Anda di halaman 1dari 8

FORM FAILURE MODE & EFFECT ANALYSIS (FMEA)

Unit Kerja : Setiap unit pelayanan klinis (Loket, Poli Umum, Poli Gigi, GIZI, MTBS, Apotek,
KIA, KB, Laboratorium)

Tim FMEA :

Ketua Tim : drg. Vina Yanti

Anggota : dr. Ade Gustina Siahaan

Hetty Nurani

Juni Fitria

Notulen : Juliana

Peran masing-masing ketua dan anggota

1. Ketua Tim :
 Sebagai ketua manajemen mutu
 Melaporkan kepada Kepala Puskesmas tentang kegiatan
FMEA demi peningkatan mutu Puskesmas, dan kebutuhan
apapun yang diperlukan untuk perbaikan
2. Anggota :
 Menyusun penyebab kegagalan;
 Mengenali penyebab kegagalan dari tiap model dan akibat
dari kegagalan tersebut
 Menyusun dalam matriks FMEA
 Menetapkan cut off point dengan diagram pareto
 Menyusun alur proses yang baru
3. Notulen :
 Menyusun laporan FMEA

1
Jadwal Kegiatan Tim : Desember 2016

I. Alur Proses yang akan dianalisa


1. Loket
2. Poli Umum
3. Poli Gigi
4. GIZI
5. MTBS
6. Apotek
7. KIA
8. KB
9. Laboratorium

II. Tujuan Melakukan Analisis FMEA


Terdapat banyak variasi didalam rincian failure modes and effect analysis (FMEA),
tetapi semua itu memiliki tujuan untuk mencapai :
1) Mengenal dan memprediksi potensial kegagalan dari produk atau proses
yang dapat terjadi.
2) Memprediksi dan mengevalusi pengaruh dari kegagalan pada fungsi dalam
sistem yang ada.
3) Menunjukkan prioritas terhadap perbaikan suatu proses atau sub sistem
melalui daftar peningkatan proses atau sub sistem yang harus diperbaiki
4) Mengidentifikasi dan membangun tindakan perbaikan yang bisa diambil
untuk mencegah atau mengurangi kesempatan terjadinya potensikegagalan
atau pengaruh pada sistem
5) Mendokumentasikan proses secara keseluruan

III. Identifikasi Failure Mode

Unit Layanan Potensial Failure Modes


Loket pendaftaran status pasien terselip
Poli Umum komunikasi petugas dan pasien
Poli Gigi pasien tidak kembali kontrol jika sakit gigi
GIZI orang tua pasien kurang gizi kurang memahami anjuran diet
dari petugas
MTBS status pasien tidak lengkap pengisian anamnesis, diagnosis dan
terapi
Apotek petugas salah memberikan resep
KIA pasien tidak memahami manfaat makanan dan suplemen Fe

2
Unit Layanan Potensial Failure Modes
KB pasien takut untuk KB IUD
Laboratorium Petugas salah menulis hasil lab pada status pasien

3
Matriks FMEA

FMEA (FAILURE MODES AND EFFECTS ANALYSIS)


NO PROCE POTENSIAL POTENTIAL SEV POTENTIAL OCC CURR DET RPN
SS / FAILURE FAILURE CAUSES ENT
ASPEC MODES EFFECT CONT
T ROL
1 LOKE Status rekam Riwayat 7 Status rekam 7 buku 3 147
T pasien sering penyakit medis dari eksped
tidak pasien dan poli sering isi
ditemukan riwayat tidak
pengobatan dikembalikan
terdahulu ke loket
tidak
ditemukan
2 Poli komunikasi pasien kurang 5 perubahan 6 bagan 4 120
Umum petugas dan paham alur alur alur
pasien pelayanan pelayanan pelaya
rujukan rujukan nan
rujuka
n yang
ditemp
el di
depan
ruanga
n
rujuka
n
3 Poli pasien tidak infeksi gigi 7 pasien malas 5 diingat 4 140
Gigi kembali tidak untuk kontrol kan
kontrol jika tertangani agar
sakit gigi dengan pasien
maksimal kemba
li
kontrol
setiap
habis
perawa
tan
4 GIZI orang tua tidak 7 perbedaan 7 mengg 7 343
pasien kurang tercapainya pendidikan unakan
gizi kurang target berat pasien quesio
memahami badan pasien ner
anjuran diet pemah
dari petugas aman
pasien

4
5 MTBS status pasien kesalahan 9 petugas 7 Pembu 2 126
tidak lengkap diagnosis/ kurang teliti atan
pengisian terapi status
anamnesis, MTBS
diagnosis dan
terapi
6 Apotek petugas salah pasien salah 9 petugas 6 menan 7 378
memberikan mendapatkan kurang teliti yakan
resep terapi nama
dan
usia
pasien
7 PIH Kurangnya ibu hamil 8 kurangnya 6 memb 6 288
pengetahuan usia<20 pengetahuan erikan
ibu tentang minggu pasien penyul
zat gizi dan anemia mengenai uhan
anemia pada kehamilan menge
ibu hamil nai
anemia
,
pemeri
kasaan
Hb
pada
ibu
hamil
dan
pembe
rian
tablet
Fe
8 KB pasien takut cakupan KB 6 kurangnya 6 memb 7 252
untuk KB IUD rendah pengetahuan erikan
IUD pasien penyul
mengenai KB uhan
menge
nai KB
9 Laborat Petugas salah pasien salah 7 Petugas 7 Petuga 7
orium menulis hasil mendapatkan kurang teliti s akan
lab pada hasil melak
status pasien laboratorium ukan
nya preana
lisis
(mena
nyakan
identit
as
pasien

5
sebelu
m
menuli
skan
hasil
laborat
roium
pada
status
pasien)

IV Menetapkan cut off point dengan diagram Pareto:

Unit Layanan Potensial Failure Modes RPN % %


kumulatif
Apotek petugas salah memberikan 378 17.69%
resep 0.00%
GIZI orang tua pasien kurang gizi 343 16.05%
kurang memahami anjuran
diet dari petugas 17.69%
Laboratorium Komunikasi petugas dan 343 16.05%
pasien 33.74%
PIH pasien tidak memahami 288 13.48%
manfaat makanan dan
suplemen Fe 49.79%
KB pasien takut untuk KB IUD 252 11.79% 63.27%
Loket pendaftaran Status rekam pasien sering 147 6.88%
tidak ditemukan 75.06%
Poli Gigi pasien tidak kembali kontrol 140 6.55%
jika sakit gigi 81.94%
MTBS status pasien tidak lengkap 126 5.90%
pengisian anamnesis,
diagnosis dan terapi 88.49%
Poli umum komunikasi petugas dan 120 5.62%
pasien 94.38%
Total 2137 100%

6
100.00%
90.00%
80.00%
70.00%
60.00%
50.00%
40.00%
30.00%
Series1
20.00%
10.00%
0.00%

Berdasarkan diagram pareto didapatkan bahwa cut off point berada di poli gigi (dengan %
kumulatif > 80%) sehingga masalah yang harus ditindaklanjuti adalah poli gigi, loket
pendaftaran, KB, PIH, Laboratorium, Gizi, Apotek

V. Alur proses yang baru

Tahapan akibat Kemungkinan Upaya RPN Kegiatan yang Penaggung Waktu


proses failure sebab kendali yang direkomendasikan jawab
mode dilakukan
poli gigi infeksi gigi pasien malas diingatkan 140 Pemberian Dokter gigi Desember
tidak tertangani untuk kontrol agar pasien edukasi 2016
dengan kembali perawatan gigi di
maksimal kontrol setiap poli gigi
habis
perawatan
Loket Status rekam Status rekam buku 147 Buku ekspedisi Petugas loket Desember
Pendaftaran pasien sering medis sering ekspedisi dari setiap poli
tidak ditemukan tidak sering pasien sebelum
kembali ke dikembalikan ke
loket loket
KB cakupan KB kurangnya memberikan 252 penyuluhan Petugas KB Januari
IUD rendah pengetahuan penyuluhan mengenai KB di 2016
pasien mengenai KB poli KB
mengenai KB
PIH Kurangnya pasien tidak memberikan 288 Pemberian Petugas di Desember

7
pengetahuan ibu memahami penyuluhan edukasi mengenai PIH 2016
tentang zat gizi manfaat mengenai Pemberian tablet
dan anemia makanan dan anemia, Fe di poli ibu
pada ibu hamil suplemen Fe pemerikasaan hamil
Hb pada ibu
hamil dan
pemberian
tablet Fe
Laboratorium pasien salah Petugas menanyakan 343 Petugas akan Laboratorium Januari
mendapatkan kurang teliti identitas melakukan 2016
hasil pasien preanalisis
laboratoriumnya sebelum (menanyakan
menuliskan identitas pasien
hasil sebelum
laboratroum menuliskan hasil
laboratroum pada
status pasien)
Gizi tidak orang tua menggunakan 343 Penyuluhan gizi Petugas gizi Januari
tercapainya pasien kurang quesioner dan pemberian 2016
target berat gizi kurang pemahaman kuesioner setelah
badan pasien memahami pasien diberi penyuluhan
anjuran diet
dari petugas
Apotek pasien salah petugas menanyakan 378 Petugas Petugas Desember
mendapatkan kurang teliti nama dan menanyakan Apotek 2016
terapi sehingga usia pasien ulang nama dan
petugas salah tanggal lahir
memberikan pasien saat
resep memberikan obat

DIKETAHUI OLEH:
KEPALA UPTD PUSKESMAS AEK HABIL
KOTA SIBOLGA,

IVONNA HASFIKA
PENATA TK. I
NIP. 19771001 200701 2 002