memang belum banyak orang mengetahui serta terdapat pengecualian-
pengecualian yang membuat fi’il ini semakin berbeda. Untuk itulah kami
mengangkat tema Fi’il Mudhori untuk mengenalkan klasifikasi, bentuk,
maupun kedudukan dari Fi’il Mudhori.
‘Ilmu Sharaf merupakan satu cabang ilmu yang digunakan sebagai alat
untuk mempelajari bahasa Arab, yang mana dengan ilmu tersebut seseorang
dapat memahami dengan jelas maksud dan kandungan dari teks-teks
berbahasa Arab terutama kitab suci al-Quran sebagai petunjuk bagi
keselamatan umat manusia.
Suatu kebanggaan bagi mereka yang dapat menguasai ‘Ilmu Sharaf
dengan sempurna, terlebih lagi bagi mereka yang ingin mempelajari ilmu-
ilmu pengetahuan berbahasa Arab. Akan tetapi, sangat ironis umat Islam

1
sekarang ini banyak tidak menguasai ilmu tersebut sehingga diantara mereka
kadang mempunyai kesulitan dalam memahami teks-teks berbahasa Arab.
Oleh sebab itu, dalam makalah ini mencoba untuk memberikan
sumbangsih berupa sedikit pengetahuan (mengutip dari berbagai literatur)
tentang ‘Ilmu Sharaf dengan mengambil beberapa bagian yang penting yaitu
berupa penjelasan tentang fi’il mudhori’ dan bagian-bagiannya.

B. Rumusan masalah
- Apa pengertian Fi’il Mudhari?
- Apa Ta’rif Fi’il Mudhari?
- Apa Fi’il Mudhori’ dan Binanya?
- Apa saja Tanda-Tanda Fi’il Mudhari?
- Apa Tashrif Fi’il Mudhar’i?
- Bagaimana Marfu pada Fi’il Mudhari?
- Bagaimana Manshub para Fi’il Mudhari?
C. Tujuan penulisan
- Untuk mengetahui pengertian Fi’il Mudhari.

- Untuk memahami Ta’rif Fi’il Mudhari.

- Untuk mengetahui Fi’il Mudhori’ dan Binanya.

- Agar memahami Tanda-Tanda Fi’il Mudhari.

- Agar memahami Tashrif Fi’il Mudhari.

- Untuk mengetahui dan memahami Marfu pada Fi’il Mudhari.

- Untuk mengetahui dan memahami Manshub para Fi’il Mudhari.

2
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Fiil Mudhari

Fiil mudhari merupakan salah satu bagian dari tiga bentuk fiil yaitu fiil
madli, mudhari dan amar. yang dimaksud dengan fiil adalah “kata kerja”,
maka setiap kata kerja dalam bahasa arab ia disebut dengan fiil.
- Pengertian Lafadz Fiil Mudhari
Bagi yang sudah faham tentang bagaimana pengertian fiil kita
langsung lanjut saja kepada materi inti yang akan dibahas pada tulisan ini

yaitu pengertian fiil mudhari. Kata ِ‫ضضضاَررع‬


‫ مم ض‬dalam bahasa arab berarti
sekarang, saat ini atau hadir, maka secara sederhana yang dimaksud dengan
fiil mudhari adalah kata kerja yang menunjukan keterangan waktu kejadian
dimana kejadian tersebut sedang terjadi.
Sedangkan pengertian fiil mudhari menurut istilah ilmu nahwu ialah
sebagai berikut ini :

‫ث يضققبضمل اَقلضحاَضل ضواَ ق رلقسترققضباَضل‬


‫ضماَضدلَل ضعضلىَ ضحضد ث‬
Artinya : lafadz yang menunjukan kejadian (perbuatan) yang
sedang berlangsung dan yang akan datang.
Mkasudnya ia sebuah lafadz dimana lafadz tersebut menunjukan
kejadian yang sedang berlangsung, namun adapula yang menunjukan

kejadian yang akan datang misalnya lafadz ‫ تضأقمكضضمل‬yang berarti “kamu

sedang makan”. Kata ‫تضأقمكمل‬ digunakan manakala anda sedang makan atau
akan melangsungkan kegiatan makan, jika proses makannya sedah selesai
maka tidak menggunakan fiil mudhari lagi akan tetapi menggunakan fiil
madli.
Cara mudah untuk mengetahui apakah lafadz tersebut termasuk fiil
mudhari atau bukan adalah dengan adanya tanda huruf mudhara’ah yang
berjumlah empat huruf pada awal lafadzya. Adapun huruf Mudhara’ah

3
tersebut ialah ‫ت‬-‫ي‬-‫ن‬-‫أ‬, maka jika ada lafadz yang dimulai dengan salah
satu huruf mudhara’ah tersebut kemungkinan besar ia adalah lafadz fiil
mudhari.
B. Ta’rif Fi’il Mudhori’
‫اَلفعل اَلمضاَرعِ هو كل فعل يدل علىَ حصول عمل فىَ اَلزماَن اَلحاَضر أو اَلمستقبل‬
- Fi’il mudhori’ yaitu tiap-tiap fi’il yang menunjukkan atas perbuatan pada
masa sekarang atau masa yang akan datang.
Contoh: ِ‫فعل مضاَرع‬ ‫يضقكتم م‬
‫ب ممضحلَمدد‬

C. Fi’il Mudhori’ dan Binanya


Apabila fi’il mudhori’ tersusun dalam suatu kalimat, maka fi’il mudhori’ tersebut
adakalanya keadaan:
1. Marfu’ (ِ‫)مرفوع‬

2. Manshub (‫)منصوب‬

3. Majzum (‫)مجزوم‬

- Tanda rafa’nya fi’il mudhori’ adalah dhammah (‫ )ضمة‬terbagi 2:

1. Dhammah Dzahirah (‫)ضمة ظاَهرة‬ contoh: ‫ب‬ ‫يض ق‬


‫ضرر م‬
2. Dhammah Muqaddarah (‫)ضمة مقدرة‬ contoh: َ‫يضقخضشى‬
- Tanda nashabnya fi’il mudhori’ adalah fathah (‫ )فتحضضة‬jika dimasuki amil
nashab:
1. Fathah Dzahirah (‫ )فتحة ظاَ هرة‬contoh: ‫ب‬ ‫لضقن يض ق‬
‫ضرر ض‬
‫لضقن يضقخ ض‬
2. Fathah Muqaddarah (‫ )فتحة مقدرة‬contoh: ‫ش‬

- Tanda jazamnya fi’il mudhori’ adalah sukun (‫ )سضضكون‬jika dimasuki amil


jazam:
Contoh: ‫لضقم يضلرقد ضولضقم يمقولضقد‬

Fi’il mudhori’ yang mu’rab ditandai dengan dhammah (‫ )ضمة‬ketika rafa’, dengan

fathah (‫ )فتحة‬ketika nashab dan ditandai dengan sukun (‫ )سكون‬ketika jazam, dan

itu jika fi’il mudhori’ tersebut dalam keadaan shahihul akhir (‫ )صحيح اَلخار‬dan
huruf akhirnya tidak bertemu sesuatu (bebas dari huruf ‘illat). Akan tetapi, apabila

4
fi’il mudahori’nya berupa mu’tal akhir (‫ )معتل اَلخار‬maksudnya, huruf akhirnya
berupa huruf ‘illat dan tidak bertemu dengan sesuatu, maka jazamnya ditandai
dengan membuang huruf akhir tersebut.
Contoh:

Lafal Arti Huruf akhir yang dibuang


‫لضقم يضقسضع‬ Dia (laki-laki) tidak mendengar Huruf ‘illat alif

‫لضقم يضقررم‬ Dia (laki-laki) tidak melempar Huruf ‘illat ya’

‫لضقم يضقد م‬
ِ‫ع‬ Dia (laki-laki) tidak mengundang Huruf ‘illat ta’

Apabila fi’il mudhori’ bertemu dengan salah satu dari:


- Nun taukid tsaqilah, contoh: ‫يضقكتمبضننض‬

- Nun taukid khafifah, contoh: ‫يضقكتمبضقن‬

- Nun niswah, contoh: ‫يضقكتمقبضن‬


Maka hukumnya tidak mu’rab melainkan mabni, yaitu:
- Mabni atas fathah, ketika bertemu nun taukid tsaqifah atau nun taukid
khafifah.
Contoh:
Lafal Bertemu dengan
‫يضقكتمبضلَن‬ Nun taukid tsaqifah
‫يضقكتمبضقن‬ Nun taukid khafifah

- Mabni atas sukun apabila bertemu dengan jama’ niswah.


Contoh:
Lafal Bertemu dengan
‫يضقكتمقبضن‬ Nun jama’ niswah

D. Tanda-Tanda Fi’il Mudhori’


1 ‫عِ فضهمضو ماَ ض كاَ ضضن أضلَولمهم إرقحضدىَ اَللَزضواَئررد اَلضقربضرع ضورهضي اَقلهضقمضزةم ضواَلننقومن واَقلضياَمء‬ ‫ضاَرر م‬‫أضلَماَ اَقلمم ض‬
َ‫ت أضقو نضأقرتى‬‫ت أضقو أضنضقي ض‬ ‫واَللَتاَمء يضقجضممعضهاَ أضنضقي م‬
Fi’il mudhori’ ialah fi’il yang huruf awalnya terdiri dari salah satu huruf za’idah
yang empat macam yaitu: hamzah, ya’, ta’, dan nun yang terhimpun pada lafaz
‫ أضنضقي ض‬atau َ‫ نضأقرتى‬, huruf-huruf tersebut dinamakan huruf mudhora’ah.
‫ أضنضقي م‬atau ‫ت‬
‫ت‬

5
Contoh: Aku minum ‫ أضضناَ أضقشضر م‬: ‫اَلهمزة‬
-‫ب‬
Kami menulis -‫ب‬ ‫ نضقحمن نضقكتم م‬: ‫اَلنون‬
Muhammad membaca - ‫ يضققضرأم ممضحلَمدد‬: ‫اَلياَء‬
Fathimah memasak ‫ تض ق‬: ‫اَلتاَء‬
- ‫طبضمع ضفاَرطضمةم‬
2 Bisa dimasuki huruf ‫ سين‬,‫ سوف‬dan ‫قد‬

Contoh: Dia akan masuk neraka - َ‫صلىَ ضناَررا‬


‫ ضسيض ق‬: ‫سين‬
Dia aka melihat - َ‫ف يضضرى‬
‫ ضسقو ض‬: ‫سوف‬
- ‫ قضقد أضقفلضضح اَقلممقؤرمنمقوضن‬: ‫قد‬
3 Bisa dimasuki (diawali) huruf (amil) nashab:
Amil Nashab

‫ب رباَقلضفاَرء ضواَلضواَرو وأضقو‬


‫ لضمم اَقلمجمحقورد ضحلَتىَ ضواَقلضجضواَ م‬,‫ ضكقي‬,‫ اَرضذقن‬,‫ لضقن‬,‫ب ضعضشضرةد ضورهضي أضقن‬ ‫ضفاَلنلَضواَ ر‬
‫ص م‬

Yang menashabkan secara langsung


‫ ضكقي‬,‫ اَرضذقن‬,‫ لضقن‬,‫أضقن‬

Yang menashabkan secara tidak langsung


‫لضقم ضكقي لضقم مجمحقوقد ضحلَتىَ ضجضواَقبضدضعن فاَ ضواَمو أضقو‬

- Menashabkan dengan dirinya sendiri:


1) ‫ أضقن‬contoh : ‫ب‬‫ت رمقن أضقن تضقلضع م‬ ‫ضعرجقب م‬
2) ‫ لضقن‬contoh : ‫لضقن تضضناَمل اَقلبرنر‬
3) ‫ إرضذقن‬contoh: ‫إرضذقن أمقكررمم ض‬
‫ك‬
‫ ضك ق‬contoh :
4) ‫ي‬ ‫ت ضكقي تمقكررمم ض‬
‫ك‬ ‫رجقئ م‬
- Menashabkan secara tidak langsung (tersembunyi) ada 2 macam:
1 Yang menshabkan dengan ‫ أضقن‬tersembunyi yaitu ‫ لم كي‬dengan syarat tidak

didahului oleh lafaz ‫ ماَكاَن‬atau ‫ لم يكن‬contoh: ‫ت رلضققضرأض‬


‫ضقر م‬
‫ضح ض‬
2 Yang menashabkan dengan ‫ أن‬tersembunyi dengan syarat didahului oleh lafaz
‫ ماَكاَن‬atau ‫ لم يكن‬ada 5:
1) ‫ لم اَلجحود‬yaitu lam yang berada pada kalimat yang dinafikan.

Contoh : ‫ ضماَ ضكاَضن ام لريمضعذذبضمهمق‬asalnya : ‫رلضقن يمضعذذبضهمقم‬


“Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka” (QS. Al-Anfal: 33)

6
2) َ‫ حتى‬dengan arti َ‫إلى‬

‫ب اَقلرعقلضم ضحلَتىَ تضأقتريض ض‬


‫ك اَقلضمقو م‬
Contoh : ‫ت‬ ‫( أم ق‬carilah ilmu sampai maut menjemputmu).
‫طل م م‬
atau dengan arti lam ta’lil (‫ )لم تعليل‬seperti contoh:

‫طلمبمضضواَ اَقلرعقلضضضم ضحتلَضضىَ يضضضأقمجضر ض‬


‫ك اضض‬ ‫( أم ق‬carilah ilmu, karena Allah akan memberi pahala
kepadamu).
3) Menjawab dengan (‫ )ف‬seperti dalam contoh:

‫( أضققبرقل فضأ مقحرسضن إرلضقي ض‬menghadaplah, maka aku akan berbuat baik kepadamu).
‫ك‬
4) Menjawab dengan ‫ واَو اَلمعية‬seperti dalam contoh:

‫( أضققبرقل ضوأضقحرسضن إرلضقي ض‬menghadaplah, kusertakan kebaikan untukmu).


‫ك‬
5) ‫ أضقو‬dengan makna ‫ إرلنض‬seperti dalam contoh:

‫ك أضقو تضأقرتىَ ضمضاَ يضقلضضزمم ضعلضقيض ض‬


‫ك‬ ‫( رلضقحقرضرنلَ ض‬niscaya aku akan menghinakanmu, kecuali kamu
melakukan pekerjaan yang sudah menjadi kebiasaanmu).
atau ‫ أو‬dengan makna َ‫ إلى‬seperti dalam contoh:
‫( ضلض ق‬aku benar-benar akan menuntut ilmu sampai aku
‫طلمبضلَن اَقلرعقلضم أضقو أضقعلضضم اَقلمعلمقوضم اَلذدقينريلَةض‬
menguasai ilmu-ilmu agama).
4 Bisa dimasuki (diawali) huruf (amil) jazam:

‫ضواَقلضجضواَرزمم ثضضماَنريضةض ضعضشضر ضورهضي ضلضقم ولضلَمضضاَ واَضلضضضقم واَضلضلَمضاَ ولضمم اَلضضمضرر واَلضضندعاَ ضرء ضولض فرضضىَ اَلنلَقهضري‬
َ‫ي ضوضمضتىَ ضوأضلَياَضن ضوأضقيضن ضوأضلَنىَ ضوضحقيثمضمضضاَ ضوضكقيفضضمضضاَ ضوإررذا‬
َ‫ضواَلندضعاَرء ضوإرقن ضوضماَ ضوضمقن ضوضمقهضماَ ضوإرقذماَ ض ضوأض ي‬
‫صة ر‬
َ‫رفىَ اَلذشقعرر ضخااَ ل‬
Maksudnya : amil-amil yang men-jazamkan itu ada 18 macam dan terbagi
menjadi 2 bagian:
1. Yang menjazamkan kepada satu fi’il mudhori’
a) Lam naïf, seperti:
‫لضقم يضقن م‬
‫صقر ضزقيدد‬ : Zaid tidak menolong.
‫ضولضقم يضمكقن لضهم مكفمرواَ أضضحدد‬ : Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Allah.
(QS.Al-Ikhlas: 4)
b) Lamma dengan arti lam seperti:
‫ لضلَماَ يضقدمخاقل هضرذره اَللَداَضر أضضحدد‬: Seorang pun belum ada yag memasuki rumah ini.
c) Alam, yaitu lam yang memakai hamzah istifham, seperti:
7
‫ف أضضحدد‬
‫ أضلضقم يضقعرر ق‬: Apakah belum ada seorang pun yang mengetahui?
d) Alammaa memakai hamzah istifham, seperti:
‫ أضلضلَماَ أمقحرسقن إرلضقي ض‬: Apakah aku tak berbuat baik untukmu?
‫ك‬
e) Lam amar, seperti:
‫ لريضقن م‬: Hendaklah Zaid menolong Amar.
َ‫صقر ضزقيدد ضعقمررا‬
Lam du’a, seperti:
َ‫لريمقعرطناَ ض ضرنبضنا‬ : Semoga Rabb kami memberikan (sesuatu) kepada kami.
f) Lam nahi, seperti:
َ‫لضتضقفضعقل ضذقنربا‬ : Janganlah kamu berbuat dosa.
2. Yang menjazamkan kepada dua fi’il mudhori’, yang pertama fi’il
syarat dan yang kedua fi’il jawab syarat, sebagai berikut:
a) ‫ إرقن‬huruf syarat, seperti:

‫إرقن يضقمقم ضزقيدد يضقمقم ضعقمدرو‬ : Apabila Zaid berdiri, niscaya Amr pun berdiri.

‫ يضقمقم‬pertama fi’il syarat, ‫ يضقمقم‬kedua jawabannya, sebab berdirinya Amr itu dengan
syarat Zaid berdiri.
b) َ‫ ما‬isim syarat, seperti:

‫ضماَ تضقفضعقل أضقفضعقل‬ : Apa saja yang engkau lakukan, tentu aku pun melakukan.

c) ‫ من‬isim syarat, seperti:

‫صقرهم أضقن م‬
‫صقر ضمضع ض‬
‫ك‬ ‫ ضمقن تضقن م‬: Siapa saja yang engkau tolong tentu aku pun
menolongnya besertamu.
d) َ‫ ضمقهضما‬isim syarat, seperti:

‫ ضمقهضماَ تضقفضعقل أضقفضعقل‬: Setiap engkau melakukan, tentu aku pun melakukan.
e) َ‫ إرقذضما‬huruf syarat, seperti;

‫ إرقذضماَ يضقمقم ضزقيدد يضقمقم ضعقمدرو‬: Apabila Zaid berdiri, niscaya Amr pun berdiri.
f) ‫ي‬
‫ أ ن‬isim syarat, seperti:
‫ف أضقعررفمهم‬ َ‫ أض ل‬: Siapa saja yang engkau kenal, tentu aku pun mengenalnya.
‫ي تضقعرر ق‬
‫أ ن‬, seperti:
g) َ‫ متى‬isim syarat, dengan makana ‫يد‬

‫ ضمضتىَ تضأقمكقل آمكقل‬: kapan saja engkau makan, maka aku pun makan.
h) ‫ أضلَياَضن‬isim syarat, seperti:

8
‫صقر أضقن م‬
‫صقر‬ ‫ أضلَياَضن تضقن م‬: mana saja yang engkau tolong, tentu aku pun menolongnya.
i) ‫ أضقيضن‬isim syarat, seperti:

‫ أضقينضضماَ تضقنرزقل أضقنرزقل‬: Di mana saja engkau turun, tentu aku pun turun.
Huruf maa-nya adalah maa zaidah atau tambahan
j) َ‫ أضلَنى‬isim syarat, seperti:

‫ب اَقلرعقلضم تضقربضقح‬ ‫ أضلَنىَ تض ق‬: Setiap engkau menuntut ilmu, tentu engkau beruntung.
‫طل م ر‬
k) َ‫حقيثمضما‬‫ ض‬isim syarat, seperti:
َ‫ط أضقجررا‬
‫ضحقيثمضماَ تمرطقعهم تمقع ض‬ : Andaikata engkau taat kepada Allah, maka engkau diberi
pahala.
l) َ‫ ضكقيفضضما‬isim syarat, seperti:
‫س أضقجلر ق‬
‫س‬ ‫ ضكقيفضضماَ تضقجلر ق‬: Bagaimana saja caranya engkau duduk, tentu aku pun duduk.
m) َ‫ ضوإررذا‬khusus dalam syair, seperti:

‫صضضةد فضتضضحلَمضضقل‬ ‫ك ضخا ض‬


‫صاَ ض‬ ‫ ضوإررذاَتم ر‬: Bila kesusahan menimpamu, maka kamu harus
‫صضضقب ض‬
menahan (dengan sabar).

E. Tashrif Fi’il Mudhar’i

1 Tashrif Fi’il Mudhar’i Ma’ruf (aktif me-)

– ‫ تضقفرعمل – تضقفرعلضرن – تضقفرعلمقوضن – تضقفرعلرقيضن‬- ‫يضقفرعمل – يضقفرعلضرن – يضقفرعلمقوضن – تضقفرعمل – تضقفرعلضرن – يضقفرعقلضن‬
.‫تضقفرعلضرن – تضقفرعقلضن – اَضقفرعمل – نضقفرعمل‬
2 Tadhrif fi’il Mudhari Majhul (pasif di-)

– ‫ تمقفضعمل – تمقفضعلضرن – تمقفضعلمقوضن – تمقفضعلرقيضن‬- ‫يمقفضعمل – يمقفضعلضرن – يمقفضعلمقوضن – تمقفضعمل – تمقفضعلضرن – يمقفضعقلضن‬
.‫تمقفضعلضرن – تمقفضعقلضن – اَمقفضعمل – نمقفضعمل‬

F. MARFU' PADA FIIL MUDHARI.


Suatu fi'il akan menjadi marfu' apabila ia belum didahului oleh huruf-
huruf yang dapat merubah kedudukannya baik merubahnya menjadi manshub
maupun menjadi majzum. Huru-huruf yang dimaksud tersebut berupa huruf
nashab dan huruf jazam.
Tanda rofa'nya fi'il mudhari' :

9
1). Dhammah
Tanda rofa' dengan dhammah ini berlaku bagi fiil dengan dhamir
‫ أنت‬,‫ نحن‬,‫ رهي‬,‫هو‬, dan َ‫أنا‬.
Contoh:
‫ب‬
‫( أناَ اَكت م‬Saya menulis)
‫ب‬
‫( نحن نكت م‬Kami menulis)

2) Tetapnya Nun
Tetapnya nun dikenal juga Tsubutun nun. Adalah huruf nun yang
terletak setelah wawu jamaah pada dhomir ‫ همقم‬dan ‫اَنتم‬, alif itsnain pada
dhomir َ‫ مهما‬dan َ‫اَنمتما‬, dan ya' mukhatabah pada dhomir ‫ت‬
‫أن ر‬.
Contoh:
‫( همقم يضقكتمبمقون‬Mereka menulis)
‫( اَنتمضماَ تضقكتمضباَرن‬Kalian berdua menulis)
‫ت تضقكتمبرقيضن‬
‫( أقن ر‬Kamu (prm) menulis)

G. TANDA-TANDA MANSHUBNYA FI'IL MUDHARI'


Fi'il mudhari Manshub / yang dibaca nashab
Manshub pada fi'il mudhari adalah suatu keadaan fi'il mudhari yang
awalnya marfu' telah dimasuki oleh salah satu huruf nashab. Masuknya huruf
nashab ini menjadikan fi'il menjadi manshub.
Tanda Nashabnya fi'il mudhari'
1) Fathah
Tanda-tanda fathah ini berlaku bagi fiil mudhari' yang dimasuki oleh huruf
‫ اَن ض‬,َ‫اَنا‬, dan ‫نحن‬.
nashab dan dhamir ‫ هي‬,‫ هو‬,‫ت‬
Contoh:
‫( اَناَ أقن اَقذه ض‬Saya akan pergi)
‫ب‬
Dari contoh ‫ب‬ ‫ اَضقذضهضض م‬menjadi fathah karena didahului oleh huruf
nashab berupa ‫ أن‬maka dhammah di akhir kata berganti menjadi fathah.
2) Hadzfun nun/terbuangnya nun
Hadzfu nun ini berlaku bagi fiil yang lima (‫ )اَفعاَل اَلخمسة‬dengan dhomir :
‫ هقم‬,‫ اَنتقم‬,َ‫ اَنتما‬,َ‫هما‬, dan ‫ت‬
‫اَن ر‬.

10
Contoh: َ‫اَنتماَ لقن تقذهضبا‬
Fi’il Mudhori’ yang bersambung dengan nun niswah atau dengan nun
taukid.
- Nun Niswah adalah nun yang terdapat dalam fi’il untuk menunjukkan
jenis perempuan yang keadaannya berharokat fathah.
‫( اَقلممقسلرضماَ م‬Para muslimah sedang menulis surat)
Contoh: ‫ت يضقكتمقبضن اَلذرضساَلضةض‬
‫( اَقلممقسلرضماَ م‬Para muslimah tidak akan menulis surat)
Contoh ‫ت لضقن يضقكتمقبضن اَلذرضساَلضةض‬
- Nun Taukid adalah nun yang bersambung dengan Fi’il yang berfungsi
sebagai penguat makna Fi’il. Sebelumnya pernah dibahas mengenai nun
taukid.
Contoh: َ‫( أض تضقسضمضعلَن اَلضضذاَضن؟‬Apakah kamu benar-benar mendengar adzan?)
Contoh َ‫( أضلضضقم تضقسضضضمضعلَن اَلضضذاَضن؟‬Apakah kamu benar-benar tidak mendengar
adzan?)
Ketentuan Fi’il Mudhori’ yang dibaca Rofa’
‫يضقكتم م‬
1. Apabila tidak bersambung dengan apapun contoh: ‫ب‬
2. Apabila bersambung dengan alif itsnain. contoh: ‫يضقكتمضباَرن‬
3. Apabila bersambung dengan wawu jama’. contoh: ‫يضقكتمبمقوضن‬
4. Apabila bersambung dengan ya’ mukhothobah. contoh: ‫تضقكتمبرقيضن‬
‫( يضقر ض‬Rofa'nya dikira-
5. Apabila ada huruf ‘illat terakhir alif. contoh: َ‫ضى‬
kira)
6. Apabila ada huruf ‘illat terakhir ya’. contoh: َ‫( يضقررمى‬Rofa'nya dikira-kira)
7. Apabila ada huruf ‘illat terakhir wawu contoh: ‫( يضقغمزو‬Rofa'nya dikira-
kira)
Penjelasan:
Alif itsnaini juga disebut alif tastniyah. Merupakan alif yang
menunjukkan dhomir mutsanna ( َ‫أضقنتمضما‬/َ‫ ) همضما‬.
Wawu jama’ah adalah wawu yang menunjukkan dhomir banyak ( ‫أضقنتمقم‬/‫) همقم‬.
Ya’ mukhothobah adalah ya’ yang menunjukkan dhomir orang kedua
‫) أضقن ر‬
muannats ( ‫ت‬

Berikut ini adalah contoh fiil mudhari marfu manshub beserta artinya :

Arti Manshub Marfu


11
‫‪Menolong‬‬ ‫لضقن يضقن م‬
‫صضر‬ ‫يضقن م‬
‫صمر‬
‫‪Memukul‬‬ ‫ب‬ ‫لضقن يض ق‬
‫ضرر ض‬ ‫ب‬ ‫يض ق‬
‫ضرر م‬
‫‪Membuka‬‬ ‫لضقن يضقفتضضح‬ ‫يضقفتضمح‬
‫‪Baik‬‬ ‫لضقن يضقحمسضن‬ ‫يضقحمسمن‬
‫‪Memulyakan‬‬ ‫لضقن يمقكررضم‬ ‫يمقكررمم‬
‫‪Berkumpul‬‬ ‫لضقن يضقجتضرمضع‬ ‫يضقجتضرممع‬
‫‪Membunuh‬‬ ‫لضقن يمضقاَترضل‬ ‫يمضقاَترمل‬
‫‪Membahagiakan‬‬ ‫لضقن يمفضذرضح‬ ‫يمفضذرمح‬
‫‪Berbicara‬‬ ‫لضقن يضتضضكللَضم‬ ‫يضتضضكللَمم‬
‫‪Menjauh‬‬ ‫لضقن يمقبرعضد‬ ‫يمقبرعمد‬

‫‪BAB III‬‬
‫‪PENUTUP‬‬
‫‪A. Kesimpulan‬‬

‫‪Fi’il adalah kata yang menunjukan pekerjaan yang terjadi pada waktu‬‬
‫‪tertentu.‬‬

‫‪12‬‬
FI”IL
Fi’il (kata kerja) di lihat dari segi waktu terjadinya dibagi kepada kata kerja
lampau, sekarang, akan, sedang dan kata kerja perintah.

Fi’il mudhori’ ialah fi’il yang huruf awalnya terdiri dari salah satu huruf
za’idah yang empat macam yaitu: hamzah, ya’, ta’, dan nun yang
‫ أضنضقيضض ض‬atau َ‫ نضضضأقرتى‬, huruf-huruf tersebut
‫ أضنضقيضض م‬atau ‫ت‬
terhimpun pada lafaz ‫ت‬
dinamakan huruf mudhora’ah.
Fi’il mudhori’ yaitu tiap-tiap fi’il yangmenunjukkan atas perbuatan pada
masa sekarang atau masa yang akan datang.

Contoh: ِ‫فعل مضاَرع‬ ‫يضقكتم م‬


‫ب ممضحلَمدد‬
Fi’il mudhari adalah fi’il yang menunjukan kejadian sesuatu pada waktu
berbicara atau sesudahnya.

Kata kerja dilihat dari segi objek yang dikerjakannya dibagi kepada
kata kerja intransitif (tidak memerlukan objek) dan kata kerja transitif
(membutuhkan objek).

Isim-isim yang marfu’ adalah isim-isim yang ber-i’rob rofa. Jama’ dari
marfu’ adalah marfu’aat
Suatu isim menjadi marfu’ dalam 7 keadaan:
Mubtada’ (‫)اَلمبتدأ‬
Khobar Mubtada’ (‫)اَلخبر‬
Isim kaana ( ‫)اَسم كاَن‬
Khobar Inna (‫)خابر إنن‬
Fa’il (‫)اَلفاَعل‬
Naibul Fa’il (‫)ناَئب اَلفاَعل‬
Isim-isim yang manshub adalah isim-isim yang ber-i’rob nashob. Jama’
dari manshub adalah manshubaat.
Suatu Isim menjadi manshub dalam 11 keadaan:

Khobar Kaana (‫)خبر كان‬

Isim Inna (‫)اسم إن‬

13
Maf’ul Bih (‫)المفعول به‬

Maf’ul Muthlaq ( ‫)المفعول المطلق‬

Maf’ul Li ajlih ( ‫المفعول لجأله‬


)Maf’ul Ma’ah ( ‫)المفعول معه‬

Maf’ul Fih ( ‫)المفعول فيه‬

Haal (‫)الحال‬

Mustatsna (‫)المستثنى‬

Munada’ (‫)المنادى‬

Tamyiiz (‫)التمييز‬

DAFTAR PUSTAKA

14