Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH

“ GELOMBANG DAN BUNYI”

Fisika Untuk Biologi

Yang dibimbing oleh: Drs. Yudyanto, M.Si.

Di susun oleh:

Kelompok 5

Mutik Makhdania 180341617542

Nafisan Nusa Ahmad 180341617543

Naily Adniya Rochmy 180341617575

Rahma Nur Aini Berlian 180341617547

Rizqi Fajar Pangayoman 180341617582

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI MALANG

Oktober 2018
A. DASAR TEORI FISIKA

I. SIFAT BUNYI

Bunyi adalah gelombang mekanik yang dihasilkan oleh sesuatu yang bergetar. Ada dua
karakteristik bunyi yaitu intensitas, yang ditentukan oleh besarnya rapatan dan renggangan
dalam media(perambatan gelombang bunyi dan sebagainya, contohnya: udara). Dan
frekuensi, yang ditentukan oleh seberapa sering rapatan dan renggangan terjadi. Frekuensi
diukur dalam siklus per detik dengan symbol Hz (1 Hz= 1 siklus per detik). Gerakan getaran
objek bisa sangat rumit sehingga menghasilkan pola suara yang juga rumit.

Sifat-sifat suara dalam hal getaran sinusoidal sederhana, sebagai contoh yaitu garpu tala
yang bergetar. Ketika nada murni menyebar melalui udara, variasi tekanan yang disebabkan
oleh rapatan dan renggangan merupakan bentuk sinusoidal.

Jarak terdekat antara titik yang sama pada gelombang bunyi disebut panjang gelombang (λ).

Secara umum, hubungan antara frekuensi, panjang gelombang, dan kecepatan propagasi
(perambatan gelombang bunyi) diberikan persamaan berikut :

V = λf
Tekanan total pada jalur gelombang suara sinusoidal:

P = Pa + Po sin 2πft

Keterangan.

Pa = tekanan udara ( 1,01 x 105Pa)


Po = perubahan tekanan maksimum
f = frekuensi

Jumlah energi yang ditransmisikan oleh gelombang suara sinusoidal per satuan waktu
disebut intensitas I, diberikan rumus sebagai berikut:

Keterangan.
ρ = kerapatan medium
v = kecepatan

II. SIFAT GELOMBANG

Semua gelombang, termasuk suara dan cahaya, menunjukkan fenomena refleksi,


refraksi, interferensi, dan diffraction. Fenomena ini, yang berperan penting dalam
mendengarkan dan melihat.

a. Refleksi and Refraksi

Ketika sebuah gelombang dari suatu medium memasuki beberapa medium lain,
sebagian gelombang dipantulkan dan sebagian gelombang memasuki medium.
ketika suara yang bergerak di udara tegak lurus terhadap permukaan air, hanya sekitar 0,1%
dari energi suara yang masuk ke air; 99,9% direfleksikan. Fraksi energi suara yang masuk ke
air lebih kecil ketika sudut insidensinya miring. Sehingga air merupakan penghalang yang
efisien untuk bunyi.

b. Interferensi

Interferensi gelombang adalah peristiwa perpaduan dua (atau lebih) gelombang,


disebut juga dengan superpososi. Interferensi konstruktif (saling menguatkan) terjadi bila
kedua gelombang yang berpadu memiliki fase yang sama. Amplitudo gelombang paduan
sama dengan dua kali amplitudo tiap gelombang. Interferensi destruktif (saling meniadakan)
terjadi bila kedua gelombang yang berpadu berlawanan fase. Amplitudo gelombang paduan
sama dengan nol.

Keterangan: (a) Constructive interference. (b, c) Destructive interference. R is the


resultant of the interference of the two waves A and B.
c. Difraksi

Difraksi gelombang adalah peristiwa pembelokan gelombang ketika melewati celah


sempit atau penghalang. Jumlah difraksi bergantung pada panjang gelombang: Semakin
panjang panjang gelombang, semakin besar pula penyebaran gelombang.

a) b)

Gambar: a) gelombang melewati celah lebar, b) gelombang melewati celah sempit


B. APLIKASI DALAM BIOLOGI

I. TELINGA DAN MENDENGARKAN

Telinga biasanya dibagi menjadi tiga bagian utama: telinga luar, telinga tengah, dan
telinga bagian dalam. Tujuan utama dari telinga luar dan tengah adalah untuk menyalurkan
suara ke telinga bagian dalam. Telinga bagian luar terdiri atas daun telinga (Pinna), saluran
telingan luar, dan gendang telinga (Membran Timpani) yang membatasinya dengan telinga
dalam. Saluran telinga orang dewasa rata-rata berdiameter sekitar 0,75 cm dan panjang 2,5
cm, sebuah bentuk yang resonan untuk gelombang suara pada frekuensi sekitar 3000Hz.

Telinga tengah merupakan rongga yang berisi udara dan menjaga tekanan udara tetap
seimbang. Terdiri atas 3 tulang pendengaran utama yaitu Maleus (Martil), Incus (Landasan),
dan Stapes (sanggurdi), tulang – tulang ini saling berhubungan satu sama lain. Rangkaian 3
ini berfungsi untuk mengirimkan getaran yang diterima dari membran timpani pada telinga
luar menuju ke Jendela Oval Telinga Dalam.

Gambar: Telinga dan strukturnya

Konversi gelombang suara ke impuls saraf terjadi di koklea, yang terletak di telinga
bagian dalam. Di dalam koklea ada tiga saluran paralel, diisi dengan cairan, aluran vestibular
dan timpani bergabung di puncak koklea oleh pembukaan sempit yang disebut helicotrema.
Gambar: An uncoiled view of the cochlea.

a. Kinerja Telinga

Dalam banyak kasus, pola gelombang suara yang dihasilkan oleh instrumen dan suara
sangat kompleks. Setiap suara memiliki ciri khas tersendiri. pola gelombang kompleks dapat
dikonstruksi dengan menambahkan jumlah gelombang sinusoid yang mencukupi pada
frekuensi dan amplitudo yang tepat. Oleh karena itu, jika kita mengetahui respon telinga
terhadap gelombang sinusoidal yang terlalu banyak, kita dapat mengevaluasi respon telinga
terhadap pola gelombang dari setiap kerumitan.

The analysis of a complex wave shape

Penambahan titik-demi-titik gelombang sinus frekuensi dasar dan gelombang sinus


frekuensi harmonis menghasilkan bentuk gelombang yang ditunjukkan dalam gambar.
frekuensi dasar adalah sama tetapi konten harmonik dari gelombang berbeda untuk setiap
instrumen.
b. Frekuensi dan Nada

Telinga manusia mampu mendeteksi suara pada frekuensi antara sekitar 20 dan 20.000
Hz. Namun, dalam rentang frekuensi ini, respons telinga tidak seragam. Contohnya, telinga
paling sensitif terhadap frekuensi antara 200 dan 4000 Hz, dan telinga dianggap paling peka
terhadap frekuensi yang lebih tinggi dan lebih rendah. Ada variasi yang luas dalam respon
frekuensi setiap individu. Beberapa orang tidak dapat mendengar suara di atas 8000Hz,
sedangkan beberapa orang dapat mendengar suara di atas 20.000 Hz. Selanjutnya,
pendengaran sebagian besar orang memburuk seiring bertambahnya usia.

Gambar: Bentuk gelombang suara dari alat musik yang berbeda terdengar nada yang sama.

Pitch (nada) berhubungan dengan frekuensi suara. Pitch meningkat dengan frekuensi. Jadi,
frekuensi C tengah adalah 256Hz, dan frekuensi A di atas adalah 440Hz. Namun demikian,
tidak ada hubungan matematis yang sederhana antara pitch dan frekuensi.

c. Intensitas dan Kekerasan

Pada 3000Hz, intensitas terendah yang dapat dideteksi oleh telinga manusia adalah
sekitar 10−16 W / cm2. Suara yang paling keras ditolerir memiliki intensitas sekitar 10−4 W /
cm2. Kedua rentang intensitas ekstrim ini disebut ambang pendengaran dan ambang rasa
sakit.
Pada skala ini, intensitas suara diukur relatif terhadap tingkat referensi 10−16 W / cm2 (yang
kira-kira merupakan intensitas suara terendah yang dapat didengar).

Contoh, intensitas logaritmik gelombang suara dengan kekuatan 10−12 W / cm2 adalah
II. KELELAWAR DAN GEMA

Organ pendengaran manusia sangat berkembang; namun, ada binatang yang bisa
mendengar lebih baik dari kita. Hewan ini adalah kelelawar. Mereka memancarkan
gelombang suara frekuensi tinggi dan mendeteksi suara yang dipantulkan (Gema) dari
benda-benda di sekitarnya. Indera pendengaran mereka begitu tajam sehingga mereka
dapat memperoleh informasi dari gema yang memantul dari benda disekitarnya dimana
dalam banyak hal sama detailnya dengan informasi yang bisa kita peroleh dengan indra
penglihatan kita. Banyak spesies yang berbeda dari kelelawar,spesies-spesies tersebut
memanfaatkan gema dengan berbagai cara. Semisal Keluarga Vespertilionidae, kelelawar ini
memancarkan decitan pendek saat mereka terbang. Decitan terakhir yang dikeluarkan
sekitar 3 × 10−3 detik (3 msec) dengan interval waktu antara decitan sekitar 70 msec. Setiap
decitan dimulai pada frekuensi sekitar 100 × 103 Hz dan turun hingga sekitar 30 × 103 Hz
pada akhirnya. Dengan jarak antara decitan 70 msec, sebuah gema dari sebuah objek sejauh
11.5m dapat dideteksi sebelum decitan berikutnya. Saat kelelawar datang lebih dekat ke
objek (seperti hambatan atau serangga), baik durasi maupun jarak antara decitan
berkurang, memungkinkan kelelawar untuk melokalisasi objek lebih akurat. Dalam
pendekatan terakhir ke objek, durasi decitan hanya sekitar 0,3 msec, dan jarak antara
keduanya sekitar 5 msec. Percobaan telah menunjukkan bahwa kelelawar dapat
mengetahui lokasi gema sehingga terhindar dari hambatan kawat dengan diameter sekitar
0,1 mm, tetapi mereka gagal untuk menghindari kabel yang lebih halus. Ini sesuai dengan
diskusi kita tentang difraksi gelombang. Hewan lain, seperti lumba-lumba, paus, dan
beberapa burung, juga menggunakan gema dari benda, tetapi mereka tidak dapat
mendeteksi beberapa objek begitu juga dengan kelelawar.

III. GELOMBANG ULTRASONIK

Gelombang yang merupakan perluasan suara ke frekuensi tinggi, disebut gelombang


ultrasonik. Karena ukuran gelombang pendek , gelombang ultrasonik bisa fokus ke area kecil
dan dapat dicitrakan sebagai cahaya tampak. Gelombang ultrasonik menembus jaringan dan
tersebar lalu terserap di dalamnya. teknik khusus ini disebut pencitraan ultrasound,yang
memungkinkan bisa terbentuk gambar terlihat dari pantulan ultrasonik dan penyerapan.
Karena prinsip tersebut, struktur dalam organisme hidup dapat dipetakan dengan
ultrasound. Pemeriksaan ultrasonik lebih aman daripada sinar-X dan dapat memberikan
lebih banyak informasi. Dalam beberapa kasus, seperti dalam pemeriksaan janin dan
jantung, metode ultrasonik dapat menunjukkan gerakan dari organ-organ tersebut,hal itu
sangat bergun. Frekuensi suara yang dideteksi oleh pengamat tergantung pada keadaan
gerakan antara sumber dan pengamat. Fenomena ini disebut Efek Doppler. Itu dapat
ditunjukkan bahwa jika pengamat itu diam dan sumber sedang bergerak, frekuensi suara f
terdeteksi oleh pengamat diberikan oleh f’= f v/v∓vs di mana f adalah frekuensi tanpa
adanya gerak, v adalah kecepatan suara, dan vs adalah kecepatan sumbernya. Tanda minus
di penyebut akan digunakan ketika sumber mendekati pengamat, dan tanda plus saat
sumber jauhi pengamat. Dengan menggunakan efek Doppler, dimungkinkan untuk
mengukur gerakan di dalam tubuh. Meteran aliran ultrasonik, yang menghasilkan
gelombang ultrasonik yang tersebar oleh sel-sel darah yang mengalir di pembuluh darah.
Frekuensi suara yang tersebar diubah oleh Efek Doppler. Kecepatan aliran darah diperoleh
dengan membandingkan keadaan tersebut, dengan frekuensi ultrasound yang tersebar. Di
dalam jaringan, energi mekanik dalam gelombang ultrasonik diubah menjadi panas. Dengan
jumlah energi ultrasonik yang cukup, dimungkinkan untuk panaskan bagian tubuh pasien
dengan cara yang lebih efisien dan merata daripada yang dapat dilakukan dengan lampu
panas konvensional. Jenis perawatan ini, yang disebut diathermy, digunakan untuk
menghilangkan rasa sakit dan mempercepat penyembuhan luka. Itu dapat juga digunakan
untuk menghancurkan jaringan rusak dengan ultrasound intensitas tinggi. Ultrasound
sekarang secara rutin digunakan untuk menghancurkan ginjal dan batu empedu (lithotripsy).
C. JAWABAN SOAL

1. Jelaskan bagaimana mungkin kelelawar menggunakan perbedaan kadar frekuensi


decitan dan gema untuk memperkirakan ukuran objek ?
Jawab:
Kelelawar bisa menggunakan frekuensi dan gema untuk memperkirkan ukuran objek
dikarenakan sistem pendengaran yang sangat kompleks dari kelelawar yang
menggunakan gelombang frekuensi ultrasonik (40-50 khz) untuk memetakan objek
dan juga sistem pemantulan gelombang frekuensi bunyi dari kelelawar, ketika
gelombang frekuensi telah mengenai objek disekitar kelelawar,terjadi peristiwa
gema dimana gelombang frekuensi tersebut akan memantul dan terdengar oleh
telinga kelelawar yang akan diteruskan ke otak kelelawar,kemudian otak akan
menganalisa gelombang tersebut kemudian menginterprestasikan posisi dan ukuran
objek disekitarnya.

2. Dala, teori difraksi, diskusikan batasan ukuran objek yang dapat dideteksi oleh
kelelawar dengan gema yang dikeluarkan?
Jawab:
Sebenarnya kelelawar bisa mengidentifikasi objek dari ukuran yang besar sampai
kecil sekalipun,hal tersebut dikarenakan sistem pendengaran dan pemetaan
gelombang oleh otak yang angat kompleks,namun daya identifikasi objek oleh
kelelawar dipengaruhi oleh efek Doppler dimana ketika sumber bunyi(kelelawar) dan
penerima suara(objek) keduanya bergerak maka akan terjadi perbedaan frekuensi
dari saat pemancaran dan saat frekuensi tersebut diterima kembali.Sehingga
adakalanya kelelawar tidak bisa memperkirakan posisi dan ukuran objek tersebut.

3. Kira-kira sekeras apa suara yang ditimbulkan dari lalu lintas yang ramai dibanding
radio di dalam rumah?
Jawab:
Berdasarkan tabel 12.1 lalu lintas jalan yang ramai memiliki level suara 70 dB
sedangkan radio di dalam rumah memiliki level suara 40 dB, sehingga lalu lintas jalan
yang ramai terdengar tiga kali lebih keras daripada radio di dalam rumah.

4. Dengan bantuan buku teks fisika dasar, jelaskan efek Doppler?


Jawab:
Efek Doppler merupakan suatu kejadian di mana frekuensi gelombang dari suatu
sumber yang diterima oleh detektor mengalami perubahan akibat perubahan posisi
atau pergerakan relatif detektor terhadap sumber gelombang atau sebaliknya.
Detektor akan menangkap frekuensi yang lebih tinggi apabila detektor bergerak
relatif mendekat terhadap sumber, dan akan menangkap frekuensi yang lebih
rendah apabila detektor bergerak relatif menjauh terhadap sumber.