Anda di halaman 1dari 34

MDDUL 5

Struktur Pasar
Dr. T. Sunaryo

PENDAHULUAN

truktur pasar merujuk pada jumlah produsen dan konsumen dalam pasar.
Dalam struktur pasar bersaing sempurna terdapat banyak produsen dan
banyak konsumen. Banyaknya produsen mengindikasikan bahwa hambatan
masuk pasar (entry barrier) dalam industri tersebut rendah. Produsen dengan
mudah keluar atau masuk pasar. Barang yang dijual produsen identik satu
dengan lainnya. Dengan banyaknya produsen maka produsen secara individu
tidak dapat mengubah harga pasar.
Pada struktur pasar monopoli terdapat satu produsen di pasar. Kondisi ini
menunjukkan adanya entry barrier yang amat tinggi dalam pasar monopoli.
Pada pasar monopoli produsen dapat menentukan harga barang untuk
memperoleh keuntungan maksimum. Harga barang pada pasar monopoli
lebih mahal dari pasar persaingan sempurna.
Pada struktur pasar oligopoli terdapat beberapa produsen. Entry barrier
di pasar oligopoli lebih rendah dibanding yang ada di struktur pasar
monopoli. Dalam upaya memaksimumkan keuntungan, beberapa perusahaan
dapat melakukan kolusi sehingga dapat bertindak sebagai monopoli atau
sebaliknya, mereka akan berkompetisi untuk menguasai pasar. Adanya
sedikit produsen ini memungkinkan 2 macam interaksi.
Struktur pasar monopolistic competition mempunyai karakteristik
monopoli dan kompetisi. Elemen monopoli muncul melalui karakteristik
produk dan elernen kompetisi rnuncul dari entry barrier yang relatif rendah.
Produk rnasing-rnasing perusahaan mernpunyai ciri tertentu sehingga
dibedakan antara satu dengan lainnya.
Struktur pasar bersaing sernpurna rnampu rnengalokasikan surnber daya
secara efisien dan menghasilkan output yang lebih banyak dibanding dengan
struktur pasar lainnya. Ini adalah esensi teori kesejahteraan ekonomi pertama
yang pertarna kali dikernukakan Adam Smith.
5.2 EKDNOMI MANA.JERIAL e

Modul ini menjelaskan karakteristik 4 jenis struktur pasar. Setelah


mempelajari modul ini, Anda diharapkan mampu menjelaskan hal berikut.
1. struktur pasar bersaing sempurna;
2. struktur pasar monopoli;
3. struktur pasar oligopoli;
4. struktur pasar monopolistic competition;
5. membandingkan efisiensi keempat pasar di atas;
6. struktur pasar dengan konsep contestable market.
e EKMA431 2/MODUL 5 5.3

KEGIATAN BELA.JAR 1

Struktur Pasar

A. STRUKTUR BIAYA

Dalam pembahasan struktur pasar mengasumsikan struktur biaya


standar, yaitu produsen berproduksi dalam jangka pendek (short run), seperti
skenario pada Modul 3. Gambar 5.1 menunjukkan struktur biaya sebuah
perusahaan sumbu tegak menunjukkan biaya dan sumbu datar menunjukkan
jumlah barang yang diproduksi/dijual. Law of diminishing returns membuat
biaya marjinal (MC) naik semakin cepat. MC memotong biaya rata-rata
(AC) pada AC minimum. MC memotong biaya rata-rata variabel (AVC)
pada AVC minimum.
AFC,AVC,AC AC
MC

AVC
12

AFC

0 100 q

Gambar 5.1
Struktur Biaya

B. KURVA PERMINTAAN

Semakin banyak kompetitor, produsen akan menghadapi kurva


permintaan yang semakin elastis (elastisitas harga). Artinya, penurunan harga
1%, akan meningkatkan penjualan yang relatif besar (lebih dari satu persen),
5.4 EKONOMI MANA..JERIAL e

lihat kembali Gambar 2.5 di Modul 2. Permintaan yang mempunyai


elastisitas (harga) yang tinggi mempunyai kemiringan yang relatif kecil
(datar). Produsen dalam struktur pasar bersaing sempurna menghadapi kurva
perrnintaan dengan elastisitas tak terhingga (horizontal) De , berapapun
jumlah barang yang dijual tidak akan mempengaruhi harga barang dipasar
(lihat Gambar 5.2). Produsen dalam struktur pasar monopolistic competition,
oligopoli, dan monopoli masing-masing menghadapi kurva permintaan yang
semakin curam, Dmc , D0 dan Dm. Perusahaan dalam struktur pasar
monopoli menghadapi permintaan yang paling inelastis.

Dmc

Do
Om

0 q

Gambar 5.2
Kurva Permintaan yang Dihadapi Produsen

C. PRODUSEN MENGOPTIMALKAN KEUNTUNGANNYA

Produsen mempunyai struktur biaya seperti pada Gambar 5.1


menghadapi kurva permintaan seperti pada Gambar 5.2. Berapa jumlah
produksi yang optimal bagi produsen? Jumlah produksi yang optimal, artinya
jumlah produksi yang memaksimumkan keuntungan atau meminimumkan
kerugian.
e EKMA431 2/MODUL 5 5.5

Keuntungan produsen adalah:

;rr(q) == R(q)- C(q)

: keuntungan
R : pendapatan (revenue)
C : biaya (costs)
q : kuantitas (quantity)

Perhatikan bahwa keuntungan, pendapatan, dan biaya semuanya fungsi


dari output.
Kondisi keuntungan optimal adalah turunan pertama keuntungan
terhadap output sama dengan nol.

o1r == oR_ oc ==
0
oq oq oq

oR ==MR
oq

oc ==MC
oq

Jadi
MC==MR

Produsen akan mencapai keuntungan maksimal (kerugian minimal) bila


output yang terakhir memenuhi kondisi biaya marjinal sama dengan
pendapatan marjinal. Ongkos produksi output terakhir (MC) sama dengan
kontribusi pendapatan dari output terakhir tersebut (MR).

Jadi, yang menjadi acuan evaluasi untuk menentukan jumlah output


optimal adalah ongkos produksi output yang terakhir (MC), bukan ongkos
rata-rata dari semua output.
Apabila MC < MR , produsen masih bisa menikmati keuntungan dengan
menambah output (q). Apabila MC > MR produsen sudah dalam kondisi
mengalami kerugian. Dengan mengurangi output akan menghindari kerugian
dan menempatkan produsen pada keuntungan maksimal bila memenuhi
5.6 EKDNOMI MANA.JERIAL e

kondisi MC == MR . Perhatikan bahwa kondisi optimal ini sama dengan yang


ada pada kasus konsumen (Modul 2) dan produsen (Modul 3). Integrasikan
pemahaman Anda.

Kondisi Im r>likasi
MC<MR Tambah output
MC>MR Kurangi output
MC==MR Stop, output mencapai optimal

D. MARGINAL REVENUE

Kondisi optimal memerlukan pendapatan marjinal (marginal revenue,


MR), yaitu tambahan pendapatan dari tambahan sebuah penjualan. Produsen
dalam struktur pasar bersaing sempurna bisa menjual berapa pun produknya
dengan harga tetap. Setiap produsen menjual sebuah output, produsen selalu
mendapatkan pendapatan sebesar harga produknya. Dengan demikian, kurva
MR dari produsen dalam pasar bersaing sempurna sama dengan kurva
permintaannya yang horizontal, lihat Gambar 5.3.

Dc =MR
10 ~------------------------------

0 q

Gambar 5.3
Marginal Revenue sebuah Perusahaan dalam
Struktur Pasar Bersaing Sempurna

Secara umum, marginal revenue (MR) adalah turunan pertama


pendapatan (revenue) terhadap output. Misalnya, perusahaan menghadapi
kurva permintaan sebagai berikut.
e EKMA431 2/MODUL 5 5.7

p == 10 - 0,Sq

Fungsi pendapatan dari perusahaan adalah:

2
R == pq == 1Oq - 0, 5q

Marginal revenue dari perusahaan adalah:

MR ==
oR == 10 - q
oq

Perhatikan kerniringan D adalah -0,5, sedangkan kerniringan kurva MR


adalah 1. MR di bawah D dan lebih curam dibanding D.

Secara umum, kurva MR dari perusahaan dalam persaingan tidak


sempurna berada di bawah kurva perrnintaan dan mempunyai kerniringan
lebih curam dibanding kurva D.

P 1
-----~---------,
I
I
I
l 0,5

MR

0 q

Gambar 5.4
Marginal Revenue sebuah Perusahaan dalam
Struktur Pasar Bersaing tidak Sempurna
5.8 EKONOMI MANA..JERIAL e

E. PERUSAHAAN DALAM STRUKTUR PASAR BERSAING


SEMPURNA

Perusahaan dalam struktur pasar bersaing sempurna menghadapi kurva


permintaan pasar yang horizontal. Secara intuisi, apabila harga pasar relatif
tinggi sehingga biaya rata-rata lebih kecil dari harga produknya, produsen
menikmati keuntungan positif. Keuntungan ini disebut keuntungan di atas
normal (super normal). Apabila harga pasar turun sehingga biaya rata-rata
sama dengan harga, keuntungan produsen sama dengan nol (keuntungan
normal atau normal profit). Apabila harga pasar turun lagi sehingga biaya
rata-rata kurang di bawah harga produk, produsen mengalami kerugian atau
keuntungan di bawah nol (sub-normal profit). Tiga kategori keuntungan bisa
diilustrasikan dengan grafik.

1. Perusahaan Menikmati Keuntungan di atas Normal


P, costs
MC
De = MR
1n 1------------------+-
~ - -
AVC
fJ
I
I
I
I
I
I
8 -------~------------~----~--------~-~-~-~

I
I
I
I
I
I
I
I
I

'
I
I
I
I
I
I
I
I

'
I
I
I
I

.0 100 q
-

Gambar 5.5
Perusahaan Menikmati Keuntungan di Atas Normal

Gambar 5.5 menggambarkan produsen mempunyai struktur biaya


standar dan menghadapi kurva permintaan pasar horizontal. Produsen yang
mengoptimalkan keuntungannya memenuhi kondisi MC = MR. Output
optimalnya adalah 100. Dengan output 100, biaya rata-rata produk adalah 8.
e EKMA431 2/MODUL 5 5.9

Tentu saja harganya 10. Produsen menikmati keuntungan sebesar 200. Ini
adalah keuntungan di atas normal (super normal profit).
Keuntungan di atas normal tentu saja mengundang produsen-produsen
lainnya (entries). Persediaan (supply) output di pasar meningkat dan
menurunkan harga produk. Produsen baru akan tetap masuk selama masih
ada super normal profit atau produsen baru akan tidak mempunyai insentif
untuk masuk bila super normal profit sama dengan nol. Keuntungan sama
dengan nol ini disebut keuntungan normal (normal profit).
J adi, apabila harga di atas 7 (harga yang membuat keuntungan di atas
normal), harga akan turun ke 7.

2. Perusahaan Menikmati Keuntungan Normal


Keuntungan normal terjadi bila harga sama dengan biaya produksi rata-
rata. Gambar 5.6 menunjukkan keuntungan normal. Produsen memenuhi
kondisi optimal MC = MR. Output optimal adalah 90. Harga sama dengan
biaya rata-rata, yaitu 7. Keuntungan produsen adalah nol (normal profit).

P, costs AC
MC

AVC

DC=MR

0 90 q

Gambar 5.6
Perusahaan Menikmati Keuntungan Normal
5.10 EKONOMI MANA..JERIAL e

P, costs
MC AC

AVC

8 ------------------------------------- r---~---

De = MR
4

0 80 q

Gam bar 5. 7
Perusahaan Menikmati Keuntungan di Bawah Normal (Subnormal)

Misalnya, penurunan permintaan pasar membuat harga turun hingga


sama dengan 5. Produsen mengoptimalkan keuntungannya dengan memenuhi
MC = MR dan memproduksi sebanyak 80. Pada saat output sama dengan 80,
biaya rata-ratanya adalah 8. Produsen menderita kerugian 240 (3 x 80).
Kerugian (keuntungan negatif) disebut keuntungan di bawah normal (sub-
normal profit).
Keuntungan di bawah normal ini menstimulasi produsen untuk keluar
(exits) dari pasar. Persediaan output pasar menurun, harga naik. Exits akan
berhenti apabila stimulannya sudah habis, yaitu pada saat keuntungan
perusahaan sama dengan nol, tidak negatif lagi. J adi, bila harga di bawah 7
(harga yang membuat keuntungan normal), harga akan naik hingga sama
dengan tujuh.

3. Perusahaan Menderita Kerugian Sebesar Biaya Tetap


Gambar 5.7 menunjukkan bahwa bila harga sama dengan 5, produsen
rugi sebesar 240. Namun, pendapatan perusahaan 400, masih melebihi biaya
variabelnya, 320. Jadi, masih sisa sebesar 80 untuk mengurangi kerugian dari
biaya tetap. Apabila harga turun hingga sama dengan 3, pendapatan hanya
cukup untuk membayar biaya variabel, lihat Gambar 5.8. Kompensasi untuk
biaya tetap tidak ada. Kondisi ini sama dengan bila perusahaan berhenti
beroperasi. Apabila perusahaan berhenti beroperasi, perusahaan rugi sebesar
biaya tetap. Jadi, pada saat harga sama dengan 3, perusahaan indifferent
e EKMA431 2/MODUL 5 5.11

terhadap pilihan beroperasi atau tutup (shut down). Namun, apabila harga
kurang dari 3, pendapatan perusahaan tidak cukup untuk membayar biaya
variabel, apalagi untuk membayar biaya tetap. Apabila harga lebih kecil dari
3, perusahaan memilih untuk berhenti beroperasi. Harga sama dengan tiga
disebut shut down point.

P, costs
MC AC

AVC

9 ------·- -------- ~- ·--·- ---·- ----

De= MR

0 70 q

Gambar 5.8
Shut down point

p>AVC Bisa rugi tapi terus beroperasi


p == AVC Shut down point
p<AVC Rugi dan berhenti beroperasi

F. KURVA PENAWARAN

Produsen akan memproduksi apabila harga di atas biaya rata-rata


variabel. Ingat bahwa syarat untuk menentukan output optimal adalah biaya
marjinal sama dengan pendapatan marjinal. Oleh karena itu, kurva
penawaran (supply) perusahaan adalah kurva MC di atas AVC minimum.
Gambar 5.9 menunjukkan kurva penawaran individual, yaitu bagian kurva
MC yang tidak terputus-putus.
5.12 EKONOMI MANA..JERIAL e

P, costs
MC

AVC

Gambar 5.9
Kurva penawaran individual

Kurva penawaran pasar adalah penjumlahan kurva penawaran


perusahaan individual. Gambar 5.10 menunjukkan penjumlahan kurva
penawaran individual Sl dan S2 menjadi kurva penawaran pasar S. Tentu
saja dalam sebuah pasar terdapat banyak produsen. Prinsip penjumlahan
horisontal kurva penawaran individual menjadi kurva penawaran pasar tetap
sama. (Cara penjumlahan ini sama dengan yang ada pada kasus kurva
permintaan, lihat Modul 2). Perhatikan kemiringan kurva penawaran (supply)
adalah positif. Pemahaman kurva diutamakan.
·p
I .

4 7 11
7 - --·- ·- -----·- --·--....---- - - --·- ------- --- ---- ----------------·----

1 5 6

0 q
Gambar 5.10
Kurva Penawaran Pasar
e EKMA431 2/MODUL 5 5.13

G. KONDISI LONG RUN

Keuntungan di atas normal menstimulasi entries hingga super normal


profit habis. Akhirnya, keuntungan perusahaan sama dengan nol.
Keuntungan di bawah normal menstimulasi exits, persediaan produk
menurun, harga naik hingga akhirnya keuntungan perusahaan tidak negatif
lagi atau nol. Jadi, harga yang terlalu tinggi dan terlalu rendah merupakan
kondisi tidak stabil (tidak normal). Kondisi ini disebut kondisi short run.
Kondisi short run artinya masih ada faktor yang menggerakkan harga.
Kondisi short run diindikasikan dengan adanya penyesuaian harga belum
selesai. Keuntungan super normal dan sub-normal adalah faktor yang
menggerakkan harga menuju ke kondisi long run. Jadi, kondisi long run
didefinisikan bahwa tidak ada faktor yang menggerakkan harga lagi. Atau,
long run terjadi apabila penyesuaian harga sudah selesai.
Dalam kondisi long run, keuntungan perusahaan sama dengan nol.
Kondisi ini adalah kondisi stabil. Artinya, harga cenderung tidak berubah.
Hal yang mempunyai kapital dan jasa tenaga kerja masing-masing dibayar
sesuai dengan opportunity costs-nya. Setelah itu, tidak ada yang tersisa,
keuntungannya nol. Hal yang perlu diperhatikan adalah bahwa evaluasi
keuntungan adalah keuntungan ekonomi, bukan keuntungan akuntansi.
A seorang tukang sayur belanja sayur sebanyak 100 ribu rupiah pada
pagi hari. Sorenya A pulang membawa uang 200 ribu rupiah. Keuntungan A
bukan 100 ribu rupiah! Apabila opportunity costs A adalah 100 ribu rupiah,
keuntungan A adalah nol. Oportunity costs A adalah gaji A yang tertinggi
dan yang mungkin bila A tidak berbisnis sayur. (Jangan lupa membayar diri
sendiri.)

H. KOMENTAR TENTANG KONSEP LONG RUN

Konsep long run dan short run dalam ilmu ekonomi amat penting dan
bersifat universal. Apabila masih ada faktor yang belum selesai bergerak
(melakukan penyesuaian) disebut kondisi short run. Sebaliknya, apabila
masih ada faktor yang belum selesai melakukan penyesuaian disebut kondisi
long run. (lntegrasikan pemahaman konsep short run dan long run pasar
dengan yang ada di teori produksi dan teori konsumsi).
Teori ekonomi menggambarkan kondisi long run. Dalam kondisi long
run, tidak ada faktor yang belum menyelesaikan penyesuaiannya. Dalam
5.14 EKONOMI MANA..JERIAL e

realita kondisi long run tidak atau belum terjadi. Fenomena munculnya
banyak cafe setelah krisis perekonomian adalah fenomena entries dalam
industri cafe. Fenomena ini adalah kondisi ini short run. Pada saat itu,
industri cafe menjanjikan super normal profit. Teori ekonomi menunjukkan
bahwa kondisi short run pasti menuju kondisi long run. Super normal profit
menarik entries yang dengan segera "melahap" habis super normal profit
tersebut. Setelah super normal profit habis (nol), entries berhenti, kondisi
long run terjadi. Misalkan, tiba-tiba pemerintah menaikkan pajak makanan
di cafe menjadi 50%. Shock ini membuat kondisi short run lagi. Beberapa
cafe akan tutup (exit).
Sekali lagi. konsep long run dan short run amat penting dalam
pemahaman teori ekonomi, namun konsep ini biasanya kurang mendapat
perhatian.

:~~
~-- ..
.- -
- ---
.

•~•
1: ti;:: -
LATIHAN

Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas,


kerj akanlah latihan berikut!

1) Apa yang dimaksud dengan keuntungan normal yang diperoleh


perusahaan?
2) Bagaimana bentuk permintaan konsumen pada pasar persaingan
sempuma
3) Berapa besar keuntungan perusahaan dalam jangka panjang pada pasar
persaingan sempurna?
4) Bagaimana cara perusahaan menentukan jumlah barang yang
diproduksinya?
5) Apa perbedaan bentuk permintaan pasar persaingan sempurna dan
monopoli?

Petunjuk Jawaban Latihan

1) Pelajari subbab E.l dan sub bah E.2.


2) Pelajari subbab E.l dan sub bah E.2.
3) Pelajari subbab G.
4) Pelajari subbab C.
5) Baca subbab B tentang kurva permintaan.
e EKMA431 2/MODUL 5 5.15

Teori ekonomi menunjukkan bahwa kondisi short run pasti menuju


kondisi long run di mana terlihat bahwa struktur pasar yang
mengasumsikan struktur biaya yang standar dan produsen berproduksi
pada pertimbangan. Struktur biaya pada kondisi permintaan dan
penawaran dengan mengoptimalkan keuntungan konsep MC dan MR
sehingga keuntungan normal maupun kerugian dari sejumlah biaya
termasuk biaya tetap akan dapat dianalisa bentuk pasamya yang bersaing
secara sempurna atau tidak .
Konsep long run dan short run yang terdapat pada ilmu ekonomi
penting dan bersifat universa!, sedangkan hila masih terdapat faktor yang
belum selesai melakukan penyesuaiannya (kondisi short run).
Sebaliknya, apabila masih ada faktor yang belum selesai melakukan
penyesuaian dan akan melakukan pengintegrasian untuk pemahaman
konsep short run dan long run, pasar ini disebut kondisi long run. Pada
teori produksi dan teori konsumsi terdapat keuntungan di atas normal
yang segera menstimulasi entries hingga super normal profits. Akhirnya,
hingga keuntungan perusahaan mencapai atau sama dengan nol,
sedangkan keuntungan yang berada di bawah normal perusahaan
menstimulasi keluar dari arena (exits).

TES FDRMATIF 1
--------------------------------

Pilihlah satu j a waban yang paling tepat!

1) Pasar yang dihadapi perusahaan monopoli berlereng ....


A. horizontal
B. vertikal
C. miring dari kiri atas ke kanan bawah
D. miring dari kiri bawah ke kanan atas.

2) Pasar yang dihadapi perusahaan dalam pasar persaingan sempurna


berlereng ....
A. horizontal
B. vertikal
C. miring dari kiri atas ke kanan bawah
D. miring dari kiri bawah ke kanan atas.
5.16 EKDNOMI MANA.JERIAL e

3) Keseimbangan jumlah barang yang diproduksi oleh perusahaan pada


pasar persaingan sempurna pada saat ....
A. MC=MR=D
B. P = MC
C. P = MR
D. MC = MR # D

4) Hubungan MR dengan MC adalah ....


A. MR memotong MC pada titik terendah.
B. MC memotong MR pada titik terendah
C. MC sejajar MR
D. MR bersilangan dengan MR

5) Seorang produsen di pasar persaingan sempurna akan mengurangi


jumlah outputnya bila ....
A. P > MC
B. P >MR
C. P < MC
D. P < MR

Cocokkanlahjawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 1 yang


terdapat di bagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban yang benar.
Kemudian, gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan
Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 1.

Jumlah Jawaban yang Benar


Tingkat penguasaan = - - - - - - - - - - x 100%
Jumlah Soal

Arti tingkat penguasaan: 90 - 100% = baik sekali


80 - 89% = baik
70 - 79% = cukup
< 70% = kurang

Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat


meneruskan dengan Kegiatan Belajar 2. Bagus! Jika masih di bawah 80%,
Anda harus mengulangi materi Kegiatan Belajar 1, terutama bagian yang
belum dikuasai.
e EKMA431 2 / MODUL 5 5.17

KEGIATAN BELA&JAR 2

Pasar Bersaing tidak Sempurna

odul 1 menganalisis keuntungan sebuah perusahaan di pasar bersaing


sempurna. Kurva penawaran perusahaan individual adalah kurva biaya
..Mo.

marjinal di atas biaya variabel minimum. Kurva penawaran pasar adalah


penjumlahan horizontal dari semua kurva penawaran perusahaan individual
yang ada di pasar. Di Modul 2 ini memfokuskan pembahasan pada analisis
keuntungan sebuah perusahaan di pasar bersaing tidak sempurna. Struktur
pasar bersaing tidak sempurna bisa berbentuk pasar monopoli, oligopoli atau
monopolistik competition. Ketiga bentuk pasar tersebut mempunyai
kesamaan, yaitu bahwa produsen di ketiga pasar tersebut menghadapi kurva
permintaan dengan kemiringan negatif, tidak horizontal, seperti yang
dihadapi perusahaan dalam struktur pasar bersaing sempurna. Namun, ketiga
kurva permintaan pasar bersaing tidak sempurna mempunyai tingkat
kemiringan yang berbeda. Gambar 5.2 menunjukkan kemiringan kurva
permintaan pasar monopoli, oligopoli, dan monopolistic competition. Oleh
karena ketiga kurva permintaan pasar tersebut mempunyai kemiringan
negatif (meskipun derajat kemiringannya berbeda), sebuah analisis
perusahaan menghadapi kurva permintaan dengan kemiringan negatif
mewakili analisis ketiga struktur pasar tersebut.

A. PERUSAHAAN MONOPOLI MENIKMATI KEUNTUNGAN DI


ATASNORMAL

Diasumsikan bahwa perusahaan monopoli mempunyai struktur biaya


standar, seperti Gambar 5.1. Perusahaan menghadapi kurva permintaan
dengan kemiringan negatif. lngat bahwa kurva MR berada di bawah D dan
lebih miring, lihat Gambar 5.4. Gambar 5.11 menggambarkan produsen
mempunyai struktur biaya standar menghadapi kurva permintaan D.
(Gambar 5.11 ini mewakili analisis keuntungan sebuah perusahaan dalam
struktur pasar monopoli, oligopoli atau monopolistic competition).
5.18 EKONOMI MANA..JERIAL e

P, costs ,,
' ,, ., AC
' MC
' , .......
...

' ...,
' '',,,
AVC
10 -------------------~-:_.:_-----~-·-------- t
,, I
,, I
. ., I
. . ,,, l
8 ' I
---------------------------------~~-----·,..._
· t ~
D
', I
' I
'

100 q

Gambar 5.11
Perusahaan Menikmati Keuntungan di Atas Normal

Produsen memaksimumkan keuntungannya dengan memenuhi kondisi


MC = MR. Kondisi optimal ini mengharuskan produsen untuk memproduksi
100 produk. Dengan memproduksi 100 produk, kurva permintaan
menunjukkan bahwa harga produk sama dengan 10. Biaya produksi rata-rata
100 produk adalah 8. Jadi, keuntungan produsen adalah 200 (2 x 100).
Perusahaan menikmati keuntungan di atas normal sebesar 200. Apabila
perusahaan tersebut adalah perusahaan monopoli, perusahaan bisa
mempertahankan keuntungan di atas normalnya asalkan perusahaan bisa
mempertahankan entry barrier-nya. Apabila tidak, pendatang baru masuk
dan struktur pasarnya menjadi oligopoli.

B. MONOPOLI UNTUNG NORMAL

Bisakah monopoli hanya mendapatkan keuntungan normal atau


keuntungan di bawah normal? Tentu saja bisa. Setiap perusahaan yang tidak
efisien bisa mengalami kerugian. Monopoli yang tidak efisien bisa rugi. Kita
sering mendengar perusahaan negara yang memonopoli produk tertentu
menderita kerugian. Kerugian menunjukkan inefisiensi. Inefisiensi muncul
dalam bentuk ongkos rata-rata (AC) yang tinggi.
e EKMA431 2/MODUL 5 5.19

Gambar 5.12 memberi ilustrasi bahwa perusahaan dalam struktur pasar


bersaing tidak sempurna, misalnya monopoli, untung normal.

P, costs
~ AC
' ' ..., MC
...,
,
............................

,,
...
....
AVC

' ,,
...
....

,
.....

B ----------------------~~----------~
,,
. ~~ ... , i .

....
,, I
',
'-
,.
I
I
,, I

.0
90 q

Gambar 5.12
Perusahaan Untung Normal

Apabila kurva biaya rata-rata naik maka perusahaan akan rugi (geser AC
ke atas), bahkan apabila biaya rata-rata naik secara signifikan (monopoli
amat tidak efisien), perusahaan monopoli bisa gulung tikar.

1. Oligopoli
Dalam struktur pasar oligopoli ada beberapa produsen. Beberapa yang
paling mudah adalah dua. Oleh karena itu, fokus analisis pasar oligopoli
adalah duopoli. Analisis duopoli ini mewakili analisis oligopoli.
Dalam struktur pasar bersaing sempuma dan monopoli, perusahaan
hanya "bermain" dengan kurva permintaannya. Dalam struktur pasar
oligopoli, perusahaan mengambil keputusan dengan memperhitungkan
perkiraan reaksi kompetitornya. Oleh karena itu, analisis oligopoli banyak
menggunakan konsep game theory. Game theory memfasilitasi pola interaksi
antara sedikit pelaku ekonomi.
Salah satu analisis pasar oligopoli adalah dengan mengasumsikan
perusahaan dalam oligopoli menghadapi kurva permintaan patah (kinked
demand curve). Di pasar ada dua produsen, A dan B. Apabila A menaikkan
harga produknya B tidak akan mengikuti strategi A. Dengan demikian, B bisa
5.20 EKONOMI MANA..JERIAL e

menjual lebih banyak. Akibatnya, apabila A menaikkan harga, penjualan A


akan turun besar. J adi, apabila A menaikkan harga, A menghadapi kurva
permintaan yang elastis. Dengan menaikkan harga sedikit, penjualan A turun
relatif banyak. Namun, apabila A menurunkan harga, B juga ikut
menurunkan harga supaya A tidak kehilangan penjualan. Akibatnya, apabila
A menurunkan harga, penjualan A akan naik, tetapi tidak banyak karena B
juga ikut menurunkan harga. J adi, apabila A menurunkan harga, A
menghadapi kurva permintaan yang tidak elastis. Gambar 5.13
mengilustrasikan produsen dalam struktur pasar oligopoli menghadapi kurva
permintaan patah.

Model kinked demand curve mengasumsikan bahwa untuk kenaikan


harga, produsen menghadapi kurva permintaan yang elastis; untuk
penurunan harga, produsen menghadapi kurva permintaan tidak elastis.

- . • @
80

100 ·q•

Dl : Kurva permintaan elastis


02 : Kurva permintaan tidak elastis
MRl :Marginal revenue dari Dl
MR2 : Marginal revenue dari 02

Gambar 5.13
Kinked Demand Curve
e EKMA431 2/MODUL 5 5.21

Apabila A akan menurunkan harga A menghadapi kurva permintaan


yang tidak elastis. Akibatnya, A tidak mempunyai insentif untuk
menurunkan harga. Apabila A akan menaikkan harga, A menghadapi kurva
permintaan elastis. Akibatnya, A enggan untuk menaikkan harga. A
cenderung untuk tidak menaikkan atau menurunkan harga produknya.
Apabila A menaikkan harga, A akan kehilangan banyak pembeli. Apabila A
menurunkan harga, A tidak menikmati peningkatan penjualan. Oleh karena
itu, A cenderung untuk tidak mengubah harga.
Secara umum, produsen dalam struktur pasar oligopoli enggan
mengubah harga produknya. Model kinked demand curve menunjukkan
bahwa dalam pasar oligopoli, harga produk cenderung stabil. Gambar 5.13
menunjukkan bahwa asalkan biaya marjinal masih berada pada kisaran AB,
produsen tidak akan mengubah harga produknya. Harga tetap 8. Namun,
apabila biaya produksi naik secara signifikan seperti yang digambarkan
dengan MC3, produsen akan menaikkan harga dari 8 ke 9.
Skenario kinked demand curve menunjukkan bahwa produsen dalam
struktur pasar oligopoli tidak melakukan kolusi (non-cooperative). A dan B
bisa melakukan kolusi dan bertindak seperti monopoli. Contoh klasik dari
kolusi adalah kartel.
Misalkan ada 2 produsen, yaitu A dan B yang memproduksi barang yang
identik melakukan kolusi sehingga keduanya menjadi monopoli atau sebuah
kartel. Tujuan kartel tersebut adalah memaksimumkan keuntungan bersama,
yaitu dengan menaikkan harga produknya. (Tentu saja kurva permintaan
produk kartel inelastis sehingga kenaikan harga tidak mengurangi permintaan
secara signifikan.)
Kartel menaikkan harga dengan mengurangi jumlah output di pasar.
Untuk itu, kartel menentukan sejumlah kuota tertentu untuk A dan B. Dengan
demikian, jumlah output di pasar bisa dikendalikan, begitu juga dengan
harga.
Setelah kartel berhasil menaikkan harga, masing-masing produsen
mempunyai insentif untuk melakukan cheating (melanggar kesepakatan)
untuk meraup keuntungan yang lebih banyak lagi, yaitu A dan B secara
diam-diam menambah produksinya. Akibatnya, A dan B memproduksi lebih
dari kuota yang disepakati sebelumnya. Supply produk di pasar meningkat,
harga turun. Kartel (kesepakatan) bubar.
Cerita ini menunjukkan bahwa dalam kartel ada faktor yang membuat
kartel untuk tidak bertahan (tidak sustainable), yaitu keinginan A dan B
5.22 EKDNOMI MANA.JERIAL e

untuk meningkatkan keuntungannya sendiri masing-masing dengan cheating.


(Perhatikan bahwa cheating adalah perilaku rasional, lihat kembali konsep
rasionalitas pada konsumen (Modul2) dan produsen (Modul 3).

2. Solusi Cooperative dan Non-Cooperative dari Oligopoli


Kartel merupakan bentuk pola interaksi cooperative dari dua (beberapa)
pelaku ekonomi. A dan B membuat kesepakatan bersama. Bila keduanya
cheating, A dan B gagal menaikkan harga produknya secara bersama-sama.
Harga yang terjadi akan lebih rendah dibanding harga awal sebelum
pembentukan kartel.
Skenario kinked demand curve merupakan pola interaksi non-
cooperative dari dua (beberapa) pelaku ekonomi. Solusi non-cooperative
(persaingan) lebih natural dan bisa lebih sustainable.
Bagi A atau B, solusi terbaik pertama (first best) adalah bila A atau B
berhasil melakukan cheating dalam skenario kartel. Solusi terbaik kedua
(second best) bagi mereka adalah A dan B memegang komitmen
(commitment) untuk tidak melakukan cheating, kartel sukses. Solusi terjelek
adalah bila A dan B melakukan cheating. Perhatikan bahwa kemungkinan
besar, A dan B akan jatuh ke solusi terjelek.
Bagi produsen dan konsumen secara keseluruhan, solusi terbaik yang
sustainable adalah solusi non-cooperative. Skenario non-cooperative atau
persaingan ini bisa menjurus pada perang harga (price war). Perang harga
akan berhenti bila A dan B sudah tidak bisa menanggung kerugiannya.
Dalam skenario ekstrim, perang harga bisa membuat A atau B ke luar dari
industri. N amun, struktur biaya A dan B yang berada dalam satu industri
tentu saja relatif sama. Apabila harga turun jauh menuju A VC perusahaan A,
hal yang samajuga terjadi pada perusahaan B.

C. STRUKTUR PASAR MONOPOLISTIC COMPETITION

Pembahasan struktur pasar sebelumnya mengasumsikan bahwa produk


bersifat homogen (identik). Dalam struktur pasar monopolistic competition,
masing-masing produsen memproduksi produk yang saling mirip, namun
tidak identik. Masing-masing produsen berkompetisi dengan menonjolkan
karakteristik produknya. Orang mengenal produk Benetton karena warnanya
yang khas. Kekhasan warna Benetton membuat sebagian konsumen menjadi
loyal. Akan tetapi, Benetton mempunyai kompetitor, misalnya Esprit yang
e EKMA431 2/MODUL 5 5.23

lebih menonjolkan model dibanding warna. Meskipun sebagian konsumen


suka Benetton, namun apabila harganya naik, pelanggannya akan berpotensi
melakukan substitusi ke Esprit. Tentu saja banyak substitusi Benetton selain
1
Esprit. Oleh karena itu, differentiated product relatif cukup elastis.
Secara grafik, kurva permintaan yang dihadapi produsen di pasar
monopolistic competition lebih landai dibanding kurva permintaan yang
dihadapi perusahaan di struktur pasar oligopoli, apalagi monopoli.
Kemiringan kurva permintaan yang dihadapi produsen mencerminkan market
power-nya. Semakin banyak substitusi produk, semakin kecil market power
produsennya, semakin tidak miring kurva permintaan yang dihadapi
produsen tersebut, dan semakin elastis produknya. Crest (odol) mempunyai
elastisitas -7. Sebagai kelompok, cola dan kopi mempunyai elastisitas antara
2
-5 hingga -9.
Perilaku sebuah perusahaan di struktur pasar monopolistic competition
bisa diilustrasikan seperti pada Gambar 5.11 dan 5.13. Perbedaannya hanya
pada derajat kemiringan kurva permintaannya. Produsen dalam struktur pasar
monopolistic competition mempunyai kemiringan yang lebih landai
dibanding dengan yang dihadapi perusahaan yang ada di struktur pasar
oligopoli dan monopoli, lihat Gambar 5 .2.
Mengapa differentiated products muncul? Produk muncul karena
diminta konsumen. Pelaku ekonomi lebih suka variasi (konveks, lihat
Modul 2). Mereka lebih suka makan satu tempe dan satu tahu dibanding
dengan dua tahu atau dua tempe. Mereka biasanya lebih memilih satu baju
putih dan satu baju hitam dibanding dengan dua baju putih atau dua baju
hi tam. Oleh karena itu, differentiated products muncul.
Bagaimana jika preference pelaku ekonomi tidak convex, seperti
seseorang yang fanatik dengan warna hitam seperti Permadi (paranormal)?
Apakah differentiated products muncul? Meskipun para pelaku ekonomi
tidak suka variasi, differentiated products tetap akan muncul karena jumlah

1
Menurut Lancaser (1966), barang adalah bungkus satu set karakteristik, seperti
kualitas, lokasi, waktu, ketersediaan, informasi tentang keberadaan barang, kualitas
barang, dan lain-lain. Konsumen mempunyai kesukaan terhadap karakteristik-
karakteristik tersebut. Lebih jauh, Lancaster mengasumsikan bahwa konsumen hanya
memperhitungkan karakteristik-karakteristik yang dibungkus oleh suatu barang.
2
Angka-angka elastisitas ini diambil dari Carlton dan Perloff (1994).
5.24 EKDNOMI MANA.JERIAL e

konsumen banyak. Banyak konsumen suka warna hitam, yang lainnya suka
3
warna putih dan seterusnya.
Dalam struktur pasar oligopoli, masing-masing produsen juga sering kali
diasumsikan memproduksi differentiated product. Kemudian, apa
perbedaannya dengan struktur pasar monopolistic competition? Struktur pasar
oligopoli mempunyai entry barriers yang lebih tinggi dibanding monopolistic
competition. Oleh karena itu, jumlah produsen di oligopoli lebih sedikit
dibanding monopolistic competition. Kijang, Kuda, Nontera, dan Taruna
adalah differentiated products. Namun, entry barriers di industri mobil tentu
saja lebih tinggi dibanding di industri. Struktur pasar mobil lebih cocok
dikategorikan sebagai oligopoli. Sedangkan, struktur pasar bakmi adalah
monopolistic competition.
Relatif kecilnya entry barriers (dan exits) di struktur pasar monopolistic
competition mempunyai implikasi bahwa kondisi long runnya lebih cepat
tercapai dibanding dengan oligopoli. Keuntungan super normal akan
dieliminasi dengan relatif cepat oleh kompetisi, misalnya dengan munculnya
lebih banyak lagi differentiated products. Hal ini mengakibatkan kurva
permintaan yang dihadapi produsen bergeser turun. Keuntungan akan menuju
ke tingkat normal, lihat Gambar 5.13.

D. ECONOMIES OF SCALE DI STRUKTUR PASAR MONOPLISTIC


COMPETITION

Jika diasumsikan economies of scale dalam struktur pasar monopolistic


competition, apa yang terjadi? Dengan asumsi economies of scale, produsen
selain bersaing dalam karakteristik produk, mereka juga akan bersaing dalam
merealisasikan economies of scale-nya. Dengan demikian, produsen dengan
derajat economies of scale tertinggi akan mampu menekan harga sehingga
pangsa pasarnya semakin membesar. Dalam skenario ini first mover
membentuk entry barrier yang relatif tinggi sehingga produsen lain tidak
mampu masuk ke pasar produk spesifik tersebut. Akibatnya, produsen lain
harus memproduksi produk lainnya yang mempunyai karakteristik yang
berbeda (differentiated product).

3
Terkadang dalam realitas preference konsumen diatur karena alasan tertentu,
misalnya dalam institusi tertentu, para karyawannya diwajibkan untuk memakai
seragam.
e EKMA431 2/MODUL 5 5.25

Dengan skenario adanya economies of scale di struktur pasar


monopolistic competition, dalam suatu perekonomian (negara) seorang
produsen cenderung akan memproduksi hanya satu jenis differentiated
product. Produsen akan memproduksi differentiated product jika economies
of scale bisa terealisasi. Tentu saja karakteristik tersebut harus diminta oleh
pasar. Barangkali permintaan Gudeg Jogja masih terbatas pada permintaan
lokal.
Implikasinya, masing-masing perekonomian (negara) akan memproduksi
sejumlah differentiated products yang awalnya muncul karena permintaan
domestik dan berhasil merealisasikan faktor economies of scale. Jika
karakteristik produk tersebut diminta oleh konsumen negara lain maka
economies of scale lebih bisa terealisasi lagi. Perdagangan internasional
untuk produk-produk yang terdiferensiasi ini disebut intra industry trade.
Jepang mengekspor Kenzo ke Amerika, Amerika mengekspor Arrow ke
Jepang.
Intra-industry trade terjadi karena dua alasan. Pertama, perusahaan-
perusahaan dalam suatu negara bisa memanfaatkan masing-masing
economies of scale mereka. Akibatnya, perusahaan akan memproduksi lebih
sedikit macam barang dibanding kemungkinan jumlah differentiated products
tersebut. Kedua, konsumen lebih suka mengonsumsi produk-produk yang
4
bervariasi atau permintaan konsumen akan produk adalah beragam.
Perdagangan internasional mempunyai fungsi penting, yaitu
memungkinkan suatu negara memproduksi komoditas yang kurang beragam
sehingga dapat merealisasikan keuntungan economies of scalenya dari
komoditas-komoditas tersebut, namun tidak mengorbankan keragaman
konsumsi. Dalam hal ini, economies of scale membatasi jumlah barang yang
diproduksi negara. Kondisi ini mendorong suatu negara untuk melakukan
perdagangan dengan negara lain.
Dalam intra-industry trade (perdagangan dalam satu industri),
economies of scale merupakan pemicu perdagangan internasional, bukan
keunggulan komparatif (comparative advantage). Permintaan terhadap
produk yang terdiferensiasi akan tetap ada karena asumsi bahwa konsumen
lebih suka variasi dalam konsumsinya atau banyak konsumen dengan
kesukaan yang berbeda. Pola perdagangan intra (antar) industri tidak bisa

4
Meskipun konsumen secara individu tidak suka keragaman produk, tetapi karena
jumlah konsumen banyak maka secara agregat permintaan produk akan beragam.
5.26 EKDNOMI MANA.JERIAL e

diperkirakan. Hal yang bisa diketahui adalah bahwa masing-masing negara


akan memproduksi differentiated products. Namun, kita bisa berhipotesis
bahwa volume perdagangan intra industry bergantung pada kesamaan suatu
negara, semakin besar kesamaan suatu negara, semakin besar volume
perdagangan intraindustry-nya. Argumen ini merupakan teori perdagangan
intemasional yang baru, lihat Krugman dan Obstfeld 2000).

E. EFISIENSI PRODUKSI

Dengan struktur ongkos yang sama (AC sama), perusahaan yang berada
dalam struktur pasar bersaing sempurna akan memproduksi output lebih
banyak dibanding apabila perusahaan tersebut berada salam struktur pasar
yang bersaing tidak sempurna. Produsen dalam struktur pasar bersaing
sempurna berproduksi dalam kapasitas penuh. Oleh karena produsen
memproduksi lebih banyak output, pasar bersaing sempurna menghasilkan
harga yang lebih rendah dibanding struktur pasar yang bersaing tidak
sempurna.
Dalam struktur pasar bersaing tidak sempuma, pasar monopolistic
competition akan menghasilkan output yang lebih besar dibanding pasar
oligopoli dan monopoli. Semakin besar tingkat persaingan, semakin landai
kurva permintaan, semakin banyak output yang dihasilkan. Gambar 5.14
mengilustrasikan efisiensi struktur pasar. Perbandingan dalam kondisi long
run. Pasar bersaing sempurna (dicerminkan dengan kurva permintaan De)
menghasilkan output 100, sedangkan pasar bersaing tidak sempurna
(dicerminkan dengan kurva permintaan Dnc) menghasilkan output yang lebih
sedikit, yaitu 80.

Semakin miring (inelastis) kurva permintaan pasar, semakin sedikit


output yang dihasilkan perusahaan dalam struktur pasar tersebut.
e EKMA431 2/MODUL 5 5.27

P,. costs

8 Do

I
I
I
I
One
I
I
I
I i
J I
I I
I I'
I I
I I
!
I

0 80 100 q

Gambar 5.14
Efisiensi Struktur Pasar

Kurva Struktur pasar monopoli mempunyai kurva permintaan yang


paling tidak elastis (paling miring). Oleh karena itu, struktur pasar monopoli
menghasilkan output yang paling sedikit di antara struktur pasar lainnya.
Dibanding dengan struktur pasar bersaing sempurna, struktur pasar
monopolistic competition menghasilkan output yang lebih sedikit. Namun,
pengurangan output tersebut mendapatkan kompensasi dalam bentuk
ketersediaan produk yang beragam.

5
F. CONTESTABLE MARKETS

Contestable markets adalah struktur pasar di mana entry and exit


barriers dalam suatu industri adalah rendah. Dalam asumsi aslinya,
contestable market mengasumsikan bahwa entry dan exit adalah costless atau
contestable markets mengasumsikan bahwa perusahaan mempunyai kapital
yang bersifat footloose. Artinya, perusahaan bisa melakukan entry atau exit
dengan sangat mudah atau murah. Perusahaan baru akan masuk dalam
industri hila menghasilkan keuntungan di atas normal dan ini akan
mengundang perusahaan lainnya untuk masuk ke dalam industri. Dengan

5
Pionir contestable markets adalah Baumol, Panzar dan Willig (1982).
5.28 EKDNOMI MANA.JERIAL e

bertambahnya perusahaan dalam industri maka harga akan turun sehingga


keuntungan menjadi normal. Apabila perusahaan merasa tidak lagi
menguntungkan untuk tetap dalam industri maka dengan mudah akan keluar.
Ciri-ciri contestable market adalah:
1. perilaku perusahaan dipengaruhi oleh ancaman munculnya perusahaan
baru ke dalam industri;
2. tidak ada hambatan masuk dan keluar dari industri;
3. tidak ada sunk cat;
4. perusahaan mungkin membuat hambatan buatan untuk mengurangi
perusahaan baru masuk kedalam industri.

Contoh klasik adalah pengusaha jasa pengumpul sampah. Jika produsen


jasa pengumpul sampah tidak efisien maka new entry yang lebih efisien akan
menggantikannya. Pasar bersaing sempurna dan monopolistic competition
adalah struktur. Perhatikan bahwa secara natural bahwa perusahaan yang
muncul dan menggantikan yang exit adalah perusahaan yang lebih efisien.
Konsep contestable kemudian diinterpretasikan sebagai kompetitor bisa
masuk a tau ada potential entries. Apabila pasamya contestable, monopoli
mempunyai kompetitor yang secara terus-menerus mengawasi. Kompetitor
akan masuk dalam industri tersebut bila entry barrier yang dibangun
monopoli menurun. "Ancaman" dari kompetitor yang belum muncul ini
memacu monopoli untuk tetap meninggikan entry barrier-nya. Contoh
klasiknya adalah Microsoft yang secara kontinu tetap mengembangkan
produknya. Apabila Microsoft lengah, barangkali nasib Microsoft Words
akan mirip seperti Word Star.
Perusahaan dalam industri dengan struktur contestable markets dapat
membuat hambatan buatan untuk mengurangi minat perusahaan baru masuk
ke dalam indutri. Beberapa hambatan buatan yang dapat dilakukan sebagai
berikut.
1. Kapasitas berlebih. Perusahaan dalam industri membanjiri pasar dengan
produknya sehingga harga produk turun. Ini akan mengurangi ancaman
masuknya perusahaan baru.
2. Pemasaran dan branding secara agresif. Perusahaan berusaha mengikat
pasarnya untuk meningkatkan monopoly power.
3. Mencari cara untuk mengurangi biaya untuk meningkatkan efisiensi
sehingga daya saing tetap tinggi.
e EKMA431 2/MODUL 5 5.29

Contoh lain contestablemarket adalah industri penerbangan domestik.


Pada awalnya, Garuda memiliki monopoly power yang cukup besar sehingga
mampu menentukan harga produk yang tinggi. Tentu saja ini menarik
keinginan perusahaan baru untuk masuk industri penerbangan. Setelah izin
perusahaan baru dibuka oleh pemerintah maka banyak perusahaan
penerbangan baru masuk ke industri. Umumnya perusahaan penerbangan
yang baru menyewa pesawat untuk memproduksi jasanya. Semakin banyak
perusahaan penerbangan maka tarif penerbangan juga semakin murah.
Masing-masing perusahaan akan selalu berusaha mencari berbagai cara baru
untuk mengurangi biaya untuk meningkatkan efisiensi. Perusahaan yang
tidak efisien akhirnya keluar dari industri.
Pada dasarnya, semua bentuk pasar dapat efisien. Asal struktur pasar
tersebut contestable. Sekali lagi persaingan menjadi faktor penting yang
mendorong perusahaan menjadi efisien.

.. -; LATIHAN
____ .......

Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas,


kerj akanlah latihan berikut!

1) Jelaskan mungkinkah perusahaan yang berada dalam struktur pasar


monopoli hanya menikmati keuntungan normal!
2) Jelaskan bagaimana dampak penurunan harga oleh sebuah perusahaan
dalam pasar oligopoli dan jelaskan pula hila perusahaan tersebut
menaikkan harga!
3) Jelaskan bagaimana hubungan elastisitas/kemiringan kurva permintaan
terhadap jumlah outputlkeluaran yang dihasilkan!
4) Mana yang lebih ban yak menghasilkan output, pasar oligopoli ataukah
pasar persaingan sempurna?
5) Jelaskan ciri-cri contestable market!

Petunjuk Jawaban Latihan

1) Pelajari subbab B.
2) Pelajari subbab B .1.
3) Baca subbab E tentang efisiensi produksi.
5.30 EKONOMI MANA..JERIAL e

4) Baca subbab E tentang efisiensi produksi.


5) Pelajari subbab F.

, RANG KUMA N _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ __

Jumlah produsen biasanya menjadi ciri utama struktur pasar.


Struktur pasar rnonopoli, oligopoli, monopolistic competition, dan pasar
bersaing sempurna mempunyai jumlah produsen masing-masing satu,
beberapa (several), banyak (many), dan banyak sekali (a lot). Jumlah
produsen dalam struktur pasar berkorelasi negatif dengan masing-masing
tingkat entry barrier-nya. Tingkat entry barrier monopoli tertinggi dari
keernpat struktur pasar, monopoli hanya mempunyai satu produsen
(besar), sedangkan pasar bersaing sernpurna yang rnernpunyai entry
barrier terendah mempunyai banyak sekali produsen (kecil).
Dari keempat struktur pasar, ceteris paribus pasar persaingan
sempurna adalah pasar yang paling efisien dan monopoli yang paling
tidak efisien. Semakin tinggi tingkat persaingan, semakin efisien sebuah
pasar. Tingkat persaingan ini juga tercermin dalam kurva permintaan
struktur pasar. Pasar bersaing sempurna mempunyai kurva permintaan
yang paling elastis dan kurva permintaan monopoli paling tidak elastis.
Ingat, bahwa jumlah kompetitor mempengaruhi kurva permintaan.
Semakin banyak kompetitor, semakin elastis kurva permintaan.

TES FDRMATIF 2- - - - - - - - - - - - - - - -

Pilihlah satu j a waban yang paling tepat!

1) Dalam upaya memaksimumkan keuntungan seorang monopolis akan


membatasi produknya dengan kriteria ....
A. D=MC
B. D=MR
C. MR=MC
D. MR=AC

2) Tujuan dibentuknya kartel adalah ....


A. mengurangi biaya
B. menggeser kurva permintaan ke kanan
C. menambah jumlah ouput agar harga naik dan keuntungan
meningkat
D. menghindari terjadinya perang harga dan untuk meningkatkan
keuntungan bersama
e EKMA431 2/MODUL 5 5.31

3) Pada pasar oligopoli model kinked demand, bila salah satu perusahaan
menaikkan harga produknya maka perusahaan pesaing akan ....
A. ikut menaikkan harga jual produknya
B. menurunkan harga jual produknya
C. tidak mengubah harga jual produknya
D. mengurangi jumlah produksinya

4) Pada kurva AC yang sama, sebuah perusahaan akan menghasilkan


jumlah output terkecil pada pasar ....
A. persaingan sempurna
B. oligopoli
C. persaingan monopoli
D. monopoli

5) Yang bukan ciri contestablemarket adalah ....


A. tidak ada hambatan masuk dan keluar industri
B. adanya sunk cost
C. perilaku perusahaan dipengaruhi oleh ancaman masuknya
perusahaan baru ke industri
D. perusahaan dimungkinkan membuat hambatan buatan untuk masuk
ke dalam industri

Cocokkanlahjawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif2 yang


terdapat di bagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban yang benar.
Kemudian, gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan
Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 2.

Jumlah Jawaban yang Benar


Tingkat penguasaan = - - - - - - - - - - x 100%
Jumlah Soal

Arti tingkat penguasaan: 90 - 100% = baik sekali


80 - 89% = baik
70 - 79% = cukup
< 70% = kurang

Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat


meneruskan dengan modul selanjutnya. Bagus! Jika masih di bawah 80%,
Anda harus mengulangi materi Kegiatan Belajar 2, terutama bagian yang
belum dikuasai.
5.32 EKDNOMI MANA.JERIAL e

Kunci Jawaban Tes Formatif

Tes Formatif 1 Tes Formatif2


1) c 1) c
2) A 2) D
3) A 3) c
4) B 4) D
5) D 5) B
e EKMA431 2/MODUL 5 5.33

Glosarium

Contestable market •
• pasar yang tidak melarang entries. Kompetitor
bisa masuk apabila bisa.
Convex preference •
• orang suka variasi
Differentiated product : (produk yang terdiferensiasi) adalah produk
yang mirip dengan produk lain, namun
dibedakan dengan karakteristik tertentu.
Entry barrier •
• hambatan (halangan) bagi perusahaan baru
apabila ingin masuk dalam sebuah pasar
(industri).
Footloose •
• karakteristik perusahaan (faktor produksi) yang
amat mudah untuk exit atau entry.
Inter industry trade •
• perdagangan internasional berbeda industri.
Intra industry trade •
• perdagangan internasional dalam satu industri.
Kartel •
• hasil kolusi perusahaan-perusahaan dalam
struktur pasar oligopoli.
Kinked-demand curve : (kurva permintaan patah) kurva yang dihadapi
oleh perusahaan dalam struktur pasar oligopoli.
Kurva ini terbentuk karena asumsi bahwa
apabila produsen A menaikkan harga
produknya, produsen B tidak mengikuti
strateginya. Namun, apabila A menurunkan
harga produknya, produsen B juga menurunkan
harga produknya.
A1arginalrevenue •
• tambahan pendapatan apabila menjual sebuah
produk.
Normal profit •
• (long run profit) keuntungan sama dengan nol.
Shut down point •
• (titik gulung tikar) harga yang membuat
produsen indifferent untuk terus per operasi
atau tidak.
Sub-normal profit •
• (short run profit) keuntungan di bawah nol
(rugi).
Super normal profit •
• (short run profit) keuntungan lebih dari nol.
Supply curve •
• (kurva penawaran) kurva biaya marjinal di atas
titik gul ung tikar.
5.34 EKDNOMI MANA.JERIAL e

Daftar Pustaka

Allen, Bruce, Neil Doherty, Keith Weigelt, dan Edwin Mansfield. (2005).
Managerial Economics. 6th edition. W.W. Norton.

Baumol, William, John Panzar dan Robert Willig. (1982). Contestable


Markets and the Theory of Industry Structure. Harcourt Brace
Jovanovich.

Carlton, Dennis dan Jeffrey Perloff. (1994). Modern Industrial Organization.


Harper Collins.

Hirschey, Mark. (2003). Managerial Economic. lOth edition. Thomson South


Western.

Krugman, Paul dan Maurice Obstfeld. (2000). International Economics. 5th


ed. Addison-Wesley.

Lancaster, Kelvin. (1966). A New Approach to Consumer Theory. Journal of


Political Economy 7 4: 132-57.

Pindyck, Robert dan Daniel Rubinfeld. (1995). Microeconomics. 3rd ed.


Prentice-Hall.

Tirole, Jean. (1988). The Theory of Industrial Organization. Cambridge:


MIT-Press.

Anda mungkin juga menyukai